Anda di halaman 1dari 33

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan


rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan
makalah Model Pembelajaran Matematika ini sebatas pengetahuan dan
kemampuan yang kami miliki. Dan juga kami berterima kasih pada Dr.
Bistari selaku Dosen mata kuliah Strategi Belajar Mengajar yang telah
memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka
menambah

wawasan

serta

pengetahuan

kita

mengenai

Metode

Pembelajaran Matematika baik itu definisi, macam-macam model serta


kekurangan dan kelebihan dari model pembelajaran tersebut. Kami juga
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangankekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kami berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang
membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya dan dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan
kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik serta saran
yang membangun demi perbaikan dimasa depan.

Pontianak, Oktober 2014


Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
...........................................................................................................
DAFTAR ISI
......................................................................................................................
....
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
................................................................................................
B. Rumusan Masalah
..........................................................................................

BAB II

PEMBAHASAN
A. Pengertian
B. Macam-Macam

Model

Pembelajaran

...............................................................
Model
Pembelajaran
.......................................................

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan................................................................................
.................
B. Saran..........................................................................................
.................

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah
orang dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk
mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu
menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya. Salah satu hal
yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas.
Salah satu yang penting adalah performa guru di kelas. Bagaimana
seorang guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta
suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian, guru harus
menerapkan metode pembelajaran sesuai dengan karakteristik
peserta pendidiknya.
Tiap-tiap kelas kemungkinan bisa

menggunakan metode

pembelajaran yang berbeda dengan kelas lain. Untuk itu, seorang


guru harus mampu menerapkan berbagai metode pembelajaran.
Dalam kegiatan pembelajaran tidak dapat lepas dari interaksi antara
sumber belajar dengan warga belajar sehingga untuk melaksanakan
interaksi tersebut diperlukan berbagai cara dalam pelaksanaannya.
Interaksi dalam pembelajaran tersebut dapat diciptakan interaksi
satu arah, dua arah atau banyak arah. Masing-masing jenis interaksi
tersebut memerlukan berbagai metode yang tepat sehingga tujuan
akhir dari pembelajaran tersebut dapat tercapai.
B. Rumusan Masalah
- Apa saja metode

pembelajaran

yang

digunakan

dalam

pembelajaran matematika?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Metode Pembelajaran


Metode berasal dari kata method (Inggris), yang artinya melalui,
melewati, jalan atau cara untuk memperolah sesuatu. Metode adalah
langkah operasional dari strategi pembelajaran yang dipilih untuk
mencapai

tujuan

belajar

sehingga

sumber

belajar

dengan

menggunakan metode pembelajaran harus disesuaikan dengan jenis


strategi yang digunakan. Pembelajaran adalah setiap upaya yang
sistematik dan disengaja untuk menciptakan kondisi-kondisi agar
kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Metode pembelajaran adalah suatu cara atau upaya yang
dilakukan oleh para pendidik agar proses belajar-mengajar pada siswa
tercapai sesuai dengan tujuan. Metode dalam pembelajaran tidak
hanya berfungsi sebagai cara untuk menyampaikan materi saja, sebab
sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran mempunyai tugas
cakupan yang luas, yaitu di samping sebagai penyampai informasi,
juga mempunyai tugas untuk mengelola kegiatan pembelajaran
sehingga warga belajar dapat belajar untuk mencapai tujuan belajar
secara tepat. Penggunaan metode pembelajaran itu bervariasi, sesuai
dengan tujuan yang hendak dicapai. Penggunaan metode yang tepat
akan mempengaruhi proses belajar serta tujuan yang hendak dicapai
di akhir proses belajar.
Berikut ini pengertian metode pembelajaran menurut
para ahli.
1. Menurut Nana Sudjana (2005: 76) metode pembelajaran adalah,
Metode pembelajaran ialah cara yang dipergunakan guru dalam

mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya


pengajaran.
2. Menurut M. Sobri Sutikno (2009: 88) menyatakan, Metode
pembelajaran adalah cara-cara menyajikan materi pelajaran yang
dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses pembelajaran pada diri
siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan.
3. Menurut Gerlach dan Elly ( 80:14) Metode pembelajaran dapat
diartikan sebagai rencana yang sistematis untuk menyampaikan
informasi.
Berdasarkan pengertian metode pembelajaran tersebut dapat
disimpulkan bahwa metode pembelajaran merupakan cara yang
digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun
dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
B. Macam-Macam Metode Pembelajaran
Menurut Ns. Roymond H. Simamora, M.Kep., terdapat beberapa
metode pembelajaran yang dapat kita pergunakan, yakni:
1. Metode Ceramah
Ceramah merupakan suatu cara penyampaian informasi
dengan lisan dari seseorang kepada sejumlah pendengar di suatu
ruangan. Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara
lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar
untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dengan jumlah yang
relatif besar. Seperti yang ditunjukkan oleh Mc Leish (1976), melalui
ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan.
Secara garis besar, metode ceramah termasuk kegiatan
komunikasi yang terjadi satu arah, dikarenakan seluruh kegiatan
dan konsentrasi akan berpusat pada sang pembicara dalam forum
atau guru dalam kelas. Penceramah akan mendominasi seluruh
kegiatan yang terjadi dan apa yang dilakukan oleh pendengar?
Tentu

saja

mereka

hanya

akan

memperhatikan

apa

yang

disampaikan oleh sang pembicara dan jika ada yang penting akan
dicatat seperlunya oleh pendengar. Dalam ceramahnya, biasanya
5

pembicara akan menyelipkan beberapa pertanyaan atau guyonan


yang terkadang bertujuan untuk membangunkan para pendengar
dari rasa kantuk dan bosan. Pada intinya, hanya akan ada kegiatan
penyampaian dari pembicara dan mendengarkan dari pendengar.
Dalam dunia pendidikan, metode ceramah adalah metode
pengajaran yang paling banyak dipakai, terutama untuk bidang
studi non eksata dan dikenal sebagai metode yang paling
tradisional. Begitu juga di bangku perkuliahan, metode ini mungkin
merupakan metode utama dalam penyampaian materi oleh para
dosen. Hal ini dimungkinkan karena metode ceramah mudah dalam
pelaksanaannya. Hal ini dianggap oleh guru dan dosen sebagai
metode yang paling mudah dilaksanakan. Kalau bahan pelajaran
dikuasai dan sudah ditentukan urutan penyampaiannya, guru
tinggal menyajikannya di depan kelas. Murid-murid memperhatikan
guru berbicara, mencoba menangkap apa isinya dan membuat
catatan. Semuanya hanya tinggal bergantung pada guru, jika guru
menguasai materi yang akan disampaikan maka akan mudah pula
para siswa menerimanya walau hanya dengan mendengarkan.
Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya
inspirasi bagi pendengarnya. Gagne dan Berliner (1981: 457)
menyatakan bahwa metode ceramah cocok untuk digunakan dalam
pembelajaran dengan ciri-ciri tertentu. Ceramah cocok untuk
menyampaikan bahan belajar berupa informasi dan dilakukan jika
bahan belajar tersebut sukar didapatkan.
Kelebihan metode ceramah, yaitu:
1. Dapat

menampung

kelas

besar.

Tiap

siswa

mempunyai

kesempatan yang sama untuk mendengarkan dan karenanya


biaya yang diperlukan menjadi relatif lebih murah. Seluruh
siswa juga mendapat kesempatan yang sama dalam menerima
materi yang diberikan karena berada dalam ruangan yang
sama.
2. Konsep

yang

disajikan

secara

hirarki

oleh

guru

akan

memberikan tekanan terhadap hal-hal yang penting hingga


waktu dan energi dapat digunakan sebaik mungkin. Selain itu,
6

dengan waktu yang cukup singkat murid dapat menerima


pelajaran sekaligus secara bersama.
3. Isi silabus dapat diselesaikan dengan lebih mudah karena guru
tidak harus menyesuaikan dengan kecepatan belajar siswa.
Guru akan mengajar sesuai dengan silabus dan RPP tanpa
terhambat oleh keadaan siswanya. Biasanya dengan metode
ceramah siswa lah yang harus mengimbangi cara mengajar
gurunya,

bukan

sebaliknya

dimana

guru

mengimbangi

kemampuan siswanya.
4. Kekurangan atau tidak adanya buku pelajaran dan alat bantu
pelajaran tidak menghambat dilaksanakannya pelajaran dengan
metode ceramah. Karena siswa akan tetap memperhatikan
gurunya saat berbicara, tanpa memperhatikan hal apapun
termasuk buku pegangan. Titik fokus dalam kegiatan belajar
mengajar tersebut tidak lain hanyalah sang guru.
5. Ekonomis waktu dan biaya karena waktu dan materi pelajaran
dapat diatur guru secara langsung, materi dan waktu pelajaran
sangat ditentukan oleh sistem nilai yang dimiliki oleh guru yang
bersangkutan.
6. Bahan pelajaran sudah dipilih dan dipersiapkan sehingga
memudahkan untuk mengklasifikasi dan mengkaji aspek-aspek
bahan pelajaran.
7. Apabila bahan pelajaran belum dikuasai oleh sebagian siswa
maka guru akan merasa mudah untuk menugaskan dan
memberikan rambu-rambu pada siswa yang bersangkutan.
8. Suasana

kelas

melakukan

berjalan

aktivitas

dengan

yang

sama,

tenang,
sehingga

karena

murid

guru

dapat

mengawasi murid sekaligus secara komprehensif.


9. Pelajaran bisa dilaksanakan dengan cepat, karena dalam waktu
yang sedikit dapat diuraikan bahan yang banyak.
10. Melatih para pelajar untuk menggunakan pendengarannya
dengan

baik

sehingga

mereka

dapat

menangkap

dan

menyimpulkan isi ceramah dengan cepat dan tepat. Terlebih


bagi siswa yang memang kesulitan menerima informasi dengan

mendengarkan, sehingga mereka akan lebih terbiasa untuk


mengimbangi hal tersebut.
Kelemahan

dalam

penggunaan

metode

ceramah

adalah sebagai berikut.


1. Guru tidak dapat mengetahui sampai dimana siswa telah
mengerti pembicaraannya.
Kadang-kadang guru beranggapan bahwa kalau para
siswa duduk diam mendengarkan atau sambil menganggukanggukkan kepalanya berarti mereka telah mengerti apa yang
diterangkan guru. Padahal anggapan tersebut sering salah
walaupun siswa memperlihatkan reaksi seolah-olah mengerti.
Akan tetapi guru tidak mengetahui sejauh mana penguasaan
siswa terhadap pelajaran itu. Oleh karena itu segera setelah ia
berceramah harus diadakan evaluasi misalnya dengan tanya
jawab atau tes.
Kata-kata yang diucapkan guru, ditafsirkan lain oleh
siswa. Dapat terjadi bahwa siswa memberikan pengertian yang
berlainan dengan apa yang dimaksud oleh guru. Kiranya perlu
disadari bahwa tidak ada arti yang mutlak untuk setiap kata
tertentu. Kata-kata yang diucapkan hanyalah bunyi yang
disetujui

penggunaannya

dalam

suatu

masyarakat

untuk

mewakili suatu pengertian. Misalnya kata modul, bagi siswa


SLTP Terbuka dan mahaiswa UT diartikan sebagai salah satu
bentuk bahan belajar yang berwujud buku materi pokok.
Sedangkan bagi para astronout, modul diartikan sebagai salah
satu komponen dari pesawat luar angkasa. Itulah sebabnya
maka

setiap

bahasanya

anak

harus

berdasarkan

membentuk

pengalaman

perbendaharaan

hidupnya

sehari-hari.

Selama ada persamaan pendapat antara pembicara dengan


pendengar,

maksud

pembicaraan

akan

dimengerti

oleh

pendengar. Kalau guru menggunakan kata-kata abstrak seperti


keadilan, kepribadian, kesusilaan, mungkin bagi setiap
siswa tidak sama pengertiannya atau sangat kabur mengartikan
kata-kata itu. Lebih-lebih lagi bila kata-kata itu dirangkaikan
8

dalam kalimat akan semakin banyak kemungkinan salah tafsir


dari pembicaraan guru. Itulah sebabnya mengapa sering terjadi
siswa sama sekali tidak memperoleh pengertian apapun dari
pembicaraan guru. Oleh karena itu bila guru ingin menjelaskan
sesuatu yang kiranya masih asing bagi siswa, guru dapat
menyertakan peragaan dalam ceramahnya. Peragaan tersebut
dapat berbentuk benda yang sesungguhnya, model-model dari
benda, menggambarkan dengan bagan atau diagram di papan
tulis.
2. Pelajaran berjalan membosankan.
Siswa-siswa menjadi pasif karena tidak berkesempatan
untuk menemukan sendiri konsep yang diajarkan. Siswa hanya
aktif membuat catatan saja, bahkan karena terlalu bosannya
siswa terkadang jadi mengantuk dan yang lebih parah lagi
siswa tidak memperhatikan sama sekali. Akan lebih baik jika
siswa yang tidak memperhatikan hanya diam, tapi saat ini lebih
banyak siswa yang tidak memperhatikan itu malah bermain
atau asik berbincang-bincang dengan temannya.
3. Kepadatan konsep-konsep yang diberikan dapat berakibat siswa
tidak mampu menguasai bahan yang diajarkan.
Dikarenakan materi yang terlalu padat maka tidak semua
siswa dapat memahami dan mengerti apa yang disampaikan
oleh guru. Terlebih lagi terkadang guru tidak bisa mengimbangi
kemampuan dari siswanya. Guru lebih sering asyik sendiri
dengan apa yang sedang disampaikan tanpa mempedulikan
apakah siswanya mengerti atau malah bingung. Guru seperti itu
seakan belajar dan mengajar untuk dirinya sendiri tanpa sadar
seberapa jauh siswanya paham dengan apa yang diajarkan.
Biasanya guru menganggap bahwa semua siswanya mengerti
dan menerima dengan baik semua yang diberikan.

4. Pengetahuan yang diperoleh melalui ceramah lebih cepat


terlupakan.
9

Dalam ceramah biasanya tidak banyak hal menarik yang


dapat mengingatkan siswa akan materi yang disampaikan
karena penyampaian bersifat monoton. Tergantung pada guru
yang kreatif dalam membuat materi itu menarik dengan
guyonan atau hal lain yang memang menarik. Maka dari itu
agar pengetahuan yang diberikan tidak terlupakan siswa
diharap

membuat

catatan

dari

hal-hal

penting

yang

disampaikan.
5. Ceramah

menyebabkan

belajar

siswa

menjadi

belajar

menghafal (rote learning).


Hal tersebut tidak mengakibatkan timbulnya pengertian
dan

akan

sulit

bagi

yang

kurang

memiliki

kemampuan

menyimak maupun mencatat.


6. Kemungkinan menimbulkan verbalisme.
Verbalisme berasal dari kata Latin,

verbum

berarti

perkataan atau ucapan. Verbalisme secara umum adalah istilah


untuk

menyebut

sesuatu

sebagai

ungkapan

verbal,

pengungkapan lewat kata-kata untuk mengungkapkan gagasan


dan menyatakan pengertian. Orang yang verbalistis menyebut
tulisan atau uraian yang mempergunakan terlalu banyak kata,
sedang isinya terlalu sedikit, tanpa isi atau terlalu sedikit, atau
sama sekali tak menyentuh topik yang sedang dibicarakan, atau
lebih

gamblangnya,

omong

kosong.

Dalam

pembelajaran,

seorang guru terkadang secara tak sadar menjadi penganut


verbalisme dan menjelaskan sesuatu secara verbalistis. Hal ini
terjadi

apabila

menggunakan
memberikan
Situasi

guru

terlalu

kata-kata
contoh-contoh

seperti

ini

banyak

dalam
dan

dengan

bicara

menjelaskan
ilustrasi

mudah

yang

dapat

atau

hanya

isi

pesan,

diperlukan.

mengganggu

konsentarsi belajar peserta didik, apalagi bila kata yang


digunakan banyak yang terasa asing atau di luar pengetahuan
peserta didik.

10

7. Sangat kurang memberikan kesempatan pada siswa utnuk


berpartisipasi secara total (hanya proses mental, tetapi sulit
dikontrol).
8. Peran guru lebih banyak sebagai sumber belajar dan proses
pelajaran ada dalam otoritas guru.
9. Interaksi cenderung bersifat Centred (berpusat pada guru).
Contoh materi matematika yang cocok digunakan
dengan

metode

ini

adalah:

Bilangan.

Khususnya

pada

menyebutkan macam-macam bilangan.


Alasan: materi ini bisa digunakan dalam metode ceramah karena
dengan hanya menyebutkan pengertian dari masing-masing jenis
bilangan dapat disampaikan secara lisan dan anak bisa menangkap
materi serta mencatat sendiri hal-hal penting dari materi yang
disampaikan oleh guru. Misalnya guru ingin menjelaskan tentang bilangan
bulat, maka guru tersebut meringkas materi (agar siswa mudah dan cepat mengerti)
dan memberikan definisi kepada siswa bahwa bilangan bulat itu adalah bilangan
yang dimulai dari angka 1 dan seterusnya. Sehingga siswa akan berfikir dan
mengetahui bahwa bilangan bulat itu terdiri dari 1, 2, 3, 4, ....
Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode ceramah adalah
strategi atau cara yang digunakan oleh guru dalam proses belajar
mengajar dengan cara penyampaian informasi dengan lisan dari
seseorang kepada sejumlah pendengar di suatu ruangan.
2. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat
hubungannya dengan

memecahkan masalah (problem solving).

Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group


discussion) dan resitasi atau penugasan bersama (socialized
recitation). Metode pembelajaran diskusi adalah proses perlibatan
dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi dan saling bertukar
pendapat

atau

saling

mempertahankan

pendapat

dalam

pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara


mereka.

Pembelajaran

merupakan pembelajaran

yang

menggunakan

metode

diskusi

yang bersifat interaktif (Gagne dan

Briggs, 1979: 251).


Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar
11

untuk:
a. Mendorong siswa berpikir kritis.
b. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
c. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk
memcahkan masalah bersama.
d. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif
jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan
yang seksama.
Kelebihan metode diskusi, yaitu:
a. Metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam pemahaman
konsep dan keterampilan memecahkan masalah.
b. Menyadarkan anak didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling
mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat
diperoleh keputusan yang lebih baik.
c. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang
lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan
bersikap toleransi.
Kekuarangan metode diskusi, yaitu:
a. Dalam transformasi pengetahuan, penggunaan metode diskusi
b.
c.
d.
e.

hasilnya lambat dibanding penggunaan ceramah.


Tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal.
Contoh materi matematika yang cocok digunakan

dengan metode ini adalah: Persegi dan Persegi panjang.


Alasan: Materi persegi dan persegi panjang sesuai dengan metode
diskusi karena dalam menentukan luas persegi dan persegi panjang
dapat dilakukan dengan mendiskusikan sama-sama terlebih dahulu
bersama anggota kelompok lainnya

apa saja sifat-sifat dari

masing-masing bangun. Jika sudah didapat masing-masing sifatsifat

tiap

bangun

datar,sesama

nggota

kelompok

dapat

menyimpulkan luas persegi dan persegi panjang.


Jadi, dapat disimpulkan metode diskusi adalah strategi atau
cara yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar
dengan cara membentuk kelompok dan adanya saling pertukaran
pendapat sehingga akhirnya menghasilkan suatu kesimpulan.
12

3. Metode Demonstrasi
Metode

pembelajaran

demonstrasi

merupakan

metode

pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari


jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti, bagaimana cara
mengaturnya? bagaimana proses mengerjakannya? Demonstrasi
sebagai metode pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau
seorang demonstator (orang luar

yang sengaja diminta) atau

seorang siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas tentang


sesuatu proses, misalnya bekerjanya dengan alat pencuci otomatis,
cara membuat kue dan sebagainya.
Kelebihan metode demonstrasi, yaitu:
a. Perhatian siswa dapat lebih terpusat.
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang
dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih
melekat dalam diri siswa.
Kelemahan metode demonstrasi, yaitu:
a. Siswa kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yang
diperagakan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
c. Sukar mengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang
kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.
Contoh materi matematika yang cocok digunakan
dengan metode ini adalah: Bangun ruang.
Alasan: Materi bangun ruang bisa digunakan metode demonstrasi
karena untuk menjelaskan apa bangun ruang itu, apa saja bangunbangun datar yang menyusun masing-masing bangun ruang,
menentukan luas dan volume dapat dilakukan guru dengan
mendemonstrasikan bangun-bangun ruang tersebut dalam bentuk
fakta yaitu menggunakan benda-benda yang ada di sekitar kita
yang mempunyai bentuk yang sama dengan bangun-bangun ruang
yang akan dijelaskan atau dengan alat-alat peraga yang telah ada.
Jadi, dapat disimpulkan metode demonstrasi adalah strategi
atau cara yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar
dengan cara bilamana seorang guru atau seorang demonstator

13

(orang

luar

yang

sengaja

diminta)

atau

seorang

siswa

memperlihatkan kepada seluruh kelas tentang sesuatu proses.


4. Metode Ceramah Plus
Metode

pembelajaran

ceramah

plus

adalah

metode

pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni


metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya. Hal
ini dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan atau keterbatasan
dari metode ceramah murni. Ada tiga macam metode ceramah plus
diantaranya:
a. Metode Ceramah Plus Tanya Jawab dan Tugas (CPTT)
Dalam penggunaan metode mengajar di dalam kelas,
tidak hanya Guru saja yang senantiasa berbicara seperti halnya
dengan metode ceramah melainkan mencakup pertanyaanpertanyaan

dan

penyumbang

ide-ide

dari

pihak

siswa.

Sebelumnya guru menanyakan kepada siswa, apakah siswasiswa tersebut sudah mengerti dengan materi yang telah
diajarkan? Disini guru memberikan soal untuk diselesaikan.
Guru

memberikan

tugas

kepada

siswa

agar

siswa

bisa

memahami lebih lanjut terhadap materi yang telah disampaikan


dan melatih siswa untuk bisa menyelesaikan soal-soal lainnya.
Ini lah yang dinamakan metode ceramah plus tanya jawab dan
tugas.
Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas yaitu
metode mengajar gabungan antara ceramah dengan tanya
jawab dan pemberian tugas. Tanya jawab dapat dilakukan saat
pertengahan materi atau di akhir materi. Metode ini idealnya
dilakukan secara tertib, yaitu :
1) Penyampaian materi oleh guru.
2) Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan siswa.
3) Pemberian tugas kepada siswa.
Pada
menanyakan

hakikatnya
apakah

metode

siswa

telah

tanya

jawab

mengetahui

berusaha
fakta-fakta

tertentu yang sudah diajarkan. Dalam hal lain guru juga


bermaksud ingin mengetahui tingkat-tingkat proses pemikiran
14

siswa. Melalui metode tanya-jawab guru ingin mencari jawaban


yang tepat dan faktual.
Contoh materi matematika yang cocok digunakan
dengan metode ini adalah: Logika Matematika (konjungsi,
disjungsi,

implikasi

dan

biimplikasi).

Langkah

langkah

Pemberian Materi dengan Menggunakan Metode Ceramah Plus


Tanya Jawab:
Langkah persiapan

Guru

menjelaskan

tujuan

dari

pembelajaran materi logika matematika yaitu untuk melatih


daya berfikir seorang siswa, dan melatih daya nalar seorang
siswa tersebut.
Langkah Penyajian

Guru

memulai

dengan

memberi

materi dan menuliskan tabel-tabel kebenaran di papan tulis.


Setelah itu guru bertanya kepada siswa contoh - contoh
yang berhubungan dengan materi konjungsi, distribusi,
implikasi,

dan

biimplikasi.

Guru

menerangkan

materi

implikasi dan memberikan contoh sebagai berikut.


Contoh: Jika x C maka x R.
Pernyataan

tersebut

benar

apabila

antesenden

dan

konsekuen bernilai benar, namun pernyataan salah apabila


konsekuen bernilai salah. Ternyata sesuai dengan tabel
kebenaran

yang

telah

di

berikan.

Setelah

ada

yang

menjawab guru menerangkan pula contoh apa yang tidak


bisa atau tidak cocok untuk pernyataan implikasi.
Langkah Penutup
: Guru meminta salah seorang murid
untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan, dan
memberikan tugas rumah.
b. Metode Ceramah Plus Diskusi dan Tugas (CPDT)
Dalam penggunaan metode mengajar di dalam kelas,
tidak hanya guru saja yang senantiasa berbicara seperti halnya
dengan metode ceramah melainkan dapat dilakukan dengan
berdiskusi. Setalah selesai berdiskusi, guru memberikan soal
untuk diselesaikan. Guru memberikan tugas kepada siswa agar
15

siswa bisa memahami lebih lanjut terhadap materi yang telah


disampaikan dan melatih siswa untuk bisa menyelesaikan soalsoal lainnya. Inilah yang dinamakan metode ceramah plus
diskusi dan tugas.
Metode ceramah plus diskusi dan tugas yaitu metode
mengajar gabungan antara ceramah dengan diskusi dan
pemberian tugas. Metode ini dilakukan secara tertib sesuai
dengan urutan pengkombinasiannya, yaitu:
1. Guru menguraikan materi pelajaran.
2. Kemudian mengadakan diskusi.
3. Akhirnya pemberian tugas.
Contoh materi matematika yang cocok digunakan
dengan metode ini adalah:

Persamaan kuadrat dengan

beberapa cara yaitu dengan memfaktorkan, melengkapkan


kuadrat sempurna, dan menggunakan rumus abc. Langkah
langkah

Pemberian

Materi

dengan

Menggunakan

Metode

Ceramah Plus Diskusi dan Tugas:


Langkah persiapan

: Guru mengingatkan kembali tugas

minggu lalu dan materi persamaan kuadrat yang dapat di


kerjakan dengan menggunakan beberapa cara.
Langkah Penyajian
:
Guru
meminta
siswa

untuk

membentuk kelompok masing-masing 3-4 siswa. Setelah


terbentuk kelompokya guru memberikan 2 soal persamaan
kuadrat yang harus dikerjakan dengan cara yang berbedabeda. Siswa diharuskan mengerti cara mengerjakannya
dengan ketiga cara tersebut dengan cara berdiskusi siswa
dapat

mengetahui

dikerjakan

dan

dengan

memahami

pemfakktoran

soal

atau

yang

dapat

melengkapkan

kuadrat sempurna ataupun dengan cara rumus abc, siswa


harus mengetahui ciri-ciri dari masing-masing soal dan cara
tersebut.
Langkah Penutup
menjelaskan

: Guru meminta beberapa murid untuk

materi

yang

telas

didiskusikan

serta

menyimpulkan materi yang telah disampaikan.


16

c. Metode Ceramah Plus Demonstrasi dan Latihan (CPDL)


Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan ini
merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi
pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan (drill).
Contoh materi matematika yang cocok digunakan
dengan metode ini adalah: Bangun ruang kerucut dan
tabung.

Langkah-langkah

pemberian

materi

dengan

menggunakan metode ceramah plus demonstrasi dan latihan:


Langkah persiapan : Guru menjelaskan tujuan dan
hubungan materi bangun ruang kerucut dan tabung
Langkah Penyajian : Guru memulai dengan memberikan
rumus dari tabung dan kerucut, lalu guru meminta agar
siswa duduk berkelompok masing-masing terdiri dari 3
siswa, lalu meminta agar siswa mempersiapkan bahanbahan yang telah diperintahkan minggu lalu dan yang akan
digunakan pada materi bangun ruang, seperti beras,
karton, lem kertas, jangka pensil dan penggaris. Setelah itu
guru memberi arahan atau langkah-langkah yang akan
dikerjakan, yaitu :
Buat jaring-jaring tabung dan kerucut tanpa tutup yang

memiliki tinggi yang sama.


Gunting jaring-jaring tersebut.
Lem jaring-jaring tersebut hingga membentuk tabung
dan kerucut tanpa tutup.

Tuangkan beras ke kerucut sampai penuh lalu tuangkan

ketabung, ulangi terus hingga tabung terisi penuh.


Ternyata volume tabung = 3 kali volume kerucut
V tabung=V kerucut
r 2 t=3

( 13 r t )
2

17

Langkah Penutup

: Guru meminta salah seorang murid

untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan, dan


memberikan tugas rumah.
Kelebihan metode ceramah plus:
1. Kelas lebih aktif karena anak tidak sekedar mendengarkan saja.
2. Memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya sehingga
guru mengetahui hal-hal yang belum dimengerti oleh siswa.
3. Guru dapat mengetahui sampai sejauh mana penangkapan
siswa terhadap segala sesuatu yang diterangkan.
Kelemahan metode ceramah plus:
1. Dengan tanya jawab kadang-kadang pembicaraan menyimpang
dari pokok persoalan bila dalam mengajukan pertanyaan, siswa
menyinggung hal-hal lain walaupun masih ada hubungannya
dengan pokok yang dibicarakan. Dalam hal ini sering tidak
terkendalikan sehingga membuat persoalan baru.
2. Membutuhkan waktu lebih banyak.
3. Sistem pembelajaran si anak lebih ke arah hafalan (rote
learning), sehingga akan kebingungan bila ditanya pengertian
dan asal muasal suatu rumus.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode ceramah plus adalah
strategi atau cara yang digunakan oleh guru dalam proses belajar
mengajar dengan cara menggabungkan metode ceramah dengan
metode lainnya yaitu diantaranya metode ceramah plus tanya
jawab dan tugas (gabungan antara ceramah dengan tanya jawab
dan pemberian tugas), metode ceramah plus demonstrasi dan
latihan (kombinasi antara kegiatan menguraikan materi pelajaran
dengan kegiatan memperagakan dan latihan) dan metode ceramah
plus diskusi dan tugas (gabungan antara ceramah dengan diskusi
dan pemberian tugas).
.
5. Metode Resitasi
Metode

pembelajaran

resitasi

adalah

suatu

metode

pengajaran yang mengharuskan siswa untuk membuat resume


dengan kalimat sendiri.
Kelebihan metode resitasi, yaitu:
a. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar
sendiri dapat diingat lebih lama.
18

b. Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian,


inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri.
c. Pengetahuan siswa akan lebih luas dan sifat verbalismenya akan
semakin berkurang.
d. Siswa lebih mendalami dan menglami sediri pengetahuan yang
di carinya, sehingga pengetahuan itu akan tinggal lama dalam
ingatan jiwanya.
e. Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktifitas belajar
individu atau kelompok.
f. Dapat mengembangkan kemandirian siswa diluar pengawasan
guru.
g. Dapat menumbuhkan kreatifitas, usaha, tanggung jawab, dan
sikap mandiri siswa, serta memperkaya pengetahuan dan
pengalaman siswa.
Kelemahan metode resitasi, yaitu:
a. Kadang kala peserta didik melakukan penipuan, yakni peserta
didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau
bersusah-payah mengerjakan sendiri.
b. Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.
d. Khusus untuk tugas kelompok tidak jarang yang aktif mengerjkan
dan menjelasakan hanyalah anggota tertentu saja, sedangkan
anggota yang lain tidak ikut berpartisipasi dengan baik.
e. Sering memberikan tugas yang monoton, dan menimbulkan
kebosanan.
Contoh materi matematika yang cocok digunakan
dengan metode ini adalah: Bilangan (khususnya macam-macam
bilangan).
Alasan: materi ini digunakan sesuai dengan metode resitasi
karena siswa dapat membuat kembali catatan sendiri tentang
pengertian

bilangan

pengertiannya

dan

dan

macam-macam

menguraikan

lebih

bilangan

rinci

beserta

masing-maisng

bilangan tersebut beserta sifat-sifat masing-masing bilangan.


Jadi, dapat disimpulkan metode resitasi adalah strategi atau
cara yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar

19

dengan cara mengharuskan siswa untuk membuat resume dengan


kalimat sendiri.
6. Metode Latihan Keterampilan (drill method)
Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar
dengan

memberikan

pelatihan

keterampilan

secara

berulang

kepada peserta didik dan mengajaknya langsung ke tempat latihan


keterampilan untuk melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan
manfaat dari sesuatu. Metode latihan keterampilan ini bertujuan
untuk membentuk kebiasaan atau pola yang otomatis pada peserta
didik.
Kelebihan

metode

latihan

keterampilan

sebagai

berikut:
a. Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis,
melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.
b. Dapat untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam
perkalian,

penjumlahan,

pengurangan,

pembagian,

tanda-

tanda/simbol, dan sebagainya.


c. Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan
kecepatan pelaksanaan.
Kekurangan metode

latihan

keterampilan

sebagai

berikut:
a. Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik
lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada
jauh dari pengertian.
b. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
c. Kadang-kadang latihan tyang dilaksanakan secara berulangulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.
d. Dapat menimbulkan verbalisme.
Contoh materi matematika yang cocok digunakan
dengan metode ini adalah: Eksponen.
Alasan: materi ini digunakan sesuai dengan metode latihan
keterampilan karena mengajar eksponen dapat digunakan menara
Hanoi.

Dalam

hal

ini,

siswa

diajarkan

langsung

bagaimana

permainan menara Hanoi sehingga siswa dapat memberikan


penjelasan mengapa permainan menara Hanoi dapat dikaitkan
dengan materi eksponen. Ketika dipraktikan cara menggunakannya
20

diharapkan siswa dapat melihat prosesnya sehingga siswa dapat


menyimpulkan manfaat, kegunaan dan fungsi dari menara Hanoi
tersebut.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode latihan keterampilan
adalah strategi atau cara yang digunakan oleh guru dalam proses
belajar mengajar dengan cara mengajar dengan memberikan
pelatihan keterampilan secara berulang kepada peserta didik dan
mengajaknya langsung ke tempat latihan keterampilan untuk
melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat dari sesuatu.
7. Metode Eksperimental
Metode

pembelajaran

eksperimental

adalah

suatu

cara

pengelolaan pembelajaran dimana siswa melakukan aktivitas


percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu
yang dipelajarinya. Dalam metode ini, siswa diberi kesempatan
untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti
suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan
dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.
Kelebihan metode eksperimental adalah sebagai
berikut.
a. Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas
kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri
daripada hanya menerima kata guru atau buku.
b. Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan
studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi, suatu
sikap yang dituntut dari seorang ilmuwan.
c. Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa
terobosan-terobosan
percobaannya

yang

baru

dengan penemuan

diharapkan

dapat

sebagai

hasil

bermanfaat

bagi

kesejahteraan hidup manusia.


Kekurangan metode eksperimental adalah sebagai
berikut.
a. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik
berkesempatan mengadakan eksperimen.
b. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik
harus menanti untuk melanjutkan pelajaran.
21

c. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan


teknologi.
Contoh materi matematika yang cocok digunakan
dengan metode ini adalah:
keliling lingkaran).
Alasan: materi lingkaran
eksperimental

adalah

Lingkaran (Menentukan luas dan

dapat

digunakan

dikarenakan

siswa

dengan
dapat

metode

melakukan

eksperimen untuk menentukan rumus luas dan keliling lingkaran.


Siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan
sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek,
menganalisis,

membuktikan

dan

menarik

kesimpulan

sendiri

tentang obyek yang dipelajarinya yaitu lingkaran tersebut.


Jadi, dapat disimpulkan metode eksperimental ini siswa lah
yang terlibat langsung dalam melakukan eksperimen, mengamati,
menganalisis,

membuktikan

dan

manarik

kesimpulan

sendiri

tentang obyek yang dipelajarinya.


8. Metode Karya Wisata (study tour)
Metode karya wisata adalah metode mengajar dengan
mengajak

peserta

didik

mengunjungi

suatu

obyek

guna

memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat


laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan
tersebut dengan didampingi oleh pendidik.
Kelebihan metode karya wisata

adalah

sebagai

berikut.
a. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran moderen yang
memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
b. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan
dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
c. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.
Kekurangan metode karya wisata adalah sebagai
berikut.
a. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
b. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.
c. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas
daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.
d. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerakgerik anak didik di lapangan.
22

e. Biayanya cukup mahal.


f. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran
karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karya wisata
jangka panjang dan jauh.
Contoh materi matematika yang cocok digunakan
dengan metode ini adalah: Bangun ruang.
Alasan: Materi ini sesuai dengan metode karya wisata karena
siswa diajak dapat melihat langsung secara langsung melihat
benda-benda berbentuk bangun secara nyata di tempat wisata
edukasi yang menyajikan materi tersebut.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode karya wisata adalah
metode yang mangajak siswa untuk mengunjungi suatu obyek
guna

memperluas

pengetahuan

sehingga

pengetahuan

yang

dimiliki siswa tidak hanya didapat di dalam kelas saja oleh guru.
9. Metode pemecahan masalah (problem solving method)
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan
hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu
metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan
metode-metode lainnya yang dimulai dari mencari data sampai
pada menarik kesimpulan. Metode problem solving merupakan
metode yang merangsang berpikir dan menggunakan wawasan
tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa.
Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk
mencoba mengeluarkan pendapatnya.
Kelebihan metode pemecahan masalah adalah sebagai
berikut.
a. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
b. Berpikir dan bertindak kreatif.
c. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis.
d. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
e. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
f. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk
menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
g. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan
kehidupan, khususnya dunia kerja.
23

Kekurangan

metode

pemecahan

masalah

adalah

sebagai berikut.
a. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan
metode

ini.

Misalnya

terbatasnya

alat-alat

laboratorium

menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya


dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.
b. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan
dengan metode pembelajaran yang lain.
Contoh materi matematika yang cocok digunakan
dengan metode ini adalah: Eksponen.
Alasan: Materi ini sesuai dengan metode pemecahan masalah
adalah karena dapat dilihat ketika guru menyajikan hal lain yang
berhubungan dengan materi perpangkatan dan siswa diminta oleh
guru untuk menemukan pola perpangkatan dari hal tersebut dan
mengungkapkan hal yang ia dapat.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode pemecahan masalah
adalah metode yang digunakan oleh guru untuk merangsang
berpikir siswa dari pengumpulan data sampai dengan penarikan
kesimpulan.
10.

Metode Proyek (Project Method)


Project method adalah metode perancangan yang merupakan

suatu metode mengajar dengan meminta peserta didik merancang


suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.
Kelebihan metode proyek adalah sebagai berikut.
a. Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi
lebih luas dan menyeluruh dalam memandang dan memecahkan
masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
b. Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan
menerapkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan
terpadu yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan
sehari-hari.
Kekurangan metode proyek adalah sebagai berikut.

24

a. Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara


vertikal

maupun

horizontal

belum

menunjang

pelaksanaan

metode ini.
b. Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan
metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru,
sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini.
c. Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan
anak didik, cukup fasilitas dan memiliki sumber-sumber belajar
yang diperlukan.
d. Bahan pelajaran

sering

menjadi

luas

sehingga

dapat

mengaburkan pokok unit yang dibahas.


Contoh materi matematika yang cocok digunakan
dengan metode ini adalah: Program linier.
Alasan: Materi ini sesuai dengan metode proyek dikarenakan siswa
dapat diminta merancang sendiri oleh guru pemahaman yang
dipahaminya dari soal-soal program linier yang berhubungan
dengan kegiatan sehari-hari untuk diselesaikan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode proyek adalah metode
yang digunakan guru agar siswa merancang sendiri materi yang
akan dipelajarinya untuk diselesaikan.
11.

Metode Discovery/penemuan
Metode

penemuan

merupakan

komponen

dari

praktek

pendidikan yang meliputi metode mengajar yang mengajukan cara


belajar aktif,berorientasi pada proses,mengarahkan sendiri dan
reflektif. Menurut Encylopedia of Education Research, penemuan
merupakan suatu strategi yang unui yang dapat diberi bentuk oleh
guru dalam berbagai cara. Termasuk mengarahkan keterampilan
menyelidiki dan memecahkan masalah sebagai alat bagi siswa
untuk mencapai tujuan pendidikannya. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa metode penemuan adalah suatu metode dimana
dalam proses belajar mengajar guru memperkenakan siswasiswainya menemukan sendiri informasi (Suryosubroto,2002:192).
Kelebihan metode penemuan adalah sebagai berikut.
25

a. Dianggap

membantu

siswa

mengembangkan

atau

memperbanyak persediaan dan penguasaan keterampilan dan


proses kognitif siswa.
b. Pengetahuan yang diperoleh dari strategi ini sangat pribadi
sifatnya dan merupakan pengetahuan yang sangat kukuh.
c. Membantu perkembangan siswa menuju skeptisisme yang
sehat untuk menemukan kebenarannya.
d. Memberi kesempatan kepada anak dan guru berpartisipasi
sebagai sesama dalam mengungkapkan ide.
e. Membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya
kepercayaan pada diri sendiri melalui proses-prose penemuan.
f. Dapat membangkitkan gairah siswa dalam belajar.
g. Memberikan kesempatan pada siswa untuk bergerak maju
sesuai dengan kemampuannya sendiri.
Kelemahan metode penemuan yaitu sebagai berikut.
a. Dipersyaratkan keharusan adanya persiapan mental untuk
belajar.
b. Metode ini kurang berhasil untuk mengajar dikelas karena
sebagian besar waktu dapat hilang.
c. Harapan yang ditumpahkan pada

strategi

ini

mungkin

mengecewakan guru dan siswa yang sudah biasa dengan


perencanaan dan pengajaran secara tradisional.
d. Fasilitas yang dibutuhkan kurang atau tidak memadai.
e. Strategi ini tidak memberikan kesempatan berpikir kreatif
karena pengertian-pengertian yang akan ditemukan telah di
seleksi terlebih dahulu oleh guru.
Contoh materi matematika yang cocok digunakan
dengan metode ini adalah: Dalil Phytagoras.
Alasan: Materi ini sesuai dengan metode penemuan karena
diharapkan siswa dapat membuktikan dalil Phytagoras berdasarkan
dari informasi penemuan-penemuan yang telah ada.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode penemuan adalah
metode yang digunakan oleh guru agar siswa menemukan sendiri
materi yang akan dipelajarinya.
12.

Metode tanya jawab


Metode

tanya

jawab

dapat

menarik

dan

memusatkan

perhatian siswa. Dengan mengajukan pertanyaan yang terarah,


siswa akan tertarik dalam mengembangkan daya pikir. Kemampuan
26

berpikir siswa dan keruntutan dalam mengemukakan pokok-pokok


pikirannya dapat terdeteksi ketika menjawab pertanyaan. Metode
ini dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk mengadakan
penelusuran lebih lanjut pada berbagai sumber belajar. Metode ini
akan lebih efektif dalam mencapai tujuan apabila sebelum proses
pembelajaran siswa ditugasi membaca materi yang akan dibahas.
Kelebihan metode tanya jawab adalah sebagai berikut.
a. Kelas lebih aktif karena anak tidak sekedar mendengarkan saja.
b.
Memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya
sehingga guru mengetahui hal-hal yang belum dimengerti oleh
siswa.
c. Guru dapat mengetahui sampai sejauh mana penangkapan
siswa terhadap segala sesuatu yang diterangkan.
Kelemahan metode tanya jawab adalah

sebagai

berikut.
a. Dengan tanya-jawab kadang-kadang pembicaraan menyimpang
dari pokok persoalan bila dalam mengajukan pertanyaan, siswa
menyinggung hal-hal lain walaupun masih ada hubungannya
dengan pokok yang dibicarakan. Dalam hal ini sering tidak
terkendalikan sehingga membuat persoalan baru.
b. Membutuhkan waktu lebih banyak.
Contoh materi matematika yang cocok digunakan
dengan metode ini adalah: Himpunan.
Alasan: Materi ini digunakan sesuai dengan metode tanya jawab
karena

siswa

dapat

mempelajari

terlebih

dahulu

materinya

kemudian guru dan siswa saling tanya-jawab tentang materi


sehingga

pada

ahirnya

didapatlah

suatu

kesimpulan

yaitu

pengertian dari himpunan itu sendiri.


Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode tanya jawab adalah
metode

yang

digunakan

oleh

guru

walaupun

sebelum

pembelajaran dapat tercapai tujuan pembelajaran dengan tanya


jawab dan siswa diminta untuk mempelajarinya terlebih dahulu.
.
13.

Metode Pengajaran Beregu

27

Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar


dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing
mempunyai tugas. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk
sebagai kordinator. Cara pengujiannya, setiap pendidik membuat
soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiap siswa yang
diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut.
Team Teaching adalah upaya peningkatan prestasi hasil
belajar peserta didik. Idealnya Teaching Team adalah beberapa
orang guru yang sewaktu-waktu dapat membantu guru lain yang
berhalangan

untuk

memberi-kan

pembelajaran

kepada

siswa-siswi.

materi
Guru

sebagai

tersebut

bahan

harus

bisa

menguasai atau mengetahui bidang ilmu selain yang biasa


diajarkannya, misalnya seorang guru matematika bisa mengajarkan
mata pelajaran fisika.
Kelebihan metode mengajar beregu adalah sebagai
berikut.
1. Guru dapat memusatkan perhatian pada kegiatan belajar
mengajar.
2. Membina kerjasama yang harmonis diantara guru dalam bentuk
bertukar pendapat.
3. Menambah wawasan bagi pengajar karena nbanyaknya sumber
informasi.
4. Metode ini

memunngkinkan

memperoleh

bimbingan

siswa

khusus

sebagai

sehingga

individu

kesulitan

yang
dapat

dihadapinya.
5. Siswa dapat aktif berdasarkan kemampuan dan keaktifan
sendiri tanpa perlu dihambat oleh taraf perkembangan siswasiswanya.
6. Siswa dapat

mencapai

kemajuan

dalam

perkembangan

belajarnya kerena mengerti apa yang dipelajarinya.


Kelemahan metode mengajar beregu adalah sebagai
berikut.
1. Tidak mudah untuk mengumpulkan guru yang dapat bekerja
sama secara harmonis.
2. Tidak mudah untuk

mendapatkan

pimpina

regu

yang

berpengalaman untuk menguasai beberapa materi.

28

3. Tidak mudah memperoleh tenaga asisten guru yang tepat dapat


mengikuti rencana yang diinginkan oleh guru.
4. Metode ini menuntut perlengkapsn pengajar personil yang
lengkap.
5. Pelaksanaan

metode

ini

dapat

menimbulkan

perbedaan

kemajuan akademis siswa yang sangat jauh.


6. Sistem pendidikan yang kita miliki sekarang
menguntungkan

bagi

pelaksanaan

metode

kurang

ini

karena

pengelompokan siswa perkelas buka didasarkan pada taraf


kecerdasan mereka melainkan berdasarkan usia.
Contoh materi matematika yang cocok digunakan
dengan metode ini adalah:
1. Suku banyak. Alasan: Karena materi ini bisa digunakan untuk
berdiskusi

untuk

menentukan

apakah

sutu

persamaan

tersebut merupakan suku banyak atau bukan.


2. Himpunan dan Logika. Alasan: Untuk materi ini deperlukan
diskusi yang lebih serius karena dapat dikaitkan dengan
kehidupan
14.

kita.misal

untuk

menentukan

suatu

kalimat

pernyataan, banar atau salahnya.


Metode peer teaching
Peer teaching merupakan strategi pembelajaran yang cocok

untuk pembelajaran orang dewasa (andragogy) dan self-direction.


Pembelajaran teman/tutor

sebaya

adalah

pembelajaran

yang

terpusat pada siswa, dalam hal ini siswa belajar dari siswa lain
yang memiliki status umur, kematangan/harga diri yang tidak jauh
berbeda dari dirinya sendiri. Sehingga anak tidak merasa begitu
terpaksa untuk menerima ide-ide dan sikap dari gurunya yang
tidak lain adalah teman sebayanya itu sendiri.
Dalam tutor sebaya, teman sebaya yang lebih pandai
memberikan bantuan belajar kepada teman-teman sekelasnya di
sekolah. Bantuan belajar oleh teman sebaya dapat menghilangkan
kecanggungan. Bahasa teman sebaya lebih mudah dipahami,
selain itu dengan teman sebaya tidak ada rasa enggan, rendah diri,
malu, dan sebagainya. Sehingga diharapkan siswa yang kurang
29

paham

tidak

segan-segan

untuk

mengungkapkan

kesulitan-

kesulitan yang dihadapinya.


Model pembelajaran tutor sebaya dalam kelompok kecil
sangat cocok digunakan dalam pembelajaran matematika dan
dapat meningkatkan hasil belajar siswa sehingga siswa menjadi
lebih aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dikelas dan
siswa menjadi terampil dan berani mengemukakan pendapatnya
dalam proses pembelajaran (Ribowo. 2006). Model pembelajaran
tutor sebaya dalam kelompok kecil dapat meningkatkan hasil
belajar siswa dimana semua siswa aktif, siswa sangat antusias
dalam melaksanakan tugas, semua perwakilan kelompok berani
mengerjakan tugas didepan kelas, siswa berani bertanya dan
respon siswa yang diajar sangat tinggi.
Penerapan model pembelajaran tutor sebaya telah terbukti
efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang terbukti
signifikan dimana peningkatan tersebut terlihat dalam setiap siklus
belajar.

Keunggulan

ditunjukkan

oleh

model

ketuntasan

pembelajaran
belajar

tutor

siswa

sebaya

yang

juga

mengalami

peningkatan (Johar Maknun dan Toto Hidajat Soehada). Pada kasus


pembelajaran Matematika, model pembelajaran tutor sebaya lebih
efektif dibandingkan dengan pembelajaran yang menggunakan
model pembelajaran konvensional dalam hal meningkatkan hasil
belajar siswa.
Kelebihan dari penggunaan metode Peer Teaching
adalah sebagai berikut.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Meningkatkan motivasi belajar siswa.


Meningkatkan kualitas dan proses pembelajaran.
Meningkatkan interaktif sosial siswa dalam pembalajaran.
Mendorong siswa kearah berfikir tingkat timggi.
Mengembangkan keterampilan bekerja dalam kelompok.
Meningkatkan rasa tanggung jawab untuk belajar sendiri.
Membangun semangat bekerja sama.
Melatih keterampilan semangat bekerja sama.
Melatih keterampilan berkomunikasi.
Meningkatkan hasil belajar.
30

11. Mempererat hubungan antar siswa sehingga mempertebal


perasaan sosial dan rasa solidaritas antar siswa.
Kekurangan metode Peer Teaching adalah sebagai
berikut.
1. Memerlukan waktu yang relatif lama.
2. Jika siswa tidak memiliki dasar pengetahuan yang relevan maka
metode ini menjadi tidak efektif.
3. Kemungkinan didominasi oleh sisiwa yang suka berbicara,
pintar, atau yang ingin menonjolkan kemampuannya.
4. Tidak semua guru benar-benar memahami cara masing-masing
siswa bekarja di kelompok.
5. Perlu memodifikasi agar sesuai diterapkan pada siswa SD
(teknik ini biasanya diterapkan di PT).
6. Memerlukan perhatian guru yang ekstra ketat.
Contoh materi matematika yang cocok digunakan
dengan metode ini adalah:

Sistem persamaan linier dua

variabel.
Alasan: Materi ini biasanya mudah dikuasai oleh siswa sehingga
mungkin ada beberapa siswa yang dapat mengajarkan kepada
temannya dengan baik, karena biasanya siswa itu lebih mudah
apabila diajarkan oleh teman sebayanya.
Jadi, sistem pengajaran dengan tutor sebaya akan membantu
siswa yang kurang mampu atau kurang cepat menerima pelajaran
dari gurunya. Kegiatan tutor sebaya bagi siswa merupakan
kegiatan yang kaya akan pengalaman yang sebenarnya merupakan
kebutuhan siswa itu sendiri. Tutor maupun yang ditutori sama-sama
diuntungkan, bagi tutor akan mendapat pengalaman, sedang yang
ditutori akan lebih kreatif dalam menerima pelajaran. Dengan peer
teaching memudahkan siswa untuk mengeluarkan pendapat atau
pikiran dan kesulitan kepada temannya sendiri ketimbang kepada
guru, siswa lebih sungkan dan malu. Hal tersebut dimungkinkan
karena diantara siswa telah terbentuk bahasa mereka sendiri,
tingkah laku, dan juga pertanyaan perasaaan yang dapat diterima
oleh semua siswa. Sedangkan peer assessment adalah penilaian

31

kegiatan siswa oleh tutornya, tentu saja dengan kriteria-kriteria


yang telah ditentukan sebelumnya.

32

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Metode pembelajaran merupakan cara yang digunakan untuk
mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk
kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Dalam dunia pendidikan, metode ceramah adalah metode pengajaran
yang paling banyak dipakai, terutama untuk bidang studi non eksata
dan dikenal sebagai metode yang paling tradisional. Hal ini dianggap
oleh guru sebagai metode yang paling mudah dilaksanakan. Kalau
bahan

pelajaran

dikuasai

dan

sudah

ditentukan

urutan

penyampaiannya, guru tinggal menyajikannya di depan kelas. Muridmurid memperhatikan guru berbicara, mencoba menangkap apa isinya
dan membuat catatan. Semuanya hanya tinggal bergantung pada
guru, jika guru menguasai materi yang akan disampaikan maka akan
mudah

pula

para

siswa

menerimanya

walau

hanya

dengan

mendengarkan.
Metode yang jarang digunakan adalah metode karya wisata. Hal
ini dikarenakan banyak yang perlu dipersiapkan oleh guru dan pihak
sekolah hingga persiapan matang untuk tercapainya metode ini.
Metode

yang

sering

digunakan

dalam

kurikulum

terbaru

yaitu

kurikulum 2013 adalah metode pemecahan masalah (problem solving)


dan juga metode eksperimen.
B. Saran
Guru

sebagai

seorang

pendidik

hendaknya

mengetahui

karakteristik dari murid-muridnya. Sehingga guru tersebut dapat


menyesuaikan kondisi siswa dengan metode pengajaran yang akan
disampaikan. Dan juga tentunya harus menyesuaikan dengan materi
yang akan diajarkan agar murid lebih mudah dan cepat memahami
pelajaran.
33