Anda di halaman 1dari 3

Faktor Risiko Perusahaan (XL)

Dalam industri telekomunikasi seluler, risiko baru terus muncul. Risiko-risiko


tersebut dapat mempengaruhi pencapaian tujuan bisnis dan harus dikelola
berdampingan dengan risiko yang melekat pada industri. Berikut ini pembahasan
mengenai risiko utama, yang telah terus-menerus dikelola oleh XL.
a) Risiko Persaingan
Keberadaan pelaku-pelaku industri telekomunikasi bergerak lain terus
menciptakan kompetisi yang agresif di pasar, khususnya di bidang harga dan
layanan yang ditawarkan. Kompetisi juga berasal dari perusahaan teknologi lain
yang dikenal sebagai pelaku OTT (Over the Top). Perkembangan berbagai produk
telepon pintar dengan harga yang terjangkau mendorong penerimaan bertahap
oleh pelanggan. Operator melihat perubahan drastis pelanggan dalam hal perilaku
gaya hidup dan pola pikir merek dimana pelanggan menjadi lebih terlibat terhadap
para pelaku OTT ini. XL telah mengambil beberapa langkah melalui upaya
terpadu di seluruh perusahaan, melalui kepemimpinan yang kuat untuk
menghasilkan inisiatif strategis yang fokus pada risiko. XL telah memulai
program transformasi dan menjalankan bisnis dengan fokus pada kebutuhan
pelanggan dan gaya hidup. XL juga telah memulai bisnis baru disamping voice,
SMS dan layanan data dengan terus menciptakan penawaran produk yang
inovatif, harga yang kompetitif disamping tetap mempertahankan keunggulan
operasional dan berupaya meningkatkan profitabilitas produk.
b) Risiko Pihak Ketiga/Kemitraan
XL terus mengembangkan hubungan kemitraan dengan pihak ketiga/mitra untuk
mengelola proses bisnis utama baik melalui pengelolaan layanan atau hubungan
dengan mitra pemasok. XL yakin bahwa model bisnis ini mampu memberikan
layanan lebih kepada pelanggan sekaligus mengoptimalkan biaya operasi
perusahaan. Namun model bisnis ini meningkatkan risiko ketergantungan XL
pada pihak ketiga/mitra. Untuk memastikan bahwa Perseroan telah memiliki
mitigasi risiko yang memadai, Perseroan telah membentuk unit bisnis khusus
yang fokus pada pihak ketiga/mitra dengan strategi kemitraan yang jelas untuk
benefit jangka panjang. Hal ini membantu memastikan bahwa Perseroan telah
memilih mitra strategis yang tepat, membuat ikatan perjanjian standar pelayanan
yang tepat dan memiliki sistem pemantauan kinerja mitra. Dengan demikian
Perseroan telah menerapkan tata kelola yang memadai untuk melindungi aset
perusahaan dan standar pelayanan yang telah disepakati bersama secara konsisten
dapat terpenuhi.
c) Risiko Sistem dan Teknologi
Meningkatnya penggunaan telepon pintar ditambah dengan pertumbuhan yang
cepat dari pelanggan data dan produk yang haus bandwidth membutuhkan
peningkatan kemampuan secara terus-menerus pada infrastruktur XL yang sudah
ada, baik untuk memenuhi kebutuhan konsumen maupun untuk mendukung
model bisnis baru. XL telah mengambil berbagai inisiatif meliputi modernisasi

jaringan dan sistem penagihan, peningkatan kapasitas dan kemampuan dari


elemen jaringan menggunakan sistem perencanaan belanja modal yang efisien.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu meminimalkan dampak keusangan
teknologi, mengelola biaya operasional yang muncul berikutnya dan memperbaiki
tingkat pengembalian investasi.Risiko lain yang penting adalah meningkatnya
ancaman pada keamanan informasi. XL harus memastikan kerahasiaan, integritas
dan ketersediaan dari informasi berharga pelanggan dan perusahaan setiap saat.
Hal ini dapat dicapai melalui peningkatan berkelanjutan dari manajemen
keamanan informasi, termasuk mendirikan sebuah departemen khusus untuk
mengatasi kebijakan keamanan terkait, sistem dan prosedur, serta penilaian
independen terhadap manajemen keamanan informasi di XL. Komite Risiko dan
Kelangsungan Usaha (Risk and Business Continuity Committee) telah mengelola
dan mengimplementasikan suatu kerangka manajemen kelangsungan usaha
komprehensif yang kuat dan terus ditingkatkan untuk menjamin kelangsungan
pelayanan kepada pelanggan XL dan kontinuitas operasional jika terjadi gangguan
layanan yang disebabkan oleh bencana alam (banjir, gempa bumi, dll) atau akibat
dari hal lainnya. Proses ini meliputi pembuatan Analisis Dampak Bisnis, Rencana
Pemulihan Bencana, dan Rencana Kelangsungan Usaha. XL juga bekerja sama
dengan mitra bisnisnya yang memiliki kepentingan yang sama untuk mendukung
manajemen kelangsungan usaha XL dan menjamin kelangsungan pelayanan dan
operasi bisnis. Untuk meminimalkan dampak keuangan, XL mengasuransikan
risiko-risko terhadap aktiva tetapnya (properti), kerugian finansial akibat
gangguan bisnis dan risiko terkait lainnya.\
d) Risiko Kebocoran Pendapatan
Kebocoran pendapatan dapat muncul dari kesenjangan dalam proses dan aliran
data, inkonsistensi konfigurasi pada beberapa lingkungan sistem, tindakan
kecurangan dan manajemen perubahan yang tidak terkoordinasi/terencana.
Kebocoran-kebocoran ini dapat diatasi dan XL telah memperkuat jaminan
pendapatan dengan adanya departemen khusus untuk mengatasi risiko yang
melekat pada kebocoran pendapatan yang meliputi penggunaan alat-alat otomatis
dan kerangka kerja praktik terbaik. Sistem tersebut telah diterapkan di semua
proses terkait pendapatan dari sejak awal
penciptaan produk hingga penagihan. Perseroan mengevaluasi kematangan
implementasi jaminan
pendapatan untuk tetap update dengan tren terbaru dari praktik jaminan
pendapatan.
e) Risiko Politik
Risiko politik muncul dari volatilitas kondisi politikeksternal dan internal yang
mengakibatkan perubahan yang cepat pada kebijakan pemerintah yang berpotensi
berdampak negatif bagi Perseroan. Risiko tersebut mencakup ketidakstabilan
hubungan antara negara atau perdebatan/perselisihan antara partai politik. Risiko
ini dapat mengakibatkan dampak langsung dan tidak langsung terhadap kondisi
sosial dan menarik perhatian media pada umumnya, yang pada gilirannya dapat
mempengaruhi kegiatan operasional perusahaan. XL terus mendorong penerapan

tata kelola yang baik dan telah meluncurkan banyak program dan kegiatan
tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk kepentingan bangsa serta
mempromosikan hubungan yang sehat antar bangsa. Hal ini akan
membantu meningkatkan kesadaran semua pihak mengenai nilai-nilai kehidupan
bernegara dan saling bekerja sama untuk mencapai keseimbangan dan manfaat
bersama.
f) Risiko Perundang-undanganan
Peran produk hukum dan regulasi terkait telekomunikasi baik di tingkat nasional
dan internasional sangat penting dalam membentuk masa depan telekomunikasi
selular. Revisi regulasi yang ada, penambahan aturan baru dan implementasinya
diperkirakan akan terus berlanjut sejalan dengan pertumbuhan industri
telekomunikasi selular yang semakin kompleks dengan model bisnis baru dan
diversifikasi ke industri lain seperti perbankan. Untuk mengantisipasinya, XL
terus memantau Hukum, peraturan dan kebijakan regional yang berlaku dan terus
menjalin hubungan yang erat dengan para pemangku kepentingan, regulator dan
asosiasi telekomunikasi. Dengan demikian XL dapat ikut menyumbangkan saran
dan mengemukakan pandangannya terhadap suatu perubahan peraturan demi
memajukan industri telekomunikasi seluler, yang pada akhirnya akan memberikan
benefit bagi konsumen dan operator. XL juga terus menguji tingkat kepatuhannya
terhadap setiap peraturan dengan bantuan konsultan independen.