Anda di halaman 1dari 7

Kelompok

: 11, Dewi Nur Arasy, Fina Mustika Dewi

Prodi/ Off.

: Pendidikan Biologi/ A

Mata kuliah

: Genetika 2

Topik

: Induksi dan Represi pada Prokariotik (Induction and Repression


Of Prokaryotes)

Resume

Escherichia

coli

dan

kebanyakan

bakteri

lainnya

dapat

tumbuh

menggunakan salah satu karbohidrat (contohnya glukosa, sukrosa, galaktosa,


arabinosa, laktosa) sebagai sumber energi. Sel yang tumbuh pada medium yang
terdiri dari gula laktosa sebagai sumber karbon, mensintesis dua enzim yaitu
galaktosidase dan galaktosid-permease yang tersedia untuk katabolisme laktosa.
Galaktosidase memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa, galaktosidpermease memompa galaktosidase ke dalam sel. Sintesis kedua enzim tersebut
memerlukan energi (berupa ATP dan GTP). Sel E. coli memiliki mekanisme
regulator yang mana sintesis enzim katabolisme laktosa aktif (turn on) ketika
adanya laktosa dan inaktif (turn off) ketika tidak ada laktosa.
Gen E. coli mengkode enzim yang terlibat pada pemanfaatan laktosa tidak
terekspresi. Jika sel yang tumbuh pada karbohidrat selain laktosa, dipindahkan ke
medium yang mengandung laktosa sebagai sumber karbon satu-satunya, mereka
dengan cepat mulai mensintesis enzim yang diperlukan untuk pemanfaatan
laktosa. Dapat diketahui, proses dimana ekspresi gen aktif sebagai respon
terhadap

substansi

lingkungan

disebut

induksi

(induction).

Gen

yang

diekspresikan yang juga diregulasi disebut gen terinduksi (inducible genes),


produknya jika berupa enzim disebut enzim terinduksi (inducible enzyme).
Substansi atau molekul yang bertanggung jawab dalam induksi dikenal sebagai
induktor (inducer). Induksi terjadi pada tahap transkripsi.
Proses mematikan (turning off) ekpresi rangkaian gen disebut represi
(repression). Gen yang terekspresi yang telah diinaktifkan disebut (repressed).
Ketika ekspresinya aktif, tipe gen ini dikatakan menjadi terrepresi kembali
(derepresed). Enzim yang merupakan komponen jalur anabolik (biosintesis)
sering bergantung pada represi. Respresi, seperti induksi yang terjadi pada tahap
transkripsi.

Model Operon
Model operon menjelaskan mengenai regulasi gen yang mengkode enzim
yang diperlukan pada pemanfaatan laktosa pada E. coli. Transkripsi salah satu
atau serangkaian dari gen struktural (gen yang mengkode polipeptida) teregulasi
oleh dua elemen pengontrol. Salah satu elemen tersebut disebut gen regulator
(atau gen represor), kode untuk protein disebut represor, dibawah kondisi yang
sesuai, represor berikatan pada kedua elemen, operator (rangkaian operator).
Operator selalu terletak bersebelahan dengan gen struktural atau gen yang
ekspresinya teregulasi. Ketika represor terikat pada operator, transkripsi gen
struktural tidak dapat terjadi. Operator biasanya terletak diantara promoter dan
gen struktural. Unit lengkap yang bersebelahan, termasuk gen struktural atau gen,
operator, dan promoter disebut Operon. (1) Pada operon terinduksi, repressor
bebas berikatan dengan operator, menghentikan transkripsi. (2) Pada operon
terrepresi, represor bebas tidak dapat berikatan dengan operator. Hanya represormolekul efektor (co-repressor) yang lengkap yang aktif berikatan pada operator.
mRNA transkrip tunggal membawa kode informasi dari seluruh operon. Jadi
mRNA dari operon terdiri lebih dari satu gen struktural yang poligenik. Semua
gen struktural di operon terekspresi secara terkoordinasi. Karena produk gen
regulator, represor bertindak mematikan transkripsi gen struktural, model operon
sama dengan sistem kontrol negatif. Pada sistem kontrol positif, produk gen
regulator dibutuhkan untuk menghidupkan transkripsi.
Lac, Operon Terinduksi
Operon lac terdiri dari promoter, operator, dan 3 gen struktursl ysitu z, y,
dan a, untuk mengkode enzim galaktosidase, galaktosid-permease, dan
galaktosid-transasetilase. Gen regulator lac ditunjuk gen i, mengkode represor
yang yang terdiri dari 360 asam amino pada setiap panjangnya. Bentuk aktif dari
represor lac berupa tetramer yang terdiri atas 4 salinan dari produk gen i. Adanya
inducer, represor berikatan dengan rangkaian operator lac, yang mencegah RNA
polimerase dari mengikat pada promoter dan mentranskripsi gen struktural.
Promoter lac terdiri dari 2 komponen fungsional (1) situs pengikat RNA
polimerase (2) situs pengikat untuk protein lainnya, disebut dengan protein
aktivator katabolit (CAP ringkas), yang fungsinya seperti operon lac yaitu tidak

mentranskripsi ketika adanya glukosa pada konsentrasi yang mendukung


pertumbuhan yang optimal.
trp, Operon Terepresi
Operon trp (triptofan) dari E. coli mungkin dikenal sebagai operon terepresi.
Operon trp terepresi merupakan produk dari gen trpR yang tidak terkait erat
dengan operon trp. Tidak adanya triptofan (co-represor), RNA polimerase
berikatan dengan daerah promotor dan mentranskripsi gen strukturalnya operon.
Adanya triptofan, co-represor atau represor lengkap berikatan dengan daerah
operator dan mencegah mengikatnya RNA polimerase pada promoter.
Kontrol Positif dari Operon lac oleh CAP dan AMP Siklik
Adanya glukosa, telah lama dikenal untuk mencegah induksi dari operon lac
seperti operon lain mengkontrol enzim yang termasuk pada katabolisme
karbohidrat (seperti operon arabinosa dan galaktosa). Fenomena ini disebut
represi katabolit (efek glukosa). Represi katabolit dari operon lac dikenal dapat
dimediasi melalui kontrol positif transkripsi oleh protein regulator yang disebut
CAP (protein katabolit aktivator) dan molekul efektor

disebut AMP siklik.

Promoter lac terdiri dari 2 situs mengikat yang tersebar: (1) 1 untuk RNA
polimerase (2) 1 untuk CAP- kompleks cAMP. CAP- kompleks cAMP harus
berikatan pada situs ikatan promoter lac agar operon diinduksi. Baik CAP maupun
cAMP ini harus berikatan pada sisi ikatan promoter lac agar operon bisa
terinduksi. Jika cAMP tidak ada, maka CAP tidak akan mengikat. Sehingga cAMP
berperan sebagai molekul efektor yang menentukan transkripsi operon lac. cAMP
ini diperlukan dalam jumalh yang cukup untuk membuat CAP berikata. Glukosa
memiliki pengaruh yang besarterhadap ikatan tersebut. Konsentrasi glukosa yang
tinggi akan menyebabkan penurunan tajam pada konsentasi intraseluler cAMP.
Hal ini mungkin terjadei karena glukosa menghambat aktivitas adenylcyclase,
enzim yang mengkatalis formasi cAMP dari ATP sehinga konsentrasi rendah dari
cAMP

ini mengakibatkan CAP tidak dapat berikatan menjadi lac operon

promoter. Kontrol positif oleh gabungan CAP dan cAMP dapat terjadi bila
terdapat glukosa. Jika tidak terdapat glukosa, maka transkripsi dari operon lac
tidak akan pernah melebihi 2 %.

Pengaturan Kompleks Pada Operon Ara


Pengaturan protein operon ara memiliki dampak positif dn negative
terhadap proses transkripsi pada struktur gen yang tergantung pada kondisi
lingkungan. Regulasi komponen yang mengatur transkripsi operon ara meliputi
satu elemen yang berjarak lebih dari 200 pasang nukleotida dari promoter yang
membantu proses pengaturan. Walau begitu pengaturan operon ara sepenuhnya
secara rinci masih belum tetap.
Operon ara pada E. coli mengandung tiga gen struktural (araB, araA, dan
araD) yang mengkode tiga enzim yang terlibat dalam katabolisme arabinose.
Ketiga gen tersebut bertranskripsi pada mRNA tunggal yang berfung si sebagai
promoter yang disebut Pbad. Regulasi protein pada operon ara (protein araC)
diproduksi dari sebuah transkripsi yang dimulai pada sebuah promoter yang
disebut Pc. Protein araC bertindak sebagai regulator negatif (repressor) pada
stuktur grn transkripsi araB, araA, dan araD dari promotor tanpa kehadiran
arabinose dan cAMP. Sebagai pengatur poditif (activator) transkripsi gen dari
promotor PBAD ketika terdapat arabinose dan cAMP. Sehinga, keberadaan molekul
efektor arabinose dan cAMP sangat berpengaruh.
Represi Prophage Lambda Selama Fase Lisogeni
Ketika temperature bakteriofagseperti lambda ada pada sisi profag dalam sel
lisogenik, gen pengkode terlibat dalam jalur litik. Gen pengkontrol replikasi fag
DNA, fag morfologi, dan lisis dalam sel induk tidak boleh diekspresikan .
Terdapat dua wilayah, OL (untuk transkripsi daerah sebelah kiri) dan OR (untuk
transkripsi sebelah kanan), saling melengkapi dengan rantai promoter pada untai
RNA polymerase

dan

memprakarsai

transkripsi

gen

yang

mengontrol

perkembangan lytik.Pada interaksi dari repressor lambda dengan rantai DNA OLPL
dan ORPR menjelaskan bagaimana gen lamda prophage dipertahankan. Mekanisme
respon diantara perkembangan lytik dan lisogenik setelah infeksi sel E coli
dengan lambda phage lebih kompleks, mencakup interaksi diantara beberapa gen
regulasi lambda lainya
Kontrol pada Operon Trp oleh Attenuator (Peredam)
Represi dan derepresi dapat berubah pada level ekspresi pada strukturgen di
trp operon sekitar 70 kali lipat. Pada mutasi trpP yang tidak dapat membuat

tekanan, penambahan triptophan dalam pertumbuhan sel kultur yang tidak


memiliki tryptophan akan mengakibatkan penurunan 8-10 kali rerata sintesis
Pemindahan bagian dari wilayah trpL menghasilkan penambahan rerata ekspresi
operon trp. Pengaruh dari penghapusan ini adalah kemandirian tekanan. Level
keduadari regulasi operon trp disebut attenuation (Redaman), sedangkan rantai
tanpa trpL disebut attenuator (Peredam). Redaman adalah regulasi tingkat kedua
pada operon trp. Sekuen yang mengatur kejadian ini disebut peredam. Redaman
terjadi dengan control oleh terminasi sat transkripsi di tempat yang dekat dengan
ujung akhir kepalarantai mRNA. Wilayah peredam adalah pasangan rantai
nukleotida penting untuk ditemukan sinyal transkripsi-terminasi pada akhir
operon bacterial. sinyal terminasi ini berisi GC-rich dan dikuti beberapa pasangan
basa AT. Transkripsi padas inyal terminasi ini mulai muncul RNA dengan
kemampuan untuk membentuk hydrogen bonded hairpin structure followed by
several Us.

ketika transkripsi membentuk struktur hairpin,

mengakibatkan

perubahan konformasional pada asosisi RNA polymerase menghasilkan terminasi


pada transkripsi tanpadikuti lebih banyak ikatan hydrogen yang lemah. Regulasi
dapat terjadi baik dengan atau tanpa tryptophan dengan cara 1) ribosom mulai
mela kukan translasi mRNA ketika mereka masih diproduksi transkripsi. 2)
Kenyatan bahwa hanya satu struktur yang dapat hidup pada waktu yang
sama,mulai nukleotida 114-119 pada keduanya. Jika untai 74-85 dan 108-119
adalah pasangan basa, peredam transkripsi-terminasi hairpin tidak dapattrbentuk.
3) Kepala untaian berisi AUG kodon translasi-inisiasi, dikuti 13 kodon asam
amino.
Redaman terjadi melalui kontrol pada proses penghentian transkripsi. Pada
proses redaman ini, transkripsi dihentikan secara lebih cepat. Penghentian yang
lebih cepat ini terjadi hanya saat ada tRNAtrp dan menghasilkan sekuen transkrip
sepanjang 140 nukleotida.
Penghambat Umpan Balik dan Enzim Alosterik
Adanya konsentrasi yang cukup dari produk akhir alur biosintesis akan
secara berkala dihasilkan pada penghambatan enzim pertama alur tersebut.
Fenomena ini disebut feedback inhibition atau end product inhibition.Sebenarnya
hal ini sama dengan represi, yaitu menghambat sintesis enzim.

Penghambat

umpan yang dihasilkan segera menangkap produk akhir sintesis ketiks diletakan
pada medium. Enzim sensitive umpan penghambat telah memiliki sisi produk
pada penambahan sisisubstrat. Sisi produk akhir ini berbeda dengan sisi substrat.
Ketika mengikat produk akhir, beberapa enzim melakukan perubahan dalam
konformasi yang disebut transisi alosterik yang mengurangi afinitasnya terhadap
substrat.
Sekuen Sementara Ekspresi Gen Selama Infeksi Fag
Regulasi ekspresi gen selama daur litik pada bakteriofag agak berbeda dari
karakteristik reversibel fon-of bakteri operon. Regulasi pada sekuen ekspresi gen
selama infeksi fag terjadi paling utama pada tingkat transkripsi. Bakteri yang
paling banyak dipelajari adalah fag E. coli T4, T7 dan fag Bacillus subtilisSP01.
Sekuen ekspresi gen di kontrol oleh modifikasi promoter khusus dari RNA
polimerase, bisa dengan sintesis RNA polimerase baru atau perubahan dari RNA
polimerase inang yang terinduksi. Pada sel fag T7 yang terinfeksi gen awal di
transkripsi oleh RNA polimerase E. coli. Untuk Bacillus subtilisSP01
menunjukkan alur yang lebih kompleks, melibatkan tiga set gen. Set tersebut
adalah awal, tengah, dan akhir. Fag T4 lebih kompleks ekspresi untai
gennya, melibatkan beberapa modifikasi berbeda dari sel induk RNA polimerase
Pertanyaan:
1. Jelaskan perbedaan antara inducible operon dan repressible operon!
Inducible operon, ketika molekul efektor (inducer) ada, berikatan
dengan represor, melepaskan represor dari operator, sehingga kompleks
represor-imducer tidak dapat berikatan dengan operator. Dengan
demikian penambahan inducer hidup atau menginduksi transkripsi gen
struktural.
Repressible operon, hanya kompleks molekul represor-efektor (corepresor) yang aktif mengikat pada operator. Dengan demikian,
transkrripsi gen struktural pada repressible operon hidup saat tidak
adanya molekul efektor dan mati saat adanya molekul efektor (corepresor).
2. Mengapa bakteri lambda melakukan represi?
Bakteri lambda melakukan represi selama fase lisogeni agar tidak
memasuki fase litik. Hal ini dilakukan agar tidak terdeteksi dalam tubuh

inang. Pada bakteriofag memiliki gen C1 yang melakukan transkripsi


dan translasi untuk menghasilkan represor. Represor ini nantinya akan
berikatan dengan operator sehingga menyebabkan promoter yang
berikatan dengan RNA polimerase. Sehingga RNA polimerase dan
promoter tidak bisa bergabung dengan operator dan proses transkripsi
tidak bisa dilanjutkan. Sehingga bakteri ini tetap dalam fase lisogenik,
tidak akan memasuki fase lisis.