Anda di halaman 1dari 1

Mahda Via

141411131193
Kesimpulan
Menggunakan pelarut sodium bisulfate secara in situ harus dilakukan dengan hati-hati dan ada
banyak pertimbangan dalam perlakuannya, memerlukan uji oral. Disamping itu, keberadaan
bintang laut ini berdampak pada kerusakan jaringan local dan bersifat konstan. Dengan
menggunakan konsentrasi tinggi (140 gram/L) dalam 60 mL solution sea star. Sifat sodium
bisulfate adalah dapat menguraikan bangkai-bangkai hewan, memiliki konsentrasi oksigen yang
besar, dan dapat menghindari korosi air laut dan menjaga resirkulasi air garam pada tanaman laut
dan desalisasi.
Proses injeksi atau single Injection menggunakan media TCBS dan variasi protein berkonsentrasi
rendah, diduga dapat membunuh Acanthaster planci secara efektif, karena dapat mengontrol
populasi koral. Diperkirakan bahan oxbile dan peptone paling berpengaruh terhadap tingkat
mortalitas bintang laut yang disuntikkan. Bahan-bahan yang ditambahkan dalam medium TCBS,
antara lain peptone, protease protein, dan peptone lainnya serta yeast. Stelah 8 jam bintang laut
tersebut diinjeksi, terjadi sekresi mucus, kehilangan berat badan(tekanan turgor besar) dan pada
rentan waktu 48 jam bintang laut Acanthaster planci mengalami kematian atau mengalami
mekanisme apoptosis. Konsentarsi yang ditambahkan pun bervariasi, yaitu 5-10 g/L. Adapun
tanda-tanda dari reaksi klinis yang diamati setelah bintang laut diinjeksi adalah (1) hiperaktivitas,
(2) produksi lendir, (3) kehilangan turgor dan pembengkakan, (4) anyaman dan hilangnya Duri,
(5) nekrosis /lecet / luka / organ terkena dan (6) waktu kematian. Untuk ikan yang memakan sisasisa bangkai A. planci, risiko sekunder
racun atau penyakit rendah. pencernaan dan sistem kekebalan tubuh
akan membantu untuk menghentikan toksisitas pada jaringan yang tersisa dengan menurunkan
jaringan dan konsentrasi garam empedu pada pembuatan medium TCBS.
Signifikasi
Dengan mempertimbangkan potensi yang diharapkan dari metode yang dilakukan dalam
mengeliminasi spesies bintang laut Acanthaster planci yang menganggu populasi coral, adapun
tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menetapkan dosis minimum oxbile, pepton dan TCBS
yang akan andal dan komprehensif membunuh A. planci; dan (2) mengeksplorasi kemungkinan
efek samping terkait dengan penggunaan bahan kimia ini, pengujian untuk bukti penyakit atau
gangguan kesehatan pada organisme terumbu karang lainnya
(Mis, karang, ikan, dan echinodermata lainnya) yang memakan atau berada di
kontak dekat dengan spesi Acanthaster planci.