Anda di halaman 1dari 8

Keperawatan Transkultural

Teori Leininger
Teori Leininger tentang keragaman pelayanan berdasarkan kultur dan
universalitas (1991) menyatakan bahwa kasih sayang merupakan inti
dari keperawatan, dominan, karakteristik, dan ciri khas keperawatan.
Ada beberapa jenis pelayanan manusia berdasarkan kultur dalam
penerapan, proses, dan bentuknya.
Faktorsosial, seperti kepercayaan klien, politik, kultur, dan tradisi
merupakan faktor signifikan yang mempengaruhi pelayanan,
kesehatan klien, dan bentuk penyakit.
Tujuan Teori Leininger adalah menyediakan bagi klien pelayanan
kesehatan spesifik secara kultural. Untuk memberikan asuhan
keperawatan bagi klien dengan kultur tertentu, perawat perlu
memperhitungkan tradisi kultur klien, nilai-nilai, dan kepercayaan
kedalam rencana keperawatan.
Sebagaicontoh, beberapa kultur percaya bahwa kepala dalam suatu
komunitas harus ada pada saat memutuskan jenis pelayanan kesehatan
sehingga tim pelayanan kesehatan perlu membuat jadwal ulang ketika
lingkungan menginginkan kepala komunitas. Selain itu, terdapat
perbedaan cara ekspresi di antara kultur. Sebaagai contoh, individu
keturunan Iris tidak akan mengeluh kesakitan. Kontrasnya, individu
dari kultur Timur Tengah lebih mudah mengeluh sakit. Dari kedua
contoht ersebut, perawat perlu lebih mengerti kultur klien dalam
praktik menilai tingkat rasa sakit klien(misalnya, apakah rasa sakit
semakin bertambah atau tetap sama?).
Peran perawatan pada transcultural nursing teory ini adalah
menjebatani antara sistem perawatan yang di lakukan masyarakat
awam dengan si stem perawat anprosfesional melalui asuhan
keperawatan. Eksistensi peran perawat tersebut digambarkan oleh
leininger. Oleh karena itu perawat harus mampu membuat keputusan

dan rencana tindakan keperawatan yang akan diberikan kepada


masyarakat. Jika di sesuaikan dengan proses keperawatan, hal
tersebut merupakan tahap perencanaan tindakan keperawatan.
Tindakan keperawatan yang diberikan kepada klien harus tetap
memperhatikan tiga perinsip asuhan keperawatan, yaitu :
1. culture care preservation/maintenance,
yaitu prinsip membantu, memfasilitasi, atau memperhatikan
fenomena budaya guna membantu individu menentukan tingkan
kesehatan dan gaya hidup yang di inginkan.
2. Culture care accommodation/negatiation,
yaitu prisipmembantu, memfasilitasi, atau memperhatikan fenomena
budaya, yang merefleksikan cara-cara untuk beradaptasi, atau
bernegosiasi atau mempertimbangkan kondisi kesehatan dan gaya
hidup individu atau klien.
3. culture care repatterning/restructuring,
yaitu : prinsip merekonstruksi atau mengubah desain untuk membantu
memperbaiki kondisi kesehatan dan polahidup klien kearah lebih
baik.
Konsep dalam Transcultural Nursing
1) Budaya adalah norma atau aturan tindakan dari anggota
kelompok yang dipelajari, dan dibagi serta memberi petunjuk dalam
berfikir, bertindak dan mengambil keputusan.
2) Nilai budaya adalah keinginan individu atau tindakan yang lebih
diinginkan atau sesuatu tindakan yang dipertahankan pada suatu
waktu tertentu dan melandasi tindakan dan keputusan.
3) Perbedaan budaya dalam asuhan keperawatan merupakan bentuk
yang optimal dari pemberian asuhan keperawatan, mengacu pada
kemungkinan
variasi pendekatan keperawatan yang dibutuhkan untuk memberikan
asuhan

budaya yang menghargai nilai budaya individu, kepercayaan dan


tindakan
termasuk kepekaan terhadap lingkungan dari individu yang datang
dan
individu yang mungkinkan kembali lagi (Leininger, 1985).
4) Etnosentris adalah persepsi yang dimiliki oleh individu yang
menganggap
bahwa budayanya adalah yang terbaik diantara budaya-budaya yang
dimiliki
oleh orang lain.
5) Etnis berkaitan dengan manusia dari ras tertentu atau kelompok
budaya yang
digolongkan menurutciri-ciri dan kebiasaan yang lazim.
6) Rasadalahperbedaanmacam-macammanusiadidasarkanpada
mendiskreditkanasalmuasalmanusia
7) Etnografiadalahilmu yang mempelajaribudaya.
Pendekatanmetodologi
padapenelitianetnografimemungkinkanperawatuntukmengembangkan
kesadaran yang tinggipadaperbedaanbudayasetiapindividu,
menjelaskan
dasarobservasiuntukmempelajarilingkungandan orang-orang,
dansaling
memberikantimbalbalikdiantarakeduanya.
8) Care adalahfenomena yang berhubungandenganbimbingan,
bantuan,
dukunganperilakupadaindividu, keluarga,
kelompokdenganadanyakejadian
untukmemenuhikebutuhanbaikaktualmaupunpotensialuntukmeningkat
kan
kondisidankualitaskehidupanmanusia.
9) Caring adalahtindakanlangsung yang
diarahkanuntukmembimbing,
mendukungdanmengarahkanindividu,

keluargaataukelompokpadakeadaan
yang
nyataatauantisipasikebutuhanuntukmeningkatkankondisikehidupan
manusia.
10) Cultural Care
berkenaandengankemampuankognitifuntukmengetahuinilai,
kepercayaandanpolaekspresi yang digunakanuntukmebimbing,
mendukung
ataumemberikesempatanindividu, keluargaataukelompokuntuk
mempertahankankesehatan, sehat, berkembangdanbertahanhidup,
hidup
dalamketerbatasandanmencapaikematiandengandamai.
11) Culturtal imposition
berkenaandengankecenderungantenagakesehatan
untukmemaksakankepercayaan, praktikdannilaidiatasbudaya orang
lain
karenapercayabahwa ide yang dimilikiolehperawatlebihtinggidaripada
kelompok lain.

FAKTA DI LAPANGAN
1. Padasaathamil
Suamidariibuhamiltidakbolehmembunuhhewan (katak, kucing,
ular, anjing).
Orang hamiltidakbolehmakanmakananhasillaut,
karenadapatmenyebabkanbauamispada air ketuban.
Keinginanibuhamilharus di turutiolehsuaminya.
Dianjurkanpadaibuhamiluntukmengerjakantugasrumah
(sepertimengepel, nyapu, dll) padasaatumurkehamilannyamenginjak 6

bulankeatas.
2. Padasaatmelahirkan

Tradisiwanitaseringmeneriakkanpadawaktubersalindanmenghindarim
enariknafasmelaluimulutkarenaakanmenyebabkan uterus naik.
Ketakutanakankecanduanobatdankepercayaanbahwa rasa
sakitmerupakanakibatperbuatandosamasalalumembuatsehinggamenah
an rasa sakittanpabanyakmengeluhataumemintaobatpenghilang rasa
nyeri.
3. Bayibarulahir
Adanyabayi yang barulahirtidak di mandikantetapi di
bersihkandaridarahdan air ketubanibu.
Setelahmemandikanbayiparaibumemberikanbedakatau talk
padatubuhbayi.
4. Padamasa postpartum
Ibumenolakuntukmanditetapilebihmemilihmenyekadirinyadengan
alas an untukmenjagakestabilandirisertakerentanankondisidingin.
Adanyapantanganmakananbagiibusepertimakandaging, telur,
kacang-kacangan
.Merekamempunyaianggapanbahwamakanantersebutakanmemperlam
a proses penyembuhan (akanmenyebabkangatalgatal,akanmunculnanah)
Budayamakanmakanansepertisup,beras, danberasmerah.

Setelahmelahirkanbiasanyamenggunakanpengikatperutuntukpencegah
anudaramasukkedalam uterus danuntukmempercepatpenyembuhan.

MITOS
1. Padasaathamil

Merekamempercayaikalaumenyiksaataumembunuhbinatangdapatmem
pengaruhianak yang akandilahirkan, seperticacatfisikatau mental

dandanbisamenyerupaibinatang yang dibunuhataudisiksatersebut.


Merekamempercayaipadasaatmelahirkanbau air ketubanberbau
amisdan air ketubanmudahpecah.
Bilamanakeinginandariseorangibuhamiltidakditurutimakaanak
yang akandilahirkanakanmengeluarkan air liurterusmenerus.
Merekamempercayaibahwapadausiakandungan yang tua,
ibuhamildenganberaktivitastinggiakanmemperlancardanmempermuda
hkelahiran.
2. Padasaatmelahirkan
Beranggapandenganmenariknafasdalam-dalam,
ibuhamilakanmemperolehtenaga yang
kuatuntukmengeluarjkansibayinya.
Denganbanyakdosamenyebabkansulitnyapersalinandananak yang
dilahirkanakanberperilakunakalseperti yang telahdilakukan orang
tuanya.
3. Bayibarulahir
Bayi tidak dimandikan karena pada jalannya nutrisi/pusarnya tidak
bisa kering.
Bayi yangsetelah mandi menggunakan talk supaya bayi tidak
mengalami kedinginan,alergi dan harum
4. Pada masa postpartum
Ibu setelah melahirkan tidak mandi sebab menjaga keseimbangan
dari tubuh dengan menghindari suasana dingin.
Pantangan makan seperti telur, daging, dan kacang-kacangan dapat
memperlambat penyembuhan luka jalan lahir.
Di sarankan mengkomsumsi sup, beras, atau beras merah untuk
mempercepat penyembuhan
Digunakan pengikat perut untuk memperlangsing tubuhnya
kembali walaupun tak seperti semula.

TEORI
1. Pada masa hamil suami/istri tidak harus menuruti ataupun

menyiksa binatang . Adanya kecacatan disebabkan oleh keadaan


kurangnya nutrisi pada saat kehamilan. Kegiatan yang berlebihan
akan mempermudah keguguran.
2. Pada masa melahirkan dengan bernafas dengan mulut dapat
menyebabkan banyak bakteri mudah masuk sehingga rentan terkena
penyakit yang berasal dari lingkungan. Uterus akan naik bila adanya
pemijatan.
3. Bayi yang baru lahir akan mudah terinfeksi oleh mikroorganisme,
sehingga bayi yang lahir wajib di mandikan supaya terhindar dari
infeksi. Penggunaan talk dapat menyebabkan alergi bagi bayi
sebaiknya tidak usah digunakan.
4. Pada ibu yang baru melahirkan rentan terkena infeksi dari
mikroorganisme bilamana tidak di bersihkan atau mandi. Panatangan
makan makanan yang mengandung protein dapat memperlambat
penyembuhan luka. Menggunakan pengikat perut dapat menyebabkan
sirkulasi darah tidak lancar,mengganggu sistem pencernaan, dan
kesulitan bernafas.
OPINI
a. Pada masa hamil
Adanya hubungan mengenai tidak diperbolehkannya menyiksa
binatang ,makan ikan ataupun keinginan dari istri tidak dituruti akan
berakibat pada bayi yang akan lahir merupakan hal yang sulit dinalar
tetapi tidak menutup kemungkinan sebab masyarakat mempercayai
dari peristiwa yang terjadi tetapi dalam hal ilmu kesehatan merupakan
kekurangan dari nutrisi/gizi.
b. Pada masa melahirkan
Hubungan antara bernafas dan nyeri untuk melahirkan bayi
merupakan sebuah sugesti yang dapat berakibat menjadi sebuah
fkiran ketika melahirkan, padahal bila menggunakan prosedur dan
peralatan yang lengkap serta di tangani tenaga medis yang profesional
akan menurunkan hal tersebut.
c. Bayi baru lahir

Bayi yang baru lahir yang berlumuran darah supaya di bersihkan


karena dalam darah tidak di ketahui ada mikroorganisme patogen
yang dapat menginfeksi bayi. Penggunaan talk juga serti itu karena
bayi mempunyai kulit yang lebih sensitif di takutkan dengan
penggunan talk dapat menyebabkan alergi.
d. Pada masa postpartum
Ibu yang baru melahirkan pastinya mengeluarkan cairan tidak sedikit
sehingga lebih baiknya bila ibu tersebut dimandikan, agar terhindar
dari mikroorganisme. Mengonsomsi makanan seperti telur , daging
dan kacanng-kacangan baik untuk mempercepat penyembuhan sebab
di dalam makanan tersebut terdapat protein yang besar untuk
penyembuhan luka. Biasanya alat untuk memperlangsingkan perut
ataupun alat untuk memperkecil ukuran perut sesudah melahirkan
yang atau pengikat perut dapat di pakai tetapi jangan terlalu kuat
mengikatnya karena dapat membahayakan ibu yang baru melahirkan.
Dampat yang terjadi oleh penggunaan pengikat tersebut berupa
sirkulasi darah yang kurang lancar, sistem pencernaan yang tidak
dapat bekerja sempurna berdampak juga pada uterus .

DAFTAR PUSTAKA
Potter , Perry.2009.Fundamental
Keperawatan:Jakarta.SalembaMedika
Anderson,elizabeth T.2006.Keperawatan Komunitas:Jakarta.EGC
Cultural Diversity in Nursing, (1997), Transcultural Nursing ; Basic
Concepts and
Case Studies, Ditelusuritanggal29 September 2012dari
http://www.google.com/rnc.org/transculturalnursing