Anda di halaman 1dari 8

(http://www.indonesia-investments.

com/id/)

(http://www.indonesia-investments.com/id/)
USD/IDR (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/nilai-tukar/item282) (13,098)+0.00+0.00%

(/id/

EUR/I

ekonomi(/id/keuangan/a

Home (http://www.indonesia-investments.com/id/) // Keuangan (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/item6)


// Angka Ekonomi Makro (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/item16)
makro/ke
ekonomi// Kemiskinan (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/kemiskinan/item301)

makro/kemiskina

Kemiskinan di Indonesia
Antara pertengahan tahun 1960-an sampai tahun 1996, waktu Indonesia berada dibawah kepemimpinan
Pemerintahan

Orde

Baru

Suharto

(http://www.indonesia-investments.com/id/budaya/politik/orde-baru-

suharto/item180), tingkat kemiskinan di Indonesia menurun drastis - baik di desa maupun di kota - karena
pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat dan adanya program-program penanggulangan kemiskinan yang e sien.
Selama pemerintahan Suharto angka penduduk Indonesia yang tinggal di bawah garis kemiskinan menurun
drastis, dari awalnya sekitar setengah dari jumlah keseluruhan populasi penduduk Indonesia, sampai hanya sekitar
11

persen

saja.

Namun,

ketika

pada

tahun

1990-an

Krisis

Finansial

Asia

(http://www.indonesia-

investments.com/id/budaya/ekonomi/krisis-keuangan-asia/item246) terjadi, tingkat kemiskinan melejit tinggi, dari


11 persen menjadi 19.9 persen di akhir tahun 1998, yang berarti prestasi yang sudah diraih Orde Baru hancur
seketika.

Tabel berikut ini memperlihatkan angka kemiskinan di Indonesia, baik relatif maupun absolut:

STATISTIK KEMISKINAN DAN KETIDAKSETARAAN DI INDONESIA:

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

Kemiskinan Relatif
(% dari populasi)

17.8

16.6

15.4

14.2

13.3

12.5

11.7

11.5

11.0

Kemiskinan Absolut
(dalam jutaan)

39

37

35

33

31

30

29

29

28

Koesien Gini/
Rasio Gini

0.35

0.35

0.37

0.38

0.41

0.41

0.41

Sumber: Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik (BPS)

(http://www.indonesia-investments.com/id/)
Tabel di atas menunjukkan penurunan kemiskinan nasional secara perlahan. Namun, pemerintah Indonesia
menggunakan persyaratan dan kondisi yang tidak ketat mengenai de nisi garis kemiskinan, sehingga yang
tampak adalah gambaran yang lebih positif dari kenyataannya. Tahun 2014 pemerintah Indonesia mende nisikan
garis kemiskinan dengan perdapatan per bulannya (per kapita) sebanyak Rp. 312,328. Jumlah tersebut adalah
setara dengan USD $25 yang dengan demikian berarti standar hidup yang sangat rendah, juga buat pengertian
orang Indonesia sendiri. Namun jika kita menggunakan nilai garis kemiskinan yang digunakan Bank Dunia, yang
mengklasi kasikan persentase penduduk Indonesia yang hidup dengan penghasilan kurang dari USD $1.25 per
hari sebagai mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan, maka persentase tabel di atas akan kelihatan tidak
akurat karena nilainya seperti dinaikkan beberapa persen. Lebih lanjut lagi, menurut Bank Dunia, angka penduduk
Indonesia yang hidup dengan penghasilan kurang dari USD $2 per hari mencapai angka 50.6 persen dari jumlah
penduduk pada tahun 2009. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia hidup hampir di bawah
garis kemiskinan. Laporan lebih anyar lagi di media di Indonesia menyatakan bahwa sekitar seperempat jumlah
penduduk Indonesia (sekitar 60 juta jiwa) hidup sedikit di atas garis kemiskinan.
Dalam beberapa tahun belakangan ini angka kemiskinan di Indonesia memperlihatkan penurunan yang signi kan.
Meskipun demikian, diperkirakan penurunan ini akan melambat di masa depan. Mereka yang dalam beberapa
tahun terakhir ini mampu keluar dari kemiskinan adalah mereka yang hidup di ujung garis kemiskinan yang berarti
tidak diperlukan sokongan yang kuat untuk mengeluarkan mereka dari kemiskinan. Namun sejalan dengan
berkurangnya kelompok tersebut, kelompok yang berada di bagian paling bawah garis kemiskinanlah yang
sekarang harus dibantu untuk bangkit. Ini lebih rumit dan akan menghasilkan angka penurunan tingkat kemiskinan
yang berjalan lebih lamban dari sebelumnya.

KEMISKINAN DI INDONESIA DAN DISTRIBUSI GEOGRAFIS


Salah satu karakteristik kemiskinan di Indonesia adalah perbedaan yang begitu besar antara nilai kemiskinan relatif
dan nilai kemiskinan absolut dalam hubungan dengan lokasi geogra s. Jika dalam pengertian absolut lebih dari
setengah jumlah total penduduk Indonesia yang hidup miskin berada di pulau Jawa (yang berlokasi di bagian barat
Indonesia dengan populasi padat), dalam pengertian relatif propinsi-propinsi di Indonesia Timur menunjukkan nilai
kemiskinan yang lebih tinggi. Tabel di bawah ini menunjukkan lima propinsi di Indonesia dengan angka kemiskinan
relatif yang paling tinggi. Semua propinsi ini berlokasi di luar wilayah Indonesia Barat seperti Jawa, Sumatra dan
Bali, yang adalah wilayah-wilayah yang lebih berkembang.

PROPINSI DENGAN ANGKA KEMISKINAN RELATIF TINGGI


Papua

27.8%

Papua Barat

26.3%

Nusa Tenggara Timur

19.6%

Maluku

18.4%

Gorontalo

17.4%

(http://www.indonesia-investments.com/id/)
persentase berdasarkan total penduduk per propinsi bulan September 2014
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Tingkat kemiskinan di propinsi-propinsi di Indonesia Timur ini, di mana sebagian besar penduduknya adalah petani,
kebanyakan ditemukan di wilayah pedesaan. Di daerah tersebut masyarakat adat sudah lama hidup di pinggir
proses dan program pembangunan. Migrasi ke daerah perkotaan adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan
pekerjaan

(http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/pengangguran/item255)

dan - dengan demikian - menghindari kemiskinan.


Bertentangan dengan angka kemiskinan relatif di Indonesia Timur, tabel di bawah ini menunjukkan angka
kemiskinan absolut di Indonesia yang berkonsentrasi di pulau Jawa dan Sumatra.

PROPINSI DENGAN ANGKA KEMISKINAN ABSOLUT TINGGI


Jawa Timur

4.7

Jawa Tengah

4.6

Jawa Barat

4.2

Sumatra Utara

1.4

Lampung

1.1

dalam jumlah jutaan pada bulan September 2014


Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Stabilitas

harga

makanan

(khususnya

beras

(http://www.indonesia-

investments.com/id/bisnis/komoditas/beras/item183)) adalah masalah penting bagi Indonesia sebagai negara


yang penduduknya menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka untuk membeli beras. Oleh karena itu,
tekanan

in asi

(http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/in asi-di-

indonesia/item254) harga beras (misalnya karena gagal panen) dapat memiliki konsekuensi serius bagi mereka
yang miskin atau hampir miskin dan secara signi kan menaikkan persentase angka kemiskinan di negara ini.

KEMISKINAN DI INDONESIA: KOTA DAN DESA


(http://www.indonesia-investments.com/id/)

Indonesia telah mengalami proses urbanisai yang cepat dan pesat. Sejak pertengahan 1990-an jumlah absolut
penduduk pedesaan di Indonesia mulai menurun dan saat ini lebih dari setengah total penduduk Indonesia
(http://www.indonesia-investments.com/id/budaya/penduduk/item67) tinggal di wilayah perkotaan (20 tahun yang
lalu sekitar sepertiga populasi Indonesia tinggal di kota).
Kecuali beberapa propinsi, wilayah pedesaan di Indonesia relatifnya lebih miskin dibanding wilayah perkotaan.
Angka kemiskinan pedesaan Indonesia (persentase penduduk pedesaan yang hidup di bawah garis kemiskinan
desa tingkat nasional) turun hingga sekitar 20 persen di pertengahan 1990-an tetapi melonjak tinggi ketika Krisis
Finansial

Asia

(http://www.indonesia-investments.com/id/budaya/ekonomi/krisis-keuangan-asia/item246)

(Krismon) terjadi antara tahun 1997 dan 1998, yang mengakibatkan nilainya naik mencapai 26 persen. Setelah
tahun 2006, terjadi penurunan angka kemiskinan di pedesaan yang cukup signi kan seperti apa yang ditunjukkan
tabel dibawah ini:

2005

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

Kemiskinan Pedesaan
(% penduduk yg hidup di bawah
garis kemiskinan desa)

20.0

21.8

20.4

18.9

17.4

16.6

15.7

14.3

14.4

13.8

Sumber: Bank Duna dan Badan Pusat Statistik (BPS)

Angka kemiskinan kota adalah persentase penduduk perkotaan yang tinggal di bawah garis kemiskinan kota
tingkat nasional. Tabel di bawah ini, yang memperlihatkan tingkat kemiskinan perkotaan di Indonesia,
menunjukkan pola yang sama dengan tingkat kemiskinan desa: semakin berkurang mulai dari tahun 2006.

2005

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

Kemiskinan Kota
(% penduduk yg tinggal di
bawah garis kemiskinan kota)

11.7

13.5

12.5

11.6

10.7

9.9

9.2

8.4

8.5

8.2

Sumber: Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik (BPS)

Dalam dua tabel di atas, terlihat bahwa pada tahun 2005 dan 2006 terjadi peningkatan angka kemiskinan. Ini
terjadi terutama karena adanya pemotongan subsidi BBM yang dilakukan oleh pemerintahan presiden SBY diakhir
tahun 2005. Harga minyak yang secara internasional naik membuat pemerintah terpaksa mengurangi subsidi BBM
guna meringankan de sit anggaran pemerintah. Konsekuensinya adalah in asi (http://www.indonesiainvestments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/in asi-di-indonesia/item254) dua digit antara 14 sampai 19
persen (yoy) terjadi sampai oktober 2006.

KETIDAKSETARAAN DI INDONESIA YANG SEMAKIN MELUAS?

Koe sien GINI, yang mengukur ketimpangan distribusi pendapatan, menunjukkan tren penurunan di Indonesia
dalam beberapa tahun terakhir.
Sebuah koe sien 0 menunjukkan kesetaraan yang sempurna, sedangkan koe sien
(http://www.indonesia-investments.com/id/)
1 menunjukkan ketimpangan sempurna. Namun, kita masih dapat mempertanyakan metodologi koe sien GINI ini
karena ia membagi penduduk dalam lima kelompok, masing-masing berisi 20 persen dari populasi: dari 20 persen
terkaya sampai ke 20 persen termiskin. Selanjutnya, koe sien ini mengukur kesetaraan (dan ketimpangan) antara
kelompok-kelompok tersebut. Ketika menggunakan koe sien ini untuk Indonesia masalah yang timbul adalah
negara ini memiliki karakter ketidakseimbangan ekstrim dalam setiap kelompoknya, sehingga membuat hasil
koe sien GINI kurang selaras dengan kenyataan. Terlebih lagi media di Indonesia sering melaporkan bahwa
kesenjangan antara miskin dan kaya di Indonesia sebenarnya justru semakin meluas.

(http://www.indonesiainvestments.com/id/keuangan/angkaekonomimakro/kemiskinan/item301#maintop)

KEUANGAN (HTTP://WWW.INDONESIA-INVESTMENTS.COM/ID/KEUANGAN/ITEM6)
Kolom Keuangan (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/kolom-keuangan/item10)
Berita Bursa Efek (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/berita-bursa-efek/item168)
Saham & Obligasi (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/saham-dan-obligasi/item13)
Sistem Pajak (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/sistem-pajak/item277)
Angka Ekonomi Makro (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/item16)
Produk Domestik Bruto (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/produk-domestik-brutoindonesia/item253)
In asi (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/in asi-di-indonesia/item254)
Hutang Pemerintah (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/hutang-pemerintah/item283)
Nilai Tukar (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/nilai-tukar/item282)
Current Account Balance (http://www.indonesia-investments.com/id/ nance/macroeconomic-indicators/current-accountbalance/item6037)
Kemiskinan (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/kemiskinan/item301)
Pengangguran (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/pengangguran/item255)

Kontak (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/kontak/item17)

BERITA HARI INI (HTTP://WWW.INDONESIA-INVESTMENTS.COM/ID/BERITA/BERITAHARI-INI/ITEM26)

Indonesian Textile Manufacturers Request Legal Certainty ASEAN Community (http://www.indonesiainvestments.com/id/news/todays-headlines/indonesian-textile-manufacturers-request-legal-certainty-asean(http://www.indonesia-investments.com/id/)


community/item7216)
24 September 2016

Oil & Gas Sector Indonesia: Making Exploration more Attractive (http://www.indonesia-investments.com/id/news/todaysheadlines/oil-gas-sector-indonesia-making-exploration-more-attractive/item7215)
24 September 2016

Can Indonesia Become the Silicon Valley of Southeast Asia? (http://www.indonesia-investments.com/id/news/todaysheadlines/can-indonesia-become-the-silicon-valley-of-southeast-asia/item7214)


23 September 2016

Tax Amnesty Program Indonesia: First Phase Extended? (http://www.indonesia-investments.com/id/news/todaysheadlines/tax-amnesty-program-indonesia- rst-phase-extended/item7213)


23 September 2016

Indonesia Stock Exchange Pushes for Dual Listing in New York (http://www.indonesia-investments.com/id/news/todaysheadlines/indonesia-stock-exchange-pushes-for-dual-listing-in-new-york/item7211)
22 September 2016

BERGABUNG
Kolom dan analisis terperinci tentang sektor, perusahaan dan komoditas Indonesia
Update terbaru berita ekonomi, politik dan sosial
Akses ke proyek investasi
Untuk gagasan investasi dan mewujudkannya

Daftar (http://www.indonesia-investments.com/id/tentang-kami/bergabung/item347)

BERITA (HTTP://WWW.INDONESIA-INVESTMENTS.COM/ID/BERITA/ITEM4)
Berita Hari Ini (http://www.indonesia-investments.com/id/berita/berita-hari-ini/item26)
Kolom Berita (http://www.indonesia-investments.com/id/berita/kolom-berita/item25)
Breaking News Indonesia (http://www.indonesia-investments.com/id/berita/breaking-news/item2353)
Suara Anda (http://www.indonesia-investments.com/id/berita/suara-anda/item5873)
Trade Expos & Exhibitions (http://www.indonesia-investments.com/id/news/trade-expos-exhibitions/item6055)

PROYEK (HTTP://WWW.INDONESIA-INVESTMENTS.COM/ID/PROYEK/ITEM5)

Rencana Pembangunan Pemerintah (http://www.indonesia-investments.com/id/proyek/rencana-pembangunanpemerintah/item305)

(http://www.indonesia-investments.com/id/)

Kemitraan Publik-Swasta (http://www.indonesia-investments.com/id/proyek/kemitraan-publik-swasta/item70)


Proyek Swasta (http://www.indonesia-investments.com/id/proyek/proyek-swasta/item71)
Proyek Publik (http://www.indonesia-investments.com/id/proyek/proyek-publik/item72)

KEUANGAN (HTTP://WWW.INDONESIA-INVESTMENTS.COM/ID/KEUANGAN/ITEM6)
Kolom Keuangan (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/kolom-keuangan/item10)
Berita Bursa Efek (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/berita-bursa-efek/item168)
Saham & Obligasi (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/saham-dan-obligasi/item13)
Sistem Pajak (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/sistem-pajak/item277)
Angka Ekonomi Makro (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/item16)
Kontak (http://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/kontak/item17)

BISNIS (HTTP://WWW.INDONESIA-INVESTMENTS.COM/ID/BISNIS/ITEM7)
Kolom Bisnis (http://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/kolom-bisnis/item83)
Pro l Perusahaan (http://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/pro l-perusahaan/item74)
Komoditas (http://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/komoditas/item75)
Industri & Sektor (http://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/industri-sektor/item6046)
Risiko (http://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/risiko/item76)
Investasi Asing (http://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/investasi-asing/item5738)
Tinggal & Kerja (http://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/tinggal-kerja/item77)
Serambi Bisnis (http://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/platform-bisnis/item262)

BUDAYA (HTTP://WWW.INDONESIA-INVESTMENTS.COM/ID/BUDAYA/ITEM8)
Kolom Budaya (http://www.indonesia-investments.com/id/budaya/kolom-budaya/item85)
Kunjungan Bisnis (http://www.indonesia-investments.com/id/budaya/kunjungan-bisnis-budaya/item64)
Politik (http://www.indonesia-investments.com/id/budaya/politik/item65)
Ekonomi (http://www.indonesia-investments.com/id/budaya/ekonomi/item177)
Agama (http://www.indonesia-investments.com/id/budaya/agama/item69)
Demogra (http://www.indonesia-investments.com/id/budaya/penduduk/item67)
Tourist Guide (http://www.indonesia-investments.com/id/culture/tourism/item6516)

INDONESIA INVESTMENTS (HTTP://WWW.INDONESIA-INVESTMENTS.COM/ID/TENTANGKAMI/ITEM9)


Perusahaan Kami (http://www.indonesia-investments.com/id/tentang-kami/perusahaan-kami/item113)

Tim Penulis (http://www.indonesia-investments.com/id/tentang-kami/tim-penulis/item23)


Kontak (http://www.indonesia-investments.com/id/tentang-kami/kontak/item28)
(http://www.indonesia-investments.com/id/)
Bergabung (http://www.indonesia-investments.com/id/tentang-kami/bergabung/item347)

CONNECT WITH US
(http://www.facebook.com/pages/Indonesia-Investments/403496043042734)
(https://twitter.com/indonesiainves1)

(https://plus.google.com/+Indonesia-investments/)

NEWSLETTER
(http://www.indonesia-investments.com/id/buletin/item349)

info@indonesia-

Privasi dan Keamanan

Peta Situs

Syarat Penggunaan

Ketentuan Umum

investments.com

(http://www.indonesia-

(http://www.indonesia-

(http://www.indonesia-

(http://www.indonesia-

(mailto:info@indonesia-

investments.com/id/privasi-

investments.com/id/peta-

investments.com/id/terms-

investments.com/id/ketentua

investments.com)

dan-keamanan/item20)

situs/item21)

of-use/item22)

umum/item19)