Anda di halaman 1dari 5

TUGAS BIOMEDIK DASAR

PROSES TERJADINYA PANAS DAN STERILISASI ALAT KESEHATAN

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Biomedik Dasar

1B
EGGY MAULANA PRATAMA

AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH KABUPATEN CIANJUR


BADAN LAYANAN UMUM DAERAH(BLUD)
Jl. Pasir Gede Raya No.19 Telp.(0263) 267206 Fax. 270953 Cianjur 43216
2015-2016

Proses terjadinya panas secara umum


Secara umum panas atau bisa disebut kalor merupakan energy
yang berpindah akibat perbedaan suhu. Panas bergerak dari daerah
bersuhu tinggi ke daerah bersuhu rendah.proses terjadinya panas dapat
diklasifikasikan menjadi tiga yaitu:
1. Konduksi
Konduksi

adalah

perpindahan

panas

atau

kalor

melalui

zat

penghantar tanpa disertai perpindahan bagian-bagian zat itu. Pada


umumnya perpindahan panas dengan cara konduksi terjadi pada zat
padat. Zat penghantar yang baik disebut konduktor sedangkan zat
penghantar yang buruk disebut isolator. Dalam konduksi yang
berpindah hanya energy saja. Contoh sederhananya yaitu pada saat
mengaduk teh panas dengan sendok, maka lama kelamaan tangan
akan terasa panas dari ujung sendok yang memegang sendok
tersebut.

2. Konveksi
Konveksi

adalah

perpindahan

panas

yang

disertai

dengan

perpindahan zat perantaranya. Perpindahan panas secara konveksi


terjadi melalui aliran zat. Syarat terjadinya panas secara konveksi
yaitu:
a. Ada medium/ perantara.
b. Medium/perantara ikut berpindah.
c. Perbedaan suhu/temperature..

Contoh yang sederhana dari konveksi adalah proses mencairnya es


batu yang dimasukkan ke dalam air panas. Panas pada air
berpindah bersamaan dengan mengailrnya panas ke es batu dan
panas tersebut menyebabkan es nya meleleh.
Konveksi dibedakan menjadi 2 yaitu:
a. Konveksi alamiah
Konveksi alamiah yaitu proses perpindahan panas/kalor melalui
zat yang disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut akibat
perbedaan massa jenis. Contoh konveksi alamiah adalah saat
memasak air terjadi gelembung udara hingga mendidih dan
menguap.

b. Konveksi paksa
Konveksi alamiah yaitu proses perpindahan panas/kalor melalui
zat yang disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut akibat
suatu paksaan terhadap parikel-partikel bersuhu tinggi tersebut.
Contoh konveksi paksa yaitu pada saat pemakaian hair dryer
(pengering rambut)

yang memaksa udara panas keluar yang

diproses melalui alat tersebut.

3. Radiasi
Radiasi adalah perpindahan panas tanpa perantara. Radiasi ini
biasanya dalam bentuk Gelombang Elektromagnetik yang berasal

dari matahari. Namun radiasi dapat ditemukan dalam kehidupan


sehari-hari misalnya pada saat menyalakan api unggun, panas dari
api unggun tersebut akan berpindah melalui udara.
Sterilisasi alat kesehatan

Sterilisasi, merupakan upaya pembunuhan atau pengahncuran


semua bentuk kehidupan mikroba yang dilakukan di rumah sakit melalui
proses fisik maupun kimiawi. Hal- hal yang perlu diperhatikan pada
sterilisasi diantaranya:
a. Sterilisator (alat untuk mensteril) harus siap pakai, bersih dan
masih berfungsi.
b. Peralatan yang akan dissterilisasi harus dibungkus dan diberi
label yang jelas dengan menyebutkan jenis peralatan, jumlah,
tanggal pelaksanaan steril.
c. Tidak boleh menambah peralatan dalam sterilisator sebelum
waktu mensteril selesai.
d. Memindahkan alat steril

ke

korentang kecil.
e. Saat mendinginkan

steril

pembungkusnya, bila

alat

terbuka

dalam

tempatnya

tidak

harus

boleh

dengan

membuka

dilakukan sterilisasi

ulang.
Cara sterilisasi
Beberapa alat yang perlu disterilisasi:
1) Peralatan logam(pinset, gunting, spekulum dan lain-lain).
2) Peralatan kaca(semprit, tabung kimia, dan lain-lain).
3) Peralatan karet(kateter, sarung tangan, pipa lambung, drain
4)
5)
6)
7)
8)

dan ain-lain).
Peralatan ebonit(kanule rectum, kanule trakea, dan lain-lain).
Peralatan email(bengkok, baskom, dan lain-lain).
Peralatan porselin(mangkok, cangkir, piring, dan lain-lain).
Peralatan plastik(selang infus dan lain-lain)
Peralatan tenunan(kain kasa, tampon, doek baju, sprei, dan
lain-lain).

Prosedur kerja:
1) Membersihkan peralatan yang akan disterilisasi.
2) Memberikan label pada peralatan yang dibungkus( nama,
jenis obat, tanggal jam sterilisasi)
3) Memasukkan ke dalam sterilisator

dan

menghidupkan

sterilisator sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.


Cara sterilisasi:
a) Sterilisasi dengan merebus dalam air mendidih sampai 100 C
0

(15-20 menit) untuk logam, kaca, dan karet.


b) Sterilisasi dengan stoom, menggunakan uap panas ke dalam
autoclave dengan waktu, suhu, tekanan tertentu untuk alat
tenun.
c) Sterilisasi dengan panas kering menggunakan oven panas
tinggi(logam yang tajam dan lain-lain).
d) Sterilisasi dengan bahan kimia menggunakan bahan kimia
seperti alcohol, sublimat, uap formalin untuk sarung tangan,
kateter dan lain-lain.