Anda di halaman 1dari 63

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

DIREKTORAT JENDERAL PELAYAT{AN KESEHATAN


RSUP Dr. HASAN SADlKlil BANDUT'IG

#rsrrs

lalan Pasteur No.38, Eandung40161


Telepon : (022) 20349s3, 20349:4lhuntind Fakimlle : (o22) 2Gi2215, 2032533
taman

!444:584!ig Pos.el , !g!pl9rt!egE4!S94


srrr ,rodi,'r! | (8112335555

KEPUTUAA DIREI(TUR UTA}IA RSIIP DT, HASAIY BADIKIIT BANDUIIIG


IYoMoR : HX.O2.(X/EO Lg I 3946 I lll I 2OL6
TENTAI\IG
PAITDUAN UAITA'EUEIT LIIYEIY
RSUP Dr. IIASA AADIKIII BAXDITIIG

DIREKTUR UTAMA

a.

Menimbang

b.

c.

RGIUP

Dr. HASAX SADIKIN BANDUITIG,

bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan


khususnya dalam pelayanan linen di RSUP Dr. Hasan Sadikin
Bandung, maka untuk menyedialan linen yang baik dan aman
perlu disusun panduan pelayanan manajemen linen RSUP
Dr. Hasan Sadikin Bandung;
bahwa untuk mewujudkan sebagaimana tersebut pada huruf a,
telah disusun Panduan Pelayanan Manajemen Linen RSUP
Dr. Hasan Sadikin Bandung;
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana tersebut pada
huruf a dan b perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur
Utama tentang Panduan Pelayanan Manajemen Linen RSUP
Dr. Hasan Sadikin Bandung.

1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun l97O tentang Keselarnatan

Mengingat

Kerja;

2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;


3. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
4. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga
Kesehatan;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1999

DO KUMEN

tentang

Pencemaran Air;
Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2005 tentang AMDAL;

MASTER

6.
7. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005

tentang

Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum;

8. Peraturan Pemerintah Nomor l0l Tahun 2014

tentang

Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun;

9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor

1691/MENKES/PER/
Vlll/2D11 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit;
10. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 436/MENKES/SK/VI/
1993 tentang berlakunya Standar Pelayanan di Rumah Sakit;
l l. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129lMENKES/SK/
ll /2OO8 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.

Memperhatikan

Pertimbangan Direksi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.


MEMUTUSKAN

Menetapkan

KEPUTUSAN DIREKTUR UTAUA RSUP DT. HAAAIY SADIKIIY


BANDIINC TENTANG PAIVDUAN PELIIYAITAX UAITA"'EUEIY
LIITIEII RSIrP Dr. IIASAII AADIKIII BAIYDIIIG.

KESATU

Panduan Pelayanan Manajemen Linen RSUP Dr. Hasan Sadikin


Bandung, sebagaimana tercantum pada Lampiran Keputusan ini.

KEDUA

Panduan Pelayanan Manajemen Linen RSUP Dr. Hasan Sadikin


Bandung, dipergunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan
pelayanan linen RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.

KETIGA

Dengan ditetapkannya Keputusan ini, maka Keputusan Direktur


RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Nomor HK.03.O6lEO13/1303/
llll2Dl4 tentang Panduan Manajemen Linen di RSUP Dr. Hasan
Sadikin Bandung dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.

KEEMPAT

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan


di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam
penetapannya, akan diubah dan diperbaiki sebegaimana mestinya.

apabila

Ditetapkan di : Bandung
: 14 Ma-ret 2016
KE

DIRE

UTAMA,
h

AYI

RSARI

1091984102001

l,ampiran
Keputusan Direktur Utama
RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung
Nomor : HK.O2.O4/EOl3/3946/lll/2O16
Tanggal : 14 Maret 2016
Tentang
Panduan Manajemen Linen
RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

Panduan Manajemen Linen


RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

DAF"TAR ISI
SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA....

DAFTAR rsr.....................
BAB I PENDAHULUAN

.111

1.1LatarBelakang
1.2 Tuj ualPanduan

1.3 Ruang Lingkup Pelayanan

1.4 Batasan Operasional....

1.5 Landasan Hukum:

BAEi

II STANDAR KETENAGAAN,.......,...

-... -..

2.1 Kualifrkasi SDM

2.2 Distribusi Ketenagaan

2.3 Pengaturan Jaga...............

BAT}

III STANDAR FASILITAS.,....

3. 1 Denah

Ruangan........

9
9

3.2 Standar Fasilitas.........

10

BAE} IV TATA LAKSANA PEI-AYANAN...

16

4. 1

Alur Pengadaan Linen..............

t7

4.2 AIur Kegiatan Binatu

18

4.3 Alur Pelayanan Linen Kotor Dari Ruangan.

2t

4.4 Alur Pengambilan Linen Bersih Ruangan.................. 23


4.5 Alur kegiatan linen kotor COT

25

4.6 Alur Kegiatan linen bersih COT

27

4.7 Alur Kegiatan linen kotor Paviliun Parahyangan....... 2A


BAB V PRASARANA DAN PERAI-ATAN...

30

5.l

30

PRASARANA

5.2 DAF-IAR JENIS LINEN INSTALASI BINATU

31

l. Jenis Linen untuk Paviliun

3l

111

Parahyangan

2.Jenis linen COT


3.Jenis Linen Ruang

.32

Pera\ratan......

....... 33

5.3 DAFTAR JENIS LINEN PEMBELI-AN JADI DAN PRODUKSI


BINATU..........
........................35

INSTAT-A,SI
BAEI

VI KESET.AMA'-TAN PASIEN . ...... ... ... ....... .................. 36

BAB VII KESET-AMATAN KER.IA ..................................... 38

7.L Daftar MSDS (Material Safety Data Sheet) Bahan Kimia


beserta penanggulangan bila te{adi kecelakaan............. 43
7.2 Tata cara pelaporan bila terjadi kecelakaan kerja .....53

MUTU
BAEI Ix PENUTUP......
BAB VIII PENGENDALI.AN

1V

..............56

........59

BA'B I
PEITDAIIULUAJT

1.1

Intar Belakang
Pengelolaan linen

di rumah sakit mempunyai alur

yang cukup panjang dimulai dari penerimaan linen kotor,


penimbangan, pemilahan, dekontaminasi (perendaman),

pencucian, pengeringan, penyetrikaan, pelipatan dan


sortir, penyimpanan dan pendistribusian. Linen di rumah
sakit dibutuhkan setiap hari baik untuk kebutuhan
perawatan, ahli gn, tindakan medis maupun untuk
petugas yang bekerja di rumah satit.
Pengelolaan linen

di binatu

memerlukan sarana
(bangunan) yang harus memenuhi persyaratan dan
prasarana yang harus tersedia yaitu adanya mesin cuci

untuk melakukan proses pencucian linen infeksius


maupun non infeksius, mesin pengeringan untuk
mengeringkan linen, mesin setrika untuk penyekikaan

linen, mesin press untuk pengepresan linen,

meja

pelipatan untuk tempat melipat linen,lemari linen untuk


penyimpanan linen bersih, troli untuk transportasi linen
kotor maupun linen bersih.

Pengelolaan ini membutuhkan banyak tenaga


meliputi ahli manajemen, operator mesin , pelaksana

pencucirn, pengeringan, penyetrikaan, pendistribusian

maupun penjahitan, ahli sanitasi dan ahli kesehatan


lainnya.
Persyaratan standar internasional (JCI) Prevention

Control Infection (PCI) elemen 3 menyatakan bahwa


pengendalian infeksi harus diterapkan pada pengelolaan
binatu dan linen termasuk transportasi, pembersihan dan
penyimpanan.

Permasalahan yang sering tedadi dalam


pengelolaan linen antara lain kualitas linen yang tidak
baik dalam arti tidak bersih, kesulitan membersihkan
noda, efek samping pemakaian bahan kimia, kurangnya
koordinasi antara petugas ruangan dan petugas binatu ,

kurangnya pemahaman dalam pemilihan jenis bahan

kimia dan linen, kurangnya tenaga maupun pemahaman


operator dalam menjalankan mesin apalagr bila te{adi
kerusakan pada mesin tersebut.
Perilaku dan budaya petugas juga menjadi masalah
yang mengakibatkan ketidakpatuhan penggunaan alat
pelindung diri perorangan, dalam hal ini petugas binatu

maupun petugas ruangan tidak memahami pentingnya


keselamatan untuk diri maupun lingkungannya.

Untuk melaksanakan semua kegiatan di instalasi


binatu perlu dibuat panduan sehingga proses bisa

be{alan dengan baik yang pada akhirnya bisa


meningkatkan mutu pelayanan penunjang melalui
pengelolaan linen yang baik dan benar.

1.2 Tr{uaa Paaduaa


Tujuan Umum

Untuk meningkatkan mutu pelayanan linen di rumah


sakit

T\rjuan Khusus

. Tersedianya linen sesuai perencanaan.


. Tersedianya linen yarlg arnan untuk dipakai.
. Terpantaunya linen yang digunakan di RSHS
. Sebagai panduan kerja untuk mendapatkan linen yang
bersih, kering, rapi, utuh dan siap pakai

. Terciptanya lingkungan kerja yang aman sesuai


prosedur yang ditetapkan da-lam panduan kerja
Instalasi Binatu sehingga pengunjung, tenaga
kesehatan maupun tenaga lainnya dapat terjamin dari
bahaya terpapar dan bahaya potensial

Sebagai panduan dalam meminimalkan kemungkinan

kontaminasi baik bagi petugas maupun pasien.

JCI standar PCI elemen

7.

I bahwa

pengendalian

infeksi harus diterapkan pada pengelolaan binatu dan

linen termasuk tranportasi, pembersihan dan


penyimpanan..

2.

Memberikan pelayanan mulai dari penerimaan linen

kotor, penimbangan, penghitungan, pencucian,


pengeringan, penyetrikaan dan penjahitan serta
pendistribusian semua kebutuhan linen bersih yang
diperlukan oleh semua unit / bagian di rumah sakit.

1.5 L.DdrsrD Hulua:


1. UU no 36 tahun

2OO9 tentang Kesehatan

2. UU bo 23 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup


3. UU no 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
4. PP no 85/1999 tentang perubahan PP no. 18 tahun
1999 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan
Racun.

5. PP no 2O tahun 1990 tentang Pencemaran Air


6. PP no 27 tahunl999 tentang AMDAL
7. Permenkes Rl no 4T2lMenkes/PeraturanlV 11996
tentang Penggunaan Bhan Berbahaya bag,
Kesehatal.

8. Permenkes no 416/Menkes/Per/IXl1992 tentang


Penyediaan Air Bersih dan Air Minum.

9. Permenkes no 986/Menkes/Per/Xl/1992 tentang


Penyehatan Lingkungan Rumah Sakit.

10. Keputusan Menteri Kesehatan

RI no

9831

Menkes/ SK/XI I 1992 tentang Pedoman Organisasi


Rumah Sakit.

11. Kepmen L.H no SS/MENLH|12/1995 tentang


Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan Rumah
Sakit.

12. Pedoman Sanitasi Rumah Sakit

di

Indonesia

tahun 1992 tentang Pengelolaan Linen.

13. Buku Pedoman Infeksi Nosokomial tahun 2001.


14. Standar Pelayanan Rumah Sakit tahun 1999.
15. Pedoman Manajemen Linen di Rumah Sakit,
Departemen Kesehatan RI, Direktorat Jenderal
Pelayanan Medik,20O4.

16. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia


no 1 204 / Menkes/ SK/X/ 2OO4 tentang Persyaratan
Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.

BAB II
STANDAR KETEITAGAAIT

2.1 Kualtftkasi SDM


NO

NAMA JABATAN

KUALIFII{ASI

JI'MLAII

KENYATAAN

Apoteker

SMA,STM

Ka. Inst Binatu

Ka. Sub Inst

D3 Kesehatan/

Laundry

D3 Perhotelan

Ka. Sub Inst

D3 Kesehatan

D3 Kesehatan

SMKK, D3

SMP, SD

Pendistribusian
4

Ka. Sub Penjahitan,

Evaluasi dan

PKN

Perencanaan
5

Tata

Usaha/Administrasi

D3 Non

D3

Kesehatan/D3

Manajemen

Manajemen

Informatika/

Informatrika/

SMA

D3

Administrasi
6

Staf Laundry

SMA

27

SMA,SMP,SD

Staf Pendistribusian

SMA

SMA,SMP

Staf Penjahitan dan

SMKK/SMA

SMKK, SMA

Penyablonan

Jumlah

50

2.2 Distribusi Kctenagaan


Pendistribusian sesuai ruangan yang ada di
Instalasi Binatu yang langsung bertanggung jawab pada
masing masing Ka. Sub Instalasi

2.3 Pengaturaa Jaga


shift r
Senin sampai

Sabtu

: 07.0O

Sabtu

14.OO

shift Ir
Senin sampai

14.OO

-2l.OO
Hari Minggu atau libur Nasional jam O7.OO - 14.00

Untuk Sub PenJahltandan Penlrablonan


Senin sampai

Sabtu

: O7.O0 -14.00

Untut pctugas administrasl


Senin sampai

Jum'at

kamis

: O7.00 -15.3O
: O7.O0 -16.00

Untuk pendistribusian COT Senin sampai Jumat 24 jam


kerja (3 shift), sedangkan Sabtu dan Minggu atau hari
libur nasionall shift (07.00- 14.00)

BAB III
STANDAR FASILITAS

3.1 Denah Ruangan


DEIIAH IiISIAIASI BINAru BARU

:.--iJ _-._ _r',.___t___


D

1..

,l

,ii
.i,r
I

tI

Ll

'{

irEr

=.1I

t\, J

_t

>l

'-1r

''&

.,.=-

__r

3.2 Standar Fasilitas


Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan Instalasi
Binatu diperlukan ruangan dan sarana penunjang
Kebutuhan Ruang, Fungsi dan Luasan Ruang serta
Kebutuhan fasilitas Instalasi Binatuharus sesuai dengan

Pedoman Teknis di bidang Sarana dan Prasarana


Kesehatan, Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan,
Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana
Kesehatan, 201 I

No

I{eoe

FurSrt

Ruangaa

Ruangan

Besaraa

Ruang/

Ruarg

I!!tsls.l

I[ebutuhs!

BtEatu

Fasllitas

Luas

RSES

Petugas

Ruang

melaksanakan

Administrasi

kegiatan

dan

administrasi,

Pencatatan

keuangan

Meja. Kursi,

Minimal

9m'

13,5 m2

dal

lemari
berkas/ arsip

dll

Personalia
Tempat Ka

Instalasi
Ruang Kepala
2

Instalasi
Binatu

bekerja dan

melalukan

Masih di
9-12 rnz

kegiatan
perencanaan

dan
manajemen

10

binatu
lama

Meja. Kursi,

lemari
berkas/ arsip

dl]

Tempat

Ruang
3

Penerimaan

dan sortir

linen kotor

penerimaan
[inen kotor

dari semua

bagian/unit
kemudian di
sortir

Min 12
m'

10,8 m,

76 m2

36,2 m2

Troli,
timbangan

Tempat

melaksanakan
5

Ruang Cuci

pencucian
linen non

Mesin cuci,

troli

infeksius&
infeksius

Ruang
Pengeringan,
7

penyetrikaan,

petpatan,
sortir,
pengePresan

Kegiatan
mengeringkan

,melipat,
menyetrika,
melipat dan

Min 46

Perbaikan

Linen

25O rn2

m2

pengering,

troli

mengepres

linen
Tempat

Ruang

Mesin

dan menjahit

Min 8

linen setelah

tu2

dicuci, setrika
dan dilipat

lt

jahit,
Masih di jarum,
Mesin

memperbaiki

binatu

benang dan

larna

perlengkapa

n lainnya

Tempat linen
10

Ruang

bersih dan

distribusi
linen

pendistribusia
n linen ke

Min 20
n2

+ 104 m2

Rak, Lemari,

troli

ruangarn

Tempat

11

Ruang

melaksanakan

Pencucian

dekontamrnasi

troli

dan pencucian

Keran,

Min 6

t4/Jl2

E2

selang, alat
pengering

troli

1l

Gudang
Bahan Kimia

Iempat
menyimpan
bahan kimia

Min 8

13,5 m2

m2

Rak,

Lemari,palet

KM/WC
Kamar

t2

mandi/WC
petugas

Kamar mandi/
WC

pia/wa
nita luas

Kloset,

8,4 rn'

wastafel,
bak air

2m2 -

3a,
Tempat

13

Ruang

petugas

istirahat

berganti

petugas

pakaian dan

+ 3,6m2

Locker,

kursi, meja

istirahat

Persyaratan Khusus

1.

Tersedia keran air bersih dengan kualitas dan


tekanan yang memadai, air panas untuk desinfeksi
t2

dengan desinfektan yang ramah

terhadap

lingkungan. Suhu air pzrnas mencapai 7O"C dalam


waktu 25 menit / 95'C dalam waktu l0 menit untuk
pencucian pada mesin cuci.

2.

Peralatan cuci dipasang perrnanen dan diletakkan


dekat dengan saluran pembuangan air limbah serta
tersedia mesin cuci yang dapat mencuci jenis-jenis
linen yang berbeda.

3.

4.

Tersedia saluran air limbah tertutup yang dilengkapi

dengan pengolahan awal (pre- treatment) khusus


laundry sebelum dialirkan ke IPAL rumah sakit
Untuk linen non infeksius (misalnya dari ruang
administrasi) dibuatkan akses ke nrang pencucian
tanpa melalui ruang dekontaminasi.

5. Tidak disarankan untuk mempunyai tempat


penyimpanan linen kotor.

6.

Standar kuman bagi linen bersih seteleh keluar dari


proses tidak mengandung 6 x lO3 spora spesies
Bacillus per inchi persegi.

Sedangkan untuk sarana penunjang diperlukan

A.

Sarana Penunjang

a) Mesin :
- Cuci
- Peras
- Pengering
l3

b)

Mesin Potong
Rak
Meja lipat

Troli kotor
Troli bersih

Alat tulis kantor

Komputer
Mebeulair

Sarana Dokumentasi

a.
b.
c.
d.
D.

Mesin Obras

Sarana Administrasi

a.
b.
c.
C.

Mesin Jahit

Sarana lain:

B.

Plat Press

Alat Jahit

c)

Roll Press

Format pelayanan
Format pemantauan

pengawasan

Format evaluasi
Format pelaporan

Sarana Yuridis

a.
b.

Kebijakan
Prosedur

PERSYARATAIT RUAITGAII BIITATU:

o
o

Ruangan yang cukup luas.

l,antai yang mudah dibersihkan ( keramik

l4

).

o Tembok dan langit - langit berwarna dan bisa dicuci.


. Sinar yang baik terhindar dari bayang - bayang.
r Ventilasi dan suhu ( panas ) yang cukup untuk
menghindari jamur.

Rak yang berongga

( untuk

memberikan sirkulasi

udara

. Counter dan pintu loker tempat menukar linen.


o Pintu yang cukup lebar dan memiliki kunci yang
cukup kuat.
PERLENGXAPAN

a.
b.
c.
d.
e.
f.
C.
h.
i.
j.

Keranjang

tempat untuk bundelan linen.

Kereta dorong.
Tangga untuk mencapai rak yang tinggi.
Mesin

jahit untuk membuat

memperbaiki linen.

Meja potong linen.


Meja tulis untuk administrasi.
Meja dan kursi petugas.

Ditempat cuci tangan ( sabun antiseptik, handuk ).


Alat kebersihan ( Sapu , sikat ).
Telephone.

l5

BAB IV
TATA IITKSAITA PELAYANAIT

Pelaksanaan dimulai dengan perencanaan linen


tahunan untuk semua unit di rumah sakit yang terdiri dari
linen medis dan non medis, kemudian dilakukan pengadaan
oleh unit layanan pengadaan baik secara lelaag ataupun

penunjukkan. Linen yang diadakan bisa dalam bentuk


kain/ bahan, bisa juga sudah bentuk jadi.Linen diterima
oleh panitia penerima yang selanjutnya akan disimpan di

gudang logistik. Instalasi Binatu bila membutuhkan


membuat bon permintaan ke gudang logistik. Untuk linen
yang sudah jadi bisa langsung didistribusikan ke ruangan
yang membutuhkan.

Bila berbentuk bahan/ kain maka dilakukan


produksi dulu oleh Instalasi Binatu sesuai jenis yang
dibutuhkan oleh ruangan. Setelah linen digunakan oleh
pasien/ user maka setiap ruangan/unit/instalasi, bqgran
mengirimkan linen kotor ke Instalasi Binatu untuk

selanjutnya dilakukan penerimaan linen

kotor,

penimbangan, penghitungan untuk linen kotor non


infeksius, pencucian, pengeringan, penyetrikaan, pelipatan
dan sortir yang selanjutnya diserahkan dan didistribusikan
kembali ke ruangan tersebut. Untuk linen yang diperlukan
perbaikan maka dilakukan reparasi di ruang penjahitan.
Sebelum didistribusikan, troli harus dibersihkan / dicuci /

l6

dilap/didesinfeksi dengan pengawasan Kasub. Laundry


atau petugas Binatu.
4.1 Alur Pengadaan Llnen
ALIIR PEI| GADAAIT LII| EI{

PENGADAAN

PENGUSUIAN
KEBUTUHAN
LINEN

LINEN

PENERIMAAN
LINEN BARU

,
KEBUTI'HAN

PENNMPANAN DI
GUDANG

LINEN

I,OGISNK

PERENCANAAN

+
DISIRIBUSI RUANGAN

.
.

PENGGANTAN
PEMENUHAN
PARTSIIOK

PERMINTAAN
RUANGAI{ (BON}

t7

ts

PERMINTAAN KE

GUDAIIG
I,OGISrIK

4.2

AJrur

Kegiatan Blnatu
PeiEaimaan

Li.En lGtor

PeoimbarEan

Bon

Penghilungan
Linen Non
lnfeksius

Linefl lnfeksius
Peanisahan

Pemisahan

wama linen

Bsrat
Ringan

l bma

LiDen

fama lineo
Pencuciaa

Pengeringan

Peoyekikaan

Pelipatan dan

Produksi Unen

Sonir

-l
Pendaslaibusian

Pneyerahan ke
Karnaa Operasi

Ruangan
Penyeiahan ke
CSSD

Stenlisasi

l8

PeaEeprcsan

Keterargan Alur Peleyaaen Liaca /Kcgietaa Blaetu:


1. Petugas binatu menerima linen kotor dari petugas
ruangan di dalam troli yang menggunakan kantung
plastik warna kuning untuk linen infeksius dan

kantung plastik warna hitam untuk linen non


infeksius, serah terima linen kotor dari user ke
Instalasi Binatu menggunakan bon serah terima

2.

linen kotor/linen bersih rangkap

Penimbangan terhadap semua

linen kotor

(tiga)

setiap

ruangzrn, instalasi/ unit.

3.

Penghitungan linen non infeksius, sedangkan untuk


linen infeksus tidak boleh dilakukan penghitungan.

4.

Pemisahan linen yang akan dimasukkan ke dalam

mesin pencucian berdasarkan jenis noda, noda

berat, dan noda ringan, untuk linen infeksius


dikategorikan noda berat.

5.

Pencucian linen berdasarkan jenis noda dan warna


linen.

6.

Setelah dilakukan pencucian, linen dimasukkan ke


dalam mesin pengeringan dengan waktu tertentu,
tergantung jenis linen.

6.

Linen hasil pengeringan dimasukkan ke dalam troli,


kemudian diserahkan ke petugas penyetrikaan.

7.

Petugas penyetrikaan melakukan per lembar dan per

jenis linen satu persatu.

l9

8.

Hasil penyetrikaan linen dilakukan penyimpanan ke

meja pelipatan untuk dilakukan pelipatan dan


penyortiran terhadap linen. Bila linen baik (tidak ada
noda/ rusak) dikelompokkan dan dirapihkan, bila
linen rusak/ sudah rapuh, dipisahkan dan dihitung
untuk selanjutnya dibuang. Bila linen bernoda atau
masih kotor , dipisahkan untuk dilakukan cuci
ulang.

9.

Pengepresan dilakukan

untuk linen yang masih

kusut, kemudian linen dikelompokkan per jenis linen


dan dihitung jumlahnya untuk selanjutnya
diserahkan ke petugas pendistribusian.

10. Petugas pendistribusian melakukan pengangkutan


untuk disimpan di rak penyimpanan.
11. Penyimpanan dilakukan per ruangan dan disesuaikan
jumlahnya dengan bon pencucian yang diterima dari
petugas pencucian.

12. Penyerahan linen dilakukan melalui pass box saat


petugas datang ke binatu dan petugas binatu
memastikan bahwa troli linen bersih sudah
dilakukan desinfeksi.

20

4.3 Alur Pelayanan Linen Kotor Dari Ruangan


Petugas ruangan membawa

troli

linen kotor

Petugas ruangan melalui lift kotor


turun ke basmen

Petugas ruangan menyerahkan


linen kotor dalam kantung plastik
warna kuning dan warna hitam ke
petu8as binatu

Plastik yang berisi linen diterima


petuSas binatu

Petugas ruangan mencuci

troli

linen kotor

Petugas ruangan membawa troli


kotor yang sudah dicuci melalui lift

kotor ke ruangan masing-masing

2t

Bila lift kotor te{adi kerusakan maka alur linen kotor

1. Dari ruangan melalui lift pengunjung

yang ada di
depan tangga luar kemudian kantung plastik warna
kuning dan hitam dikeluarkan dari troli dan dibawa
melalui tangga, kemudian ditampung menggunakan

linen kotor dari binatu dibawa ke basemen binatu


(jalan memutar) masuk ke lorong basemen binatu

atau

2. dari arah nrangan melalui lorong gedung cardiac


centre, dibawa keluar belok ke arah parkir basemen
menuju basemen binatu.

22

4.4 Alur Pengambilen Llncn Bcrcih Ruengra

Petugas ruangan membawa troli


linen bersih

Troli linen bersih dibawa ke Binatu


melalui lift pasien

Troli linen bersih di disinfeksi


menggunakan alkohol 70%

Petugas ruangan menggunakan


aerocom yang ada di pinggir pass
box untuk meminta linen

Petugas binatu setelah menerima


suara dari aerocom membuka pass
box dan menyimpan linen bersih
dari ruangan tersebut

Petugas ruangan membuka pass


box dan mengambil linen bersih

melalui pass box

Petugas ruangan membawa linen

bersih melalui lift pasien ke


ruangan masing-masing

t)

Ketcraagar Alur pcngambilen liaen bcrrth ruangaa

l.

Petugas ruangan membawa troli linen bersih dari

ruangan masing-masing.

2. Petugas nrangan membawa troli linen bersih


melalui jalan lift pasien.

3. Petugas ruangan melakukan desinfeksi troli linen


bersih menggunakan alcohol 707o

4.

Petugas ruangan menggunakan aerocom meminta

linen bersih.

5. Petugas binatu menyerahkan linen bersih setiap


ruangan yang telah disiapkan oleh petugas binatu.

6.

Petugas ruangan membawa troli linen bersih yang

berisi linen bersih masing-masing ruangan melalui

lift pasien.
Bila lift pasien dalam keadaan rusak atau dalam
perbaikan:
Dari arah ruangan melalui lorong gedung cardiac
centre, dibawa keluar belok ke arah parkir basemen

menuju basemen binatu.

24

4.5 Alur tegiatan llnen kotor COT


Pengambilan linen kotor COT

Penyimpanan di troli kotor

Penghifungan linen non


infeksius

Bawa ke Basement Binatu

Lakukan Pencucian

Prosedur seperti alur kegiatan


binatu

25

Keterangaa Alur Legiataa Ihctr Lotor COT

1. Linen dilakukan di COT meliputi jas operasi,

TPA,

TPB, sarung mayo, seprai bolong, baju dokter, baju


pasien, barak dll

2. Pemisahan linen infeksius dan non


dilakukan oleh perawat COT, untuk

infeksius
infeksius

masukan ke dalam kantung plastik warna kuning,


sedangkan untuk yang non infeksius menggunakan
kantung plastik warna hitam..

3. Kantung plastik warna kuning dan hitam dibawa


menggunakan troli kotor.

4. Bawa ke Instalasi Binatu Basement


5. La.kukan pencucian
6. I-anjutkan prosedur lanjutannya seperti pada alur
kegiatan binatu

26

4.6 Alur Kegiatan llnen beraih COT

linen bersih
ruarE disfihisi

Linen betsih untuk

Ae{asi

Baiu Dokter

Baju Pasien

petugas binatu di

cssD

sesuaiiumhh ladwal

Secara bertahap

kosdinasi dengan

pet{as

binatu [.4

unhrk rnelakL*an

rnengambil linen

27

Selimut dll

4.7 Alur Kegiatan linen kotor Paviliun parahyangan

Pengambilan linen kotor

Penghitungan untuk linen non


infeksius

Simpan di troli kotor

Bawa ke Basement Binatu

Lakukan Pencucian

Prosedur seperti alur kegiatan

binatu

28

Alur Kegiatru Llncn Pavlllun Panhyeagea


1. Pemilahan linen dilakukan di Paviliun Parahyangan

KeterargaD

meliputi sprei, sarung bantal, handuk, baju pasien,


waslap.

2.

Pisahkan antara infeksius dan non infeksius, untuk

infeksius masukan ke dalam kantung plastik warna


kuning.

3. Linen infeksius dan non infeksius dimasukkan

ke

dalam troli linen kotor.

4. Bawa ke Instalasi Binatu Basement


5. Serahkan ke petugas binatu
6. l,anjutkan prosedur lanjutannya seperti pada alur
kegiatan binatu

Untuk linen yang sudah bersih prosedur seperti alur linen


bersih ruangan.

29

BAB V
PRASARAITA DAI| PERALATAN

S.l

PRASARANA

NO

IIATA AI,/TT

MESIN CUCI DUA


PINTU(DOUBLE

JI'IIUUI MERI(

TAHI'N

3 UNIT

20r5

RENZACCI

DOOR)

2
2

MESIN

3 UNIT

IMAGE

unit

tahun
2012,

PENGERING

unit

20 13)

MESIN

UNIT

PRIMTIS

200r

PENGERING

MESIN SETRIKA

2 UNIT

IMAGE

2073

MESIN PRESS

2 UNIT

SIDI

2015

TIMBANGAN

CAMRY DAN

2014

ROSE

(CAMRY)

UNIT

2016
(ROSE)

30

5.2 DAI'TAR JENIS LII{EI{ INSTALIISI BINATU


1. Jenis Llaen uatuk Pawiliun Parahyangen
No

Ukuran

Jenis Bahan

Nama Barang

Seprai besar

Katun putih

Seprai kecil

Sarung bantal

Katun putih
Katun putih

x 180 cm
2OO x 150 cm
7Ox50cm

Selimut quilted

Bahan quilted

l8O x 20O cm

Bed cover

Bahan katun

200 x 250 cm

Kebaya pasien

Taipan tropical

alt size

Sarung pasien

Taipan tropical

200 x 115 cm

Handuk besar

Katun handuk

12O

Handuk kecil

Katun handuk

70x30cm

10

Waslap

Katun handuk

2Ox 15 cm

11

Barak

Taipan tropical

all size

12

Setimut garis

18O

13

Tali pasien (set)

Fanel /wool tipis


American drill

t4

Bungkus jenazah

Bahan kaci

30O

x 6O cm

275

1O5 crn

l8O cm

dewasa
15

Bungkus jenazah anak

Bahan kaci

16

Tutup mayat

American drill

x 13O cm
3OO x l5O cm

T7

Perlak dewasa

Bahan oscar

140 x 8O cm

18

Sarung guling

American drill

standar

l9

Perlak bayi

Karet

standar

20

Piyama anak

Katun corak anak

2l

Bqiu dala'n

luar bayi

katun kaos

31

18O

standar

standar'

22

Selimut wool bayi

23

Popok

Kaos katun

standar

24

Bedong

FlaneI

9Ox9Ocm

25

Sarung tangan + kaki

Katun kaos

bryt

2. Jcair llnen

OOT

Jas operasi

TPA

TPB

Seprei bolong

Sarung mayo

Alas pasien

Ukuran

Jenis Bahan

Nama Barang

No

Drill anti blood


American drill
American drill
American drill
American drill
American drill

all size
150

100 cm

15O

2OO

cm

150 x 3O0 cm

l5O x 75 cm
2OO

x l5O cm

(Double)
7

Baju pasien OK

Taipan

all size

tropical/anti blood
8

Baju operasi dokter

American drill

L, XL, XXL

American drill

L, XL, XXL

American drill

Spesialis
9

Baju operasi dokter


Residen

l0 Duk bolong
ll Duk ampar
t2

Selimut kain

American drill

13

Perlak OK

Bahan oscar

75x75cm
75x75cm
200 x 150 cm
14O x 15O cm

L4

Barak plastik

Plastik mika

standar

OK

American drill

32

15

Celana Endoscopy

American drill

l6

Seprai bolong

American drill

standar
150 x 275 cm

berkaki

t7 Handuk kecil

3. Jctrb Llaen
No

Katun handuk

30x30cm

Rueag Pcrasatan

Ukural

Jenis Bahan

Nama Barang

Selimut

Bahan wool

Selimut garis

Fanel/woolhalus

x 150 cm
180 x 120 cm

Handuk besar

Katun handuk

120 x 60 cm

Handuk kecil

Katun handuk

70x30cm

Handuk anak

Katun handuk

12O

Handuk bayi

Katun handuk

120 x 60 cm

Waslap

Katun handuk

Seprai besar

Katun putih

Seprei kecil

Katun putih

2Ox15cm
30O x l8O cm
2OO x l5O cm

10

Sarung bantal

Katun putih

TOx5Ocm

11

Boven laken

Katun putih

275

r2

Kebaya pasien

Taipan tropical

all size

13

Sarung pasien

Taipan tropical

2OO

Taipan tropical

a-ll size

t4 Barak

l8O

x 6O cm

x
x

l5O cm

115 cm

15

Baju bayi

Kaos katun

standar

r6

Popok

Kaos katun

standar

Flanel

90x90cm

Bahan kaci

275 x 180 cm

t7 Bedong
18 Bungkusjenazah
dewasa

33

20 Tutup mayat

American drill

x
3OO x

2l

Duk operasi

Katun putih

6Ox6Ocm

cc Duk bolong

Katun putih

6Ox60cm

23 Taplak

Taipan tropical

24 AIas brankard

Katun putih

2OO

25 Tali pasien (set)

American drill

tangan 2 psc

19

Bungkus jenazah anak Bahan kaci

180

13O cm
15O cm

x 75 cm

kaki 1 psc
26

Sarung o2

Katun

27

Sarung infus

American drill

34

12O

x 80 cm

standar

S.3 DAI'TAR JEIIIS LII{EN PEUBELIAIT JADI DAIT


PRODUKSI INSTALIISI BIIIATU
LINEN PRODUKSI BINATU
LINEN PEMBELIAN JADI
NO

NAIIA BARAI{G

NO

NAMA BARANG

Selimut

Tutup mayat

Selimut garis

Sarung 02

Handuk besar

Tapalak

Handuk kecil

Bedong

Handuk anak

Duk bolong

Handuk bavi

Duk operasi

Waslap

Alas brankar

Seprei besar

TaIi pasien

Seprei kecil

Bungkus instrument

10

Boven laken

r0

TPA/TPB

11

Saruog bantal

11

Sprei bolong

72

Kebaya pasien

Bungkus linen

l3
l4
l5

Barak

t2
l3

Bungkus jenazah

l4

Alas meja instrument

15

Celana endoskopi

16

t6

Duk partus

t7

T7

Tutup terapi

r8

18

Tutup alat di ruangan

l9

19

Barak plastic

20

20

Tutup troli

21

21

Selimut kain

22

)c

Kantong COT

35

Sarung mayo

BA.B

VI

XESELATATAX PASIEI|

Infeksi rumah sakit atau sarana kesehatan adalah


infeksi yang diperoleh ketika seseorrng dirawat di rumah
sakit. Infeksi rumah sakit dapat terjadi setiap saat dan di
setiap tempat di rumah sakit atau sarana kesehatan.
Untuk mencegah dan mengurangi kejadian infeksi rumah
sakit serta menekan angka infeksi ke tingkat serendahrendahnya, perlu adanya upaya pengendalian infeksi,

salah satu upaya adalah meningkatkan mutu dalam


pelayanan linen.

Linen yang digunakan oleh pasien harus dalam


keadaan bersih, layak pakai, sehingga aman untuk
digunakan oleh pasien.

Untuk

mencegah/mengurangi terjadinya infeksi


rumah sakit maka perlu diperhatikan:

a.

Petugas

Harus beke{a sesuai dengan prosedur yang


ditetapkan pada semua kegiatan yang dilakukan
di Binatu

o
.
o

Memperhatikan teknik aseptic


Mencuci tangan sebelum dan sesudah
melakukan pekerjaan

Bila sakit segera berobat

36

b.

Alat-alat

r
.

Perhatikan kebersihan (troli, rak, meja pelipatan)


Penyrmpanan linen yang benar dan perhatikan
batas waktu penyimpanan (gunakan sistem
FIFO)

r
c.

Linen yang rusal< segera diganti

Ruangan/Lingkungan

o
o
o
r
r
r

Tersedia air yang mengalir untuk cuci tangan


Penerangan cukup

Ventilasi/ sirkulasi udara baik


Perhatikan kebersihan dan kelembaban ruangan
Pembersihan secara berkala

l,antai kering dan bersih

37

BAB VII
KESELIIIIIA'TAN KER^'A

Berdasarkan sumber

1.
2.

UU Depnaker No.

1 tahun l97O tentang

K3.

Pedoman Penanggulangan kecelakaan kerja akibat

bahan kimia

a. Memiliki daftar peralatan pelindung diri

masker, topi,kaca mata dan samng tangan.

b. Mengusulkan

pengadaErn peralatan pelindung

diri

untuk daerah beresiko tinggi seperli, Instalasi


Binatu.

c. Memiliki manual di setiap

peralatan.

d. Intruksi kerja untuk setiap peralatan.


e. Prosedur tetap untuk setiap peralatan.

f. Memiliki prosedur penyimpanan

bahan

berbahaya.

g. Prosedur pengamanan bahan berbahaya.


h. Memiliki gudang penyimpanan bahan
berbahaya.

i.
j.

Lokasi penyimpanan yang memadai.


Tanda - tanda pengamanar yang jelas.

Kesehatan

dan keselamatan ke{a

merupakan

faktor yang sangat berkaitan erat. Kejadian

yang

disebabkan kelalaian petugas dapat

pula

3ll

mengakibatkan linen

rumah

sakit

masih

terkontaminasi dan petugas terkena infeksi.

Pekerjaan

yang terorganisir dike{akan

sesuai

dengan prosedur, tempat kerja yang terjamin dan aman,

istirahat yang cukup dapat mengurangi bahaya dan


kecelakaan dalam proses penyelengaraan pencucian
dan produksi penjahitan.
Kecelakaan tidak terjadi dengan sendirinya,
te{adi dengan tiba - tiba dan tentunya tidak
direncanakan maupun tidak diharapkan oleh pegawai
yang dapat menyebabkan kerusakan pada alat - alat
pencucian, penjahitan, dan melukai petugas. Namun
kecelakaan kerja dapat dicegah dengan penerapan

prosedur yang benar dan lingkungan kerja yang


sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan.
Keselamatan kerja ( safety

) adalah

segala upaya

atau tindakan yang harus diterapkan dalam manajemen

pelayanan yang dilakukan dalam rangka menghindari


kecelakaan yang terjadi akibat kesalahan kerja
petugas ataupun kelalaian / kesengajaan petugas.
Keamanan ke{a di ruang penerimaan linen kotor
ini dapat terlaksana bila:
a. Menggunakan pakaian kerja lengkap (baju khusus,
surrLrng tangan

karet, sepatu karet ).

39

b. Menggunakan alat khusus untuk mengangkat


linen satu persatu dalam perhitungan dan

c.

meneliti jenis.
Memeriksa setiap kantong
pasien dengan hati-hati.

d. Tidak

/ saku baju petugas /

diperkenankan merokok di

ruang

penerimaan linen kotor.

e. L,ampu harus dimatikan bila tidak dipergunakan

diperlukan.

f. Memisahkan linen terkontaminasi, noda berat,


sedang, ringan dan masing masing jenis noda
dimasukan kedalam trolley khusus.

Keamanan dan keselamatan kerja diruang


pencucian linen akan tercapai bila
a. Menggunakan pakaian kerja lengkap ( baju
khusus, masker, sarung tangan karet, sepatu
karet ).
b Menggunakan peralatan / mesin yang sesuai
:

dengan cara yang benar.

c. Membersihkan mesin menurut pefunjuk

dan

matikan mesin sebelumnya.


d. Berhati - hati bila mematikan mesin, lampu,

listrik, dan Iain lain.


e. Meneliti dulu

semua peralatan

digunakan.

40

sebelum

f.

Pada saat selesai menggunakannya, teliti kembali

apakah semua alat sudah dimatikan mesinnya.


g. Mengisi mesin harus menurut ukuran seharusnya

dan tidak boleh melebihi kapasitas alat

yang

telah ditentukan.

h. Memindahkan linen dari setiap proses pencucian


harus dengan menggunakan trolley khusus.
Keamanan kerja di rrang penjahitan dapat

terlaksana bila

a. Mesin jahit diperiksa terlebih dahulu sebelum


dipakai

b. Stop kontak mesin

diperiksa sebelum

dan

sesudah pemakaian.

c. Menggunakan pelindung debu halus dari

bahan

untuk petugas
d. Menyalakan exhaust fan

waktu

(celemek khusus

penj ahitan).

pada

melaksanakan penjahitan.

Keamanan kerja di gudang bahan kimia dapat


terlaksana bila

a. Menggunakan bqlu petugas gudang kimia, masker


dan sarung tangan karet.
b. Memeriksa rutin fungsi alat pemadam kebakaran.
c. Cara penyimpanan bahan kimia sesuai dengan
cara yang benar.

4l

d. Menyalakan exhaust fan pada wakfir

petugas

berada di dalam gudang.


Alat Pelindung Diri Petugas

l. Baju kerja khusus tebuat dari bahan yang tidak


panas, tidak licin dan enak dipakai, sehingga
tidak mengganggu gerak.
2. petugas sewaktu beke{a.
3. Menggunakan sepatu khusus untuk petugas

penerimaaa linen kotor, pencucian

dan

pemerasan. Untuk
petugas pengeringan,
penyetrikaan dan pelipatan memakai sandal yang
tidak licin.
4. Menggunakan masker dan samng tangan untuk
petugas penerimaan linen kotor, pencucian dan
pemerasan.

42

7.1 llaftar MSDS lUatcrial Safcty Date Shcetf Bahen


Kimia beserta ponangEulangaa bila terJadi
Lecela&aaa
NO
IfAUA BAEAI|

XEIrERAICGAII

XIUIA
1

Oxford
F

tnulsifigl

(Dete{en Liquid)

Fungsi

Deterjen untuk industry pakaian, laundry

komersil dan laundry keluarga. Amalt


digunakan pada katun, linen, rayon,
polyester pada kain putih maupun berwarna.

Mengandung non ioaic surfakta.n dan solvent

untuk menghilangkan minyak dan lemak,


anti redeposisi, optical briglrtener supaya
yang putih tetap bercahaya dan cemerlang.

Penampilan:

. Penampakan : Cairan biru bening


.l%pH
:ll-12
Dosis dan Kondisi Mesin

. Kotoran ringan:1-2.5 ml per kg cucian


. Kotoran sedang : 2-4 ti per kg cucian
. Kotoran berat :4-6 ml per kg cucian
Suhu : 60-7O"C Waktu :8-12 menit

Petunjuk Penggunaan

Penggunaan Oxford

LD tergantung

pada

kondisi air, dimasukkan melalui dispenser


43

o/o

pH

: 12-13

Dosis dan Kondisi Mesin:

. Kotoran ringan : 2-4 rnl per kg cucian


. Kotoran sedang : 3-6 ml kg per cucian
o Kotoran berat : 5-lO ml per kg cucian
Petunjuk penggunaan

Odord Builder biasanya digunakan

pada

siklus sud/break digabung dengan O>derox


Bleach dan Ot'ord LD pada main wash
melalui dispenser laundry Oxford
Penyimpanan

o Simpan di tempat sejuk dan kering


o Jauhkan dari jangkauan anak-anak
. Hindarkan dari sinar matahari, asam
o Jangan buka wadah jika tidak sedang
digunakan

Kemasan:

Odord Emulsifier tersedia dalarn kemasan


2O liter

/jerican

Pertolongan pertarna

Mata : siram dengan air sekitar 15 menit

Kulit : Cuci dengan sabun dan


45

air

secukupnya
o

Terhirup : Pindah ke tempat udara segar

. Tertelan : Minum sejumlah besar air/ susu


Ot'ord

Fungsi

Emulsifier
(Emulsifier

Untuk menghilangkan minyak dan lemak

liquid)

yang umumnya terdapat pada handuk,baju

koki dan scragam industry. Noda dari katun


dan polyester katun akan hilang pada proses
pencucian laundry
psnarnpilan

. Penampakan : Cairan bening tak


berwarna, kental

r pH

murni : 1O-l I

Dosis dan Kondisi Mesin

Kotoran ringan: l-2 rnl per kg cucian

o Kotoran sedang : 2-3 ml per kg cucian


o

Kotoran

berat

: 3-5 mI per kg cucian

Suhu : 35-75"C Waktu : 5-8 menit


Petunjuk Penggunaan

Odord Emulsi

kebanyakan

efektif jika

digunakan selama prewash dari siklus


pencucian
Penyimpanan:

Simpan di tempat sejuk dan kering

46

.
.

Jauhkan dari jangkauan anak-anak


Hindarkan dari sinar matahari, asam

o Jangan buka wadah jika tidak sedang


digunakan
Kemasan:

Oxdord LD tersedia dalam kemasan 20


liter/jerican
Pertolongan Pertama

Oxclour

Bleach

Mata : siram dengan air sekitar 15 menit

Kulit : Cuci dengan sabun dan air es

Terhirup : Pindah ke tempat udara segar

Tertelan : minum sejumlah besar air/susu

Fungsi

(Chlorine Bleach Cairan pemutih berklorin yang memberikan


Liquid)

daya putih bagus sekali dan

mampu

menghilangkan noda secara cepat, cepat


larut walaupun pada suhu rendah membuat
linen putih menjadi cemerlang.
psnalnl"ilan

Penampakan
berbau klorin

: Cairan bening kuning

o 1%pH

: 12-13

:8-lO

%o

Klorin

Dosis dan Kondisi Mesin

47

. Kotoran ringan: l.5-2.5 ml per kg cucian


. Kotoran sedang : 2.5-4 m7 per kg cucian
. Kotoran berat : 4-6.5 ml per kg cucian
Suhu : 45-6O"C Waktu : 7-12 nerlit
Petunjuk Penggunaan

Oxchlour Bleach dimasukkan

kedalam

mesin melalui dispenser laundr5r khusus dari

odord.
Penyimpanan:

Simpan di tempat sejuk dan kering

o Jauhkan dari jangkauan anak-anak


o Hindarkan dari sinar matahari, asam
. Jangan buka wadah jika tidak sedang
digunakan
Kemasan:

Oxclour Bleach tersedia dalam kemasan 20

liter/jerican
Pertolongan Pertama
o

Mata : siram dengan air sekitar 15 menit

. Kulit : Cuci dengan

sabun dan air es

. Terhirup : Pindah ke tempat udara segzu


Tertelan : minum sejtu.lah besar air/susu
5

Oxferox Bleach( Fungsi :


Orygen Bleach Penutih beroksigen yang mempunyai daya

48

laundry Odord
Penyimpanan:

.
.
.

Simpan di tempat sejuk dan kering


Jauhkan dari jangkauan anak'anak

Hindarkan dari sinar matahari, asam

o Jangan buka wadah jika tidak

sedang

digunakan
Kemasan:

Oxdord LD tersedia dalam kemasan 20


liter/jerican
Pertolongan Pertama

. Mata : siram dengan air sekitar 15 menit


. Kulit: Cuci dengan sabun dan air es
. Terhirup : Pindah ke tempat udara segar
. Tertelan : minum sejumlah besar air/ susu
c

Oxford

Builder Fungsi

(Alkaline Liquid)

Untuk penambah sifat alkali pada sistem


pencucian laundry juga untuk menetralkan
kotoran yang bersifat asap dari linen,

mengemulsikan

kotoran

berlemak/berminyak.

Penampilan

Penampakan : Cairan bening kekuningan

44

Liquid)

penghilang noda yang kuat, menglrilangkan


semua protein dan noda organic dan anti

balcteri. Diformulasikan untuk kain yang

halus yang tidak dapat

menggunakan

pemutih jenis klorin


Penampilan

Penampakan : Cairan bening tak berwarna

pH
. o/o 02

lo/o

: 3.O

- 4.0

: 30-4O

Dosis dan Kondisi Mesin

. Kotoran ringan:O.S - I.O ml per kg cucian


. Kotoran sedang : 1.O- 1 .5 ml per kg cucian
. Kotoran berat :1.5-2.0 ml per kg cucian
Suhu : 7O-75"C Wal(u : 1O-12 menit
Petunjuk Penggunaan

O{erox Bleach dalam wash

formula

biasanya berada dalam tahap sud/break dan


rlirn65qi1611 dengan dispenser khusus
O:dord.PH yang efektil adalah

1O- 12

menit

Penyimpanan:

o Simpan di tempat sejuk dan kering


o Jauhkan dari jangkauan anak-anak

Hindarkan dari sinar matahari, asam

49

Jangzrn buka wadah

jika tidak

sedang

digunakan

Kemasan:

Oderox Bleach tersedia dalam kemasan 20


liter/jerican
Pertolongan Pertama

o Mata : siram dengan air sekitar 15 menit

Odord
(Neutralizer)

Sour

Kulit : Cuci dengan sabun dan air es

Terhirup : Pindah ke tempat udara segar

Tertelan : Minum sejumlah besar air/ susu

Fungsi

Untuk menyediakan hasil cucian

yang

diharapkan pada laundry, meghambat noda


karat dan penguningan pada kain.
Penampilan

Penampakan : Cairan bening tak berwarna

1%

pH

:3.O-4.O

Dosis dan Kondisi Mesin


o Kondisi normal :O.5
o

1.0

rrl per kg cucian

Perlakuan khusus :2.O-4.O

ml per

kg

cucian

Suhu:3O-4O"C/normal 45-7O"C/perlakuan

50

khusus.
5.0-

7.O/perlakuan khusus.

Ievel air : rendah/ sedang


Petunjuk Penggunaan :
Oford Sour digunakan hanya pada bilas
akhir dari siklus laundry untuk membuat pH
menjadi 6.0-7.O
Penyimpanan:

Simpan di tempat sejuk dan kering

o Jauhkan dari jangkauan anak-anak

. Hindarkan dari sinar matahari, asam


. Jangan buka wadah jika tidak sedang
digunakan
Kemasan:

O:dord Sour tersedia dalo"t kemasan 20


liter/jerican

Pertolongan Pertama

Mata : sira.m dengan air sekitar 15 menit

Kulit : Cuci dengan sabun dan air es

Terhirup : Pindah ke tempat udara segar

Tertelan : Minum sejumlah besar air/susu

5l

O:dord
(Softener)

Soft Fungsi

Pelunak dan Pelembut kain

Yang

komplit,tidak aakan membuat air tahan air.


Pengguanaan Odord Soft memperlihatkan
efek anti jamur.
Penampilan

. Penampakan : cairan biru pucat,

opak,

mudah mengalir
o

pH

murni

: 4.O

5.O

Dosis dan Kondisi Mesin

o Flatwork/katun : 2.5-3.0 ml per kg cucian


o Handuk : 3O.-4.O ml per kg cucian

Baju temu : 2.5-3.0 ml per kg cucian

Suhu : 35-45"C. Walrhr:3-S menit. Lcvel air

rendah

Petunjuk Penggunaan

Odord Soft digunakan sebagai pelunak


handuk, flatwork, dan baju tamu dan
digunakan bersamaan dengan O:dord Netral
pada siklus bilas akhir

Penyimpanan:

Simpan di tempat sejuk dan kering

o Jauhkan dari jangkauan anak-anak

Hindarkan dari sinar matahari, asqm

52

. Jangan buka wadah jika tidak

sedang

digunakan
Kemasan:

O>dord Soft tersedia dalam kemasan 20

liter/jerican
Pertolongan Pertama

o Mata : siram dengarr air sekitar 15 menit


o

Kulit : Cuci dengan sabun dan air es

Terhirup : Pindah ke tempat udara segar

Tertelan : Minum sejumlah besar air/susu

7.2 Tttz cara pchporen blla tcrJadl tccclrlaan kcrJa

Tangani segera korban dengan memberikan


pertolongan pertama pada korban sesuai
kebutuhan.

Laporkan kecelakaan keda ke atasar langsung


dalam waktu I x24 jam.

53

ALUR PELAPORAN NDCEL/\NAAN KER^IA TERTUSUK


BENDA TA^IAJU

Bila tertusuk

Poli teratai Uam

benda tajam

ker.ia )

lnvesti
gasi

Tangani segera/

IGD (diluar jam

pertolongan

kerja )

pertama
Analisa biaya
pemeriksaan
(RAB)

Laporan ke

Direktur
Laporan kejadian
Laporan ke Tim

Rekomendasi/
Laporan Max 3 x

KPRS

24 jam

Laporan ke lnst
Kesline & K3

54

ALI'R L/\FORAX I{TCEI"AII/IAIf XER.'A Bt'XAIf


TERTUST'I( BEI{I'A TA"'AU
Laporkan

Kecelakan kerja

kejadian 1x 24
iam ke

san

Bila luka ringan,

Bila luka berat,

lnvesti gasi

Tangani segera/

bawa ke IGD

sederhana

pertolonSan

Hasil laporan

kejadian 2 x 24
Laporan ke

iam

Direktur
Rekomendasi/
Laporan ke Tim

laporan (max 3 x

KPRS

24 jam)

Laporan ke
lnstalasi KPslinE

55

Lakukan analisa

BAB VIII
PEI|GENDALIAIT UUTU

8.I

TUJUAIT

Sebagai bentuk pertanggungiawaban pelaksanaan


semua kegiatan di Instalasi Binatu, dilakukan
pencatatan dan pelaporan. Pencatatan - pencatatan

- pelaporan yang dihasilkan


merupakan bahan untuk evaluasi dan
pengendalian mutu dari pelaksanaan kegiatan
serta pelaporan

selanjutnya.

8.2 PEI|GERTIIIT DASAR

I.

PENGAWASAN

Merupakan salah satu fungsi manajemen yang


mengusahakan agar pekerjaan atau kegiatan
terlaksana sesuai dengan rencana, instruksi,
panduan, patokan, dan hasil yang telah

ditetapkan sebelumnya agar mencapai tujuan


yang diharapkan.
Pengawasan bertujuan agar pelaksanaan kegiatan

sesuai dengan rencana dan kebijakan

yang

ditetapkan, sehingga dapat tercapai sasaran yang


dikehendaki. Pengawasan juga bertqjuan membina
aparatur negara yang bersih dan berwibawa
56

2.

PENGENDALIAN

Merupakan bentuk atau bahan untuk


melaksanakan perbaikan atau penyeleksi
pelaksanaan yang terjadi sesuai dengan arah
yang ditetapkan. Pengerlian pengawasan dan

pengendalian hampir szuna, perbedaan


pengawasan mempunyai dasar hukum dan
tindakan administratif, sedangkan pengendalian
tidak.

dan pengendalian bertujuan agar


semua kegiatan - kegiatan dapat tercapai
secara berdaya guna dan berhasil 8una,
dilaksanakan sesuai dengan rencana,
pembagian tugas, rumusan kerja, panduan
pelaksanaan, dan peraturan perundang
Pengawasan

undangan yang berlaku.

3. EVALUASI / PENILAIAN
Merupakan salah satu implementasi fungsi
manajemen. Evaluasi ini bertujuan untuk
menilai pelalsanaan kegiatan, mengacu pada
rencana dan kebijakan yang disusun sehingga
dapat dicapai sasaran yang dikehendaki.

57

Dengan penilaian ini

pengelola

dapat

memperbaiki rencana yang lalu bila diperlukan


ataupun membuat rencana program yang baru.

Pada kegiatan evaluasi, tekanan penilaian


dilakukan terhadap sumber daya proses,
keluaran, dampak untuk menilai kecukupan,
kesesuaian dan kegu.naan. Dalam hal ini
diutamakan keluaran atau hasil yang didapat.
Indikator mutu dilakukan terhadap

r
.

Persentase cuci ulang

Ketepatan waktu penyiapan pendistribusian


linen bersih

58

BAB

IX

PEIYUTT'P

pengelolaan dengan baik, linen


merupakan aset rumah sakit yang cukup berarti serta
mempunyai nilai rupiah yang cukup tinggi.

Bila dilakukan

Efektivitas linen dapat dicapai apabila proses


pencucian dilakukan secara optimal sesuai kendali
pemanfaatan linen.

Faktor manusia merupakan hal yang utama, karena

Banyak menggunakan tenaga fisik

Situasi ke{a kurang nyaman (panas & bising)


Sehingga perlu penghayatan penuh terhadap pekerjaan

ini.

Perawatan mesin yang digunakan di Instalasi


Binatu merupakan persyaratan mutlak yang harus
diperhatikan, sehingga dapat memaksimalkan hasil
pengelolaan linen.

59