Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Bismillahhirrahmannirrahhim
Dengan memanjatkan puji syukur atas kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat, taufik, serta hidayah-Nya hingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul Arus
Bawah Permukaan Laut Bagian Pasifik .
Shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita baginda Nabi Besar
Muhammad SAW.
Dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dari segi penyusunan dan
isinya, oleh karena itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya dengan penuh kerendahan hati penulis harapkan makalah ini dapat berguna dan
bermanfaat bagi pembacanya.

Padang, 2 Maret 2015


Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
a. Latar Belakang.

3
1

b. Rumusan Masalah
c. Tujuan Rumusan Masalah.

3
3

BAB II PEMBAHASAN
a. Arus Laut Global....
b. Arus Laut Bawah Permukaan Samudera Pasifik...
c. Gejala El Nino dan La Nina .

4
8
11

BAB III
a. Kesimpulan.
b. Saran...

15
15

DAFTAR PUSTAKA

16

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Samudra Pasifik atau Lautan Teduh adalah kumpulan air terbesar di dunia. Ia

mencakup kira-kira sepertiga permukaan Bumi, dengan luas sebesar 179,7 juta km (69,4 juta
mi). Panjangnya sekitar 15.500 km (9.600 mil) dari Laut Beringdi Arktik hingga batasan es
di Laut Ross di Antartika di selatan. Samudra Pasifik mencapai lebar timur-barat terbesarnya
pada sekitar 5 derajat U garis lintang, di mana ia terbentang sekitar 19.800 km (12.300 mi)
dari Indonesia hingga pesisirKolombia. Batas sebelah barat samudra ini biasanya diletakkan
di Selat Malaka. Titik terendah permukaan BumiPalung Marianaberada di Samudra Pasifik.

Samudra ini terletak di antara Asia dan Australia di sebelah barat, Amerika di sebelah
timur, Antartika di sebelah selatan dan Samudra Arktik di sebelah utara.
Melalui makalah ini kami akan menjelaskan kepada pembaca tentang arus laut bawah
permukaan samudera pasifik.
B.

Batasan Masalah
1. Bagaimana arus laut global?
2. Bagaimana arus laut bawah permukaan samudera pasifik?
3. Bagaimana Gejala El Nino dan La Nina

C.

Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah


1. Untuk mengetahui arus laut global
2. Untuk mengetahui arus laut bawah permukaan samudera pasifik
3. Untuk mengetahui konsep Gejala El Nino dan La Nina

BAB II
PEMBAHASAN
A.

Arus Laut Global


Arus laut (Gross,1972)adalah proses pergerakan massa air laut yang menyebabkan

perpindahan horizontal dan vertikal massa air laut tersebut yang terjadi secara terus. Sedangkan
menurut Hutabarat dan Evans (1984) arus merupakan gerakan air yang terjadi pada seluruh
lautan di dunia.
Arus laut adalah gerakan massa air laut yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Arus di permukaan laut terutama disebabkan oleh tiupan angin, sedangkan arus di kedalaman
laut disebabkan oleh perbedaan densitas massa air laut. Selain itu, arus di permukan laut dapat
juga disebabkan oleh gerakan pasang surut air laut atau gelombang. Arus laut dapat terjadi di

samudera luas yang bergerak melintasi samudera (ocean currents), maupun terjadi di perairan
pesisir (coastal currents).
Arus Samudera

Arus Permukaan Laut di Samudera (Surface Circulation)


Penyebab utama arus permukaan laut di samudera adalah tiupan angin yang bertiup
melintasi permukaan Bumi melintasi zona-zona lintang yang berbeda. Ketika angin melintasi
permukaan samudera, maka massa air laut tertekan sesuai dengan arah angin.

Pola umum arus permukaan samudera dimodifikasi oleh faktor-faktor fisik dan
berbagai variabel seperti :

Friksi
Gravitasi
Gerak rotasi bumi
Konfigurasi benua
Topografi dasar laut
Angin lokal

Arus di samudera bergerak secara konstan dan bergerak melintasi samudera yang
luas, serta membentuk aliran yang berputar searah gerak jarum jam di Belahan Bumi Utara
(Northern Hemisphere) dan berlawanan arah gerak jarum jam di Belahan Bumi Selatan
(Southern Hemisphere). Karena

gerakannya

yang

terus

menerus

itu,

massa

air

laut

mempengaruhi massa udara yang ditemuinya dan merubah cuaca dan iklim di seluruh

dunia yang biasa disebut sebagai Great Ocean Conveyor Belt atau dalam bahasa Indonesia biasa
disebut sebagai Sabuk Arus Laut Dunia..
Arus di Kedalaman Samudera (Deep-water Circulation)
Faktor utama yang mengendalikan gerakan massa air laut di kedalaman samudera
adalah densitas air laut. Perbedaan densitas diantara dua massa air laut yang berdampingan
menyebabkan gerakan vertikal air laut dan menciptakan gerakan massa air laut-dalam (deepwater masses) yang bergerak melintasi samudera secara perlahan. Gerakan massa air laut-dalam
tersebut kadang mempengaruhi sirkulasi permukaan.
Perbedaan densitas massa air laut terutama disebabkan oleh perbedaan temperatur
dan salinitas air laut. Oleh karena itu gerakan massa air laut-dalam tersebut disebut juga sebagai
sirkulasi termohalin (thermohaline circulation). Model sirkulasi termohalin secara global dapat
dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Model pola sirkulasi termohalin global.

Arus Perairan Pesisir


Arus Pasang Surut (Tidal Current)

Arus pasang surut terjadi terutama karena gerakan pasang surut air laut. Arus ini terlihat
jelas di perairan muara sungai. Bila air laut bergerak menuju pasang, maka terlihat gerakan arus
laut yang masuk ke dalam alur sungai; sebaliknya ketika air laut bergerak menuju surut, maka
terlihat gerakan arus laut mengalir ke luar. Arus Sepanjang Pantai (longshore current) dan Arus
Rip (rip current)
Ke dua macam arus ini terjadi di perairan pesisir dekat pantai dan terjadi karena
gelombang mendekat di ikuti dengan pemukulan aliran ke pantai dengan arah yang miring atau
tegak lurus garis pantai. Arus sepanjang pantai bergerak menyusuri pantai, sedang arus rip
bergerak menjauhi pantai dengan arah tegak lurus atau miring terhadap garis pantai.
Macam-macam arus :
1. Arus Permukaan Laut di Samudera (Surface Circulation) disebabkan Angin Muson
Faktor utama adalah tiupan angin yang bertiup melintasi permukaan Bumi melintasi
zona-zona lintang yang berbeda. Ketika angin melintasi permukaan samudera, maka
massa air laut tertekan sesuai dengan arah angin. Pola umum arus permukaan samudera
dimodifikasi oleh faktor-faktor fisik dan berbagai variabel seperti friksi, gravitasi, gerak
rotasi Bumi, konfigurasi benua, topografi dasar laut, dan angin lokal. Interaksi berbagai
variabel itu menghasilkan arus permukaan samudera yang rumit. Arus di samudera
bergerak secara konstan melintasi samudera yang luas dan membentuk aliran yang
berputar searah gerak jarum jam di Belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere), dan
berlawanan arah gerak jarum jam di Belahan Bumi Selatan (Southern Hemisphere).
Karena gerakannya yang terus menerus itu, massa air laut mempengaruhi massa udara
yang ditemuinya dan merubah cuaca dan iklim di seluruh dunia.
2. Arus di Kedalaman Samudera (Deep-water Circulation) disebabkan Proses
Konveksi
Faktor utama yang mengendalikan gerakan massa air laut di kedalaman samudera
adalah densitas air laut. Perbedaan densitas diantara dua massa air laut yang
berdampingan menyebabkan gerakan vertikal air laut dan menciptakan gerakan massa air
laut-dalam (deep-water masses) yang bergerak melintasi samudera secara perlahan.
Gerakan massa air laut dalam tersebut kadang mempengaruhi sirkulasi permukaan.
Perbedaan densitas massa air laut terutama disebabkan oleh perbedaan temperatur dan
6

salinitas air laut. Oleh karena itu, gerakan massa air laut dalam tersebut disebut juga
sebagai sirkulasi termohalin (thermohaline circulation).
3. Arus Pasang Surut (Tidal Current)
Arus pasang surut terjadi terutama karena gerakan pasang surut air laut. Arus ini
terlihat jelas di perairan estuari atau muara sungai. Bila air laut bergerak menuju pasang,
maka terlihat gerakan arus laut yang masuk ke dalam estuari atau alur sungai; sebaliknya
ketika air laut bergerak menuju surut, maka terlihat gerakan arus laut mengalir ke luar.
4. Arus Sepanjang Pantai (longshore current) dan Arus Rip (rip current)
Kedua macam arus ini terjadi di perairan pesisir dekat pantai, dan terjadi karena
gelombang mendekat dan memukul ke pantai dengan arah yang muring atau tegak lurus
garis pantai. Arus sepanjang pantai bergerak menyusuri pantai, sedang arus rip bergerak
menjauhi pantai dengan arah tegak lurus atau miring terhadap garis pantai.
5. Arus Panas dan Arus Dingin
Keduanya merupakan arus yang disebabkan perbedaan suhu air laut dengan suhu air
laut disekitarnya. Arus panas terjadi jika suhu air laut lebih panas daripada air laut
sekitarnya, sedang arus dingin terjadi bila suhu air laut lebih dingin dari suhu air laut
sekitarnya.

6. Break Current
Arus air yang mengalir kuat ke arah laut dari sekitar pantai, biasanya melalui garis
selancar, dan dapat terjadi pada setiap pantai yang bergelombang pecah. Saat angin dan
gelombang laut mendorong air menuju pantai, air sering didorong menyamping oleh
gelombang yang mendekat. Air ini mengalir ke sepanjang garis pantai sampai
menemukan jalan keluar kembali ke laut atau ke perairan danau yang terbuka. Arus pecah
yang dihasilkan biasanya sempit dan terletak di sebuah parit antara gosong pasir, di
bawah dermaga atau sepanjang dermaga jetti.
Macam-macam arus laut menurut letaknya, yaitu :

arus bawah
arus atas

Macam-macam arus laut menurut suhunya, yaitu :


7

arus panas
arus dingin

Macam-macam arus laut menurut cara terjadinya :

B.

arus laut karena pengaruh tiupan angin.


arus laut karena perbedaan kadar garam/berat jenis
arus laut karena perbedaan tinggi rendah permukaan air laut yang disebabkan oleh pasang

surut.
arus laut karena pengaruh daratan/benua.

Arus laut di samudera pasifik

Samudra Pasifik
Luas Samudra Pasifik mencapai 165.385.450 km dengan kedalaman rata-rata 4.250 m. Jika
dilihat di globe, luas samudra ini meliputi hampir separuh permukaan bumi. Samudra Pasifik
terletak di antara tiga benua, yaitu Asia, Amerika, dan Australia.
Wilayahnya terbentang dari pantai Barat Amerika hingga pantai Timur Cina dan Australia
dengan berbagai karakterstik berikut ini.
a. Samudra Pasifik merupakan samudra terluas di dunia.
b. Di Samudra Pasifik terdapat titik terendah di muka bumi, yaitu Palung Mariana
(kedalaman 11.022 m) terdapat di Filipina.Palung Mariana atau Palung Marianas adalah
palung yang paling dalam yang diketahui, dan lokasi terdalamnya berada di kerak Bumi.
Dia terletak di dasar barat laut Samudra Pasifik, sebelah timur Kepualauan Mariana di
11 21' Utara latitude dan 142 12' Timur longitude, dekat juga dengan Jepang. Palung ini
merupakan batasan di mana dua lempeng tektonik bertemu, zona subduksi di mana
Lempeng Pasifik disubduksi di bawah Lempeng Filipina. Dasar dari palung ini jauh di
bawah permukaan laut lebih jauh dari ketinggian Gunung Everest di atas permukaan
laut.Palung ini memiliki kedalaman maksimum 10.911 meter (35.798 kaki) di bawah
permukaan laut. Kalau dihitung menurut latitudenya dan "equatorial bulge" Bumi, ia
berada 6.366,4 km dari pusat Bumi. Samudra Arktik, di sisi lain, dengan kedalaman 4
km, memiliki jarak dasar laut dengan pusat bumi sebesar ~6.352,8 km, 13,6 km lebih
dekat.. Pertama kali diteliti pada 1951 oleh kapal Angkatan Laut Britania, Challenger II,
8

yang memberikan nama titik terdalam dari palung tersebut Kedalaman Challenger.
Menggunakan gema suara, Challenger II mengukur kedalam 5.960 fathom (10.900 m)
pada 11 19' U, 142 15' T. Penyuaraan ini diulang berkali-kali menggunakan "earphone"
untuk mendengar sinyal yang kembali ketika "stylus" melewati skala kedalaman
"graduated", sementara itu ketika pengukuran waktu kecepatan mesin gema-suara, sebuah
bagian yang diperlukan dari proses ini, ditangani dengan "stopwatch". Untuk alasan ini
dianggap cukup berhati-hati untuk mengurangi satu skala divisi (20 fm) ketika
mengumumkan resmi kedalaman baru 5.940 fm (10.863 m).
c. Samudra Pasifik memiliki banyak palung, yaitu Palung Tonga (10.882 m), Palung Kuril
(10.542 m), Palung Filipina (10.497 m), Palung Kermatec (10.047 m), Palung Tzu Bonin
(9.810 m), Palung New Hebrides (9.165 m), Palung South Solomon (9.140 m), Palung
Jepang (8.412 m), Palung Peru-Cile (8.066 m), Palung Akution (7.822 m), dan Palung
Amerika Tengah (6.662 m).
d. Di Samudra Pasifik banyak terdapat gunung api aktif, sehingga sering terjadi
gempa.Samudra Pasifik merupakan tempat pertemuan antara garis bujur Barat dan bujur
Timur (180) sebagai batas penanggalan internasional.
e. Di Samudra Pasifik banyak terdapat negara kepulauan (kawasan Oceania).
f. Di Samudra Pasifik banyak terjadi gejala alam El Nino dan La Nina, terutama di perairan
yang dilintasi garis katulistiwa.
g. Di Samudra Pasifik terdapat pertemuan arus panas Kurosyiwo dan arus dingin Oyasyiwo
di Laut Bearing (Pasifik Utara) yang menimbulkan arus hangat dan merupakan kawasan
tangkapan ikan yang sangat baik.
1.

Di sebelah utara khatulistiwa


a) Arus Khatulistiwa Utara, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke arah barat
sejajar dengan garis khatulistiwa dan ditimbulkan serta didorong oleh angin pasat timur
laut.
b) Arus Kuroshio, merupakan lanjutan arus khatulistiwa utara karena setelah sampai di
dekat Kepulauan Filipina, arahnya menuju ke utara. Arus ini merupakan arus panas yang
mengalir dari utara Kepulauan Filipina, menyusur sebelah timur Kepulauan Jepang dan
terus ke pesisir Amerika Utara (terutama Kanada). Arus ini didorong oleh angin barat.

c) Arus Kalifornia, mengalir di sepanjang pesisir barat Amerika Utara ke arah selatan
menuju ke khatulistiwa. Arus ini merupakan lanjutan arus kuroshio, termasuk arus
menyimpang (pengaruh daratan) dan arus dingin.
d) Arus Oyashio, merupakan arus dingin yang didorong oleh angin timur dan mengalir dari
selat Bering menuju ke selatan dan berakhir di sebelah timur Kepulauan Jepang karena
ditempat ini arus tersebut bertemu dengan arus Kuroshio (terhambat oleh kuroshio). Di
tempat pertemuaan arus dingin Oyashio dengan arus panas Kuroshio terdapat daerah
perikanan yang kaya, sebab plankton-plankton yang terbawa oleh arus Oyashio berhenti
pada daerah pertemuaan arus panas Kuroshio yang hangat dan tumbuh subur.
2.

Di sebelah selatan khatulistiwa


a) Arus Khatulistiwa Selatan, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar
dengan garis khatulistiwa. Arus ini ditimbulkan atau didorong oleh angin pasat tenggara.
b) Arus Humboldt atau Arus Peru, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat yang
mengalir di sepanjang barat Amerika Selatan menyusur ke arah utara. Arus ini merupakan
arus menyimpang serta didorong oleh angin pasat tenggara dan termasuk arus dingin.
c) Arus Australia Timur, merupakan lanjutan arus khatulistiwa selatan yang mengalir di
sepanjang pesisir Australia Timur dari arah utara ke selatan (sebelah timur Great Barrier
Reef).
d) Arus Angin Barat, merupakan lanjutan dari sebagian arus Australia timur yang mengalir
menuju ke timur (pada lintang 30 derajat - 40 derajat LS) dan sejajar dengan garis
ekuator. Arus ini didorong oleh angin barat.

C ) Gejala El Nino dan La Nina


El-Nino, menurut sejarahnya adalah sebuah fenomena yang teramati oleh para penduduk
atau nelayan Peru dan Ekuador yang tinggal di pantai sekitar Samudera Pasifik bagian timur
menjelang hari natal (Desember). Fenomena yang teramati adalah meningkatnya suhu
permukaan laut yang biasanya dingin. Fenomena ini mengakibatkan perairan yang tadinya subur
dan kaya akan ikan (akibat adanya upwelling atau arus naik permukaan yang membawa banyak
nutrien dari dasar) menjadi sebaliknya. Pemberian nama El-Nino pada fenomena ini disebabkan
oleh karena kejadian ini seringkali terjadi pada bulan Desember. El-Nino (bahasa Spanyol)
10

sendiri dapat diartikan sebagai anak lelaki. Di kemudian hari para ahli juga menemukan bahwa
selain fenomena menghangatnya suhu permukaan laut, terjadi pula fenomena sebaliknya yaitu
mendinginnya suhu permukaan laut akibat menguatnya upwelling. Kebalikan dari fenomena ini
selanjutnya diberi nama La-Nina (juga bahasa Spanyol) yang berarti anak perempuan
(oseanografi.blogspot.com., 2005). Fenomena ini memiliki periode 2-7 tahun..
El Nino adalah gejala gangguan iklim yang diakibatkan oleh naiknya suh permukaan laut
Samudera Pasifik sekitar khatulistiwa bagian tengah dan timur. Naiknya suhu di Samudera
Pasifik ini mengakibatkan perubahan pola angin dan curah hujan yang ada di atasnya. Pada saat
normal hujan banyak turun di Australia dan Indonesia, namun akibat El Nino ini hujan banyak
turun di Samudera Pasifik sedangkan di Australia dan Indonesia menjadi kering.

El-Nino (gambar di atas) akan terjadi apabila perairan yang lebih panas di Pasifik tengah
dan timur meningkatkan suhu dan kelembaban pada atmosfer yang berada di atasnya. Kejadian
ini mendorong terjadinya pembentukan awan yang akan meningkatkan curah hujan di sekitar
kawasan tersebut. Bagian barat Samudra Pasifik tekanan udara meningkat sehingga
menyebabkan terhambatnya pertumbuhan awan di atas lautan bagian timur Indonesia, sehingga
di beberapa wilayah Indonesia terjadi penurunan curah hujan yang jauh dari normal (gambar di
bawah)
La Nina adalah gejala gangguan iklim yang diakibatkan suhu permukaan laut Samudera
Pasifik dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Akibat dari La Nina adalah hujan turun lebih
banyak di Samudera Pasifik sebelah barat Australia dan Indonesia. Dengan demikian di daerah
11

ini akan terjadi hujan lebat dan banjir di mana-mana. Pada saat terjadi La Nina angin pasat
timur yang bertiup di sepanjang Samudra Pasifik menguat ( Sirkulasi Walker bergeser ke arah
Barat ). Sehingga massa air hangat yang terbawa semakin banyak ke arah Pasifik Barat.
Akibatnya massa air dingin di Pasifik Timur bergerak ke atas dan menggantikan massa air hangat
yang berpindah tersebut, hal ini biasa disebut upwelling. Dengan pergantian massa air itulah
suhu permukaan laut mengalami penurunan dari nilai normalnya. La Nina umumnya terjadi pada
musim dingin di Belahan Bumi Utara Khatulistiwa.

Intensitas La Nina : dilihat dari anomali suhu muka laut (SST)

La Nina Lemah , yang ditetapkan jika SST bernilai <- 0.5 dan berlangsung minimal selama
3 bulan berturut-turut.

La Nina sedang, yang ditetapkan jika SST bernilai antara - 0.5 s/d -1 dan berlangsung
minimal selama 3 bulan berturut-turut.
La Nina kuat, yang ditetapkan jika SST bernilai > -1 dan berlangsung minimal selama 3
bulan berturut-turut.
Suhu permukaan laut di Pasifik tengah dan timur menjadi lebih tinggi dari biasa pada
waktu-waktu tertentu, walaupun tidak selalu. Keadaan inilah yang menyebabkan terjadinya
fenomena La-Nina (gambar di bawah). Tekanan udara di kawasan equator Pasifik barat menurun,
lebih ke barat dari keadaan normal, menyebabkan pembentukkan awan yang lebih dan hujan
lebat di daerah sekitarnya

12

Kejadian El-Nino tidak terjadi secara tunggal tetapi berlangsung secara berurutan pasca
atau pra La-Nina. Hasil kajian dari tahun 1900 sampai tahun 1998 menunjukan bahwa El-Nino
telah terjadi sebanyak 23 kali (rata-rata 4 tahun sekali). La-Nina hanya 15 kali (rata-rata 6 tahun
sekali). Dari 15 kali kejadian La-Nina, sekitar 12 kali (80%) terjadi berurutan dengan tahun ElNino. La-Nina mengikuti El-Nino hanya terjadi 4 kali dari 15 kali kejadian sedangkan yang
mendahului El-Nino 8 kali dari 15 kali kejadian. Secara umum, hal ini menunjukkan bahwa
peluang terjadinya La-Nina setelah El-Nino tidak begitu besar. Kejadian El-Nino 1982/83 yang
dikategorikan sebagai tahun kejadian El-Nino yang kuat tidak diikuti oleh La-Nina. untuk
melihat kelanjutan cerita ini, bisa melihat tulisan lain yang berjudul El Nino dan La Nina serta
dampaknya di Indonesia.

13

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Arus Samudera dibagi atas 2 macam yaitu: Arus Permukaan Laut di Samudera (Surface
Circulation) dan Arus di Kedalaman Samudera (Deep-water Circulation)
2. Macam-macam arus :Arus Permukaan Laut di Samudera (Surface Circulation)
disebabkan Angin Muson, Arus di Kedalaman Samudera (Deep-water Circulation)
disebabkan Proses Konveksi, Arus Pasang Surut (Tidal Current), Arus Sepanjang Pantai
(longshore current) dan Arus Rip (rip current), Arus Panas dan Arus Dingin, Break
Current
3. Arus laut di samudera pasifik, Luas Samudra Pasifik mencapai 165.385.450 km
dengan kedalaman rata-rata 4.250 m. Jika dilihat di globe, luas samudra ini meliputi
hampir separuh permukaan bumi. Samudra Pasifik terletak di antara tiga benua, yaitu
Asia, Amerika, dan Australia.
4. El-Nino, menurut sejarahnya adalah sebuah fenomena yang teramati oleh para penduduk
atau nelayan Peru dan Ekuador yang tinggal di pantai sekitar Samudera Pasifik bagian
timur menjelang hari natal (Desember).
5. Fenomena La-Nina Tekanan udara di kawasan equator Pasifik barat menurun, lebih ke
barat dari keadaan normal, menyebabkan pembentukkan awan yang lebih dan hujan
lebat di daerah sekitarnya
B. Saran

14

Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat memberikan gambaran dan menambah
wawasan kita tentang arus lau samudera pasifik, lebih jauhnya penulis berharap semoga kita
semua dapat memahami arus laut di bawah permukaan laut samudera pasifik

DAFTAR PUSTAKA

Azis, M.Furqon (2006). Gerakan Air di Laut. Jurnal Oseana, Volume XXXI, Nomor 4, Tahun
2006: 9 -21

Safitri, M; Cahyarini, S.Y; Putri, M.R. (2012).Variasi Arus Arlindo Dan Parameter
Oseanografi Di Laut Timor Sebagai Indikasi Kejadian Enso. Jurnal Ilmu dan Teknologi
KelautanTropis, Vol. 4, No. 2.

http://id.wikipedia.org/w/index.php?search=rus+laut+samudra+atlantik
https://www.a cademia.edu/8972773/ARUS_LAUT

15