Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

KONSEP TEGANGAN PERMUKAAN PADA FLUIDA

OLEH
AULI ROBBI HIDAYATI
201310410311167

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2013
1

DAFTAR ISI

Kata
pengantar..3
Pendahuluan
4
Pengertian
fluida4
Tujuan
.4
Rumusan
Masalah..4

Pembahasan
..5
Tegangan permukaan pada kawat yang di
bengkokkan5
Tegangan permukaan zat cair dalam pipa
kapiler.6

Penerapan konsep tegangan permukaan pada


fluida7
Penutup
8
Kesimpulan
.8
Saran
8

Daftar
Pustaka.9

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
hidayah kepada kita semua, sehingga berkat Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah
Konsep Tegangan Permukaan pada fluida
`

Dalam penyusunan makalah ini, penulis tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih

pada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini sehinggga
penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Dan tidak lupa juga kami ucapkan terima
kasih kepada Ibu Arina Swastika Maulita S.Farm.Apt. yang telah membimbing kami. Dalam
penyusunan makalah ini penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis
sendiri maupun kepada pembaca umumnya dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Pengertian Fluida
Fluida diartikan sebagai suatu zat yang dapat mengalir. Istilah fluida mencakup zat cair
dan gas karena zat cair seperti air atau zat gas seperti udara dapat mengalir. Zat padat seperti batu
dan besi tidak dapat mengalir sehingga tidak bisa digolongkan dalam fluida. Air, minyak
pelumas, dan susu merupakan contoh zat cair. Semua zat cair itu dapat dikelompokan ke dalam
fluida karena sifatnya yang dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain. Selain zat cair,
zat gas juga termasuk fluida. Zat gas juga dapat mengalir dari satu satu tempat ke tempat lain.
Hembusan angin merupakan contoh udara yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Fluida merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Setiap hari
manusia menghirupnya, meminumnya, terapung atau tenggelam di dalamnya. Setiap hari
pesawat udara terbang melaluinya dan kapal laut mengapung di atasnya. Demikian juga kapal
selam dapat mengapung atau melayang di dalamnya. Air yang diminum dan udara yang dihirup
juga bersirkulasi di dalam tubuh manusia setiap saat meskipun sering tidak disadari.
Fluida dibagi menjadi dua bagian yakni fluida statis (fluida diam) dan fluida dinamis
(fluida bergerak). Fluida statis ditinjau ketika fluida yang sedang diam atau berada dalam
keadaan setimbang. Fluida dinamis ditinjau ketika fluida ketika sedang dalam keadaan bergerak).
Fluida statis erat kaitannya dengan hidraustatika dan tekanan. Hidraustatika merupakan
ilmu yang mempelajari tentang gaya maupun tekanan di dalam zat cair yang diam. Sedangkan
tekanan didefinisikan sebagai gaya normal per satuan luas permukaan.

1.2. Tujuan
1.2.1. Mengetahui penerapan konsep tegangan permukaan pada fuida
1.2.2. mengethui ilmuan-ilmuan yang menemukan teori tentang fluida
1.2.3. menemukan konsep fluida pada kehidupan sehari-hari
1.3. Rumusan Masalah
1.3.1. Bagaimanakah konsep penerapan fluida pada kehidupan sehari-hari?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Pengertian Tegangan Permukaan
Gaya tarik-menarik antarmolekul zat cair tidak hanya menimbulkan gaya kohesi dan gaya
adhesi saja, tetapi juga dapat menimbulkan tegangan permukaan. Tegangan permukaan adalah
kecenderungan permukaan zat cair untuk meregang sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh
suatu lapisan elastis. Molekul-molekul yang berada pada lapisan ini selalu berusaha memperkecil
luas permukaannya. Tegangan permukaan didefinisikan sebagai perbandingan antara gaya
tegangan permukaan dan panjang permukaan.

Keterangan:
: tegangan pemukaan (N/m)
F : gaya tegangan permukaan (N)
l: panjang permukaan (m)
Besarnya tegangan permukaan suatu zat cair dipengaruhi oleh keadaan permukaan zat cair,
misalnya suhu. Semakin tinggi suhu zat cair semakin kecil tegangan permukaannya. Hal inilah
yang menyebabkan baju yang dicuci dengan air hangat lebih mudah dibersihkan daripada baju
6

yang dicuci dengan air dingin. Berikut ini merupakan contoh tegangan permukaan pada beberapa
benda.
2.1.1. Tegangan Permukaan pada Kawat yang Dibengkokkan
Sebuah kawat yang dibengkokkan apabila diletakkan di atas permukaan zat cair tidak selalu
tenggelam. Kawat tersebut dapat mengambang di atas permukaan zat cair karena adanya gaya
tegangan permukaan zat cair. Gaya yang digunakan untuk menahan kawat supaya kawat dalam
keadaan setimbang adalah:

Untuk menambah luas tersebut perlu dilakukan usaha dari luar sebesar W = F. s.
2.1.2. Tegangan Permukaan Zat Cair dalam Pipa Kapiler
Tegangan permukaan zat cair pada pipa kapiler dipengaruhi oleh adhesi dan kohesi. Adhesi
menyebabkan zat cair yang dekat dengan dinding naik. Sedangkan kohesi menyebabkan zat cair
yang ada di tengah ikut naik. Naiknya zat cair dalam pipa diimbangi oleh berat air itu sendiri.
Jika gaya yang menarik ke atas 2 r cos dan berat air r2 g y, besar tegangan permukaan
zat cair dalam pipa kapiler adalah sebagai berikut. Fatas = W

Keterangan:
r : massa jenis zat cair (kg/m3)
g : percepatan gravitasi (m/s2)
y : ketinggian zat cair (m)
r : jari-jari pipa kapiler (m)

: sudut kontraversi

BAB III
PENERAPAN KONSEP TEGANGAN PERMUKAAN PADA FLUIDA
Pernahkah Anda memerhatikan bentuk cairan obat yang keluar dari penetes obat atau bentuk
raksa yang diteteskan di permukaan meja? Jika anda perhatikan, tetesan cairan obat yang keluar
dari alat penetesnya berbentuk bola-bola kecil. Demikian juga dengan bentuk air raksa yang
diteteskan di permukaan meja. Tetesan zat cair atau fluida cenderung untuk memperkecil luas
permukaannya. Hal tersebut terjadi karena adanya tegangan permukaan. Contoh tegangan
permukaan yang lain dapat Anda lihat jika Anda memasukkan sebuah gelang kawat yang
dipasang benang ke dalam larutan sabun. Setelah dimasukkan ke dalam larutan sabun, pada
gelang kawat akan terdapat selaput tipis. Jika bagian tengah jerat benang ditusuk hingga pecah
akan terlihat jerat benang yang pada mulanya berbentuk tidak beraturan, berubah menjadi
berbentuk lingkaran. Membentuk lingkaran, menunjukkan bahwa permukaan zat cair dapat
dianggap berada dalam keadaan tegang sehingga zat-zat pada kedua sisi garis saling tarikmenarik.
Tegangan permukaan ( ) di dalam selaput didefinisikan sebagai perbandingan antara gaya
permukaan dan panjang permukaan yang tegak lurus

BAB IV
PENUTUP
4.1. KESIMPULAN
Jadi dapat kita simpulkan bahwa fluida merupakan salah satu aspek yang penting dalam
kehidupan sehari-hari. Setiap hari manusia menghirupnya, meminumnya, terapung atau
tenggelam di dalamnya misalnya suhu. Semakin tinggi suhu zat cair semakin kecil tegangan
permukaannya. Hal inilah yang menyebabkan baju yang dicuci dengan air hangat lebih mudah
dibersihkan daripada baju yang dicuci dengan air dingin. Karena besarnya tegangan permukaan
suatu zat cair dipengaruhi oleh keadaan permukaan zat cair, dan tegangan permukaan
dipengaruhi oleh gaya adhesi dan kohesi.
4.2. SARAN

Diharapkan pembaca dapat memberikan saran yang membangun untuk berkembangnya makalah
ini.

DAFTAR PUSTAKA
www.google.com
http://deteksiphysics.wordpress.com
http://www.gobookee.org

10