Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN HASIL KUNJUNGAN KE BMKG SAMPALI

A. Sejarah Stasiun Klimatologi Sampali


Berdirinya Stasiun Klimatologi Sampali didasari akan kebutuhan perlunya
pengamatan iklim di Sumatera Utara khususnya perkebunan. Sampali adalah
satu desa kecil di kabupaten Deli Serdang tempat Tembakau Deli yang sangat
sohor di dunia tersebut dibudidayakan. Oleh sebab tempat ini yang berbatasan
langsung dengan kota Medan maka Sampali sering pula disebut Sampali
Medan.
Pada tahun 1965 yang lalu disepakati pendirian Stasiun Klimatologi Sampali
dengan menempati areal seluas 2,5 Ha yang merupakan bekas tempat
pembibitan tembakau. Lokasi yang saat itu masih tergolong jauh dari lokasi
pemukiman penduduk membuat stasiun ini sangat ideal.
Tercatat beberapa pionir pengamat yang bertugas saat itu antara lain : Sakim,
Parmin, Jawabi, Ismail Naution, Bustamin, Darsiman dan Eduard serta
beberapa Kepala Stasiun hingga saat ini antara lain : Supomo, Zainal Zein,
Ir, JM. Sitepu, Ir. SG. Hutapea, Drs. Sumiratno,SE , Ir. Darsiman B.,MS dan
Ir. Tuban Wiyoso,MSi.
Pada awalnya stasiun ini hanya mengamati unsur-unsur iklim yang sangat
terbatas sesuai dengan peralatan yang ada. Namun data serta areal percobaan
tanaman yang dimiliki telah lama dipergunakan oleh mahasiswa Pertanian
USU sebagaimana dituturkan oleh Ir. OK. Nazaruddin Hisyam, MS.

Stasiun Klimatologi Sampali Medan kini sudah mengalami perkembangan.


Stasiun ini menjadi kelas I dan merupakan Stasiun Klimatologi di bawah
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika terlengkap di Sumatera.
Stasiun Klimatologi Sampali Medan merupakan koordinator pos-pos hujan
dan pos meteorologi kerjasama sejumlah hampir 600 di Sumatera Utara.
Perkembangan selanjutnya adalah bahwa stasiun ini melakukan pengukuran
kualitas udara.

B. Tugas dan Fungsi BMKG


BMKG mempunyai tugas : melaksanakan tugas pemerintahan di bidang
Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas, Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika menyelenggarakan fungsi :

Perumusan

kebijakan nasional

dan kebijakan

umum di

bidang

meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

Perumusan kebijakan teknis di bidang meteorologi, klimatologi, dan


geofisika;

Koordinasi kebijakan, perencanaan dan program di bidang meteorologi,


klimatologi, dan geofisika;

Pelaksanaan, pembinaan dan pengendalian observasi, dan pengolahan data


dan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

Pelayanan data dan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan


geofisika;

Penyampaian informasi kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat


berkenaan dengan perubahan iklim;

Penyampaian informasi dan peringatan dini kepada instansi dan pihak


terkait serta masyarakat berkenaan dengan bencana karena factor
meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

Pelaksanaan kerja sama internasional di bidang meteorologi, klimatologi,


dan geofisika;

Pelaksanaan penelitian, pengkajian, dan pengembangan di bidang


meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

Pelaksanaan, pembinaan, dan pengendalian instrumentasi, kalibrasi, dan


jaringan komunikasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

Koordinasi dan kerja sama instrumentasi, kalibrasi, dan jaringan


komunikasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

Pelaksanaan

pendidikan

dan

pelatihan

keahlian

dan

manajemen

pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

Pelaksanaan pendidikan profesional di bidang meteorologi, klimatologi,


dan geofisika;

Pelaksanaan manajemen data di bidang meteorologi, klimatologi, dan


geofisika;

Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tugas administrasi di lingkungan


BMKG;

Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab


BMKG;

Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan BMKG;

Penyampaian laporan, saran, dan pertimbangan di bidang meteorologi,


klimatologi, dan geofisika.

C. Pelayanan jasa yang diberikan BMKG kepada masyarakat


BMKG melayani masyarakat untuk memperoleh informasi Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika, sesuai dengan standar pelayanan yang telah
ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bentuk layanan prima yang diberikan antara laian :
1. Informasi metrologi, geofisika dan klimatologi
Contohnya memberikan infomasi tentang prakiraan cuaca, informasi
curah hujan, dan prediksi gempa kepada masyarakat
2. Jasa kalibrasi atat metrologi, geofisika dan klimatologi
3. Jasa Penggunaan Alat metrologi, geofisika dan klimatologi
4. Jasa penyelenggaraan Pendidikan dan Latihan metrologi, geofisika dan

Klimatologi
5. Penjualan Publikasi

D. Alat yang tersedia di BMKG SAMPALI dan fungsinya


1. ACTINOGRAPH
Alat

pengukur/pencatat

secara

otomatis

Radiasi

Matahari total yang jatuh pada bidang horizontal.


Terletak kearah Timur-Barat dengan jendela terlihat
kearah Utara-Selatan.
Terdapat pena untuk mencatat intensitas radiasi matahari secara
mekanis.

Satuan K Cal/cm2 (Langley).


Keterangan : Kertas pias diganti setiap hari.
Setiap kotak kecil = 12 kalori,
Perhitungan total 1 hari dihitung jumlah kotak Kecil.
Alat ini menggunakan sensor bimetal.

2 . AIR POLTECH

Berfungsi mengambil sample air hujan.


Cara Kerja :
Jika terjadi hujan maka sensor akan memberikan trigger kepada sistem kontrol
untuk membuka tutup tempat penampungan air yang digerakkan oleh motor
listrik, selama hujan penutup tersebut tetap terbuka kemudian setelah hujan
berhenti maka penutup akan bergerak ke posisi semula posisi semula.

3. CAMPBELL STOKES
Campbell stokes secara khusus dipergunakan
untuk mengukur waktu dan lama

matahari

bersinar dalam satu hari dimana alat tersebut


dipasang.

4. PENAKAR HUJAN OTOMATIS


Pencatat curah hujan otomatis. Satuan milimeter (mm).

Cara Kerja :

Setiap terjadi hujan air akan masuk ke corong kemudian


disalurkan ke pelampung sehingga membuat pena naik dan
membuat grafik pada kertas pias.

Jika curah hujan mencapai 10 mm/lebih maka pena menunjukkan


angka 10 mm sebagai angka maksimal, kemudian air akan tumpah
dari pelampung melalui pipa hevel dan pena akan turun lagi ke angka
0 ( nol).

5. ALAT HV SAMPLER ALAT HV SAMPLER


Alat pengukur kualitas udara. Untuk mengetahui konsentrasi zat pencemar
yang ada dalam udara.
Cara Kerja :
udara yang mengandung partikel debu dihisap mengalir
melalui kertas filter dengan menggunakan motor.
Debu akan menempel pada kertas filter yang antinya akan
konsentrasinya dengan cara kertas filter tersebut ditimbang sebelum dan
sesudah sampling.

6. LYSIMETER

Lysimeter adalah alat yang dipakai untuk mengukur evaporasi dari permukaan
tanah secara langsung (termasuk tanaman di atasnya).
Cara Pengamatan :
Sedot air perkolasi dan diukur
Jika sebelum pengamatan ada hujan lebih besar
atau sama dengan 10 mm lysimeter tidak perlu
disiram. Jika hujan 5-10 mm siram lysimeter

dengan air 5 liter.


Jika tdk ada hujan, siram lysimeter dengan air 10 Liter.
Hitung evapotranspirasi

7. PANCI PENGUAPAN
Fungsi : panci penguapan yaitu ntuk mengetahui
besarnya

penguapan

radiasi

langsung

dari

matahari Evaporimeter panci terbuka digunakan


untuk mengukur evaporasi. Makin luas permukaan
panci, makin representatif atau makin mendekati penguapan yang sebenarnya
terjadi pada permukaan danau, waduk, sungai dan lain-lainnya
8. PENAKAR HUJAN OBS
Penakar hujan jenis Hellman merupakan suatu instrument/alat untuk mengukur
curah hujan.Penakar hujan jenis hellman ini merupakan
suatu alat penakar hujan berjenis recording atau dapat
mencatat sendiri.
Alat ini dipakai di stasiun-stasiun pengamatan udara
permukaan.Pengamatan dengan menggunakan alat ini
dilakukan setiap hari pada jam-jam tertentu mekipun cuaca dalam keadaan

baik/hari sedang cerah. Alat ini mencatat jumlah curah hujan yang terkumpul
dalam bentuk garis vertical yang tercatat pada kertas pias. Alat ini memerlukan
perawatan yang cukup intensif untuk menghindari kerusakan-kerusakan yang
sering terjadi pada alat ini
Alat pengukur curah hujan. Pengamatan dilakukan setiap pukul: 07.00 WIB.

9. TERMOMETER BOLA KERING, BOLA BASAH, MAXIMUM &


MINIMUM
Terdapat dua jenis termometer yakni termometer
maksimum;

sebagai

alat

ukur

suhu

udara

maksimum yang terbuat dari gelas dengan bejana


berbentuk bola dan pada ujungnya berisi air raksa.
Dan termometer minimum; sebagai alat ukur suhu
udara minimum yang terbuat dari gelas berbentuk
garpu dan pada ujungya berisi alkohol dan benda
penunjuk

yang

akan

manakala

suhu

turun

terseret
dan

oleh

akan

alkohol
tertinggal

manakala suhu naik (alkohol mengembang), maka benda penunjuk tadi akan
menunjukan suhu terendah dalam kurun waktu pengamatan.
a. Alat Pengukur Temperatur Bola Basah dan Bola Kering
Alat ini disebut Psychrometer terdiri dari 2 buah Thermometer air raksa
yaitu

Thermometer

bola

kering

dan

Thermometer

bola

basah.

Thermometer bola basah adalah thermometer yang bola air raksanya

dibalut dengan kain basah. Penguapan yang terjadi pada kain basah
tersebut mengakibatkan turunnya suhu. Perbedaan suhu yang ditunjukan
thermometer bola kering dan basah dengan bantuan tabel diperoleh harga
kelembaban udara dan suhu titik embun

b. Alat Pengukur Temperatur dan Kelembaban Udara


(Thermohygrograph)
Gabungan Thermograph dan Hygrograph dinamakan Thermohygrograph.
Alat ini memiliki fungsi untuk mengukur suhu dan kelembaban udara
secara otomatis.
Dengan menggunakan pias kertas sebagai hasil yang dilihat, kemudian
dibagian kertas tersebut terdapat pengukur suhu (bagian atas kertas) dan
pengukur kelembaban (bagian bawah kertas). Dengan menggunakan
sebuah sensor, maka grafik perubahan suhu bisa diketahui, karena sensor
tersebut sangat peka terhadap suhu sekitar, dimana mengalami pemuaian
bila suhu meningkat dan menyusut jika suhu rendah.
c. Termometer Maksimum
Jenis khusus termometer air raksa, disebut termometer maksimum
Cara Kerja
Termometer Maksimum bekerja dengan adanya katup pada leher tabung
dekat bohlam. Saat suhu naik, air raksa didorong ke atas melalui katup

oleh gaya pemuaian. Saat suhu turun, air raksa tertahan pada katup dan
tidak dapat kembali ke bohlam membuat air raksa tetap di dalam tabung.
Pembaca kemudian dapat membaca temperatur maksimum selama waktu
yang telah ditentukan. Untuk mengembalikan fungsinya, termometer harus
diayun dengan keras

Fungsi
Termometer maksimum berfungsi untuk mengukur suhu maksimum yang
terjadi dalam 1 hari dan diamati setiap jam 12:00 UTC atau jam 19:00
WIB. Hasil baca suhu maksimum harus lebih tinggi atau serendahrendahnya sama dengan suhu udara hasil pembacaan dari termometer bola
keringyang tertinggi pada hari yang bersangkutan
Pengamatan Suhu Udara Maksimum
Baca termometer maksimum dengan cepat dan cermatsampai persepuluh
derajat terdekat

Setelah dibaca keluarkan termometer dengan hati-hati

Pegang bagian ujungnya dengan baik dimana bagian bolanya ada


di bawah

Ayun/dikibas-kibaskan termometer tersebut berulang-ulang dengan


lengan tetap lurus sampai air raksa yang terputus tersambung
kembali dengan sempurna

Kembalikan termometer maksimum tersebut ke tempatnya semula


dengan hati-hati

Pada saat mengembalikan, termometer maksimum harus dipegang


dengan dua tangan sedikit miring dengan bagian bolanya lebih
rendah dan bagian bolanya diletakkan terlebih dahulu kemudian
baru bagian ujung tabungnya.

d. Temperatur Minimum
Fungsi Termometer minimum berfungsi mengukur suhu minimum yang
terjadi dalam 1 hari dan diamati setiap jam 00:00 UTC atau jam 07:00
WIB. Hasil bacasuhu minimum harus lebih rendah atau setinggi-tinggi
sama dengan suhu udara hasil pembacaan dari termometer bola kering
yang terendah pada hari yang bersangkutan.
Pengamatan Suhu Udara Minimum

Pada pengamatan suhu minimum skala yang dibaca adalah skala yang
ditunjuk oleh ujung indeks yang terletak lebih jauh dari bola
termometer

Baca termometer minimum dengan cepat dan cermat sampai


persepuluh derajat terdekat

Setelah dibaca, keluarkan termometer dengan hati-hati

Pegang termometer dan miringkan dengan bolanya berada lebih tinggi


agar indeksnya meluncur ke bawah sampai berhenti menempel pada
minikus (alkohol)

Kembalikan termometer minimum tersebut ketempatnya semula


dengan hati-hati

Pada saat mengembalikan, termometer minimum harus dipegang


dengan dua tangan seikit miring dengan letak bolanya lebih tinggi dan
bagian ujungnya diletakkan terlebih dahulu kemudian bagian bolanya
diletakkan dengan hati-hati agar ujung indeks tetap menempel pada
miniku

10. TERMOMETER TANAH GUNDUL DAN TANAH BERUMPUT

Termometer tanah berumput dan termometer tanah gundul memiliki prinsip


yang hampir sama dengan termometer biasa, hanya bentuk termometer dan
panjang termometernya yang berbeda. Pengukuran suhu tanah lebih teliti
daripada suhu udara. Perubahannya lambat sesuai dengan sifat kerapatan
tanah yang lebih besar daripada udara.

Termometer tanah berumput dan termometer tanah gundul umumnya


mengukur suhu tanah pada kedalaman 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm dan 100
cm. Jenis alat disesuaikan dengan kedalaman yang akan diukur. Termometer
tanah untuk kedalaman 50

11. ANENOMETER CUP COUNTER


Cup

counter

merupakan

salah

satu

jenis

anemometer dengan tinggi 50 centimeter.


Fungsi: untuk mengukur kecepatan angin rata-rata selama periode tertentu.
12. TERMOHIGROGRAPH
Fungsi: untuk mengukur suhu dan
kelembaban dalam bentuk rekaman
kertas pias secara grafik

Termohigrograf menggunakan prinsip dengan sensor rambut untuk mengukur


kelembapan udara dan menggunakan bimetal untuk sensor suhu udara. Alat
ini diletakkan pada ketinggian 150 cm. Kedua sensor dihubungkan secara
mekanis ke jarum penunjuk yang merupakan pena penulis di atas kertas pias
yang berputar menurut waktu. Alat dapat mencatat suhu dan kelembapan
setiap waktu secara otomatis pada pias. Dimana kertas pias bagian atas untuk
mencatat suhu dan kertas pias bagian bawah untuk mencatat RH. Melalui

suatu koreksi dengan psikrometer kelembapan udara dari saat ke saat tertentu.
Pengambilan data dilakukan setiap seminggu sekali

E. CARA MENGUKUR
1. Radiasi Matahari
Pengukuran Radiasi Matahari sangat diperlukan untuk berbagai maksud
yaitu : Mempelajari transformasi ( transformation ) energi di dalam sistem
bumi-atmosfer dan ragamnya dalam waktu dan ruang. Mempelajari
distribusi dan ragam dari radiasi yang datang, radiasi keluar, dan radiasi
netto.
Menganalisis atmosfer mengenai kekeruhan, kandungan uap air, debu, dan
lainnya. Penerapan praktis di dalam bidang pertanian, biologi, pengobatan,
arsitektur, dan industri.
Radiasi matahari diukur dengan alat yang bernama Actinograf. Alat ini
akan merekam secara otomatis atau mengukur setiap saat pada siang hari
radiasi surya yang jatuh ke alat.
Sensor atau yang peka bila kena sinar surya terdiri atas bimetal (dwilogam)
berwarna hitam mudah menyerap radiasi surya. Panas karena radiasi yang
diserap ini membuat bimetal melengkung. Besarnya lengkungan sebanding
radiasi yang diterima sensor. Lengkungan ini disampaikan secara mekanis
ke jarum penulis di atas pias yang berputar menurut waktu. Hasil rekaman
sehari ini berbentuk grafik. Luas grafik/integral dari grafik sebanding
dengan jumlah radiasi surya yang ditangkap oleh sensor selama sehari.

Adapun alat-alat yang digunakan dapat dikelompokkan berdasarkan Unsur


yang diamati, meliputi :
Unsur yang dimati adalah radiasi matahari, terdiri atas
1. Pengukur Intensitas Penyinaran, meliputi :
a. Gun Bellani
Pencatat Intensitas Cahaya Matahari. Satuan

: Calori/Cm2

(Langley). Intensitas Cahaya Matahari = pembacaan skala


dikalikan konstanta di bagi 21

Cara kerja alat : Sewaktu memasang alat dipagi hari, alat dibalik
dan dikembalikan sehingga permukaan air dalam tabung mendekati
nol. Air dlm alat volumenya konstan dan bila kena cahaya matahari
akan menguap dan berkondensasi shg air turun ke bawah.
b. Actinograph
Alat pengukur/pencatat secara otomatis intensitas Radiasi Matahari.
Satuan K Cal/cm2 (Langley). Keterangan : Kertas pias diganti setiap
hari. Setiap kotak kecil = 12 kalori, perhitungan total 1 hari dihitung
jumlah kotak kecil. Alat ini menggunakan sensor Bimetal.
2. Pengukuran Lama Penyinaran Matahari
Campbell Stokes
Bola Kaca terbuat dari kaca Masip.

Pencatat lama penyinaran matahari Satuan : Jam/ Prosentase (%) Pias


harian Jenis pias 3 macam :
1. Lengkung panjang (11 Okt- 28 Feb)
2. Lurus (11 Sep 10 Okt) (1 Maret 10 April)
3. Lengkung pendek (11 Aprl 10 Agst)

2 . Suhu Udara
Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara. Alat untuk mengukur
suhu udara atau derajat panas disebut thermometer. Biasanya pengukur
dinyatakan dalam skala Celcius (C), Reamur (R), dan Fahrenheit (F).
Suhu udara tertinggi dimuka bumi adalah didaerah tropis (sekitar ekuator) dan
makin ke kutub semakin dingin. Di lain pihak, pada waktu kita mendaki
gunung, suhu udara terasa terasa dingin jika ketinggian semakin bertambah.
Kita sudah mengetahui bahwa tiap kenaikan bertambah 100 meter maka suhu
akan berkurang (turun) rata-rata 0,6 C. Penurunan suhu semacam ini disebut
gradient temperatur vertikal atau lapse rate. Pada udara kering, lapse rate
adalah 1 C (Benyamin, 1997)
Suhu dipermukaan bumi makin rendah dengan bertambahnya lintang seperti
halnya penurunan suhu menurut ketinggian.
Bedanya, pada penyeberan suhu secara vertikal permukaan bumi merupakan
sumber pemanas sehingga semakin tinggi tempat maka semakin rendah
suhunya. Rata-rata penurunan suhu udara menurut ketinggian contohnya di

Indonesia sekitar 5 C 6 C tiap kenaikan 1000 meter. Karena kapasitas panas


udara sangat rendah, suhu udara sangat pekat pada perubahan energi
dipermukaan bumi. Diantara udara, tanah dan air, udara merupakan konduktor
terburuk, sedangkan tanah merupakan konduktor terbaik (Handoko, 1994)
Suhu adalah ukuran energi kinetik rata-rata dari pergerakan molekul suatu
benda. Panas adalah energi total dari pergerakan molekul suatu benda.
Jadi panas adalah ukuran energi total, sedangkan suhu adalah energi rata-rata
dari setiap gerakan molekul. Lebih besar pergerakan, maka lebih benda
tersebut (Zailani Kadir, 1986).
Pengaruh suhu terhadap makhluk hidup sangat besar sehingga pertumbuhannya
sangat tergantung pada keadaan suhu, terutama dalam kegiatannya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu dipermukaan bumi antara lain: bumi
antara lain:
a) Jumlah radiasi yang diterima pertahun, perbulan, perhari, dan permusim.
b)

Pengaruh daratan atau lautan.

c)

Pengaruh ketinggian tempat.

d) Pengaruh angin secara tidak langsung misalnya, angin yang membawa


panas dari sumbernya secarahorizontal.
5) Pengaruh panas laten, yaitu panas yang disimpan dalam atmosfer.
6)

Penutup tanah, yaitu tanah yang ditutupi vegetasi yang mempunyai


temperatur

yang

lebih

rendah

daripada

tanah

7) Tipe tanah, tanah gelap indeks suhunya lebih tinggi.

tanpa

vegetasi.

8) Pengaruh sudut datang sinar matahari, sinar yang tegak lurus akan
membuat suhu lebih panas daripada yang datangnya miring
Seluruh makhluk hidup dikelilingi oleh suhu dan udara. Bahkan organisme
seperti yang terdapat dalam tanah yang kelihatannya terdapat pada medan
lain. Sebenarnya terdapat dalam air dan udara. Organisme didalam tanah
yang terdapat dalam ruangan antar partikel-partikel tanah. Dari antara
kedua hal ini yakni air dan udara, masing-masing sel individu dari
organisme diudara hanya bisa aktif bila dalam keadaan lembab
(Kartasapoetra, 2002)

3. Tekanan Udara
Alat untuk mengukur Tekanan Udara Satuan Milibar (mb).
Tabung berisi air raksa. Dilengkapi thermometer untuk mengetahui suhu udara
dalam ruangan. Alat ini tidak boleh terkena sinar Matahari & angin langsung
dipasang tegak lurus pada dinding yang kuat. Tinggi bejan 1 m dari lantai.
Baca termometer yang menempel pada barometer kemudian stel nonius
sehingga menyinggung permukaan air raksa, baca skala barometer.
Angin merupakan pergerakan udara yang disebabkan karena adanya perbedaan
tekanan udara di suatu tempat dengan tempat lain. Dengan adanya pergerakan
udara di atmosfer ini maka terjadilah distribusi partikel-partikel di udara, baik
partikel kering (debu, asap, dsb) maupun partikel basah seperti uap air.
Pengukuran angin permukaan merupakan pengukuran arah dan kecepatan

angin yang terjadi dipermukaan bumi dengan ketinggian antara 0.5 sampai 10
meter.
Alat-alat yang paling baik untuk mengukur angin (permukaan) adalah Wind
Vane dan Anemometer. Alat-alat pengukur kecepatan angin di bagi dalam 3
bagian :
1. Anemometer Cup dan Vane, alat ini mengukur banyaknya udara yang
melalui alat per satuan waktu.
2. Pressure Tube Anemometer, alat ini bekerja disebabkan oleh tekanan dari
aliran udara yang melalui pipa-pipanya.
3. Pressure Plate Anemometer, lembaran logam tertentu, ditempatkan tegak
lupus angin. Lembaran logam ini akan berputar pada salah satu sisinya
sebagai sumbu. Besar penyimpangan (sudut) menjadi kecepatan angin.

BAROGRAPH
Alat pencatat tekanan udara secara otomatis Satuan Milibar.(mb).
Sensor menggunakan tabung hampa udara/kotak logam yang hampa udara yg
terbuat dari logam yang sangat lenting. Bila tekanan Atmosfer berubah
volume

kotak berubah. Perubahan volume kotak di hubungkan dengan

tangkai pena dan menggores di pias.


4. Kecepatan Angin
Kecepatan Angin diukur dengan alat yang dikenal dengan nama Anemometer

Angin merupakan suatu vektor yang mempunyai besaran dan arah. Besaran
yang dimaksud adalah kecepatannya sedang arahnya adalah darimana
datangnya angin. Kecepatan angin dapat dihitung dari jelajah angin (cup
counter anemometer) dibagi waktu (lamanya periode pengukuran). Ada alat
pengukuran angin yang langsung mengukur kecepatannya. Jadi jarum
penunjuk suatu kecepatan tertentu bila ada angin. Arah angin ditunjukkan oleh
wind-vane yang dihubungkan dengan alat penunjuk arah mata angin atau
dalam angka. Angka 360 derajat berarti ada angin dari utara, angka 90 ada
angin dari timur demikian seterusnya.

Perlu diperhatikan bahwa tidak ada angka nol, karena angka nol menandakan
tak ada angin. Mengukur arah angin haruslah ada angin atau cup counter
anemometer dalam keadaan bergerak. Sebagaimana alat lainnya pemasangan
alat di lapang terbuka penting sekali karena mempengaruhi besaran yang akan
diukur. Di lapangan terbuka tak ada pohon-pohonan tinggi alat dipasang 2
meter di atas tanah. Bila ada halangan, alat dipasang pada ketinggian 10 sampai
15 meter dari atas tanah. Waktu pengamatan tergantung dari data yang
diinginkan. Bila data harian, pengamatan sekali dalam 24 jam untuk jelajah
angin yaitu pada pagi hari.
Waktu pengamatan arah angin lebih dari sekali dalam 24 jam. Arah yang paling
banyak ditunjuk dalam 24 jam merupakan arah rata-rata dalam hari tersebut.

Sensor yang menghubungkan dengan alat mencatat otomatis disebut


anemograf. Alat ini mencatat kecepatan dan arah angin setiap saat pada kertas
pias. Alat pencatat ini ada yang harian, mingguan ataupun bulanan.

5. Kelembaban Udara
Sebenarnya kelembaban juga bisa diukur Termometer sederhana yaitu dengan
membandingkan suhu bola kering dengan suhu bola basah.
Suhu bola kering adalah suhu yang biasa kita ketahui ketika membaca
Termometer pada umumnya. Suhu bola basah adalah suhu udara pada kondisi
jenuh.
Cara mudah untuk mendapatkan suhu bola basah adalah anda tinggal
menyelimuti dasar Termometer tersebut dengan selapis kain basah, tunggu
beberapa saat. Suhu yang terukur merupakan suhu bola basah.
Semakin anda detail membaca kedua suhu tersebut, kelembaban yang akan
anda dapatkan akan semakin akurat. Setelah anda mendapatkan kedua suhu
tersebut ukur kedua suhu tersebut pada grafik . Perpotongan kedua garis suhu
tersebut akan menunjukkan kelembaban.
6. Curah Hujan
Hujan harian adalah Curah hujan yang diukur berdasarkan jangka waktu satu
hari (24 jam). Hujan kumulatif merupakan jumlah kumpulan hujan dalam suatu
periode tertentu seperti mingguan, 10 harian, dan bulanan, serta tahunan. Hari
hujan merupakan kejadian hujan dengan curah huajn lebih besar atau sama
dengan 0,5 mm.

Hujan jangka pendek-intensitas hujan adalah Hujan yang diukur kontinyu


selama waktu pendek seperti setiap satu jam, setengah jam, dua jam, dan
sebagainya. Dalam istilah umum lebih tepat juga dengan intensitas hujan.
Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan kelebatan hujan selama
kejadian hujan.( Anonim,2008 )
Curah hujan dibatasi sebagai tinggi air (dalam mm) yang diterima di
permukaan

sebelum

mengalami

aliran

permukaan,

evaporasi

dan

peresapan/perembesan ke dalm tanah. Jumlah hari hujan umumnya di batasi


dengan jumlah dengan curah hujan 0,5 mm atau lebih.
Jumlah hari hujan dapat dinyatakan per-minggu,dekade,bulan,tahun atau
periode tanam (tahap pertumbuhan tanaman). Intensitas hujan adalah curah
hujan dibagi dengan selang waktu terjadinya hujan.( Handoko,1986 )
Curah hujan dapat diukur dengan alat pengukur curah hujan otomatis atau yang
manual. Alat-alat pengukur tersebut harus diletakkan pada daerah yang masih
alamiah, sehingga curah hujan yang terukur dapat mewakili wilayah yang luas.
Salah satu tipe pengukur hujan manual yang paling banyak dipakai adalah tipe
observatorium (obs) atau sering disebut ombrometer. Curah hujan dari
pengukuran alat ini dihitung dari volume air hujan dibagi dengan luas mulut
penakar. Alat tipe observatorium ini merupakan alat baku dengan mulut
penakar seluas 100 cm2 dan dipasang dengan ketinggian mulut penakar 1,2
meter dari permukaan tanah. ( Jumin, 2002).
Jenis-jenis hujan berdasarkan curah hujan (definisi BMG)

hujan sedang, 20 - 50 mm per hari

hujan lebat, 50-100 mm per hari

hujan sangat lebat, di atas 100 mm per hari.

Air hujan terdiri atas : ion-ion natrium, kalium, kalsium, khlo, bikarbinat, dan
sulfat ynag merupakan jumlah yang besar bersama-sama. Ammonia, nitra,
nitrit, nitrogen, dan susunan-susunan nitrogen lain. Bagian yang kecil
misalnya: iodine, bromine, boron, besi, almunium, dan silica.
Asal unsure-unsur ini adalah lautan, sungai-sungai atau danau, permukaan
tanah, vegetasi, industri, dan gunung-gunung berapi. Air hujan pH-nya berkisar
antara 3,0-9,8. (Wisnubroto, 2006).
7. Penguapan
Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam keadaan
cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air). Proses
ini adalah kebalikan dari kondensasi. Umumnya penguapan dapat dilihat dari
lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan
volume signifikan.
Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk lepas dari cairan.
Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat. Ketika molekulmolekul saling bertumbukan mereka saling bertukar energi dalam berbagai
derajat, tergantung bagaimana mereka bertumbukan.
Terkadang transfer energi ini begitu berat sebelah, sehingga salah satu molekul
mendapatkan energi yang cukup buat menembus titik didih cairan. Bila ini
terjadi di dekat permukaan cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas
dan "menguap"

Ada cairan yang kelihatannya tidak menguap pada suhu tertentu di dalam gas
tertentu (contohnya minyak makan pada suhu kamar). Cairan seperti ini
memiliki molekul-molekul yang cenderung tidak menghantar energi satu sama
lain dalam pola yang cukup buat memberi satu molekul "kecepatan lepas" energi panas - yang diperlukan untuk berubah menjadi uap.
Namun cairan seperti ini sebenarnya menguap, hanya saja prosesnya jauh lebih
lambat dan karena itu lebih tak terlihat. Penguapan adalah bagian esensial dari
siklus air. Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera, danau,
embun dan sumber air lainnya.
Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di
dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi.
8. Polusi Udara
Pengukuran tingkat gas polutan di udara
menggunakan

berbagai

macam

cara

salah

dapat dilakukan dengan


satu

diantaranya

dengan

menggunakan tabung detektor gas. Pembacaan nilai yang terukur pada tabung
detektor gas biasa dilakukan menggunakan pembacaan secara langsung melalui
indera penglihatan manusia. Keterbatasan indera manusia dalam ketelitian
pembacaan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi tingkat keakuratan
pembacaan hasil suatu pengukuran. Paper penelitian ini membahas tentang
penggunaan kamera dalam membantu mengidentifikasi hasil pengukuran
tingkat kandungan gas NH3 di udara yang terbaca pada tabung detektor.
Pengukuran gas NH3 menggunakan tabung detektor gas yang dialiri udara
melalui suatu pompa. Tabung detektor gas akan menghasilkan suatu warna

yang menunjukkan nilai kandungan gas NH3 dalam satuan ppm. Perubahan
warna pada tabung ditangkap oleh kamera dan kemudian diolah melalui
perangkat lunak untuk dibaca hasil pengukurannya. Pengolahan tampilan
kamera di aplikasikan menggunakan bahasa pemrograman C++ dengan
bantuan perangkat lunak Microsoft Visual Studio dan OpenCV.
Hasil pembacaan kamera menunjukkan bahwa warna dalam pengukuran dapat
diidentifikasi sehingga hasil penunjukkan nilai tertentu pada tabung detektor
gas dapat ditampilkan melalui program.
Perubahan warna pada tabung gas menunjukkan suatu jarak tertentu yang dapat
diukur melalui program komputer dengan mengaplikasikan metode segmentasi
warna sehingga diperoleh keakuratan pembacaan tingkat gas polutan pada
tabung detektor gas.

F. Berapa persen tingkat kekuatan data yang diberikan oleh pihak BMG terhadap
perkiraan cuaca?
Berdasarkan peralatan yang dipakai dan juga kecermatan penghitungan oleh
manusia di belakang peralatan tersebut, jelas tidak ada tingkat keakuratan
ramalan cuaca dan iklan yang mencapai 100%.