Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

FLUIDA FISIKA

Disusun Oleh :
Nama : RAHMA AULIA PANGESTIKA
KELAS : FARMASI D
NIM : 201310410311182

MUHAMMADIYAH
MALANG

UNIVERSITAS

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nyalah
sehinnga saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Pada makalah ini penulis sengaja mengangkat judul tentang Fluida , dengan tujuan untuk
mengetahui sampai sejauh mana agar pembaca dapat mengetahui lebih mendalam tentang pendidikan
Fisika di jurusan farmasian di negeri ini.
Besar harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya
miliki sangat kurang. Oleh karena itu saya mengharapkan kepada pembaca untuk memberikan
masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Dalam pembuatan makalah ini saya mengucapkan banyak terima kasih kepada :semua pihak
yang telah memberikan dukungan sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.
Semoga

makalah

ini

dapat

memberikan

sumbangan

yang

positif

bagi

dunia

pendidikan,khususnya di Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhamadiyah


Malang .
.

Malang, 16 Oktober 2013

Rahma Aulia Pangestika

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.......1
KATA PENGANTAR.2
DAFTAR ISI....3
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah...4
B. Rumusan Masalah.............4
C. Tujuan Masalah.4
BAB II : PEMBAHASAN
A.Definisi Fluida.5
B. Tekanan.....................................................................................6
C. Fluida satatis..7
D. Mekanika fluida..........................8
E. Aliran fluida..8
F. konsep dasar...9
G.Tekanan dalam fluida9
H. Fluida elektro-reologi..11
I. Fluida bermagnet..11
J.Fluida bermagnet reologi11
BAB IV : PENUTUP
A. kesimpulan......12
B.. Saran................12
DAFTAR PUSTAKA...............13

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Aliran fluida yang melingkupi sebuah benda secara penuh akan menimbulkan tegangan pada
benda tersebut, baik tegangan normal maupun tegangan geser. Tegangan normal disebabkan karena
adanya tekanan dari fluida, sedangkan tegangan geser timbul akibat adanya viskositas fluida. Jika kita
tinjau pada aliran dua dimensi, aliran yang mengalir secara horizontal akan menimbulkan gaya drag
atau gaya hambat karena arah dari gaya ini berlawanan dengan arah aliran, sedangkan aliran yang
mengalir secara vertikal menimbulkan gaya lift atau gaya angkat. Gaya drag sering dianggap
mengganggu, tetapi dalam situasi tertentu gaya drag justru diharapkan. Aplikasi gaya lift dapat dilihat
pada penggunaan pesawat terbang dan mobil balap. Pada pesawat terbang gaya lift yang diharapkan
adalah gaya lift positif, artinya gaya angkat positif. Sedangkan pada aplikasi mobil balap, gaya lift
yang diharapkan adalah gaya lift negatif agar mobil tetap melaju di atas tanah.
B. Rumusan Masalah :
1.
2.
3.
4.
5.

Apa yang dimaksud dengan fluida ?


Jelaskan pembagian fluida ?
Jelaskan aliran fluida ?
Jelaskan fluida bermagnet ?
Jelaskan konsep dasar fluida ?

C. Tujuan Masalah :
1.
2.
3.
4.
5.

Agar pembaca dapat mengetahui tentang fluida


Agar pembaca dapat mengetahui pembagian fluida
Agar pembaca dapat mengetahui fluida bermagnet
Agar pembaca dapat mengetahui aliran fluida
Agar pembaca dapat mengatahui konsep dasar fluida

BAB III
PEMBAHASAN

A. DEFINISI FLUIDA
Yang kita maksud dengan fluida disini adalah suatu bentuk materi yang mudah
mengalir misalnya zat cair dan gas. Sifat kemudahan mengalir dan kemampuan
untuk

menyesuaikan

dengan

tempatnya

berada

merupakan

aspek

yang

membedakan fluida dengan zat benda tegar. Meskipun demikian hukum-hukum


yang berlaku pada dua sistem ini tidak berbeda. Pada bagian ini kita akan
meninjau fluida dalam keadaan tidak mengalir, contohnya air di dalam suatu
wadah atau air di danau/waduk. Aspek pertama yang kita dapati ketika kita
berada dalam suatu fluida (zat cair) yaitu tekanan. Kita merasakan ada tekanan
pada tubuh kita yang berada di dalam zat cair.

Fluida ini dapat kita bagi menjadi dua bagian yakni:


1. Fluida statis
2. Fluida Dinamis
Tapi yang kita bahas dalam makalah ini hanyalah membahas tentang fluida statis
( fluida diam ).
Adapun pengertian dari Fluida Statis adalah fluida yang berada dalam fase tidak
bergerak (diam) atau fluida dalam keadaan bergerak tetapi tak ada perbedaan kecepatan antar
partikel fluida tersebut atau bisa dikatakan bahwa partikel-partikel fluida tersebut bergerak
dengan kecepatan seragam sehingga tidak memiliki gaya geser.
Contoh fenomena fluida statis dapat dibagi menjadi statis sederhana dan tidak
sederhana. Contoh fluida yang diam secara sederhana adalah air di bak yang tidak dikenai
gaya oleh gaya apapun, seperti gaya angin, panas, dan lain-lain yang mengakibatkan air
tersebut bergerak. Contoh fluida statis yang tidak sederhana adalah air sungai yang memiliki
kecepatan seragam pada tiap partikel di berbagai lapisan dari permukaan sampai dasar
sungai.
Cairan yang berada dalam bejana mengalami gaya-gaya yang seimbang sehingga cairan
itu tidak mengalir. Gaya dari sebelah kiri diimbangi dengan gaya dari sebelah kanan, gaya
dari atas ditahan dari bawah. Cairan yang massanya M menekan dasar bejana dengan gaya
sebesar Mg. Gaya ini tersebar merata pada seluruh permukaan dasar bejana. Selama cairan itu
tidak mengalir (dalam keadaan statis), pada cairan tidak ada gaya geseran sehingga hanya
melakukan gaya ke bawah oleh akibat berat cairan dalam kolom tersebut.
>> Sifat- Sifat Fluida

Sifat fisis fluida dapat ditentukan dan dipahami lebih jelas saat fluida berada dalam keadaan
diam (statis). Sifat-sifat fisis fluida statis ini di antaranya, massa jenis, tegangan permukaan,
kapilaritas, dan viskositas.
B. TEKANAN
Pengertian tekanan akan mudah kita pahami setelah kita menjawab pertanyaanpertanyaan di bawah ini. Mengapa pisau yang tajam lebih mudah memotong dari
pada pisau yang tumpul? Mengapa paku yang runcing lebih mudah menancap
kedalam benda dibandingkan paku yang kurang runcing? Pertanyaan diatas
sangat berhubungan dengan konsep tekanan. Konsep tekanan identik dengan
gaya, gaya selalu menyertai pengertian tekanan. Tekanan yang besar dihasilkan
dari gaya yang besar pula, sebaliknya tekanan yang kecil dihasilkan dari gaya
yang kecil. Dari pernyataan di atas dapat dikatakan bahwa tekanan sebanding
dengan gaya. Mari kita lihat orang memukul paku sebagai contoh. Orang
menancapkan paku dengan gaya yang besar menghasilkan paku yang menancap
lebih dalam dibandingkan dengan gaya yang kecil.
Pengertian tekanan tidak cukup sampai disini. Terdapat perbedaan hasil
tancapan paku bila paku runcing dan paku tumpul. Paku runcing menancap lebih
dalam dari pada paku yang tumpul walaupun dipukul dengan gaya yang sama
besar. Dari sini terlihat bahwa luas permukaan yang terkena gaya berpengaruh
terhadap tekanan. Luas permukaan yang sempit/kecil menghasilkan tekanan
yang lebih besar daripada luas permukaan yang lebar. Artinya tekanan
berbanding terbalik dengan luas permukaan.
Penjelasan di atas memberikan bukti yang sangat nyata pada pengertian
tekanan. Jadi, tekanan dinyatakan sebagai gaya per satuan luas. Pengertian
tekanan ini digunakan secara luas dan lebih khusus lagi untuk Fluida. Satuan
untuk tekanan dapat diperoleh dari rumus di atas yaitu 1 Newton/m2 atau
disebut dengan pascal. Jadi 1 N/m2=1 Pa (pascal). Bila suatu cairan diberi
tekanan dari luar, tekanan ini akan menekan ke seluruh bagian cairan dengan
sama prinsip ini dikenal sebagai hukum Pascal.
C. FLUIDA STATIS
Suatu zat yang mempunyai kemampuan mengalir dinamakan fluida. Cairan
adalah salah satu jenis fluida yang mempunyai kerapatan mendekati zat padat.
Letak partikelnya lebih merenggang karena gaya interaksi antar partikelnya
6

lemah. Gas juga merupakan fluida yang interaksi antar partikelnya sangat lemah
sehingga diabaikan. Dengan demikian kerapatannya akan lebih kecil.
Karena itu, fluida dapat ditinjau sebagai sistem partikel dan kita dapat menelaah
sifatnya

dengan

menggunakan

konsep

mekanika

partikel.

Apabila

fluida

mengalami gaya geser maka akan siap untuk mengalir. Jika kita mengamati
fluida statik, misalnya air di tempayan. Sistem ini tidak mengalami gaya geser
tetapi mempunyai tekanan pada dinding tempayan.
Berdasarkan uraian di atas, maka pada materi ini akan dibahas dulu mengenai
fluida statik. Pada kegiatan berikutnya akan dibahas secara khusus fluida
dinamik. Pembahasan sering menggunakan konsep umum maupun prinsip
mekanika partikel. Dengan mempelajari materi ini berarti Anda akan dapat
mengkaji sifat fluida statik dan fluida dinamik dengan menggunakan mekanika
partikel. Setelah Anda mempelajari materi ini, Anda dapat: Menjelaskan makna
hukum utama hidrostatik.
Menggunakan hukum utama hidrostatik untuk menjelaskan sifat-sifat khusus
fluida statik. Membedakan macam-macam aliran fluida.
Menghitung debit aliran fluida. Menjelaskan makna hukum Bernoulli.
Menggunakan hukum Bernoulli untuk menjelaskan sifat-sifat aliran fluida.
Menjelaskan masalah fluida pada kehidupan sehari-hari dengan menggunakan
konsep fisika.
D. MEKANIKA FLUIDA
Mekanika fluida adalah subdisiplin dari mekanika kontinum yang mempelajari
fluida (yang dapat berupa cairan dan gas). Mekanika fluida dapat dibagi menjadi
fluida statik dan fluida dinamik. Fluida statis mempelajari fluida pada keadaan
diam sementara fluida dinamis mempelajari fluida yang bergerak.
Fluida Newtonian vs. non-Newtonian
Sebuah Fluida Newtonian (dinamakan dari Isaac Newton) didefinisikan sebagai
fluida yang tegangan gesernya berbanding lurus secara linier dengan gradien
kecepatan pada arah tegak lurus dengan bidang geser. Definisi ini memiliki arti
bahwa fluida newtonian akan mengalir terus tanpa dipengaruhi gaya-gaya yang
bekerja pada fluida. Sebagai contoh, air adalah fluida Newtonian karena air
7

memiliki properti fluida sekalipun pada keadaan diaduk. Sebaliknya, bila fluida
non-Newtonian diaduk, akan tersisa suatu "lubang". Lubang ini akan terisi seiring
dengan berjalannya waktu. Sifat seperti ini dapat teramati pada materialmaterial seperti puding. Peristiwa lain yang terjadi saat fluida non-Newtonian
diaduk adalah penurunan viskositas yang menyebabkan fluida tampak "lebih
tipis" (dapat dilihat pada cat). Ada banyak tipe fluida non-Newtonian yang
kesemuanya memiliki properti tertentu yang berubah pada keadaan tertentu.
Persamaan pada fluida Newtonian :
Konstanta yang menghubungkan tegangan geser dan gradien kecepatan secara
linier dikenal dengan istilah viskositas. Persamaan yang menggambarkan
perlakuan fluida Newtonian adalah:
di mana adalah tegangan geser yang dihasilkan oleh fluida adalah viskositas
fluida-sebuah konstanta proporsionalitas adalah gradien kecepatan yang tegak
lurus dengan arah geseran Viskositas pada fluida Newtonian secara definisi
hanya bergantung pada temperatur dan tekanan dan tidak bergantung pada
gaya-gaya yang bekerja pada fluida. Jika fluida bersifat inkompresibel dan
viskositas

bernilai

tetap

di

seluruh

bagian

fluida,

persamaan

yang

menggambarkan tegangan geser (dalam koordinat kartesian) adalah di mana ij


adalah tegangan geser pada bidang ith dengan arah jatuh adalah kecepatan
pada arah itu xj adalah koordinat berarah jth Jika suatu fluida tidak memenuhi
hubungan ini, fluida ini disebut fluida non-Newtonian.
E. ALIRAN FLUIDA
Aliran fluida dapat diaktegorikan:
1. Aliran laminar
Aliran dengan fluida yang bergerak dalam lapisan lapisan, atau lamina lamina
dengan satu lapisan meluncur secara lancar . Dalam aliran laminar ini viskositas
berfungsi untuk meredam kecendrungan terjadinya gerakan relative antara
lapisan. Sehingga aliran laminar memenuhi hukum viskositas Newton
2. Aliran turbulen
Aliran dimana pergerakan dari partikel partikel fluida sangat tidak menentu
karena mengalami percampuran serta putaran partikel antar lapisan, yang
mengakibatkan saling tukar momentum dari satu bagian fluida kebagian fluida
8

yang lain dalam skala yang besar. Dalam keadaan aliran turbulen maka
turbulensi yang terjadi membangkitkan tegangan geser yang merata diseluruh
fluida sehingga menghasilkan kerugian kerugian aliran.
3. Aliran transisi
Aliran transisi merupakan aliran peralihan dari aliran laminar ke aliran turbulen.
F. KONSEP DASAR
Bilangan Reynolds
Bilangan Reynolds merupakan bilangan tak berdimensi yang dapat membedakan
suatu

Dilihat

dari

kecepatan

aliran,

menurut

(Mr.

Reynolds)

diasumsikan/dikategorikanlaminar bila aliran tersebut mempunyai bilangan Re


kurang dari 2300, Untuk aliran transisi berada pada pada bilangan Re 2300 dan
4000 biasa juga disebut sebagai bilangan
Viskositas
Viskositas fluida merupakan ukuran ketahanan sebuah fluida terhadap deformasi
atau perubahan bentuk. Viskositas dipengaruhi oleh temperatur, tekanan, kohesi
dan laju perpindahan momentum molekularnya. Viskositas zat cair cenderung
menurun dengan seiring bertambahnya kenaikan temperatur hal ini disebabkan
gaya gaya kohesi pada zat cair bila dipanaskan akan mengalami penurunan
dengan semakin bertambahnya temperatur pada zat cair yang menyebabkan
berturunya viskositas dari zat cair tersebut.
Rapat jenis (density )
Density atau rapat jenis () suatu zat adalah ukuran untuk konsentrasi zat
tersebut dan dinyatakan dalam massa persatuan volume; sifat ini ditentukan
dengan cara menghitung nilai density dapat dipengaruhi oleh temperatur
semakin tinggi temperatur maka kerapatan suatu fluida semakin berkurang
karena disebabkan gaya kohesi dari molekul molekul fluida semakin berkurang.
Koefisien Gesek
Koefisien gesek dipengaruhi oleh kecepatan, karena distribusi kecepatan pada
aliran laminar dan aliran turbulen berbeda, maka koefisien gesek erbeda pula

untuk masing masing jenis aliran. Reynolds kritis, sedangkan aliran turbulen
mempunyai bilangan Re lebih dari 4000.
G. TEKANAN DALAM FLUIDA
Misalkan kita sedang berendam di dalam air, apa yang kita rasakan? Seolah-olah
air menekan seluruh tubuh kita yang bersentuhan dengan air. Tekanan ini
semakin besar apabila kita masuk lebih dalam ke dalam air. Fenomena apa yang
ada dibalik peristiwa ini. Pernyataan ini mengandung pengertian bahwa fluida
memberikan tekanan terhadap benda yang berada di dalamnya. Pengertian ini
diperluas menjadi tekanan pada fluida tergantung pada ketebalannya atau lebih
tepatnya

kedalamannya.

Udara/atmosfer

terdiri

dari

gas-gas

yang

juga

merupakan bentuk dari fluida. Maka udara juga akan memiliki tekanan seperti
definisi di atas. Tekanan udara kita anggap sama untuk ketinggian tertentu di
atas bumi namun untuk ketinggian yang sangat tinggi di atas permukaan bumi
besarnya menjadi berbeda.
H. FLUIDA ELEKTRO-REOLOGI
Mungkin, yang pertama kali melakukan percobaan pembuatan dan penerapan
cairan fluida yang merespon kondisi luarnya adalah Pak Winslow pada tahun
1940. Kenapa saya awali dengan mungkin? Sebab ide atau niatan membuat
fluida pintar ini sudah ada sejak 150 tahun yang lalu. Lalu Pak Winslow lah yang
berhasil melakukan percobaan pembuatannya. Kebanyakan fluida elektro-reologi
merupakan dispersi dari partikel dielectric yang tersuspensi pada non-conducting
liquid (cairan yang bersifat bukan konduksi, alias tidak mampu hantar listrik).
Mudahnya, anda punya partikel (bulet kecil-kecil) dari bahan dielectrik kemudian
dicampur dengan cairan tak mampu hantar listrik, misal silicone-oils, hingga sifat
campuran seperti suspensi. Itulah fluida elektro-reologi.
Yield stress, tegangan geser, yaitu gaya luar yang diperlukan untuk menggeser
fluida tersebut, dari keadaan diam kemudian mengalir. Fluida elektro-reologi
mula-mula mempunyai nilai yield stress relatif kecil, ya iyalahcairan gitu loh
Namun ketika medan listrik dari luar diaplikasikan, nilai yield stress-nya menjadi
meningkat dengan drastis, alias susah untuk mengalir. Mekanisme yang sering
digunakan untuk menjelaskan fenomena ini adalah ketika medan listrik luar
(ordenya

sekitar

menimbulkan

efek

kV/mm)

diaplikasikan

kepada

dipole

(pe-dua-kutub-an)

dari

fluida
dielektrik

elektro-reologi,
partikel

yang

tersuspensi dalam cairan tsb. Berubahnya sifat dialektrik partikel hingga


10

mempunyai kutub ini menyebabkan partikel kecil-kecil saling mendekat satu


sama lainnya, sesusai sifat kutub masing-masing.
Sehingga terciptalah rantai/susunan partikel searah dengan medan listrik. Lihat
animasi diawal artikel. Bentuk daripada susunan rapi jajaran partikel yang
berbentuk seperti rantai inilah yang menyebabkan nilai yield stress menjadi naik
secara dramatis. Definisi pendahuluan tentang fluida pintar jenis ini dicukupkan
sampai disini, ntar disambung lagi yang lebih dalam jika memungkinkan.
Kini, aplikasi dari fluida elektro-reologi telah mempunyai pangsa pasar tersendiri,
diantaranya:
- controllable valve and shakers
- controllable machinery and engine mount
- controllable clutch and brakes
- controllable dampers
Mungkin ada sebagian peralatan ini pernah anda lihat, sekilas lihat, bahkan anda
pakai dan operasikan terutama di perusahaan-perusahaan besar. Namun yang
tampak nyata di depan anda hanyalah kemudah-aturan dan kecanggihan
peralatan tersebut. Siapa sangka dibalik produk-produk tersebut tersimpan
keruwetan dan keunikan aspek science dan teknologi yang membikin dahi
berkerut, kening melebar, dan otak berputar sekian banyak peneliti dan sekian
lama waktu yang diperlukan.
I. FLUIDA BERMAGNET
Pada tahun 1960-an, Pak Rosensweig menjadi pelopor penelitian pembuatan dan
aplikasi dari fluida bermagnet. Kemudian setelah beberapa saat setelah
penelitiannya berkembang, beliau mendirikan perusahaan yang dikenal dengan
Perusahaan Ferrofluidics. Fluida bermagnet terdiri atas partikel bermagnet
(superparamagnetic particle) berukuran sangan kecil (skala nano, < 10 nm) yang
terdispersi dalam cairan pembawa. Tahukan seberapa kecil ukuran nano-meter
itu? Iya benar, sepersejuta meter. Suangaat kecil bukan. Campuran dispersi
antara partikel magnet dan cairan pembawa cenderung bersifat stabil (tidak
terjadi sedimentasi/pengendapan), disebabkan pergerakan Brownian (Brownian
motion) yang terjadi ketika kita mencampur partikel sangat kecil kedalam suatu
cairan. Mudahnya, ketika anda mengaduk gula dalam segelas air, gulanya tidak
11

akan mengendap dibawah jika adukannya merata. Artinya gula berubah jadi
partikel sangat kecil sekali lalu tersuspensi kedalam air, dan cenderung stabil.
Para peneliti juga berhasil menaikkan performa stabilitas fluida bermagnet
dengan menambahkan surfactant, suatu zat yang mencegah menempelnya
partikel magnet satu sama lainnya, sehingga penggumpalan bisa dihindari.
Sehingga stabilitas fluida bermagnet dapat dipertahankan lebih lama lagi.
Fluida bermagnet akan berubah sifat dan karakternya ketika dikenakan medan
magnet. Viskositas adalah salah satu parameter yang bisa diatur pada fluida
bermagnet. Karena waktu respon yang diperlukan sangat pendek (dalam orde
mili-second), maka kemampuan mudah-aturnya cepat mendapat perhatian
pangsa pasar. High-pressure seal dan media pendingin loudspeaker adalah salah
dua produk yang digemari pasar saat ini.
J. FLUIDA MAGNET-REOLOGI
Tibalah saatnya kita mengenal fluida pintar jenis ketiga yaitu fluida magnetreologi. Secara umum komposisinya sama dengan fluida bermagnet, yaitu:
partikel magnet + cairan pembawa + surfactant. Cuma bedanya adalah ukuran
partikel magnet dalam orde mikro-meter (seperseribu meter) dan peran
surfactant yang sangat besar untuk mencegah proses pengendapan. Pergerakan
Brownian tidak terjadi pada fluida jenis ini, karena ukuran partikel relatif besar.
Hal yang menakjubkan dari sifat fluida magnet-reologi ini adalah kemampuannya
berubah

fase

menjadi

semi-padat

bahkan

cukup

padat

hingga

dapat

dikategorikan fase padat (solid phase).

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Yang kita maksud dengan fluida disini adalah suatu bentuk materi yang mudah mengalir misalnya zat
cair dan gas. Sifat kemudahan mengalir dan kemampuan untuk menyesuaikan dengan tempatnya
berada merupakan aspek yang membedakan fluida dengan zat benda tegar. Meskipun demikian
hukum-hukum yang berlaku pada dua sistem ini tidak berbeda. Pada bagian ini kita akan meninjau
fluida dalam keadaan tidak mengalir, contohnya air di dalam suatu wadah atau air di danau/waduk.
Aspek pertama yang kita dapati ketika kita berada dalam suatu fluida (zat cair) yaitu tekanan. Kita
merasakan ada tekanan pada tubuh kita yang berada di dalam zat cair.

12

Fluida ini dapat kita bagi menjadi dua bagian yakni:


1. Fluida statis
2. Fluida Dinamis
Tapi yang kita bahas dalam makalah ini hanyalah membahas tentang fluida statis
( fluida diam ).Adapun pengertian dari Fluida Statis adalah fluida yang berada dalam fase
tidak bergerak (diam) atau fluida dalam keadaan bergerak tetapi tak ada perbedaan kecepatan
antar partikel fluida tersebut atau bisa dikatakan bahwa partikel-partikel fluida tersebut
bergerak dengan kecepatan seragam sehingga tidak memiliki gaya geser.
Contoh fenomena fluida statis dapat dibagi menjadi statis sederhana dan tidak
sederhana. Contoh fluida yang diam secara sederhana adalah air di bak yang tidak dikenai
gaya oleh gaya apapun, seperti gaya angin, panas, dan lain-lain yang mengakibatkan air
tersebut bergerak. Contoh fluida statis yang tidak sederhana adalah air sungai yang memiliki
kecepatan seragam pada tiap partikel di berbagai lapisan dari permukaan sampai dasar
sungai.
B. SARAN

Diharapkan pembaca dapat memberikan saran yang membangun untuk berkembangnya


makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
1.
2.
3.
4.
5.

http://id.wikipedia.org/wiki/Fluida
Gibbs, K, 1990. Advanced Physics. New York: Cambridge University Press.
Martin Kanginan, 2000. Fisika SMU. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Tim Dosen Fisika ITS, 2002. Fisika I. Surabaya: Penerbit ITS.
Stephen D. Bresnick, M.D.

13

14