Anda di halaman 1dari 2

BAB 3.

METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian true
experiment dengan rancangan penelitian posttest only control
group design, menggunakan ekstrak polifenol dari kulit kakao
dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 0,5%, 1% dan 2%.
3.2 Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia dan Biokimia
Hasil Pertanian dan Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknologi
Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember.
3.3 Variabel Penelitian
3.3.1 Variabel Bebas
Variabel bebas dari penelitian ini adalah konsentrasi
polifenol kulit buah kakao.
3.3.2 Variabel Kontrol
Variabel kontrol dari penelitian ini adalah bahan dasar yang
digunakan untuk membuat hand and body lotion pada setiap
sampel adalah alkohol 70%.
3.3.3 Variabel Terikat
Variabel terikat dari penelitian ini adalah perbandingan
sifat fisik (kekentaan, tekstur, daya serap, masa simpan) dan
sifat organoleptik.
3.4 Bahan dan Alat Penelitian
3.4.1 Bahan
Pada penelitian ini menggunakan bahan kulit buah kakao
jenis lindak (Forastero) asal Banjarsari kabupaten Jember, aseton,
dan etanol 70%. Komposisi fasa minyaknya terdiri dari Cethyl
alcohol 482 g, Stearic acid 125 g, Paraffin oil 723 g, Em. Delta
964 g, Nipagin 48 g, Nipasol 24 dan BHT 4 g. sedangkan fase air
terdiri dari Gliserin 602 g, TEA 42g, Sorbitol 361 g, TiO2 g,
Akuades 20,238 g, Fragrance 60 g dan rumput laut 1205 g
(4,8%).
3.4.2 Alat
Peralatan pokok yang digunakan untuk membuat paket
hand body lotion terdiri dari mixer yang dilengkapi pengaturan
suhu, timbangan digital, blender dan pengaduk.
.
3.5 Prosedur Penelitian

3.5.1 Pengolahan Sampel


Buah kakao yang diambil yang sudah masak, ditandai
dengan mulai menguningnya buah pada saat dipetik. Sebelum
dilakukan pengolahan, buah yang sudah dipetik dibiarkan dahulu
selama kurang lebih 5 hari untuk memudahkan lepasnya biji dari
kulit buahnya. Sebagian kulit buah kakao dalam bentuk segar
ditumbuk kasar menggunakan lumpang batu.
3.5.2 Ekstraksi Polifenol dari Kulit Kakao secara Maserasi
Sampel kulit buah kakao 1 kg diremaserasi sebanyak 3 kali
menggunakan Aseton : air (7:3) dan etanol 70% dengan
perbandingan sampel-pelarut (1:2).
3.5.3 Pembuatan Hand Body Lotion
Pembuatan Hand Body Lotion dilakukan melalui empat tapan yaitu
pembuatan fase air, pembuatan fase minyak, pencampuran fase minyak dan fase
air dan penambahan bahan lokal berupa ekstrak polifenol kulit kakao. Pembuatan
fase air dengan cara mencampurkan bahan-bahan pembuat fasa air pada wadah
berupa tabung yang terbuat dari stainless steel dilengkapi dengan pengaduk dan
pengaturan suhu. Suhu pencampuran diatur secara perlahan-lahan dan dibuat
konstan pada suhu 70oC. Pembuatan fasa minyak dilakukan dengan
mencampurkan bahan-bahan pembuat fasa minyak juga menggunakan wadah
yang dilengkapi dengan pengaduk dan pengaturan suhu. Suhu pencampuran
dinaikkan secara perlahan-lahan dan dibuat konstan pada suhu 70oC. Pada saat
fasa air dan fase minyak sama-sama mencapai suhu 70oC, langkah selanjutnya
mencampurkan kedua fasa tersebut dengan cara menambahkan fasa minyak
sedikit demi sedikit ke dalam fasa air sambil tetap dilakukan pengadukan.
Penambahan bahan lokal berupa ekstrak polifenol kulit kakao dilakukan kira kira
setelah 5 menit proses pencampuran antara fasa minyak dengan fasa air. Proses
pencampuran ini tetap berlangsung pada suhu 70oC sambil dilakukan
pengadukan.
3.5.4