Anda di halaman 1dari 2

Kelompok

: 11, Dewi Nur Arasy, Fina Mustika Dewi

Prodi/ Off.

: Pendidikan Biologi/ A

Mata kuliah

: Genetika 2

Topik

: Regulasi Lintasan Kompleks Ekspresi Gen pada Eukariotik


(Regulation of Complex Circuits of Gene Expression in
Eukaryotes)

Resume

Salah satu model tentang mekanisme regulasi ekspresi gen adalah model
Britten-Davidson yang mengemukakan bahwa regulasi yang terintegrasi dari
rangkaian gen struktural dengan cara gen regulator cukup berulang ulang. Oleh
karena itu dengan memperhitungkan interspersion yang diamati dari urutan DNA
copy tunggal dan urutan DNA berulang. Gen sensor khusus menunjukkan urutan/
sekuens situs pengikat khusus (sama dengan CAP-cAMP yang mengikat situs
pada promotor E. coli) yang merespon pada sinyal spesifik (seperti hormon,
kompleks protein reseptor). Ketika sensor gen menerima sinyal yang tepat,
mereka mengaktifkan transkripsi gen integrator yang berdekatan. Produk dari gen
integrator kemudian berinteraksi secara khusus berurutan dengan gen reseptor.
Britten-Davidson menunjukkan bahwa produk gen integrator adalah RNA
aktivator yang berinteraksi secara langsung dengan gen reseptor untuk memicu
transkripsi gen produser selanjutnya (sama dengan gen pada operon prokariotik).
Secara umumnya, produk gen integrator aktif berupa molekul RNA atau protein.
Hal yang paling menarik dari model Britten-Davidson bahwa terdapat
alasan yang dapat diterima untuk pengamatan pola interspersion dari urutan DNA
berulang dan urutan DNA copy tunggal yang menunjukkan bahwa sebagian besar
gen struktural (gen produser) termasuk urutan DNA copy tunggal. Urutan DNA
berulang (setengah berulang) yang berdekatan bisa terdiri dari berbagai jenis gen
regulator (sensor, integrator, dan gen reseptor), sesuai model Britten dan
Davidson.
Kompleksitas populasi RNA inti heterogen (hnRNA) dan populasi mRNA
pada tipe sel berbeda, jadi populasi hnRNA hampir selalu lebih kompleks (terdiri
lebih banyak urutan yang berbeda) dari pada populasi mRNA. Oleh karena itu,

kemungkinan besar regulasi terjadi pada pasca transkripsi selama pemrosesan


RNA yang ada di hnRNA tahap mRNA.
Model kedua yaitu, Davidson-Britten mengusulkan tentang ekspresi gen
teregulasi pada tahap pemrosesan RNA. Menurut model ini, kebanyakan gen
struktural terletak pada unit transkripsi pokok yang ditranskripsikan pada tahap
basal dalam semua sel. Transkrip pokok ini telah diproses, namun hanya pada sel
yang memiliki integrating regulatory transcript. Yang terakhir ditranskripsikan
dalam sel yang spesifik dan harus ada sebelum "transkrip pokok" dari gen-gen
struktural yang dapat diolah menjadi mRNA. Perbedaan utama adalah bahwa
regulasi yang terjadi pasca transkripsi selama pemrosesan RNA dalam model
Davidson-Britten yang baru, lebih baik dibandingkan transkripsi pada model
lama.
Pertanyaan

1. Mengapa model baru Davidson-Britten lebih baik daripada model lama


Britten-Davidson?
2. Bagaimana mekanisme regulasi ekspresi gen yang ditunjukkan pada model
baru Davidson-Britten?
Jawaban
1. Karena

:
pada

model

baru Davidson-Britten

menunjukkan

bahwa

Integrating Regulatory Transcript" (IRTs) berisi sekuen yang berulang


yang berinteraksi dengan transkrip gen struktural yang jauh berbeda
seperti gen integrator berulang yang berinteraksi dengan gen reseptor
yang berbeda pada model lama Britten-Davidson
2. Secara singkat, mekanisme regulasi ekspresi gen pada tahap pemosesan
RNA antara lain:
a. Mayoritas gen struktural yang terletak di unit transkripsi pokok akan di
transkripsikan pada level basal pada semua sel.
b. Struktur ekspresi gen diregulasi oleh RNA yang hanya di proses pada sel
yang mengandung intergrating regulatory transcription units (IRTUs).
Transkripsi pada IRTUs dikontrol oleh sensor nukleoprotein yang
menanggapi sinyal eksternal khusus
c. Pemberian struktur gen konstruktitif transkrip dapat diproses menjadi

mRNA dan hanya dinyatakan jika memiliki bentuk yang tepat dengan
integrating regulatory transcript.