Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

TUNE UP KENDARAAN RINGAN

Disusun Oleh :
Nama : Tri Setyo Nugroho
No

: 32

Kelas : XI TKR D

SMK BATUR JAYA 1 CEPER


TAHUN PELAJARAN 2015/2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka
penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Tune Up Kendaraan
Ringan.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak
terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangankekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang
dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi
penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat untuk semua pembaca.

Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman Judul

Kata Pengantar

ii

Daftar Isi

iii

BAB I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan

1
1
1

BAB II. PEMBAHASAN


A. Pengertian
B. Langkah-Langkah melakukan tune up
C. Proses melaksanakan tune up

2
3
3

BAB III. PENUTUP


A. Kesimpulan
B. Saran

15
15

DAFTAR PUSTAKA

16

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Jumlah kendaraan mobil sampai saat ini terus bertambah. Seiring dengan itu
jumlah mobil yang mengalami gangguan juga meningkat. Oleh karena itu jasa
pelayanan servis mobil semakin banyak dibutuhkan. Servis pada kendaraan banyak
ragamnya, dari servis mesin, servis chasis, servis kelistrikan, maupun servis bodi dan
itu masih dapat dibagi bagi lagi misalnya masalah mesin macamnya adalah overhaul
total, overhaul kepala silinder, overhaul karburator, overhaul distributor, radiator, tune
up dan lain lain.
Salah satu jenis servis yang telah disebut dan untuk selanjutnya menjadi inti
bahasan dalam buku ini adalah servis dengan istilah Tune Up. Tune Up adalah
pekerjaan servis ringan mesin untuk mengembalikan tenaga motor sesuai standartnya.
Istilah tune up sudah menjadi bahasan sehari hari pada setiap bengkel kendaraan,
bahkan selalu terpampang dalam jenis servis yang ditawarkan, karena pekerjaan ini
sering kali dibutuhkan dan dilakukan. Setiap pemilik kendaraan selalu menginginkan
kendaraannya menghasilkan daya kerja yang baik pada setiap kondisi pengendaraan,
apalagi pada waktu dipakai bepergian jauh atau keluar kota.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Tune Up?
2. Apa saja yang harus diperhatikan dalam melakukan tune up?
3. Apa saja langkah-langkah melakukan tune up kendaraan?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan Tune Up.
2. Untuk mengetahui yang harus diperhatikan dalam melakukan tune up.
3. Untuk mengetahui langkah-langkah melakukan tune up kendaraan.

BAB II
PEMBAHASAN
1

A. PENGERTIAN TUNE UP
Tune Up adalah pekerjaan servis ringan mesin yang bertujuan untuk
mendapatkan performa mesin yang maximal, dan juga menjaga agar mesin tetap dalam
kondisi yang baik dan prima. Karena mesin dioperasikan secara terus menerus, maka
akan memungkinkan terjadinya penurunan peforma mesin. Oleh karena itu agar motor
tetap menghasilkan daya kerja yang maksimum, maka perlu dilakukan tune up motor
secara periodik. Pekerjaan tune up harus dilakukan sesuai prosedur dari pabrik
pembuatnya, baik urutan pengerjaannya, pemeriksaannya, ukuran penyetelannya dan
lain lain. Ini dimaksudkan untuk efisiensi proses kerja dan supaya hasilnya sesuai
standart yang direkomendasikan oleh pabrik pembuatnya. Sebelum kegiatan tune up
dilakukan, lebih baiknya kita memanaskan mesin (menghidupkan mesin) terlebih
dahulu untuk mengidentifikasi keadaan dari mesin itu sendiri, identifikasi dilakukan
misalnya putaran idle terlalu besar ataupun terlalu kecil, mesin pincang, mbrebet,
adanya suara yang tidak normal pada mesin dan lain sebagainya.
Jadi Secara umum pengertian tune up adalah suatu pekerjaan servis ringan
engine/mesin/mobil yang bertujuan agar performa mesin/engine/mobil tersbut lebih
maksimal, dan pekerjaannya dapat berupa pemeriksaan, pengukuran dan pencocokan
dengan standar pabrik, penyetelan, perbaikan, perawatan dan atau penggantian
komponen jika diperlukan.
Oleh karena itu agar motor tetap menghasilkan daya kerja yang maksimum seperti
dalam keadaan standart, maka perlu dilakukan tune up motor secara periodik. Tune up
merupakan servis ringan pada mesin kendaraan yang pekerjaannya berupa
pemeriksaan, penyetelan, ganti komponen, dan perawatan mesin. Pekerjaan tune up
diperlukan, manakala sebuah kendaraan mengalami gangguan pada mesinnya sewaktu
berjalan, seperti ada bunyi kasar, kurang tenaga, atau untuk perawatan berkala dan
sebagainya. Pekerjaan tune up harus dilakukan sesuai prosedur dari pabrik
pembuatnya, baik urutan pengerjaannya, pemeriksaannya, ukuran penyetelannya dan
lain lain. Ini dimaksudkan untuk efisiensi proses kerja dan supaya hasilnya sesuai
standart yang direkomendasikan oleh pabrik pembuatnya. Pekerjaan tune up harus
dilakukan oleh tenaga mekanik yang terampil dan memiliki pengetahuan teknik
otomotif minimal diantaranya yaitu :

Proses kerja motor 4 langkah 4 silinder.


Sistem pendinginan mesin.
2

Sistem pelumasan mesin.


Urutan pengapian / Firing order (FO).
Top Kompresi.
Langkah penyetelan katup.
Saat / derajat pengapian.
Peralatan yang diperlukan.
Urutan pengerjaan tune up.

B. LANGKAH-LANGKAH MELAKUKAN TUNE UP KENDARAAN


Kegiatan Tune up meliputi :
1. Pemeriksaan sistem pendingin.
2. Pemeriksaan tali kipas.
3. Pembersihan saringan udara.
4. Pemeriksaan baterai.
5. Pemeriksaan kabel tegangan tinggi.
6. Pemeriksaan oli mesin.
7. Pemeriksaan busi.
8. Pemeriksaan distributor.
9. Penyetelan celah katup.
10. Pemeriksaan karburator.
11. Penyetelan putaran idel dan campuran idel.
12. Pemeriksaan tekanan kompresi.
13.

C. PROSES MELAKSANAKAN TUNE UP:


1. Pemeriksaan Sistem Pendingin.
a) Pemeriksaan Tutup Radiator dan Selang.
14.

Periksa tutup radiator kemungkinan terdapat kotoran dan


karat.

15.
16.

17.
Periksa tutup radiator kemungkinan terdapat kotoran
dan karat.
18.
19.
20.
21.
22.
Ukurlah tekanan tutup radiator dengan alat
pengukur tekanan. -Spesifikasi : 0,75 1,05 kg/cm2. Limit :
0,6 kg/cm2.
23.
24.
25.
Periksa selang atas dan bawah kemungkinan
terjadi kerusakan atau retak.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
Periksa pemasangan
kemungkinan terjadi kekendoran.

klem

dan

slang

32.
33.
34.
35.
36. b) Pemeriksaan ketinggian air pendingin.
37.
38.
Periksa tinggi air pendingin pada radiator ( jika
radiator tidak dilengkapi tangki reservoir )
39.
40.
41.
42.

Periksa tinggi air pendingin pada tangki reservoir.

46.

Periksa kebocoran pada pompa air, radiator, selang

43.
44.
45.
selang, dan paking - paking (pada pompa, kepala silinder,
rumah thermostat ) saat mesin hidup.
47.
48.

49. c)

Pemeriksaan kualitas air pendingin


50.

Periksa kualitas air pendingin kemungkinan

bercampur dengan oli mesin atau berkarat.


51.

Jika air pendingin kotor, kuras air pendingin.

52.
53.
54.
2. Pemeriksaan Tali Kipas.
a) Pemeriksaan tali kipas secara visual
55.

Periksa seluruh bagian tali kipas, tali yang rusak

harus diganti. Jika tidak dapat diperiksa saat terpasang, tali


harus dikeluarkan untuk diperiksa.
56.
57.
58.
59.

Periksa kedudukan tali kipas, bila

kedudukannya pada puli terlalu dalam sabuk harus


diganti.
60.
61.
62.
63.

Setel ketegangan tali kipas menggunakan tekanan

tangan atau timbangan pegas.


64.

-spesifikasi : 7 11 mm (dalam 10 kg).

67.

Perhatikan ketegangan tali kipas!

65.
66.
68.

Jika tali kipas kurang

tegang

tali kipas slip

cepat aus.

69.
70.

Jika tali kipas terlalu tegang bantalan pompa air dan

alternator cepat rusak.


71.
72.

73.

3. Pembersihan Saringan Udara.


74.
a) Pembersihan saringan udara jenis kering.
75.

Lepas saringan udara.

76.

Periksa kondisi saringan udara (jika terlalu kotor

ganti yang baru ).


77.

Lakukan pembersihan

dengan cara : - Ketok beberapa


kali.
78.
79.

Semprot udara dari dalam dengan pistol udara.

82.

Pasang kembali saringan udara. Pada waktu

80.
81.
pemasangan, perhatikan kedudukan paking
pakingnya.
83.

Petunjuk :Saringan udara harus diganti baru

setiap 20.000 40.000 km.


84.
85. b)

Pembersihan Saringan Udara jenis Tandon Oli.


86.

Lepas saringan udara.

87.

Cuci saringan udara dengan bensin (masuk

dan keluarkan berulang kali + 4 kali).


88.

Keluar oli dari rumah saringan udara, bersihkan

rumah saringan udara dengan bensin kemudian keringkan


dengan pistol udara atau kain lap.
89.
90.

Isi oli rumah saringan udara sampai tanda batas

permukaan, pakai oli mesin yang bersih.


91.

Beri sedikit oli ke dalam elemen saringan.

92.

Pasang kembali rumah saringan, perhatikan

kedudukan paking pakingnya.


93.

Catatan : Saringan udara jenis tandon oli

dibersihkan setiap 10.000 km.

94. 4.

Pemeriksaan Baterai.

95.
96.

Periksa ketinggian cairan elektrolit.

97.

Bila kekurangan cairan, Isi cairan elektrolit pada

setiap sel.
98.
99.
100.

Ukur berat jenis cairan baterai dengan Hidrometer.

101.

Bila berat jenis kurang dari spesifikasi, isilah baterai

dengan arus listrik.


102.

Spesifikasi : 1,25 1,27 pada 20oC.

103.
104. Periksa terminal positif dan negatif baterai
kemungkinan terjadi kerusakan, kekendoran atau berkarat.
-

jika terjadi kerusakan terminal : Ganti terminal.

Jika terjadi kekendoran : kencangkan mur.

Jika terjadi karat : bersihkan terminal dengan sikat baja.

105.
106.

Bersihkan permukaan baterai dengan air

soda, kemudian keringkan dengan lap.


107.
108.
109.
110.

5.

Pemeriksaan Oli Mesin.

111.
112.

Periksa ketinggian Oli Mesin kemungkinan tidak

sampai tanda F (FULL).


113.
114.
115.

118.
119.

116.

Periksa kwalitas Oli Mesin.

117.

Jika kualitas oli mesin terlalu jelek, ganti oli mesin.

120.

6.

Pemeriksaan Kabel Tegangan Tinggi.

121.
122.

Lepas stecker busi.

123.

Catatan : jangan melepas pada kabelnya.

124.
125.
126.

Periksa kondisi kabel kemungkinan terbakar atau

retak.
127.

Jika kabel terbakar atau retak, ganti kabel.

128.

Hasil pemeriksaan :

129.
130.
131.
132.

Periksa kondisi isolator pada stecker busi kemungkinan terbakar.


133.

Hasil pemeriksaan :

137.

Ukur tahanan kabel tegangan tinggi dengan

134.
135.
136.
Multitester.
138.

Spesifikasi : Tahanan < 25 k.

139.

Hasil pengukuran :

140.
141.
142.

7.

Pemeriksaan Busi.

143.
144.

Bersihkan sekeliling busi dengan udara tekan atau

kuas, sebelum melepas busi. Tujuannya untuk mencegah


kotoran masuk ketika busi dilepas.
145.
146.
147.

Lepas busi dengan menggunakan kunci bisa

yang tepat. Penggunaan kunci yang kurang tepat dapat


mengakibatkan isolator busi pecah.

148.
149.

150. Periksa kondisi ulir busi kemungkinan terjadi kerusakan. Jika


ulir rusak, ganti busi.
151.
152.
153.
154.
155.
156.
157. Periksa muka busi, keadaan muka busi dapat menunjukkan
kondisi motor.
158. Bandingkan busi yang diperiksa dengan gambar gambar dan
keterangan berikut :
159. Muka busi biasa. Isolator berwarna kuning sampai coklat muda,
puncak isolator bersih. Permukaan isolator kotor berwarna coklat muda
sampai abu abu, Hal ini berarti kondisi dan penyetelan motor baik.
160.

161. Elektroda elektroda terbakar, pada permukaan isolator menempel


partikel partikel yang mengkilat, isolator berwarna putih dan kuning
itu berarti busi menjadi terlalu panas karena : Campuran bahan bakar
terlalu kurus, Kualitas bensin terlalu rendah, Saat pengapian terlalu awal
dan jenis busi terlalu panas.
162.

163. Isolator dan elektroda elektroda berjelaga karena : Campuran


bahan bakar terlalu kaya atau Jenis busi terlalu dingin.
164.

165. Isolator dan elektroda sangat kotor serta berwarna coklat muda.
Kotoran ini berasal dari oli mesin yang masuk ke ruang bakar karena :
Sil penghantar katup aus atau Cincin torak aus.
166.

167. Busi ini harus diganti, karena bunga api bisa meloncat melalui
isolator yang pecah.
168.

169. Elektroda elektroda aus serta warna kotoran pada isolator kuning
sampai coklat muda merupakan keausan biasa. Gantilah busi dengan
yang baru perhatikan spesifikasi pada buku manual atau katalog busi.
170.
171. Setel celah busi menggunakan feeler gauge.
172. Spesifikasi : 0,70 0,80 mm.
174.

173.

175.

176.

Pasang

busi

pada

motor.

Dimulai

menyekrupkan dengan tangan terlebih dahulu,


kemudian keraskan dengan kunci momen. Jangan
mengencangkan busi terlalu keras!
177.
178.

8.

Pemeriksaan Distributor.
179.

Periksa tutup distributor, kemungkinan :

180.

Retak, berkarat, terbakar atau lubang kabel

kotor, terminal elektroda terbakar dan pegas bagian


tengah lemah.
181.
182.
183.

Periksa Rotor, kemungkinan : Retak, berkarat atau

terbakar.
184.
185.
186.

Periksa platina kemungkinan terbakar atau berlubang

lubang.
187.

Ganti platina bila terjadi kondisi diatas.

188.

Setel celah platina dengan fuller gauge, celah

platina : 0,45 mm.


189.
190.

Periksa sudut dwell dengan Tester. Sudut Dwell : 52o

+ 6o
191.

Berarti : - Sudut minimal : 46o - Sudut maksimal : 62o

195.

Periksa saat pengapian.

196.

Setel putaran mesin pada putaran idle. Oktan selektor

192.
193.
194.

harus distel pada posisi standar.


197.
950).
198.

- Saat pengapian : 8o sebelum TMA (Pada max Rpm

199.

200.

Setel saat pengapian.

201. Cocokkan tanda tanda waktu dengan memutar body


distributor.
202.

Saat pengapian : 8o sebelum TMA

203.

Perhatian : jangan distel dengan oktan selektor.

205.

Periksa cara kerja dari Governor.

206.

Rotor harus kembali dengan cepat setelah diputar

204.

searah jarum jam dan dilepas.


207.

Pemasangan rotor tidak boleh terlalu longgar.

209.

Hidupkan mesin dan lepaskan selang vakum dari

208.
distributor.
210.

Tanda waktu berubah ubah sesuai dengan putaran

mesin.
211.
212.

9.

Penyetelan Celah Katup.

213.
214.

Mesin dipanasi dan kemudian dimatikan.

216.

Putar poros engkol searah jarum jam, tepatkan

215.
tanda pada puli poros engkol sejajar dengan tanda pada
tutup (pada 0o dengan TOP 1).
217.
218.
219.

Penggunaan fuller gauge harus dapat ditarik dan

didorong.
220.

Fuller yang berombak harus diganti yang baru.

224.

Jangan mengencangkan mur mur terlalu keras.

221.
222.
223.
Gunakan kunci ring rata dan obeng yang cocok.
225.

226.

Setel celah katup.

Celah katup diukur diantara batang katup dengan lengan rocker. Yang di setel
hanya katup yang ditunjuk oleh panah saja.
227.

Celah katup :

228.

Mesin keadaan panas.

Hisap : 0,20 mm.

Buang : 0,30 mm.

229.

Mesin keadaan dingin.

Hisap : 0,15 mm.

Buang : 0,25 mm.

Putar poros engkol sekali lagi (360o) untuk menuju ke TOP 4.

Setel katup yang lain yang ditunjukkan oleh anak panah.

230.

231.

Celah terlalu longgar.

232.

Mesin dengan celah katup yang terlalu longgar akan

berisik.
233.

234.

Celah terlalu rapat.

235.

Mesin dengan celah katup yang terlalu rapat, mesin

akan hidup goyang pada saat putaran idel, lengan rocker


bisa patah dan kemungkinan daun katup akan terbakar
236.

10. Pemeriksaan Karburator.


237.

Periksa Katup throttle

238.

Katup throttle harus terbuka penuh pada waktu pedal

gas ditekan penuh.


239.
240.
241.

Penyetelan terbuka penuh dilakukan melalui kabel

gas di dekat karburator dan baut penyetop pedal.


242.
243.
244.
245.

Periksa Pompa Akselerasi

246.

Bensin harus muncrat ke luar dari jet pada waktu

katup throttle terbuka.

247.
248.

Periksa Katup Cuk

Katup cuk harus tertutup penuh bila tombol cuk ditarik


penuh (A).

Katup cuk harus terbuka penuh bila tombol cuk


dikembalikan seperti semula (B).

249.
250.

Jika penyetelan kabel cuk tidak sesuai, setel pada

klem kabel.
251.
11. Penyetelan putaran idel dan campuran idel.

Sebelum menyetel idel, kontrol saat pengapian, celah katup, sistem


ventilasi karter dan saringan udara terpasang. Sewaktu penyetelan, motor
harus pada temperatur kerja, tetapi jangan terlalu panas.

Pasang tachometer, hidupkan motor.

Bandingkan rpm idle dengan spesifikasi (biasanya 750 950 rpm untuk 4
silinder). Jika salah, stel rpm pada sekrup penyetel katup gas yang terpasang
pada mekanisme katup gas.

Stel campuran idel dengan sekrup penyetel yang terletak pada rumah gas.
Cara menyetel lihat langkah berikut :
252.

253.
254.

Cara menyetel campuran idel tanpa pengetes gas buang.

Perbandingan campuran mempengaruhi putaran idel. Berdasarkan pengaruh

tersebut kita bisa menyetel campuran yang sesuai.


255.
256.
257.

Langkah penyetelan :

Sekrup penyetel diputar kearah luar, sampai putaran motor mulai turun. (titik 1 pada
diagram).
258.

Kemudian, sekrup penyetel diputar ke arah dalam, sampai putaran motor mulai
turun (titik 2 pada diagram). Untuk ini, putar kembali sekrup putaran ke arah
luar, tunggu sedikit dan perhatikan reaksi pada motor. Pada saat terdengar / terasa
putaran untuk mendapat penyetelan campuran yang benar.

Jika setelah penyetelan campuran, tinggi putaran tidak sesuai, penyetelan katup
gas dan penyetelan campuran perlu diulangi.

Jangan melihat tachometer. Dengan perasaan, hasil lebih akurat.

259.
12. Pengukuran tekanan kompresi.

Lepas kabel tegangan tinggi dan busi.

Pasang compression tester pada lubang busi, pasang compression tester


dengan benar.

Lepas kabel koil dari tutup distributor, kemudian dimassakan.

Starter mesin + selama 2 detik, kemudian baca


hasil pengukuran pada compression tester. -Limit :
11 kg/cm2.

260.
261.

262.
263.

BAB III
PENUTUP

264.
A. Kesimpulan
265.
266. Tune Up adalah pekerjaan servis ringan mesin yang bertujuan untuk
mendapatkan performa mesin yang maximal, dan juga menjaga agar mesin tetap dalam
kondisi yang baik dan prima. Karena mesin dioperasikan secara terus menerus, maka
akan memungkinkan terjadinya penurunan peforma mesin.
267.
268.
B. Saran
269.
270. Sebaiknya tune up di lakukan secara berkala, hal ini bertujuan agar mobil
ketika akan digunakan selalu dalam kondisi yang prima dan maksimal.
271.
272.
273.
274.
275.
276.
277.
278.
279.
280.
281.
282.
283.
284.
285.
286.
287.
288.
289.
290.
291.
292.
293.
294.
295.
296.
297.
298.
299.
300.
301.
302.
303.
304.
305.
306.
307.
308.
309.
310.
311.
312.
313.
314.
315.

316.
DAFTAR PUSTAKA
317.
318.
319.
320.
Buku Pelajaran Tentang Sistem Pelumasan dan Pendinginan.
321.
322.
Drs. B AgusSuharjo.(2012). Modul Roda dan Ban. Yogyakarta. SMK N 3
Yogyakarta. Buku Pelajaran Tentang Sistem Pengapian.
323.
324.
Drs. B AgusSuharjo.(2012). Modul Sistem Rem. Yogyakarta. SMK N 3
Yogyakarta.
325.
326.
Drs. Darsono. (2012). Modul Pemahaman Engine. Yogyakarta. SMK N 3
Yogyakarta.
327.
328.
Toyota. (2006). Soft Copy Manual Book Toyota. Jepang. PT. Toyota Astra
Motor.
329.
330.
331.
332.
333.
334.
335.
336.
337.
338.
339.
340.
341.
342.
343.
344.
345.
346.
347.
348.
349.
350.
351.
352.
353.
354.
355.
356.
357.
358.
359.
360.
361.
362.

363.