Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

Nilai praktikum

GKP 0301 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS 1 (DASAR)


Laboratorium Sistem Informasi Geografis
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada

ACARA 3B: INPUT DATA II (LIVE DIGITATION)


KELOMPOK HARI: JUMAT
KEN PRASOJO

PUKUL: 13.00 15.00


15/382372/GE/08142

ASISTEN:
1.
2.
3.
4.

Akbar Nandatama
Intansania N
Satrio Dwi Utomo
Kurniawan Budi S

A. JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT DENGAN SINGKAT DAN JELAS


SESUAI YANG ANDA PEROLEH DARI KEGIATAN PRAKTIKUM!
1. Jelaskan hal-hal yang mempengaruhi akurasi input data spasial melalui live
digitation! [10]
1. Ketelitian alat (GPS)
Umumnya GPS receiver yang dipakai merupakan GPS yang ditujukan untuk
kebutuhan publik sehingga tingkat ketelitian berkisar antara 1-20 meter, dimana
untuk ketelitian 1 meter sudah dianggap bagus. Ada juga GPS yang ditujukan untuk
keperluan administrative dan atau komersil yang biasanya lebih mahal dari segi alat
dan sewa sistemnya contohnya untuk patok-patok titik tinggi yang biasanya
digunakan Badan Pertanahan Nasional. Selain itu GPS yang paling akurat adalah
yang ditujukan untuk kepentingan militer. Untuk ketelitian alat GPS biasanya
dipengaruhi oleh

Gangguan sinyal

Dapat disebabkan oleh keberadaan pohon, bangunan, maupun pengukuran di dalam


ruangan sehingga menghalangi sinyal GPS yang dapat masuk ke receiver. Gangguan
lainnya disebabkan oleh atmosfer terutama pada lapisan Troposfer dan Ionosfer yang
Laporan Praktikum GKP 0301 Sistem Informasi Geografis 1 (Dasar)ver 1 2016 I

-1

mampu melemahkan, memantulkan, membelokkan sinyal

Jumlah sinyal satelit yang dapat diterima

Semakin banyak sinyal satelit yang dapat masuk maka ketelitian akan lebih akurat
dimana satelit tersebut berfungsi sebagai titik acuan atau referensi,

Fitur alat

Beberapa fitur lebih membantu dalam ketelitian,misalnya pada aplikasi GPS di


Smartphone yang menggunakan teknologi A-BTS sehingga proses pengiriman sinyal
satelit dan penerimaanya lebih mudah dan kuat
2. Proses input data yang salah
Kesalahan dalam memasukkan data koordinat suatu objek seperti koordinat objek
tertukar, tidak memperhatikan keakuratan data (koordinat dibulatkan), dan kesalahan
lainnya
2. Bagaimana hubungan kondisi atmosfer terhadap penerimaan sinyal GPS? [10]
Atmosfer terdiri dari campuran gas, partikel, ion yang membentuk suatu lapisan
udara. Lapisan udara yang paling mempengaruhi sinyal GPS adalah pada Troposfer
dan Ionosfer. Pada Troposfer, terjadi berbagai peristiwa cuaca seperti hujan, kabut,
embun, dll. Karena sinyal GPS yang berupa gelombang elektromagnetik sama
seperti cahaya matahari, maka peristiwa cuaca yang ada di lapisan ini juga
mempengaruhi perjalanan sinyal, misalnya sinyal tersebut dipantulkan oleh awan,
diserap oleh atmosfer, dibelokkan dan lainnya.
Kemudian pada lapisan ionosfer yang mana terdapat banyak sekali ion dan molekul
bebas yang selanjutnya dibagi menjadi 3 lapisan:
Lapisan D, terjadi penurunan kekuatan penetrasi sinyal karena, adanya ionsisasi
sinar matahari terutama pada siang hari yang membuat molekul dan ion saling
bergerak dan bertabrakan yang kemudian memaksa untuk menyerap kekuatan energy
dari sinyal GPS tersebut.
Lapisan E, bersifat hanya dapat mereflesikan panjang gelombang yang berfrekuensi
rendah,

sedangkan

untuk

yang

berfrekuensi

lebih

tinggi

maka

akan

diserap/arbsorbsi.
Lapisan F, Lapisan inilah yang sebenarnya memfasilitasi gelombang elektromagnetik
khususnya gelombang radio untuk dapat menjangkau jarak yang sangat jauh, hanya
saja lapisan ini hanya muncul pada malam hari, meskipun juga ada sebagian lapisan
tipis yang ada pada siang hari (lapisan F2)
3. Sebutkan kelebihan, kekurangan dan manfaat penerapan live digitation dari metode
input data on-screen digitizing! [10]
Laporan Praktikum GKP 0301 Sistem Informasi Geografis 1 (Dasar)ver 1 2016 I

-2

Kelebihan:
Ketelitian lebih tinggi dan akurat.
Data yang diinput sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Mendapatkan data yang sebelumya tidak pernah ada.
Kekurangan:
Tingkat ketelitian sangat bergantung pada tinggkat ketelitian alat dan juga

ada tidaknya gangguan


Bergantung pada bentuk objek terutama dalam menentukan titik plotting,
misalnya untuk mencari luasan suatu gedung harus sesuai dengan bagian

pojok dari atap bangunan.


Harus ke lapangan, tidak efisien dari segi waktu, tenaga, dan biaya
Tidak semua tempat dapat diplotting, hanya titik sampel saja (terbatas pada

objek yang diplotting)


Manfaat:
Untuk mencari atau mendapatkan suatu data baru dari suatu daerah yang

sebelumnya tidak memiliki data sama sekali


Digunakan untuk memperbaharui data/informasi yang sudah lama (updating)

4. Jelaskan prinsip penentuan posisi menggunakan smartphone!Apa saja yang perlu


diperhatikan dalam plottingnya ? Jelaskan pula mengenai jumlah satelit yang
terdeteksi dalam smartphone anda dan kaitannya dengan plotting koordinat yang
anda lakukan![15]
Prinsipnya yaitu smartphone berperan sebagai receiver sinyal satelit GPS sama
seperti GPS handle hanya saja, jika pada GPS sinyal satelit langsung diterima,
sedangkan pada Smartphone sinyal satelit disalurkan terlebih dahulu ke Base
Transceiver Station (BTS) baru kemudian ke smartphone. BTS ini letaknya lebih
banyak dan menjangkau smartphone. Fungsi dari BTS ini sebenarnya memperkuat
sinyal satelit yang dipancarkan, karena untuk smartphone itu sendiri memiliki
tingkat kemampuan menerima sinyal yang lebih rendah dibanding GPS handle.
Hal yang perlu diperhatikan dalam plotting:
Posisi plotting (di ruang terbuka, atau bebas dari pohon dan gedung)
Sistem koordinat yang digunakan
Proses pencatatan dari titik koordinat yang disimpan
Ketelitian yang diperlukan (seteliti mungkin), dalam hal ini plotting harus
diam dan membutuhkan waktu lebih lama agar stabil
Koneksi data (harus terhubung internet)
Pengaruh jumlah satelit
Satelit untuk GPS berjumlah 24 (yang selalu aktif) dimana semuanya tersebar merata
di seluruh bagian bumi anggapannya 12 di belahan bumi utara dan sisanya di selatan.
Prinsip kerja GPS itu sendiri bekerja sebagai titik acuan atau referensi, jadi dimana
Laporan Praktikum GKP 0301 Sistem Informasi Geografis 1 (Dasar)ver 1 2016 I

-3

posisi suatu titik dari satelit. Karena itulah, ketika semakin banyak sinyal satelit yang
ditangkap maka semakin banyak posisi relatif objek dari tiap satelit yang kemudian
disatukan membentuk suatu titik pasti yang lebih akurat sehingga semakin banyak
sinyal satelit yang dapat diterima semakin tinggi ketelitiannya, begitu juga waktu
penungguan ketelitian membutuhkan waktu yang lebih cepat

B. HASIL PRAKTIKUM
1. Gambarkan diagram alir proses live digitation! [10]

Laporan Praktikum GKP 0301 Sistem Informasi Geografis 1 (Dasar)ver 1 2016 I

-4

2. Screen capture hasil koordinatlive digitationpada mobile topographer dan format


penulisannya dalam proses konversi ke bentuk shapefile menggunakan metode
generate dan XYZ! [10]
Contohnya untuk yang area
Laporan Praktikum GKP 0301 Sistem Informasi Geografis 1 (Dasar)ver 1 2016 I

-5

Metode XYZ

Metode Generate

Garis

Metode XYZ
Laporan Praktikum GKP 0301 Sistem Informasi Geografis 1 (Dasar)ver 1 2016 I

-6

Metode generate

Titik

Metode XYZ

Metode generate

3. Tampilkan screen capture shapefilehasil live digitation? [10]

Laporan Praktikum GKP 0301 Sistem Informasi Geografis 1 (Dasar)ver 1 2016 I

-7

4. Apakah perbedaan jenis GPS dapat mempengaruhi keakuratan hasil input data?
Jelaskan sesuai dengan akurasi terkecil sampai yang terbesar! [10]
Tergantung,
Jika jenis GPS berdasarkan tujuan berbeda (public, komersial/pemerintah, militer)
maka tiap alatnya memiliki ketelitian yang berbeda dimana untuk kepentingan
militer sangat akurat (kurang dari 5 cm), untuk kepentingan komersial atau
pemerintahan antara 5-20 cm (biasanya menggunakan kompas geodetic), sedangkan
untuk public berkisar berada diantara 1 hingga 20 meter dimana rata-rata hanya
sebatas 3-5.
Namun jika antara GPS public dengan GPS public lainnya (hanya beda merk) maka
ketelitian tidak berpengaruh, yang berpengaruh hanya fitur yang dimiliki oleh tiap
alat karena semuanya tetap akan memiliki ketelitian antara 1- 20 meter (umumnya
satu atau kurang sedikit sudah yang paling akurat). Fitur-fitur itulah yang membuat
beberapa perbedaan terutama dalam menangkap sinyal GPS, menjaga kestabilan
sinyal dan kemampuan untuk menjalankan fungsi-fungsi lainnya misalnya tracking.
Pada smartphone dilengkapi dengan fitur A BTS yang membantu menguatkan sinyal
dan penerimaan dalam sinyal GPS itu sendiri sehingga jenis kecepatan paket data
(4G/ 3G), kualitas smartphone (RAM, prosesor) akan mempengeruhi tingkat
kecepatan dalam menangkap sinyal GPS.
5. Jelaskan terkait akurasi vertikal yang diperoleh dari GPS terkait datum! [10]
Datum yang dimaksud yaitu garis imajiner yang terbentuk karena bentuk bumi yang
tidak beraturan antara titik tinggi dan titik rendahnya / cekung dan cembung ( geoid).
Laporan Praktikum GKP 0301 Sistem Informasi Geografis 1 (Dasar)ver 1 2016 I

-8

Untuk mengatasi hal tersebut maka dibuat garis rata-rata dari perbedaan ketinggian
dan kedalaman tempat dengan titik pusat yang tidak tepat di pusat bumi melainkan
sedikit digeser agar bentuk garis mengikuti kenampakan di suatu tempat sehingga
datum ini memiliki banyak jenis bergantung pada lokasinya, misalnya untuk
Indonesia menggunakan dataum WGS 84, namun dibeberapa negara lain tidak tentu
sama datum yang dipakai. Contoh datum lainnya yaitu NAD83, GDA94. Datum ini
disebut datum geodetic atau datum ellipsoid atau datum spheroidal. Ketinggian
objek diukur dari tinggi datum ellipsoid didaerah tersebut dan juga ketinggian
permukaan laut. Untuk ketinggian berdasar datum, nilainya dapat bernilai negative
meskipun terletak diatas laut, karena acuan pengukuran tinggi yang berbeda

6. Jelaskan format dan konsep penulisan koordinat titik, garis dan area dalam proses
konversi yang dilakukan menggunakan notepad! Hal-hal apa saja yang dapat
mengakibatkan proses konversi gagal dan tidak dapat terbaca sebagai bentuk
shapefile ? [5]
Format penulisan dibuat berdasarkan 3 komponen utama, yaitu titik X, Y dan Z
Titik X menunjukkan bujur, titik Y menunjukkan lintang dan titik Z menunjukkan
Laporan Praktikum GKP 0301 Sistem Informasi Geografis 1 (Dasar)ver 1 2016 I

-9

akurasi vertical/tinggi objek dari permukaan laut atau datum.


Untuk titik, penulisan dibuat hanya dalam satu baris dengan format X Y Z dimana
tiap pergantian posisi diberi spasi. Untuk menunjukkan ketelitian yang akurat, tanda
koma diganti oleh tanda titik.
Untuk garis, terdapat dua baris, baris pertama menunjukkan titik awal dan baris
kedua menunjukkan titik terakhir, format penulisannya sama dengan titik. Nantinya
dari kedua titik tersebut akan terbentuk sebuah garis.
Untuk area, jumlah baris mengikuti bentuk dari luasan objek, jika objek berbentuk
persegi 4, maka ada empat baris ditambah satu baris lagi yang memiliki nilai sama
dengan baris pertama, maksudnya disini adalah antara titik awal sebuah bidang
tersebut nantinya akan saling terhubung dengan titik selanjutnya dan akan berkakhir
di titik awal sehingga garis yang terbentuk menutup menjadi sebuah polygon
tertutup.

Laporan Praktikum GKP 0301 Sistem Informasi Geografis 1 (Dasar)ver 1 2016 I

-10