Anda di halaman 1dari 11

ANATOMI FISIOLOGIS SISTEM ENDOKRIN

DISUSUN :
RISKA FADILAH
14121927 / 2B

DOSEN AKADEMIK
Ns. LENNI SASTRA, S. Kep, MSN

PROGRAM STUDI S 1 KEPERAWATAN


STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG
2016

ANATOMY DAN FISIOLOGI SYSTEM ENDOKRIN


Penyakit endokrin adalah penyakit yang pada umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan
dalam beberapa bagian dari sistem endokrin, yang terdiri dari kelenjar yang bertanggung jawab
untuk menciptakan dan mengatur hormon-hormon yang diperlukan untuk fungsi-fungsi tubuh
penting.
Berasal dari sel-sel epitel yang melakukan proliferasi kea rah pengikat sel epitel yang
telah berproliferasi dan membentuk sebuah kelenjer endokrin, tumbuh dan berkembang dalam
sebuah kapiler. Zat yang dihasilkan disebut hormone, diallirkan langsung kedalam darah. Dalam
keadaan fisiologis hormone mempunyai pengaturan sendiri hingga kadarnya selalu dlam keadaan
optimum untuk menjaga keseimbangan dalam organ yang berada dibawah pengaruhnya,
mekanisme pengaturan ini disebut sistim umpan balik negative.(H Syaifuddin, 2006)

Fungsi kalenjar endokrin


1. Menghasilkan hormon yang dialirkan dalam darah yang diperlukan oleh jaringan dalam
2.
3.
4.
5.
6.

tubuh tertentu
Mengontrol aktivitas kelenjar tubuh
Merangsang aktivitas kalenjar aktivitas
Merangsang pertumbuhan jaringan
Mengatur metabolisme , oksidasi, meningkatkan absorpsi glukosa pada usus halus
Memengaruhi metabolisme lemak, protein , hidratarang , vitamin, mineral, dan air. (H
Syaifuddin, 2006)

Kalenjar hipofise
Suatu Kalenjar endokrin yang terletak daerah tengkorak yang memegang peranan penting dalam
sekresi hormone dari semua organ-organ endokrin. Kalenjar hipofise ada dua macam yaitu .
1. Lobus anterior
Lobus anterior dapat menghasilkan sejumlah hormone yang bekerja sebagai zat pengendali
produksi semua organ endokrin yang lain
a. Hormon somatotropik
b. Hormon tirotropik
c. Hormon adrenokortikotropik
d. Hormon gonadotropik
e. Luteinizing hormone (LH)
Interstitial cell stimulating hormone (ICSH).

2. Lobus posterior
Lobus posterior disebut juga neurohipofise , mengeluarkan dua jenis hormon yaitu
1. Hormon antidiuretik
Hormon oksitoksin. (H Syaifuddin, 2006)

Fisiologi kalenjar hipofise


Fungsi hipofise dapat diatur oleh susunan saraf pusat melalui hipotalamus.
Pengaturan thalamus diatur oleh hormone dan sinyal saraf yang berasal dari hipotalamus ,
kecepatan sekresi hormone berbeda-beda. Berbagai hormone yang ada dalam darah dapat
menghambat dan mempercepat rangsangan dari hipotalamus. (H Syaifuddin, 2006)

Kalenjar tiroid
Terdiri dari dua lobus yang terletak disebelah kanan trakea, diikat oleh jaringan tiroid dan
yang melintasi trakea disebelah depan. Kalenjer tiroid dapat dapat memproduksi hormone
tiroksin , dan fungsi hormone tiroksin adalah mengatur pertukaran zat/metabolisme dalam
tubuh mengatur pertumbuhan jasmani dan rohani.
Struktur kalenjar terdiri atas sejumlah besar vesikel-vesikel yang dibatasi oleh epitelum
silinder, disatukan oleh jaringan ikat. Sel-selnya mengeluarkan sera, cairan yang bersifat
lekat yaitu koloid tiroid yang mengandung zat senyawa vodium dinamakan hormone tiroksin.
Hifopungsi menyebabkan penyakit kretinismusdan penyakit miksedema. Fungsi
kalenjar tiroid sangat erat dengan kegiatan metabolic dalam hal pengaturan susunan kimia
dan jaringan bekerja sebagai perangsang proses oksidasi mengtur penggunaan oksigen dan
mengatur pengeluaran karbon dioksida. (H Syaifuddin, 2006)

Fungsi kelenjar tiroid


1.
2.
3.
4.

Bekerja sebagai perangsang proses oksidasi


Mengatur penggunaan oksidasi
Mengatur pengeluaran karbon dioksida
Metabolik dalam hati pengaturan susunan kimia dalam jaringan
Pada anak memengaruhi perkembagan fisik dan mental (H Syaifuddin, 2006)

5.
Fisiologi kalenjar tiroid
Kalenjar menghasilkan hormone tiroksin yang memegang peranan penting dalam
mengatur metabolisme yang dihasilkannya, merangsang laju-laju sel dalam tubuh melakukan
oksidasi terhadap bahan makanan , memegang peranan penting dalam pengawasan
metabolisme secara keseluruhan. (H Syaifuddin, 2006)
Kelainan tiroid
1. Hipertrofi atau hyperplasia fungsional
a. Struma difosa toksik, hipermetabolisme karena jaringan tubuh dipengaruhi oleh
hormon tiroid yang berlebihan dalam darah
b. Struma difosa nontoksik
Tipe endemic : kekurangan yodium kronik, air minum kurang mengandung

yodium disebut gondok endemic.


Tipe sporadic : pembesaran difusi dan struma di daerah endemis. Penyebab
suatu stimulus yang tidak diketahui. (H Syaifuddin, 2006)

Efek T3 dan T4
Kalonergik
Meningkatkan komsumsi oksigen disemua jaringan kecuali otak, limpa, hipofisis

anterior , lestes, uterus, dan kalenjar linfe.


Bergantung pada banyak kotekolamin
Merangsang metabolisme zat dalam sel glikogenolisis metabolisme protein di

dalam sel hati dan lemak di dalam tulang dan otak


Meningkatkan produksi panas
Pertumbuhan dan perkembangan
Merangsang sekresi hormone pertumbuhan
Merperkuat efek hormon pertumbuhan
Memengaruhi sel-sel saraf , perkembangan mental pada balita dan janin. (H
Syaifuddin, 2006)

Fungsi hormone tiroid

a.
b.
c.
d.
e.
f.

Memengaruhi pertumbuhan pematangan jaringan tubuh dan energy


Mengatur kecepatan metabolisme tubuh dan reaksi metabolic
Menambah sintesis asam ribonukleat (RNA) metabolisme meningkat
Kesimbangan nitrogen negative dan sintesis protein menurun
Menambah produksi panas dan menyimpan energy
Absorpsi intestinal terhadap glukosa , toleransi glukosa yang abnormal sering

ditemukan pada hipertiroidisme


2. Hipotiroidisme
a. Kretinisme
b. Miksedema juvenile
c. Mikedema dewasa
3. Neoplasma ( tumor jinak)
4. Tumor ganas (tumor jinak). (H Syaifuddin, 2006)

Kalenjar paratiroid
Fungsinya yaitu untuk mengatur keseimbangan kalsium dalam darah. Kalenjar ini
terletak pada setiap sisi kalenjar tiroid yang terdapat dalam leher , kalenjar ini berjumlah
empat buah tersusun berpasangan yang menghasilkan hormone paratiroksin. (H Syaifuddin,
2006)

Efek kalenjar paratiroid


1. Meningkatkan reabsopsi kalsium dan dapat dari tulang ke darah
2. Meningkatkan reabsopsi kalsium dan fasfat ke usus halus
3. Meningkatkan ke reabsobsi kalsium dan mengaktifkan vit D (H Syaifuddin, 2006)

Hipoparatiroidisme
Terjadinya kekurangan kalsium dalam darah atau hipokalsemia mengakibatkan
keadaan yang disebut tetani. Dengan gejala khas kejang , khususnya pada tangan dan kaki
disebut korpopedal spasmus, gejala-gejala ini dapat diringankan dengan pemberian kalsium.
(H Syaifuddin, 2006)
Hiperparatiroidisme

Keseimbangan distribusi kalsium terganggu , kalsium dikeluarkan kembali dari tulang


dan dimasukkan kembali ke serum darah. Hiperfungsi paratiroid terjadi karena kalenjar
paratiroid memproduksi lebih banyak hormone paratiroksin dari biasanya. (H Syaifuddin,
2006)
Hiperparatiroidisme primer
a.
b.
c.
d.
e.

Berkurangnya kalsium dalam tulang timbul fraktur spontan


Kelainan traktus urinarius
Manifestasi dari sistem saraf sentral
Kelemahan neuromaskular
Manifestasi gastrointestinal. (H Syaifuddin, 2006)

Hiperparatiroidisme skunder
a. Gagal ginjal kronis
b. Kurang efektifnya PTH pada beberapa penyakit
Intoksikasi paratiroid akut
Jarang terjadi, karena menunjukkan gejala , pasien sangat lemah , mual, dan muntah.
Dan pada pemeriksaan kalsium dan postor serum sangat tinggi , pasien biasanya koma. (H
Syaifuddin, 2006)
Fisiologi kalenjar paratiroid
Diatur oleh kalenjar hipofase, hormone paratiroksin (HPT) adalah konsentrasi ion-ion
kalsiumyang terdapat dalam cairan ekstraseluler. (H Syaifuddin, 2006)
Fungsi kalenjar paratiroid
1.
2.
3.
4.

Memeliahara konsentrasi ion kalsium yang tetap dalam plasma


Mengontrol ekskresi kalsium dan fosfat melalui ginjal
Mempercepat absorbs kalsium di inteslin
Kalsium berkurang hormon paratiroid menstimulasi resopsi tulang sehingga

menambah kalsium dalam darah


5. Menstimulasi dan mentranspor kalsium dan fosfat melalui membrane sel. (H
Syaifuddin, 2006)

Fungsi ion kalsium

Penting dalam cairan intersel dan ekstrasel


Komponen utama dalam tulang
Penting dalam pembekuan darah dan sistem enzim
Penglepasan kalsium intersel untuk mengaktifkan sel dan kontraksi otot
Kalsium ekstrasel mengadakan perubahan hipokalsemia yang menimbulkan
epilepsi dan tetani. (H Syaifuddin, 2006)

Fungsi hormob kalsitonin

Meurunkan kadar kalsium dengan menghambat resorpsi tulang menekan

aktivitas osteoblas dan menghambat pertumbuhan tulang


Menghambat pelepasan kalsium dari tulang. Vitamin D merupakan
metabolisme, hormone stroid menambah absorbs kalsium. (H Syaifuddin,
2006)

Kalsium timus
Terletak didalam mediastinum dibelakng os sternum , kalenjar timus dijumpai pada
anak-anak dibawah 18 tahun. pada bayi baru lahir sangat kecil dan beratnya kira-kira 10
gram atau lebih sedikit . ukuranya bertambah pada masa remaja dari 30-40 gram kemudian
berkerut lagi. (H Syaifuddin, 2006)
Fisiologi kalenjar timus
Suatu sumber yang mempunyai kemampuan imunologis . sumber hormone timus
mempersiapkan proliferasi dan maturasi sel-sel yang mempunyai kemampuan potensi
imunologis dalam jaringan lain sehingga prtumbuhan meningkat masa bayi sampai remaja.
Fungsi hormon kalenjar timus

Mengaktifkan pertumbuhan badan


Mengurangi aktivitas kelenjar kelamin
(H Syaifuddin, 2006)

Kelainan kalenjar timus

Hiperplasi , terdapat limfoid folikel di dalam medulla , merupkan kelainan autoimun


yang memengaruhi neuromuscular sehingga mudah terserang penyakit dan daya imun
kurang. (H Syaifuddin, 2006)

Kalenjar suprarenalis/adrenal
Kalenjar suprarenalis jumlahnya ada 2, terdapat pada bagian atas dari ginjal kiri dan kanan ,
ukurannya berbeda-beda. Beratnya rata-rata 5-9 gram. Beberapa hormone penting yang disekresi
oleh korteks adrenal adalah hidrokortison, aldosteron, dan kortikosteron.
Hipofungsi menyebabkan penyakit Addison. Hiperfungsi adalah kelainan yang
timbul akibat hiperfungsi mirip dengan tumor suprarenal bagian korteks dengan gejala pada
wanita bisa terjadi gangguan pertumbuhan seks sekunder. (H Syaifuddin, 2006)

Fungsi kalenjar suprarenalis

Mengatur keseimbangan air elektrolit dan garam-garam


Mengatur/memengaruhi metabolisme lemak, hidrat arang dan protein
Memengaruhi aktivitas jaringan limfoid (H Syaifuddin, 2006)

Kalenjar pienalis
Kalenjar pienalis (epifise) terdapat didalam otak (ventrikel) berbentuk kecil merah seperti
sebuah cemara , fungsinya belum diketahui dengan jelas . kalenjar ini menghasilkan sekresi
interna dalam membantu pancreas dan kalenjar kelamin.
Fisiologi kalenjar pienalis, mekanisme kerja insulin
a.
b.
c.
d.
e.

Meningkatkan transport glukosa dalam sel/jaingan tubuh


Meningkatkan transport asam amino kedalam sel
Meningkatkan sintesis protein di otak dan hati
Menghambat kerja hormon yang sensitif terhadap lipase dan meningkatkan sintesis lipid
Meningkatkan pengambilan kalsium dari cairan sekresi

(H Syaifuddin, 2006)

Kalenjar pankreatika
Kalenjar ini terdapat dibelkang lambung di depan vertebra lumbalis I dan II terdiri
dari sel-sel alfa dan beta . hormone yang diberikan untuk pengobaatan diabetes , insulin
merupakan sebuah protein yang dapat turut di cerna oleh enzim-enzim pencernaan protein.
(H Syaifuddin, 2006)
Efek insulin pada metabolisme lemak adalah memengaruhi lemak jangka panjang.
Kekurangan insulin dapat menyebabkan arteiosklerosis, serangan jantung, stroke, dan
penyakit vaskuler lainnya. Kekurangan insulin dapat meyebabkan diabetes militus ,
mengakibatkan glukosa tertahan diluar sel (cairan ekstraseluler). (H Syaifuddin, 2006)
Kalenjar kelamin
Kalenjar estis terdapat pada pria, terletak pada skrotum dan menghasilkan hormone
testosterone. Fungsi hormone testosterone menentukan sifat kejantanan , misalnya ada
jenggot, kumis, jakun dan lain-lain, menghasilkan sel mani (spermatozoid) , serta mengontrol
pekerjaan seks sekunder pada laki-laki. (H Syaifuddin, 2006)
Fisiologi kelenjar testis
Fungsi endokrin testis:
a. Testis janin dapat turun pada trimester ke 3 kehamilan , minggu ke 6-8 maksimum ke 1118 yang menghasilkan testosterone.
b. Pada (janin, testosterone diperlukan untuk diferensiasi genitalia internal dan eksternal
laki-laki.
c. Pada pria dewasa untuk perkembangan dan mempertahankan cirri-ciri seks sekunder pria
serta spermatogenesis aktif setelah remaja (pubertas).
(H Syaifuddin, 2006)

Endokrinologi kehamilan

pada kehamilan, korpus luteum akan dipertahankan oleh hormone chorion gonadotropin
(HCG) sampai 2 bulan kehamilan. Selanjutnya fungsi korpus luteum diambil oleh
plasenta. (H Syaifuddin, 2006)
a. Estrogen: kadarnya meningkat, dibentuk oleh sel-sel trofoblast plasenta. Plasenta
tidak memiliki enzim hidroksilase yang mengubah progesterone menjadi estrogen
sehingga diperlukan dehidroergotaminandrosteron (DHEA) yang dibentuk oleh janin
menjadi estrogen yang berfungsi untuk meningkatkan aliran darah ke plasenta.
b. Progesterone: dihasilkan oleh korpus luteum, pada kehamilan dihasilkan oleh sel-sel
trofoblast plasenta.fungsinya menjadi miometrium dalam keadaan istirahat,
mencegah reaksi imunologik antigen asing.
c. HCG: kosentrasi mnecapai puncak pada minggu ke-10 dan menurun paling rendah
pada minggu ke-19-20 kehamilan. Fugnsinya mengatur produksi endrogen pada
janin dan membentuk korpus luteum menstruasi menjadi korpus luteum kehamilan.
(H Syaifuddin, 2006)

Daftar pustaka
Syaifuddin. 2006. Anatomi Fisiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta: EGC
Evelyn C. Pearce. 2013. Anatomi Dan Fisiologi Untuk Paramedis. Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Umum.