Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH RUMAH TANGGA KONSUMEN 02.

09 tugas kuliah No comments


Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook
RUMAH TANGGA KONSUMEN Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi FKIP Disusun oleh : BUDI WAHYUDIN
2107110005 NANI HERYANI 2107110030 TINDA YELIANDA 2107110132
EPI EPENDI 2107110006 TRI YANTI 2107110086 ERNI HENDARYANI
2107110067 MARITA WIDIASTUTI 2107110021 PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH CIAMIS 2012 ABSTRAK Rumah
tangga konsumen (2012) Rumah tangga keluarga adalah pelaku ekonomi yang
terdiri atas ayah, ibu, anak, dan anggota keluarga lainnya. Rumah tangga keluarga
adalah pemilik berbagai faktor produksi, antara lain : tenaga kerja dan barang
barang modal. Faktor faktor produksi terseut akan ditawarkan kepada
perusahaan, sehingga rumah tangga memperoleh penghasilan. Konsumsi adalah
suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan nilai guna
suatubarang dan jasa dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sedangkan
konsumen adalah orang yang mengkonsumsi barang dan jasa hasil produksi untuk
memenuhi kebutuhannya. Rumah tangga konsumen adalah pelaku ekonomi yang
terdiri atas ayah, ibu, anak, dan anggota keluarga lainnya. Rumah tangga keluarga
termasuk kelompok pelaku ekonomi yang cakupan wilayahnya paling kecil.
Rumah tangga keluarga adalah pemilik berbagai faktor produksi. Faktor-faktor
produksi yang terdapat pada rumah tangga keluarga antara lain tenaga kerja,
tenaga usahawan, barang-barang modal, kekayaan alam, dan harta tetap (seperti
tanah dan bangunan). Faktor-faktor produksi yang disediakan oleh rumah tangga
keluarga akan ditawarkan kepada sektor perusahaan. Misalnya setiap orang tua
bekerja. Mereka disebut pelaku produksi. Karena mereka telah memberikan
tenaga mereka untuk membantu menghasilkan barang atau jasa. Pada saat rumah
tangga keluarga bekerja, mereka akan memperoleh penghasilan. i i Keyword:
pelaku ekonomi, rumah tangga konsumen KATA PENGANTAR Puji dan syukur
alhamdulillah, saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta hidayah-Nya dan Inayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan
makalah ini. Dengan terselesaikannya tugas makalah ini saya mengucapkan
terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan
makalah ini. Saya menyadari bahwa dalam penyusunan ini, masih banyak terdapat
kekeliruan, seperti pepatah tak ada gading yang tak retak, saya akan sangat
berlapang dada dan berbesar hati menerima saran dan kritik yang sifatnya
membangun, bermanfaat bagi kelanjutan pembuatan makalah yang selanjutnya.
Ciamis,
Maret
2012
Penyusun
ii
DAFTAR
ISI
ABSTRAK.......................................................................................................
i
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 1 1.1
Latar Belakang............................................................................ 1 1.2 Rumusan
Masalah.....................................................................
2
1.3
Tujuan ......................................................................................... 2 BAB II
KAJIAN PUSTAKA........................................................................... 3 2.1 Ilmu
Ekonomi............................................................................. 3 2.2 Jenis-Jenis Ilmu
Ekonomi ...................................................... 5 2.3 Pelaku Ekonomi dalam Sebuah

Perekonomian..................
6
BAB
III
PEMBAHASAN................................................................................
11
3.1
Konsumsi dalam perekonomian............................................ 11 3.2 Teori Perilaku
Konsumen........................................................
15
3.3
Rumah
Tangga
Konsumen .................................................... 17 3.4 Kegiatan Ekonomi
Konsumen
................................................
18
BAB
IV
PENUTUP........................................................................................
21
4.1
Kesimpulan
.................................................................................
21
4.2
Saran............................................................................................. 22 DAFTAR
PUSTAKA...................................................................................... 23 iii BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap negara mempunyai permasalahan
ekonomi dan setiap negara mempunyai cara tersendiri dalam mengatasinya. Ada
negara yang dengan tegas menentukan bahwa pemerintah yang harus mengatasi
setiap masalah ekonomi, dan pemerintahlah pula yang mengatur semua kegiatan
ekonomi. Sebaliknya ada negara yang berpendapat bahwa dalam mengatasi setiap
masalah ekonomi dan mengatur semua kegiatan ekonomi diserahkan pada pihak
swasta. Selain itu ada juga negara yang mencari jalan tengah antara keduanya.
Dalam melakukan aktivitas ekonomi, setiap rumahtangga tidak hanya melakukan
aktivitas konsumsi dan produksi secara parsial, namun melakukan kedua aktivitas
tersebut secara simultan. Namun demikian, memang ada anggota rumahtangga
secara individual melakukan aktivitas secara parsial, terutama aktivitas konsumsi.
Anggota rumahtangga yang hanya melakukan aktivitas konsumsi pada umumnya
adalah anggota rumahtangga yang belum atau sudah tidak produktif lagi, seperti:
anak-anak berusia di bawah lima tahun, anak-anak yang masih sekolah dan orang
jompo. Dalam kenyataannya, cakupan rumahtangga sebagai satu kesatuan, tidak
ada rumahtangga yang melakukan aktivitas secara parsial, dengan kata lain
aktivitas produksi dan konsumsi dilakukan secara simultan. 1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka dapat dirumuskan
masalah yaitu : 1. Apa yang dimaksud dengan pelaku ekonomi? 2. Bagaimana
rumah tangga konsumen dilihat dari segi perekonomian? 1.3 Tujuan Tujuan
penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui jenis pelaku ekonomi dan rumah
tangga dari konsumen jika dilihat dari segi perekonomian. BAB II KAJIAN
PUSTAKA 2.1 Ilmu Ekonomi Istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani
oikonomia, yaitu gabungan kata oikos-nomos. Oikos berarti rumah tangga,
sedangkan nomos berarti aturan. Oikonomia mengandung arti aturan yang berlaku
untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam suatu rumah tangga. Secara istilah, ilmu
ekonomi yaitu ilmu yang mempelajari berbagai tindakan manusia dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan
yang terbatas. Berdasarkan ruang lingkupnya, ilmu ekonomi terbagi dalam kedua
kajian yakni Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro. Adapun pengertiannya yaitu
sebagai berikut : a. Ekonomi Mikro Ekonomi Mikro adalah bagian dari ilmu
ekonomi yang menganalisa bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan
perekonomian (dalam lingkup kecil) seperti harga, biaya produksi, perilaku
produsen, perilaku konsumen, permintaan, penawaran, teori produksi, elastisitas,
dan lain-lain. Ekonomi mikro mempelajari bagaimana rumah tangga individual
atau perusahaan pengambil keputusan dan melakukuan interaksi di pasar tertentu.
Contohnya seperti bagaimana harga suatu barang terbentuk? Bagaimana
menentukan harga? Bagaimana memproduksi untuk mencapai tingkat paling

efisien? Bagaimana perusahaan memperoleh laba maksimum? Bagaimana


konsumen memperoleh kepuasan maksimum? b. Ekonomi Makro Ekonomi
Makro adalah bagian dari ilmu ekonomi yang menganalisis kegiatan
perekonomian secara keseluruhan (dalam lingkup luas) seperti inflasi, pendapatan
nasional, kesempatan kerja, pengangguran, kebijakan fiskal, kebijakan moneter,
neraca pembayaran, investasi, dan lain-lain. Ekonomi Makro mengkaji fenomena
perekonomian secara menyeluruh atau luas. Contoh : inflasi, pengangguran,
pendapatan nasional, kesempatan kerja, pengangguran, kebijakan fiskal, kebijakan
moneter, neraca, pembayaran, investasi, dan pertumbuhan ekonomi. Kedua kajian
tersebut pada dasarnya adalah menjelaskan mekanisme dari kegiatan ekonomi. 2.2
Jenis-Jenis Ilmu Ekonomi Adapun jenis-jenis analisis ilmu ekonomi yaitu sebagai
berikut : a. Teori Ekonomi (Analysa Economic), yakni ilmu yang menerangkan
hubungan peristiwa-peristiwa ekonomi kemudian merumuskan hubunganhubungan itu dalam suatu hokum ekonomi. Contoh : Hukum Permintaan (Jika
harga suatu barang naik maka jumlah barang yang diminta akan berkurang. Jika
harga barang turun maka jumlah barang yang diminta akan bertambah), Hukum
Penawaran (Jika harga barang naik maka jumlah yang ditawarkan akan
bertambah. Jika harga barang turun maka jumlah yang ditawarkan akan
berkurang), Teori Produksi, dan lain-lain. b. Ekonomi Deskriptif (Descriptive
Economics), yakni ilmu yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari
wujud dalam perekonomian. Contohnya seperti keadaan petani di Jawa Tengah,
inflasi yang meningkat pada tahun 1998, dan lain-lain. c. Ekonomi terapan
(Aplied Economics), yakni ilmu ekonomi yang mengkaji tentang kebijakankebijakan yang perlu dilaksanakan dalam mengatasi masalah-masalah ekonomi.
Contoh : Ekonomi Moneter, Ekonomi Koperasi, Ekonomi Perusahaan, dan lainlain. Pada intinya, ilmu ekonomi adalah ilmu yang mengakui realitas kelangkaan
lalu memikirkan cara mengorganisasikan masyarakat dalam suatu acara yang
menghasilkan pemanfaatan sumber daya ekonomi yang paling efisien. Disinilah
ilmu ekonomi memberikan kontribusinya (sumbangan) yang unik. Pengkajian
ilmu ekonomi dilakukan dalam dua tingkatan. Pertama, pengkajian berdasarkan
keputusan rumah tangga individual dan perusahaan. Dapat dikaji interaksi rumah
tangga individual dan perusahaan di pasar untuk barang dan jasa tertentu. Kedua,
dapat dikaji operasi perekonomian secara menyeluruh yang merupakan kumpulan
dari semua pengambil keputusan di semua pasar. Setiap hari kita melakukan
pemilihan atau menentukan skala prioritas karena kebutuhan tak terbatas,
sedangkan sumber daya yang tersedia sangat terbatas. Konsep pemilihan ini
merupakan perilaku mendasar dari konsumen. Konsep dasar perilaku konsumen
menyatakan bahwa konsumen selalu berusaha untuk mencapai utilitas (utility)
maksimal dalam pemakaian barang yang dikonsumsinya. Kegunaan (utility)
adalah derajat seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat memuaskan
kebutuhan seseorang. Kegunaan atau nilai guna suatu barang dapat didasarkan
dalam hal berikut ini. 1. Nilai guna total (total utility) adlaah kepuasan total yang
dinikmati oleh konsumen dalam mengonsumsi sejumlah barang atau jasa tertentu
secara keseluruhan. 2. Nilai guna maksimal (marginal utility) adlaah tambahan
kepuasan yang dinikmati oleh konsumen dari setiap tambahan barang atau jasa
yang dikonsumsinya. 3. Nilai guna yang semakin menurun (diminishing return)
atau pemenuhan secara vertical yaitu nilai guna yang diperoleh konsumen untuk
setiap tambah konsumsi yang dilakukan pada mulanya meningkat, tetapi sampai

pada titik tertentu akan mengalami penurunan. Menurut Herman Henrich Gossen
(1818-1859) ekonomi Jerman yang dikenal dengan Hukum Gossen I (Hukum
kegunaan marginal yang menurun) yang bunyinya : jika pemenuhan kebutuhan
akan suatu jenis barang dilakukan secara terus-menerus, maka rasa nikmatnya
mula-mula akan tinggi, namun semakin lama kenikmatan tersebut semakin
menurun sampai akhir mencapai batas jenuh. 4. Nilai guna yang sama atau
pemenuhan secara horizontal dikenal dengan Hukum Gossen II yang menyatakan
bahwa konsumen akan melakukan konsumsi sedemikian rupa sehingga nilai guna
marginal setiap barang dan jasa yang dikonsumsi akan sama, artinya unit terakhir
dari masing-masing produk yang dikonsumsi memiliki nilai sama. 2.3 Pelaku
Ekonomi dalam Sebuah Perekonomian Setiap orang dalam memenuhi
kebutuhannya, akan melakukan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi yang
dilakukan oleh setiap pelaku ekonomi berbeda-beda . Pelaku ekonomi merupakan
pihak-pihak yang melakukan kegiatan ekonomi. Secara garis besar, pelaku
ekonomi dapat dikelompokkan menjadi lima pelaku, yaitu rumah tangga,
perusahaan, koperasi, masyarakat, dan negara. Setiap pelaku ekonomi ada yang
berperan sebagai produsen, konsumen, atau distributor. Namun, kegiatan ekonomi
yang kompleks itu melibatkan rumah tangga, perusahaan, pemerintah dan
masyarakat luar negeri. Sistem ekonomi kerakyatan sendi utamanya adalah UUD
1945 pasal 33 ayat (1), (2), dan (3). Bentuk usaha yang sesuai dengan ayat (1)
adalah koperasi, dan bentuk usaha yang sesuai dengan ayat (2) dan (3) adalah
perusahaan negara. Adapun dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi
hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh di
tangan seorang. Hal itu berarti perusahaan swasta juga mempunyai andil di
dalam sistem perekonomian Indonesia. Dengan demikian terdapat tiga pelaku
utama yang menjadi kekuatan sistem perekonomian di Indonesia, yaitu
perusahaan negara (pemerintah), perusahaan swasta, dan koperasi. Ketiga pelaku
ekonomi tersebut akan menjalankan kegiatan-kegiatan ekonomi dalam sistem
ekonomi kerakyatan. Sebuah sistem ekonomi akan berjalan dengan baik jika
pelaku-pelakunya dapat saling bekerja sama dengan baik pula dalam mencapai
tujuannya. Dengan demikian sikap saling mendukung di antara pelaku ekonomi
sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan. a. Rumah
Tangga Adalah sebuah kesatuan yang terdiri atas suami, isteri, anak atau anggota
keluarga lain yang merupakan anggota masyarakat dan potensial alam: sumber
modal, sumber faktor produksi, sumber penghasilan. Sebagai pelaku ekonomi,
rumah tangga merupakan pengguna barang atau jasa serta sumber factor produksi
modal dan tenaga kerja yang memerlukan adanya sumber dana berupa pendapatan
atau penghasilan. Rumah tangga akan memperoleh penghasilan berupa bunga.
Atau, bila dana dari rumah tangga ditanamkan langsung dalam bentuk pendirian
perusahaan maka rumah tangga akan memperoleh penghasilan berupa laba atau
deviden. b. Perusahaan Adalah organisasi yang bergerak di segala bidang bisnis.
Perusahaan merupakan salah satu pelaku ekonomi yang sangat potensial. Ada tida
unsure dalam perusahaan : Pengusaha adalah orang yang mengelola sendiri
perusahaannya dan siap menanggung resiko rugi-laba, sedangkan manajemen
kemampuan memanfaatkan orang lain dengan segala kemampuan dan aktifitasnya
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Perusahaan adalah tempat
organisasi factor-faktor produksi untuk menghasilkan barang atau jasa yang
bermutu untuk mendapatkan keuntungan. Badan usaha adalah lembaga hukum

organisasi factor-faktor produksi untuk menghasilkan keuntungan. c. Pemerintah


Fungsi utama pemerintah adalah mengendalikan perekonomian untuk mencapai
tujuan ekonomi tertentu. Untuk mencapai tujuan tersebut pemerintah
menggunakan kebijakan fiscal, kabijakan moneter, kebijakan tingkat kurs dan
kebijakan pendapatan. Berbagai kebijakan itu secara nyata meningkatkan produksi
masyarakat melalui penyediaan prasarana produksi umum, peningkatan gairah
produksi melalui pajak dan subsidi dan pengawasan terhadap jumlah uang yang
beredar melalui bank sentral. d. Masyarakat luar negeri Adalah negara-negara
yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam kerjasama ekonomi
dengan suatu negara tertentu. Kehidupan perekonomian suatu Negara tidak selalu
dapat dipenuhi atau didukung secara domestic. Keterkaitan perekonomian
domestic dengan perekonomian luar negeri tampak jelas dalam krisis ekonomi
yang terjadi secara beruntun. Krisis ekonomi di Indonesia salah satunya diatasi
dengan meningkatkan ekspor. Hubungan dengan masyarakat luar negeri dapat
dikelompokkan ke dalam tiga hal yaitu hubungan ekspor-impor, hubungan
regional dan hubungan internasional. BAB III PEMBAHASAN 3.1 Konsumsi
dalam perekonomian Rumah tangga adalah pangkal tindakan ekonomi, segala
kegiatan dalam rumah tangga lebih dipusatkan pada pemuasan kebutuhan anggota
keluarga, baik kebutuhan saat ini maupun kebutuhan masa depan. Dengan kata
lain, rumah tangga bertindak menurut prinsip ekonomi. Rumah tangga konsumsi
adalah rumah tangga yang hanya bertujuan menggunakan kekayaan atau
penghasilan untuk mengkonsumsi barang. Konsumsi adalah suatu kegiatan yang
bertujuan mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatubarang dan jasa dalam
rangka untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sedangkan konsumen adalah orang
yang mengkonsumsi barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi
kebutuhannya. Ciri-ciri barang konsumsi a. Barang konsumsi untuk
mempeorlehnya diperlukan pengorbanan (barang ekonomi) b. Barang konsumsi
dikerjakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia c. Manfaat nilai atau
jumlah barang yang digunakan tersebut akan habis sekaligus atau berangsurangsur. Benda atau barang konsumsi dapat dibedakan sebagai berikut a. Barang
yang habis dalam sekali pemakaian, misalnya makanan, minuman, dan obatobatan. b. Barang yang pemakaiannya berulang-ulang atau dalam waktu relative
lama, misalnya pakaian, sepatu dan tas. Tujuan kegiatan konsumsi a. Mengurangi
nilai guna suatu barang dan jasa secara bertahap. b. Menghabiskan atau
mengurangi nilai guna suatu barang sekaligus. c. Memuaskan kebutuhan jasmani
dan rohani Barang dan jasa mempunyai nilai guna atau manfaat apabila
dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan manusia. a. Nilai pakai, yaitu
kemampuan suatu barang untuk dipakai dalam memenuhi kebutuhan manusia.
Nilai pakai dapat dibedakan sebagai berikut. 1) Nilai pakai subjektif, yaitu nilai
yang diberikan oleh seseorang terhadap suatu barang karena barang tersebut dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Misalnya cangkul bagi petani,
gergaji bagi tukang kayu. 2) Nilai pakai objektif, yaitu kemampuan suatu barang
secara umum untuk dipakai dalam memenuhi kebutuhan manusia, misal : pakaian,
rumah, dan sepeda. b. Nilai tukar yaitu kemampuan suatu barang untuk dapat
ditukarkan dengan barang atau jasa lain. Nilai tukar dapat dibedakan antara lain
sebagai berikut. 1) Nilai tukar subjetif, yaitu nilai tukar suatu barang menurut
sudut pandang pemiliknya, misal beras ditukar dengan apel. 2) Nilai tukar
objektif, yaitu nilai tukar suatu barang yang berlaku secara umum berdasarkan

barnag itu sendiri, misal sepeda motor dan televise. Saat ini keberadaan keluarga
dan rumah tangga sangat mempengaruhi pola dan perilaku konsumen seseorang.
Hal ini didasarkan pada gaya hidup keluarga maupun rumah tangga tersebut.
Semakin tinggi derajat dari keluarga tersebut, maka makin tinggi pula tingkat
perilaku konsumen mereka. Sebagai contoh, jika dalam suatu keluarga dan rumah
tangga merasa memerlukan atau membutuhkan mobil ataupun motor untuk
keperluan transportasi , serta memerlukan fasilitas-fasilitas elektronik maupun
furniture, dan mereka memiliki kemampuan untuk membeli kebutuhan tersebut
maka mereka akan membelinya. Dan sebaliknya, jika keluarga dan rumah tangga
memiliki berbagai kebutuhan, tetapi tidak diimbangi oleh kemampuan untuk
membelinya, maka mereka akan memilih atau memprioritaskan kebutuhan mereka
yang lebih penting. Keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang
paling penting dalam masyarakat, dan telah diteliti secara eksensif. Para pemasar
tertarik dengan peran dan pengaruh relatif dari suami istri, dan anak-anak dalam
pembelian berbagai macam produk dan jasa. Peran dan pengaruh ini akan sangat
bervariasi di negara-negara dan kelas-kelas sosial yang berbeda. Studi tentang
keluarga dan hubungan mereka dengan pembelian dan konsumsi adalah penting,
tetapi kerap diabaikan dalam analisis perilaku konsumen. Pentingnya keluarga
timbul karena dua alasan : a. Banyak produk yang dibeli oleh konsumen ganda
yang bertindak sebagai unit keluarga. Rumah adalah contoh produk yang dibeli
oleh kedua pasangan, mungkin dengan melibatkan anak, kakek-nenek, atau
anggota lain dari keluarga besar. Mobil biasanya dibeli oleh keluarga, dengan
kedua pasangan dan kerap anak remaja mereka terlibat dalam berbagai tahap
keputusan. Bentuk favorit dari kegiatan waktu senggang bagi banyak keluarga
adalah berkunjung ke pusat perbelanjaan setempat. Kunjungan tersebut kerap
melibatkan banyak anggota keluarga yang membeli berbagai barang rumah
tangga, busana, dan bahan makanan. b. Ketika pembelian dibuat oleh individu,
keputusan pembelian individu bersangkutan mungkin sangat dipengaruhi oleh
anggota lain.dalam keluarganya. Orang yang bertanggung jawab untuk pembelian
dan persiapan makanan keluarga mungkin bertindak sebagai individu di pasar
swalayan, tetapi dipengaruhi oleh preferensi dan kekuasaan anggota lain dalam
keluarga. Konsumen tersebut mungkin menyukai makanan dan kegiatan waktu
senggang yang sama, dan mengemudikan merek mobil yang sama dengan anggota
yang lain dalam keluarga. Pengaruh keluarga dalam keputusan konsumen tersebut
benar-benar meresap. 3.2 Teori Perilaku Konsumen Setiap hari kita melakukan
pemilihan atau menentukan skala prioritas karena kebutuhan tak terbatas,
sedangkan sumber daya yang tersedia sangat terbatas. Konsep pemilihan ini
merupakan perilaku mendasar dari konsumen. Konsep dasar perilaku konsumen
menyatakan bahwa konsumen selalu berusaha untuk mencapai utilitas (utility)
maksimal dalam pemakaian barang yang dikonsumsinya. Kegunaan (utility)
adalah derajat seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat memuaskan
kebutuhan seseorang. Kegunaan atau nilai guna suatu barang dapat didasarkan
dalam hal berikut ini. 1. Nilai guna total (total utility) adlaah kepuasan total yang
dinikmati oleh konsumen dalam mengonsumsi sejumlah barang atau jasa tertentu
secara keseluruhan. 2. Nilai guna maksimal (marginal utility) adlaah tambahan
kepuasan yang dinikmati oleh konsumen dari setiap tambahan barang atau jasa
yang dikonsumsinya. 3. Nilai guna yang semakin menurun (diminishing return)
atau pemenuhan secara vertical yaitu nilai guna yang diperoleh konsumen untuk

setiap tambah konsumsi yang dilakukan pada mulanya meningkat, tetapi sampai
pada titik tertentu akan mengalami penurunan. Menurut Herman Henrich Gossen
(1818-1859) ekonomi Jerman yang dikenal dengan Hukum Gossen I (Hukum
kegunaan marginal yang menurun) yang bunyinya : jika pemenuhan kebutuhan
akan suatu jenis barang dilakukan secara terus-menerus, maka rasa nikmatnya
mula-mula akan tinggi, namun semakin lama kenikmatan tersebut semakin
menurun sampai akhir mencapai batas jenuh. 4. Nilai guna yang sama atau
pemenuhan secara horizontal dikenal dengan Hukum Gossen II yang menyatakan
bahwa konsumen akan melakukan konsumsi sedemikian rupa sehingga nilai guna
marginal setiap barang dan jasa yang dikonsumsi akan sama, artinya unit terakhir
dari masing-masing produk yang dikonsumsi memiliki nilai sama. 3.3 Rumah
Tangga Konsumen Rumah tangga konsumen adalah pelaku ekonomi yang terdiri
atas ayah, ibu, anak, dan anggota keluarga lainnya. Rumah tangga keluarga
termasuk kelompok pelaku ekonomi yang cakupan wilayahnya paling kecil.
Rumah tangga keluarga adalah pemilik berbagai faktor produksi. Faktor-faktor
produksi yang terdapat pada rumah tangga keluarga antara lain tenaga kerja,
tenaga usahawan, barang-barang modal, kekayaan alam, dan harta tetap (seperti
tanah dan bangunan). Faktor-faktor produksi yang disediakan oleh rumah tangga
keluarga akan ditawarkan kepada sektor perusahaan. Misalnya setiap orang tua
bekerja. Mereka disebut pelaku produksi. Karena mereka telah memberikan
tenaga mereka untuk membantu menghasilkan barang atau jasa. Pada saat rumah
tangga keluarga bekerja, mereka akan memperoleh penghasilan. Penghasilan yang
diperoleh rumah tangga keluarga dapat berasal dari usaha-usaha berikut ini. a.
Usaha sendiri, misalnya dengan melakukan usaha pertanian, berdagang, industri
rumah tangga, penyelenggaraan jasa, membuka toko kelontong, dan sebagainya.
Penghasilan yang diperoleh dari usaha sendiri berupa keuntungan. b. Bekerja pada
pihak lain, misalnya dengan menjadi karyawan perusahaan atau pabrik, pegawai
negeri sipil, dan sebagainya. Orang yang bekerja pada orang lain akan
memperoleh upah atau gaji. c. Menyewakan faktor-faktor produksi, seperti
menyewakan rumah, tanah, dan sebagainya. Penghasilan yang diperoleh dari
menyewakan faktor-faktor produksi adalah uang sewa. Penghasilan-penghasilan
yang diperoleh rumah tangga keluarga tersebut dapat digunakan untuk dua tujuan,
yaitu membeli barang atau jasa dan ditabung. 3.4 Kegiatan Ekonomi Konsumen
Jumlah pembelian rumah tangga ke atas barang dan jasa yang dilakukan untuk
memenuhi kebutuhannya. Dalam penghitungan pendapatan nasional data yang
dikumpulkan adalah jumlah perbelanjaan yang dilakukan dalam satu tahun.
Pendapatan yang diterima rumah tangga akan digunakan untuk membeli makanan,
membeli pakaian, membiayai jasa pengangkutan, membayar pendidikan anak,
membayar sewa rumah dan membeli kendaraan. Barang-barang tersebut dibeli
rumah tangga untuk memenuhi kebutuhannya, dan perbelanjaan tersebut
dinamakan konsumsi, yaitu membeli barang dan jasa untuk memuaskan keinginan
memiliki dan menggunakan barang tersebut. Tidak semua transaksi yang
dilakukan oleh rumah tangga digolongkan sebagai konsumsi (rumah tangga).
Kegiatan rumah tangga untuk membeli rumah digolongkan sebagai investasi.
Seterusnya, sebagian pengeluaan mereka, seperti membayar asuransi dan
mengirim uang kepada orang tua (atau anak yang sedang bersekolah) tidak
digolongkan sebagai konsumsi karena ia tidak merupakan perbelanjaan terhadap
barang atau jasa yang dihasilkan dalam perekonomian. a. Membeli berbagai

Barang atau Jasa (Konsumsi) Pada rumah tangga keluarga yang masih rendah
taraf perkembangannya, sebagian besar pendapatannya tersebut digunakan untuk
konsumsi, seperti membeli makanan, minuman, pakaian, dan kebutuhan seharihari lainnya. Namun untuk rumah tangga keluarga yang mempunyai taraf
perkembangan yang lebih maju, penghasilan yang diperolehnya tidak hanya untuk
konsumsi barang kebutuhan sehari-hari, tetapi digunakan juga untuk konsumsi
yang lebih tinggi seperti untuk pendidikan, perumahan, dan rekreasi. Kegiatan
konsumsi yang dilakukan oleh rumah tangga keluarga menunjukkan bahwa rumah
tangga keluarga mempunyai peran sebagai konsumen. Oleh karena itulah, rumah
tangga keluarga disebut sebagai pelaku konsumsi. Kegiatan konsumsi yang
dilakukan oleh setiap rumah tangga keluarga berbeda-beda. Perbedaan-perbedaan
tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini. 1) Kebiasaan hidup 2)
Jumlah anggota keluarga 3) Status social 4) Lingkungan 5) Pendapatan b .
Disimpan/Ditabung Sisa penghasilan yang digunakan untuk konsumsi dapat
disimpan atau ditabung. Kegiatan menabung dilakukan untuk memperoleh
dividen (bunga). Di samping itu kegiatan menabung dapat berfungsi sebagai
cadangan dalam menghadapi berbagai kemungkinan buruk di masa depan. BAB
IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Rumah tangga adalah pangkal tindakan ekonomi,
segala kegiatan dalam rumah tangga lebih dipusatkan pada pemuasan kebutuhan
anggota keluarga, baik kebutuhan saat ini maupun kebutuhan masa depan. Dengan
kata lain, rumah tangga bertindak menurut prinsip ekonomi. Rumah tangga
konsumsi adalah rumah tangga yang hanya bertujuan menggunakan kekayaan atau
penghasilan untuk mengkonsumsi barang. Konsumsi adalah suatu kegiatan yang
bertujuan mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatubarang dan jasa dalam
rangka untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sedangkan konsumen adalah orang
yang mengkonsumsi barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi
kebutuhannya. Jumlah pembelian rumah tangga ke atas barang dan jasa yang
dilakukan untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam penghitungan pendapatan
nasional data yang dikumpulkan adalah jumlah perbelanjaan yang dilakukan
dalam satu tahun. Pendapatan yang diterima rumah tangga akan digunakan untuk
membeli makanan, membeli pakaian, membiayai jasa pengangkutan, membayar
pendidikan anak, membayar sewa rumah dan membeli kendaraan. Barang-barang
tersebut dibeli rumah tangga untuk memenuhi kebutuhannya, dan perbelanjaan
tersebut dinamakan konsumsi, yaitu membeli barang dan jasa untuk memuaskan
keinginan memiliki dan menggunakan barang tersebut. Tidak semua transaksi
yang dilakukan oleh rumah tangga digolongkan sebagai konsumsi (rumah tangga).
Kegiatan rumah tangga untuk membeli rumah digolongkan sebagai investasi.
Seterusnya, sebagian pengeluaan mereka, seperti membayar asuransi dan
mengirim uang kepada orang tua (atau anak yang sedang bersekolah) tidak
digolongkan sebagai konsumsi karena ia tidak merupakan perbelanjaan terhadap
barang atau jasa yang dihasilkan dalam perekonomian. 4.2 Saran Untuk dapat
memperlancar semua kegiatan ekonomi dari pemerintahan, maka diperlukan
kontribusi yang lebih baik dari semua pelaku ekonomi yang ada dalam sebuah
perekonomian, sehingga akan terbentuk sebuah rumah tangga pemerintahan yang
lebih baik. DAFTAR PUSTAKA Herlambang, Tedy dkk. Ekonomi Makro: Teori,
Ekonomi dan Kebijakan. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta : 2001 Sukirno,
Sadono. 2004. Makroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef