Anda di halaman 1dari 19

Tata Letak Fasilitas

Disusun oleh :
Jessica Tanuwijaya

130403099

DEPARTEMEN TEKNIK IND USTRI


F A K U L T A S

T E K N I K

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA


M E D A N
2015
Teknik-teknik Konvenional untuk Menganalisis Aliran Bahan

Pendahuluan1

1.

Teknik konvensional yang berguna dalam menganalisis dan merancang


pola aliran barang terbagi alam dua kategori :
1. Konvensional -

bertitik berat pada cara grafis, dan secara keseluruhan

merupakan alat terbaik untuk tujuan-tujuan yang diinginkan.


2. Kuantitatif - menggunakan metode-metode statistik dan matematika yang
lebih canggih, dan umumnya diklasifikasikan ebagai penelitian operasional
dan

seringkali

harus

menggunakan

komputer

dalam

melaksanakan

perhitungan yang rumit.


Teknik konvensional seringkali membutuhkan rincian pekerjaan yang
banyak untuk membuat catatan perpindahan pada seluruh proses dengan teliti.
Teknik ini juga membutuhkan berbagai data dari berbagai segi dari setiap
perpindahan seperti: jalur yang dilalui bahan yang berpindah, volume yang
dipindahkan,

jarak

yang

ditempuh,

kekerapan

perpindahan,

kecepatan

perpindahan bahan, dan biaya pemindahan.


2.

Sumber Data yang Dibutuhkan


Data yang sesuai pada tiap perpindahan dalam seluruh daur aliran,dan

pada setiap aspek perpindahan harus diperoleh dan diperiksa ketepatannya.


Dengan data seperti itu kebanyakan teknik analitis dapat dipergunakan, ditunjang
dengan pengamatan langsung terhadap daur aliran, atau sintetis dari aliran yang
diusulkan.

1 James Apple, Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, (Bandung: ITB
Bandung, 1977), hlm. 134-168

Tabel 1. Sumber Data untuk Aliran Bahan


Sifat Perpindahan
(gerakan)

Jadwal

Bahan

Jangkauan
Sumber/ tujuan
Kekerapan
Kecepatan/ laju
Jumlah perpindahan
Daerah/ bidang lingkupan
Alur
Lokasi
Pengerjaan dalam

Lintasa
n

Sumber Data Dasar


Urutan pekerjaan
Tata Letak
atau perpindahan

Rencana

Penjua

Pelangga

Gambar

pengangkutan

Pembatas fisik
Sumber data tambahan adalah: matra, pengangkut, peta, gambar/denah bangunan dan prosedur pengendalian/pengawasan
Sumber: James Apple, Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, hlm. 135

3.

Perencanaan Aliran dan Teknik-teknik Analitis


Ada beberapa teknik yang umum digunakan dalam merencakan aliran.

Beberapa di antaranya khusus digunakan dalam tata letak pabrik, beberapa lagi
digunakan dalam tahap pemindahan bahan, dan beberapa dipinjam dari bidang
ekonomi gerakan dan penyederhanaan kerja (teknik tatacara kerja). Meskipun
kebanyakan teknik semula ditunjukkan untuk tujuan analitis,teknik-teknik tersebut
juga berguna untuk perencanaan. Yang paling umum digunakan adalah :
1. Peta (bagan) rakitan
2. Peta proses operasi
3. Peta proses produk-darab
4. Diagram (bagan) tali
5. Peta proses
6. Bagan (diagram) aliran
7. Peta proes aliran
8. Peta dari ke
9. Peta prosedur
10. Jaringan lintasan kritis

Tabel 2. Perbandingan Teknik-teknik Perancangan dan Analisis yang Berguna dalam Tataletak Fasilitas

PerenTeknik

canaan

Peta rakitan
Peta Proses
Operasi
Peta proses
produksi-

darab
Diagram
kawat/tali
Peta Proses
Diagram Alir

Terutama Berguna dalam Penerapan Utama dalam Bidang Tataletak Pemindahan Bahan
PenganPembanKeter- Alir- Penil- Pencaalisisan PerenAnadingan
kaitan
an
aian
tatan
Koor- Peren- Anaaliran
canaan
lisis
atau
kegia- BahPola
Aliran dinasi canaan lisi
inforawal
Penilaian
tan
an
Aliran Bahan
masi

kaitan
antar
daerah
kerja

Keter-

Tabel 2. Perbandingan Teknik-teknik Perancangan dan Analisis yang Berguna dalam Tataletak Fasilitas (Lanjutan)
Teknik
Peren-

Ana-

Terutama Berguna dalam Penerapan Utama dalam Bidang Tataletak Pemindahan Bahan
Pemban- Pengan- Peren- Keter- Alir- Penil- Penca- Koor- Peren- Ana-

Keter-

canaan
Peta Proses
Aliran
Peta dari-ke
Peta
Prosedur
Jaringan
jalur kritis

dingan
lisis

atau
Penilaian

alisisan
aliran

canaan

infor-

awal

masi

kaitan

an

aian

tatan

kegia-

Bah-

Pola

Aliran

tan

an

Aliran

Bahan

kaitan
dinasi

canaan

lisi

antar
daerah
kerja

Sumber: James Apple, Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, hlm. 136-137

4.

Peta Rakitan
Peta rakitan adalah gambaran grafis dari uruturutan aliran komponen

dan rakitanbagian ke dalam rakitan suatu produk. Peta rakitan menunjukkan cara
yang mudah dipahami tentang :
1. Komponen-komponen yang membentuk produk.
2. Bagaimana komponenkomponen ini bergabung bersama.
3. Komponen yang menjadi bagian suatu rakitan-bagian.
4. Aliran komponen ke dalam sebuah rakitan.
5. Keterkaitan antara komponen dengan rakitan-bagian.
6. Gambaran menyeluruh dari proses perakitan.
7. Urutan waktu komponen bergabung bersama.
8. Suatu gambaran awal dari pola aliran bahan.
Tujuan dari peta rakitan terutama untuk menunjukkan keterkaitan antara
komponen, yang dapat juga digambarkan oleh sebuah gambar-terurai. Teknikteknik ini dapat juga digunakan untuk mengajar pekerjaan yang tidak ahli untuk
mengetahui urutan suatu rakitan yang rumit.

Sumber: James Apple, Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, hlm. 138

Gambar 1. Diagram Perakitan untuk Powrarm

5.

Peta Proses Operasi


Teknik ini terutama untuk melihat operasi mandiri dari tiap komponen

atau rakitan. Peta ini akan memberikan gambaran yang lebih cermat tentang pola
aliran produksi dibanding dengan peta rakitan karena peta ini menambahkan data
kuantitatif pertama pada usulan perencanaan aliran. Peta proses operasi
memperluas peta rakitan dengan menambahkan setiap operasi ke dalam gambaran
grafis dari pola aliran pertama yang telah dikembangkan.
Peta proses operasi adalah salah satu teknik yang paling berguna dalam
perencanaan produksi. Kenyataannya, peta ini adalah diagram tentang proses, dan
telah digunakan dalam berbagai cara sebagai alat perencanaan dan pengendalian.
Dengan tambahan data lain, peta ini dapat digunakan sebagai alat manajemen.
Beberapa keuntungan dan kegunaan dari peta proses operasi, yaitu:
1. Mengkombinasikan lintasan produksi dan peta rakitan sehingga memberikan
informasi yang lebih lengkap
2. Menunjukkan operasi yang harus dilakukan untuk tiap komponen.
3. Menunjukkan urutan operasi pada tiap komponen .
4. Menunjukkan urutan fabrikasi dan rakitan pada tiap komponen.
5. Menunjukkan kerumitan nisbi dari fabrikasi tiap komponen
6. Menunjukkan hubungan antar komponen.
7. Menunjukkan panjang nisbi dari lintas fabrikasi dan ruang yang
dibutuhkannya.
8. Menunjukkan titik tempat komponen memasuki proses
9. Menunjukkan tingkat kebutuhan sebuah rakitan-bagian
10. Membedakan antara komponen yang dibuat dan dibeli.
11. Membantu perencanaan tempat kerja mandiri
12. Menunjukkan jumlah pekerja yang dibutuhkan
13. Menunjukkan secara nisbi konsentrasi mesin, peralatan dan pekerja
14. Menunjukkan sifat pola aliran bahan
15. Menunjukkan sifat masalah penanganan bahan
16. Menunjukkan kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul dalam aliran produksi
17. Mencatat prose pembuatan untuk diperlihatkan pada yang lain

Gambar 2. Peta Proses Operasi

6.

Peta Proses Produk-darab


Erat kaitannya dengan peta proses operasi adalah peta proses produk-

darab. Peta ini terutama berguna untuk menunjukkan keterkaitan produksi antara
komponen produk-produk atau antar produk mandiri, bahan, bagian, pekerjaan,
atau kegiatan. Peta ini terutama berguna untuk membantu operasi job-shop.

Gambar 3. Peta Proses Produk-darab


7.

Bagan Tali
Bagan tali adalah alat untuk menggambarkan aliran unsur pada tata letak

daerah tertentu,

dengan menggunakan tali,

benang,

atau

kain, untuk

menunjukkkan lintasan perpindahan (gerakan) atau perjalanan elemen pada suatu


daerah.

Sumber: James Apple, Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, hlm. 147

Gambar 4. Bagan Tali


8.

Peta Proses
Peta proses adalah catatan tentang langkah-langkah proses dalam bebtuk

tabel. Peta ini merupakan salah satu teknik yang paling umum dan paling tua
dalam perencanaan atau penganalisisan aliran barang. Untuk perencanaan,
diperlukan pengetahuaan lebih banyak tentang kegiatan yang akan dilaksanakan
dibandingkan peta rakitan atau peta proses operasi karena peta ini memberi ciri
tentang langkah-langkah perpindahan barang. Dan karena gerakan atau
perpindahan dapat dianggap harus dibuatharus dibuat antara dua operasi,
pemasukannya pada peta proses akan menjamin bahwa langkah pemindahan
bahan tidak akan terlupakan pada perencanaan selanjutnya. Beberapa kegunaan
peta proses adalah sebagai berikut:
1. Memberi sebuah metode pencatatan seluruh langkah dalam sebuah proses.
2. Memakasa pengujian yang rinci tentang proses.
3. Menjadi dasar bagi penanalisisan proses, seperti dalam (a) melihat seluruh
perpindahan, pemindahan; (b) menunjukkkan kesempatan perbaikan; (c)
menunjukkan jarak, peralatan, tenga kerja, memunculkan pertanyaan tentang
proses.

4. Membuat analisis lebih mengenal proses dengan dekat


5. Membentuk suatu dasar pembentukkan biaya
6. Membentuk suatu dasar bagi pemandingan metode pengganti
Dasar bagi peta ini adalah Lambang proses, yanng dikembangkan oleh
F.Bgillbreth pada tahun 1920.

Sumber: James Apple, Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, hlm. 149

Gambar 5. Peta Proses

Sumber: James Apple, Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, hlm. 150

Gambar 6. Lambang-lambang yang Digunakan Dalam Peta Proses


9.

Diagram (bagan) Aliran


Diagram aliran adalah catatan grafis dari langkah-langkah proses,yang

dibuat di atas tataletak suatu tempat yang sedang dikaji. Diagram ini sering
digunakan sebagai pendukung peta proses.

Sumber: James Apple, Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, hlm. 151

Gambar 7. Contoh Bagian Aliran

10.

Peta Proses Aliran


Peta aliran proses adalah kombinasi antara peta proses opersasi dengan

Peta proses untuk tiap komponen produk atau rakitan. Peta ini menggambarkan
gambaran grafis paling lengkap dari suatu proses
11.

Peta dari-ke
Peta dari-ke adalah salah satu teknik yang paling baru yang dipergunakan

dalam pekerjaan tataletak dan pemindahan bahan. Biasanya sangat berguna jika
barang yang mengalir pada suatu wilayah berjumlah banyak, seperti misalnya di
bengkel, bengkel mesin umum, kantor atau fasilitas lainnya. Juga berguna jika
keterkaitan terjadi antara beberapa kegiatan dan jika diinginkan adanya
penyusunan kegiatan optimum. Beberapa kegunaan dan keuntungan adalah
dalam ;
1. Menganalisis perpindahan bahan
2. Perencanaan pola aliran
3. Penentuan lokasi kegiatan
4. Pembandingan pola aliran atau tataletak pengganti.
5. Pengukuran efisien pola aliran
6. Perinupaan perpindahan bahan
7. Menunjukkan ketergantungan satu kegiatan dengan kegiatan lainnya.
8. Menunjukkan volume perpindahan antar kegiatan
9. Menunjukkan keterkaitan lintas produksi.
10. Menunjukkan masalah kemungkinan pengendalian produksi.
11. Perencanaan

keterkaitan

antara

beberapa

produk,komponen,barang,bahan,dsb.
12. Menunjukkan hubungan kuantiatif antara kegiatan dan perpindahannya.
13. Pemendekan jarak perjalanan selama proses
Peta dari-ke juga sering diaju sebagai peta kekerapan perjalanan, peta
perjalanan atau peta silang meski pun kadang-kadang yang dua terakhir dibentuk
dan digunakan dengan cara yang agak berbeda. Peta dari-ke sebenarnya

merupakan peta jarak antar dua kota yang umum dijumpai pada peta jalan,yang
telah mengalami penyesuaian. Dalam peta dari-ke angka biasanya menunjukkan
ukuran aliran bahan antara lokasi yang terlibat,misalnya jumlah satuan beban,
jarak, berat, volume, atau faktor lain-atau kombinasi dari beberapa faktor.
Peta dari-ke memiliki poteni besar sebagai alat analitis,tetapi masih harus
dikembangkan. Pemakaian yang paling banyak sekarang ini nisbi tidak terlalu
canggih yaitu merupakan tabulasi beberapa gerakan, seringkali yang terlibat
hanya jarak atau volume. Dasar peta ini diurakan di bawah ini, diikuti dengan
pembicaraan untuk kemungkinan berbagai perubahan.
12.

Peta Prosedur
Salah satu segi yang penting dalam merancang fasilitas adalah

mengkomunikasikan informasi,karena kekerapan informasi atau kekurangan


informasilah yang menentukan efisiensi kegiatan. Peta prosedur adalah teknik
yang terutama digunakan untuk menunjukkan perpindahan atau aliran komunikasi
lisan atau komunikasi tertulis antara kegiatan, departemen-departemen dan
manusia-manusia, dan untuk menunjukkan aliran barang yang diikat oleh
komunikasi tersebut. Peta prosedur menggunakan konvensi-konvensi dan
lambang-lambang untuk mencatat aliran.
Saran-saran untuk memeriksa kelengkapan dan ketepatan peta adalah
sebagai berikut :
1. Setiap dokumen harus mempunyai awal
2. Tempat-tempat pelaksanaan tidak perlu diulang.
3. Setiap salinan suatu dokumen harus jelas-jelas diarsipkan atau dibuang
(dimusnahkan)
4. Harus ada satu garis untuk setiap salinan atau dokumen.
5. Jumlah garis yang memasuki tempat kegiatan atau arsip sementara harus
sama dengan yang meninggalkannya.
6. Tidak boleh ada dua lambang pengambilan tindakan utama yang terjadi pada
satu langkah yang sama kecuali jika lambang tersebut dengan sendirinya
menunjukkan maknanya.

7. Peta harus dibaca dari atas ke bawah. Tidak ada aliran ke atas,dan umumnya
dari kiri atas ke kanan bawah.
8. Jumlah arsip tetap dan arsip yang dibuang harus sama dengan jumlah asal
(awal).

Sumber: James Apple, Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, hlm. 161

Gambar 8. Peta Produksi


13.

Metode Jalur Kritis (MJK)


Salah satu teknik analitis terbaru yang didasarkan atas suatu alat grafis

adalah Metode Jalur Kritis. Meski pun jarang digunakan dalam masalah
penganalisisan aliran barang atau pemindahan barang, peta ini sangat berguna
dalam perencanaan suatu sistem yang rumit. MJK adalah alat manajemen proyek
yang merupakan pengembangan dari peta ganti.
MJK menggunakan bagan jaringan untuk memberi gambaran grafis
tenteang hubungan antara tahap-tahap atau unsur-unsur atau suatu proyek.
Perkiraan waktu penyelesaian setiap kegiatan dalam proyek digunakan untuk
menentukan jalur kritis yaitu urutan tertentu dari kejadian yang menggambar
waktu total minimum yang dibutuhkan proyek.
Suatu teknik yang didasarkan atas konsep MJK adalah TPPP (Teknik
Peninjauan dan Penilaian Program atau PERT). Jika MJK dibuat berdasarkan
perkiraan tunggal tentang fasilitas, modal atau investasi, maka TPPP
memperkirakannya pada suatu rentang aras, sehingga mengahasilkan suatu
rentang waktu proyek dan suatu rentang biaya proyek tertentu. Peluang dari
berbagai perkiraan ini, dan berbagai ketidakpastian yang terlibat haru dimasukkan
ke dalam perhitungan. Untuk mengembangkan kombinasi oktimum digunakan
metode statistik dengan perhitungan yang kerap kali menggunakan bantuan
komputer