Anda di halaman 1dari 25

SEMINAR MANAJEMEN KEUANGAN

CAPITAL BUDGETING AND RESOURCE ALLOCATION

Vonny Vironika

1310208526

Winda Aziz Permatasari


Nandra Sulistiyani
Elli Yulyani
Aprino Menardi Achmad

1310208460
1310208606
1310208594
1310208447

Pengertian Capital Budgeting


Capital
Budgeting sebagai
adalah suatu
suatu konsep
proses
Dapat dikatakan
kegiatan
yang penanaman
mencakup modal,yang
aktivitas
investasi atau
perencanaan
penggunaansaat
dana ini
dengan
berarti pengeluaran
dan tujuan
hasil
untuk
yang
yang memperoleh
diharapkanmanfaat
dari (benefit)
pengeluaran
bersifat untuk jangka panjang.

tersebut baru akan diterima lebih dari


satu tahun mendatang.

Pentingnya Capital
Budgeting
Keputusan anggaran modal
yang berpengaruh pada
jangka waktu.
Penganggaran modal yg
efektif pada penambahan
aktiva.
Pengeluaran modal
sangatlah penting untuk
kegiatan perusahaan.

Jenis-jenis keputusan Capital


Budgeting
Penambahan dan perluasan fasilitas

Menghasilkan produk baru atau inovasi

Pengembangan produk atau pembelian aktiva baru

Penggantian (replacements) :
(a) Penggantian peralatan lama dengan peralatan yang lebih
(b) Penggantian pabrik dengan pabrik baru atau lebih
Penyesuaian fasilitas dan peralatan dengan peraturan
pemerintah, lingkungan, dan keamanan
Lain-lain keputusan seperti kampanye iklan, program
pelatihan dan proyek-proyek yang memerlukan analisis arus
kas keluar dan arus kas masuk.

Prinsip Dasar Proses Capital


Budgeting
Bahwa suatu perusahaan harus menghasilkan keluaran atau melakukan
kegiatan bisnis sedemikian rupa sehingga hasil imbuh (marginal
revenue) produk sama dengan biaya imbuhnya (marginal cost).

Suatu perusahaan harus melakukan tambahan investasi sedemikian


rupa sehingga perolehan imbuh (marginal returns) investasi itu sama
dengan biaya imbuhnya.

Biaya imbuh dari berbagai daftar investasi itu memberi petunjuk


tentang upaya perusahaan untuk memperoleh tambahan modal guna
membiayai investasi.

Jenis Proyek
Independent project proyek atau
investasi yang berdiri sendiri (tidak
akan mempengaruhi atau tidak
bergantung diantara usulan proyek
lainnya).
Mutually exclusive project proyek
yang memiliki fungsi yang sama
(dengan memilih suatu proyek akan
menghilangkan kesempatan proyek
yang lainnya dalam kata lain proyek ini
bersaing).

Ketersediaan
Dana
Jika dana TIDAK TERBATAS, maka perusahaan dapat
memilih semua independen project yang sesuai
dengan expected return yang diharapkan.

Jika

dana

melakukan

TERBATAS,
capital

maka

rationing

perusahaan
(memilih

perlu

beberapa

alternatif investasi yang dapat dicapai dari anggaran


yang tersedia) dengan mengalokasikan dana hanya
pada proyek yang memberikan return maksimal.

Proses Capital
Budgeting

Follow Up
(tindak
lanjut)

Pengambil
an
Keputusan

Pembuatan
Proposal

Kajian dan
Analisa

Implement
asi

Dalam memilih investasi dalam suatu proyek dengan proses Capital


Budgeting dipergunakan teknik atau metode penilaian investasi.
Metode ini digunakan untuk dasar dalam menerima atau menolak
usulan investasi dalam suatu proyek tersebut. Berikut adalah metode
penilaian atau kelayakan investasi proyek, antara lain :

Payback Period
Net Present Value
Profitability Index (PI)
Accounting Rate of Return
Internal Rate of Return (IRR)

Metode ini adalah metode yang sering digunakan dan yang


paling sederhana dari metode penilaian investasi yang lain.
Payback period dapat diperoleh dengan menghitung jumlah
tahun yang diperlukan agar jumlah cash flow sama dengan
nilai investasi asalnya. Kriteria keputusan metode payback
period :

Suatu investasi diterima apabila payback period < dari


pada maksimum payback yang tentukan korporasi.

Payback period digunakan untuk mengukur


lamanya

waktu

mengembalikan
investment)

yang

nilai

yang

diperlukan

investasi

dihitung

semula

dengan

investasi semula dengan cash inflows.


Rumus :

Payback Periode =

untuk
(initial

membagi

Net Present Value


Suatu tingkat Net Present Value (NPV) dipergunakan dengan teknik disconto
cash flow yang dihasilkan oleh suatu investasi dengan suatu tingkat disconto
tertentu yang kemudian menguraikannya dengan nilai investasi awal, hasil yang
diperoleh adalah NPV. Kriteria penilaian NPV adalah keputusan untuk
menerima atau menolak usulan investasi yang didasarkan pada kriteria sebagai
berikut:

NPV > 0 berarti usulan investasi diterima


NPV < 0 berarti usulan investasi ditolak
NPV = 0 berarti investasi tidak untung tetapi tidak rugi.

Keuntungan dari metode NPV itu sendiri yakni bahwa diakuinya time value of money
serta sangat mudah untuk dihitung.

Formulasi dari model NPV adalah :

Dimana :
r

= Opportunity cost of capital

Ct = Cash flow prospek dari tahun 0 sampai tahun t


Atau, dengan menggunakan interest factor :
NPV

= Present value Initial investment

P.V

= A x (PVIFA r% : n year)

Profitability Index
(PI)
Metode ini merupakan suatu investasi yang dihitung tingkat indeksnya dengan membagi
nilai tunai (present value) dari cash inflow dengan present value dari cash outflow dari
investasi. Formulasinya yakni :

PI = 1 + =

Dimana

PI

= Profitability indeks

PV

= Nilai tunai (Present Value)

NPV = Net present value


I

= Investasi awal

Keputusan kriteria profitability indeks sebagai berikut :


Terima investasi apabila PI > dari 1
Tolak usulan investasi apabila PI < dari 1

Metode profitability indeks dapat diketahui suatu investasi


dapat diterima apabila PI yang diperoleh dari hasil perhitungan
lebih besar daripada satu, sebaliknya usulan investasi ditolak
apabila PI lebih kecil dari satu. Sebagai alat untuk membuat
rangking atas usulan investasi, dari urutan terendah (menurun)
ke tertinggi (menaik).

Accounting Rate of
Return
Metode Accounting Rate of Return (ARR) sering disebut
dengan return on investment yakni metode penilaian investasi yang
lazim digunakan untuk pemilihan investasi. Metode ini diperoleh
dengan cara membagi rata-rata pendapat bersih sesudah pajak yang
dihasilkan dari investasi dengan nilai rata-rata investasi bukan dari
cash flow yang dihasilkan dari suatu investasi.

ARR mengukur profitabilitas dari akunting yang konvensional


dengan menghubungkan required investment atau average
investment terhadap net income tahunan pada tahun yang akan
datang.

ARR =

Internal Rate of Return


(IRR)
Metode IRR berusaha mencari nilai tingkat bunga yang dapat memberikan nilai
net present value dari seluruh cash flow investasi sama dengan 0. Metode ini
berbeda dengan metode NPV yakni dalam metode NPV tingkat bunga untuk
mendiskonto cash flow telah ditentukan, sedang pada metode IRR tingkat
bunga untuk mendiskonto cash flow harus dicari terlebih dahulu.
Keputusan metode IRR sebagai berikut :

IRR > opportunity cost of capital berarti usulan investasi dapat diterima
IRR < opportunity cost of capital berarti usalan investasi ditolak
IRR = opportunity cost of capital berarti investasi tidak untung atau tidak rugi

Berdasarkan kriteria penilaian usulan investasi dapat diterima apabila


perhitungan IRR yang diperoleh dari hasil perhitungan lebih besar dari
pada cost of capital. Sebaliknya apabila IRR investasi adalah lebih kecil
dari cost of capital, maka investasi ditolak.

Untuk menghitung IRR dari suatu usulan investasi, maka NPV harus sama
dengan nol. Dengan menyamakan NPV investasi dengan nol, maka IRR
dapat dihitung secara simulasi. Maksudnya, tingkat bunga yang akan
digunakan untuk mendiskonto cash flow agar NPV = 0 dilakukan secara
simulasi (coba-coba). Salah satu cara untuk memperkirakan besarnya IRR
adalah dengan berpatokan kepada besaran cost of capital.

Apabila menggunakan tingkat bunga yang besarnya sama dengan


cost of capital ternyata NPV investasi masih bernilai posistif maka
tingkat bunga perlu dinaikkan. Sebaliknya apabila menggunakan
tingkat bunga yang seharusnya sama dengan cost of capital dan
ternyata hasil NPV adalah negatif, maka tingkat bunga perlu
diturunkan.

Demikian

dilakukan

berulang-ulang

secara

simulasi

sampai

diperoleh suatu tingkat bunga tertentu yang menghasilkan NPV


investasi = 0. Tingkat bunga yang menyamakan NPV investasi
dengan nol.

Formula IRR sebagai berikut :


P.V x C.F = I ............... P.V x C.F = 0
Atau: NPV = 0

Apabila IRR ( r ) lebih besar dari bunga

(interest), maka

investasi feasible, dan sebaliknya apabila IRR ( r ) lebih kecil


dari bunga (interest) dinyatakan tidak layak.

h
o
t
n
o
C
l
a
o
S

PT. AGUNG akan mengajukan permintaan kredit


kepada Bank XX sebesar Rp.60.000.000,- Kredit
itu akan digunakan untuk membeli mesin full
otomatis seharga Rp.120.000.000,- Dengan pajak
30%, cash flow Rp.30.000.000, dan interest
Rp.15.600.000. Berhubung metode yang
digunakan adalah metode straight line maka
depresiation yang diperoleh yakni Rp.
21.000.000,- Berikut adalah data EAT yang
Tahun
EAT
tersedia per tahunnya:
1

Rp.29.400.000

Rp.29.820.000

Rp.30.744.000

Rp.43.820.000

Rp.44.870.000

Ditanya

Berapa
Berapa
Berapa
Berapa
Berapa
Berapa

NCF dari data diatas?


NPV dari data diatas?
PI dari data diatas?
PP dari data diatas?
ARR dari data diatas?
IRR dari data diatas?