Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
1

LATAR BELAKANG
Sel mempunyai dua tugas utama yaitu bekerja dan berkembang biak. Bekerja
bergantung kepada aktivitas sitoplasma sedangkan berkembang biak bergantung pada
aktivitas intinya. Homeostasis antara proliferasi sel dan kematian sel yang terprogram
(apoptosis) secara normal dipertahankan untuk menyediakan integritas jaringan dan
organ. (Sahil MF. 2007)
Mutasi pada DNA sel menyebabkan kemungkinan terjadinya neoplasma sehingga
terdapat gangguan pada proses regulasi homeostasis sel. Karsinogenesis akibat mutasi
materi genetik ini menyebabkan pembelahan sel yang tidak terkontrol dan pembentukan
tumor atau neoplasma. (Sahil MF. 2007)
Neoplasma ialah kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel-sel yang tumbuh
terus menerus secara tidak terbatas, tidak berkoordinasi dengan jaringan sekitarnya dan
tidak berguna bagi tubuh. Pada sel neoplasma terjadi perubahan sifat. Pertumbuhan tidak
terkontrol yang seringnya terjadi dengan cepat itu dapat mengarah ke pertumbuhan jinak
maupun ganas (kanker). (Sahil MF. 2007)
Kista ovarium merupakan salah satu bentuk penyakit repoduksi yang banyak
menyerang wanita. Kista atau tumor merupakan bentuk gangguan yang bisa dikatakan
adanya pertumbuhan sel-sel otot polos pada ovarium yang jinak. Pada umumnya kista
ini tidak mengganggu dan akan hilang dengan sendirinya. Kista yang berada di dalam
atau permukaan ovarium (indung telur) disebut kista ovarium atau tumor ovarium.
(Wiknjosastro, Hanifa. 2007). Walaupun demikian tidak menutup kemungkinan untuk
menjadi tumor ganas atau kanker. Perjalanan penyakit ini sering disebut sillent killer
atau secara diam diam menyebabkan banyak wanita yang tidak menyadari bahwa
dirinya sudah terserang kista ovarium dan hanya mengetahui pada saat kista sudah dapat
teraba dari luar atau membesar.
Kista merupakan kantung yang berisi cairan dan dapat berlokasi di bagian mana
saja dari tubuh. Pada ovarium, tipe kista yang berbeda dapat terbentuk. Tipe kista
ovarium yang paling umum dinamakan kista fungsional, yang biasanya terbentuk selama
siklus menstruasi normal.

Kista ovarium merupakan 6 kasus tumor terbanyak dan merupakan penyebab


kematian oleh karena keganasan ginekologi. Terdapat variasi yang luas insidensi kista
ovarium, rata-rata tertinggi terdapat di Negara Skandinavia (14,5-15,3 per 100.000
populasi),
Hasil laporan bulan Desember 2014 di ruang Pepaya RSUD Cengkareng dari 10
kasus terbanyak yang menyebabkan wanita di rawat, kista ovarium menempati urutan
ke-7 dengan jumlah 6 pasien dari 10 penyakit terbanyak tersebut. Artinya, kista ovarium
merupakan penyebab angka kesakitan pada wanita dan menyebabkan wanita harus
dirawat di RS.
Kista ovarium menimbulkan beragam manifestasi klinis pada pasien. Manifestasi
klinis yang terjadi dapat berupa ketidaknyamanan pada abdomen, sulit buang air kecil,
nyeri panggul, dan nyeri saat senggama serta gangguan menstruasi. Adanya gangguan
menstruasi ini menyebabkan masyarakat berpendapat bahwa wanita yang mengalami
kista ovarium akan mengalami kemandulan (infertilitas).
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis mengangkat kasus ini sebagai
pembelajaran dalam upaya pendekatan kedokteran keluarga terhadap penanganan
permasalahan penyakit kista ovarium
2

RUMUSAN MASALAH
Kista ovarium adalah suatu kantong yang berisi cairan atau materi semisolid yang
tumbuh pada atau sekitar ovarium. Masalah yang sering timbul yaitu sulit buang air
kecil, nyeri panggul, dan nyeri saat senggama, haid tidak teratur. Pada Pasien pre
operasi akan terjadi kecemasan dan post operasi kista ovarium akan mengalami masalah
yang berhubungan dengan nyeri, resiko infeksi, cemas, serta sebagai masalah yang
mengganggu kebutuhan dasar lainnya. Berdasarkan masalah tersebut tersebut, maka
penulis tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang asuhan kebidanan pada pasien
pre dan post op kista ovarium yang dirawat di Ruang OK Kebidanan RSU Persahabatan
tahun 2016.

TUJUAN
Tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk melatih keterampilan klinis dan
komunikasi dalam menangani kasus kehamilan, khususnya kista ovarium yang terjadi
pada Ny.X dengan upaya pendekatan kebidanan yang bersifat holistik dan komprehensif.

Tujuan Khusus

Setelah melaksanakan studi kasus, mampu:


a

Memahami etiologi dan riwayat kista ovarium yang di rawat di Ruang OK


Kebidanan RSU Persahabatan tahun 2016.

Memahami manifestasi klinis kista ovarium di Ruang OK Kebidanan RSU


Persahabatan tahun 2016.

Melakukan pengkajian fokus tentang kista ovarium di Ruang OK Kebidanan


RSU Persahabatan tahun 2016.

Melakukan diagnosis kebidanan dengan penyakit kista ovarium di Ruang OK


Kebidanan RSU Persahabatan tahun 2016.

Menyusun intervensi kebidanan dengan kista ovarium di Ruang OK Kebidanan


RSU Persahabatan tahun 2016.

Melakukan implementasi kebidanan dengan kista ovarium di Ruang OK


Kebidanan RSU Persahabatan tahun 2016.

Melakukan evaluasi kebidanan dengan kista ovarium di Ruang OK Kebidanan


RSU Persahabatan tahun 2016.

MANFAAT

Manfaat laporan ini adalah sebagai media pembelajaran dan evaluasi dalam
penanganan serta pencegahan kasus kista ovarium serta pencegahan terhadap terjadinya
komplikasi yaitu mengancam keselamatan pasien.