Anda di halaman 1dari 2

PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT

No.Dokumen :
SOP
No.Revisi
:
Tanggal Terbit :
Halaman
:

PUSKESMAS
MAKALE UTARA

Derni Renden,S.Si.Apt
Nip.19850822 201101 2 022

Pengertian

Penaganan pasien gawat darurat adalah Penaganan pasien yang


tiba-tiba dalam keadaan gawat atau akan menjadi gawat dan
terancam nyawanya dan atau anggota badannya (akan menjadi
cacat) bila tidak mendapatkan pertolongan secepatnya.

Tujuan

Sebagai acuan pemantauan/ observasi kasus gawat darurat di


Puskesmas Makale Utara agar dapat tertangani dengan benar dan
efektif

Kebijakan

SK Kepala Puskesmas No. / /PKM-MU/


Penanganan pasien gawat darurat

Referensi

Panduan kecil Pertolongan Pertama Gawat darurat (PPGD)

Prosedur

Perlengkapan :
1. Spigmomanometer/tensimeter
2. Stetoskop
3. Tabung O2+selang O2
4. Infus set
5. Abocath
6. Cairan RL,NaCl 0,9%,Dextrose 5%,dll

Langkah-langkah

1. Petugas melakukan observasi terhadap pasien gawat


2. Petugas melakukan tindakan sesuai kompetensinya
3. Hal-hal yang perlu diobservasi :
Keadaan umum penderita
Kesadaran penderita
Kelancaran jalan nafas (air Way)
Kelancaran pemberian O2
Tanda-tanda vital :
Tensi
Nadi
Respirasi / pernafasan
Suhu
Kelancaran tetesan infuse
4. Apabila hasil observasi menunjukkan keadaan penderita
semakin tidak stabil, maka paramedis perawat/bidan harus
lapor kepada Dokter jaga
5. Apabila dianggap membutuhkan evaluasi dan pemeriksaan
lebih lanjut, maka atas indikasi medis tersebut pasien segera di
persiapkan untuk dirujuk ke fasilitas layanan sekunder (Rumah
Sakit)
6. Observasi dilakukan maksimal 2 jam, selanjutnya diputuskan
penderita bisa pulang atau rawat inap.
7. Perkembangan penderita selama observasi dicatat di kartu

a.
b.
c.
d.

e.

/ /2015

tentang

status penderita (les UGD) / lembar observasi.


8. Setelah observasi tentukan apakah penderita perlu : rawat jalan
/ rawat inap / rujuk
7

Bagan Alir

PETUGAS

OBSERVASI

MELAKUKAN TINDAKAN PENYELAMATAN

RUJUK
BERHASIL

MENENTUKAN RAWAT JALAN/RAWAT INAP

RAWAT INAP

Hal hal yang perlu


diperhatikan

Unit Terkait

10 Dokumen Terkait

RAWAT JALAN

Observasi dilakukan tiap 5 15 menit sesuai dengan tingkat


kegawatannya. Observasi masimal 2 jam
1. Ruang Tindakan
2. Ruang KIA/KB
1. Status Ruang
2. Rekam Medik