Anda di halaman 1dari 1

CIVD: INTEGRASI SISTEM MENJAWAB TUNTUTAN EFISIENSI

Ketika Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) harus menghadapi anjloknya harga minyak sehingga memunculkan problem keekonomian dalam kegiatan operasi, isu efisiensi muncul ke permukaan. Hadirnya Centralized Integrated Vendor Database (CIVD), yang diinisiasi oleh 14 Kontraktor KKS, setidaknya dapat menjadi jawaban atas sebagian problem efisiensi.

CIVD adalah media sentralisasi pangkalan data (database) Kontraktor KKS yang terintegrasi dan berbasis jaringan komputer. Pangkalan data ini sebagai penilaian kualifikasi vendor secara terpusat dan terintegrasi sehingga pelaksanaan pengadaan menjadi lebih efisien. Sesuai dengan pemaparan kelompok kerja pengadaan bersama CIVD pada saat Indonesia Supply Chance Management (SCM) Summit pada April tahun lalu disebutkan bahwa tujuan CIVD adalah penyelarasan dengan ketentuan PTK-0007, standardisasi penilaian kualifikasi rekanan yang diberlakukan lintas Kontraktor KKS, transparansi dan akuntabilitas pada proses pendaftaran dan penilaian kualifikasi rekanan, serta peningkatan efisiensi dalam proses pengadaan baik dari aspek tata waktu pengadaan maupun aspek penghematan biaya.

Pada tahap awal ada 14 Kontraktor KKS yang berpartisipasi dalam CIVD yaitu: Badan Operasi Bersama PT. Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu, Medco E&P Indonesia, Chevron Pacific Indonesia, Pertamina EP, CNOOC SES Ltd, Pertamina Hulu Offshore North West Java, Conoco Philips Indonesia Inc, Ltd, Petrochina International Jabung Ltd, JOB Pertamina-Talisman (OK) Ltd, Premier Oil Natuna Sea B.V, JOB Pertamina- Talisman Jambi Merang, Star Energy (KAKAP) Ltd, EMP Malacca Strait S.A, dan Kangean Energy Indonesia. Dengan CIVD ini, proses efisiensi akan terjadi karena biaya layanan sistem informasi bisa ditekan sehingga akan terjadi efisiensi biaya dalam jangka panjang. (lihat box)