Anda di halaman 1dari 6

Fungsi Dan Tugas Pokok Organisasi Mahasiswa (ORMAWA)

A. Majelis Permusyawaratan/Perwakilan Mahasiswa (MPM)


MPM adalah lembaga tertinggi organisasi kemahasiswaan yang berfungsi
sebagai

forum

perwakilan

mahasiswa

di

tingkat

universitas,

untuk

menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa di lingkungan universitas.


MPM mempunyai tugas pokok antara lain:
Memberikan pendapat, usul dan saran kepada pimpinan universitas terutama
yang berkaitan dengan fungsi dan pencapaian tujuan pendidikan.
Merencanakan

dan

menetapkan

garis-garis

besar

program

kegiatan

kemahasiswaan di tingkat universitas.


Menyelenggarakan pemilihan umum.
Mengesahkan dan melantik Ketua BEM dan Ketua UKM.
Mengawasi pelaksanaan program dan ketetapan MPM oleh BEM.
Meminta pertanggungjawaban Ketua BEM dan Ketua UKM pada akhir masa
jabatannya.
Anggota MPM disebut Senator, terdiri dari : anggota yang dipilih melalui
pemilihan umum dan satu orang wakil dari tiap Dewan Perwakilan
Mahasiswa.
Kepengurusan MPM terdiri atas Badan Pengurus Harian (BPH), yaitu :
Ketua Umum, Sekretaris Jenderal dan Bendahara Umum serta Ketua-ketua
Komisi. Masa bakti kepengurusan MPM satu tahun dan Ketua Umum tidak
dapat dipilih kembali untuk kepengurusan masa bakti berikutnya.
Kepengurusan MPM disahkan oleh Sidang Umum MPM dan dikukuhkan
oleh Rektor melalui Surat Keputusan. Pengurus MPM bertanggungjawab
kepada Sidang Umum MPM.
B. Badan Eksekutif Mahasiswa ( B E M )

BEM berfungsi sebagai organisasi pelaksana kegiatan pengembangan


kemahasiswaan di tingkat universitas, terutama yang berkaitan dengan
pengembangan
kepemimpinan

penalaran
dan

dan

keilmuan,

keterampilan

manajemen,

pengembangan
serta

sikap

pengembangan

pengabdian kepada masyarakat. Disamping itu, BEM juga merupakan


koordinator

kegiatan

pengembangan

kemahasiswaan

di

lingkungan

universitas.
BEM mempunyai tugas pokok antara lain:
Melaksanakan ketetapan-ketetapan MPM.
Merencanakan dan melaksanakan kegiatan ekstra-kurikuler pengembangan
kemahasiswaan di tingkat universitas sesuai garis-garis besar program yang
ditetapkan MPM.
Mengkoordinasikan kegiatan ekstra-kurikuler pengembangan kemahasiswaan
yang dilaksanakan oleh UKM, BEMF dan HMJ.
Dalam melaksanakan tugasnya, BEM melakukan koordinasi dan konsultasi
dengan Direktur Kemahasiswaan. Ketua Umum BEM disebut Presiden yang
dipilih dan ditetapkan secara langsung oleh mahasiswa melalui Pemilihan
Umum yang diselenggarakan oleh MPM.
Kepengurusan BEM disebut Kabinet yang terdiri atas : Ketua Umum,
Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum dan Ketua-ketua Departemen.
Masa bakti kepengurusan BEM satu tahun dan Ketua Umum tidak dapat
dipilih kembali untuk kepengurusan masa bakti berikutnya. Kepengurusan
BEM

disahkan

oleh

MPM

dengan

Surat

Keputusan.

Pengurus

BEM

bertanggungjawab kepada MPM.


C. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
UKM berfungsi sebagai wahana dan sarana pengembangan kegiatan
ekstra-kurikuler di tingkat universitas, terutama yang berkaitan dengan
pengembangan

minat,

kesejahteraan mahasiswa.

bakat

dan

kegemaran

mahasiswa,

serta

UKM mempunyai tugas pokok yaitu merencanakan dan melaksanakan


kegiatan ekstra-kurikuler di tingkat universitas dalam bidang tertentu
terutama

yang

berkaitan

dengan

pengembangan

minat,

bakat

dan

kegemaran mahasiswa serta kesejahteraan mahasiswa, baik yang bersifat


fisik maupun non fisik, sesuai pilihan yang ditetapkan dan selalu melakukan
koordinasi kegiatan dengan BEM.
Dalam melaksanakan tugasnya, UKM melakukan koordinasi dan konsultasi
dengan Direktur Kemahasiswaan.
UKM dapat didirikan apabila memiliki sedikitnya 50 (lima puluh) orang
anggota, dan dapat disahkan apabila telah melaksanakan kegiatan paling
sedikit selama satu semester, sesuai ketentuan yang ditetapkan MPM.
Anggota UKM adalah para mahasiswa yang secara resmi mendaftarkan diri
kepada pengurus UKM yang bersangkutan.
Ketua UKM dipilih dan ditetapkan oleh Musyawarah anggota UKM yang
bersangkutan.

Kepengurusan

UKM

dijabat

oleh

anggota

UKM

yang

bersangkutan, yang terdiri dari : Ketua, Sekretaris, Bendahara dan seksiseksi. Kepengurusan UKM disahkan oleh MPM melalui Surat Keputusan.
Masa bakti kepengurusan UKM satu tahun dan Ketua tidak dapat dipilih
kembali untuk kepengurusan masa bakti berikutnya.
Pengurus UKM bertanggungjawab kepada Musyawarah Anggota UKM yang
bersangkutan dan kepada MPM.
D. Dewan Perwakilan Mahasiswa ( D P M )
DPM berfungsi sebagai forum perwakilan mahasiswa di tingkat fakultas,
untuk menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa di lingkungan
fakultas.
DPM mempunyai tugas pokok antara lain:
Memberikan pendapat, usul dan saran kepada pimpinan fakultas terutama
yang berkaitan dengan fungsi dan pencapaian tujuan pendidikan.
Merencanakan dan menetapkan garis besar program kegiatan kemahasiswaan
di tingkat fakultas sesuai garis besar program yang ditetapkan MPM.

Menyelenggarakan pemilihan umum.


Mengesahkan dan melantik Ketua BEMF dan Ketua HMJ.
Mengawasi pelaksanaan program dan ketetapan DPM oleh BEMF dan HMJ.
Meminta pertanggungjawaban Ketua BEMF dan Ketua HMJ pada akhir masa
jabatannya.
Anggota DPM yang disebut juga Senator, adalah wakil-wakil mahasiswa
dari tiap-tiap jurusan di fakultas dan dipilih melalui pemilihan umum.
Kepengurusan DPM terdiri atas Badan Pengurus Harian, yaitu : Ketua,
Sekretaris, Bendahara, dan ketua-ketua Komisi. Masa bakti kepengurusan
DPM satu tahun dan Ketua tidak dapat dipilih kembali untuk kepengurusan
masa bakti berikutnya. Kepengurusan DPM disahkan oleh Sidang Umum DPM
dan dikukuhkan oleh Dekan melalui Surat Keputusan. Pengurus DPM
bertanggungjawab kepada Sidang Umum DPM.
E. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF)
BEMF berfungsi sebagai organisasi pelaksana kegiatan pengembangan
kemahasiswaan di tingkat fakultas, terutama yang berkaitan dengan
pengembangan
kepemimpinan

penalaran
dan

dan

keterampilan

keilmuan,
manajemen,

pengembangan
serta

sikap

pengembangan

pengabdian kepada masyarakat dan koordinator kegiatan pengembangan


kemahasiswaan di lingkungan fakultas.
BEMF mempunyai tugas pokok antara lain:
Melaksanakan ketetapan-ketetapan MPM dan DPM.
Merencanakan dan melaksanakan kegiatan ekstra-kurikuler pengembangan
kemahasiswaan di tingkat fakultas sesuai garis-garis besar program yang
ditetapkan DPM.
Mengkoordinasikan kegiatan ekstra-kurikuler pengembangan kemahasiswaan
yang dilaksanakan oleh HMJ.
Dalam

melaksanakan

tugasnya,

BEMF

melakukan

koordinasi

dan

konsultasi dengan Wakil Dekan. Ketua BEMF ditetapkan dan dipilih secara

langsung oleh mahasiswa melalui Pemilihan Umum yang diselenggarakan


oleh DPM, dan sesuai dengan ketetapan MPM.
Kepengurusan BEMF terdiri atas : Ketua, Sekretaris Jenderal, Bendahara
dan Ketua-ketua Bidang. Masa bakti kepengurusan BEMF satu tahun dan
Ketua tidak dapat dipilih kembali untuk kepengurusan masa bakti berikutnya.
Kepengurusan BEMF disahkan oleh DPM dengan Surat Keputusan. Pengurus
BEMF bertanggungjawab kepada DPM.
F. Himpunan Mahasiswa Jurusan ( H M J )
HMJ berfungsi sebagai organisasi pelaksana kegiatan pengembangan
kemahasiswaan di tingkat jurusan, yang berkaitan dengan pengembangan
penalaran dan keilmuan, serta sikap profesi sesuai dengan bidang ilmu dan
program studi jurusan.
HMJ mempunyai tugas pokok antara lain:
Melaksanakan ketetapan-ketetapan MPM dan DPM.
Merencanakan dan melaksanakan kegiatan ekstra-kurikuler pengembangan
kemahasiswaan di tingkat jurusan yang berkaitan dengan pengembangan
penalaran dan keilmuan serta sikap profesi sesuai bidang ilmu dan program
studi, serta sesuai garis-garis besar program yang ditetapkan DPM.
Melakukan koordinasi kegiatan dengan BEMF dan BEM.
Dalam melaksanakan tugasnya, HMJ melakukan koordinasi dan konsultasi
dengan Ketua Program Studi. Ketua HMJ ditetapkan dan dipilih secara
langsung oleh mahasiswa melalui Pemilihan Umum yang diselenggarakan
oleh DPM.
Kepengurusan HMJ terdiri atas : Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Ketuaketua Bidang. Masa bakti kepengurusan HMJ satu tahun dan Ketua tidak
dapat

dipilih

kembali

untuk

kepengurusan

masa

bakti

berikutnya.

Kepengurusan HMJ disahkan oleh DPM dengan Surat Keputusan. Pengurus


HMJ bertanggungjawab kepada DPM. Organisasi kemahasiswaan terdiri atas
organisasi kemahasiswaan tingkat universitas dan organisasi kemahasiswaan
tingkat fakultas.