Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Sejarah
PT. Petrokimia Gresik merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam
lingkup Departement Perindustrian dan Perdagangan RI yang bernaung dibawah
Holding PT. Pupuk Sriwidjaya (Pusri) Palembang. PT. Petrokimia Gresik berusaha
dalam bidang produksi pupuk, non pupuk dan jasa lainnya. Pemerintah merancang
keberadaan PT. Petrokimia Gresik sejak tahun 1956 melaui Biro Perancang Negara
(BPN). Pada mulanya, pabrik pupuk yang hendak dibangun di Jawa Timur ini disebut
Proyek Petrokimia Surabaya. Nama Petrokimia sendiri berasal dari Petrolium
Chemical yang disingkat menjadi Petrochemical, yaitu bahan bahan kimia yang
berasal dari minyak dan gas alam.
PT. Petrokimia Gresik berdiri pada tahun 1960 berdasarkan TAP MPRS No.
11/MPRS/1960 dan KEPRES No. 260/1960. Pada tahun 1964 berdasarkan
Instruksi Presiden No. 1/1963, PT.Petrokimia dikembangkan dan diborong oleh
kontraktoe CONSIDIT SPA dari Italia. Pembangunan fisiknya dimulai pada awal
tahun 1966 dengan berbagai hambatan yang alami, yaitu adanya krisis ekonomi
sehingga menyebabkan pembangunan proyek tertunda. Pembangunan proyek
dimulai kembali pada tahun 1968 sampai percobaan pertama operasional pabrik
pada maret 1970. Kemudian pada tanggal 10 Juli 1972 Proyek Petrokimia
Surabaya diresmikan oleh Presiden Soeharto dengan bentuk badan usaha
PERUSAHAAN UMUM (PERUM). Dan tepat tiga tahun kemudian yaitu pada
tanggal 10 Juli 1957 berubah menjadi Perseroan dengan nama PT PETROKIMIA
GRESIK (PERSERO). Pada tahun 1997 berdasarkan PP No.28/1997, PT.
Petrokimia Gresik menjadi anggota holding pupuk Indonesia, terutama dalam
bidang pemasaran, keuangan dan produksi.
Pada saat ini PT. Petrokimia Gresik memiliki beberapa bidang usaha yaitu
industri pupuk, industri kimia, Jasa rancang bangun dan perekayasaan, serta jasa
jasa yang telah mampu beroperasi dengan baik, bahkan mempunyai peluang untuk
terus ditingkatkan.
1.2. Visi dan Misi
Visi : PT. Petrokimia Gresik bertekad untuk menjadi produsen pupuk dan

produk kimia lainnya yang berdaya saing tinggi dan produknya paling diminati
konsumen.
Misi :
1. Mengutamakan keselamatan, kesehjateraan dan kesehatan kerja dalam setiap
kegiatan operasional.
2. Memanfaatkan profesionalisme untuk peningkatan kepuasan pelanggan.
3. Meningkatkan intergritas diatas segala hal.
4. Berupaya membangun semangat kelompok yang sinergis.
1.3. Logo dan Arti Logo

Gambar 1.3.1 Logo Petrokimia Gresik


Dasar pemilihan logo.
Kerbau dengan warna kuning emas dipilih karena :
- Penghormatan kepada daerah Kebomas.
- Sikap suka bekerja keras, mempunyai loyalitas dan jujur.
- Dikenal luas masyarakat Indonesia dan sahabat petani.
Arti logo.
- Warna kuning emas melambangkan keagungan.
- Daun hijau berujung lima, mempunyai arti :
- Daun hijau melambangkan kesuburuan dan kesejahteraan
- Berujung lima melambangkan kelima sila dari pancasila
- Huruf PG, merupakan singkatan dari Petrokimia Gresik
- Warna putih melambangkan kesucian.
Jadi arti logo secara keseluruhan adalah : Dengan hati yang bersih
berdasarkan kelima sila Pancasila, PT. Petrokimia Gresik berusaha mencapai
masyarakat adil dan makmur untuk menuju keagungan bangsa
1.1.1

Perluasan Perusahaan
Pada masa perkembangan PT. Petrokimia Gresik telah mengalami
beberapa kali perluasan. Bentuk perluasan yang telah dilakukan adalah:
1) Perluasan pertama (29 Agustus 1979)
Pabrik pupuk TSP I, dikerjakan oleh Spie Batignoless, dilengkapi dengan
prasarana pelabuhan, penjernihan air di gunung sari, dan booster pump.
2) Perluasan kedua (30 Juli 1983)
Pabrik pupuk TSP II, dikerjakan oleh Spie Batignoless, dilengkapi dengan
perluasan pelabuhan dan unit penjernihan air di babat.
3) Perluasan Ketiga (10 Oktober 1984)

Pabrik Asam Fosfat dan produk samping, dikerjakan oleh Hitachi zosen yang
meliputi : Pabrik Asam Sulfat, Pabrik Ammonium Sulfat (ZA II), Pabrik
Cement Retarder, Pabrik Aluminium Fluorida, dan Unit Utilitas.
4) Perluasan keempat (2 Mei 1986)
Pabrik ZA III, yang ditangai oleh tenaga tenaga PT. Petrokimia Gresik,
mulai dari studi kelayakan sampai pengoperasian.
5) Perluasan kelima (29 April 1994)
Pabrik amoniak dan urea baru, dengan teknologi proses Kellog Amerika.
Konstruksi ditangani oleh PT. IKPT Indonesia. Pembangunan dilakukan
mulai awal tahun 1991 dan ditargetkan beroperasi pada Agustus tahun 1993,
namun mengalami keterlambatan sehingga baru beroperasi mulai tanggal 29
April 1994.
6) Perluasan keenam (25 Agustus 2000)
Pabrik pupuk majemuk dengan nama produk PHONSKA menggunakan
teknologi proses oleh INCRO Spanyol. Konstruksinya ditangani oleh PT.
Rekayasa Industri mulai awal tahun 1999 dengan kapasitas produksi 300.000
ton/tahun dan beroperasi pada bulan Agustus tahun 2000.
7) Perluasan ketujuh
Pada perluasan pabrik yang ketujuh ini, didirikan pabrik pupuk ZK yang
berada pada unit pabrik II.
8) Perluasan kedelapan
Pada perluasan pabrik yang kedelapan ini, didirikan pabrik pupuk NPK
blending/NPK Kebomas yang berada di unit pabrik II.
9) Perluasan kesembilan
Pada perluasan pabrik yang kesembilan ini, didirikan pabrik pupuk NPK dan
pupuk Phosphat yaitu RFO I, RFO II, NPK Granulasi II, III, dan IV, ROP
1.1.2

Granul I dan II yang berada di unit pabrik II.


Anak Perusahaan
1. PT. Petrokimia Kayaku (tahun 1977)
Pabrik formulator pestisida yang merupakan perusahaan patungan antara
PT. Petrokimia Gresik dengan saham 60% dan perusahaan lain dengan
saham 40%. Hasil produksi berupa :
- Pestisida cair, kapasitas produksi 3600 kl/tahun
- Pestisida butiran, kapasitas produksi 12600 ton/tahun
- Pestisida tepung, kapasitas produksi 1800 ton/tahun
2. PT. Petrosida Gresik (tahun 1984)

Saham milik PT. Petrokimia Gresik 99,9% yang menghasilkan bahan


aktif pestisida untuk memasok bahan baku PT. Petrokimia Kayaku,
dengan jenis produk
- BPMC
kapasitas produksi 2500 ton/tahun
- MIPC
kapasitas produksi 700 ton/ tahun
- Carbuforon
kapasitas produksi 900 ton/tahun
- Carbaryl
kapasitas produksi 200 ton/tahun
- Diazinon kapasitas produksi 2500 ton/tahun
3. PT. Petronika (Tahun 1985)
Perusahaan patungan antara Pt. Petrokimia Gresik dengan saham 20%
dan perusahaan lain dengan saham 80% , dengan hasil produksi berupa
DOP ( Diocthyl Phthalate) berkapasitas 30.000 ton/tahun.
4. PT. Petrowidada (Tahun 1988)
Merupakan perusahaan patungan dari PT. Petrokimia Gresik ( saham
1,47%),dengan hasil produksinya berupa :
- Phthalic anhydride, kapasitas produksi 30.000 ton/tahun
- Maleic anhydride, kapasitas produksi 1200 ton/tahun
5. PT. Petrocentral (Tahun 1990)
Merupakan perusahaan patungan PT. Petrokimia Gresik ( saham sebesar
9,80%). Hasil produksi berupa STPP ( sodium triol phosphate ) dengan
kapasitas produksi 40.000 ton/tahun.
6. PT. Kawasan Industri Gresik
Perusahaan patungan PT. Petrokimia Gresik ( saham 35% ) yang
bergerak di bidang penyiapan kaveling industi siap pakai seluas 135 Ha,
termasuk Export Processing Zone (EPZ)
7. PT. Puspentindo
Perusahaan patungan PT. Petrokimia Gresik ( saham 33,18% ) yang
bergerak di bidang pembuatan peralatan pabrik seperti bejana
bertekanan, menara, alat penukar panas dan peralatan cryogenic.
1.4. Lokasi Industri
Daerah Gresik dipilih sebagai lokasi pabrik pupuk berdasarkan hasil
studi kelayakan pada tahun 1962 oleh Badan Persiapan Proyek Proyek
industri (BP3I) yang dikoordinir oleh Departemen Keindustrian dan
1.
2.
3.
4.

Pertambangan. Gresik dianggap ideal dengan pertimbangan berikut ini:


Cukup tersedianya lahan yang kurang produktif.
Tersedianya aliran air dari aliran sungai Brantas dan Bengawan Solo.
Dekat dengan konsumen pupuk terbesar, yaitu perkebunan dan petani tebu.
Dekat dengan pelabuhan sehingga memudahkan untuk mengangkut
peralatan pabrik selama masa konstruksi, pengadaan bahan baku, maupun
pendistribusian hasil produksi melalui angktan laut

5.

Dekat dengan Surabaya yang memiliki kelangkapan yang memadai, antara


lain tersedianya tenaga tenaga tenaga terampil.
PT. Petrokimia Gresik terletak pada kawasan industri dengan luas areal
sebesar 450 Ha. Areal tanah yang ditempati berada di tiga kecamatan yang
meliputi enam desa, yaitu :
2. Kecamatan gresik, meliputi Desa Ngipik, Karangturi, Sukorame dan
Tlogopojok.
3. Kecamatan Kebomas, meliputi Desa Kebomas, Tlogo patut dan Randu
Agung.
4. Kecamatan Manyar, meliputi Desa Roomo, Meduran, Pojok pesisir dan
Tepen.
1.2.1 Unit produksi
Pada saat ini PT. Petrokimia terbagi dalam tigaunit produksi/pabrik, yaitu
Unit Produksi I (Unit Pupul Nitrogen), Unit Produksi II (Unit Pupuk Fosfat) dan

Unit Produksi III (Unit Asam Fosfat).


b. Unit Produksi I (Pabrik Pupuk Nitrogen)
Produk utama unit prouksi I terdiri dari :
1.
Pabrik ZA I (Tahun 1972)
Kapasitas produksi sebesar 200.000 ton/tahun.
Bahan baku berupa Amoniak gas dan Asam Sulfat.
2.
3.

Pabrik ZA III (Tahun 1986)


Kapasitas produksi sebesar 200.000 ton/tahun.
Bahan baku berupa amoniak gas dan Asam sulfat.
Pabrik Urea (Tahun 1994)
Kapasitas produksi sebesar 460.000 ton/tahun.
Bahan baku berupa amoniak cair dan gas karbondioksida.
Selain produk utama di atas, unit produksi I juga menghasilkan bahan baku
dan produk samping untuk dijual, yaitu :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
c.
1.

Amoniak, dengan kapasitas produksi sebesar 445.000 ton/tahun yang


digunakan untuk pembuatan pupuk ZA, Urea dan Phonska.
CO2 cair, dengan kapasitas produksi sebesar 10.000 ton/tahun.
CO2 padat (es kering), dengan kapasitas produksi sebesar 4.000 ton/tahun.
Nitrogen gas, dengan kapasitas produksi sebesar 500.000 NCM/tahun.
Nitrogen cair, dengan kapasitas produksi sebesar 250.000 ton/tahun.
Oksigen gas, dengan kapasitas produksi sebesar 600.000 NCM/tahun.
Oksigen cair, dengan kapasitas produksi sebesar 3.300 ton/tahun.
Unit Produksi II Pabrik Pupuk Fosfat
Unit produksi II terdiri dari tiga pabrik pupuk fosfat, yaitu :
Pabrik Pupuk Fosfat I (Tahun 1979)
Kapasitas produksi sebesar 500.000 ton/pupuk TSP (Triple Super
Phosphat). Sejak bulan januari 1995, pupuk TSO diubah menjadi SP 36 (

Super Phospat 36 % P2O5 ) yang merupakan murni penemuan divisi


penelitian dan pengembangan PT. Petrokimia Gresik. Pupuk SP 36
memiliki tingkat keefektifan yang setara dengan pupuk TSP. Sekarang
pabrik ini diperluas menjadi pabrik RFO II ( Pupuk NPK ) dan ROP granul
2.

II, dimana dilakukan modifikasi dan penambahan pabrik.


Pabrik Pupuk Fosfat II (Tahun 1983)
Kapasitas produksi sebesar 500.000 ton/tahun pupuk TSP/SP 36 .
Sekarang pabrik ini juga mengalami perluasan seperti pabrik pupuk fosfat

3.

I dimana diperluas menjadi pabrik RFO II dan ROP granul II.


Pabrik Pupuk PHONSKA IV
PT. Petrokimia Gresik juga mengembangkan produk pupuk majemuk yang
dikenal dengan PHONSKA. Hal ini didasari oleh kebutuhan petani tentang
pupuk yang lebih efektif, baik, efesien dan mudah dalam penggunaan.
Petani tidak pelu repot lagi menggunakan bermacam macam pupuk
tunggal karena dengan sekali penggunaan pupuk majemuk Phonska sudah
mengandung 3 unsur yang dibutuhkan tanaman, yaitu Natrium, Phospat
dan Kalium.
Pabrik pupuk PHONSKA diresmikan pada tanggal 25 Agustus 2000
dengan kapasitas produksi 300.000 ton/tahun oleh Presideng RI Bapak
KH. Abdurrachman Wachid. Bahan baku berupa Urea, ZA, KCl,
Ammonia, H3PO4 serta bahan bahan tambahan. Kontraktor PT. Rekayasa

4.

Industri dengan teknologi proses oleh INCRO dari Spanyol.


Pabrik PF
Pabrik PF terdiri 3 Unit yaitu Unit 100, Unit 200, dan Unit 300. Di unit
100 bertujuan untuk menghancurkan phospat rock, pada unit 200 bertujuan
mencampurkan MA dan phospat rock pencampuran dari dua bahan
tersebut dinamakan ROP (bahan pupuk setengah jadi), sedangkan pada
Unit 300 akan mengalami proses granulasi menggunakan alat granulator
dengan rasio tertentu.
- PF I
Pada unit ini terjadi perubahan desain menjadi RFO III yang ada saat
-

ini disebut Unit NPK/PHONSKA 2


PF II
Pada unit ini terjadi perubahan desain menjadi RFO II yang ada saat ni
berubah menajdi unit NPK/PHONSKA III. Pembangunan pabrik ini
bertujuan sebagai pengganti PF I. Pembangunan pabrik baru mengganti

PF II yang kemudian dirubah desain menjadi RFO yang pada saat ini
5.

disebut Unit PHONSKA IV.


Pabrik Kalium Sulfat
Merupakan pabrik terbaru yang diresmikan tanggal 17 Maret 2005 dengan

kapasitas produksi 10.000 ton/tahun.


c. Unit Produksi III Pabrik Asam Fosfat
Beroperasi sejak tahun 1984, terdiri dari empat pabrik, yaitu :
1. Pabrik Asam Fosfat
Kapasitas produksi sebesar 172.450 ton/tahun dan digunakan untuk
pembuatan pupuk TSP/SP 36 serta produk samping Gypsum untuk bahan
baku Unit Cement Retarder serta pupuk ZA II dan asam Fluosilikat
(H2SiF6) untuk bahan baku Unit Aluminium Fluorida.
2. Pabrik Asam Sulfat
Kapasitas produksi sebesar 520.400 ton/tahun dan digunakan sebagai
bahan baku Unit Asam Fosfat dan Unit Pupuk Fosfat.
3. Pabrik ZA II (Tahun 1984)
Kapasitas produksi sebesar 250.000 ton/tahun. Bahan baku berupa
Gypsum dan amonia cair. Dimana Gypsum diperoleh dari limbah proses
pembuatan asam fosfat.
4. Pabrik Cement Retarder
Kapasitas produksi sebesr 478.000 ton/tahun dan digunakan dalam industri
semen sebagai bahan penolong untuk mengatur waktu pengeringan.
5. Pabrik Aluminium Fluorida
Kapasitas produksi 12.600 ton/tahun yang diperlukan sebagai bahan
penurun titik lebur pada industri peleburan bijih aluminium serta hasil
samping silika (SiO2) untuk bahan kimia tambahan Unit Asam Fosfat.
Tabel 1.2.1.1 Unit unit produksi di PT Petrokimia Gresik
PABRIK
Unit Produksi I (Pupuk Nitrogen)
Pupuk ZA I
Pupuk ZA III
Pupuk Urea

KAPASITAS (Ton/Tahun)
200.000
200.000
460.000

Unit Produksi II (Pupuk fosfat)


Pupuk Fosfat I (TSP/SP 36 )
NPK Phonska I
NPK Phonska II
NPK Phonska IV
ZK

500.000
300.000
600.000
600.000

10.000
Unit Produksi III ( Asam Fosfat)
Asam Fosfat 100 % ( bahan baku SP
36 )
Asam Sulfat ( bahan baku ZA dan SP
36 )
Pupuk ZA II
Cement Retarder
Aluminium Fluorida
1.2.2

171.450
550.400
250.000
440.000
12.600

Unit Prasarana Pendukung


PT. Petrokimia Gresik juga mempunyai beberapa unit prasarana

pendukung, antara lain sebagai berikut:


1. Dermaga Khusus
Kapasitas bongkar muat 3 juta ton/tahun
Kapasitas sandar 8 kapal sekaligus
- 3 kapal bobot 40.000 60.000 DWT (sisi laut)
- 5 kapal bobot 10.000 DWT (sisi darat)
2. Fasilitas bongkar muat
Continuos ship unloader (CSU), kapasitas curah 1.000 ton/jam
Multiple loading crane, kapasitas muat curah 120 ton/jam atau 2.000
kantong/jam (kantong 50 kg)
Cangaroo crane, kapasitas bongkar curah 350 ton/jam
Belt convenyor, kapasitas angkut curah 1.000 ton/jam, atau 120 ton/jam

3.
-

untuk kantong
Fasilitas pompa & pipa, kapasitas 60 ton/jam untuk produk cair
Sarana Utilitas
Unit penjernihan air I
Lokasi :Gunung sari Surabaya
Bahan baku
: Air sungai Brantas
Ukuran Pipa
: 14 inci sepanjang 22 Km
Kapasitas
: 720 m3/jam
Unit penjernihan air II
Lokasi
: Babat, Lamongan
Bahan baku
: Air Bengawan Solo
Ukuran pipa
:2 8 inci sepanjang 60 Km
Kapasitas
: 2.500 m3/jam
Unit Utilitas I
Unit penghasil steam
Unit penghasil GTG ( Gas Turbin Generator )
Pengolahan air demin
Unit Utilitas II
Unit penghasil GEB
Unit penghasil Steam
Tangki solar

Tangki amoniak
Tangki asam fosfat
Unit utilitas III
Unit penghasil UBB ( Unit Batu Bara )
Unit penghasil STG ( Steam Turbine Generator )
Pengolahan air demin
Unit penghasil steam
Tangki asam sulfat
Unit penghasil tenaga listrik milik sendiri, yaitu :
Gas turbin generator, terdapat pada unit produksi pupuk nitrogen yang

mampu menghasilkan daya 33 MW.


Steam turbine Generator, terdapat di unit produksi asam fosfat selain dari

4.

kedua pembangkit tersebut diatas juga menggunakan energi listrik dari


PLN sebesar 15 MW untuk kebutuhnan pabrik pupuk SP 36 dan fasilitas
-

lain.
Unit Batu Bara (UBB)
Utilitas mempunyai 2 buah generator diesel 02.DE931 dan 03.DE931
sebagai sumber power emergency yang digunakan hanya pada kondisi

dimana power dari PLN dan GTG mengalami gangguan.


1.3 Struktur Organisasi
Struktur organisasi mempengaruhi pencapaian efisiensi kerja yang tinggi,
struktur organisasi akan menentukan kelancaran aktifitas perusahaan sehari hari untuk
pencapaian tujuan dan produktivitas yang tinggi, sehingga tercapai produksi yang
berkelanjutan.
Struktur organisasi pabrik dipimpin oleh seorang direktur utama. Akan tetapi
kedudukan tertinggi dalam struktur dalam organisasi pabrik adalam dewan komisaris
yang dipimpin oleh komisaris utama dan mempunyai 5 anggota komisaris. Dewan
komisaris ini bertugas memberikan pembinaan dan pengawasan terhadap
kelangsungan manajemen maupun operasional perusahaan. Sedangkan, tugas
operasional harian dilaksanakan oleh dewan direksi yang terdiri dari direktur utama
yang membawahi empat orang direktur, yaitu :
1. Direktur Komersial
2. Direktur Produksi
3. Direktur Teknik dan Pengembangan
4. Direktur SDM dan Umum
Direktur produksi membawahi 4 general manager, yaitu :
a. General manager pabrik I, II, III

Bertanggung jawab kepada direktur produksi dalam pengaturan faktor


produksi dan pemeliharaan peralatan di pabrik I, II, dan III. General manager
1.

pabrik I, II, dan III membawahi dua manager :


Manager Produksi I, IIA, IIB dan III
Bertanggung jawab kepada kepala general manager pabrik I, II, dan III

2.

dalam pengaturan faktor produksi agar bisa mencapai target produksi.


Manager pemeliharaan pabrik I, II, III
Bertanggung jawab kepada kepala general manager pemeliharaan dalam
memelihara peralatan pabrik untuk mendukung kegiatan produksi.
b. General manager teknologi
Bertanggung jawab pada direktur produksi dalam pengendalian prosese dan
pengelolaan lingkungan serta mempersiapkan suku cadang yang diperlukan.

1.

General manager ini membawahi 3 manager, yakni :


Manager Inspeksi Teknik
Bertanggung jawab kepada Kepala General Manager Teknologi dan
Permesinan dalam mempersiapkan suku cadang yang akan dipergunakan

2.

dalam pemeliharaan peralatan pabrik.


Manager Proses dan Laboratorium
Bertanggung jawab kepada Kepala General Manager Teknologi dan
Permesinan dalam pengendalian proses dan melakukan analisa produksi,
bahan baku, dan parameter operasi untuk mendukung pencapaian target

3.

produksi.
Manager Lingkungan dan K3
Bertanggung jawab kepada General Manager Teknologi dalam hal
pengelolaan lingkungan di seluruh unit PT Petrokimia Gresik.
Jumlah tenaga kerja PT.Petrokimia Gresik per akhir Februari 2012 berjumlah
3.348 orang. Berdasarkan tingkat pendidikan :
- S-2:107 orang
- S-1:51 orang
- D.III:77 orang
- SMA:2.471 orang
- SMP:182 orang
- SD:4 orang
Berdasarkan tingkat jabatan:
- Direksi
:5orang
- General Manager & setingkat
: 28orang
- Manager Departemen & setingkat
: 64orang
- Kepala bagian & setingkat
: 213 orang
- Kepala seksi & setingkat
: 599 orang
- Kepala regu & setingkat
: 1.134 orang
- Pelaksana & setingkat
: 1.270 orang

Calon Karyawan

: 35orang

LAPORAN KERJA PRAKTEK PT. PETROKIMIA GRESIK


JURUSAN TEKNIK KIMIA FTI ITN MALANG

Page