Anda di halaman 1dari 43

AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PRAJABATAN


GOLONGAN II
KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
JAWA TIMUR GELOMBANG II ANGKATAN III
PENJAGA PINTU UTAMA (P2U)
LEMBAGA PEMSYARAKATAN KLAS 1 (SATU) SURABAYA

Disusun Oleh :
Nama

: Suko Prayogi

Nip

: 19910412 201402 1 002

Angkatan : III
Tahun

: 2015

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM RI


2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat, hidayah serta kekuatan sehingga penulis dapat
menyelesaikan rancangan Aktualisasi ini yang dilaksanakan di tempat penulis
bekerja, yaitu di Lembaga Pemasyrakatan Klas 1 Surabaya.
Terwujudnya rancangan Aktualisasi ini tidak lepas dari bantuan
berbagai pihak yang telah mendorong dan membimbing penulis, baik tenaga,
ide-ide, maupun pemikiran. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin
mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :.
1. Bapak Drs. Prasetyo,Bc.IP,MM selaku Kepala Lembaga
2.
3.
4.
5.

Pemasyarakatan Klas 1 Surabaya.


Ibu Dewi Atmi Listyorini, SH., MH
Bapak Rindra Wardhana Amd.IP, S.H.,M.Hum,selaku Mentor
Segenap Widyaiswara selaku Tenaga Pengajar
Seluruh rekan-rekan peserta Diklat Prajabatan golongan II tahun
2015, terutama pada angkatan I atas kerjasamanya melalui
kegiatan prajabatan

Semoga segala bantuan yang tidak ternilai harganya ini mendapat


imbalan di sisi Allah SWT sebagai amal ibadah, Amin.
Penulis menyadari bahwa Laporan Aktualisasi ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu kritik saran yang membangun dari berbagai
pihak sangat penulis harapkan demi perbaikan-perbaikan ke depan. Amin Yaa
Rabbal Alamiin
Surabaya,

September 2015

Penulis,

SUKO PRAYOGI
LEMBAR PENGESAHAN
1

LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS


PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PRAJABATAN GOLONGAN II

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kelulusan


Diklat Prajabatan Golongan II pada
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Oleh :
Suko Prayogi
NIP : 19910412 201402 1 002
Calon Pegawai Negeri Sipil Lapas Klas 1 Surabaya

Disetujui oleh pembimbing :


1. Rindra Wardhana, Amd.IP, S.H.,M.Hum ............................ (Mentor)
NIP : 19801117 200003 1 001
2. Dewi Atmi Listyorini, SH., MH
NIP : 19631117 198503 2 001

Surabaya,

....................................... (Coach)

September 2015

FORM KONSULTASI DENGAN COACH


Nama Peserta

: SUKO PRAYOGI

Instansi

: KEMENKUMHAM

Tempat Aktualisasi
No.

Tanggal

: LAPAS KLAS 1 SURABAYA


Kegiatan

Paraf

Output

Coach

FORM KONSULTASI DENGAN MENTOR


Nama Peserta

: SUKO PRAYOGI

Instansi

: KEMENKUMHAM
3

Tempat Aktualisasi
No.

Tanggal

: LAPAS KLAS 1 SURABAYA


Kegiatan

Paraf

Output

Mentor

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii
BAB I PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
A. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
B. Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
C. Waktu dan Tempat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
BAB II NILAI-NILAI DASAR ANEKA. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3
A.
B.
C.
D.
E.

Akuntabilitas . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Nasionalisme . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Etika Publik . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Komitmen Mutu . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Anti Korupsi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

3
3
3
4
4

BAB III
Gambaran umum oraganisasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Visi dan Misi Organisasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Motto Organisasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Rancangan Aktualisasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
5
BAB IV
PENUTUP . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

SARAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
ASN merupakan singkatan dari Aparatur Sipil Negara adalah unsur
aparatur negara yang bertugas sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan
publik dan pemersatu bangsa.
Seiring dengan perkembangan jaman, permintaan masyarakat dalam
hal pelayananpun juga meningkat. Atas dasar itulah pemerintah sedikit demi
sedikit mulai berbenah atas segala kekurangan-kekurangan yang terjadi selama
ini. Pemerintah melihat adanya masalah yang sangat mendasar dalam hal
kualitas sumber daya manusia yang harus secepatnya dibenahi. Masalah yang
selama ini belum teratasi adalah belum tertanamnya budaya kinerja dan
pelayanan.
Untuk mencapai tujuan diatas maka para CPNS harus mengikiti Diklat
Prajabatan dengan pola yang baru. Karena dengan pola yang lama PNS belum
bisa menerapkan nilai-nilai dasar profesi ASN. Selama ini memang yang
dirasakan adalah kinerja pegawai negeri masih buruk, misalnya tentang
kedisiplinan yang rendah, kinerja yang mayoritas masih dibawah standar,
praktik KKN yang masif, dan sebagainya yang tidak mencerminkan
sebagaimana semestinya. Atas dasar inilah pemerintah mencoba berbenah,
melalui Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik
Indonesia nomor 38 dan 39 tahun 2014, penyelenggaraan Pendidikan dan
Pelatihan (DIKLAT) Prajabatan dilaksanakan dengan menggunakan pola baru.
Diklat prajabatan pola baru digharapkan ASN mampu menanamkan nilai-nilai
dasar ASN. Nilai-nilai dasar tersebut meliputi : Akuntabel, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korusi yang disingkat menjadi ANEKA.
Dengan diterapkannya pola baru dalam

diklat prajabatan ini,

diharapkan para CPNS dapat menerapkan dan mengaktualisasikan nilai-nilai


ANEKA dalam setiap aspek pekerjaan sehingga menjadi ASN yang profesional
dan mampu menjadi pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat
serta pemersatu bangsa.
1

1.2 Tujuan
Tujuan dari aktualisasi nilai-nilai dasar untuk membentuk ASN yang
profesional yaitu ASN yang karakternya dibentuk oleh nilai-nilai dasar
ANEKA sehinggan setiap menjalankan tugas yang diembannya, mempunyai
semangat nasional dalam melaksanakan tugasnya, menjunjung tinggi etika
publik yang baik dalam hal pelayanan masyarakat, memiliki komitmen mutu
dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, dan menananmkan jiwa anti
korupsi dalam melaksanakan tugasnya.
1.3 Manfaat
Adapun manfaat dari aktualisasi nilai-nilai dasar ASN antara lain :
a) ASN dapat belajar untuk mengemban tanggung jawab penuhnya
sebagai abdi negara pada khususnya dan pelayan masyarakat pada
umumnya.
b) ASN dapat merubah mindset di dalam dirinya untuk menjadi lebih
profesional, berkomitmen, beretika dan berintegritas.
1.4 Tempat dan waktu pelaksanaan
Pendidikan dan pelatihan prajabatan pola baru ini menganut dual
sistem, yang mana pembelajaran dilakukan dengan metode klasikal di dalam
kelas yang dilaksanakan pada tanggal 15 27 Agustus 2015 dan pembelajaran
untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN di tempat magang
masing-masing pada tanggal 27 Agustus sampai dengan 8 September 2015.
Pelaksanaan metode secara klasikal diselenggarakan di Balai Diklat
Kementerian Agama yaitu dengan pembelajaran dan pemahaman nilai-nilai
dasar ANEKA. Sedangkan pembelajaran untuk mengaktualisasikan nilai-nilai
dasar profesi ASN di Lapas Klas I Surabaya

BAB II
NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS (ANEKA)
5.1 Akuntabilitas

Dalam banyak hal, kata akuntabilitas sering disamakan dengan


responsibilitas atau tanggung jawab. Namun pada dasarnya, kedua konsep
tersebut memiliki arti yang berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban untuk
bertanggung

jawab,

sedangkan

akuntabilitas

adalah

kewajiban

pertanggungjawaban yang harus dicapai.


Akuntabilitas merujuk pada kegiatan setiap individu, kelompok, atau
institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Dalam
menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel, ada beberapa aspek yang harus
diperhatikan yaitu : Kepemimpinan, Transparansi, Integritas, Tanggung jawab
(responsibilitas), Keadilan, Kepercayaan, Keseimbangan, Kejelasan dan
Konsistensi.
Akuntabilitas

dapat

berarti

bahwa

pemerintah

harus

dapat

mempertanggungjawabkan secara moral, hukum, dan politik atas kebijakan dan


tindakan-tindakannya kepada rakyat. Dengan demikian dapat dikatakan
memiliki akuntabilitas jika: ada transparansi, yaitu bisa dipertanggung
jawabkan apa yang telah dilakukan dengan memberikan informasi yang
relevan atau terbuka terhadap pihak luar; adanya keterlibatan civil society di
dalam pengambilan kebijakan; Peraturan, Prosedur pelaksanaan harus jelas dan
lengkap; serta, pihak yang terkait dapat mengetahui dan mengawasi agar tidak
terjadi penyimpangan.
Indikator akuntabilitas ASN dapat diartikan bahwa :
1.
2.
3.
4.
5.

Memastikan tindakan dan keputusan yang berimbang dan tidak bias.


Bertindak adil dan mematuhi prinsip-prinsip due process.
Akuntabel dan transparan.
Melakukan pekerjaan secara penuh, efektif, dan efisien.
Berperilaku sesuai dengan standar sektor publik, kode sektor publik etika

sesuai dengan organisasinya.


6. Mendeklarasikan secara terbuka bila terjadi adanya potensi konflik
kepentingan.
5.2 Nasionalisme

Secara sederhana nasionalisme adalah wujud rasa bangga dan mencintai


bangsanya sendiri. Salah satu Fungsi ASN sebagai perekat dan pemersatu
bangsa dan negara yaitu ASN harus memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.
Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Bahkan
tidak

sekedar

wawasan

saja

tetapi

kemampuan

mengaktualisasikan

nasionalisme dalam menjalankan fungsi dan tugasnya merupakan hal yang


penting. Diharapkan dengan nasionalisme yang kuat, maka setiap pegawai
ASN memiliki orientasi berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa,
dan negara. Prinsip Nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai
Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa menempatkan
persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas
kepentingan pribadi atau kepentingan golongan, menunjukkan sikap rela
berkorban demi kepentingan bangsa dan negara, bangga sebagai bangsa
Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri, mengakui
persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan
sesama bangsa, menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia,
mengembangkan sikap tenggang rasa.
Maka indikator Nasionalisme yang harus dimiliki ASN adalah sebagai
berikut;
a. Berwawasan Kebangsaan yang kuat
b. Memahami pluralitas
c. Berorientasi kepublik yang kuat
d. Mementingkan kepentingan nasional di atas segalanya

5.3 Etika Publik


Etika adalah refleksi atas nilai tentang benar/salah, baik/buruk, atau
pantas/tidak pantas yang harus dilakukan. Dalam kaitannya dengan pelayanan

publik, etika publik adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan


baik/buruk, benar/salah prilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan
kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Nilai-Nilai Dasar Etika Publik
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam
Undang-undang ASN No. 5 Tahun 2014 adalah sebagai berikut :
1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
2. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Kesatuan Republik Indonesia 1945.


Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program

pemerintah.
9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat,
tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai perangkat sistem karir.
Indikator nilai nilai etika publik yaitu, tanggung jawab, teladan,
toleransi, malu, jujur, amanah, sportifitas, disiplin, santun dan mandiri

5.4 Komitmen Mutu


Untuk mewujudkan sistem pelayanan publik yang bermutu harus
memerlukan komitmen. Komitmen atau kesungguhan hati untuk melakukan
perubahan dengan cara berinovasi guna meningkatkan mutu pelayanan. Dalam
melakukan suatu inovasi artinya ada proses menghasilkan suatu produk atau
jasa yang berkaitan pelayanan yang mengandung nilai-nilai kebaharuan.
Inovasi bisa berupa nilai tambah atau modifikasi dari hal-hal yang sudah ada
maupun menggunakan cara yang berbeda untuk mengerjakan sesuatu untuk
mencapai tujuan dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Maka dari itu
5

setiap ASN dituntut untuk bisa berinovasi dalam bekerja, dapat bekerja cerdas
sehingga dapat tercipta efektifitas dan efisiensi dalam bekerja.
Konsep Efektivitas dan Efisiensi
Efektivitas merupakan performan untuk mencapai target (rencana)
mutu, kuantitas, ketepatan waktu, dan alokasi sumberdaya dan diukur dari
kepuasan dan terpenuhinya kebutuhan pelanggan. Sedangkan efisiensi diukur
dari ketepatan realisasi penggunaan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan
dilaksanakan, sehingga dapat diketahui ada atau tidak adanya pemborosan
sumberdaya, penyalahgunaan alokasi, penyimpangan prosedur, dan mekanisme
yang keluar alur. Karakteristik utama yang dapat dijadikan dasar untuk
mengukur tingkat efektivitas adalah kecapaian target yang telah direncanakan,
baik dilihat dari capaian jumlah maupun mutu hasil kerja, sehingga dapat
memberi kepuasan, sedangkan tingkat efisiensi diukur dari penghematan biaya,
waktu, tenaga, dan pikiran dalam menyelesaikan kegiatan.
Konsep Inovasi
Inovasi dapat terjadi pada banyak aspek, misalnya perubahan produk
barang/jasa yang dihasilkan, proses produksi, nilai-nilai kelembagaan,
perubahan cara kerja, teknologi yang digunakan, layanan sistem manajemen,
serta mindset orang-orang yang ada di dalam organisasi.\
Inovasi dalam layanan publik mencerminkan hasil pemikiran baru yang
konstruktif, sehingga akan memotivasi setiap individu untuk membangun
karakter dan mindset baru sebagai aparatur penyelenggara pemerintahan, yang
diwijudkan dalam bentuk profesionalisme layanan publik yang berbeda dari
sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau menggugurkan tugas rutin. Di
lingkungan lembaga pemerintahan, aparatur dapat mengembangkan daya
imajinasi dan kreativitasnya, untuk melahirkan terobosan baru dalam
meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan, sepanjang tidak bertentangan
dengan peraturan perundang-undangan.
Konsep Mutu

Mutu merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan produk, jasa,


manusia, proses, dan lingkungan yang sesuai atau bahkan melebihi harapan
konsumen atau pengguna. Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa
yang diberikan kepada pelanggan (customer) sesuai dengan kebutuhan dan
keinginannya, dan bahkan melampaui harapannya. Mutu merupakan salah satu
standar yang menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil kerja.
Kinerja aparatur yang berbasis komitmen mutu adalah mewujudkan
kepuasan masyarakat yang menerima layanan (customer satisfaction),
dikaitkan dengan tiga fungsi utama ASN yaitu sebagai :
1. Pelaksana kebijakan publik
2. Pelayan publik
3. Perekat dan pemersatu bangsa
Perilaku adilihung sebagai aparatur dapat diwujudkan melalui karakter
kepribadian yang jujur, amanah, cermat, disiplin, efektif, efisien, kreatif,
inovatif, melayani dengan sikap hormat, bertutur kata dengan sopan dan ramah,
berlaku adil (tidak diskriminatif), bekerja tanpa tekanan, memiliki integritas
tinggi serta menjaga nama baik dan reputasi ASN.
Berbasis kebutuhan atas pelayanan mutu, diperlukan semangat
perubahan paradigma, baik dalam berpikir dan bertindak, yang diarahkan pada
kerja keras, komitmen untuk menampilkan kinerja secara profesional,
transparan, mandiri, akuntabel dan wajar.

5.5 Anti Korupsi


Korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus maupun pegawai
negeri yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau
memperkaya

mereka

yang

dekat

dengan

dirinya,

dengan

cara

menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.


Dampak korupsi tidak hanya sekedar menimbulkan kerugian keuangan
Negara namun dapat menimbulkan kerusakan kehidupan yang tidak hanya
bersifat jangka pendek tetapi dapat pula bersifat jangka panjang.

Untuk itu sebagai Aparatur Negara, merupakan suatu tanggung jawab


dan merupakan suatu amanah untuk menghidari sikap-sikap korupsi dengan
menanamkan kesadaran diri tentang nilai-nilai anti korupsi. Adapun nilai dasar
anti korupsi yang dimaksud yaitu: jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung
jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil

BAB III
3.1 Gambaran Umum Organisasi
Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya mempunyai tugas pokok
melaksanakan pemasyarakatan terhadap narapidana/anak didik. Di samping
itu juga memiliki fungsi melaksanakan pembinaan narapidana / anak,
memberikan bimbingan, terapi dan rehabilitasi narapidana / anak didik
kasus narkotika, melakukan bimbingan sosial/kerohanian,m elakukan
pemeliharaan keamanan dan tata tertib Lapas serta melakukan urusan tata
usaha dan rumah tangga.
3.2 Visi dan Misi Organisasi
Visi Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya di Porong Sidoarjo
adalah menjadi Lapas Pusat Industri Di Jawa Timur. Sedangkan Misi dari
Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya adalah

1. Mewujudkan tertib pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara


konsisten dengan mengedepankan penghormatan terhadap hukum dan
HAM.
2. Membangun kelembagaan yang profesional dengan berlandaskan pada
akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan bengkel kerja bangkit.
3. Mengembangkan kompetensi dan potensi sumber daya manusia secara
konsisten dan berkesinambungan.
4. Mengembangkan kerjasama dengan pihak ketiga melalui MoU serta
mengoptimalkan keterlibatan stakeholder.
3.3 Motto Organisasi
Motto Porong Beriman
Beriman : suatu keyakinan akan adanya ALLAH SWT Tuhan Yang Maha Esa
yang menciptakan, memiliki dan memelihara serta mengatur alam semesta ini
beserta mahluk yang ada didalamnya sehingga kita wajib mentaati segala
perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Bersih Indah Aman Nyaman


Bersih :
Sesuatu yang tidak tercemari oleh berbagai kotoran baik jasmani mapun rohani
dengan cara : memelihara kesehatan, olahraga teratur, pola makan yang baik,
senantiasa husnudzon (terhadap Tuhan maupun sesama manusia) , beribadah
dan memohon hanya kepada Allah SWT, Hidup optimis dan berharap hanya
kepada Allah SWT, Bekerja sebagai ladang amal guna menggapai ridho Allah
SWT, Menepati janji baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama, Sabar
dan ikhlas dalam melaksanakan tugas dan Tawakal kepada Allah SWT.
Indah :
Sesuatu yang teratur dan tertata dengan rapih yang tercermin dalam :
berpakaian sesuai dengan ketentuan dalam aturan, berbicara sopan, memenuhi

ketentuan kerja, menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan membuang sampah


pada tempatnya.
Aman :
Suatu sondisi yang menjamin semua orang untuk berekspresi dan bertanggung
jawab yang tercermin dalam sikap : tidak takut untuk bertanya dan berani
mengemukakan pendapat, tidak alergi untuk dikritisi, bebas memilih sestuatu
yang positif, bertindak tidak diskriminatif, bekerja sesuai dengan bakat dan
kemampuan, penghormatan terhadap HAM dan menjamin haknya selaku
mahluk Allah SWT dalam mengamalkan agama sesuai dengan keyakinannya,
adanya kepastian hukum, menjaga amanat.
Nyaman :
Suasana bathin /hati yang tenang dalam menjalani kehidupan baik pribadi
maupun bermasyarakat, diwujudkan dengan : mempererat tali silahturahmi,
peka kepada sesama, peduli pada lingkungan, banyak bersyukur kepada Allah
SWT, Senantiasa berdzikir kepada Allah SWT dalam berbagai hal, tenang
dalam menghadapi berbagai masalah, giat bekerja dalam urusan dunia, khusu
beribadah kepada Allah SWT Rindu bertemu Allah.

3.4

Struktur Organisasi
Bagan Struktur Organisasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya

10

3.5

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI DASAR


PROFESI PNS DI TEMPAT TUGAS / MAGANG

Nama

: SUKO PRAYOGI

NDH

: 005

Unit Kerja/Instansi : LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS 1 SURABAYA


11

Mata Diklat

: NILAI-NILAI DASAR ANEKA

A. KETERKAITAN NILAI DASAR DENGAN KEGIATAN


N
O
1
1

KEGIATAN
2
Memeriksa inventaris P2U

NILAI DASAR
3
1.1 Akuntabilitas
1.2 Komitmen Mutu

URAIAN PELAKSANAAN KEGIATAN


4
Memeriksa seluruh barang-barang yang terdapat dalam ruang
lingkup kerja P2U, seperti memeriksa jumlah kartu kunjungan,
kunci pintu, metal detector dan sebagainya. Agar tercipta
kejelasan dan kelancaran dalam melaksanakan tugas, Saya
melaksanakan tugas ini penuh tanggung jawab dengan cara
cermat dan teliti . Sehingga bilamana diketahui dari awal apasaja
inventaris yang rusak ataupun tidak lengkap, dapat dilakukan
penyesuaian untuk kelancaran tugas P2U
Dalam tugas ini agar tercipta efektifitas dalam tugas, saya
melakukan dengan cara mengecek satu persatu inventaris
kunjungan dan memastikan jumlahnya tidak kurang. Dan jika
diketahui ada barang yang rusak maka saya melaporkan ke bagian

Melaksanakan serah terima tugas P2U

2.1 Akuntabilitas

umum / perlengkapan.
Dalam setiap pergantian jadwal regu P2U maupun regu jaga perlu

2.2 Komitmen Mutu

dilaksanakan serah terima. Serah terima tugas P2U dengan regu


yang lain meliputi apa saja yang masuk ke dalam LAPAS, baik
orang ataupun benda yang telah masuk maupun keluar melalui
pintu utama. Agar tercipta kejelasan dan tanggung jawab dalam
tugas maka pelaksanaan serah terima tugas dilakukan dengan
12

mengedepankan aspek ketelitian dan kecermatan terhadap apa


yang di serahkan kepada regu pengganti. Semuanya tertulis
lengkap dalam buku laporan dan terperinci disertai keterangan
waktu juga tujuannya.
Dalam pergantian jadwal aplosan, agar regu pengganti dapat
melaksanakan tugasnya dengan lancar serta tidak terjadi
keterlambatan waktu serta dapat cepat tanggap terhadap tugas
nya saya melaksanakannya dengan cara datang tepat waktu 15
3

Memeriksa, dan mengatur keamanan serta

3.1 Akuntabilitas

menit sebelum jam pergantian regu.


Memeriksa, meneliti dan mengatur keamanan serta ketertiban lalu

ketertiban lalu lintas setiap orang atau barang

3.2 Etika Publik

lintas setiap orang atau barang yang keluar dan masuk melalui

yang keluar dan masuk melalui pintu gerbang

3.3 Nasionalisme

pintu gerbang utama. Teknik yang saya terapkan disini adalah

utama

3.4 Komitmen Mutu

kehati-hatian, kewaspadaan, Sehingga apapun yang masuk


(orang/benda) kedalam LAPAS tetap aman terkendali dan tidak
ada benda-benda terlarang yang masuk kedalam LAPAS.
Terkait pemeriksaaan dengan pengunjung, maupun kendaraan,
agar tidak ada tekanan dan tercipta kesopanan terhadap
pengunjung yang saya periksa saya melakukan dengan cara
bertutur kata dengan baik terhadap para pengunjung dan
memeriksa dengan terliti dan hati-hati agar para pengunjung
tetap nyaman dan mendapatkan pelayanan yang maksimal
Selain itu ditempat saya juga sering dijumpai pembesuk dari
13

warga asing. Untuk itu agar tercipta nilai menghargai keragaman


yang merupakan indikator dari Nasionalisme, saya melakukannya
dengan cara tidak membeda-bedakan suku, bangsa maupun
ras. Saya tetap melayani mereka dengan baik
Terkait dengan pemeriksaan pengunjung maupun kendaraan, agar
tidak ada tekanan dan tercipta kesopanan, saya melakukannya
dengan cara bertutur kata yang baik dan memeriksa secara teliti
dan hati-hati agar pengunjung tetap nyaman dan mendapatkan
4

Membuat buku laporan tugas P2U

4.1 Akuntabilitas
4.2 Komitmen Mutu

pelayanan maksimal.
Setiap apapun yang masuk dan keluar di LAPAS, baik orang,
benda maupun kendaraan serta berapa jumlah WBP, wajib bagi
petugas P2U untuk mencatatnya kedalam buku laporan P2U agar
tercipta kejelasan informasi bagi regu jaga P2U saya maupun regu
yang lain. Saya membuat dan menulis buku laporan dengan cara
teliti dan cermat terhadap apa yang saya tulis karena nantinya
laporan tersebut akan dipertanggung jawabkan ke atasan langsung
Dalam pembuatan buku laporan, agar dari laporan tersebut dapat
diperoleh informasi yang akurat mengenai lalu lintas yang terjadi
di portir, saya membuatnya secara rinci. Semua tertulis jelas
berdasarkan format laporan, yaitu siapa, kapan waktu masuk dan
keluar beserta keterangannya. Dan untuk memenuhi indikator dari
Nilai dasar Komitmen Mutu yaitu efisien, saya membuat laporan
14

dengan cara menggunakan bahasa yang baik, singkat dan


mudah dipahami.
5

Memeriksa alat-alat transportasi yang keluar

5.1 Akuntabilitas

Alat-alat transportasi sangat mudah dibuat untuk menyelundupkan

masuk LAPAS

5.2 Komitmen Mutu

benda-benda yang dilarang masuk maupun keluar Lapas. Seperti

5.3 Etika Publik

memasukkan narkoba maupun menyelundupkan WBP keluar

5.4 Anti Korupsi

Lapas. Dalam pelaksanaan tugas ini alat transportasi melewati


pintu sampin, untuk menerapkan tanggung jawab yang
merupakan indikator dari nilai dasar Akuntabilitas, maka
pemeriksaan terhadap setiap alat-alat transportasi yang keluar
masuk Lapas dilakukan dengan cara ketellitian, kehati-hatian
dan kecermatan agar saya mengetahui apa yang dibawa
kendaraan tersebut sehingga bisa dilakukan langkah yang lebih
lanjut.
Selanjutnya adalah agar pemeriksaan berjalan efektif dan efisien,
tidak lupa saya selalu memeriksa kendaraan dengan cara membuka
pintu kendaraan dan memeriksa kedalam kendaraan serta
membuka bak kendaraa dan memeriksa apa yang dibawa.
Selanjutnya adalah agar sopir tidak merasa tertekan terhadap
pemeriksaan maka saya melakukannya dengan cara sopan dan
ramah, tidak membentak maupun berkata kasar saat
memeriksa sopir maupun kendaraannya.
15

Selain itu untuk menerapkan lingkungan kerja yang berintegritas


dan menerapkan nilai dasar anti korupsi, saya tidak akan
menerima gratifikasi maupun suap dengan cara berani menolak
6

Melayani dan mengganti kartu identitas

6.1 Akuntabilitas

secara halus dan tidak menyinggung perasaan.


Pelayanan kunjungan memang sangat berhubungan dengan P2U.

pengunjung dengan kartu khusus

6.2 Etika Publik

Karena semua pengunjung masuk melalui pintu utama. Dalam

6.3 Komitmen Mutu

pelaksanaan kunjungan setiap pengunjung masuk kedalam ruang

6.3 Anti Korupsi

pemeriksaan dan diperiksa oleh petugas pemeriksaan, setelah itu


pengunjung keluar dari ruang pemeriksaan dan pengunjung lakilaki menuju tempat penukaran kartu. Untuk menerapkan tanggung
jawab terhadap pekerjaan maka saya melakukannya secara teliti
dan memastikan agar kartu identitas pengunjung tersebut asli serta
waspada terhadap barang-barang pengunjung karena masih ada
kemungkinan lolos dari petugas pemeriksaan..
Dalam pelaksanaan penggantian kartu identitas dengan kartu
khusus, agar pengunjung merasa nyaman dan dihormati, saya
melakukan dengan teknik keramahan dan bertutur kata yang
baik. pelayanan yang baik dan prima merupakan tujuan utama
seorang ASN sebagai pelayan publik
Selanjutnya dalam penggantian kartu identitas agar tercipta
keteraturan dalam lalu-lintas orang di pintu utama serta tercipta
efisiensi saya melakukannya dengan cara memasukkan
16

pengunjung perempuan terlebih dahulu kemudian pengunjung


laki-laki yang telah mendapatkan kartu khusus
Dalam tugas ini sering ditemui praktik-praktik gratifikasi, karena
masih ada beberapa pengunjung yang ingin menjenguk namun
lupa atau tidak membawa kartu identitas yang asli. Maka
kejujuran dan berani menolak suap saya terapkan disini dengan
cara menolak secara baik dan memberi pengarahan bahwa
setiap pengunjung laki-laki yang masuk harus membawa kartu
7

Memeriksa barang/benda yang masuk diluar jam

7.1 Akuntabilitas

identitas asli (sim/KTP)


Sesuai arahan dari atasan, apabila ada pengunjung yang ingin

kunjungan

7.2 Anti Korupsi

membesuk WBP diluar jam kunjungan, maka P2U mempunyai


kewenangan untuk menolaknya namun tetap diperbolehkan untuk
memasukkan barang titipan misalnya makanan atau pakaian. Maka
dari itu sebagai tanggung jawab dan konsistensi saya dalam
bertugas saya melakukannya dengan cara kewaspadaan,
ketelitian dan kehati-hatian. Mengingat barang yang masuk
tidak diperiksa oleh petugas khusus pemeriksaan.
Selain itu berani menolak gratifikasi juga saya terapkan disini
sebagai bentuk sikap dari nilai dasar Anti Korupsi. Saya
melakukan dengan teknik berani dalam menolak barang apasaja
yang tidak diperbolehkan masuk anti menerima suap. Karena
banyak sekali ditemui upaya-upaya penyuapan kepada petugas
17

Memeriksa WBP bebas maupun WBP kiriman

8.1 Akuntabilitas

agar barang ataupun pengunjung dapat dimasukkan


WBP yang bebas menjalani masa kurungan dan WBP kiriman

8.2 Etika Publik

wajib diperiksa kelengkapan serta keaslian berkasnya. Sebagai


tanggung jawab terkait dengan tugas P2U, saya menggunakan
teknik ketelitian dan kewaspadaan dalam memeriksa. Data WBP
yang keluar saya kroscek kan dengankomandan jaga. Karena bisa
saja WBP memalsukan surat-surat pembebasan.
Setiap WBP kiriman wajib dilakukan pemeriksaan baik itu berkas
maupun pemeriksaan badan dan barangnya. Sesuai dengan tugas
utama P2U yaitu menjaga keamanan lalu lintas orang maupun
barang yang melewati pintu utama. Agar wbp yang diperiksa
merasa dihargai, maka saya melakukan dengan cara yang sopan
dan tidak membentak-bentak serta tidak melakukan tindak

Memeriksa, dan mencatat para WBP yang

9.1 Akuntabilitas

kekerasan agar tercipta suasana yang kondusif dan lancar.


Sebagai bentuk pengembangan dan pemanfaatan potensi keahlian

menjalani kerja luar Lapas

9.2 Komitmen mutu

yang dimiliki para WBP, ada beberapa WBP yang menjadi pekerja

9.3 Anti Korupsi

luar Lapas seperti cuci motor, parker kunjungan ataupu tugas

9.4 Etika Publik

membersihkan lingkungan sekitar luar lapas. Dalam pelaksanaan


tugas ini saya wajib mencatat tujuan serta pengawas para WBP
tersebut. Agar tercipta kejelasan dan tanggung jawab terhadap
para WBP, saya melaksanakan tugas ini dengan teliti terhadap
pemeriksaan buku ekspedisi apakah sudah ditandatangani dengan
pejabat yang berwenang dan kemudian dicatat dibuku laporan
18

P2U. serta Kewaspadaan dikarenakan tugas WBP yang berada


diluar maka setiap WBP wajib diperiksa saat keluar maupun
masuk.
Adapun komitmen mutu dari tugas saya ini adalah saya
berinovasi dengan cara memfoto WBP apabila WBP tersebut
belum saya kenali. Agar nanti saat kembali dapat dengan mudah
dikenali.
Selain itu adalah pada saat WBP selesai dan akan memasuki
Lapas, memang sangat memungkinkan membawa masuk barang
yang dilarang. Praktik-praktik suap pun juga sangat
memungkinkan terjadi. Maka dari itu saya menerapkan aspekaspek anti korupsi yaitu anti menerima suap.
Untuk menerapkan aspek etika public saya melakukan
pemeriksaan dengan cara ramah, tidak membentak serta berkata
kasar. Karena dengan cara seperti itu maka feedback dari WBP
pun juga akan baik, mereka akan menghormati serta menghargai
kita

19

20

BAB IV
CAPAIAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN

A. Kegiatan yang dapat dilakukan selama proses aktualisasi dari tanggal 27 Agustus s/d 08 September 2015 dapat dilihat dari
tabel berikut ini :
NO.
1.

2.

3.

NAMA KEGIATAN
Memeriksa inventaris P2U

Melaksanakan serah terima tugas P2U

OUTPUT
Inventaris

dalam

WAKTU
PELAKSANAAN
jumlah 28 Agustus 2015

Akuntabilitas : Tanggung Jawab,

lengkap dan berfungsi dengan

Cermat, Teliti

baik
Serah terima dilaksanakan tepat 29 Agustus 2015

Komitmen Mutu : Efektif & Efisiensi


Akuntabilitas : Kejelasan, Tanggung

waktu

jawab
Komitmen Mutu : Cepat tanggap,

Memeriksa, dan mengatur keamanan

Lalu lintas setiap orang atau 1 September 2015

serta ketertiban lalu lintas setiap orang

barang yang keluar dan masuk

atau barang yang keluar dan masuk

melalui pintu gerbang utama

melalui pintu gerbang utama penutupan

berjalan dengan aman dan tertib

kamar

NILAI DASAR

dating tepat waktu


Akuntabilitas : Kehati-hatian,
kewaspadaan
Etika Publik : Kesopanan, bertutur kata
dengan baik
Nasionalisme : Menghargai keragaman

21

NO.
4.

NAMA KEGIATAN
Membuat buku laporan tugas P2U

WAKTU

OUTPUT
Lalu

lintas,

PELAKSANAAN

kegiatan,

dan 1 september 2015

informasi di portir tercatat di


5.

Memeriksa alat-alat transportasi yang

dalam buku laporan


Alat-alat transportasi

keluar masuk LAPAS

keluar

masuk

yang 1 sempteber 2015

lembaga

pemasyarakatan terpantau aman

NILAI DASAR
Komitmen mutu : Kesopanan
Akuntabilitas : Kejelasan
Komitmen mutu : Efisien
Akuntabilitas : tanggung jawab
Komitmen Mutu : efektif dan efisien
Etika publik : sopan dan ramah
Anti Korupsi : integritas, berani

dan tertib serta tidak membawa


6.

7.

8.

9.

Melayani dan mengganti kartu identitas

barang yang terlarang.


Terselenggaranya
pelayanan 5 September 2015

pengunjung dengan kartu khusus

kunjungan

Memeriksa barang/benda yang masuk

akuntable
Barang-/benda

diluar jam kunjungan

telah diperiksa dan aman, serta

Memeriksa WBP bebas maupun WBP

tidak terdapat barang terlarang


WBP yang keluar sesuai dengan 1 September

kiriman

tanggal

Memeriksa, dan mencatat para WBP

dalam surat bebas.


Tercatat dalam buku laporan

yang

yang

baik

yang

serta
masuk 3 september

tercantum

di
28 Agusttus

Akuntabilitas : tanggung jawab


Etika publik : kenyamanan, hormat
Komitmen mutu : Efisiensi
Anti Korupsi : Berani
Akuntabilitas : waspada
Anti korupsi : Berani
Akuntabilitas : tanggung jawab
Etika Publik : kesopanan
Akuntabilitas : tanggung jawab

22

NO.

NAMA KEGIATAN
yang menjalani kerja luar Lapas

OUTPUT
P2U serta tidak ada selisih
jumlah antara WBP keluar dan
masuk

WAKTU
PELAKSANAAN

NILAI DASAR
Komitmen mutu : Inovasi
Anti korupsi : berani menolak
suap/gratifikasi
Etika Publik : sopan dan ramah

23

B. Formulir Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN


1. Memeriksa Inventaris P2U

Kegiatan
Tanggal

Memeriksa inventaris P2U


28 September 2015

Indikator

Semua inventaris P2U lengkap dan berfungsi dengan baik

Keberhasilan
Tingkat Capaian

Semua inventaris P2U dalam keadaan lengkap dan berfungsi

Teknik Aktualisasi

dengan baik
Akuntabilitas : nilai dasar tanggung jawab : teknik kecermatan,
ketelitian
Komitmen Mutu : Efektif dan efisien; teknik :memeriksa secara

Deskripsi Proses

teliti bersama regu sebelumnya


Menghitung jumlah inventaris dan mengecek kelayakan apakah

Manfaat Kegiatan

berfungsi dengan baik atau tidak


Dapat melaksanakan tugas dengan baik karena ditunjang

Bagi Stakeholders
Hambatan

inventaris yang lengkap dan berfungsi dengan baik


Inventaris tidak lengkap

Solusi

Komunikasi dengan regu P2U sebelumnya serta melapor ke

Daftar Lampiran

bagian perlengkapan
Foto dokumentasi pengecekan inventaris P2U

Penjelasan Keterkaitan Kegiatan / Sub Kegiatan Dengan Nilai Dasar :


- Akuntabilitas
o Tanggung jawab : Nilai dasar yang terkandung adalah tanggung jawab
dengan teknik kecermatan memastikan inventaris lengkap dan
berfungsi baik.
Komitmen Mutu
o

Efektif : Nilai dasar yang terkandung adalah efektif dengan teknik


memeriksa bersama regu sebelumnya secara teliti dan memastikan
jumlah inventaris lengkap sesuai yang tercatat dalam buku laporan.

24

2. Melaksanakan serah terima tugas P2U

Kegiatan
Tanggal

Melaksanakan serah terima tugas P2U


29 september 2015

Indikator

Tersampaikannya

Keberhasilan
Tingkat Capaian

pengganti
Tersampaikannya informasi dari regu P2U lama kepada regu P2U

informasi

mengenai

tugas

kepada

regu

yang akan bertugas dengan jelas dan baik.


Serah terima dilaksanakan tepat waktu yaitu 15 menit sebelum
Teknik Aktualisasi

pergantian regu P2U


Akuntabilitas : nilai dasar tanggung jawab : teknik kecermatan,
ketelitian
Komitmen mutu : nilai dasar cepat tanggap; teknik datang lebih

Deskripsi Proses

awal
Datang 15 menit sebelum pergantian tugas jaga untuk melakukan
serah terima tugas jaga, memberikan/menerima informasi dari
25

regu jaga lama untuk diteruskan ke regu jaga baru.


Manfaat Kegiatan

Mengetahui kondisi dan situasi portir sebelum melaksanakan

Bagi Stakeholders
Hambatan

tugas jaga P2U sehingga dapat dilakukan tindak lanjut


Keterlambatan datang oleh regu P2U yang lain

Solusi

Menunggu sampai regu P2U pengganti datang

Daftar Lampiran

Foto dokumentasi pengecekan inventaris P2U

Penjelasan Keterkaitan Kegiatan / Sub Kegiatan Dengan Nilai Dasar :


- Akuntabilitas
o Tanggung jawab : Nilai dasar yang terkandung adalah tanggung jawab
dengan teknik kecermatan dan ketelitian dalam menyampaikan serah
terima dalam hal ini berkaitan dengan informasi yang ditulis dalam buku
-

laporan
Komitmen Mutu
o Cepat tanggap : nilai dasar yang terkandung adalah cepat tanggap dengan
teknik datang lebih awal sehingga proses pelaksanaan serah terima tugas
tidak tergesa-gesa

26

3. Memeriksa, dan mengatur keamanan serta ketertiban lalu lintas setiap orang atau
barang yang keluar dan masuk melalui pintu gerbang utama

Kegiatan

Memeriksa dan mengatur keamanan serta ketertiban lalu lintas


setiap orang atau barang yang keluar masuk melalui pintu gerbang

Tanggal

utama
1 Agustus 2015

Indikator

Terciptanya keamanan serta ketertiban pada setiap orang atau

Keberhasilan
Tingkat Capaian

barang yang masuk.


Setiap orang maupun barang yang melintas aman dan tertib

Teknik Aktualisasi

Akuntabilitas : Nilai dasar tanggung jawab; teknik kewaspadaan


Etika Publik : Nilai dasar kesopanan; teknik bertutur kata dengan baik
Nasionalisme : nilai dasar menghargai keragaman; teknik tidak
membeda-bedakan

Deskripsi Proses

Pemeriksaan setiap orang barang yang melewati portir agar tidak

Manfaat Kegiatan

ada barang-barang terlarang yang masuk lapas


Memastikan tidak ada barang atau orang yang tidak sah yang bisa

Bagi Stakeholders
Hambatan

membahayakan tidak masuk ke dalam Lembaga Pemasyarakatan

Solusi
Daftar Lampiran

Foto dokumentasi pemeriksaan

Penjelasan Keterkaitan Kegiatan / Sub Kegiatan Dengan Nilai Dasar :


- Akuntabilitas
o Tanggung jawab : Nilai dasar yang terkandung adalah tanggung jawab
dengan teknik kewaspadaan dan ketelitian dalam memeriksa setiap barang
-

yang masuk
Etika Publik
o Nilai dasar kesopanan dilaksanakan dengan teknik bertutur kata yang baik
sehingga orang yang diperiksa merasa nyaman dan pemeriksaan berjalan

lancar
Nasionalisme
o Nilai dasar Menghargai keragaman dilaksanakan dengan teknik tidak
membeda bedakan pemeriksaan terhadap setiap orang yang masuk

27

28

4. Menulis buku laporan P2U

Kegiatan
Tanggal

Menulis buku laporan P2U


1 September 2015

Indikator

Tercatatnya segala lalu lintas yang melewati pintu utama

Keberhasilan
Tingkat Capaian

Tercatatnya semua informasi mengenai lalu lintas yang ada di


pintu utama

Teknik Aktualisasi

Akuntabilitas : Nilai dasar tanggung jawab; teknik kejelasan


Komitmen mutu : Nilai dasar Efisen; menggunakan bahasa yang baik
dan mudah dipahami

Deskripsi Proses

Setiap lalu lintas dicatat dalam buku laporan

Manfaat Kegiatan

Mendapatkan infomasi yang jelas sehingga dapat dilakukan tindak

Bagi Stakeholders
Hambatan

lanjut

Solusi
Daftar Lampiran

Foto dokumentasi penulisan buku laporan

Penjelasan Keterkaitan Kegiatan / Sub Kegiatan Dengan Nilai Dasar :


- Akuntabilitas
o Tanggung jawab : Nilai dasar yang terkandung adalah tanggung jawab
-

dengan teknik ketelitian dan kejelasan dalam menulis laporan


Komitmen Mutu
o Nilai dasar efisien dilaksanakan dengan teknik menulis buku laporan dengan
tulisan yang jelas dan mudah dipahami sehingga diperoleh informasi yang
akurat

29

5. Memeriksa alat-alat transportasi yang keluar masuk Lapas

Kegiatan
Tanggal

Memeriksa alat-alat transportasi yang keluar masuk lapas


1 September 2015

Indikator

Kendaraan yang masuk maupun keluar dalam kondisi aman dan

Keberhasilan
Tingkat Capaian

tidak membawa barang atau benda terlarang


Setiap kendaraan tidak membawa barang atau benda yang tidak
sah

Teknik Aktualisasi

Akuntabilitas : Nilai dasar tanggung jawab; teknik ketelitian


Komitmen mutu : nilai dasar efektif efisien; teknik ketelitian
Etika publik : Nilai dasar Kesopanan; Teknik tidak berkata kasar
Anti Korupsi : Nilai dasar Integritas; teknik berani menolak suap

Deskripsi Proses

Setiap kendaraan yang melewati pintu utama (pintu samping)

Manfaat Kegiatan

wajib diperiksa secara teleiti


Lapas tidak disusupi oleh barang ataupun benda terlarang

Bagi Stakeholders
Hambatan
Solusi
Daftar Lampiran

Foto dokumentasi pemeriksaan kendaraan

Penjelasan Keterkaitan Kegiatan / Sub Kegiatan Dengan Nilai Dasar :


- Akuntabilitas
o Tanggung jawab : Nilai dasar yang terkandung adalah tanggung jawab dengan
teknik kewaspadaan dan ketelitian dalam memeriksa setiap kendaraan yang
masuk maupun keluar
- Komitmen Mutu
o Nilai dasar efektif dan efisien dengan teknik memeriksa secara menyeluruh
bagian kendaraan
- Etika Publik
o Nilai dasar kesopanan dilaksanakan dengan teknik tidak berkata kasar pada
-

sopir
Anti Korupsi
o Nilai dasar Integritas dilaksanakan dengan teknik Berani menolak segala
bentuk praktik-praktik penyuapan

30

6. Melayani dan mengganti kartu identitas pengunjung dengan kartu khusus

Melayani dan mengganti kartu identitas pengunjung dengan kartu

Kegiatan

khusus

Tanggal

5 September 2015

Indikator

Terlaksanakannya penggantian kartu bagi setiap pengunjung laki-

Keberhasilan
Tingkat Capaian

laki
Kegiatan berjalan dengan baik dan pengunjung merasa nyaman

Teknik Aktualisasi

Akuntabilitas : Nilai dasar tanggung jawab; teknik ketelitian


Etika publik : Nilai dasar hormat; Teknik tidak bertutur kata yang baik
Komitmen mutu :Efisiensi; teknik bergiliran dalam memasukkan
pengunjung
Anti Korupsi : Nilai dasar kejujuran; teknik berani menolak gratifikasi

Deskripsi Proses

Setiap pengunjung laki-laki wajib menukarkan identitas asli

Manfaat Kegiatan

dengan kartu khusus


Untuk membedakaan pengunjung dan WBP

Bagi Stakeholders
Hambatan

Pengunjung tidak membawa identitas Asli

Solusi

Menolak secara halus dan mengingatkan untuk membawa

Daftar Lampiran

identitas asli lain waktu


Foto dokumentasi penggantian dengan kartu khusus

Penjelasan Keterkaitan Kegiatan / Sub Kegiatan Dengan Nilai Dasar :


- Akuntabilitas
o Tanggung jawab : Nilai dasar yang terkandung adalah tanggung jawab dengan
teknik ketelitian dalam penggantian kartu sehingga tidak terlewat satu pun
- Etika publik
o Nilai dasar hormat dilaksanakan dengan tekni bertutur kata dengan baik
sehingga pengunjung merasa nyaman dan proses penggantian kartu berjalan
-

lancar
Komitmen mutu
o Nilai dasar efisiensi dilaksanakan dengan cara memasukkan pengunjung
secara bergiliran. Memasukkan pengunjung wanita terlebih dahulu sementara

pengunjung laki-laki melakukan penggantian kartu khusus


- Anti Korupsi
o Nilai dasar kejujuran dilaksanakan dengan teknik berani menolak gratifikasi.
Karena sering kali dijumpai pengunjung yang tidak membawa identitas asli
31

dan berupaya melakukan tindakan penyuapan terhadap petugas.

32

7. Memeriksa barang/benda yang masuk diluar jam kunjungan

Memeriksa barang/benda yang masuk diluar jam kunjungan

Kegiatan
Tanggal

3 September 2015

Indikator

Barang yang masuk diluar jam kunjungan dalam kondisi aman

Keberhasilan
Tingkat Capaian

dan tidak terdapat barang yang dilarang


Pemeriksaan berjalan dengan baik dan lancar

Teknik Aktualisasi

Akuntabilitas : Nilai dasar kewaspadaan; teknik ketelitian

Deskripsi Proses

Setiap barang yang masuk wajib diperiksa oleh anggota P2U

Manfaat Kegiatan

Tidak ada barang terlarang yang masuk Lapas

Anti Korupsi : Nilai dasar berani; teknik berani menolak gratifikasi

Bagi Stakeholders
Hambatan

Tidak ada petugas pemeriksa khusus


Ada sebagian pengunjung yang ingin menemui WBP diluar jam

Solusi

kunjungan
Petugas P2U wajib memeriksa barang titipan pembesuk

Daftar Lampiran

Menolak kunjungan kecuali ada ijin dari atasan langsung


Foto dokumentasi pemeriksaan barang

Penjelasan Keterkaitan Kegiatan / Sub Kegiatan Dengan Nilai Dasar :


- Akuntabilitas
o Kewaspadaan dilaksanakan dengan teknik memeriksa secara teliti tiap
-

barang atau benda yang masuk


Anti Korupsi
o Nilai dasar berani dilaksanakan dengan tekni menolak gratifikasi dan juga
menolak pengunjung diluar jam kunjungan kecuali ada ijin atasan langsung

33

8. Memeriksa WBP bebas maupun WBP kiriman

Kegiatan
Tanggal

Memeriksa WBP bebas maupun WBP kiriman

Indikator

WBP yang bebas maupun WBP kiriman telah diperiksa dan dalam

Keberhasilan
Tingkat Capaian

kondisi aman
Kegiatan berjalan dengan baik dan setiap WBP telah diperiksa

Teknik Aktualisasi

Akuntabilitas : Nilai dasar tanggung jawab; teknik ketelitian

1 September 2015

Etika publik : Nilai dasar sopan; teknik tidak membentak-bentak

Deskripsi Proses

Setiap WBP wajib diperiksa badan maupun barangnya

Manfaat Kegiatan

Tidak ada barang-barang yang dilarang masuk maupun keluar

Bagi Stakeholders
Hambatan

Lapas
Kurangnya personil pemeriksa khususnya saat mendapat kiriman

Solusi

WBP, karena terkadang jumlahnya cukup banyak


Meminta bantuan Regu Pengamanan untuk memeriksa WBP

Daftar Lampiran

kiriman
Foto dokumentasi pemeriksaan WBP

Penjelasan Keterkaitan Kegiatan / Sub Kegiatan Dengan Nilai Dasar :


- Akuntabilitas
o Tanggung jawab : Nilai dasar yang terkandung adalah tanggung jawab dengan
teknik ketelitian dalam pemeriksaan badan maupun barang para WBP yang
-

keluar maupun masuk


Etika publik
o Nilai dasar kesopanan dilaksanakan dengan cara tidak membentak-bentak saat
memeriksa WBP sehingga tercipta suasanya yang kondusif

34

9. Memeriksa, dan mencatat para WBP yang menjalani kerja luar Lapas

Kegiatan
Tanggal

Memeriksa, dan mencatat para WBP yang menjalani kerja luar Lapas

Indikator

WBP yang menjalani kerja luar sesuai dengan yang tertulis di

Keberhasilan
Tingkat Capaian

buku ekspedisi
Setiap WBP tertulis dalam buku ekspedisi

Teknik Aktualisasi

Akuntabilitas : Nilai dasar kejelasan dan tanggung jawab; teknik

28 Agustus 2015

ketelitian dalam memeriksa buku ekspedisi


Komitmen mutu : Nilai dasar inovasi; Teknik memfoto WBP yang
belum dikenali
Anti Korupsi : Nilai dasar integritas; teknik berani menolak gratifikasi
Etika Publik : Nilai dasar kesopanan; teknik ramah dan tidak
membentak bentak

Deskripsi Proses

setiap WBP yang menjalani kerja luar wajib ditulis dalam buku

Manfaat Kegiatan

ekspedisi dan diperiksa saat keluar maupun masuk Lapas


Tidak ada WBP yang keluar lapas dengan cara yang tidak Sah

Bagi Stakeholders
Hambatan

Terkadang ditemui WBP yang belum dikenali sehingga kesulitan

Solusi

untuk memastikan setiap WBP yang menjalani kerja luar


Memfoto setiap WBP yang belum dikenali

Daftar Lampiran

Foto dokumentasi penggantian dengan kartu khusus

Penjelasan Keterkaitan Kegiatan / Sub Kegiatan Dengan Nilai Dasar :


- Akuntabilitas
o Kejelasan dan tanggung jawab dilaksanakan dengan teknik ketelitian dalam
memeriksa WBP yang keluar ataupun masuk serta ketelitian dalam
-

memeriksa buku ekspedisi


Komitmen mutu
o Nilai dasar inovasi dilaksanakan dengan teknik mengambil foto setiap WBP
yang sekiranya belum dikenali
Anti Korupsi
o Nilai dasar integritas dilaksanakan dengan teknik berani menolak gratifikasi
Etika Publik
o Kesopanan dilaksanakan dengan teknik memeriksa barang bawaan WBP
secara ramah dan tidak membentak-bentak sehingga tercipta suasana yang
aman dan kondusif.
35

BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Sebagai pelayan publik kita harus bekerja dengan memberikan pelayanan yang
terbaik bagi masyarakat, dengan menerapkan nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi kualitas pelayanan akan menjadi semakin baik,
karena menjadi modal dasar untuk setiap pekerjaan yang akan dilaksanakan berorientasi
pada perbaikan terhadap mutu pelayan yang berkesinambungan dan bebas dari korupsi dan
bersama-sama untuk membangun bangsa
Setelah diterapkannya nilai-nilai ANEKA dalam setiap pekerjaan penulis dapat
menyimpulkan bahwa kegiatan Aktualisasi nilai dasar ANEKA dapat menjadikan seorang
ASN untuk bekerja secara lebih profesional dan menjadi pelayan masyarakat yang baik
5.2 SARAN

36

Dalam kesempatan ini ASN sebagai peserta Diklat Prajabatan memberikan saran
kepada seluruh ASN umumnya, khususnya kepada ASN di lingkungan Kementrian Hukum
dan HAM untuk senantiasa mengaplikasikan nilai-nilai ANEKA. Karena dengan
menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam ANEKA dapat meningkatkan kualitas ASN
sebagai Abdi Negara.

37