Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam materi audit kepabeanan dan cukai, setelah materi pengujian pengendalian
internal adalah materi sampling audit. Setelah auditor memutuskan prosedur pengujian
yang dipilih, auditor perlu menentukan jumlah item yang tepat sebagai sampel dari
suatu populasi untuk pengujian tersebut. Disamping itu, auditor harus menentukan
bagian populasi mana yang dipilih sebagai sampel.
Auditor melakukan pemilihan sampel dengan maksud untuk memperoleh sampel
yang representative. Sampel yang representative adalah sampel yang mempunyai
karakteristik populasi. Sebagai contoh auditor menemukan 2% kesalahan atas faktur
penjualan, seandainya ia melakukan inspeksi atas seluruh faktur penjualan. Misalkan,
auditor ada 100 buah jumlah faktur penjualan sebagai sampel dari suatu populasi.
Sampel tersebut dapat dikatakan sebagai sampel yang representative apabila auditor
menemukan dua buah faktur yang mengandung kesalahan.
Disamping itu sampel harus mengandung stabilitas. Yang dimaksud disini adalah
apabila jumlah sampel ditambah atau dikurangi maka hasilnya harus sama dan tidak
berubah.
Pada kenyataanya, auditor tidak dapat mengetahui apakah sampel yang diambil
kerupakan sampel yang representative, meskipun ia telah selesai melaksanakan seluruh
pengujian. Auditor maksimal hanya dapat meningkatkan kualitas pengambilan sampel
menjadi mendekati kualitas sampel yang representative. Hal tersebut dapat
dilaksanakan auditor dengan cara merancang dan melakukan seleksi sampel, dan
mengevaluasi hasil sampel secara cermat dan teliti. Sehingga untuk lebih mengetahui
apakah itu sampling audit dan bagaimana mendapat sampling audit yang representatif,
1.2

maka penulis menyusun makalah ini.


RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka

rumusan masalah yang diajukan adalah :


1. Apakah yang dimaksud dengan sampling audit?
2. Apa sajakah jenis-jenis sampling audit?
3. Bagaimanakah cara menentukan jumlah sampel audit?
4. Bagaimanakah cara memilih sampel audit yang representatif?
5. Bagaimanakah aplikasi sampling audit?
1.3
TUJUAN
Makalah ini bertujuan agar pembaca:
1.
Mampu memahami yang dimaksud dengan sampling audit
2.
Mampu memahami jenis-jenis sampling audit.

3.
4.
5.

Mampu memahami cara menentukan jumlah sampel audit.


Mampu memahami cara memilih sampel audit yang representative
Mampu memahami aplikasi sampling audit.