Anda di halaman 1dari 4

KISTA DUKTUS KOLEDOKUS

I.

Definisi
Kista koledokus didefenisikan sebagai suatu dilatasi terlokalisasi atau difus dari traktus
bilier yang dapat terjadi secara kongenital maupun akuisita. Adanya dilatasi ini mengganggu
aliran empedu ekstrahepatik, aliran empedu intrahepatik, maupun keduanya yang nantinya
akan menyebabkan obstruksi saluran empedu dan bahkan duodenum. Dilatasi paling sering
terjadi pada duktus koledokus (common bile duct), tapi dilatasi saluran empedu intra hepatik
saja atau berkombinasi dengan abnormalitas saluran ekstrahepatik juga mulai banyak
ditemukan. Kista koledokus adalah penyebab paling sering ikterus obstruktif pada anak-anak,
namun dapat juga gejala awalnya muncul pada usia dewasa. Gejala klinis yang ditimbulkan
oleh kista koledokus lebih sering merupakan gejala dari komplikasi-komplikasi yang
ditimbulkannya, termasuk kolangitis, sirosis bilier, hipertensi portal, batu, dan pecahnya
kista. Kista koledokus memiliki karakteristik gejala berupa nyeri perut berulang, ikterus
episodik dan teraba massa dikuadran kanan atas abdomen.

II.

Etiologi
Etiologi Kista Duktus Koledokus belum dapat diketahui dengan pasti, mungkin banyak
faktor yang berperan. Diduga penyebab kongenital atau didapat. 2 Gejala klinis tergantung
dari usia. Pada neonatus dan bayi dijumpai ikterus sedangkan pada anak yang lebih tua
dijumpai trias klasik yaitu ikterus, sakit perut dan massa di abdomen. Kunci menegakkan
diagnosa adalah dengan ultrasonografi sedangkan pengobatan dengan melakukan eksisi
komplet dari kista.

III.

Klasifikasi Anatomis
Klasifikasi Kista Duktus koledukus yang umum dipakai adalah klasifikasi menurut
Alonzo-Todani (1977) yang didasarkan pada lokasi kista duktus billiaris:
Tipe I

: tipe ini merupakan tipe yang tersering (80-90% dari Kista Duktus
Koledokus). Tipe ini mencakup dilatasi fusiform atau sacular dari
duktuskoledokus dengan melibatkan sebagian hingga seluruh duktus.

Tipe I A

: berbentuk sacular dan melibatkan seluruh dari duktus ekstrahepatik.

Tipe I B
Tipe I C

: berbentuk sacular dan melibatkan sebagian segmen dari duktus billiaris.


: berbentuk fusiform dan melibatkan sebagian besar hinggaseluruhnya dari
duktus ekstra hepatik

Tipe II

: tampak seperti divertikulum yang menonjol pada dinding duktus koledokus,


sedangkan duktus billiaris intrahepatik dan ektrahepatik normal.

Tipe III

: dikenal sebagai choledochocele. Biasanya terdapat intraduodenal tetapi


terkadang dapat muncul pada bagian intra hepatik dari traktus biliaris.
Sebaliknya, sistem duktus normal dan duktus koledokus biasanya memasuk
choledochocele ke dalam dinding dari duodenum.

Tipe IV

: untuk tipe IVA terjadi dilatasi multipel dari duktus intra dan ekstrahepatik
sedangkan untuk tipe IV B hanya melibatkan duktus ekstrahepatik saja.

Tipe V (Caroli disease): multipel dilatasi dari duktus intrahepatik.

IV.

Pemeriksaan Radiologi
Bagaimanapun bentuk dari kelainan anatomi, pemeriksaan radiologis merupakan kunci
dalam menegakkan diagnosis. Computed tomography (CT) cholangiography, dahulu
digunakan sebagai alat penunjang dalam menegakkan diagnosis dari kista duktus koledokus,
saat ini digantikan oleh pemeriksaan yang lebih akurat. Ultrasonografi merupakan
pemeriksaan penunjang awal yang terpilih dan dapat menggambarkan ukuran, bentuk, duktus
proksimal, pembuluh darah dan bnetuk dari hepar. Komplikasi seperti kolelitiasis, hipertensi
portal dan biliary ascites dapat pula terlihat.
Percutaneus transhepatic cholangiography dan endoscopic
pancreatography (ERCP)

dapat

memberikan

gambaran

retrograde cholangio

yang

akurat

dari

sistem

pancreaticobiliary. Tetapi, pemeriksaan ini bersifat invasif dan tidak cocok untuk digunakan
berulang kali serta merupakan kontraindikasi apabila dilakukan dalam keadaan pankreatitis
akut. Pemeriksaan ini dilakukan dengan anesthesia umum.
Magnetic resonance cholangiopancreatography (MRCP) dapat dilakukan dibawah
pengaruh sedasi pada anak tanpa menggunakan bahan kontras atau tanapa radiasi. MRCP
merupakan

pemeriksaan

yang

bersifat

noninvasif

dan

dapat

digunakan

untuk

menggambarkan duktus pankreatik dan biliaris proksimal dari obstruksi. Pada anak dengan
usia dibawah 3 tahun, MRCP

mungkin tidak dapat menggambarkan sistem pankretico

biliaris dikarenakan kalibernya yang kecil

V.

Penatalaksanaan
Prinsip pengobatan kista koledokus adalah reseksi kista, memperbaiki dan menjamin

penyaliran empedu sambil memperhatikan keutuhan saluran pankreas yang mungkin juga
mengalami anomali. Untuk mencegah bahaya perubahan keganasan, reseksi total kista
koledokus dianggap tindakan terbaik. Perbaikan pengaliran empedu dengan prosedur
sistoenterotomi tidak memuaskan karena timbul kolestasis dan refluks cairan usus, yang
mengakibatkan kolangitis berulang. Perubahan keganasan sering timbul di sisa dinding kista.
Oleh karena itu, bedah penyaliran sebagai tindakan sementara dilakukan pada bayi dengan
keadaan umum terlalu lemah untuk menjalani bedah definitif berupa reseksi kista. Alternatif
lain sebagai tindakan sementara adalah pemasangan pipa empedu secara endoskopik

DAFTAR PUSTAKA
2. Everson GT, Choledochal Cyst. Dalam : OGrady JG, Lake JR, Ho:wdle PD, penyunting.
Comprehensive Clinical Hepatology. Edisi-1. London : Mosby, 2000. h. 26. 13-14