Anda di halaman 1dari 43

Teknologi Polimer

Penjelasan Harga Polimer Lebih Murah Dibanding Dengan Material Selainnya


Berdasarkan Aplikasinya polimer dikelompokkan menjadi :
1) Polimer komersial
adalah polimer yang disintesis dengan harga murah dan diproduksi secara besar-besaran.
Contoh : polietilena, polipropilena, pilivinil klorida dan polistirena.
2) Polimer teknik
adalah polimer yang mempunyai sifat unggul tetapi harganya mahal.
Contoh : poliamida, polikarbonat, asetal, dan polyester.
3) Polimer dengan tujuan khusus
adalah polimer yang mempunyai sifat spesifik yang unggul dan dibuat untuk keperluan khusus.
Contoh : alat-alat kesehatan seperti thermometer atau timbangan.
Di era sekarang ini, manusia mulai mengembankan teknologi. Dimana teknologi itu dapat
digunakan dalam jangka panjang serta memiliki nilai efisiensi yang tinggi. Misalnya pada saat
ini banyak penelitian dimana perusahaan otomotif dan audio/vidio mencoba mengganti bahan
metal menjadi bahan polimer ( Plastik ), yang semula terbuat dari bahan plat atau kayu. Hal ini di
lakukan untuk efisiensi dikarenakan bahan polimer lebih mudah dalam proses produksi,
memiliki sifat yang bisa disamakan dengan bahan metal ( plat ), harga yang relative lebih murah
dan bahan polimer ini dapat diolah kembali dengan proses penetralan komposisi sehingga
kembali kestruktur semula yang sering disebut proses pellet sehingga dapat menjadi material
baru lagi.
Dalam penggunaannya polimer sintesis menggantikan logam, kayu, kulit dan bahan
alami lainnya dengan harga yang jauh lebih murah. Berbagai macam barang yang diperlukan
dalam kehidupan sehari-hari dapat dibuat dari polimer sintetis, misalnya perabot rumah tangga
(dari plastik), bahan pakaian (nilon, pliester), alat pembungkus, alat transportasi, bahan organ
manusia seperti ginjal, jantung dan tulang dari bahan polimer sintesis.

1 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
Plastik merupakan salah satu material paling umum yang kita lihat dan gunakan. Material
plastik secara bertahap mulai menggantikan logam, gelas dan keramik. Hal ini disebabkan bahan
plastik mempunyai beberapa keunggulan, yaitu : secara volume (competitive cost) biaya lebih
murah dibandingkan logam, demikian juga biaya proses dan energi jauh lebih murah
dibandingkan dengan memproses logam, dapat dibuat transparan sehingga dapat berkompetisi
dengan produk lain seperti kaca/ gelas, ringan/ berat jenis lebih rendah dibanding logam dan
keramik, kuat dibandingkan rasio beratnya meskipun tidak berlaku untuk semua polimer, anti
karat dan tahan terhadap bahan kimia, mempunyai sifat isolasi listrik yang tinggi, dan
konduktifitas thermal yang rendah.
Namun begitu daya guna plastik juga terbatas karena kekakuannya (modulus elastisitas)
rendah dibanding metal dan keramik, secara umum tidak tahan panas (hanya sedikit polimer
yang tergolong dalam high performance engineering plastics yang mempunyai ketahanan
temperature lebih dari 150 C), beberapa polimer juga mudah rusak pada suhu yang rendah.
Mudah terdegradasi oleh radiasi matahari (sinar UV), dan bentuk energy radiasi lainnya.
Hampir semua engineering plastic merupakan material sintesis dari proses kimia, dibuat
dari penggabungan unit monomer (molekul yang sangat kecil) menjadi molekul yang sangat
besar makromolekul (polymer) yang saling berikatan seperti struktur rantai. Karena sintesis dari
proses kimia maka kita akan mendapatkan banyak jenis plastik yang sengaja dibuat sehingga
memberikan banyak pilihan dalam penggunaannya.

2 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer

POLIMERISASI ADISI
Kali ini akan dibahas mengenai polimer adisi, dimana diawali dengan pengertian polimer adisi,
kemudian mekanisme polimerisasi adisi dan terakhir contoh polimer adisi seperti polietena,
PVC dll.
Senyawa senyawa karbon dapat bereaksi membentuk rantai panjang polimer melalui reaksi
polimerisasi. Ada dua jenis reaksi polimerisasi, yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi
kondensasi. Berdasarkan jenis reaksinya ini, maka polimer dikelompokan menjadi polimer
adisidan polimer kondensasi.
Polimer adisi terbentuk dari penggabungan monomer monomer melalui reaksi polimerisasi
adisi yang melibatkan ikatan rangkap (ikatan jenuh). Polimer merupakan satu satunya produk
dari reaksi ini.
Monomer + monomer + monomer + . Polimer
nH2C=CH2
Etena

n ( H2C-CH2 )

ikatan rangkap terbuka sehingga

-[H2C CH2]
Poli(etena)

memungkinkan molekul molekul


disisinya bergabung
Gambar: Pembentukan polietena, suatu polimer adisi yang diperoleh dari reaksi polimerisasi
adisi monomer monomer etena.
Pembentukan polimer terjadi melalui penggabungan monomer monomer secara terus menerus
membentuk molekul yang panjang. Pertumbuhan rantai polimer diawali dengan pembentukan
dimer (gabungan dua monomer), trimer (tiga monomer), tetramer (empat monomer), dan
seterusnya samapi terbentuk polimer yang panjang.
Polimerisasi adisi (penambahan) dapat disebut juga sebagai polimerisasi pertumbuhan rantai.
Pada umumnya, yang terjadi monomer awal (starting material) adalah alkena dan turunannya.

3 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
Polimerisasi diawali dengan pembentukan radikal bebas (dengan bantuan katalis) yang
mengawali reaksi rantai.

A. Mekanisme Polimerisasi Adisi


Polimerisasi adisi radikal bebas pada pembentukan polietena, sebagai contoh, dari monomer
etena berlangsung melalui tiga tahap, yaitu tahap inisiasi (pengawalan), propagasi (pertumbuhan
rantai), dan terminasi (pengakhiran).
1. Inisiasi Rantai
Tahap ini diawali dengan pemutusan homolitik molekul diasil peroksida (RCOO-OOCR)
menghasilkan radikal bebas (R). Radikal bebas inilah yang mengawali reaksi rantai.

Radikal selanjutnya bereaksi dengan molekul etena membentuk radikal baru (radikal monomer).

2. Perpanjangan rantai (chain propagation)


Radikal monomer yang terbentuk pada tahap inisiasi sangat reaktif karena kekurangan satu
elektron, sehingga dapat menyerang molekul etena yang lain menghasilkan radikal baru
berikutnya dengan rantai yang lebih panjang.

Melalui tahap yang berulang, rantai karbon dari radikal mengalami pertumbuhan (perpanjangan)
rantai.

4 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer

3. Terminasi rantai
Radikal radikal bereaksi untuk membentuk molekul stabil. Reaksi berhenti sampai pada tahap
ini.

B. Contoh Polimer Adisi Beserta Sifat Dan Kegunaannya


Berikut beberapa contoh polimer adisi, dengan monomer sejenis dan berbeda. Perhatikan
monomer yang terlibat dalam polimerisasi sebagian besar berasal dari alkena dan turunannya
yang memiliki ikatan C=C.
Reaksi reaksi umum, sifat sifat, dan kegunaan beberapa polimer adisi diantaranya sebagai
berikut.
1. POLIETENA / POLIETILENA (PE)
Ada dua jenis polimer polietilena yang kita kenal yaitu:
a. Polietena densitas rendah ( low density polyethene, LDPE)
monomer polietilena: etena / etilena

5 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
Sifat- sifat LDPE: berat molekul 50.000 3.000.000, ringan fleksibel, dan titik leleh rendah.
Kegunaan LDPE: botol plastik dan katong plastik dengan berbagai keperluan.
b. Polietena densitas tinggi (high density polyethene, HDPE)
monomer HDPE: etena / etilena
Sifat- sifat HDPE: Berat molekul lebih dari 3.000.000, keras, dan titik leleh tinggi.
Kegunaan HDPE: botol susu, botol reagen, dan lain lain
2. POLIPROPENA / POLIPROPILENA (PP)

Monomer: propena / propilena


Ada dua jenis polipropilena yang kita kenal, yaitu:
a. Polipropilena isotaksik: semua gugus metil (-CH2) tersusun pada sisi rantai polimer yang
sama (iso).

Sifat: struktur yang rapat, densitas tinggi, kaku (rigid), keras, dan titik leleh yang tinggi.
Kegunaan: serat bahan karpet, membuat film, dan wadah kemasan.
b. Polipropilena ataksik: polimer dengan susunan ataktik (random) jika tanpa katalis Ziegler
Natta.

6 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer

Sifat: lebih kaku daripada HDPE, kekuatan mekanik tinggi, dan tahan lapuk (abrasion).
Kegunaan: cetakan barang barang perabotan (furniture), peti kayu, perkakas dapur, wadah
makanan, serat tali dan karpet, dan pakaian olah raga yang tidak menyerap air keringat.
3. POLISTIRENA (PS)
Monomer: stirena

Sifat: lebih kaku daripada HDPE, transparan, dan stabil secara kimia, tetapi rapuh.
Kegunaan: bahan mainan anak, keset, beberapa jenis wadah, styrofoam, plafon atap, kotak
makanan, dan bahan penahan goncangan dalam pengemas.
4. POLIVINIL KLORIDA (PVC)
Monomer: kloroetana (vinil klorida)

7 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer

Sifat: dengan adanya ikatana polar C-Cl, gaya tarik dipol dipol dapat terjadi antar rantai
polimer sehingga PVC menjadi material polimer yang sangat kuat. Dengan bahan pemplastis
(plastisizers), misalnya bis(2-etilheksil) ftalat atau di-2-etilheksil ftalat (DEHP), polimer PVC
menjadi lebih lunak dan lentur.
Kegunaan: bahan pipa paralon dan botol jika tanpa bahan plastisizers. Tetapi jika ditambahkan
plastisizers digunakan sebagi jaket hujan (raincoats), jaket kulit tiruan, isolatif, pembungkus
kabel listrik, dan tirai kamar mandi.
5. POLITETRAFLUOROETENA (PTFE, TEFLON ATAU FLUON)
Monomer: tetrafluoroetena

Sifat: Mr dan gaya van der waals lebih tinggi daripada PE, titik leleh relatif tinggi dan inert
secara kimia, tidak membentuk padatan batang.
Kegunaan: Bahan pelapis anti lengket, pembungkus kabel listrik, plester, penyambung pipa,
katup, dan penahan.
6. POLIMETIL METAKRILAT (PPMA)
Monomer: metil metakrilat
8 Irma Safitri 1621112004
FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer

Sifat: struktur sangat rapat, transparan, kuat dan mudah direntangkan.


Kegunaan: pembuatan kacamata keselamatan, papan rekalame, dan pelindung lampu kendaraan.
Demikian tulisan mengenai polimer adisi. Semoga bermanfaat.
Sumber:
Johari, J.M.C & Rachmawati, M.(2008). KIMIA 3; SMA dan MA untuk Kelas XII. Esis: Jakarta
Watoni, A.H., Juniastri,M . (2015). Buku Siswa KIMIA untuk SMA/MA Kelas XII kelompok
Peminatan Matematika dan Ilmu Ilmu Alam. Yrama Widya: Bandung.
http://kimiadasar.com/polimer-adisi/

9 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer

POLIMERISASI KONDENSASI
Ada banyak contoh polimer kondensasi yang sering digunakan seperti polimer nilon, polimer
bakelit, Kevlar, Dakron, dan Urea-metanal. Berikut penjelasan selengkapnya.
Seperti yang telah dibahas sebelumnya pada polimer adisi. Berdasarkan jenis reaksinya polimer
dikelompokan menjadi polimer adisi dan polimer kondesasi. Untuk pembahasan polimer
adisisudah dibahas ya, sekarang kita akan membahas polimer kondensasi.
Polimer kondensasi terbentuk dari penggabungan monomer monomer melalui reaksi
polimerisasi kondensasi dimana dilepas molekul kecil, seperti H 2O, HCl, dan CH3OH.
Penggabungan terjadi antara gugus gugus reaktif dari monomer monomer.
Monomer + monomer + Monomer + . Polimer + Molekul kecil
Dalam polimerisasi kondensasi, setiap molekul monomer harus memiliki paling sedikit dua
gugus fungsi (monomer bifungsional). Polimer kondensasi ada yang alami dan ada pula yang
sintetik (buatan). Beberapa contoh polimer alami adalah protein, polisakarida, dan asam
deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid, DNA). Adapun beberapa contoh polimer sintetik
adalah polimer nilon, kevlar, dakron, urea metanal dan bakelit.
1. POLIMER NILON (POLIAMIDA)
Nilon (Nylon: New York London) dikembangkan oleh tim peneliti DuPont pada tahun
1935. Nilonadalah polimer yang dibuat melalui polimerisasi kondensasi antara diamin dengan
asam dikarboksilat. Dalam polimerisasi ini terbentuk ikatan amida (-CO-NH-), sehingga nilon
dikenal juga sebagai poliamida. Salah satu nilon yang terpenting adalah nilon-6,6 yang terbuat
dari polimerisasi kondensasi antara heksana-1,6-diamin dengan asam heksanadioat.

Di laboratorium asam heksanadioat ini kadang kadang diganti dengan heksanadiol diklorida
karena yang terakhir ini lebih reaktif.
10 Irma Safitri 1621112004
FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
Polimerisasi kondensasi diawali dengan pembentukan dimer dan pelepasan molekul air.

Persamaan reaksi keseluruhan

2. KEVLAR (POLIAMIDA)
Kevlar adalah poliamida aromatik dengan struktur yang sama seperti nilon-6,6. Dua monomer
Kevlar adalah asam benzena-1,4-dikarboksilat dan 1,4-diaminobenzena. Penggabungan dua
monomer ini disertai dengan pelepasan satu molekul air. Poliamida adalah polimer dengan unit
unit pengulang yang terikat melalui ikatan amida.

11 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer

Bagian struktur polimer Kevlar adalah sebagai berikut:

Unit pengulang Kevlar adalah:

Kevlar merupakan polimer yang sangat kuat sehingga sering digunakan untuk:
1.

Penguat bagian tertentu pada mobil

2.

Membuat tali dengan kekuatan 20 kali lipat dari kekuatan tali baja dengan berat yang
sama

3.

Penguat sayap pesawat terbang, dan

4.

Pembuatan rompi anti peluru.

3. DAKRON (POLIESTER)
12 Irma Safitri 1621112004
FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
Dakrin (dacron) adalah merk dagang DuPont untuk poliester polietilena tereftalat (PET, PETE,
PETP). Dakron dapat disebut juga Terilena (Terylene). Polietilena tereftalat (PET) adalah
polimer yang terbentuk dari reaksi penggabungan monomer suatu asam dioat dengan suatu diol.

Reaksi esterifikasi

Molekul ester yang terbentuk masih memiliki dua gugus fungsi yang tidak bereaksi pada kedua
ujungnya.
13 Irma Safitri 1621112004
FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer

Persamaan reaksi keseluruhan

14 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
Ikatan ester bersifat polar sehingga rantai polimer terikat melalui gaya tarik dipol dipol yang
kuat. Akibatnya, PET memiliki sifat sifat yang keras, kuat, halus, dan tahan terhadap air dan
bahan bahan kimia. Beberapa jenis pakaian anti kusut dan mudah dikeringkan terbuat dari
poliester 100%.
PET juga digunakan sebagai bahan untuk pembuatan tempat makanan dan botol minuman,
karena sifatnya yang tahan terhadap bahan kimia, nontoksik, dan mudah dicuci.
4. UREA METANAL (POLIAMIDA)
Urea metanal adalah suatu poliamida yang terbentuk melalui polimerisasi kondensasi dari
monomer monomer urea, CO(NH2)2 dan metanal (HCHO).

Polimerisasi berlangsung melalui tahap tahap sebagai berikut:


Tahap pertama, kondensasi berulang

15 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
Tahap kedua, pembentukan ikatan silang. Dalam pembentukan ikatan silang, salah satu monomer
harus memiliki paling sedikit dua sisi reaktif.

Ringkasan untuk urea-metanal

16 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer

Sifat sifat polimer urea metanal:


1.

Berwarna putih

2.

Kuat dan kaku

3.

Penghambat (insulator) listrik dan panas yang baik

4.

Tahan terhadap serangan kimia

5.

Walalupun dipanaskan, polimer ini tidak melelh atau berubah bentuk

6.

Dengan pemanasan yang tinggi, polimer ini dapat terurai

Penggunaan:
Polimer urea metanal adalah plastik termoset. Setelah mengeras, polimer urea metanal tidak
dapat dilunakan atau dilelehkan kembali melalui pemanasan. Oleh karena itu, polimer ini biasa
digunakan sebagai:
1.

Bahan penyambung saluran listrik, steker, tombol listrik bercahaya, stop kontak, dan
berbagai peralatan listrik yang lain.

2.

Bahan asbak dan pegangan panci.

5. POLIMER BAKELIT

17 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
Polimer Bakelit terbentuk dari polimerisasi metanal dengan fenol. Reaksi ini melibatkan ikatan
rangkap C=O pada metanal dan juga eliminasi molekul H 2O sehingga digolongkan sebagai
polimerisasi kondensasi (adisi/eliminasi).

Demikian tulisan mengenai polimer kondensasi, semoga bermanfaat.


Sumber:
Johari, J.M.C & Rachmawati, M.(2008). KIMIA 3; SMA dan MA untuk Kelas XII. Esis: Jakarta
Watoni, A.H., Juniastri,M . (2015). Buku Siswa KIMIA untuk SMA/MA Kelas XII kelompok
Peminatan Matematika dan Ilmu Ilmu Alam. Yrama Widya: Bandung.
http://kimiadasar.com/polimer-kondesasi/

18 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer

PRODUSEN POLIMER
PT Polychem Indonesia Tbk.
Produk produk PT Polychem Indonesia Tbk :
A. Etilena Glikol - Etilena Oksida
Pabrik etilena glikol Perseroan memiliki kapasitas produksi mono etilena glikol (MEG) per
tahun sebesar 216.000 ton. Pabrik EG memproduksi satu produk utama, MEG, dan dua produk
sampingan, di-etilena glikol (DEG) dan tri-etilena glikol (TEG). Konsumen utama MEG adalah
produsen serat sintetis poliester dan produsen resin polyester terephtalate (PET). DEG
digunakan dalam industri resin polimer tidak jenuh, industri minyak rem, sementara TEG
digunakan untuk proses pengeringan gas alam dan pencucian bahan kimia.

Operasional Etilena Glikol


Pabrik etilena glikol (EG) memproduksi satu dari dua bahan baku utama yang diperlukan untuk
memproduksi poliester yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan industri tekstil Indonesia.
Produksi

19 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
Dua pabrik EG Perseroan mengadopsi teknologi yang dipatenkan dari Scientific Desain Co Inc,
USA. Dan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 216.000 ton. Etilena sebagai bahan baku
utama, disuplai dari pemasok lokal dan internasional.
Berdekatan dengan fasilitas etilena glikol, pada tahun 2003 Perseroan menyelesaikan
pembangunan pabrik etoksilat pertama di Indonesia dengan lisensi dari Scientific Design Co.
Inc., USA. Dengan total investasi USD 10 juta, pabrik etoksilat memiliki kapasitas produksi
tahunan sebesar 45.000 ton. Bahan baku utama yang digunakan dalam memproduksi etoksilat,
etilena oxide, adalah produk antara dari pabrik etilena glikol milik Perseroan. Bahan baku
lainnya adalah fatty alcohol, yang dapat dibeli secara lokal, dan nonyl phenol, yang harus
diimpor.
Produk
Pabrik etilena glikol memproduksi satu produk utama, mono-etilena glicol (MEG), dan dua
produk sampingan, di-etilena glikol (DEG) dan tri-etilena glikol (TEG). Sekitar 27% produksi
MEG dikonsumsi oleh divisi poliester Perseroan. Konsumen utama MEG lainnya adalah
produsen serat sintetis poliester dan produsen resin poliester terephtalate (PET). MEG juga
digunakan sebagai cooling dan anti-freeze agent. DEG digunakan dalam industri resin poliester
tidak jenuh, minyak rem, dan minyak aditif. TEG digunakan untuk proses pengeringan gas alam
dan pencucian bahan kimia.
Deskripsi Produk (Etilen Glikol)
Etilen

(etena

H2C=H2)

dengan

berat

molekul

28,0536

m e r u p a k a n senyawa hidrokarbon olefinik yang paling ringan, cairan tidak


berwarna, gas y a n g m u d a h t e r b a k a r , b e r b a u m a n i s . S e n y a w a i n i t e r d a p a t
d a l a m g a s a l a m , minyak bumi kotor, atau deposit bahan bakar fosil lainnya. Namun etilen
dapat juga diperoleh dalam jumlah besar dari berbagai proses thermal dan
katalitik s u h u t i n g g i d e n g a n f r a k s i - f r a k s i g a s a l a m d a n m i n y a k b u m i
s e b a g a i b a h a n bakunya.
Etilen
reaksi e t i l e n

glikol

atau

oksida

yang

disebut

dengan

air,

Monoetilen
merupakan

Glycol,
agent

dihasilkan
antibeku

dari
yang

digunakan pada m e s i n - m e s i n , J u g a d i g u n a k a n u n t u k b a h a n b a k u
produksi

polietilenterephthalate

20 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

(PET)

dan

sebagai

cairan

Teknologi Polimer
p e n u k a r p a n a s . E t i l e n g l i k o l i n i merupakan senyawa organik yang dapat
menurunkan titik beku pelarutnya dengan mengganggu pembentukan kristal es pelarut.
Etilen Glikol berupa cairan jenuh, tidak berwarna, tidak berbau, berasa manis, dan
larut sempurnadalam air. Secara komersial, etilen glikol di Indonesia digunakan
sebagai bahan baku industri polyester (tekstil) sebesar 97,34 %.
Etilen Glikol (1,2-etandiol, HOCH2CH2OH) dengan Mr 62,07 merupakan senyawa
diol yang simpel. Etilen Glikol berupa cairan tak berwarna, dengan aroma yang
manis. Senyawa ini higroskopis dan larut sempurna dalam berbagai pelarut polar, seperti air,
alkohol, eter glikol, dan aseton.Sedikit larut dalam pelarut nonpolar, seperti
benzene, toluene, dikloroetan, dan klorofom. Etilen glikol sulit dikristalkan ketika
dingin, dia berbentuk senyawa yang sangat kental(viscous). Beberapa kegunaan Etilen Glikol :

Penjualan
Selama tahun 2014, penjualan produk EG mencapai USD 211 juta. Total penjualan EG mewakili
47% dari total penjualan konsolidasi Perseroan di tahun 2014. Dari sisi nilai, 81% penjualan
etilena glikol Perseroan adalah untuk pasar domestik, dimana beberapa diantaranya adalah
perjanjian penjualan jangka panjang dengan beberapa produsen poliester utama di Indonesia.
Ekspor EG Perseroan merepresentasikan 19% total penjualan EG, terutama ke Asia dan Amerika

21 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
Utara. Sejak tahun 2000, Perseroan telah menjual etoksilat kepada produsen deterjen domestik
dan luar negeri.
Tinjauan Pasar Kimia
Penjualan produk MEG terkait erat dengan permintaan dari indutri poliester domestik dan saat
ini Indonesia adalah pengimpor MEG. Kondisi ini membawa kesempatan besar, terutama jika
kita melihat fakta bahwa Perseroan memiliki skala ekonomis yang cukup untuk berkompetisi
dengan produsen internasional dari Arab Saudi, Amerika Serikat, Jepang, dan Singapura. Dengan
total kapasitas produksi sebesar 216.000 ton per tahun dan keuntungan lokasinya, Perseroan
memiliki kesempatan yang sangat besar di pasar domestik. Pada tahun 2015, permintaan MEG di
Asia diperkirakan meningkat, jauh melebihi total kapasitas produksi dan masa depan industri
MEG, terutama di Asia, dalam jangka panjang masih sangat menjanjkan.
Bisnis etoksilat Perseroan memiliki potensi yang sangat besar, untuk pasar domestik dan ekspor.
Etoksilat adalah bahan pengganti yang baik dan ramah lingkungan untuk alkyl benzene
sulfonates. Oleh karena itu Perseroan telah meningkatkan kapasitas produksi etoksilatnya
menjadi lebih dari 80.000 ton per tahun dimulai pada awal kuartal tiga tahun 2013. Perseroan
meyakini bahwa dalam waktu dekat, tidak akan ada kompetitor domestik, karena tidak efisien
dan tidak praktis untuk menghasilkan etoksilat tanpa integrasi dengan pabrik etilen oksida.
B. Etoksilat
Berdekatan dengan fasilitas etilena glikol, Perseroan telah membangun pabrik etoksilat
pertama di Indonesia, dengan proses berlisensi dari Scientific Design USA. Kapasitas
produksi tahunan pabrik adalah 80.000 ton. Pabrik etoksilat memproduksi bahan baku kunci,
terutama nonyl phenol etoksilat dan fatty alcohol etoksilat yang biasa digunakan dalam
industri surfaktan dan detergen.

22 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer

C. Poliester
Operational Poliester
Teknologi produksi pabrik poliester Perseroan diperoleh dari Zimmer Aktiengesellschaft
Jerman. Pabrik ini dirancang untuk menghasilkan benang poliester serat pendek dan panjang
untuk memenuhi kebutuhan dari industri tekstil. Dengan integrasi industri hulunya, produk
poliester Perusahaan memiliki posisi yang baik dalam industri poliester di Indonesia.
Baha Baku
Poliester merupakan salah satu polimer sintetis yang terbuat Purified Terephtalic Acid (PTA)
atau dimetil ester dimethyl terephthalate (DMT) dan Mono Etilena Glikol (MEG). Dengan
pangsa pasar sebesar 18% dari semua bahan plastik yang diproduksi, poliester berada di
urutan ketiga setelah polietilena (33.5%) dan polipropilena (19,5%).
Bahan-bahan mentah utamanya adalah sebagai berikut:
a. Purified Terephthalic Acid PTA CAS-No.: 100-21-0
Sinonim: 1,4 Dibenzenedicarboxylic acid,
Sum formula; C6H4(COOH)2 , berat mol: 166,13
23 Irma Safitri 1621112004
FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
b. Dimethylterephthalate DMT- CAS-No: 120-61-6
Sinonim: 1,4 Dibenzenedicarboxylic acid dimethyl ester
Sum formula C6H4(COOCH3)2 , berat mol: 194,19
c. Mono Etilena Glikol MEG CAS No.: 107-21-1
Sinonim: 1,2 Ethanediol
Sum formula: C2H6O2 , berat mol: 62,07
Dibutuhkan katalis untuk menghasilkan sebuah polimer dengan berat molekul yang
tinggi. Katalis yang paling umum dipakai adalah antimon trioksida (atau antimon tri
asetat):
d. Antimon trioksida ATO CAS-No.: 1309-64-4 Sinonim: tak ada, berat mol: 291,51
Sum formula: Sb2O3
Pada 2008, sekitar 10 000 t Sb2O3 digunakan untuk memproduksi sekitar 49 Mio t
polietilena tereftalat.
Poliester dideskripsikan sebagai berikut:
Polyetilena Tereftalat CAS-No.: 25038-59-9 Sinonim / singkatan: poliester, PET, PES
Sum Formula: H-[C10H8O4]-n=60-120 OH, berat unit mol: 192,17
Ada beberapa alasan pentingnya PTA:

Relatif mudah diaksesnya berbagai bahan mentah PTA atau DMT dan MEG

Proses kimianya sintesis poliester yang mudah dijelaskan dan sangat mudah
dipahami

Rendahnya tingkat toksisitas semua bahan mentah serta produk sampingan selama
produksi dan pengolahan

PET bisa diproduksi dalam sebuah simpal (gelung) tertutup pada emisi yang rendah
ke lingkungan

Bisa didaur ulang

Banyaknya varian produk antara dan final yang terbuat dari poliester

Produksi
Kapasitas produksi poliester yang dimiliki oleh Perseroan adalah sebesar 194.400 ton per
tahun polimer/biji polimer; 43.200 ton per tahun benang poliester; 86.400 ton per tahun serat
24 Irma Safitri 1621112004
FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
poliester; dan 21.600 ton per tahun drawn textured yarn. Proses produksi poliester memiliki
dua tahap, tahap polimerisasi, untuk memproduksi polimer; dan tahap spinning, yakni proses
lebih lanjut polimer menjadi benang poliester dan serat poliester. Benang dan serat poliester
kebanyakan diproduksi melalui metode direct spinning, metode ini memberikan keuntungan
berupa biaya produksi yang rendah dan kualitas produk yang konsisten.
Bahan baku utama yang digunakan dalam memproduksi poliester adalah purified
terephthalic acid (PTA) dan MEG. MEG diperoleh dari pabrik EG Perseroan, sementara
PTA diperoleh dari beberapa pemasok di Indonesia.
Polimerisasi
Bahan baku utama yang digunakan untuk memproduksi polyester adalah Purified Terepthalic
Acid (PTA) dan Monoetilena Glikol (MEG). Total kapasitas produksi polimer/chips Perseroan
adalah 194.400 ton per tahun.

Sintesis Poliester
Sintesis Poliester pada umumnya dicapai dengan reaksi polikondensasi. Rumus umum untuk
reaksi dari sebuah diol dengan sebuah asam dikarboksilat adalah:

25 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
(n+1) R(OH)2 + n R(COOH)2 ---> HO[ROOCRCOO]nROH + 2n H2O

a. Esterifikasi azeotrop
Dalam metode klasik ini, satu alkohol dan satu asam alkanoat bereaksi
membentuk ester karboksilat. Untuk menghimpun sebuah polimer, air
yang terbentuk dari reaksi harus terus-menerus dihilangkan dengan
penyulingan azeotrop.
b. Transesterifikasi beralkohol

\\

\\

C - O[Oligomer2] +

C - OCH3 + OH[Oligomer2]

CH3OH

[Oligomer1]
(ester-terminated

[Oligomer1]
oligomer

alcohol-

terminated oligomer)

(oligomer yang lebih besar +


metanol)

c. Asilasi (metode HCl)


Asam bermula sebagai sebuah asam klorida, dan dengan begitu polikondensasi meneruskan
emisi (pemancaran) asam klorida (HCl), bukannya air. Metodi ini bisa dilakukan di dalam
larutan atau sebagai sebuah email.
d. Metode silil
Dalam varian metode HCl ini, asam alkanoat klorida diubah dengan trimetil silil eternya
komponen alkohol dan hasilnya adalah trimetil silil klorida.
e. Polimerisasi pembukaan-cincin
Poliester alifatik bisa disusun dari lakton pada kondisi temperatur ruang dan tekanan 1 atm,
dikatalisasikan secara anion,kation, atau organologam (metalorganik).
26 Irma Safitri 1621112004
FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
f. Thermosetting
Pada umumnya resin thermosetting merupakan kopolimer dari poliester tak jenuh dengan
stirena. Penjenuhan poliester diatur melalui penggunaan asam maleat maupun asam fumarat.
Dalam vinilester, penjenuhan terdapat dalam kelompok alkoholnya poliester. Ikatan
gandanya poliester tak jenuh bereaksi dengan stirena dan menghasilkan struktur pertautan
silang 3-D. Struktur ini bertindak sebagai sebuah thermoset. Pembentukan ikatan pertautan
silang dimulai melalui reaksi eksotermik yang melibatkan sebuah peroksida organik, seperti
metil etil keton peroksida atau benzoil peroksida.

Produk
Perseroan memproduksi pre-oriented poliester yarn (POY), poliester staple fiber (PSF), drawn
texture yarn (DTY), dan poliester chips. POY adalah produk antara, yang dapat diproduksi lebih
lanjut di industri hilir menjadi bahan poliester weaving dan knitting. PSF adalah bahan baku
utama yang digunakan oleh industri tekstil untuk memproduksi poliester spun yarn, yang
digunakan secara luas untuk pakaian dan barang rumah tangga. PSF juga digunakan untuk
memproduksi karpet, mainan, sleeping bag, padding, sepatu olah raga, dan popok bayi.
Penjualan
Pada tahun 2014, divisi poliester mencatat penjualan sebesar USD 182 juta. yang terdiri dari
penjualan benang poliester sebesar USD 13 juta, serat poliester sebesar USD 99 juta dan
lainnya sebesar USD 70 juta. Sampai saat ini Perseroan masih merupakan salah satu pemasok
benang poliester terbesar di Indonesia. Di tahun 2014 Perseroan menjual 89% produk serat
poliester ke lebih dari 20 perusahaan di Indonesia dan 11% sisanya diekspor ke konsumen di
Asia dan Eropa.
Tinjauan Pasar Poliester
Pertumbuhan permintaan tercepat dan terbesar di antara serat buatan di dunia adalah
permintaan serat poliester. Karakteristik fungsional yang melekat pada poliester, yang
dikombinasikan dengan aliran pada kemajuan teknologi, telah memicu permintaan yang pesat di
seluruh dunia.
Indonesia, negara yang memiliki populasi terbesar keempat di dunia, masih memiliki
konsumsi poliester per kapita yang rendah, bahkan kurang dari setengah negara-negara maju.
Fakta ini menunjukkan bahwa konsumsi domestik akan mengikuti trend an akan meningkat di
27 Irma Safitri 1621112004
FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
masa depan. Sebagai produses poliester yang efisien dan kompetitif, Perseroan siap untuk meraih
kesempatan dari peningkatan permintaan dan menjaga posisinya yang dominan di Indonesia.
Deskripsi Prosuk (Poliester)
Poliester adalah suatu kategori polimer yang mengandung gugus fungsional esterdalam
rantai utamanya. Meski terdapat banyak sekali poliester, istilah "poliester" merupakan sebagai
sebuah bahan yang spesifik lebih sering merujuk padapolietilena tereftalat (PET). Poliester
termasuk zat kimia yang alami, seperti yang kutin dari kulit ari tumbuhan, maupun zat kimia
sintetis seperti polikarbonat dan polibutirat.
Dapat diproduksi dalam berbagai bentuk seperti lembaran dan bentuk 3 dimensi, poliester
sebagai termoplastik bisa berubah bentuk sehabis dipanaskan. Walau mudah terbakar di suhu
tinggi, poliester cenderung berkerut menjauhi api dan memadamkan diri sendiri saat terjadi
pembakaran. Serat poliester mempunyai kekuatan yang tinggi dan E-modulus serta penyerapan
air yang rendah dan pengerutan yang minimal bila dibandingkan dengan serat industri yang lain.
Poliester kristalin cair merupakan salah satu polimer kristalin cair yang digunakan
industri yang pertama dan digunakan karena sifat mekanis dan ketahanan terhadap panasnya.
Kelebihan itu penting dalam penggunaannya sebagai segel mampu kikis dalam mesin jet.
Poliester keraspanas (thermosetting) digunakan sebagai bahan pengecoran, dan resin poliester
chemosetting digunakan sebagai resin pelapis kaca serat dan dempul badan mobil yang non
logam. Poliester tak jenuh yang diperkuat kaca serat banyak digunakan dalam bagian badan dari
kapal pesiar serta mobil.
https://id.wikipedia.org/wiki/Poliester

D. Partially Oriented Yarn (POY)


Polimer dan chips diproses menjadi benang poliester dan serat staple poliester. Benang poliester
adalah produk antara, yang dapat diproduksi lebih lanjut melalui proses draw-texturizing untuk
memproduksi draw-textured yarn (DTY), atau melalui proses draw-twisting untuk memproduksi
draw-twisted yarn. Keduanya digunakan untuk bahan poliester weaving dan knitting. Total
kapasitas pabrik benang poliester adalah 43.200 ton per tahun.

28 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer

E. Polyester Staple Fiber (PSF)


Pabrik PSF Perseroan memproduksi Polyester Staple Fiber, dengan kapasitas tahunan sebesar
86.400 ton, yang merupakan bahan baku utama digunakan oleh industri tekstil untuk
memproduksi Polyester Spun Yarn, banyak digunakan untuk pakaian dan peralatan rumah
tangga. PSF dapat dipintal menjadi benang PSF atau dicampur dengan serat lainnya, seperti
kapas dan rayon. PSF juga digunakan untuk karpet, mainan, sepatu olah raga, dan popok bayi.

29 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer

F. Nylon
Perseroan melalui anak perusahaan, memproduksi benang nilon untuk digunakan dalam
pembuatan kain ban, jaring, tali dan kain, serta penguat untuk tali kipas dan selang. Selain itu,
anak perusahaan juga memproduksi chips nilon-6 bermutu tinggi yang dapat digunakan sebagai
bahan baku benang, mono filamen dan berbagai industri plastik lainnya. Peralatan produksi
benang kain ban nilon yang dimiliki anak perusahaan berasal dari Zimmer AG, Jerman dan
berkapasitas total 44.000 ton per tahun.
Pada tahun 2014, anak perusahaan memproduksi 15.489 ton benang kain ban. Pada tahun
tersebut, penjualan benang nilon mencapai USD 56 juta, 97% diantaranya dijual ke pabrik kain
ban dan konsumen lain di dalam negeri, sementara 3% lainnya dijual kepada konsumen di luar
negeri. Industri benang kain ban nilon berkaitan erat dengan perkembangan industri ban. Saat
ini, sebagai satu-satunya produsen benang kain ban nilon bagi pasar domestik, anak perusahaan
memiliki kesempatan yang sangat besar untuk meningkatkan pangsa pasarnya, baik di pasar
domestik maupun di wilayah Asia yang perekonomiannya terus berkembang.
Deskripsi Nilon
Nilon merupakan sebutan umum untuk jenis polimer sintetik yang dikenal
poliamida

(PA).

Nilon

bahan anorganik: batu

merupakan polimer pertama


bara, air,

dan udara.

yang

dibuat

sebagai

seluruhnya

Elemen-elemen

ini

dari

tersusun

menjadi monomer dengan berat molekular rendah, yang selanjutnya direaksikan untuk
membentuk rantai polimer panjang. Berikut adalah reaksi pembentukan nilon:
30 Irma Safitri 1621112004
FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
Asam adipat + 1, n- diaminoheksana

Nilon

air

(sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Nylon#mediaviewer/File:Condensation_polymerization_diacid_diamine.svg)

Gambar Mikrostruktur Nilon 6 dan nilon6,6


(Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Nylon#mediaviewer/File:Nylon6_and_Nylon_66.png)

Sifat dan Karakteristik Nilon


Berikut adalah sifat sifat yang dimiliki oleh nilon, antara lain:
a. Sifat fisik
Nilon pada dasarnya bersifat ulet atau lentur
b. Sifat kimia
Nilon termasuk polimer yang memiliki resistansi yang tinggi terhadap pencampuran dengan
bahan kimia lain
c. Sifat mekanik
Nilon cukup tangguh saat ditarik
d. Sifat listrik
Nilon adalah penghantar listrik yang buruk
e. Sifat optik
Nilon dapat ditembus oleh gelombang sinar infra merah
Karakteristik nilon:
Massa jenis: 1,15 gram/cm3
Konduktifitas elektrik ( ) : 10-12 s/m
Konduktifitas termal : 0,25 W/m.K
Titik didih : 190oC 350oC
Tabel Karakteristik Nilon
(sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Nylon)

31 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
Pembuatan Nilon
Nilon merupakan polimer kondensasi yang terjadi dari reaksi antara gugus fungsi pada
monomer yang sama atau monomer yang berbeda. Dalam polimerisasi kondensasi (dua molekul
bergabung menjadi satu molekul yang lebih besar) kadang-kadang disertai dengan terbentuknya
molekul kecil seperti H2O, NH3, atau HCl.
Di dalam jenis reaksi polimerisasi, monomer-monomer bereaksi secara adisi untuk
membentuk rantai. Namun demikian, setiap ikatan baru yang dibentuk akan bersamaan dengan
dihasilkannya suatu molekul kecil biasanya air dari atom-atom monomer. Pada reaksi
semacam ini, tiap monomer harus mempunyai dua gugus fungsional sehingga dapat
menambahkan pada tiap ujung ke unit lainnya dari rantai tersebut.
Pada reaksi kondensasi suatu atom hidrogen dari satu ujung monomer bergabung dengan
gugus-OH dari ujung monomer yang lainnya untuk membentuk air. Kondensasi terhadap dua
monomer yang berbeda yaitu 1,6 diaminoheksana dan asam adipat yang umum digunakan
untuk membuat jenis nilon. Nilon diberi nama menurut jumlah atom karbon pada setiap unit
monomer. Jika ada enam atom karbon di setiap monomer, maka jenis nilon ini disebut nilon 6,6.
Pemanfaatan Nilon
Nilon sangat banyak dimanfaatkan dalam kehidupan. Berikut adalah berbagai
pemanfaatan polimer nilon dalam berbagai bidang:
a. Industri Benang dan Tekstil
Nilon dimanfaatkan sebagai bahan dasar pemintalan benang nilon yang seterusnya dapat
dijadikan produk tekstil berupa kemeja, jaket, jas hujan, gaun pengantin, kaus kaki dan lain
lain.
b. Manufaktur dan Peralatan Industri
Nilon merupakan bahan sintetik serbaguna yang dapat dibentuk menjadi serat, lembaran,
filamen atau bulu yang lebih lanjut dapat dibuat sebagai tenda, terpal, parasut, safety belt, tali
ban, tali pipa, dan pelengkap alat alat industri lainnya.
c. Teknologi Bahan
Dalam rekayasa pengembangan papan komposit, nilon dapat dijadikan sebagai matriks,
dengan bahan campuran lain sebagai serat, dapat berupa serat kaca maupun serat karbon.
Penelitian tentang komposit nilon sudah banyak dilakukan dan terbukti meningkatkan kekuatan
nilon (komposit) dibandingkan dengan nilon murni.
d. Bidang Medis
Di bidang kesehatan nilon dapat diolah menjadi film plastik nilon 6 yang bersifat
menyerap UV, film plastik nilon 6 ini digunakan sebagai properti yang signifikan dalam
mengendalikan penyakit virus menular.
32 Irma Safitri 1621112004
FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
Nilon dan Lingkungan
Untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan dari dampak penggunaan dan limbah
nilon, maka perlu diadakan upaya daur ulang terhadap limbah nilon. Perusahaan kimia raksasa
dari Amerika Serikat, Du Pont, berhasil mengembangkan teknologi baru daur ulang untuk Nilon,
yakni dengan menggunakan teknologi ammonolysis. Pilot plant untuk melakukan riset daur
ulang Nilon, ternyata jauh sebelumnya telah dibangun di wilayah Ontario, tepatnya di kota
Kingston, Kanada, demikian Du Pont menjelaskan. Pihak Du Pont sendiri bahkan telah
mengadakan riset dan pengembangan proses ammonolysis pada fasilitas riset tersebut selama
bertahun-tahun.
Dan terakhir, sebelum mengaplikasikannya secara luas, Du Pont merasa perlu untuk
mengadakan test kelayakan terutama dari sudut pandang ekonomis metoda baru tersebut. Untuk
itulah, pada tahun 2000 ini, Du Pont juga telah menyelesaikan pembangunan sarana yang lebih
besar di kota Maitland yang juga terletak di wilayah Ontario. Sarana demonstrasi daur ulang
Nilon dalam skala besar ini, sebenarnya juga dimaksudkan untuk memberikan sarana penilaian
bagi khalayak industri secara luas terhadap metoda baru tadi. Dan tentu saja sekaligus sebagai
sarana promosi Du Pont yang jitu. Namun yang jauh lebih penting lagi, proses daur ulang ini
sangat besar artinya bagi pelestarian lingkungan hidup, karena tidak perlu lagi penimbunan
berbagai jenis limbah nilon.
Referensi.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/40028/4/Chapter%20II.pdf
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/SMA-Polimer.pdf
http://en.wikipedia.org/wiki/Nylon
http://manoelhakim.wordpress.com/2012/02/04/makalah-nilon-2/
http://bilangapax.blogspot.com/2011/02/nylon.html
http://www.intechopen.com/books/advances-in-modern-woven-fabrics-technology/liquidtransport-in-nylon-6-6-woven-fabrics-used-for-outdoor-performance-clothing
http://polychemindo.com/polyester-chemical/32/3/1

33 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer

INDUSTRI PENGGUNA POLIMER


BAHAN ISOLATOR PADA KABEL
A. Konstruksi Kabel Tegangan Menengah
Umumnya kabel tegangan menengah memiliki konstruksi yang sama dengan
kabel tegangan tinggi. Dalam penggunaannya kabel dirancang dengan konstruksi
yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya. Sebagai konduktor berisolasi,
konstruksi kabel dibagi menjadi bagian utama dan bagian pelengkap.
Bagian utama kabel adalah bagian yang harus dimiliki oleh kabel tenaga,
yaitu konduktor (conductor), isolasi (insulation), tabir (screen) dan selubung
(sheath). Sedangkan bagian pelengkap kabel adalah bagian yang hanya melengkap
kabel
digunakan untuk memperbaiki sifat-sifat kabel atau untuk melindungi kabel,
bagian-bagian tersebut adalah bantalan (bedding), perisai (armor), bahan pengisi
(filler) dan sarung kabel (serving).
1. Konduktor
Kabel tegangan menengah umumnya dibedakan menjadi kabel berinti
tunggal, berinti dua, dan berinti tiga. Setiap inti kabel merupakan konduktor dan
bentuknya dapat dirancang sesuai dengan kebutuhan.
2. Tabir
Untuk tegangan kerja yang tinggi setiap inti kabel dilengkapi dengan suatu
lapisan yang disebut tabir (screen). Lapisan tabir dipasang diantara selubung (sheath)
dan isolasi, tapi untuk kabel sintetis dipasang juga antara isolasi dan konduktor.
3. Selubung
Selubung berfungsi untuk melindungi inti kabel dari pengaruh luar yaitu
sebagai pelindung terhadap korosi, penahan gaya mekanis, dan pelindung terhadap
gaya listrik. Di samping itu selubung juga mencegah keluarnya minyak pada kabel
kertas yang diresapi minyak (impregnated paper) dan mencegah masuknya uap air
ke dalam kabel. Bahan selubung dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu :

Selubung logam, misalnya tembaga, timbal dan aluminium.

Selubung karet sintetis, misalnya karet silikon (silicone rubber)

34 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
dan
polychloroprene. Karet merupakan bahan penting untuk penyekat dalam teknik listrik
yang terbuat dari getah bermacam-macam pohon karet, salah satu diantaranya : Hevea
Braziliensis yang menghasilkan karet terbanyak dengan kualitas tinggi. Dalam teknik
listrik karet sebagai penyekat hantaran listrik, sepatu kabel, perkakas pemasangan
instakasi kistrik, dll.

Selubung plastik, misalnya PVC.


4.

Bantalan
Fungsi bantalan adalah sebagai tempat kedudukan perisai dan mencegah

proses elektrolisa sehingga tidak merusak bagian dalamnya. Beberapa bahan dari
bantalan diantaranya pita kapas (cotton tape), pita kertas (paper tape) dan jute.
Sebelum dipasang bantalan harus dikeringkan dan direndam dalam minyak atau
kompon kedap air. Bantalan dipasang lapisan demi lapisan sehingga lapisan atas
akan menutupi lapisan yang berada di bawahnya.
5.

Perisai
Bahan isolasi mempunyai sifat mekanis yang kurang sempurna, sehingga

diperlukan suatu lapisan yang berfungsi melindungi bahan isolasi dari kerusakan
mekanis, lapisan ini dinamakan perisai. Secara umum perisai dapat digolongkan
menjadi dua jenis, yaitu perisai pita baja (steel tape armor) dan perisai kawat baja
(steel wire armor).
6.

Bahan Pengisi
Untuk konstruksi kabel berinti tiga, bila setelah pemasangan ketiga intinya

maka masih ada ruang (celah) yang tertinggal, maka diperlukan suatu bahan yang
dapat mengisi ruangan tersebut agar didapat bentuk kabel yang bulat. Bahan yang
mengisi celah ini dinamakan bahan pengisi. Bahan pengisi yang banyak digunakan pada
bahan isolasi kertas adalah jute, sedangkan kabel isolasi sintetis selain jute digunakan
juga karet butyl.
7.

Sarung kabel

35 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer
Sarung kabel adalah suatu lapisan bahan serat yang diresapi dengan kompon
kedap air. Pemasangan sarung kabel biasanya dipasang di atas perisai. Fungsi sarung
kabel adalah selain bantalan bagi perisai, juga sebagai komponen yang berhubungan
langsung dengan tanah, sehingga sarung kabel merupakan bagian yang pertama
sekali terkena pengaruh luar. Bahan sarung kabel yang banyak digunakan untuk
kabel tegangan menengah adalah polyethylene dan polyvinyl chloride (PVC) .
8. Isolasi
Isolasi merupakan faktor penting pada sistem tenaga listrik dan salah satu
gangguan penyaluran tenaga listrik dengan menggunakan kabel adalah kerusakan
pada isolasinya. Dengan demikian rancangan kabel harus disesuaikan dengan
penggunaannya, sehingga bahan isolasi sesuai dengan kemampuan kabel tersebut.
Berdasarkan jenis isolasi padat yang dipakai, kabel dapat digolongkan
menjadi kabel berisolasi karet, kertas dan sintetis. Isolasi yang digunakan harus
mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
a. Memiliki kekuatan dielektrik yang tinggi agar diameter luar dapat dikurangi
sehingga biaya pembuatan kabel berkurang.
b. Memiliki tahanan jenis yang tinggi.
c. Dapat bekerja dalam suhu rendah atau suhu tinggi
d. Tidak mudah terbakar.
e. Tidak mengisap air (non higroskopis).
f. Mudah dibengkok-bengkokkan (fleksibel).
g. Sanggup menahan tegangan impuls listrik yang tinggi.
Suatu hal yang tidak mungkin dalam suatu jenis isolasi terdapat semua sifat-sifat di
atas. Jadi pemilihan jenis isolasi yang akan dipakai didasarkan pada pertimbangan
dengan maksud dan tujuan kabel yang akan dipakai.
Bahan yang digunakan Isolasi diantaranya :
a) Polivinilklorida atau PVC
b) Polietilen atau PE

36 Irma Safitri 1621112004


FT. Universitas Bandung Raya

Teknologi Polimer

POLIVINILKLORIDA (PVC)
PVC merupakan bahan baku plastik jenis komoditi yang sering digunakan untuk
memproduksi bahan bangunan, pipa tegar, bahan untuk lantui, isolasi kawat dan kabel. Jika
dilihat dari sifatnya, plastik berbahan baku PVC merupakan termoplastik. PVC dapat dibuat
dengan cara Polimerisasi adisiyaitu polimerisasi yang disertai dengan pemutusan ikatan rangkap
diikuti oleh adisi dari monomernya yaitu etil klorida (VCM). (Anonim1, 2009)
Proses pembuatan PVC melalui reaksi Polimerisasi adisi dibutuhkan beberapa materi yaitu
Etilena, Garam Indusri (merupakan garam terbaik untuk dilakukan elektrolisis karena kualitas
kemurniannya tinggi), dan tenaga listrik.
Dalam proses yang disebut elektrolisis, garam dilarutkan dalam air dan larutan dialiri dengan
arus listrik sehingga pada proses ini diproduksi klorin, soda kaustik, dan hidrogen. Secara
terpisah, minyak atau gas disuling dan Etilena dapat diproduksi melalui proses pemisahan kimia
yang disebut dengan cracking. Lalu Etilena dan Klorin direaksikan dan ketika Etilena dan
klorin bereaksi akan dihasilkan produk yaitu diklorida etilena (EDC); dimana selanjutnya akan
dipecah dan dihasilkan monomer etil klorida (VCM), yaitu dasar dari penyusunan poli (vinil
klorida) (PVC). Selanjutnnya PVC yang diproduksi dalam bentuk bubuk putih disebut dengan
termoplastik (Anonim5, 2008).
Teknik produksi plastik yang tepat untuk bahan baku PVC adalah ekstrusi. Pertama bahan
berupa PVC berbentuk butiran atau serbuk dimasukkan dalam corong, di dorong ke screw baja.
Dilairkan ke sepanjang bejana (barrel), dan dipanaskan. Kedalaman lekukan screw makin
berkurang untuk memadatkan bahannya. Pada ujung ekstruder, lelehan melalui die dalam
keadaan panas, lunak, dan mudah dibentuk. Ekstrusi ini harus segera dijaga bentuk dan
ukurannya yaitu dengan cara pendinginan menggunakan udara atau air. Dalam proses ekstrusi,
ekstrudat yang dihasilkan tidak selalu tepat sama dengan dimensi/ukuran die, yaitu agak lebih
kecil. Untuk mengatasi hal ini maka dapat digunakan alat khusus yang mampu mengambil
ekstrudat lunak dari die dengan cepat (Hartono, 1993).
http://chemistryisfun17.blogspot.co.id/2016/03/teknik-proses-dalam-industri-polimer.html

Teknologi Polimer

POLIETILEN ATAU PE
Polietilen adalah suatu bahan yang termasuk dalam golongan polimer, dalam bahasa
komersial lebih dikenal dengan nama plastik, karena bahan tersebut bersifat termoplastik.
Jika polietilen diradiasi, maka bahan tersebut akan mengalami perubahan strukturnya, yang
pada umumnya akan terjadi perubahan sifat-sifat fisisnya. Perubahan sifat- sifat fisis yang
paling menonjol, adalah terjadinya pembentukan ikat silang. Sejalan dengan pembentukan
ikat silang, beberapa informasi yang dapat diperoleh, yaitu :
1.

Harga Derajat kristalinitas, yang diuji dengan difraksi sinar-x.

2.

Kekuatan tarik, diuji dengan peralatan mesin instron-500.

3.

Titik leleh, diuji dengan alat DSC-40.

Pengaruh radiasi terhadap pembentukan ikat silang, lebih ditekankan pada permasalahan
yang berkaitan dengan struktur molekul, kekuatan tarik dan titik leleh.
a.

Jenis dan cara produksi


Polietilen dibuat dengan jalan polimerisasi gas etilen, yang dapat diperoleh dengan

member hydrogen gas petroleum pada pemecahan minyak (nafta), gas alam atau asetilen.
Polimerisasi etilen ditunjukkan pada reaksi di bawah.

Yang digolongkan menjadi polietilen tekanan tinggi, tekanan medium dan tekanan
rendah oleh tekanan pada polimerisasinya, atau masing masing menjadi polietilen masa
jenis rendah (LDPE) dengan massa jenis 0,910 0,926, polietilen massa jenis medium
(MDPE) dengan massa jenis 0,941 0,965, menurut massa jenisnya, karena sifat sifatnya
erat hubungannya dengan massa jenisnya (kristalinitas). Termasuk polipropilen yang
semua disebut polyolefin. Sebagai tambahan, semuanya adalah polietilen dengan berat
molekul rendah (1.000 12.000), polietilen dengan berat molekul sangat tinggi (1 4 juta)
demikian juga polietilen yang dikopolimerkan, polietilen yang diikat silangkan dan
polietilen dibusakan.

Teknologi Polimer
Berikut adalah penjelasan mengenai berbagai jenis polietilen yang diklasifikasikan
berdasarkan kepadatan dan percabangan molekulnya.
1)

Polietilena bermassa molekul sangat tinggi (Ultra high molecular weight

polyethylene) (UHMWPE)
UHMWPE adalah polietilena dengan massa molekul sangat tinggi, hingga jutaan.
Biasanya berkisar antara 3.1 hingga 5.67 juta. Tingginya massa molekul membuat plastik
ini sangat kuat, namun mengakibatkan pembentukan rantai panjang menjadistruktur
kristal tidak efisien dan memiliki kepadatan lebih rendah dari pada HDPE. UHMWPE bisa
dibuat dengan teknologi katalis, dan katalis Ziegler adalah yang paling umum. Karena
ketahanannya terhadap penyobekan dan pemotongan serta bahan kimia, jenis plastik ini
memiliki aplikasi yang luas. UHMWPE digunakan sebagai onderdil mesin pembawa
kaleng dan botol, bagian yang bergerak dari mesin pemutar, roda gigi, penyambung,
pelindung sisi luar, bahan anti peluru, dan sebagai implan pengganti bagian pinggang dan
lutut dalam operasi.
2)

Polietilena berdensitas tinggi (High density polyethylene) (HDPE)

HDPE dicirikan dengan densitas yang melebihi atau sama dengan 0.941 g/cm 3. HDPE
memiliki derajat rendah dalam percabangannya dan memiliki kekuatan antar molekul yang
sangat

tinggi

dan

kekuatan

tensil.

HDPE

bisa

diproduksi

dengan katalis

kromium/silika, katalis Ziegler-Natta, atau katalis metallocene. HDPE digunakan sebagai


bahan pembuat botol susu, botol/kemasan deterjen, kemasan margarin, pipa air, dan tempat
sampah.
3)

Polietilena cross-linked (Cross-linked polyethylene) (PEX atau XLPE)

PEX adalah polietilena dengan kepadatan menengah hingga tinggi yang memiliki
sambungan cross-link pada struktur polimernya. Sifat ketahanan terhadap temperatur tingi
meningkat seperti juga ketahanan terhadap bahan kimia.
4)

Polietilena berdensitas menengah (Medium density polyethylene) (MDPE)

MDPE dicirikan dengan densitas antara 0.9260.940 g/cm3. MDPE bisa diproduksi
dengan katalis kromium/silika, katalis Ziegler-Natta, atau katalis metallocene. MDPE
memiliki ketahanan yang baik terhadap tekanan dan kejatuhan. MDPE biasa digunakan
pada pipa gas.
5)

Polietilena berdensitas rendah (Low density polyethylene) (LDPE)

Teknologi Polimer
LDPE dicirikan dengan densitas 0.9100.940 g/cm3. LDPE memiliki derajat tinggi
terhadap percabangan rantai panjang dan pendek, yang berarti tidak akan berubah menjadi
struktur kristal. Ini juga mengindikasikan bahwa LDPE memiliki kekuatan antar molekul
yang rendah. Ini mengakibatkan LDPE memiliki kekuatan tensil yang rendah. LDPE
diproduksi dengan polimerisasi radikal bebas.
6)

Polietilena linier berdensitas rendah (Linear low density polyethylene) (LLDPE)

LLDPE dicirikan dengan densitas antara 0.9150.925 g/cm3. LLDPE adalah polimer linier
dengan percabangan rantai pendek dengan jumlah yang cukup signifikan. Umumnya dibuat
dengan kopolimerisasi etilena dengan rantai pendek alfa-olefin (1-butena, 1-heksena, 1oktena, dan sebagainya). LLDPE memiliki kekuatan tensil yanglebih tinggi dari LDPE,
dan memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap tekanan.
7)

Polietilena berdensitas sangat rendah (Very low density polyethylene) (VLDPE)

VLDPE dcirikan dengan densitas 0.8800.915 g/cm3. VLDPE adalah polimer linier
dengan tingkat percabangan rantai pendek yang sangat tinggi. Umumnya dibuat dengan
kopolimerisasi etilena dengan rantai pendek alfa-olefin.
b.

Sifat Sifat
Secara kimia polietilen merupakan parafin yang mempunyai berat molekul tinggi.

Karena itu sifat sifatnya serupa dengan sifat parafin. Terbakar kalau dinyalakan dan
menjadi cair, menjadi rata kalau dijatuhkan di atas air.
(1) Hubungan dengan massa jenis
Dengan cara polimerisasi etilen yang berbeda didapat struktur molekul yang
berbeda pula. Pada polietilen massa jenis rendah, molekul molekulnya tidak mengkristal
secara baik tetapi mempunyai banyak cabang. Di pihak lain, polietilen tekanan rendah
kurang bercabang dan merupakan rantai lurus, karena itu massa jenisnya lebih besar sebab
mengkristal secara baik sehingga mempunyai kristalinitas tinggi. Karena kristal yang
terbentuk baik itu mempunyai gaya antar molekul kuat, maka bahan ini memiliki kekuatan
mekanik yang tinggi dan titik lunak yang tinggi pula.
(2) Hubungan dengan berat molekul
Sifatnya cukup berubah oleh perubahan massa jenis. Kalau massa jenis
(kristalinitas) sama, sifat sifat mekanik dan mampu olahnya berbeda menurut ukuran

Teknologi Polimer
molekul. Karena berat molekul kecil, kecairannya pada waktu cair lebih baik, sedangkan
ketahanan akan zat pelarut dan kekuatannya menurun. Polietilen pada suhu tetap 190C
diekstruksi melalui lubang dengan diameter 2,1 mm dan panjang 8 mm, memberikan 2161
g selama 10 menit. Jumlah yang terekstruksikan dalam gram adalah indeks cair.
(3) Sifat sifat listrik
Polietilen merupakan polimer non polar yang khas memiliki sifat sifat listrik yang
baik. Terutama sangat baik dalam sifat khas frekuensi tinggi, banyak dipakai sebagai bahan
isolasi untuk radar, TV dan berbagai alt komunikasi. Akan mempunyai sifat lebih baik lagi
jika massa jenisnya lebih tinggi.
(4) Sifat sifat kimia
Polietilen adalah bahan polimer yang sifat sifat kimianya cukup stabil tahan
berbagai bahan kimia kecuali halida dan oksida kuat. Polietilen larut dalam hidrokarbon
aromatik dan larutan hidrokarbon yang terklorinasi di atas suhu 70C, tetapi tidak ada
pelarut yang dapat melarutkan polietilen secara sempurna pada suhu biasa. Karena bersifat
non polar, polietilen tidak mudah diolah dengan merekat dan mencap. Perlu perlakuan
tambahan tertentu seperti oksidasi pada permukaan atau pengubahan struktur
permukaannya oleh sinar elektron yang kuat. Kalau dipanaskan tanpa berhubungan dengan
oksigen, hanya mencair sampai 300C, kemudian terurai karena termal jika melampaui
suhu tersebut. Tetapi jika dipanaskan dengan disertai adanya oksigen akan teroksidasi
walaupun baru 50C. Karena polietilen lemah terhadap sinar UV, bahan anti oksida seperti
turunan naftilamin atau bahan pengabsorb UV seperti serbuk karbon, bensofenon, ester
asam salisil, dicampurkan untuk memperbaiki ketahanan UV, perlu menjadi perhatian
karena polietilen akan retak di bawah pengaruh tegangan apabila berhubungan dengan
berbagai surfaktan, minyak mineral, alkali, alcohol, dsb.
(5) Permeabilitas gas
Film polietilen sangat sukar ditembus air, tetapi mempunyai permeabilitas cukup
tinggi terhadap CO2, pelarut organic, parfum, dsb. Polietilen massa jenis tinggi kurang
permeabel daripada polietilen dengan massa jenis rendah.
c.

Polietilen Keperluan Khusus

(1) Polietilen berat molekul rendah (1.000 12.000)

Teknologi Polimer
Dapat diperoleh berbagai mutu mulai dari pelumas pada suhu sampai bahan dengan
titik cair 100C tergantung pada massa jenis dan berat molekulnya. Dipergunakan untuk
memperbaiki mampu cetak dengan mencampur atau dipakai untuk membuat kertas tahan
air, kain tanpa tenunan, pelapis, dan seterusnya dengan jalan pelapisan. Dipakai juga untuk
membebaskan cetakan, permolisan, dsb.
(2) Polietilen berat molekul sangat tinggi (1 4 juta)
Bahan ini sukar untuk diolah karena kecairannya yang buruk, walaupun agak lunak
dengan meningkatnya suhu. Tetapi bahan ini mempunyai ketahanan impak yang baik,
ketahanan abrasi sangat baik, mempunyai sifat mekanik yang baik dan pemelaran yang
kecil pada suhu sekitar 100C.
(3) Polietilen berikatan silang
Jika secara antar molekul diikat silangkan oleh penyinaran sinar radioaktif, energy
tinggi seperti dengan sinar elektron, sinar beta, sinar gama, dan seterusnya, kekuatan tarik,
ketahanan retak tegangan menjadi lebih baik dan titik lunaknya meningkat (250C).
(4) Polietilen busa
Jika polietilen diikat silangkan dan dibusakan, massa jenisnya bervariasi dari
daerah yang cukup lebar. Maka bahan ini dapat dipergunakan untuk isolasi dan bahan
akustik. Bahan busa rendah dipakai sebagai pengganti bahan kayu.
d.

Mampu Olah
Polietilen mudah diolah, maka dari itu sering dicetak dengan penekanan, injeksi,

ekstruksi peniupan dan dengan hampa udara. Perlu diperhatikan bahwa penyusutannya
tinggi.
e.

Penggunaan
Pada suhu rendah bersifat fleksibel tahan impak dan tahan bahan kimia. Karena itu

dipakai untuk berbagai keperluan termasuk untuk permbuatan berbagai wadah, alat dapur,
berbagai barang kecil, botol botol, tempat minyak tanah, film, pipa, isolator kabel listrik,
serat, kantong tempat sampah dan sebagainya.
f.

Masalah lingkungan

Teknologi Polimer
Penggunaan polietilena yang sangat luas menjadi masalah lingkungan yang amat
serius. Polietilena dikategorikan sebagai sampah yang sulit didegradasi oleh alam,
membutuhkan waktu ratusan tahun bagi alam untuk mendegradasinya secara efisien.
Pada bulan Mei tahun 2008, Daniel Burd, remaja Kanada berusia 16 tahun,
memenangkan Canada-Wide Science Fair di Ottawa setelah menemukan Sphingomonas,
tipe bakteri yang mampu mendegradasi polietilena. Bersama bakteriPseudomonas, bakteri
itu mampu mendegradasi lebih cepat.
DAFTAR PUSTAKA

https://sites.google.com/a/kabellistrik.info/kabel-listrik/referensi-pengetahuanlistrik/karakteristik-beberapa-jenis-bahan-penghantar-listrik-kabel-listrik diakses tanggal 13

Oktober 2016
http://ilmubahanlistrik.blogspot.co.id/2012_09_01_archive.html diakses tanggal 13 Oktober

2016
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/24312/4/Chapter%20II.pdf diakses tanggal

13 Oktober 2016
http://bilangapax.blogspot.co.id/2011/02/polietilen.html diakses tanggal 13 Oktober 2016