Anda di halaman 1dari 1

Shelly Trissa

131810301028

Oksidasi Zat Besi pada Bayam

Tanaman bayam memiliki banyak manfaat yang baik untuk dikonsumsi oleh tubuh.
Setiap 100 gram bayam mengandung protein 3,5 gram, lemak 0,5 gram, karbohidrat 6,5
gram, kalsium 267 gram, zat besi 3,9 gram dan serat 0,8 gram. Zat besi yang terkandung
dalam bayam adalah ferro atau Fe2+. Fe2+ diperlukan tubuh untuk mengangkut oksigen.
Ketika sayur bayam terlalu lama berada diudara terbuka atau dipanaskan secara terus
menerus, akan terjadi oksidasi pada sayur bayam.
4Fe2+ + O2

4Fe3+ + 2O2-

Oksidasi adalah pengikatan oksigen, ketika terjadi oksidasi Fe 2+ akan berubah menjadi Fe3+
yang bersifat kurang menguntungkan bagi tubuh manusia.
Zat besi yang berada didalam tubuh manusia terdapat dua macam yaitu Fe 2+ ferro dan
Fe3+ ferri. Namun, zat besi yang digunakan adalah Fe2+ karena bersifat lebih mudah larut,
sedangkan Fe3+ hanya sebagai simpanan. Fe3+ yang berasal dari makanan akan direduksi
didalam tubuh menjadi Fe2+ namun membutuhkan waktu yang lama didalam lambung. Besi
dalam bentuk Fe3+ dapat larut dalam waktu yang lama pada pH asam lambung.

Fe3+

direduksi dengan bantuan enzim ferireduktase dan hasilnya diangkut dalam entrosit dan
diserap di duodenum. Enzim ferireduktase terdapat pada permukaan eritrosit yang
beradapada permukaan duodenum. Karena sifat yang sulit larut dalam suasana pH lambung,
maka memerlukan waktu yang lamu untuk Fe3+ berpindah dari lambung menuju duodenum.
Sehingga, apabila mengonsumsi zat besi dalam bentuk Fe 3+ dalam jumlah banyak akan
memperberat kerja lambung.