Anda di halaman 1dari 4

PUMPING TEST

Pumping test merupakan suatu uji pemompaan untuk mengetahui suatu


ekuiver MAT (muka air tanah) dan lain sebagainya. Sebuah uji pemompaan
adalah percobaan lapangan di mana sumur dipompa pada tingkat dan air tingkat
respon yang dikendalikan (drawdown) diukur dalam satu atau lebih sekitar sumur
observasi dan opsional dalam dipompa dengan baik (control juga) itu sendiri
Data respon dari tes memompa digunakan untuk memperkirakan sifat
hidrolik dari akuifer, mengevaluasi kinerja baik dan mengidentifikasi akuifer batas.
uji akuifer dan akuifer tes kinerja (APT) adalah sebutan alternatif untuk uji
pemompaan. Dalam teknik perminyakan, tes memompa disebut sebagai tes
penarikan.

Sumber : esrd.albareta.com

Gambar 1
Pumping Test

Prinsip pumping test melibatkan aplikasi tekanan buatan pada


akiferdengan mengekstraksi air tanah dari sumur pompa dan mengukur respon
daritekanan buatan tadi dengan memperhatikan tingkat penurunan muka air

dalamfungsi waktu dan kedalaman. Pengukuran tadi kemudian di korelasikan


denganpersamaan aliran sumur dan menghitung parameter hidrolik dari akifer.
tujuan dari uji pemompaan, seperti di tes akuifer, adalah untuk memperkirakan
sifat hidrolik dari sistem akuifer. Untuk akuifer dipompa, satu berusaha untuk
menentukan keterusan, konduktivitas hidrolik (horisontal dan vertikal) dan
storativity (koefisien penyimpanan).
Dalam sistem berlapis, satu juga menggunakan tes memompa untuk
memperkirakan sifat-sifat akitar (vertikal konduktivitas hidrolik dan penyimpanan
tertentu). Tes memompa dapat mengidentifikasi dan menemukan mengisi ulang
dan tidak ada aliran batas yang dapat membatasi tingkat lateral akuifer juga.
Pumping test dilakukan untuk mengetahui:

Berapa banyak air tanah dapat diekstraksi dari sumur berdasarkan

parameter waktu dan efisiensi sumur (debit pompa).


Mengetahui hydraulic properties dari akifer.
Efek spasi dari pumping test terhadap sumur (perbedaan ketinggian

kolomair).
Mengetahui ketinggian ideal dari pompa pada sumur.
Memberikan informasi kualitas air dan viabelnya dengan waktu
(pH,EC,TDS,Temperatur).

Data akifer yang dibutuhkan :

Lokasi akifer
Batas Akifer

Hydraulic Properties Observasi Lapangan :

Debit pompa
Kedalaman total
Diameter sumur
Tinggi dinding sumur diatas tanah
Ketinggian muka air awal
Waktu Pumping Test
Waktu Recovery

Transmisivitas
Transmisivitas (T) adalah volume air yang mengalir melalui daerah
penampang sebuah akuifer yang adalah x1 ft ketebalan akuifer (b), dalam
gradienhidrolik dari 1 ft / 1 ft dalam jumlah waktu tertentu (biasanya sehari). Jika

kitaberpikir tentang definisi kita tentang konduktivitas hidrolik, kita


dapatmenyimpulkan bahwa transmisivitas (T) sebenarnya sama dengan
konduktivitashidrolik (K) kali ketebalan akuifer (b). Atau dinotasikan sebagai T =
Kb.
Dapat disimpulkan transmisivitas yang dinyatakan sebagai ft2/day
karena jika T = Kb, maka T = (ft / hari.) (Ft / 1). Sulit untuk memahami perbedaan
antara"T" dan "K" ketika pertama kali diperkenalkan dengan Ketentuan Ini ilustrasi dibawah ini mudah-mudahan harus membawa semuanya bersamasama.
Penyimpanan Koefisien
Pemahaman tentang "T" atau transmisivitas. "S" digunakan
untuk mewakili koefisien penyimpanan dari sebuah akifer yang adalah volume air
yang dikeluarkan dari akuifer per 1 luas permukaan kaki per 1 perubahan kaki
dikepala. Perhatikan bahwa kita tidak berbicara tentang air yang mengalir melalui
suatu akifer, bukan kita mengacu kemampuan akifer untuk menyimpan air.
Secaramatematis, koefisien penyimpanan berdimensi sebagai persamaan di
bawah ini :Ukuran koefisien penyimpanan tergantung apakah akuifer yang
terkekangatau terbatas.
Berkenaan dengan sebuah kasus aquifer tertekan, air berasal
daripenyimpanan adalah relatif terhadap:
(1) ekspansi air sebagai akuifer adalahdepressurized (dipompa) dan,
(2) kompresi dari akuifer.
Dalam pengaturan kasusaquifer tertekan, beban di atas akuifer sebuah
didukung oleh kerangka batuanpadat dan tekanan hidrolik yang diberikan oleh air
(riwayat tekanan hidrolik sebagai mekanisme dukungan). Karena variabelvariabel, koefisien penyimpananakuifer paling terbatas berkisar 10-5 untuk 10-3
(0,00001-,001). Sebaliknya,dalam suasana akuifer bebas, sumber utama air
adalah dari drainase gravitasi danperluasan air dan pemadatan dari kerangka
batu diabaikan. Dengan demikian,koefisien penyimpanan untuk perkiraan nilai
hasil tertentu dan berkisar dari 0,1sampai 0,3
Adapun sasaran utamapelaksanaan ujii pemompaan ini adalah :
1.

Pengujian Akuifer ( Aquifer Test )


Pengujian akuifer atau lebih dikenal dengan metode long-termConstant

rate test dimaksudkan untuk pengukuran parameter yangArahnya horisontal

terhadap sumur uji, sehingga diperlukan beberapaSumur pengamat disekitar


sumur uji. dan pada uji akuifer ini biasanya Disertai pula dengan recovery test atau
uji kambuh, merupakan uji Pemulihan kedudukan muka airtanah setelah
dipompa.
2.

Pengujian sumur (Well test )


tujuannya untuk menetapkan kemampuan sumur dan tidak dibutuhkannya

pi!iometer didekatnya serta lebih sederhana daripada pengujian akuifer. "ji ini
lebih ditekankan pada perekaman data parameter sumur secara vertikal.
Dari debit dan muka air tanah yang diukur,dapatdiperoleh kapasitas jenis
(specific capacity ) sumur, yang dinyatakan oleh besarnya debit setiap satuan
penurunan dan dapatdiperoleh penurunan jenis ( specific drawdown ) yang
dinyatakan dengan besarnya penurunan setiap satuan debit.
Tujuan dilakukan nya pumping test yaitu untuk :
Kemampuan akuifer meluluskan dan menyimpan airtanah.
Evaluasi potensi airtanah pada suatu cekungan.
Mengetahui terdapatnya pembatas air tanah di bawah permukaaan dalam
eksploitasi airtanah (keekonomisan).
Kemampuan sumur jika diproduksi.
Menentukan jenis pompa yang sesuai dan biaya pemompaan
Istilah istilah yang ada pada pumping test :
MAT

: kedudukan muka air tanah di dalam sumur

Draw Down
Residual Draw Down

dalam keadaan tidak dipompa


: penurunan MAT selama pemompaan
: jarak MAT di dalam sumur dari MAT semula
setelah pompa dimatikan

Kambuh / Recovery

: besar kenaikan MAT setelah pompa di


hentikan.