Anda di halaman 1dari 10

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

DIREKIORAT JENDERAL BINA UPAYA KESEHATAN


RSUP DT. HASAT{ SAD]KIN BAiIDUNG
Jalan

{{

PasteurNo.38, Bandung 40161

rshs

Telepon : (022) 2034953, 2034954 (hunting) Faksimile : (022) 2032215, 2032533


Laman :www.rshs.or.id Pos-el : humorors hs@smail.com
smr hotlrr" : 6112335555

KEPUTUaAIT DIREKTITR UTAUA RSUP Dr. HAAAX SADIKIIY BAIIDUIYG


ItolloR : HK.OI!.()4/FI)L3 I la25L lXl I 20ts
TEIYTAIIG
PAITDUAN PEITIGGI']TAAN ALAT PELIIIDUIYG DIRI
DI RAI,P DT. BASAT SN)IKIIY BANDI,ITG

DIREKTUR UTAMA RaUP Dr. HASAI SADIXIN BAIYDUIYG,


Menimbang

a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu

b.

c.

Mengingat

1.

pelayanan

kesehatan dan memberikan perlindungan kepada tenaga


kesehatan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, maka
sebagai acuan dalam pelayanan perlu disusun Panduan
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di RSUP Dr. Hasan
Sadikin Bandung;
bahwa untuk mewujudkan sebagaimana tersebut pada
huruf a, telah disusun Panduan Penggunaan Alat Pelindung
Diri di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung;
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut
pada huruf a dan b perlu ditetapkan Keputusan Direktur
Utama tentang Pemberlakuan Panduan Penggunaan Alat
Pelindung Diri di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.

Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan


Konsumen;
2. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik
Kedokteran;
3. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
4. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2OO9 tentang Rumah
Sakit;
5. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2Ol4 tentang
Keperawatan;
6. Undang-Undang Nomor 36 Ta-hun 2014 tentang Tenaga
Kesehatan;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2OO5 tentang
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum;
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1673/MENKES/PER/
XII/2OOS tentang Organimsi dan Tata Ke{'a Rumah Sakit
Umum Pusat Dokter Hasan Sadikin Bandung;
9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 129/MENKES/
PER/ll/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah
Sakit;
10. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1438/MENKES/
PER/XI/2o l0 tentang Standar Pelayanan Kedoktemn;
11. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1691/MENKES/PER/
Y1l1/2O71 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit;
12. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2013
tentang Perubahan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
Hk.O2.O2lMENKES/l48ll/2O1O tentang lzin dan
Penyele nggaraan Praktik Perawat;
13. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 49 Tahun 2013
tentang Komite Keperawatan Rumah Saldt;

14. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 436/MENKES/

SK/VI/1993 tentang Berlakunya Standar

Pelayanan

Rumah Sakit;

15. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 382/MENKES/


SKllll l2OO7 tentang Pedoman Pengendalian Infeksi di
Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Lainnya;
16. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 27o/MENKES/
SK/X|2OO7 tentang Manajerial Pencegahan dan
Pengendalian lnfeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas
Kesehatan La.innya.

Memperhatikan

Pertimbangan Direksi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung


MEMUTUSKAI{

Menetapkan

KEPITTUSAII DIREKTI R LrfAUA RSIIP Dr. HAAAX AN)IKIIY


BAITDI'NG TEIYTAIYG ALI\T PELIITDI'ITG DIRI DI RSUP DT.
HASAIT SADIKIIY BAIYDI'ITG.

KESATU

Panduan Penggunaan Alat Pelindung Diri di RSUP Dr. Hasan


Sadikin Bandung sebagaimana tercantum dalam l,ampiran
Keputusan ini,

KEDUA

Panduan Penggunaan Alat Pelindung Diri di RSUP Dr. Hasan


Sadikin Bandung sebagaimana diktum kesatu harus
disosialisasikan agar dapat dilaksanakan oleh unit keia
terkait di lingkungan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.

KETIGA

Pembinaan dan Pengawasan Penggunaan Alat Pelindung Diri


di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dilaksanakan oleh kepala
unit keia terkait.

KEEMPAT

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan


ketentuan apabila di kemudian hari ternyata terdapat
kekelirua-n dalam penetapannya, akan diubah dan diperbaiki
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Bandung
Pada tanggal : 20 November 2015
R UTAMA,
lu

mml
El?u.ltlsAh $Dlhr

(a.

AYI

r 1091984 102001

Lampiran
Keputusan Direktur Utama
RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung
Nomor : HK.O2.O4 lE'0lsl1A25l /Xll2O15
Tanggal : 2O November 2O15
Tentang
Pandua-n Penggunaan Alat Pelindung Diri

BAB I
DEFINlSI

1. Alat Pelindung Diri (APD) alat khusus yang digunakan petugas kesehatan
untuk melindungi diri dari risiko pajanan darah, semua jenis cairan
tubuh,sekret,ekskreta,kulit yang tidak utuh dan selaput lendir pasien dan
risiko bahaya material.
1.1

Yang termasuk alat pelindung diri adalah sarung tangan untuk


melindungi tangan; masker bedah dan masker respirator untuk
melindungi hidung dan mulut,respirator juga dapat melindungi saluran
napas dan transmisi mikroba melalui udara (airbone);pelindung wajah
untuk melindungi seluruh bagian wajah; kacanataf goggle untuk
melindungi mata;penutup kepala;gaun pelindung atau apron untuk
melindungi kulit atau pakan dan sepatu.
1.1.1 Sarung tangan merupakan penghalang fisik paling penting untuk
mencegah penyebaran infeksi dan telah terbukti sarrgat efektif
mencegah kontaminasi tarrgan petugas kesehatan, namun
penggunaan sarung tangan tidak dapat menggantikan fungsi
hand hygiene, sebab sarung tangan berkualitas sebaik apapun
mungkin saja mengalami kerusakan kecil yang tidak terlihat
ataupun robek saat digunakan sehingga tangan dapat
terkontaminasi.
1.1.2 Masker bedah digunakan untuk menahan cipratan yang keluar
sewaktu petugas kesehatan berbicara.batuk atau bersin serta
mencegah percikan darah pasien/cairan tubuh lainnya serta
mencegah bahaya materia-l memasuki hidung atau mulut petugas
kesehatal.agar efektif,masker harus cukup besar untuk menutupi
hidung,mulut,bagian bawah dagu dan jenggot serta terbuat dari
bahan yang tahan terhadap cairal.
1. 1.3 Masker efisiensi tinggi merupakan jenis masker khusus yang
direkomendasikan bila penyaringan udara dianggap penting
misalnya khusus flu burung atau SARS. Masker dengan efiseiensi
tinggi seperti N-95 melindungi partikel dari partikel <5pm yang

dibawa oleh udara. Pelindung ini terdiri dari banyak lapisan


bahan penyaring dan harus dapat menempel dengan erat pada
wajah tanpa ada kebocoran.
1.t.4 Pelindung mata melindungi

mata petugas dari

percikan
darah / cairan tubuh dan bahaya material.pelindung mata
mencakup kacamata (goggles) plastik bening,kacamata
pengaman,pelindung wajah dan visor.kaca mata koreksi atau
kacarnata dengar lensa polos juga dapat digunakan,tetapi hanya
jika ditambahkan pelindung pada bagian sisi mata.
1.1.5 Pelindung kepala digunakan untuk menutup rambut dan kulit
kepala sehingga serpihan kulit dan rambut tidak masuk kedalam
luka selama perdarahal.
1. 1.6 Gaun pelindung digunakan untuk menutupi atau mengganti
pakaian biasa atau seragam lain,pada saat merawat pasien yang

diketahui atau dicurigai menderita penyakit menular mela-lui


droplet/airbone dal merawat pasien yang risiko menimbulkan
percikan darah/ cairan tubuh.

r.t.7 Pelindung kaki digunakan untuk melindungi kaki dari cidera


akibat benda tal'am/benda beratyang jatuh secara tidak sengaja
keatas kaki dan memberikan perlindungan, dari kontaminasi
tumpahan darah/cairan tubuh lain. Sepatu boot atau sepatu
tertutup terbuat dari karet atau kulit.

BAB II
RUANG LINGKUP

Panduan ini membahas tentang indikasi pemakain,pelal<s:rnaan cara


memakai,pelaksanaan cara melepas dal penanganan a.lat - alat habis pakai
berupa sarung tangan,masker,pelindung wajah/kaca mata,penutup kepala,gaun
pelindung,apron,sepatu,serta urutan pemakaial dan pelepasan APD lengkap
BABA III
TATA LAKSANA
Pengadaan APD untuk petugas yang memberikan pelayanan kepada pasien
sesuai jenis risiko pajanan sesuai dengan kebijakan penetapan area penggunaan
APD.

Pendistribusian APD ke satuan ke{a yang membutuhkan, sesuai dengan


kebutuhan dan permintaan dilakukan oleh instalasi farmasi dan bagian rumah
tangga.
Penggunaan APD oleh petugas yang memberikan pelayanan kepada pasien

di satuan kerja,berdasarkan risiko pajanan.

APD digunakan selama melakukan tindakan yang memungkinkan risiko


perpindahal mikroorganisme dari pasien ke petugas kesehatan dan sebaliknya
serta melindungi serta melindungi petugas kesehatan dari bahaya material dan
bahaya citotoksik.

3.1 . SARUNGTANGAN
3. 1. 1 Indikasi pemal<aial sarung tangan berdasarkan jenis sarung tangan;
3. l. 1. 1. Sarung Tangan Pemeriksaan
3.1.1.1.1 Sarung tangart non-steril,dipakai untuk kontak dengan
area tubuh non steril ( darah,cairan tubuh,ekskresi dan
sekresi,kulit intak, dan membrane mukosa) atau prosedur
- prosedur lain yang tidak memerlukan teknik aseptik.
Tidak boleh dicuci,didisinfeksi, dan di re-used. Sarung
tarrgarr non steril yang sudah di gunakan langsung dibuang
ke plastik sampah infeksius.
3.1.7.1.2 Sarung tangan steril, harus dipakai untuk kontak dengan
area tubuh yang steril ( prosedur aseptik ). Tidak boleh
dicuci, didisinfeksi, dan di re-used. Sarung tangan steril
yang sudah digunakan langsung dibuang ke plastik
sampah infeksius.
3.

1.1.2 Sarung Tangan Rumah Tangga


Sarung Tangaa Rumah Tangga dipakai untuk memberikan
lingkungan dan pemrosesan alat medis bekas pakai. Harus
dicuci dengan detergen setelah digunakan kemudian disimpan
kering.

3.

1.2 Hal - hal yang harus diperhatikaa


3.1.2.1 Lakukan hand hygiene sebelum memakai sarung tangan dan
setelah melepas sarung tangan.

3.1.2.2 sarung tangarr harus diganti antara kontak pasien dengan


pasien yang lain.

3.1.2.3 sarung tangan dipakai halya pada satu prosedur dan ketika
mau melakukan prosedur yang lain harus ganti sarung tarrgan
yalg baru
3.1.2.3 Sarung tangan tidak boleh dicuci atau didisinfeksi antara pasien
dengan pasien,karena dapat meningkatkan terjadinya penetrasi
cairan melalui lubang - lubang yang terjadi dan tidak terlihat
pada sarung tangan.
3.1.2.4 Dalam memutuskan tipe sarung talgan untuk macam - macrm
jenis tindakan juga dipertimbangkan bahan dari sarung tangan
itu sendiri,yaitu ;

3.2.4.1.1 Vinyl

; murah,untuk proteksi

pada tindakan dengan

risiko minimal
3.2.4.1.2 Natural rubber latex : samng tarrgan yang mempunyai
proteksi terbaik
3.2.4.1.3 Nitrile : dipilih untuk petugas dengan alergi latex dan
pada prosedur yang memerlukal disinfektan
glutaraldehyde
3.1.2.5 Untuk sarung tarrgarr petugas yang menggunakan high -level
disinfektan glutaraldehyde dart turunnanya tidak dianjurkan
untuk memakai sarung tangan berbahan dasar latex, karena
dapat mengurangi aktivitas glutaraldehyde untuk melakukan
proses DTT alat, seharusnya berbahan dasar nitrile
3.i.2.6 Bila ada petugas yang alergi terhadap latex di anjurkan untuk
memakai sarung tangan berbahan dasar nitrile ( untuk kasus
tertentu )
3.1.2.7 Gunakan sarung tangan dengan ukuraa yang sesuai agar tidak
menggangu keterampilan dan mudah robek.
3.1.2.8 Tarik sarung tarrga.rr ke atas manset gaun untuk melindungi
pergelangan tangan.
3.l.2.9.Jaga kuku selalu pendek agar sarung tangan tidak mudah robek
3. 1.2. 10 Guna.kan pelembab yang larut dalam air ( bebas lemak ) untuk
mencegah kulit tangan kering, jangan menggunakan
lotion/krem berbahan dasar minyak dan mengandung parfum
karena dapat merusak sarung tangan dan menyebabkan iritasi

kulitt.
3. 1.2. 1 Uangan menyimpal sarung tarrgarr di tempat yang terlalu panas
atau terlalu dingin dapat merusak bahan sarung tangan.
3.1.3 Pelakasanaan memakai Sarung Tangan
3.1.3.1 Lakukan HH sebelum menggunakan sarung tangan
3. 1.3.2

Pilih sarung tangan sesuai ukuran

3. 1.3.3

Ambil satu sarung tangal dengan cara memegang bagian dalam


sarung tangan

3. 1 .3.4 Pasang
3.

sarung tarrgan pada tangan

kanal/kiri

1.3.5 Ambil sarung tarlgan satu lagi dengan memegang dalam dalam
lipatan bagian luar yang tidak kontak langsung dengan kulit tangan.

3.1.4 Pelaksanaan melepas sarung tarrgan

3.1.4.1 Pegang bagian luar sarung tangan dengan sarung tangan


lainnya,lepaskan

3.1.4.2 Pegans sarung tangarr yarrg telah dilepas dengan menggunakana


tangan yang masih memakai sarng tarrga.rr

1.4.3 selipkal jari tangan yang sudah tidak memakai sarung tangan di
bawah sarung tangan yang belum dilepas dipergelangan tarrgan.
3. 1.4.4 Lepas sarung tangan di atas sarung tangan Pertama
3. 1.4.6 lakukan HH setelah melepas sarung tanga'rr
3.

3.2 MASKER
3.2.1 Masker bedah
3.2.1.1 Indikasi pemakain masker bedah

3.2.1.1.1 Semua tindakan yang berisiko menyebabkan


percikaa darah / cairan tubuh pasien memasuki

hidung,mulut,mata petugas atau sebaliknya


3.2.7.7.2 Semua petugas yang al<an masuk kamar operasi
dal selama kontak dengan pasien yalg menular
lewat droplet
3.2. l 2 Pelaksanaan memakai masker bedah
3.2.1.2.I lakukan HH sebelum menggunakan masker
3.2.1.2.2 Kenakan masker sehingga hidung hidung dan mulut
terlindung oleh masker
3.2.7.2.3 Ganti masker apabila rusal< basah, lembab dan
tercemar
3.2.1.2.4 Gunakan masker satu kali pakai
3.2.1.3 Cara melepas masker bedah
3.2.. 1.3.1 Lepaskan tali bagian bawah dan kemudian tali atau
karet bagian atas
3.2.7.3.2 Buang ke tempat limbah infeksius
3.2.1.3.3 lakukan hand hygiene setelah melepaskan masker
bedah

3.2.2 Masker Ehsiensi tinggi


3.2.2.1 Indikasi pemakaian masker efrsiensi tinggi N95;
Setiap kontak dengan pasien menular mela-lui udara
3.2.2.2 Pelepasan Maker efisiensi tinggi N95
3.2.2.2. I Gemgamlah respirator dengan satu tangan,posisikan

sisi depan bagian hidung pada ujung jari-jari


anda,biarkan tali pengikat respirator menjuntai
bebas dibawah tangan anda.

3.2.2.2.2 Posisikan respirator dibawah dagu anda dan sisi


untuk hidung berada di atas
3.2.2.2.3 Tariklah tali pengikat respirator yang atas dan
posisikan tali agak tinggi dibelakang kepala anda di

atas telinga.tariklah tali pengikat respirator yang


bawah dan posisikan tali dibawah telinga.
3.2.2.2.4 t eta-kan jari-j ari kedua tangan anda diatas bagran
hidung yang terbuat dari logam.Tekan sisi logam
tersebut ( gunakan dua jari dari masing-masing
tangan )mengikuti bentuk hidung artda. Jangan

menekan respirator dengan satu tangan ka-rena


dapat mengalibatkan respirator kurang efektif.
3.2.2.2.5 Tutup bagian depan respirator dengan kedua ta.ngan,
dan hati-hati agar posisi respirator tidak berubah.
3.2.2.2.5.7 Pemeriksaan segel positif.Hembuskan

nafas kuat-kuat.Tekanan

Positif
dida-lam respirator berarti tidak ada
kebocoran.bila terjadi kebocoran atur

posisi dan/atau ketegangan tali.Uji


kembali kerapatan respirator.Ulangi
langkah tersebut sampai respirator
benar-benar tertutup rapat.
3.2.2.2.5.2 Pemeriksaan segel negatif. Tarik nafas
ada
da-lam-dalam.bila tidak
kebocoran,tekanan negatif akan
membuat respirator menempel ke
wajah.Kebocoran akan menyebabkan
hilangnya tekanan negatif di dalam
respirator akibat udara masuk melalui
celah-celah pada segelnya.
3.2.2.3 Pelaksalaal melepas masker N-95
3.2.2.3.1 Lepaskan tali bagian bawah dan kemudian ta-li atau
karet bagian atas.
3.2.2.3.2 Kemudian pegang kedua tali dengan tangan tidak
memegang bagian luar masker N-95
3.2.2.3.3 la-kukan hand Hygiene setelah melepaskan masker
3.2.2.3.4 Buang masker yang telah digunakan ke plastik
sampah infeksius

3.3 ALAT PELINDUNG MATA


Petugas kesehatan harus menggunakan masker dan pelindung mata atau
pelindung wajahjika melakukan tugas yang memungkinkan adanya percikan
cairan secara tidak sengaja ke arah wajah.bila tidak tersedia pelingdung
wajah,petugas keshatan dapat menggunakan kacamata pelindung atau
kacamata biasa atau masker.
3.3. I Indikasi pemakaian pelindung wajah
3.3.1.1 Dipakai sebelum melakukan tindakan yang memungkinkan
terkenapercikal cairan tubuh pasien.

3.3.

1.2 Tindakan operasi,prosedur gigi dengan memakai

boor

kecepatal tinggi
3. 3. 2 Pelaksarraan memakai kacamata/ pelindung waj ah
3.3.3.1 la-kukan hand hygiene
3.3.2.2 kenakan kacamata/pelindung wajah selama dalam ruang
perawatan khusus/isolasi
3.3.2.3 Buka segera bila keluar dari ruang perawatal khusus/isolasi
3.3.2.4 Dekontaminasi kacamata/pelindung wajah setelah digunakan
3.3.2.5 Simpan kacamata/pelindung wajah pada tempat yang
tersedia
3.3.2.6 la.kukan Hand hygiene
3.3.3 Pelalsanaan melepas kacamata atau pelindung wajah
3.3.3.1 Pegang karet atau gagalg kacamata
3.3.3.2 Letakan dibawah yang telah disedisksn untuk diproses ulang
atau dalam tempat limbah infeksius
3.3.3.3 lakukan hand hygiene setelah melepaskaca mata

3.4 PELINDUNG KEPALA


Digunakan untuk menutup rambut dan kulit kepala sehingga serpihan
kulit dan rambut tidak masuk kedalam luka selama pembedahan.Topi
harus cukup besar untuk menutup semua rambut. topi dapat memberikan
sejumlah perlindungan pada pasien, dan juga dapat melindungi
pemakainya dari darah / cairan tubuh atau bahaya material yang terpercik
atau menyemprot
3.4.

I Indkasi pemakaial tutup

kepaJa

3.4.2.1 la-kukan hand hygiene


3.4.2.2 kenakantutup kepala selama diruang perawatan,isolasi dan
kamar operasi
3.4.2.3 Ganti tutup kepala bila rusak,tercemat darah dan cairan
tubuh.
3.4.2 cara melepas tutup kepala
3.4.2.7 l-epas tutup kepa.la setelah selesai kegiatan di ruang
perawatan khusus, isolasi dan kamar operasi.
3.4.2.2 Tutup kepala disposibel setelah dipakai dibuang ditempat
sampah medis
3.4.2.3 Tutup kepala kain dicuci bersama linen tercemar
3.4.3.4 La-lukan hand hygiene sertelah melepas tutup kepala
3.5 GAUN PELINDUNG
3.5. I Indikasi pemakaian baju pelindung
3.5. 1. 1 Baju/gaun steril

Indikasi pada tindakan bedahlum menggunakan baju


pelindung
3.5. 1.2 Apron

Indikasi pada tindakan berisiko terkontaminasi darah,cairan


tubuh,sekresi darr eskreta,misalnya pada perawatan luka
bakar
3.5.2 Cara memakai baju pelindung
3.5.2.1 Lakukan HH sebelum menggunakan baju pelindung
3.5.2.2 Pegang baju pelindung bagian dalam saat mengenakan
3.5.2.3 Ganti baju pelindung bila rusak atau tercemar
3.5.2.4Lepas baju pelindung setelah melaksanakantindakan/bertugas
3.5.2.5 Tempatkan baju pelindung pada tempat linen tercemar
3.5.2.6 Lakukan Hand hygiene setelahmemakai baju pelindung
3.5.3 Cara melepas baju pelindung
3.5.3. I Lepaskan tali
3.5.3.2 Tarik dari leher dan bahu dengan memegang bagian dalam baju
pelindung saja
3.5.3.3 Balik gaun pelindung

3.5.3.4 Lipat dan gulung menjadi gulungan dan letakan di wadah yang
telah disediakan untuk diproses ulang atau buang ditempat
limbah infeksius
3.5.3.5 Lakukart HH setelah melepas baju pelindung
3.6 PELINDUNG KAKI
3.6. I Indikasi pakai sepatu/pelindung kaki
3.6. 1. 1. Dipakai sebelum melakukan tindakan yang berisiko kaki
petugas terkena tumpahan/percikan darah atau cairan
tubuh lainnya dan berisiko tertusuk benda tajam atau
kejatuhan alat kesehatan selama melakukan tindakan.
3.6. 1.2 Isolasi airbone
3.6. 1.3 Tindakan operasi high risk
3.6.2 Ca:.a memakai sepatu pelindung
3.6.2.1 Siapkan sepatu sesua ukuran
3.6.2.2.lakukan HH setelah memegang sepatu
3.6.2.3 Kenakan sepatu tanpa memegang sepatu
3.6.2.4 Gunakan sepatu selama berada di ruang perawatan
3.6.3 Cara melepaskar sepatu
3.6.3.1 Lepaskan sepatu bila keluar dari ruangan perawatan dan
ganti dengan sepatu luar
3.6.3.2.Disinfksi sepatubagian luar setelah keluar dari ruangan
isolasi/ruangan khusus
3.6.3.3 Lakukan HH setelah melepas sepatu dengan tangan