Anda di halaman 1dari 14

PENDEKATAN PENGELOLAAN KELAS

OLEH:
Nama Kelompok

: Kelompok I

Program Studi

: Pendidikan Fisika

Nama Dosen Pembimbing

: Otang Kurniaman M.Pd

Mata Kuliah

: Pengelolaan Pendidikan

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS RIAU
2014

Kata Pengantar
Alhamdulillahi rabbil alamin, puji syukur kami sampaikan kehadirat ALLAH SWT yang
telah memberikan banyak limpahan rahmatNya kepada kami sehingga kami bisa menyelesaikan
penulisan karya ilmiah ini tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk membimbing para pembaca khususnya guru atau
calon guru dalam mengetahui cara memanajemen kelas yang efektif agar bisa terciptanya
suasana belajar yang kondusif sehingga para peserta didik bisa mengoptimalkan kemampuannya
dalam belajar dengan baik. Makalah yang berjudul Pendekatan Pengelolaan Kelas ini
diharapkan bisa dilakukan oleh para guru dengan menimbang keadaan yang sesuai dengan kelas
tempat guru tersebut mengajar. Di dalam makalah ini, juga berisi tentang metode, kelebihan serta
kelemahan dan tujuan dari macam-macam pendekatan pengelolaan kelas tersebut.
Terima kasih kami ucapkan kepada orang tua kami yang selalu memberikan doanya
untuk keberkahan hidup kami. Terima kasih pula kepada Bapak dosen kami yang mengarahkan
kami untuk bisa menyelesaikan makalah ini. Dan terimakasih pula atas kerja sama teman-teman
sekelompok sehingga kami bisa sama-sama menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat
waktu.
Makalah ini mungkin masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan penulisan
maupun materi. Oleh karena itu, kami sebagai penulis meminta kritik dan saran para pembaca
agar tercapainya kesempurnaan dalam makalah ini. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi
para pembaca dan bisa direalisasikan dalam kehidupan pendidikan saat ini maupun dimasa yang
akan datang.

Pekanbaru, 07 Maret 2015

KELOMPOK I

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Peran seorang guru pada pengelolaan kelas sangat penting khususnya dalam menciptakan
suasana pembelajaran yang menarik. Itu karena secara prinsip, guru memegang dua tugas
sekaligus masalah pokok, yakni pengajaran dan pengelolaan kelas.Tugas sekaligus masalah
pertama, yakni pengajaran, dimaksudkan segala usaha membantu murid dalam mencapai tujuan
pembelajaran. Sebaliknya, masalah pengelolaan berkaitan dengan usaha untuk menciptakan dan
mempertahankan kondisi sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung
secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pembelajaran.
Kegagalan seorang guru mencapai tujuan pembelajaran berbanding lurus dengan
ketidakmampuan guru mengelola kelas. Indikator dari kegagalan itu seperti prestasi belajar
murid rendah, tidak sesuai dengan standar atau batas ukuran yang ditentukan. Pengelolaan kelas
bukanlah masalah yang berdiri sendiri, tetapi terkait dengan berbagai faktor. Permasalahan anak
didik adalah faktor utama yang dilakukan guru tidak lain adalah untuk meningkatkan kegairahan
murid baik secara berkelompok maupun secara individual. Keharmonisan hubungan guru dan
anak didik, tingginya kerjasama diantara murid tersimpul dalam bentuk interaksi. Lahirnya
interaksi yang optimal bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan
kelas.
Oleh karena itu, makalah ini disusun sedemikian rupa untuk mengatasi masalah pokok
yang akan dihadapi guru tersebut. Dalam makalah ini, akan dikupas tuntas tentang pendekatan
pengelolaan kelas yang efektif. Diharapkan dengan membaca makalah ini, bisa menambah
wawasan tentang macam-macam bentuk pendekatan pengelolaan kelas dan bisa membantu para
pembaca merealisasikannya ke kehidupan nyata sesuai dengan kondisi kelas dan peserta didik
sehingga bisa terwujud pembelajaran yang kondusif dan prestasi yang cemerlang.

I.2 Rumusan Masalah


1.
2.
3.
4.

Apa yang dimaksud dengan pendekatan pengelolaan kelas?


Mengapa perlu diadakannya pendekatan pengelolaan kelas?
Apa saja macam-macam bentuk pendekatan pengelolaan kelas?
Bagaimana pendekatan pengelolaan kelas yang efektif?

I.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian pendekatan pengelolaan kelas.
2. Untuk mengetahui tujuan dan manfaat yang bisa diperoleh dari pendekatan pengelolaan
kelas tersebut.
3. Untuk mengetahui macam-macam bentuk pendekatan pengelolaan kelas
4. Untuk mengetahui proses pendekatan pengelolaan kelas yang efektif untuk guru dan
peserta didik.

BAB II

PEMBAHASAN
II.1 Pengertian Pendekatan Kelas
Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang pendekatan pengelolaan kelas, kita seharusnya
lebih dulu mengetahui tentang pengelolaan kelas itu sendiri. Pengelolaan kelas juga disebut
dengan manajemen kelas. Pengelolaan diterjemahkan dari kata Management yang berarti
proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan pengelolaan
adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan
dan pencapaian tujuan. Maksudnya mengacu kepada penciptaan suasana atau kondisi kelas yang
memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif.
Terdapat beberapa defenisi tentang manajemen kelas berikut ini :
1. Berdasarkan Konsepsi Lama Dan Modern
Menurut konsepsi lama, manajemen kelas diartikan sebagai upaya mempertahankan
ketertiban kelas. Menurut konsepsi modern manajemen kelas adalah proses seleksi yang
menggunakan alat yang tetap terhadap problem dan situasi manajemen kelas (Lois V. Jhonson
dan Mary Bany, 1970)
2. Berdasarkan Pandangan Pendekatan Operasional Tertentu ( Disarikan dari Wilford A. Weber
1986 )
1. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana
kelas melalui penggunaan disiplin (Pendekatan Otoriter).
2. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana
kelas melalui intimidasi (Pendekatan Intimidasi).
3. Seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa (Pendekatan
Permisif).
4. Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara mengikuti
petunjuk/resep yang telah disajikan (Pendekatan Masak).
5. Seperangkat kegiataan guru untuk menciptakan suasana kelas yang efektif melalui
perencanaan pembelajaran yang bermutu dan dilaksanakan dengan baik (Pendekatan
Instruksional).

6. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang
diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan (Pendekatan
Pengubahan Tingkah Laku).
7. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersional yang baik
dan iklim sosio-emosional kelas yang positif (Pendekatan Penciptaan Iklim
Sosioemosional).
8. Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas
yang efektif (Pendekatan Sistem Sosial)
Sebagai tenaga profesional, seorang guru dituntut mampu mengelola kelas yaitu
menciptakan dan mempertahankan kondisi belajar yang optimal bagi tercapainya tujuan
pengajaran. Menurut Amatembun (dalam Supriyanto, 1991) Pengelolaan kelas adalah upaya yang
dilakukan oleh guru dalam menciptakan dan mempertahankan serta mengembang tumbuhkan
motivasi belajar untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Sedangkan menurut Usman
(2003) Pengelolaan kelas yang efektif merupakan prasyarat mutlak bagi terjadinya proses belajar
mengajar yang efektif. Pengelolaan dipandang sebagai salah satu aspek penyelenggaraan sistem
pembelajaran yang mendasar, di antara sekian macam tugas guru di dalam kelas. Berbagai definisi
tentang pengelolaan kelas yang dapat diterima oleh para ahli pendidikan, yaitu :Pengelolaan kelas
didefinisikan sebagai:
a) Perangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang
diinginkan dan mengurangkan tingkah laku yang tidak diinginkan.
b) Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik
dan iklim sosio emosional kelas yang positif.
c) Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas
yang efektif.

Beberapa pengertian pengelolaan kelas yang telah dikemukakan oleh para ahli di atas, dapatlah
memberi suatu gambaran serta pemahaman yang jelas bahwa pengelolaan kelas merupakan suatu
usaha menyiapkan kondisi yang optimal agar proses atau kegiatan belajar mengajar dapat
berlangsung secara lancar. Pengelolaan kelas merupakan masalah yang amat kompleks dan
seorang guru menggunakannya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas sedemikian
rupa sehingga anak didik dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan secara efektif dan
efisien. Pandangan mengenai pengelolaan kelas sebagaimana telah dikemukakan di atas intinya
memiliki karakteristik yang sama, yaitu bahwa pengelolaan kelas merupakan sebuah upaya yang
real untuk mewujudkan suatu kondisi proses atau kegiatan belajar mengajar yang efektif. Dengan
pengelolaan kelas yang baik diharapkan dapat mendukung tercapainya tujuan pembelajaran di
mana proses tersebut memberikan pengaruh positif yang secara langsung menunjang
terselenggaranya proses belajar mengajar di kelas. Dari beberapa definisi diatas, masing-masing
mempunyai asumsi yang berbeda-beda. Para ahli menggabungkan beberapa dimensi itu menjadi
definisi yang bersifat pluralistik, yaitu bahwa pengelolaan kelas sebagai seperangkat kegiatan
untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan, menghubungkan interpersonal
dan iklim sosio emosional yang positif serta mengembangkan dan mempertahankan organisasi
kelas yang efektif.
Suharsimi Arikunto (1988) menjelaskan bahwa pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang
dilakukan guru untuk membantu menciptakan kondisi belajar yang optimal. Pengertian lain
dikemukakan sebagai proses seleksi tindakan yang diajukan guru dalam fungsinya sebagai
penanggung jawab kelas dan seleksi penggunaan alat-alat belajar yang tepat sesuai masalah yang
ada dan karakteristik kelas yang dihadapi. Menurut definisi operasional, penyediaan fasilitas bagi
bermacam-macam kegiatan belajar murid yang berlangsung pada lingkunagan social, emosional,
dan intelektual anak dalam kelas menjadi sebuah lingkungan belajar yang membelajarkan.
Pengertian lain menyatakan sebagai usaha yang dengan sengaja dilakukan oleh guru agar anak
didik dapat belajar secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan pembelajaran.
Pengelolaan kelas berbeda dengan pengelolaan pembelajaran. Pengelolaan pembelajaran
lebih menekankan pada kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut dalam
suatu pembelajaran. Sedangkan pengelolaan kelas lebih berkaitan dengan upaya-upaya untuk
menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar
(pembinaan raport, penghentian perilaku peserta didik yang menyelewengkan perhatian kelas,

pemberian ganjaran, penyelesaian tugas oleh peserta didik secara tepat waktu, penetapan norma
kelompok yang produktif), didalamnya mencakup pengaturan orang (peserta didik) dan fasilitas.
Terdapat dua macam masalah pengelolaan kelas, yaitu :
1. Masalah Individual :
Attention getting behaviors (pola perilaku mencari perhatian).
Power seeking behaviors (pola perilaku menunjukkan kekuatan)
Revenge seeking behaviors (pola perilaku menunjukkan balas dendam).
Helplessness (peragaan ketidakmampuan).
Keempat masalah individual tersebut akan tampak dalam berbagai bentuk tindakan atau perilaku
menyimpang, yang tidak hanya akan merugikan dirinya sendiri tetapi juga dapat merugikan
orang lain atau kelompok.
2. Masalah Kelompok
Masalah kelompok dapat ditemui seperti:
1. Kelas kurang kohesif, karena alasan jenis kelamin, suku, tingkatan sosial ekonomi, dan
2.
3.
4.
5.
6.

sebagainya.
Penyimpangan dari norma-norma perilaku yang telah disepakati sebelumnya.
Kelas mereaksi secara negatif terhadap salah seorang anggotanya.
Membimbing anggota kelas yang melanggar norma kelompok.
Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari tugas yang tengah digarap.
Semangat kerja rendah atau semacam aksi protes kepada guru, karena menganggap tugas

yang diberikan kurang fair.


7. Kelas kurang mampu menyesuakan diri dengan keadaan baru.
Untuk memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas hendaknya guru bersikap
seperti yang dikemukakan oleh Djamarah (2006 : 185) yaitu:
(1) Hangat dan antusias, guru yang hangat dan akrab pada murid akan menunjukkan antusias
pada tugasnya

(2) Menggunakan kata kata, tindakan, cara kerja dan bahan bahan yang menantang akan
meningkatkan kegairahan murid untuk belajar
(3) Bervariasi dalam penggunaan alat atau media pola interaksi antara guru dan murid
(4) Guru luwes untuk mengubah strategi mengajarnya
(5) Guru harus menekankan pada hal hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian
pada hal hal yang negatif dan
(6) Guru harus disiplin dalam segala hal.
Tipe kepemimpinan yang otoriter harus diubah menjadi lebih demokratis karena tipe
kepemimpinan otoriter menumbuhkan sikap agresif tetapi murid hanya aktif kalau ada guru dan
kalau guru yang demokratis maka semua aktivitasnya akan menurun. Tipe kepemimpinan guru
yang demokratis lebih mungkin terbinanya sikap persahabatan guru dan murid dengan dasar
saling mempercayai. Untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal guru
harus menempatkan diri sebagai model, pengembang, perencana, pembimbing dan fasilitator.
Oleh karena itu, guru selaku pengelola kelas harus menerapkan strategi khusus agar
tercapainya suasana belajar yang kondusif guna meningkatkan prestasi siswa dan menghilangi
masalah yang timbul di dalam kelas. Strategi tersebut dimulai dengan melakukan pendekatan
yang sering disebut juga sebagai sebuah konsep pendekatan dalam pengelolaan kelas yang tadi
telah dikemukakan diatas.
Keharmonisan hubungan guru dan anak didik, tingginya kerjasama diantara siswa
tersimpul dalam bentuk interaksi. Lahirnya interaksi yang optimal bergantung dari pendekatan
yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas.(Djamarah 2006:179).

II.2 Tujuan pendekatan pengelolaan kelas

Menurut Usman pengelolaan kelas mempunyai dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan
khusus.
1. Tujuan umum pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas belajar untuk
bermacam-macam kegiatan belajar mengajar agar mencapai hasil yang baik.
2. Tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menggunakan alatalat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan peserta didik bekerja dan belajar,
serta membantu peserta didik untuk memperoleh hasil yang diharapkan.
Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung pada tujuan pendidikan dan
secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam - macam
kegiatan belajar peserta didik sehingga subjek didik terhindar dari permasalahan mengganggu
seperti peserta didik mengantuk, enggan mengerjakan tugas, terlambat masuk kelas, mengajukan
pertanyaan aneh dan lain sebagainya. Menurut Ahmad (1995) bahwa tujuan pengelolaan kelas
adalah sebagai berikut: 1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar
maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan
kemampuan semaksimal mungkin.
2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi
belajar mengajar.
3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan
memungkinkan peserta didik belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual
peserta didik dalam kelas.
4. Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta
sifat-sifat individunya.
Tujuan pengelolaan kelas menurut Sudirman (dalam Djamarah 2006) pada hakikatnya
terkandung dalam tujuan pendidikan. Tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi
macam-macam kegiatan belajar peserta didik dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual
dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan peserta didik belajar dan bekerja.
Terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan
intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada peserta didik. Sedangkan Arikunto (dalam
Djamarah 2006) berpendapat bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak di kelas
dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisian.

Menurutnya sebagai sebuah indikator dari sebuah kelas yang tertib adalah apabila Setiap
peserta didik terus bekerja, tidak macet artinya tidak ada anak yang terhenti karena tidak tahu ada
tugas yang harus dilakukan atau tidak dapat melakukan tugas yang diberikan padanya. Lalu,
Setiap peserta didik terus melakukan pekerjaan tanpa membuang waktu artinya setiap peserta
didik akan bekerja secepatnya supaya lekas menyelesaikan tugas yang diberikan padanya. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah menyediakan, menciptakan
dan memelihara kondisi yang optimal di dalam kelas sehingga peserta didik dapat belajar dan
bekerja dengan baik. Selain itu juga guru dapat mengembangkan dan menggunakan alat bantu
belajar yang digunakan dalam proses belajar mengajar sehingga dapat membantu peserta didik
dalam mencapai hasil belajar yang diinginkan. Tujuan dari pendekatan pengelolaan kelas sama
halnya dengan tujuan pengelolaan kelas itu sendiri. Oleh karena itu, disini hanya dipaparkan
tujuan dari pengelolaan kelas tersebut. Sejatinya, pendekatan pengelolaan kelas hanyalah salah
satu usaha yang diterapkan oleh seorang guru atau tenaga pendidik yang dilakukan untuk bisa
mencapai tujuan dari diadakannya pengelolaan kelas itu sendiri.

II.3 Macam-Macam Pendekatan Pengelolaan Kelas