Anda di halaman 1dari 17

TUGAS KLIPING

KORPS DAERAH KABUPATEN KOTA DI


KALIMANTAN BARAT
D
I
S
U
S
U
N

O
L
E
H

NAMA : NATALIA
KELAS : 4C

SDS BRUDER MELATI

KOTA PONTIANAK
Arti Lambang Kabupaten Kubu Raya
Logo berbentuk perisai dengan garis lengkung dan garis lurus menyatu berwarna hitam dan
biru didalamnya, mengandung arti bahwa wilayah Kabupaten Kubu Raya merupakan daerah
daratan dan pulau-pulau yang dipishkan oleh sungai dan laut, serta mempunyai potensi
sebagai daerah lalu lintas perdagangan dan pariwisata.
Ditengah logo terdapat benteng (kubu pertahanan) yang terdiri dari 9 bagian yaitu 1 ditengah, 4
disi kanan dan 4 disi kiri, yang mengandung arti bahwa Kabupaten Kubu Raya pada saat
pembentukan terdiri dari 9 Kecamatan, dengan pusat pemerintah berada di Kecamatan Sungai
Raya.
Pada sisi kanan benteng terdapat butiran padi yang berjumlah 17 dan pada sisi kirinya terdapat 7
lembar daun kelapa yang berpangkal pada angka 2007 dibawahnya terdapat tulisan Kubu
Raya, yang mengandung arti bahwa berdirinya Kabupaten Kubu Raya pada tanggal 17 Juli
2007, Butiran padi dan lembar daun kelapa menunjukan bahwa Kabupaten Kubu Raya
merupakan daerah dengan potensi hasil pertanian dan perkebunan yang subur.
Pada sisi bawah benteng terbentang perahu yang sarat muatan dengan riak ombak di
depannya dan layar mengembang serta tiang perahu yang kokoh, mengandung arti
transportasi air sebagai media lalu lintas perdagangan hasil usaha keras masyarakat yaitu hasil
laut, pertanian, perkebunan, industri dan tambang menuju kehidupan yang bermanfaat dan
sejahtera.
Pada sisi atas benteng terdapat bintang segi lima dan enam sinar yang memancar
mengandung arti Pancasila sebagai dasar dalam mewujudkan enam harapan masyarakat yang
tertib, aman, mudah pelayanan, adil dan merata, makmur, indah, lestari, beriman dan bertaqwa
dalam ridho Tuhan Yang Maha Esa.
Pada sisi paling bawah terdapat pita bertuliskan Kubu raya, mengandung arti budaya
masyarakat Kubu Raya heterogen selalu bersatu, harmonis sebagai pencerminan rasa
persatuan dan kesatuan.
Arti/Warna Komposisi Warna
1. Warna Dasar biru laut, melambangkan keyakinan. Dengan daerah perairan sebagai pemisah
daratan, tetapi masyarakat yakin lautan raya sangat berpotensi dengan hasil lautnya juga sebagai
lalu lintas pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka kerjasama pada bidang pariwisata dan
perdagangan baik Nasional maupun Internasional.
2. Warna hitam, melambangkan perjuangan dan kerja keras dalam menggali dan mengelola
potensi daerah menuju masyarakat adil dan makmur.

3. Warna merah dan putih melambangkan keberanian dan kesucian. Berani


bersaing dengan daerah lain atas dasar keberanian dan kesucian jiwa di
bawah panji Merah Putih Negara Kesatuan Republik Indonesia.
4. Warna hijau melambangkan kesuburan. Dengan Potensi daerah
pertanian dan perkebunan yang subur menjadikan masyarakat yang
produktif bekerja sesuai dengan keahlian dan kemampuannya dengan
memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai penunjangnya.
5. Warna kuning emas melambangkan keagungan, berawal dari sejarah
perjuangan mengusir penjajah oleh pejuang-pejuang Kubu Raya.

Arti dan Lambang dari Logo Kota Pontianak


Arti Logo
Lambang Kota Pontianak digambarkan seperti berikut :
1. Bentuk lambang berupa bulatan kubah
2. Pada sisi sebelah kanan 23 lembar daun karet
3. Pada sisi sebelah kiri 10 lembar daun kelapa
4. Diantara daun-daun tersebut menyinar dari bawah ke atas 5 sinar
5. Ditengah-tengah melintang garis Khatulistiwa
6. Dibawah garis tersebut sungai bercabang tiga
7. Pada pengkal sinar ditulis angka 1771
8. Sebelah pita yang bertuliskan : KOTA PONTIANAK membentang dari pangkal daun
karet sampai ke pangkal daun kelapa
Lambang tersebut mempunyai Enam warna, yaitu :
1. Kuning Emas artinya : Keagungan
2. Hijau Daun artinya : Kesuburan
3. Biru Laut artinya : Harapan
4. Biru Muda artinya : Keyakinan

5. Merah artinya : Keberanian


6. Putih artinya : Kesucian.
Arti lambang keseluruhannya ialah bahwa Kota Pontianak yang didirikan dengan permohonan
ridho Tuhan Yang Maha Esa pada tanggal 23 Oktober 1771 dibawah garis Khatulistiwa didaerah
tiga cabang sungai mempunyai hasil dasar karet dan kelapa dengan sifat-sifatnya yang terpuji,
menuju masyarakat adil makmur berlandaskan Pancasila sesuai dengan Falsafah Negara
Republik Indonesia.

Arti dan Lambang dari Logo Kota Mempawah


1. Gambar perisai dengan warna merah dan putih itu memiliki
arti bahwa Kabupaten Mempawah berada di dalam naungan
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Selanjutnya untuk gambar dari Payung, pena, buku, dan
nampan memiliki arti sejarah terbentuknya Kabupaten
Mempawah yang berasal dari Kerajaan Mempawah dan
Kerajaan Bakule Rajakng. Selain itu, unsur ini juga bermakna
kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, serta bermakna pemerintah yang
senantiasa dalam mengayomi seluruh lapisan masyarakat, dan juga bermakna sebagai
pertanda ilmu.
3. Kemudian, untuk gambar 21 bulir padi, 7 bunga kapas, 2 simpul pita, dan 14 gerigi
menyimbolkan tanggal 21 Juli 2014 yang memiliki makna sebagai tanggal ditetapkan nya
perubahan nama Kabupaten Pontianak menjadi Kabupaten Mempawah.
4. Kemudian untuk tulisan Maju Dengan Ilmu kata-kata menyatakan bahwa Kabupaten
Mempawah hendak didaulat menjadi kota pendidikan layaknya Yogyakarta di Pulau
Jawa.
"Saat ini untuk mewujudkan pembangunan pendidikan sudah mulai dilakukan. Beberapa
lembaga pendidikan tinggi telah berdiri di Kabupaten Mempawah ini," ujar Bupati Pontianak Ria
Norsan
Kampus yang sudah ada saat ini di kabupaten mempawah di antaranya Balai Diklat Perhubungan
Darat, IPDN, dan sudah aktif Kampus STAIM. Sehingga untuk perubahan dan logo ini daerah
terus melakukan penyesuaian terutama dari masalah adminiatratif.

Lambang Kota Singkawang diambil dari berbagai potensi, dengan


makna yaitu :
a. Makna Warna dalam Lambang Kota Singkawang:
- Merah : Keberanian
- Putih : Kesucian
- Hijau : Kesuburan
- Biru : Ketentraman
- Kuning : Keluhuran dan Keagungan

b. Makna Gambar dalam Lambang Kota Singkawang:

Bintang, Ketuhanan Yang Maha Esa

Padi dan Kapas, Kesejahteraan dan Kemakmuran, merupakan tujuan seluruh masyarakat
Kota Singkawang

Rantai dan Roda Gigi, Persatuan dan Kesatuan dalam roda pembangunan

Gunung, Keteguhan dan Kekokohan

Laut, Wawasan dan Pandangan yang luas

Tugu, Tonggak bersejarah perjuangan Kota Singkawang

Pita Bertuliskan Kota Singkawang, melambangkan identitas Kota Singkawang

Jumlah Padi dan Kapas serta Angka 2001, melambangkan Peresmian Pembentukan Kota
Singkawang tanggal 17 Oktober 2001, yang dijadikan Hari Jadi Kota Singkawang

Buku, melambangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Peraturan perundangundangan

Tulisan Bersatu Untuk Maju, melambangkan Motto Kota Singkawang

Kabupaten Sambas adalah sebuah kabupaten yang terletak pada


bagian pantai barat paling utara dari wilayah administratif Provinsi
Kalimantan Barat. Pasca pemekaran daerah tahun 2000, Kabupaten
Sambas memiliki luas wilayah 639.570 ha atau sekitar 4,36% dari
luas wilayah Kalimantan Barat.
Keterangan terbagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu :
1. Keterangan Bentuk Gambar Lambang.
2. Keterangan Warna Gambar Lambang.
3. Keterangan Makna Gambar Lambang.
1. Keterangan Bentuk Gambar Lambang

Lambang berbentuk perisai segi lima dengan bingkai pada kelilingnya.

Di bagian tengah lambang terlukis gambar Pusaka dan Kebudayaan Rakyat Kabupaten
Sambas.

Melingkar disebelah kiri dan kanan adalah untaian padi dan kapas yang masing-masing
berjumlah berjumlah empat empat puluh lima dan tujuh belas. Di atasnya terlukis bintang
segi lima beraturan.

Di bagian bawah Lambang bertuliskan kata :"SAMBAS"

2. Keterangan Warna Gambar Lambang

Dasar perisai pada Lambang berwarna hijau tua dengan bingkai berwarna Putih.

Padi berwarna kuning, kapas berwarna hijau dan putih.

Bintang segi lima berwarna kuning.

Tulisan "SAMBAS" berwarna hitam. Pita berwarna kuning.

3. Keterangan Makna Gambar Lambang.

Bentuk perisai pada lambang melukiskan sikap jiwa yang tahan uji, tabah dan penuh
ketetapan hati sebagai dasar dari tiap perbuatan manusia. Warna hijau mencerminkan rasa
kedamaian, persahabatan dan toleransi, sekaligus menggambarkan kesuburan daerah
Kabupaten Sambas.

Mandau dan Tombak yang terlukis dibagian tengah menggambarkan Pusaka dan
Kebudayaan Rakyat Kabupaten Sambas.

Padi dan Kapas melambangkan cukup pangan dan cukup sandang.

Bintang segilima di bagian atas melukiskan Pancasila, falsafah negara dan sikap hidup
bangsa Indonesia yang wajib dijunjung tinggi dan diagungkan, sebagaiman telah
disebutkan pada sila Pertama Ke Tuhanan Yang Maha Esa. Merupakan dasar dan tujuan
hidup Bangsa Indonesia justru karena Pancasila wajib diikrarkan dan diamalkan.

Kelopak Bunga Kapas berjumlah 17 buah, berarti tanggal 17.

Bunga Kapas berjumlah 8 buah, berarti bulan 8 (bulan Agustus).

Buah Padi berjumlah 45 buah, berarti tahun 1945.

Tangkai Padi dan Tangkai Kapas diikat menjadi satu oleh pita bersudut empat,
mengandung arti CATUR KARSA, yakni : 1)Kesungguhan, 2) Kejujuran, 3) Kegotong
Royongan, 4) Kekeluargaan.

Tulisan "Sambas" menunjukkan Kabupaten Sambas adalah salah satu wilayah kabupaten
dalam Propinsi Kalimantan Barat, yang merupakan satu Daerah Otonom.

Arti Lambang Kabupaten Bengkayang


Penjelasan Arti Lambang Kabupaten Bengkayang meliputi
makna warna dan makna lambang.
a. Makna Warna

Hijau muda pada keseluruhan lambang daerah, hijau


tua pada tangkai bunga kapas, dan dataran kaki gunung
melambang kesuburan.

Kuning pada matahari dan petakan sawah


melambangkan kematangan.

Kuning emas pada warna dasar pita bertuliskan "Kabupaten Bengkayang", tangkai padi,
serta buah padi melambangkan masa keemasan.

Merah pada sebagian perisai dan pita pengikat padi dan kapas melambangkan keberanian.

Putih pada bunga kapas, sebagian perisai tangkitn, mata tombak, dan sebagian pita
pengikat padi dan kapas melambangkan kesucian.

Biru pada gunung melambangkan keteduhan, ketenangan, atau kedamaian.

Hitam pada polisir bingkai lambang, lis pita, tulisan Kabupaten Bengkayang, angka
"1999", gagang tombak, dan tangkitn melambangkan ketegasan dan kesatriaan.

b. Makna Gambar

Matahari dengan tujuh belas pancarannya melambangkan tanggal tujuh belas sebagai
tanggal kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Padi dan kapas melambangkan sandang dan pangan yang menggambarkan kemakmuran
dan kesejahteraan yang menjadi tujuan seluruh masyarakat Kabupaten Bengkayang.
Selain itu, kapas yang berjumlah delapan dan padi yang berjumlah empat puluh lima
menggambarkan bulan dan tahun kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perisai, tombak, dan tangkitn melambangkan ciri khas kebudayaan masyarakat


Kabupaten Bengkayang.

Gunung melambangkan bahwa secara geografis, Kabupaten Bengkayang terletak di


dataran tinggi sehingga terdapat banyak gunung dan bukit.

Petakan sawah sebanyak sepuluh bidang dan angka 1999 melambangkan Undang-undang
Nomor 10 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Bengkayang.

Pita dengan empat lipatan warna merah putih yang mengikat padi dan kapas
melambangkan bulan April sebagai bulan ditetapkannya Undang-undang Nomor 10
Tahun 1999.

Lambang-lambang berwarna hijau muda menggambarkan bahwa wilayah Kabupaten


Bengkayang merupakan daerah subur yang dapat membawa masyarakat Kabupaten
Bengkayang mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

Tulisan Kabupaten Bengkayang menunjukkan bahwa Kabupaten Bengkayang adalah


salah satu wilayah dalam Provinsi Kalimantan Barat yang merupakan daerah otonom.

Semboyan "Adil Ka Talino" yang secara lengkap berbunyi "Adil Ka Talino, Bacuramin
Ka Saruga, Basengat Ka Jubata" memiliki arti bahwa dalam memberikan pelayanan
terhadap sesama hendaknya bersikap adil, setiap perbuatan dan tindakan yang dilakukan
harus selalu mencerminkan kebaikan, serta selalu berpedoman kepada Tuhan.

Berdasarkan Perda No. 1 Tahun 1971 mengenai bentuk, warna dan


makna lambang daerah Kabupaten Sintang. Lambang Daerah
Kabupaten Sintang terbagi atas 4 bagian yaitu :
1. Bentuk Lambang secara keseluruhan adalah Perisai bersudut
lima.
2. Perisai, Mandau, Sumpit bertombak, gunung, buah karet, buah
tengkawang dan ikan.
3. Padi, kapas, dan bintang bersudut lima.
4. Tulisan Kabupaten Sintang diatas pita berliku.
Bentuk keseluruhan dari lambang daerah ialah Perisai bersudut lima yang berarti Pancasila
dimaksudkan Kabupaten Sintang adalah bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Warna yang dipakai pada lambang daerah ada 7 yaitu : hijau tua, biru muda, biru tua,
kuning emas, merah, putih perak dan hitam.

Warna dasar adalah hijau tua dan biru muda.

Hijau Tua menunjukkan kesuburan tanahnya, biru muda menunjukkan kesuburan


air/sungai.

Warna Perisai dan sumpit bertombak adalah hitam berpinggir putih perak dimaksudkan
bahwa pusaka-pusaka ini mengandung kekuatan dan suci murni.

Warna Mandau adalah putih perak berarti bahwa pusaka ini suci dan hanya digunakan
untuk membela kebenaran.

Perisai, mandau dan sumpit bertombak adalah melambangkan pusaka dan kebudayaan
putera-putera daerah Kabupaten Sintang.

Gunung melambangkan Bukit Kelam yang menjadi kebanggaan dan keagungan rakyat
Kabupaten Sintang.

Buah karet, buah tengkawang dan ikan melambangkan suatu sumber penghidupan rakyat
Kabupaten Sintang disamping bertani.

Padi dan Kapas melambangkan tujuan rakyat Kabupaten Sintang khususnya dan tujuan
negara kesatuan Republik Indonesia umumnya untuk cukup sandang dan pangan. Padi
berjumlah 17 buah dan kapas berjumlah 8 buah menunjukkan tanggal Kemerdekaan
Negara Kesatuan republik Indonesia.

Bintang Bersudut Lima melambangkan Pancasila yang berarti bahwa Pancasila


merupakan falsafah dan ideology yang tertanam dalam setiap jiwa rakyat Kabupaten
Sintang khususnya dan Bangsa Indonesia Umumnya.

Tulisan Kabupaten Sintang dengan warna hitam diatas dasar warna kuning mengandung
arti bahwa masyarakat dan pemerintah Kabupaten Sintang mempunyai pendirian kuat,
teguh dan sentosa baja untuk membawakan rakyat/masyarakat Kabupaten Sintang dari
alam kegelapan menuju alam yang terang penuh keagungan.

Di bawah tulisan Kabupaten Sintang terdapat bintang bersudut lima yang melambangkan
bahwa masyarakat dan pemerintah Pemerintah Kabupaten Sintang tetap berdasarkan
Pancasila.

Liku-liku pada pita-pita kain sutra berwarna kuning emas menunjukkan liku-likunya
perjuangan untuk merebut kemerdekaan dan mencapai masyarakat adil dan makmur
berdasarkan Pancasila.

Arti Lambang Kabupaten Landak


Nah kita sekarang masuk ke pembahasan tentang arti lambang Kabupaten Landak.
Lambang Kabupaten Landak

1. Warna merah melambangkan keberanian, kebenaran dan ketangguhan


2. Warna Putih melambangkan kesucian dan ketulusan
3. Warna kuning melambangkan kemulian dan keceriaan.
4. Warna hitam melambangkan ketabahan dan ketegaran
5. Warna biru melambangkan ketenangan dan keteduhan.
6. Warna hijau melambangkan kesuburan dan kemakmuran.

Arti Lambang Kabupaten Kapuas Hulu


Berikut ini merupakan Lambang Kabupaten Kapuas Hulu.

1. Dasar Lambang berwarna hijau tua.


2. Bahtera BANAMA TINGANG berwarna hitam.
3. Kepala burung menghadap ke kanan.
4. Perisai/telabang berwarna merah putih.
5. Bintang Pancasila dengan warna kuning emas.
6. Tikar anyaman rotan berwarna kuning.
7. Lukisan gelombang masing-masing berwarna biru laut.
8. Untaian padi berwarna kuning emas.
9. Bunga kapas berwarna kuning emas.
10. Pita pengait berwarna kuning emas.

ARTI MATERI LAMBANG


a. warna dasar berwarna hijau tua, berarti keadaan alam daerah yang berupa hutan belantara
berbagai macam tumbuhan lainnya yang bermanfaat bagi penduduk.
b. Bahtera burung tingang, melambangkan pemerintah daerah yang kokoh, kuat, bijaksana dan
berwibawa.
c. Bahtera burung menghadap kekanan, melambangkan negara hukum, keadilan dan kebenaran
serta kejujuran yang berlaku dalam pemerintahan kapuas.
d. Perisai berwarna merah putih, melambangkan kebudayaan yang berkepribadikan khas
indonesia.
e. Bintang pancasila berwarna kuning emas, melambangkan pemerintahan yang berdasarkan
pada pancasila dan dalam satu wadah yaitu negara kesatuan republik indonesia.

f. Tikar anyaman rotan, merupakan kerajinan tangan dan sekaligus melambangkan kebudayaan
daerah.
g. Tiga gelombang, melambangkan tiga sungai besar yang mengalir di kabupatan kapuas yang
merupakan urat nadi penghidupan dan perekonomian masyarakat dan merupakan sumber rezeki
yang murah dan abadi.
ARTI DAN MAKNA TULISAN TINGANG MENTENG PANUNJUNG TARUNG
Tekad bersama (TINGANG MENTENG) berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat
mengangkat harkat dan martabat secara berkelanjutan (PANUNJUNG TARUNG) seluruh
komponen masyarakat kabupaten Kapuas

Arti Lambang Pemerintah Kabupaten Ketapang


BENTUK :
Bentuk keseluruhan dari lambang daerah adalah bulat telur
(oval) yang didalamnya teerdapat ornamen ciri khas yakni:
1. Sebuah bintang bersudut lima yang terletak diatas buluh
betung dan diantara dua ujung tangakai padi.
2. Dua tangkai padi yang jumlahnya 45 butir terletak lingkaran
oval.
3. Sebatang pohon kedondong yang terletak di tengah lambang
dengan enam dahanya.
4. Tujuh ruas buluh betung yang berdiri tegak dimuka pohon
kedondong.
5. Seperangkat empat jenis senjata berupa hapang, parang, beliung, sumpitan dan meriam yang
terletak dibagian kiri dan kanan bawah.
6. Pita sutra yang bertuliskan Kabupaten Ketapang yang terletak dibagian bawah lambang dan
menghubungkan dua tangkai padi.
WARNA :
Lambang daerah menggunakan warna dasar lhijau muda dan empat lainnya yairtu merah, putih,
kuning emas dan hitam denga arti sebagai berikut:
1. Warna merah putih yang terdapat didalam lambang yang berbentuk bulat terlur, merah berarti
keberanian dan kejayaa, sedang warna putih berarti kesucian dan keadilan serta pula
melambangkan dwi warna yang menjadi kejayaan dan keagungan Bangsa dan Negara Republik
Indonesia.
2. Warna hijau muda yang terdapat pada warna dasar dan pohon kedondong melambangkan
kesuburan dan kemakmuran.
3. Warna kuning emas yang terdapat pada bintang, ruas buluh betung dan butir padi berarti
keluruahan dan keaguangan.
4. Warna hitam yang terdapat pada meriam, sumpit, dan bagian belakang dari hapang, parang dan

beliung serta dahan pohon kedondong, tulisan Kabupaten Ketapang,


garis lingkaran oval dan buku buluh betung berarti ketahanan dan ketenangan.
MAKNA LAMBANG :
Makna lambang tersebut adalah
1. Bintang bersudut lima, mencerminkan keluhuran budi masyarakat daerah yang senantiasa
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila sebagai dasar negara dan pandang
hidup rakyatnya.
2. Dua tangkai padi yang jumlahnya 45 butir padi mencerminkan bahwa daerah ini sebagai
wilayah negara kesatuan Republik Indonesia memiliki kesatuan tanah yang mampu
menyumbangkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya dalam upaya menghujutkan cita-cita
proklamasi 17 Agustus 1945.
3. Pohon kedondong dengan enam dahan, mencerminkanlingkungan alam daerah sangat
potensial hasil buminya dan denganperambahannya serta keramah tamahan rakyat yang
mencangkup enam liran sungai besar yang bermuara kelaut yang merupakan sarana angkutan
masyarakat selain perhubungan darat.
4. Buluh betung tujuh ruas, mencerminkan sejarah awal pertumbuhan pemerintah didaerah ini
yang dimulai sejak berdirinya kerajaan-kerajaan antara lain kerajaan Tanjung Pura hingga
terbentuknya Pemerintah Otonomi Kabupaten Ketapang.
5. Seperangkat empat jenis alat senjata tradisionalberupa hampang, parang,beliung, sumpitan dan
meriam mencerminkan senjata yang ampuh untuk mempertahankan diri dan juga alat utama yang
dipakai dalam usaha mencari penghidupan dengan tidak menggantungkan nasib dengan orang
lain.
6. Pita sutra putih bertuliskan Kabupaten Ketapang, berarti seluruh ciri ornamen dan warna dasar
yang ada pada lambang merupakan kristalisasi yang dihujudkan menjadi lambing daerah.

(1) Lambang Daerah terdiri atas 12 (dua belas) Simbol.


(2) Lambang Daerah sebagaimana dimaksud ayat (1), terdiri
dari :
a. Gambar Bintang Segi 5 (lima) berwarna kuning emas;
b. Gambar Padi berwarna kuning berjumlah 17 (tujuh
belas) butir;
c. Gambar Kapas berwarna putih berjumlah 8 (delapan)
butir berkelopak warna hijau;
d. Gambar Kelapa berbuah 4 (Empat) berpelepah 5 (lima);
e. Gambar Lima Baris Gelombang / Riak;
f. Gambar Gunung berwarna hijau bersusun 3 (tiga);
g. Gambar Dua Bagian Gapura dan Gerigi Mesin berjumlah 8 (delapan) berwarna kuning dan
hitam;
h. Gambar Roda Kendali dan Kompas;

i. Gambar Lingkaran Pita berbentuk Kendi;


j. Enam warna yang terkandung pada Lambang Kabupaten Kayong Utara;
k. Gambar Gapura sebelah kanan dan kiri masing-masing 6 (Enam) pilar;
l. Tulisan Tahun 2007 dengan jenis huruf Arial;
m. Tulisan Kabupaten Kayong Utara dengan jenis huruf Arial Narrow.

Lambang kabupaten sanggau


Kontrak 1756, Sultan Tamjidullah I dari Banjarmasin dengan VOC-Belanda mendaftarkan Sanggau
dalam wilayah pengaruh Kesultanan Banjarmasin.[3] Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indi tahun
1849, wilayah ini termasuk dalam wester-afdeeling berdasarkan Bsluit van den Minister van Staat,
Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8

Peraturan daerah Kabupaten Sekadau nomor 03 tahun 2005 tentang lambing daerah Kabupaten
Sekadau telah menetapkan bentuk, warna arti, makna dan ukuran. Dalam peraturan daerah
dimaksud, Lambang daerah terdiri dari 9 ( Sembilan ) unsur bagian meliputi :
a.

Bintang

b.

Padi dan Kapas

c.

Peta

d.

Pita

e.

Sungai Dengan Dua Alur

f.

Pohon Karet dan Buah Tengkawang

g.

Tahun 2003

h.

Tujuh Torehan.

i.

Akar Pohon Karet

Bentuk keseluruhan lambang daerah, berbentuk perisai bersudut enam, yang mengandung arti
dan makna menggambarkan kesiagaan serta ketahanan.
Lamabang daerah menggunakan t ( tujuh ) warna : Kuning, Putih, Merah, Hijau, Biru Laut,
Hitam dan Coklat mengandung arti :
a.

Warna kuning melambangkan keluhuran, keagungan dan kedaulatan;

b.

Warna putih melambangkan kesucian;

c.

Warna merah melambangkan keberanian dalam kebenaran;

d.

Warna hijau melambangkan kesuburan dan kemakmuran;

e.

Warna biru laut melambangkan ketentraman, ketertiban dan kedamaian;

f.

Warna hitam melambangkan kekal abadi;

g.

Warna coklat melambangkan kemandirian dan ketabahan

Arti dan makna unsur Lambang Daerah :

a.
Bintang bersudut lima mengandung arti dan makna sebagai suatu Negara kesatuan yang
bersendikan pancasila;
b.
Padi dan kapas melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran dan merupakan cita-cita
seluruh masyarakat Kabupaten Sekadau;
c.
Peta melambangkan Kabupaten Sekadau yang merupakan bagian dari wilayah provinsi
kalimantan barat;
d.

Pita bertuliskan Kabupaten Sekadau merupakan identitas kabupaten sekadau

e.
Sungai dengan dua alur melambangkan bahwa ibu kota Kabupaten Sekadau merupakan
tempat bertemunya dua sungai besar yaitu sungai Sekadau dan sungai Kapuas;
f.
Pohon karet dan buah tengkawang melambangkan komoditi utama masyarakat Kabupaten
Sekadau sejak dulu dan merupakan tulang punggung perekonomian serta mata
pencaharianmasyarakat;
g.

Tahun 2003 menununjukan berdirinya Kabupaten Sekadau.

h.
Tujuh torehan pada pohon karet melambangkan 7 wilayah kecamatan administrative pada
saat terbentuknya Kabupaten Sekadau;
i.
Akar pohon karet melambangkan masyarakat Kabupaten Sekadau tumbuh dan
berkembang secara kokoh dan kuat dengan asas kekeluargaan.

Bentuk keseluruhan dari Lambang Daerah ialah bersudut lima, yang berarti Pancasila,
dimaksudkan Kalimantan Barat adalah sebagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang bersendikan Pancasila. Warna yang dipakai pada Lambang Daerah adalah enam,

yaitu hijau muda, jihau tua, putih, kuning emas, merah dan hitam. Warna dasar adalah hijau
muda, menunjukkan kesuburan Daerah Tingkat I Kalimantan Barat. Warna perisai, mandau dan
keris adalah putih, dimaksudkan bahwa pusaka-pusaka itu suci murni.
Perisai, mandau dan keris adalah menggambarkan pusaka dan kebudayaan putra-putra daerah
Kalimantan Barat. Padi dan kapas melambangkan cukup pangan dan sandang. Garis putih yang
melintang di tengah-tengah melukiskan garis Khatulistiwa.
Kapas yang berjumlah 17, nyala api yang berjumlah 8 dan padi yang berjumlah 45
melambangkan Kalimantan Barat sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, tidak ketinggalan ikut
mempertahankannya.
Padi dan kapas diikat dengan pita yang bersudut empat, yang berarti Catur Karsa, yakni
kesungguhan, kejujuran, kegotong royongan dan kekeluargaan. Dengan Catur Karsa ini
dimaksudkan terlaksananya kesejahteraan yang merata.
Tulisan Akcaya berarti tak kunjung binasa atau dengan keuletan pantang menyerah. Tulisan
Akcaya ini di atas dasar putih dalam tiga lipatan, yang berarti tiga Kerangka Revolusi Nasional
Indonesia, yakni membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berwilayah dari Sabang
sampai Merauke, menuju masyarakat adil dan makmur materiil dan spirituil dan mempererat
hubungan dengan semua bangsa dan negara di seluruh dunia.