Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I

Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim


I.
II.

III.
IV.

Judul Percobaan

: Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas


Enzim
Hari, Tanggal Percobaan :
Mulai
: Senin, 10 Oktober 2016, pukul 07.00 WIB
Selesai
: Senin, 10 Oktober 2016, pukul 09.40 WIB
Tujuan Percobaan
:
Membuktikan pH dan konsentrasi enzim mempengaruhi aktivitas enzim
Kajian Teori
:
Enzim
Enzim atau fermen adalah suatu protein yang berfungsi sebagai biokatalisator
reaksi-reaksi biokimia pada mahkluk biologi. Zat-zat yang diuraikan oleh reaksi
disebut substrat, dan yang baru terbentuk dari reaksi disebut produk. Spesifisitas enzim
sangat tinggi terhadap substratnya, dan enzim mempercepat reaksi kimia spesifik tanpa
pembentukan produk samping. Hampir semua enzim dalam tubuh merupakan protein.
Enzim sangat penting dan berpengaruh dalam tubuh makhluk hidup. Karena hampir
semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cepat.
Enzim memegang peranan yang sangat penting dalam reaksi metabolisme dalam
tubuh. Reaksi reaksi kimia kompleks dalam tubuh akan berlangsung sangat sangat
lambat jika tanpa enzim. Enzim ini bekerja dalam cairan larutan encer, suhu, dan pH
yang sesuai dengan kondisi fisiologis biologis. Melalui aktivitasnya, sistem enzim
terkoordinasi dengan baik sehingga menghasilkan hubungan yang harmonis di antara
sejumlah aktivitas metabolik yang berbeda, semuanya mengacu untuk menunjang
kehidupan. Enzim merupakan suatu protein, maka sintesisnya dalam tubuh diatur dan
dikendalikan oleh sistem genetik, seperti halnya dengan sintesis protein pada
umumnya.
Enzim merupakan unit fungsional dari metabolisme sel. Enzim bekerja dengan
urutan yang teratur, enzim mengkatalisis ratusan reaksi bertahap yang menguraikan
molekul nutrien, reaksi yang menyimpan dan mengubah energi kimiawi dan yang
membuat makromolekul sel dari prekursor sederhana. Fungsi suatu enzim ialah
sebagai katalis untuk proses biokimia yang terjadi dalam sel maupun di luar sel.
Enzim atau biokatalisator adalah katalisator organik yang dihasilkan oleh
sel.Enzim sangat penting dalam kehidupan, karena semua reaksi metabolisme dikatalis
oleh enzim. Jika tidak ada enzim, atau aktivitas enzim terganggu maka reaksi
metabolisme sel akan terhambat hingga pertumbuhan sel juga terganggu.Reaksi-reaksi
enzimatik dibutuhkan agar bakteri dapat memperoleh makanan/ nutrient dalam
keadaan terlarut yang dapat diserap ke dalam sel, memperoleh energi Kimia yang
digunakan untuk biosintesis, perkembangbiakan, pergerakan, dan lain-lain. Pada
1

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
Enzim amilase dapat memecah ikatan pada amilum hingga terbentuk maltosa.Ada tiga
macam enzim amilase, yaitu amilase, amilase dan amilase. Yang terdapat dalam
saliva (ludah) dan pankreas adalah amilase. Enzim ini memecah ikatan 1-4 yang
terdapat dalam amilum dan disebut endo amilase sebab enzim ini bagian dalam atau
bagian tengah molekul amilum (Poedjiadi, 2006).
Enzim dalam proses metabolisme berperan sebagai biokatalis dalam setiap reaksi
metabolisme yang terjadi pada setiap makhluk hidup. Dalam aktivitas enzim ini
dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti konsentrasi, suhu, maupun pH. Pada kondisi 2
yang sesuai enzim ini dapat bekerja secara optimal dalam reaksi katabolisme maupun
anabolisme. Enzim dalam aktivitasnya bekerja secara spesifik terhadap substrat yang
akan dikatalisisnya, dengan begitu kita akan mengetahui berapa besar aktivitas yang
dilakukan. Seperti contoh adalah enzim yang bekerja untuk mendegradasi amilum
adalah amilase. Enzim ini banyak terdapat pada saliva, sehingga makanan yang
dikunyah lama akan terasa manis, karena senyawa polisakarida akan terurai menjadi
monosakarida.
Suasana yang terlalu asam atau alkalis menyebabkan denaturasi protein dan
hilangnya secara total aktivitas enzim. Pada sel hidup, perubahan pH sangat kecil.
Enzim hanya aktif pada kisaran pH yang sempit. Oleh karena itu media harus
benarbenar dipelihara dengan menggunakan buffer (larutan penyangga). Jika enzim
memiliki lebih dari satu substrat, maka pH optimumnya akan berbeda pada suatu
substrat. Tiap enzim memiliki karakteristik pH optimal dan aktif dalam range pH yang
relatif kecil, dalam banyak kasus, bentuk kurva menandakan dari keaktifan enzim
berbanding pH yang terkandung di dalamnya.
Faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim
Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi Enzim Perubahan suhu dan
pH mempunyai pengaruh besar terhadap kerja enzim. Kecepatan reaksi enzim juga
dipengaruhi oleh konsentrasi enzim dan konsentrasi substrat. Pengruh aktivator,
inhibitor, koenzim dan konsentrasi elektrolit dalam beberapa keadaan juga merupakan
faktor-faktor yang penting.
a. Pengaruh suhu :
Suhu rendah mendekati titik beku tidak merusak enzim, namun enzim tidak
dapat bekerja. Dengan kenaikan suhu lingkungan, enzim mulai bekerja sebagian
dan mencapai suhu maksimum pada suhu tertentu. Bila suhu ditingkatkan terus,
jumlah enzim yang aktif akan berkurang karena mengalami denaturasi. Kecepatan
reaksi enzimatik mencapai puncaknya pada suhu optimum. Enzim dalam tubuh
2

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
manusia mempunyai suhu optimum sekitar 37 C. Sebagian besar enzim menjadi
tidak aktif pada pemanasan sampai 60 C, karena terjadi denaturasi( Hafiz
Soewoto,2000).
Suhu campuran reaksi juga berpengaruh terhadap laju reaksi enzimatik. Jika
reaksi tersebut dilangsungkan dalam berbagai suhu, kurva hubungan tersebut akan
menunjukkan suhu tertentu, yang menghasilkan laju reaksi yang maksimum.
Dengan demikian, dalam hal ini juga ada kondisi optimum yang disebut sebagai
suhu optimum
Makin besar perbedaan suhu reaksi dengan suhu optimum, makin rendah pula
laju reaksinya. Akan tetapi, keadaan yang menyebabkan rendahnya suhu di luar
suhu optimum berbeda antara suhu yang lebih rendah dengan suhu yang lebih
tinggi. Pada suhu yang lebih rendah penyebab kurangnya laju reaksi enzimatik
yaitu kurangnya gerak termodinamik, yang menyebabkan kurangnya tumbukan
antara molekul enzim dengan substrat. Jika kontak antara kedua jenis molekul itu
tidak terjadi, kompleks ES tidak terbentuk. Padahal kompleks ini sangat penting
untuk mengolah S menjadi P. Oleh karena itu, makin rendah suhu, gerak
termodinamik tersebut akan makin berkurang.
Pada sisi A dari kurva terdapat hubungan tertentu antara kenaikan suhu dengan
laju reaksi. Arrhenius secara empiris telah mengembangkan suatu rumusan umum
antara laju suatu reaksi kimia dengan suhu mutlak system reaksi tersebut. Yang
dinyatakan sebagai berikut ( Mohamad Sadikin, 2002 ):
b. Pengaruh pH :
Enzim bekerja pada kisaran pH tertentu. Jika dilakukan pengukuran aktivitas
enzim pada beberapa macam pH yang berlainan, sebagian besar enzim di dalam
tubuh akan menunjukkan aktivitas maksimum antara pH 5,0 sampai 9,0. Kecepatan
reaksi enzimatik mencapai puncaknya pada pH optimum. Ada enzim yang
mempunyai pH optimum yang sangat rendah, seperti pepsin, yang mempunyai pH
optimum 2. pada pH yang jauh di luar pH optimum, enzim akan terdenaturasi.
Selain itu pada keaadan ini baik enzim maupun substrat dapat mengalami
perubahan muatan listrik yang mengakibatkan enzim tidak dapat berikatan dengan
substrat( Hafiz Soewoto,2000) .
Sebagian besar enzim bekerja aktif dalam trayek pH yang sempit umumnya 5 9. Ini adalah hasil merupakan hasilpengaruh dari pH atas kombinasi factor ( 1 )
3

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
ikatan dari substrat ke enzim ( 2 ) aktivitas katalik dari enzim ( 3 ) ionisasi substrat
dan ( 4 ) variasi struktur protein ( biasanya signifikan hanya pada pH yang cukup
tinggi ) ( M.T. Simanjuntak, 2003).
Ada 2 alasan untuk menyelidiki pengaruh tingkat keasaman atau pH terhadap
aktivitas emzim, yaitu :
1. Sebagai produk makhluk hidup secara teori selalu ada kemungkinan dari pengaruh
ph ini terhadap aktivitas biologis dari enzim ini.
2. Sebagai suatu protein enzim tidak berbeda dengan protein lainnya.
c. Hubungan antara pH larutan enzim dengan laju reaksi enzim
Pada suatu daerah pH tertentu,kecepatan enzim berada pada kecepatan
reaksi paling tinggi.pH ini dinamakan pH optimum. Berikut beberapa enzim
dengan pH optimumnya:
Enzim
Sumber
Substrat
pH Optimum
Sukrase
Usus halus
Sukrosa
6,2
Amilase
Saliva, pancreas
Amilum
5,6-7,2
Lipase
Pancreas
Etil butirat
7,0
Pepsin
Lambung
Albumin
1,5-2,5
Tripsin
Pancreas
Kasein
8-11
Amilase adalah enzim pemecah karbohidrat dari bentuk mejemuk
menjadi bentuk yang lebih sederhana. Misalnya, pati dan glikogen dipecah
menjadi maltosa, maltotriosa atau oligosakarida. Enzim ini terdapat dalam air liur
(ptialin) dan getah pankreas yang membantu pencernaan karbohidrat dalam
makanan. Darah normal juga mengandung sedikit amilase dari hasil pemecahan sel
yang berlangsung secara normal. Pada penyakit radang pankreas, gondongan,
kencing manis, kadarnya dalam darah meningkat. Sebaliknya pada penyakit hati,
kadarnya menurun.
Kadang-kadang, seperti pada enzim amylase liur, hubungan tersebut tidak
menunjukkan suatu titik puncak, melainkan suatu garis merata (plateau setelah
kurva yang naik, untuk kemudian turun lagi sesudah plateau ) Fenomena seperti ini
dapat ditafsirkan sebab adanya molekul amylase dalam bentuk beberapa molekul
protein yang berbeda (isozim). Tiap molekul isozem niscaya bekerja pada pH yang
sedikit berbeda.
Perlu diingat bahwa dalam mencari hubungan antara derajat keasaman dengan
laju reaksi maksimum ini, rentangan pH yang diselidiki biasanya berkisar dalam
rentangan yang tidak lebar dan bukan dalam rentangan antara pH 1 sampai 14.
4

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
Karena tidak ada sistem dapar masing-masing di sekitar nilai kapasitas yang
maksimum dari tiap dapar (rentangan pH di sekitar nilai pKa komponen asam tiap
dapar), bukan tidak mengkin ada interaksi yang merugikan antara enzim dan ion
penyusun dapar dan bukan karena pH yang disebabkan dapar itu sendiri.

d. Pengaruh konsentrasi enzim :


Peningkatan konsentrasi enzim akan meningkatkan kecepatan reaksi
enzimatik. Dapat dikatakan bahwa kecepatan reaksi enzimatik (v) berbanding lurus
dengan konsentrasi enzim [E]. Makin besar konsentrasi enzim, reaksi makin
cepat( Hafiz Soewoto,2000) .
Semakin besar konsentrasi enzim maka makin banyak pula produk yang
terbentuk dalam tiap waktu pengamatan. Dari pengamatan tersebut dapat dikatakan
bahwa konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan enzim. Dengan
bertambahnya waktu, pada tiap konsentrasi enzim pertambahan jumlah produk
akan menunjukkan defleksi, tidak lagi berbanding lurus sejalan dengan berlalunya
waktu tersebut. Fenomena itu tentu mudah dimaklumi, karena setelah selang
beberapa waktu, jumlah substrat yang tersedia sudah mulai berkurang, sehingga
dengan sendirinya produk olahan enzim juga akan berkurang. Akan tetapi pada
gambar 1 tampak pula dengan jelas, bahwa defleksi tersebut makin jelas dengan
makin tingginya konsentrasi enzim. Sebaliknya, pada konsentrasi enzim yang
rendah, dalam jangka waktu pengamatan yang sama hubungan waktu dengan
jumlah produk yang dihasilkan masih berbanding lurus.
Hubungan antara laju reaksi dengan konsentrasi enzim ternyata berbanding
lurus. Jadi, makin besar konsentrasi enzim, maka makin cepat laju reaksi.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
Kadang-kadang terjadi penyimpangan dari persamaan ini, sehingga diperoleh
garis agak melengkung. Biasanya, penyimpangan ini terjadi jika enzim yang
dipelajari tidak dalam keadaan murni, sehingga mungkin terdapat senyawasenyawa penghambat reaksi dalam jumlah yang sangat kecil. Sebaliknya,
penyimpangan juga terdapat dalam sediaan enzim dengan kemurniaan yang tinggi.
Dalam keadaan ini, penyimpangan disebabkan oleh senyawa pengaktif (aktivator),
misalnya tidak adanya ion tertentu, meskipun ph yang diperlukan sudah dipastikan
dengan menggunakan larutan dapar dan tidak hanya sekedar larutan dengan ph
yang diperlukan tersebut ( Mohamad Sadikin, 2002 ).
e. Pengaruh konsentrasi substrat :
Pada suatu reaksi enzimatik bila konsentrasi substrat diperbesar, sedangkan
kondisi lainnya tetap, maka kecepatan reaksi (v) akan meningkat sampai suatu
batas kecepatan maksimum (V). Pada titik maksimum ini enzim telah jenuh dengan
substrat.
Dalam suatu reaksi enzimatik, enzim akan mengikat substrat membentuk
kompleks enzim-substrat [ES], kemudian kompleks ini akan terurai menjadi [E]
dan produk [P]. Makin banyak kompleks [ES] terbentuk, makin cepat reaksi
berlangsung sampai batas kejenuhan [ES]. Pada konsentrasi substrat [S]
melampaui batas kejenuhan kecepatan reaksi akan konstan. Dalam keadaan itu
seluruh enzim sudah berada dalam bentuk kompleks E-S. Penambahan jumlah
V.

substrat tidak menambah jumlah kompleks E-S.


Alat dan bahan
Alat :
Labu ukur 50 mL
1 buah
Gelas kimia 100 mL
2 buah
Gelas ukur 10 mL
1 buah
Tabung reaksi
10 buah
Pipet tetes
8 buah
Penangas air
1 buah
Kompor listrik
1 set
UV
1 set
Bahan :

VI.

Air liur
Larutan pati 0,4 mg/mL
Larutan pati 0,4 mg/mL dilarutkan dalam berbagai pH (1,3,5,7,9)
Larutan iodium
Alur Kerja
5 mL air liur liur

Diencerkan dengan aquades 50 mL dalam labu ukur


Larutan enzim

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
1.

1 mL larutan pati
Dimasukkan ke tabung reaksi
Dibiarkan 5 menit
Ditambah 10 tetes aquades
Ditambah 5 tetes I2 0,01N
Ditambah 8 mL aquades
Dibaca absorbansinya pada panjang gelombang 680 nm
Absorbansi

Larutan pati
Dimasukkan ke dalam 5 tabung reaksi

pH 1

pH 3

pH 5

pH 7

pH 9

Dibiarkan 5 menit
5 tetes larutan enzim
Dicampur dengan baik
Dibiarkan 1 menit
4 tetes I2 0,01
Ditambah 8 mL aquades
Dibaca absorbansinya pada panjang gelombang 680 nm
Absorbansi masing-masing pH

2.

5 mL air liur
Dimasukkan dalam labu ukur 50 mL
Ditambah aquades hingga tanda
batas
Dikocok hingga homogen
Larutan enzim encer 10x

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim

Diambil 5 mL, dimasukkan labu


ukur 50 mL
Ditambah aquades hingga tanda
batas
Dikocok hingga homogen

Larutan enzim encer 20x


Diambil 5 mL, dimasukkan labu
ukur 50 mL
Ditambah aquades hingga tanda
batas
Dikocok hingga homogen
Larutan enzim encer 30x

Larutan enzim encer 30x


Diambil 5 mL, dimasukkan labu ukur 50 m
Ditambah aquades hingga tanda bata
Dikocok hingga homogen
Larutan enzim encer 40x
Diambil 5 mL, dimasukkan labu ukur 50 Ml
Ditambah aquades hingga tanda batas
Dikocok hingga homogen
Larutan enzim encer 50x
1 mL larutan pati 1%
Dimasukkan tabung reaksi
Didiamkan 5 menit
Ditambah 5 tetes aquades, dicampur
Didiamkan 3 menit
Ditambah 1 mL I2 0,01
Ditambah 8 mL aquades
Dibaca absorbansinya pada panjang gelombang 680nm
Absorbansi

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim

5 mL larutan pati 1%
Dimasukkan ke dalam 5 tabung reaksi
Ditambah 5 tetes enzim yang telah diencerkan

10 x

20x

30x

40x

50x

Dipanaskan pada suhu 60-100 o


Ditambah 1 mL I2 0,01
Ditambah 8 mL aquades
Dibaca absorbansinya pada panjang gelombang 680 nm
Absorbansi

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
VII.
VIII. N
o. Perc

Hasil Pengamatan
IX.

Prosedur Percobaan

X.
XV.

Hasil Pengamatan
Sebelum

XI.

Dugaan / Reaksi

XII.

Kesimpulan

XVI. Sesudah

XIX. 1 O,5
XX. mL air liur
Air liur : Larutan Air liur +
XXI.
.
tak berwarna
aquades :
XXII.
XXIII.
dan agak kental
larutan itdak
Dimasukkan
ke dalam labu ukur 50 mL
XXIV.
Ditambahkan aquades sampai tanda batas Aquades : larutan
berwarna
XXV.
tak
berwarna
XXVI.
XLVII.
XLVI.
XXVII.
XLVIII.
XXVIII.
XLIX.
Perubahan
warna
XXIX.
L.
XXX.
LI.
XXXI.
LII.
XXXII. 6 tabung reaksi
XXXIII.
LIII.
Dibersihkan
XXXIV.
LIV.
XXXV.
Dikeringkan
LV.
XXXVI.
Diberi label B (1 tabung)
XXXVII.
Diberi label U (5 tabung)
XXXVIII.
XXXIX.
XL.
XLI. B (blanko)
Tabung U (Uji )
Tabung
XLII.
XLIII.
XLIV.
XLV.

LVI. semakin kecil


LVII. pengenceran,

LXI.

semakin besar konsentrasi


enzim amilase dalam air
liur
LVIII.
LIX.

LX.

10

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim

LXII. 2 LXIII. Pengaruh pH terhadap enzim


LXIV. Preparasi larutan blanko
.
LXV.
6 tabung reaksi
Dimasukkan 1 mL larutan pati 1 %
Dibiarkan 2 menit
Ditambah 10 tetes aquades
Ditambah 5 tetes larutan I2 0,01 N
Ditambah 8 mL aquades

Pati : larutan
keruh
I2 : larutan
kuning
kecoklatan
Aquades : larutan
tidak berwarna

Larutan pati + I2

LXXVI.

Berdasarka

+ aquades :

n teori, enzim bekerja

larutan

optimal pada pH 5-8


LXXVII.
LXXVIII.
Terbentuk

berwarna ungu
Diencerkan
dengan 10 mL

LXXXI.

kompleks iod amilum


LXXIX.

aquades :
warna biru
sedikit
memudar

Larutan blanko
Diinjekkan ke

LXVI.
LXVII.
LXVIII.

spektrofotometer uv

LXIX.

panjang gelombang = 680

LXX.

nm
Dibaca adsorbansi yang
dihasilkan

+I2

LXXI.
LXXII.
LXXIII.

Nilai A
11

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
LXXIV.
LXXV.

LXXXII. LXXXIII.
LXXXIV.
3.

Preparasi larutan uji

LXXX.
+ nHI
CX. Berdasarkan teori, CXVI. pH optimum

Pati berbagai

Pati berbagai pH

pH : larutan

+ lautan enzim

enzim

tidak berwarna
Larutan enzim :

: larutan tidak

pada pH 5-8
CXI.
CXII. Terbentuk
kompleks iod amilum

larutan itdak
berwarna
Larutan I2 :
lautan kuning
kecoklatan

berwarna
(+) I2 :
LXXXV.

bekerja

optimal enzim berada pada pH


7.

CXIII.

H 1: biru
kehitaman
LXXXVI.

H 3: biru
kehitaman
LXXXVII. p
CXIV. +I2

H 5: biru
kehitaman
LXXXVIII. p
H 7 : tidak
berwarna
LXXXIX.

p
12

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
H 9 : biru (-)
(+) aquades :
XC. pH 1:
berwarna biru
XCI. pH 3:
berwarna biru
XCII.
p

CXV. + nHI

H 5: berwarna
biru
XCIII.

H 7: larutan
tidak berwarna
XCIV.
p
H 9: larutan
tidak berwarna
sedikit biru
XCV.panjang
gelombang
tiap pH :
XCVI.

bl

anko: 0,665
XCVII.
p
H 1: 0,477
XCVIII.

H 3: 0,481
13

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
XCIX.

H 5: 0,339
C. pH 7:
0,007
CI. pH 9:
0,02
CII.
CIII.
Dimasukkan ke tabung B
CIV.
Dibiarkan 2 menit
CV.
Ditambah 10 tetes aquades
CVI.
CVII.
Diinkubasi 2 menit dengan penangas dan ditambah 5 tetes larutan I2 di luar
penangas
CVIII.
didinginkan
CIX.
+ indikator 10 tetes + 8 mL aquades
CXVII. CXVIII.
Pengaruh konsentrasi terhadap
Semakin
Pati : larutan
Pati + Aquades : CXXXIII.
4.
aktivitas enzim
besar konsentrasi enzim,
keruh
larutan tidak
CXIX.
Aquades : larutan
maka semakin besar pula
berwarna
tidak berwarna (+) I2 : larutan
aktivitas enzim
I2 : larutan
berwarna biru
1 mL larutan pati

Larutan blanko

CXXXIV.

Larutan

pati bereaksi dengan


iodium menghasilkn
larutan berwarna biru

kuning
kecoklatan
CXX.
CXXI.

Diinjekkan ke
spektrofotometer uv

CXXII.
CXXIII.

panjang gelombang = 680


nm
Dibaca adsorbansi yang
dihasilkan
Nilai A

14

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
CXXIV.
CXXV.
CXXVI.
CXXVII.
CXXVIII.
CXXIX.
CXXX.
CXXXI.
CXXXV. CXXXVI.
5.

5 mL larutan

CXXXVII.
CXXXVIII.
CXXXIX.

CXL.
CXLI.
CXLII.
CXLIII.
10CXLIV.20

CXXXII.
Pati : larutan

Dimasukkan ke dalam 5
tabung reaksi
Ditambah 5 tetes enzim yang
telah diencerkan
30
x

40
x

50
x

Dipanaskan pada suhu


60-100 o
Ditambah 1 mL I2 0,01
Ditambah 8 mL aquades
Dibaca absorbansinya
pada panjang
gelombang 680 nm
Absorbans
i

tidak berwarna
Larutan
pengenceran :

Pati + larutan

CLXIII.

Konsentrasi enzim

pengenceran

mempengaruhi kerja

10x-50x :

enzim. Semakin

larutan tidak

besar konsentrasi

tidak berwarna
berwarna
I2 : larutan
Dipanaskan :
kuning
larutan tidak

enzim maka semakin


tinggi aktivitas
enzim.

kecoklatan
berwarna
Aquades : larutan (+) I :
2

tidak berwarna
CXLV.

CXLVI.

0x : berwarna
ungu
CXLVII.

0x : berwarna
15

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
biru
CXLVIII.

0x : berwarna
biru
CXLIX.

0x : berwarna
biru
CL. 50x :
berwarna biru
(-)
(+) Aquades :
CLI. 10x :
berwarna ungu
jernih
CLII.20x :
berwarna biru
tua
CLIII.

0x : berwarna
biru tua
CLIV.

0x : berwarna
biru tua
CLV. 50x :
16

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
berwarna biru
tua
CLVI.
Panjang
gelombang :
CLVII.
1
0x : 0.046
CLVIII.

0x : 0.507
CLIX.

0x : 0.646
CLX.40x :
0.659
CLXI.

0x : 0.760
CLXII.

lanko : 0.437

17

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
CLXIV.
CLXV.

Analisis Pembahasan
Percobaan yang dilakukan ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pH

dan konsentrasi dapat mempengaruhi aktivitas enzim. Sampel yang digunakan yaitu air
liur yang berupa larutan tidak berwarna dan sedikit kental, serta substrat yang
digunakan adalah pati 1% yang berupa larutan tidak berwarna dengan variasi pH (pH 1,
pH 3, pH 5, pH 7, pH 9). Larutan blanko dan larutan yang akan diuji, diukur nilai
absorbansinya dengan menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Prinsip kerja pada alat
ini yaitu interaksi yang terjadi antara energi yang berupa sinar monokromatis dari
sumber sinar dengan materi yang berupa molekul. Besar energi yang diserap akan
menyebakan elektron tereksitasi dari ground state ke keadaan tereksitasi dengan energi
yang lebih tinggi. Data yang diperoleh berupa nilai absrbansi yang menunjukkan
aktivitas enzim.
1. Pengaruh pH terhadap aktivitas enzim
CLXVI.
Percobaan pertama, menyiapkan larutan enzim. 5 mL air liur
(larutan tidak berwarna, sedikit kental) diencerkan dengan aquades sampai tanda
batas pada labu ukur 50 mL. Hasil dari pengenceran ini digunakan untuk sampel
yang akan digunakan dalam menguji pengaruh pH terhadap aktivitas enzim.
CLXVII.
Larutan blanko dibuat dari 1 mL larutan pati 1% (larutan tidak
berwarna) yang telah didiamkan selama 5 menit, kemudian ditambah 5 tetes
larutan I2 0,01 N (larutan berwarna kuning kecoklatan) membentuk larutan
berwarna berwarna biru tua. Setelah itu ditambahkan dengan 8 mL aquades
membentuk larutan berwarna biru tua (-). Larutan pati yang didiamkan selama 5
menit bertujuan agar larutan pati yang merupakan polisakarida ini dapat terhidrolisis
secara sempurna menjadi glukosa/monosakarida. Penambahan larutan iodium yaitu
bertujuan untuk mendeteksi adanya (kadar) amilum dalam larutan pati. Larutan
iodium sebagai indikator adanya amilum akan merubah larutan pati tidak berwarna
menjadi berwarna ungu. Larutan pati yang tidak berubah warna menunjukkan
bahwa amilum yang terkandung di dalam larutan pati telah terhidrolisis menjadi
glukosa sehingga tidak dapat dideteksi oleh larutan iodium. Penambahan dengan
aquades berfungsi untuk mengencerkan larutan, karena larutan pati masih terlalu
pekat untuk di uji dengan spektrofometer UV-VIS. Larutan yang terlalu pekat, akan
sulit dibaca nilai absorbansinya oleh spektrofometer UV-VIS. Larutan blanko ini
kemudian diuji menggunakan spektrofometer UV-VIS dengan panjang gelombang
680 nm dan didapatkan nilai absorbansi sebesar 0,665.

18

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
CLXVIII.

Larutan uji dibuat dengan cara menyiapkan 5 tabung reaksi

yang masing-masing tabung diisi dengan larutan pati berbagai pH (larutan tidak
berwarna). Masing-masing larutan pati di dalam tabung reaksi didiamkan selama 5
menit, setelah itu ditambah 5 tetes larutan enzim (larutan tidak berwarna). Setelah
larutan tercampur, ditambahkan 4 tetes larutan iodium (larutan kuning kecoklatan)
membentuk larutan berwarna biru kehitaman (pH 1), biru kehitaman (pH 3), biru
kehitaman (pH 5), tidak berwarna (pH 7), biru (-) (pH 9). Selanjutnya, larutan yang
telah terbentuk diencerkan dengan 8 mL aquades membentuk larutan berwarna biru
pada pH 1, biru pada pH 3, biru pada pH 5, larutan tidak berwarna pada pH 7, dan
tidak berwarna sedikit biru pada pH 9. Larutan pati yang didiamkan bertujuan agar
larutan dapat terhidrolisis secara sempurna menjadi glukosa/monosakarida.
Penambahan sampel air liur pada masing-masing tabung secara kasat mata tidak
menghasilkan perubahan yang spesifik. Penambahan air liur menunjukkan bahwa
enzim (-amilase) telah direaksikan dengan larutan pati variasi pH 1,3,5,7 dan 9.
Penambahan larutan iodium bertujuan untuk mendeteksi kadar amilum dalam
masing-masing larutan dalam tabung reaksi. Amilum yang terdeteksi oleh larutan
iodium akan merubah warna larutan menjadi berwarna ungu dengan intensitas
warna dan kadar tertentu. Larutan yang tidak berubah warna menjadi ungu diduga
mengandung amilum yang telah terhidrolisis secara sempurna, sehingga tidak lagi
terdeteksi oleh iodium. Berdasarkan hasil pembacaan nilai absorbansi sampel,
diperoleh data sebagai berikut :
pH 1 : 0.477
pH 3 : 0.481
pH 5 : 0.339
pH 7 : 0.007
pH 9 : 0.0
CLXIX.

Berdasarkan

data

tersebut, dapat dibuat kurva yang menyatakan variasi pH sebagai nilai pada sumbu x
dan

A sebagai nilai pada sumbu y. Harga

A didapat dari selisih antara

nilai absorbansi pati (subtrat) masing-masing pH dan nilai absorbansi blanko.


Berikut kurva yang dihasilkan:
CLXX.
CLXXI.
CLXXII.

19

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim

Pengaruh pH terhadap aktivitas enzim


0.8
0.6

0.4

f(x) = 0.07x + 0.05


R = 0.86

0.2
0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
pH

CLXXIII.
CLXXIV.
CLXXV.
CLXXVI.
CLXXVII.
CLXXVIII.
CLXXIX.
CLXXX.
CLXXXI.

CLXXXII.
CLXXXIII.
CLXXXIV.
Kurva menunjukkan bahwa aktivitas enzim mengalami
kenaikan dari pH 1 hingga pH 7, dan pada pH 9 mengalami penurunan aktivitas
enzim. Dari kurva di atas, dapat dilihat bahwa enzim bekerja optimal pada pH 7.
Secara teoritis, enzim memiliki pH optimum yang khas, yaitu pH yang
menyebabkan aktivitas maskimal enzim (Lehninger,1982). Enzim amilase
misalnya, yang bekerja pada pH optimum 5,6-7,2 (Poedjiadi,1994).
CLXXXV.
2. Pengaruh konsentrasi terhadap aktivitas enzim
CLXXXVI. Percobaan yang kedua dilakukan dengan cara membuat larutan
sampel dengan berbagai konsentrasi (variasi pengenceran). 5 mL air liur (larutan
tidak berwarna, sedikit kental) diencerkan (10x) dengan aquades sampai tanda
batas pada labu ukur 50 mL. Kemudian hasilnya diencerkan lagi secara berurutan
20

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
dari 20x, 30x, 40x, hingga 50x, hasil pengenceran menghasilkan larutan tidak
berwarna (pada semua pengenceran). Hasil dari pengenceran ini digunakan untuk
sampel yang akan digunakan dalam menguji pengaruh konsentrasi terhadap
aktivitas enzim.
CLXXXVII. Larutan blanko dibuat dari 1 mL larutan pati 1% (larutan tidak
berwarna) yang telah didiamkan selama 5 menit, kemudian ditambah 5 tetes
larutan I2 0,01 N (larutan berwarna kuning kecoklatan) membentuk larutan
berwarna berwarna biru tua. Setelah itu ditambahkan dengan 8 mL aquades
membentuk larutan berwarna biru tua (-). Larutan pati yang didiamkan selama 5
menit bertujuan agar larutan pati yang merupakan polisakarida ini dapat
terhidrolisis secara sempurna menjadi glukosa/monosakarida. Penambahan dengan
larutan iodium bertujuan untuk mendeteksi adanya (kadar) amilum dalam larutan
pati. Larutan iodium sebagai indikator adanya amilum akan dapat merubah larutan
pati tidak berwarna menjadi berwarna ungu. Larutan pati yang tidak berubah warna
menunjukkan bahwa amilum yang terkandung di dalam larutan pati telah
terhidrolisis menjadi glukosa sehingga tidak dapat dideteksi oleh larutan iodium.
Penambahan aquades berfungsi untuk mengencerkan larutan, karena larutan pati
masih terlalu pekat untuk di uji dengan spektrofometer UV-VIS. Larutan yang
terlalu pekat, akan sulit dibaca nilai absorbansinya oleh spektrofometer UV-VIS.
Larutan blanko ini kemudian diuji menggunakan spektrofometer UV-VIS dengan
panjang gelombang 680 nm dan didapatkan nilai absorbansi 0,437.
CLXXXVIII.Larutan uji dibuat dengan cara menyiapkan 5 tabung reaksi
yang masing-masing tabung diisi dengan larutan pati 1% (larutan tidak berwarna).
Masing-masing larutan pati di dalam tabung reaksi tersebut didiamkan selama 5
menit, setelah itu ditambah 5 tetes larutan enzim (larutan tidak berwarna) dengan
berbagai variasi pengenceran. Selanjutnya, larutan yang telah terbentuk dipanaskan
pada suhu 60-100oC. Setelah itu, ditambahkan 1 mL larutan iodium (larutan kuning
kecoklatan) membentuk larutan ungu (pengenceran 10x), biru (pengenceran 20x),
biru (pengenceran 30x), biru (pengenceran 40x), dan biru (pengenceran 50x).
Kemudian larutan diencerkan dengan 8 mL aquades membentuk larutan berwarna
ungu jernih pada pengenceran 10x, biru tua pada pengenceran 20x, biru tua pada
pengenceran 30x, biru tua pada pengenceran 40x, dan biru tua pada pengenceran
50x.. Larutan pati yang didiamkan bertujuan agar larutan pati terhidrolisis secara
sempurna menjadi glukosa/monosakarida. Penambahan sampel air liur pada
21

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
masing-masing tabung secara kasat mata tidak menghasilkan perubahan yang
spesifik. Penambahan air liur menunjukkan bahwa enzim (-amilase) telah
direaksikan dengan larutan pati variasi konsentrasi. Penambahan larutan iodium
bertujuan untuk mendeteksi kadar amilum dalam masing-masing larutan dalam
tabung reaksi. larutan blanko dipanaskan di atas water bath pada suhu 60 oC.
Pemanasan dalam water bath bertujuan agar larutan pati semakin terhidrolisis
secara sempurna. Secara sempurna, sehingga tidak lagi terdeteksi oleh iodium.
Berdasarkan hasil pembacaan nilai absorbansi sampel, diperoleh data sebagai
berikut :

10x : 0.046
20x : 0.507
30x : 0.646
40x : 0.659
50x :0.76

CLXXXIX.

Pengaruh konsentrasi terhadap aktivitas enzim


0.5
0.4
0.3
0.2
A

f(x) = - 0.02x + 0.39


R = 0.79

0.1
0
-0.1 5

10

15

20

25

30

35

40

45

50

55

-0.2
-0.3
-0.4
Konsentrasi

Ber
dasarkan data tersebut, dapat dibuat kurva yang menyatakan variasi konsentrasi
22

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
sebagai nilai pada sumbu x dan A sebagai nilai pada sumbu y. Harga A
didapat dari selisih antara nilai absorbansi pati (subtrat) masing-masing pH dan
nilai absorbansi blanko. Berikut kurva yang dihasilkan
CXC.
CXCI.
CXCII.
CXCIII.
CXCIV.
CXCV.
CXCVI.
CXCVII.
CXCVIII.
CXCIX.
CC.
CCI.

Kurva menujukkan bahwa aktivitas enzim mengalami penurunan dari

konsentrasi pengenceran 10 kali menuju konsentrasi pengenceran 50 kali. Hal ini


menunjukkan bahwa semakin besar nilai konsentrasi maka laju aktivitas enzim
akan semakin cepat.
CCII.
CCIII. Kesimpulan
CCIV.

Berdasarkan

percobaan yang telah dilakukan didapat kesimpulan:


1. Enzim yang terkandung dalam air liur adalah enzim amilase (-amilase)
2. pH mempengaruhi aktivitas enzim. Enzim bekerja maksimum pada pH tertentu
sebagai pH optimum. pH optimum enzim amilase berada pada rentang pH 5,67,2
3. Konsentrasi enzim mempengaruhi aktivitas enzim. Semakin besar nilai
konsentrasi enzim, maka aktivitas enzim juga semakin tinggi. Semakin besar
nilai konsentrasi enzim maka kecepatan untuk menghidrolisis pati juga makin
tinggi.
CCV. Daftar Pustaka
CCVI.
Penerbit UI
CCVII.
CCVIII.

Anna, Poedjadi. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta:


Lehninger.1982. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: Erlangga
Ruddin, Choi.2010. Laporan Praktikum Biokimia II

Percobaan II Enzim. Jayapura : Universitas Cendrawasih.


23

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
CCIX.

Sadikin, Mohamad.

Widya Medika.
CCX.

Soewoto, Hafiz,

2002. Biokimia
dkk.

Enzim. Jakarta

2000. Biokimia

Eksperimen

Laboratorium.Jakarta: Widya Medika.


CCXI.
Tim Dosen.2016.Penuntun Praktikum Biokimia.Surabaya:
UNESA Press.
CCXII.
CCXIII.
CCXIV.
CCXV.
CCXVI.
CCXVII.
CCXVIII.
CCXIX.
CCXX.
CCXXI.
CCXXII.

LAMPIRAN

A. Tugas
1. Buatlah kurva yang menggambarkan hubungan antara kecepatan reaksi enzimatik
(V=A/ menit) dengan pH !
CCXXIII. Jawab :
CCXXV.
absorba
n
CCXXIV.
s
pH
i

CCXXVI.
A
CCXXIX.
CCXXVII.CCXXVIII. 0.1
1
0.477
CCXXXII.
CCXXX. CCXXXI.
0.1
3
0.481
CCXXXIII.
CCXXXIV. CCXXXV.
5
0.339
0.3
24

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim

CCXXXVI.
CCXXXVII.
7
0.007
CCXL.0
.
CCXXXIX.
0
9
2
CCXLII.
bla
CCXLIII.
0.665
CCXLV.

CCXXXVIII.
0.6
CCXLI.
0.6
CCXLIV.

Pengaruh pH terhadap aktivitas enzim


0.7
f(x) = 0.07x + 0.05
R = 0.86

0.6
0.5

0.4
0.3
0.2
0.1
0
0

10

pH

CCXLVI.
CCXLVII.
CCXLVIII.
CCXLIX.
CCL.
CCLI.
CCLII.
CCLIII.
CCLIV.

25

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
2. Buatlah kurva antara konsentrasi/ pengenceran enzim dengan kecepatan enzimatik
(A/ menit) !
CCLV. Jawab :
CCLVI.
A
b
s
o
r
b
a
n
s
i
V.
0
.
0
4
6
VIII. 0
.
5
0
7
XI.
0
.
6
4
6
XIV. 0
.
6
5
9
XVII. 0
.
7
6
XX.
0
.
4
3
7
II.

I.

IV.

VII.

X.

XIII.

XVI.

XIX.

Ko
nse
ntr
asi

10

20

30

40

50
bla
nk
o

CCLVII.
CCLVIII.

Pengaruh konsentrasi terhadap aktivitas enzim


III.

0.5

A
VI.

0.3

IX.

XII.

XV.

XVIII.

XXI.

A 0 f(x) = - 0.02x + 0.39


0 10R =200.7930 40 50 60
-0.5
Konsentrasi

CCLIX.
CCLX.
CCLXI.
CCLXII.
CCLXIII.
CCLXIV.
CCLXV.
CCLXVI.
CCLXVII.
CCLXVIII.
CCLXIX.
CCLXX.
CCLXXI.
CCLXXII.
CCLXXIII.
CCLXXIV.
CCLXXV.
CCLXXVI.
CCLXXVII.
CCLXXVIII.
CCLXXIX.
CCLXXX.
CCLXXXI.

CCLXXXII.
CCLXXXIII.
CCLXXXIV.
CCLXXXV.
CCLXXXVI.
26

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
CCLXXXVII.
CCLXXXVIII.
CCLXXXIX.
CCXC.
B. Lampiran Foto
CCXCI.

CCXCII.

No.
CCXCIV.
CCXCV.
1.

CCXCVII.
CCXCVIII.
2.

Dokumentasi

CCXCIII.
CCXCVI.

Keterangan
Air

liur

mL

dimasukkan dalam gelas kimia.

CCXCIX.

Air

liur

setelah

diencerkan 10x, 20x, 30x, 40x,


dan 50x. Larutan tidak berwarna.

CCC. CCCI.
3.

CCCII.1

mL

larutan

pati

dimasukkan dalam tabung reaksi.


1 tabung B untuk blanko, dan 5
tabung untuk uji konsentrasi.

27

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
CCCIII.
4.

CCCV.1 mL larutan pati dengan


pH 1, 3, 5, 7, dan 9 dimasukkan
dalam tabung reaksi. 1 tabung
untuk blanko dan 5 tabung untuk
uji pH. Uji dengan pH ditandai
dengan label nomor dan bintang.

CCCIV.
CCCVI.CCCVII.
5.

CCCVIII.

tabung

uji

konsentrasi ditambahkan dengan


5 tetes larutan enzim pengenceran
10x, 20x, 30x, 40x, dan 50x.
Tidak terjadi perubahan warna.

CCCIX.CCCX.
6.

CCCXI.

5 tabung uji pH,

ditambahkan

dengan

tetes

larutan enzim pengenceran 10x,


tidak terjadi perubahan warna.

28

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
CCCXII.
CCCXIII.
7.

CCCXIV.

Tabung

uji

dengan konsentrasi dan 1 tabung


blanko dipanaskan dengan suhu
60-100oC.

CCCXV.
CCCXVI.
8.

CCCXVII.
dan

uji

Tabung

blanko

konsentrasi

setelah

didinginkan, kemudian ditambah


dengan 10 tetes I2 dan 8 mL
aquades terjadi perubahan warna.
- U1 = ungu jernih
- U2 = biru
- U3 = biru tua
- U4 = biru tua
- U5 = biru tua
- B = biru tua

CCCXVIII.
CCCXIX.
9.

CCCXX.
dan

uji

Tabung

blanko

konsentrasi

setelah

didinginkan, kemudian ditambah


dengan 10 tetes I2 dan 10 mL
aquades terjadi perubahan warna.
- U1 = biru
- U2 = biru
- U3 = biru
- U4 = tidak berwarna
- U5 = tidak berwarna sedikit biru
- B = biru

29

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA I


Pengaruh pH dan Konsentrasi Terhadap Aktivitas Enzim
CCCXXI.
CCCXXII.
10.

CCCXXIII.

Dilakukan uji UV-

VIS untuk mengetahi absorban


yang

terdapat

dalam

semua

tabung reaksi.

CCCXXIV.
CCCXXV.
11.

CCCXXVI.

Pada saat proses

uji UV-VIS.

CCCXXVII.
CCCXXVIII.
CCCXXIX.

30