Anda di halaman 1dari 4

TUGAS 1

KEWIRAUSAHAAN

Erika Dyah Ayu


13/348288/TK/40869

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA

1. Definisi wirausaha dan wirausahawan


Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif
dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber daya untuk menemukan
peluang dan perbaikan hidup.
Umum: para wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan
melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber
daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya dan mengambil
tindakan yang tepat guna memastikan sukses. (Geoffrey G. Meredith et al, 2000)
Konteks manajemen: seseorang yang memiliki kemampuan dalam
menggunakan sumber daya seperti financial (money), bahan mentah (materials), dan
tenaga kerja (labors), untuk menghasilkan suatu produk baru, bisnis baru, proses
produksi atau pengembangan organisasi usaha. (Marzuki Usman, 1997: 3)
Kewirausahaan atau entrepreneurship merupakan suatu kegiatan
memperdayakan seluruh sumber daya yang ada (yang dimiliki) untuk menemukan
maupun memanfaatkan peluang-peluang dengan cara terus menurus melakukan
proses inovatif dan atau kreativitas.
2. Alasan seseorang ingin menjadi wirausahawan
a. Memiliki suatu inovasi, ingin bebas mengembangkan ide-ide dan berkarya
b. Melihat kesempatan bisnis yang potensial dapat menghasilkan sesuatu
c. Ingin memperbaiki perekonomian dengan meningkatkan penghasilan
d. Ingin membuka lapangan pekerjaan sehingga dapat mensejahterakan orang lain
e. Tidak ingin terikat oleh jam kerja dan tidak ingin bergantung kepada orang lain
3. Ciri dan sifat seorang wisausahawan
No
.
1

Ciri-ciri

Watak

Percaya diri

Keyakinan, ketidak ketergantungan, dan


optimis
2 Berorientasi pada tugas dan Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi
hasil
laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja
keras, mempunyai dorongan kuat, energetik,
dan inisiatif
3 Pengambilan resiko
Kemampuan untuk mengambil resiko yang
wajar dan suka tantangan
4 Kepemimpinan
Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan
orang lain, menanggapi saran dan kritik
5 Keorisinilan
Inovatif dan kreatif serta fleksibel
6 Berorientasi ke masa depan
Pandangan ke depan, perspektif
(Geoffry G Meredith, 1996: 5-6)

4. Hal-hal yang diperlukan untuk menjadi seorang wirausahawan


a. Berpikir dan bekerja secara positif dan kreatif serta bekerja keras

b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Percaya dan yakin bahwa usaha atau bisnis dapat dilaksanakan (optimisme)
Setiap hari bertanya kepada diri sendiri (mengakui kesalahan)
Mau mendengarkan dan menerima gagasan baru dan saran-saran dari orang lain
Berorientasi pada uang, imbalan, dan hasil karya yang baik
Mempunyai etos kerja yang tinggi, dorongan berprestasi, memperhatikan kualitas
Pandai berkomunikasi, sangat bertanggungjawab
Percaya bahwa hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin
Tidak menghadiri lingkungan yang statis yang akan melumpuhkan pikiran
Mampu mengorganisikan

5. Isu-isu dan peluang wirausahawan


a. Jasa: usaha dengan butuh keahlian dan wawasn yang luas seperti jasa advertising
b. Kuliner: usaha dalam bidang makanan dan minuman seperti resto dan caf
c. Fashion: usaha dalam bidang sandang seperti butik atau toko aksesoris
d. Transportasi: usaha seperti tour and travel, rental mobil, penyewaan bus
pariwisata
e. Rumah tangga: usaha dengan membuka usaha di rumah seperti laundry, toko
kelontong
6. Hal-hal yang harus dilakukan wirausahawan untuk membuat produk baru
a. Menganalisis peluang usaha
Peluang dan resiko usaha
Strength (Kekuatan)
Weakness (Kelemahan)
Opportunity (Peluang)
Threat (Ancaman)
Faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan usaha
Pemanfaatan peluang secara kreatif dan inovatif
Pengembangan ide kreatif dan inovatif
b. Menganalisis aspek-aspek usaha
c. Menyusun proposal
7. Bagaimana suatu kejadian dapat menjadi suatu produk kreatif
Ketika ditemukannya peluang usaha dalam suatu kesulitan untuk memudahkan
pekerjaan manusia. Seperti layanan ojek online yang saat ini sedang marak, bermula
dari smartphone yang tidak dapat lepas dari manusia dan kurangnya kemudahan
transportasi sehingga muncul ide untuk mengkolaborasikan keduanya menjadi suatu
peluang usaha yang saat ini menjadi besar. Kemudian dibuat suatu aplikasi
smartphone yang dapat digunakan untuk memesan jasa ojek online yang murah,
aman, dan nyaman. Tidak hanya mengangkut penumpang, jasa ini pun juga dapat
digunakan sebagai jasa delivery makanan hingga pengiriman paket.
8. Product Liability
Product Liability merupakan tanggung jawab secara hukum dari produsen dan
penjual untuk mengganti kerugian yang diderita oleh pembeli, pengguna ataupun
pihak lain, akibat dari cacat dan kerusakan yang terjadi karena kesalahan pada saat
mendapatkan barang, khususnya jika produk tersebut dalam keadaan cacat yang
berbahaya bagi konsumen dan pengguna.

9. Cara mengatasi produk yang tidak handal


Untuk mengatasi produk cacat yang dihasilkan, produsen hanya dapat
melakukan pencegahan terhadap terjadinya cacat produk. Untuk melakukan perbaikan
sangat sulit dikarenakan memperbaiki produk yang cacat tetapi tidak pada proses
produksinya sama saja akan menambah biaya. Produsen sebaiknya melakukan
pencegahan terjadinya produk cacat dengan cara menyelidiki apakah terjadi kesalahan
dalam proses produksinya sehingga didapatkan penyebab produk cacat itu terjadi.
Produsen harus melakukan suatu tindakan lebih lanjut untuk mengatasi
permasalahan produk cacat tersebut. Produk cacat dapat dikendalikan dengan melalui
pengendalian kualitas. Pengendalian kualitas bukan berarti bahwa kualitas produk
yang dikendalikan melainkan mengendalikan proses produksi agar kecacatan produk
yang dihasilkan tidak mengalami peningkatan kembali. Pengendalian kualitas itu
sendiri bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan sebuah
perusahaan dengan cara mengurangi faktor kesalahan, cacat produk, kegagalan, dan
ketidaksesuaian spesifikasi. (S.P., R. Phenter, dan Safa, Faisal, 2004).
Penanganan produk cacat dalam sebuah perusahaan ternyata tidak hanya
terjadi karena kurang maksimalnya kinerja departemen Quality Control. Terkadang
masih ada perusahaan yang tidak memakai jasa departemen Quality Control.
Produsen memberikan kepercayaan yang penuh kepada bidang-bidang lain yang erat
hubungannya dengan proses produksi sebagai pemeriksa hasil produksi. Cara ini tidak
disalahkan tetapi sebaiknya sangat diperlukan adanya departemen Quality Control.
Alat yang digunakan untuk pengendalian kualitas adalah dengan
menggunakan metode statistik. Menurut Handoko dalam bukunya Dasar-dasar
Manajemen Produksi dan Operasi (1991: 434) menyatakan bahwa pengendalian
kualitas statistik merupakan metode statistik untuk mengumpulkan dan menganalisa
data hasil pemeriksaan terhadap sampel dalam kegiatan pengawasan kualitas produk.
Handoko menambahkan bahwa pengendalian kualitas statistik tidak menciptakan
resiko ataupun menghilangkan resiko. Tujuan dari sistem pengendalian ini adalah
untuk menunjukkan tingkat reliabilitas sampel dan bagaimana cara mengawasi resiko.
10. Tantangan dalam membuat produk baru
a. Perubahan permintaan
b. Perubahan konjungtur
c. Persaingan

Kewirausahaan topik 1a
http://estikoco.blogspot.co.id/2012/05/pengendalian-kualitas-pada-produk-cacat.html