Anda di halaman 1dari 6

Sel darah merah (eritrosit ) berfungsi membawa hemoglobin dalam sirkulasi .

Sel ini
berbentuk lempeng bikonkaf dan dibentuk di sumsum tulang .Pada mamalia sel ini
kehilangan intnya sebelum memasuki peredaran darah.Pada manusia sel ini berada
dalam sirkulasi selama kurang lebih 120 hari.Sel darah merah seperti sel lain ,
menciut didalam larutan dengan tekanan osmotic yang lebih besar dibandingkan
tekanan osmotic normal plasma .Dalam larutan dengan tekanan osmotic yang lebih
rendah ,sel darah membengkak menjadi bulat dan tidak berbentuk cakram lagi dan
akhirnya kehilangan hemoglobinnya yang disebut hemolisis.Larutan natrium klorida
0.9 % bersifat isotonic dengan plasma , bila fragilitas osmotic nya normal ,sel darah
mulai mengalami sl darah merah mulai mengalami hemolisis jika dimasukkan dalam
larutan garam 0,5 % .Pigment merah pembawa oksigent dalam sel darah merah
vertebrata adalah hemoglobin, yakni suatu protein dengan berat molekul 64.450
yang berbentuk bulat dan terdiri atas empat subnit (Ganong , 2008)
Eritrosit mengandung Hemoglobin dan berfungsi sebagai transport oksigen.Eritrosit
berbentuk bikonkaf dengan lingkaran tepi tipis dan tebal ditengah , eritrosit
kehilangan intinya sebelum masuk sirkulasi .Pembnetukkan sel darah merah atau
erithropoiesis yang terjadi di sumsum tulang merah Pada fetus eritrosit dibentuk
juga didalam hati dan limfa .Erithropoiesis merupakan suatu proses yang kontinyu
dan sebandingkan dengan tingkat perusakan sel darah merah .Erithropoiessis diatur
oleh mekanisme umpan balik dimana proses nya dihambat oleh peningkatan sel
darah merah yang bersirkulasi dan dirangsang oleh anemia.Bila ternak dipindahkan
dari dataran rendah ke dataran tinggi yang kekurangan oksigent , maka akan terjadi
peningkatan compensatory jumlah sel darah merah.(Herry sonjaya , 2012)
Metode apus (Smear) merupakan salah satu cara pembuatan sedian awetan dengan
cara memoleskan jaringan diatas kaca benda sehingga dapat diamati dibawah
mikroskop dan disebut juga media poles , jaringan yang biasa nya dioleskan adalah
media cair contohnya darah .Metode ini bertujuan untuk mengetahui dan
mempelajari bentuk dan struktur komponen seluler suatu jaringan organ yang
komponen non selulernya berupa cairan atau dibuat menjadi cairan .Manfaat dari
pembuatan preparat darah apus adalah memudahkan untuk mempelajari sel
darah , tidak hanya itu juga dapat membandingkan jumlah masing masing sel darah
(Muhammad fakhrul , 2015)
Penelitian preparat darah natif bertujuan untuk melihat bentuk bentuk dari
komponen darah melalui pengamatan langsung .Darah terdiri atas bagian cair
(Plasma) dan bahan bahan intraseluler .Darah mempunyai fungsi yang penting
untuk tubuh , darah mengangkut zat zat makanan dari alat pencernaan kejaringan
tubuh ,hasil limbah metabolism dari jaringan tubuh keginjal dan hormone hormone
dari kelenjer endokrin ke organ target (sulkifli , 2013)
Mekanisme eritropoiesis atau pembentukkan eritrosit yang berasal dari sel
hemositoblast yang secara kontinyu dibentuk dari sel induk primordial yang
terdapat di sumsum tulang , Hemositoblast yang membentuk eritroblast basofil

yang mulai mensintesis hemoglobin kemudian enjadi eritrosit polikromatofilik yang


mengandung campuran zat basofilik dan hemoglobin sehingga sel menyusut
membentuk normoblast karena sitoplasma normoblast terisi hemoglobin (Achmad
shalawudin , 2013)

Untuk preparat darah hapus , setelah menyiapkan semua alat alat dan bahan yang
dibutuhkan untuk pratikum selanjutnya , teteskan darah yang sudah diberi
anticoagulant satu tetes diatas object glass , selanjutnya ambil object glass yang
lain letakkan tepat diujung tetesan darah tadi , dengan membentuk sudut 45 derjat
diantara objeck glass 1 dan 2 dorong kearah depan dengan cepat agar terbentuk
lapisan darah yang tipis ,dan yang terakhir tunggu darah sampai kering dan amati
dibawah mikroskop \
Pada pengamatan yang telah kami laksanakan yaitu preparat darah natif pada
kucing kami dapat melihat bentuk eritrosit pada kucing .Pada saat pratikum kami
menggunakan Larutan fisiologis Nacl 0,9 % hal ini bertujuan untuk melihat eritrosit
dalam kondisi normal dalam artian Nacl tersebut berfungsi untuk menurunkan
tekanan osmosis pada sel darah merah (eritrosit) tersebut,dan menghilankan
kerutan kerutan yang ada pada didnding sel darah merah tersebut dan dengan
adanya cairan cairan fisiologis Nacl 0.9 % kita dapat melihat benda benda darah
lainnya , kemudian pada saat pratikum kami menggunakan minyak emersi , minyak
emersi tersebut berfungsi untuk meningkatkan pemantulan cahaya khusus yang
biasanya minyak emersi digunakan untuk melihat sel sl dengan menggunakan
perbesaran besar.Bentuk dari eritrosit yang kami amati yaitu berbentuk bulat , pipih
dan bikonkaf namun terdapat bentuk bentuk abnormal dari eritrosit yang berbentuk
Roleux, yaitu bentuk dari eritosit yang seperti koin berimpit.Bentuk roleux tersebut
dapat menggambarkan kondisi kucing yang abnormal.Biasanya bentuk Roleux
tersebut juga dapat dilihat pada karnivora
Dan untuk pengamatan pada darah apus , bentuk eritrosit nya kurang jelas hal ini
dikarenakan pada percobaan preparat darah apus tidak menggunakan Nacl 0,9% ,
dimana sudah dibahas sebelumnya bahwa fungsi dari Nacl 0,9 % adalah untuk
memperjelas bentuk dari eritrosit tersebut , sehingga ketika melaksanakan
pengamatan preparat darah apus bentuk eritrosit nya kurang jelas ,jadi dapat
diketahui bahwa perbedaan antara preparat natif dan darah hapus yaitu ketika
pengamatan darah natif morfologi nya lebih jelas karena menggunakan larutan
fisiologi Nacl 0,9 % sedangkan pada preparat darah apus morfologinya kurang jelas
karena tidak menggunakan larutan fisiologis Nacl 0,9 %.

PREPARAT DARAH NATIF

Pengamatan
pa