Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.

PENGERTIAN ULUMUL QURAAN

Yang dimaksud dengan Ulumul Quran adalah ilmu ilmu yang membahas
segala sesuatu tentang alquran,mulai dari pengertian al Quran,pengertian
wahyu , sejarah turunya al Quran,sejarah pengumpulan al Quran, Makkiyah dan
Madaniyyah, latar belakang turunya ayat atau kelompok ayat tertentu kisah
kisah dalam Al Quran dan lain sebagainya.
Pengertian Ulumul Quran dari beberapa definisi yaitu :
1

Manna Al Qaththan
Ilmu yang meliputi bebrapa pembahasan yang berkaitan dengan Al
Quran baik dari segi pengetahuan tentang sebab sebab turun ayat,
pengumpulan Al Quran dan penyusunnya, pengetahuan tentang makki
dan madani, nasikh dan mansukh,muhkam dan mutasyabih dan lain
sebagainya yang berkaitan dengan Al Quran.

Muhammad Abd al Azhim az Zarqani

Beberapa pembahasan yang berkaitan dengan Al Quran al karim,


baik dari segi turunya, susunanya, pengumpulanya, penulisanya,
qiraahnya, tafsiranya, kemukjizatanya, Nasikh dan mansukhnya, dan
menolak tuduhan tuduhan terhadapnya dan lain lain.

2.

RUANG LINGKUP ULUMUL QURAN

Ruang lingkup Ulumul Quran adalah segala pembahasan mengenai Al Quran


baik segala langsung maupun tidak langsung. Bahasan pertama tentang
bagaimana cara Al Quran turun dari Allah SWT ke lauh mahfudz, dari lauh
mahfudz ke baitul Izzah di langit dunia, dan dari Baitul Izzah ke Nabi Muhammad
SAW.
Pembahasan selanjutnya tentang sejarah pengumpulan Quran, baik dari sisi
hafalan dan penulisanya, mulai zaman Rasulullah sampai zaman
Khulafaurrasyidin Utsman bin Affan. Seterusnya dibahas tentang ayat dan surat.

Selanjutnya dibahas tentang asbab an-nuzul yaitu peristiwa yang terjadi atau
pertanyaan yang diajukan kepada Nabi Muhammad kemudian turun Al Quran
meresponya.

Selanjutnya dibahas tentang nasikh mansukh, apakah terdapat nasikh


mansukh dalam Al Quran. Kemudian dibahas juga tentang muhkan dan
mutasyabih. Apa yang dimaksud dengan muhkan dan Mutasyabih, apa saja
aspek aspek tasyabuh,bagaimana sikap para ulama tentang ayat ayat
mutasyabihat.
3.

PEMBUKUAN DAN PEMBAKUAN ULUMUL QURAN


Rasulullah Saw dan para sahabat tentu lebih tau tentang Al Quran dan
Ulumul Quran dibandingkan ulama ulama lain. Aktifitas demikianlah semenjak
zaman Rasulullah dalam meghafal,menulis dan menafsirkan Al Quran sudah
merupakan cikal bakal lahirnya Ulumul Quran. Para penulis wahyu yang masyur
antara lain Abu Bakar ash Shidiq, Umar Bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin
Abi Thalib, Muawwiyah bin Abi Sufyan, Zaid bin Tsabit, Khalid bin Walid dam
Tsabit bin Qais.
Kemudian Al Quran dikumpulkan dalam satu mushaf pada zaman Abu Bakar
Ash Shidiq, dan disempurnakan dalam satu mushaf zaman Utsman Bin Affan
dengan system penulisan ar-rasm al utsmani. Ubay bin Kaab adalah salah satu
diantara para sahabat yang terkenal banyak menafsirkan ayat ayat Al Quran
dibandingkan dengan sahabat sahabat lain.
Tafsir pada masa sahabat ini belum merupakan ilmu sendiri, masih
merupakan bagian dari riwayat riwayat hadist yang berserakan. Apa itu at tafsir
bi al matsur?. Adalah riwayat riwayat yabng berisi tafsir nabi, sahabat, dan
tabiin kemudian dikumpulkan yang mencakup keseluruhan ayat ayat Al Quran
dan disusun sesuai dengan sistemastika mushaf.

BAB II
Al Quran dan Wahyu

PENGERTIAN AL QURAN
Secara etimologi Al Quran adalah mashdar dari qaraa yaqrau qira-atan yang
berarti bacaan.

(18)( 17)
Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkanya (di
dadamu) dan ( membuat pandai) membacanya. Apabila telah selesai
membacakanya,maka ikutilah bacaan itu. (Q.S Al Qiyamah 17-18)

Menurut imam Syafi I , sebagaimana dikutip as-suyuthi, alquran adalah ism


alam gahiru musytaq (sesuatu yang tidak ada asal katanya ). Merupakan nama
khusus firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad.
Secara tertiminologis, Al Quran adalah firman Allah yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad SAW yang dibaca dengan dan beribadah membacanya.
Al Quran adalah firman Allah yang bersifat mukjizat, diturunkan kepada
penutup para nabi dan rasul, dengan perantaraan al Amin jibril As, ditulis di
mushaf mushaf, diriwayatkan kepada kita dengan mutawwatir, bernilai ibadah
membacanya, dimulai dengan surat Al fatihah dan ditutup dengan An Nas







Dan apabila dibacakan Al Quran, makaa dengarkanlah baik
baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.
(Q.S Al Araf:204)
Perbedaan Al Quran dan Hadist adalah perbedaanya pada teks (redaksi). Al
Quran adalah firman Allah yang teks dan maknanya dari Allah. Nabi Muhammad
hanya sebagai peran menerimanya dan menyampaikan apa adanya. Sedangkan
Hadist Qudsi adlaah firman Allah yang maknanya datang dari Allah tetapi teks
nya dari Rasulullah SAW. Sedangkan Hadist Nabawi adalah isi dan redaksi dari
Nabi Muhammad Saw tetapi bersumber dari wahyu langsung atau tidak
langsung.
Al Quran diriwatkan dengan mutawwatir, sehingga bersifat qath iyy atstsubut. Sedangkan Hadist Qudsi sebagain besar riwayatnya ahad, sehingga
besrsifat zhanniy ats tsubut.
2

NAMA NAMA, SIFAT DAN FUNGSI AL QURAN.


Al Quran mempunyai beberapa nama yang paling popular yaitu Al Quran
dan Kitab dan juga AL Quran punya nama lain diantara nya adalah Al furqan,
Adz-Dzikr, dan At-Tanzil.

Al-Quran



Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada
(jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang
orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada
pahala yang besar. (QS. Al Isra : 9)

Berfungsi sebagai bacaan sesuai dengan arti kata Quran

Al Kitab


Kitab ( Al Quran ) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk
bagi mereka yang bertaqwa. ( QS. Al Baqarah: 2)
Al kitab secara Bahasa berarti al jamu ( mengumpulkan). Menurut as
suyuthi, dinamai al quran karena mengumpulkan berbagai macam ilmu, kisah
dan berita. Menurut Muhammad Abdullah Draz, Al Quran disamping
dipelihara melalui lisan, juga dipelihara dengan tulisan.
Kitab suci Al Quran haruslah dipelihara melalui dua cara secara
bersama, tidak dengan salah satu saja yaitu dengan melalui hafalan
( hifzhuhu fi as-suthur) dan melalui tulisan ( hifzhuhu fi as-shudur)
3

Al Furqan


Maha suci Allah yang telah menurunkan AL Furqan kepada
hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam
. ( QS. Al Furqan : 1)
Al Furqan, mashdar daru kata faraqa yang mempunyai arti sangat
memisahkan. Memisahkan dengan tegas Antara haq dan batil Antara yang
benar dan salah.
4

Adz-Dizkr


Sesungguhnya kami lah yang menurunkan Adz Dikr ( Al
Quran ) dan sesungguhnya kami benar benar memeliharanya. ( QS. Al
Hijr :9)
Adz Dizkr artinya Ingat, mengingatkanya. Karena di dalam kitab suci
terdapat pelajaran dan nasehat dan kisah umat masa yang lalu. Adz Dizkr
juga berarti asy-syaraf ( kemulian ). Dalam kitab Al Quran, berfirman:


Dan sesungguhnya AL Quran itu benar benar adakah suatu
kemulian besar bagimu dan bagi kaumu dan kelak kamu akan dimintai
pertanggung jawaban. (QS. Az-Zukhruf: 44)

At- Tanzil

(193) ( 192)
Dan sesungguhnya AL Quran ini benar benar diturunkan oleh
tuhan semesta alam. Dia turun Ar-ruh Al-amin ( Jibril ). (QS. AsySyuara: 192-193)
At Tanzil artinya yang benar benar diturunkan. Dinamai tersebut
karaena kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW
melalui Malaikat Jibril.
Adapun nama nama lain selain diatas. Diantaranya adalah An-nur,
Syifa, Hudan, Rahmah, dan lain lain.
Diantara sifat sifat Al Quran Antara lain sebagai berikut:
1

Nur


Hai manusia, sesungguhnya telah dating kepadamu bukti
kebenaran dari tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah
kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang ( Al Quran ).
(QS. An nisa:174)

Mauizhah, Syifa, Hudan, dan Rahmah



Hai manusia, sesungguhnya telah dating kepadamu pelajaran
dari tuhanmu dan pemyembuh bagi penyakit penyakit dalam dada dan
petunjuk serta rahmat bagi orang orrang yang beriman. (QS. Yunus:57)
3

Mubin


Sesungguhnya telah dating kepadamu cahaya dari Allah
dan kitab yang menerangkan. (QS. Al Maidah: 15)

Mubarak
Dan ini ( Al Quran) adalah kitab yang telah kami
turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab kitab yang
diturunkan seblumnya. (QS. Al Anam:92)

Basyir dan Nadzir


Kitab yang dijelaskan ayat ayatnya, yakni bacaan dalam
Bahasa arab, untuk kaum yang mengetahui. Yag membawa
berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi
kebanykan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan. (QS.
Fusshilat:3-4)

Majid
Bahkan yang didustakan mereka itu ialah AL Quran yang
mulia. (QS. Al Buruj: 21)

PENGERTIAN WAHYU

Kata wahyu bentuk mashdar dari auha-yuhi-wahyan dengan dua pengertian


pokok yaitu al-khafa ( tersembunyi ) dan as-surah (cepat). Secara etimologis
wahyu adalah pemberitahuan secara tersembunyi dan cepat yang khususnya
ditujukan kepada orang yang diberitahu tanpadiketahui oleh yang lainya.
Secara terminologis wahyu adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabinabi Nya.
4

PENGGUNAAN ISTILAH WAHYU DALAM AL-QURAN

Berikut ini beberapa ayat Al Quran yang menggunakan istilah wahyu dalam
pengertian lain :
1

Al-ilham al-fithrili al-insan


Al Quran surat Al Qashash ayat 7 menjelaskan berarti ilham yang
diberikan Allah kepada ibu Musa untuk menyusukan bayinya yang
dihanyutkan ke sungai nil dalam rangka menyelematkan daaari
pembunuhan semua bayi laki laki bani israil sebagaimana yang
diperintahkan firaun

Al-ilham al-gharizi li al-hayawan

Dalam surat An Nahl ayat 68 berati instink yang diberikan oleh Allah
kepada lebah untuk membuat sarang di bukit, pohon pohon dan
tempat tempat yang dibikinin manusia.
3

Al-isyarah as-sariah
Dalam surat Maryam ayat 11 berati isyarat fisik yang diberikan oleh
Allah kepada umatnya untuk bertasbih di waktu pagi dan petang. Ayat
ini bercerita tentang nabi Zakariya yang berpuasa bicara 3 hari tiga
malaam sebagai tanda istrinya akan Hamill dan kemudian
melahirkanya Yahya.

Waswasatu asy-syaithan
Dalam surat Al-Anam ayat 11 beratai bisikan sesame syaithan untuk
membantah orang orang yang beriman.

CARA TURUNYA WAHYU KEPADA PARA NABI

Dalam surat Asy Syura ayat 51 dijelaskan bahwa ada 3 cara turunya wahyu
kepada para nabi:
1

Melalui mimpi yang benar


Wahyu dengan cara ini disampaikan langsung kepada nabi tanpa
perantara malaikat. Contohnya adalah mimpi Nabi Ibrahim as agar
menyembelih putranya ismail.

Dari Balik Tabir


Wahyu ini dengan cara sama disampaikan langsung kepada Nabi
tanpa perantara Malaikat. Nabi menerima wahyu dapat mendengar
kalam ilahi akan tetapi dia tidak dapat melihatnya. Seperti terjadi
pada nabi Musa as

Melalui Perantara Malaikat


Diturunkan kepada nabi melalui perantara Malaikat yaitu Malaikat
Jibril As. Keseluruhan ayata kitab suci Al Quran diturunkan dengan
cara ini. Ada 2 cara Malaikat Jibril dating menyampaikan
wahyunya :
1

Dating kepada nabi Muhammad dengan dencingan lonceng dan suara


amat kuat yang mempengaruhi factor factor kesadaran, sehingga Nabi
dengan segala kekuatanya siap menerima pengaruh itu.

Malaikat menjelma menjadi seorang laki laki lalu dating


menyampaikan wahyu kepada nabi.

BAB III
NUZUL AL QURAN
1

PENGERTIAN NUZUL AL QURAN


Secara etimologis, ( turun) berarti menempati suatu tempat. Dalam arti
lain adalah meluncurnya sesuatu dari atas ke bawah.
Pengertian etimologis diatas bersifat tempat (makaniyah) dan fisik (jismiyah).
Sehingga tidak tepat digunakan untuk turunya Al Quran, karena Al Quran yang
diturunkan bukanlah yang bersifat jismiyah. Jadi Al Quran haruslah difahami
dengan majasi (metaforis), bukan hakiki yaitu idhar (menampakan) atau al-Ilam
(memberitahukan) atau al-ifham (memahamkan). Dengan cara pemahaman
secaara metaforis nuzul Al Quran berarti penampakan,pemberitahuan dan
pemahaman AL Quran kepada nabi Muhammad SAW.

CARA DAN FASE NUZUL Al QURAN

Nuzul Al Quran ke Lauh Mahfuzh


Menurut ibn Katsir, Al Quran yang Mulia berada di lauh mahfuzh artinya di
suatu tempat yang tinggi, yang terpelihara dari segala bentuk penambahan,
pengurangan, pemalsuan dan perubahan.

Nuzul Al Quran ke Bait Al Izzah fi as-Sama ad Dunya.


Sesungguhnya kami menurunkanya pada suatu malam
yang diberkahi dan sesungguhnya kami lah yang memberi
peringatan.
(QS. Ad-Dukhan: 3)

Ayat diatas menjelaskan bahwa Al Quran diturunkan pada satu malam


yang diberkahi yaitu malam kemulian dan malam itu adalah salah satu
dari malam malam ramadhan.

Nuzul Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW


Dari Bait al Izzah di langit dunia, kemudian Al Quran diturunkan kepada
nabi Muhammad pertama kali pada malam Qadar, malam yang diberkati
yaitu pada salah satumalam bulan ramadhan. Setelah itu Al Quran diturunkan
secara angsung berangsur selama lebih kurang 23 tahun

ARGUMEN DAN HIKMAH NUZUL AL QURAN SECARA BERTAHAP


Turunya Al Quran secara berangsung angsur juga memudahkan nabi untuk
membacakanya kepada umat, menjelaskan dan memberi contoh contoh
pelaksanaanya. Bayangkan jika Al Quran diturunkan sekaligus tentu akan
memberatkan nabi jika harus membacakan dan menjelaskan sekaligus.
Ringkasan hikmah diturunkanya Al Quran secara berangsur angsur:

Untuk menguatkan hati Nabi Muhammad SAW dalam menerima dan


menyampaikan kalam Allah kepada manusia. Dan juga seiringnya Nabi
menerima wahyu.

Merupakan mukjizat bagi nabi untuk menjawab mematahkan tantangan


orang orang kafir

Memudahkan Nabi untuk membacakanya kepada umat, mejelaskan dan


memberikan contoh contoh pelaksanaanya.

Memudahkan umat pada masa itu untuk menghafal, mencatat dan


memahami AL Quran

Memberikan pengaruhnya yang besar dalam proses dakwah islam dan


pembetukan umat

Merupakan bukti yang pasti bahwa Al Quran Al karim diturunkan dari sisi
yang maha bijaksana dan maha terpuji.

BAB IV
MAKKIYAH DAN MAADANIYAH
1

PENEGERTIAN MAKKIYAH DAN MADANIYAH


Surat surat dan ayat ayat Al Quran dapat dikelompokan menjadi Makkiyah
dan Madaniyah. Para ulama mendasarkan pembagian tersebut kepada salah
satu dari tiga aspek berikut ini:

Berdasarkan masa turunyaa (itibar zaman an-nuzul). Yang diturunkan


sebelum hijrah dari mekkah ke Madinah disebut Makkiyah walaupun turunya
bukan di Makkah dan sekitarnya; dan yang diturunkan setelah hijrah dinamai
Madaniyah walaupun turunya bukan di Madinah dan sekitarnya. Contohnya
surat An-nisa ayat 58 tetap masuk kategori Madaniyah, sekalipun ayat itu
turun di Makkah, persisnya dalan kabah waktu fathu Makkah

Berdasarkan tempat turunya (itibar makan an-nuzul). Yang diturunkan di


Makkah dan sekitarnya (seperti Mina, Arafah, Dan Hudaibiyyah) disebut
Makkah dan yang diturnkan di Madaniyah dan sekitarnya (seperi Uhud, Quba,
dan Sal) dianami Madaniyah.

Berdasrakan sasaran pembicaraan (itibar al-mukhatab). Yang ditujukan


kepada penduduk Makkah dinamai Makkah dan yang ditujukan kepada
penduduk Madinah disebut Madaniyah. Begitu juga ditujukan untuk semua
manusia ( dengan lafazh ya ayyuhannas). Dinamai Makkiyah dan yang
ditujuan untuk orang orang yang beriman saja ( dengan lafazh ya ayyuha alladznia amanu) disebut Madaniyah.

Dari ketiga kategori diataas, kategori pertamalah (yang turunya) yang dapat
mencakup semua ayat ayat Al Quran. Karena untuk kategori kedua (tempat
turunya) tidak tercakup di dalamnya ayat ayat yang diturunkan di luar Makkah dan
Madinah serta sekitar keduanya.

Jika kita menggunakan kategori kedua yaitu berdasarkan tempat turunya, maka
kedua ayat diatas ( QS. Az-Zukhruf:45 dan QS. At-Taubah:42) tidak dapat dimasukan
Makkiyah karena tidak turun di Makkah dan sekitarnya. Dan juga tidak bisa
dimasukan dalam Madaniyah.

Begitu juga untuk kategori ketiga (sasaran pembicaraan), jika kategori ini yang
digunakan, tentu banyak ayat ayat Al Quran yang tidak dapat dimasukan kategori
Makkiyah dan Madaniyah karena Al Quran tidak hanya diturunkan untuk penduduk
Makkah dan Madinah semata, tapi untuk seluruh manusia.

Maka dari itu sebagaimana yang sudah dinyatakan diatas, kategori yang paling
tepat, karena mencakup seluruh ayat Al Quran adalah kategori pertama

METODE MENGETAHUI MAKKIYAH DAN MADANIYAH


Ada dua cara untuk mengetahui Makkiyah dan Madaniyah:

Al-Manhaj as-simai an-naqli. Melalui riwayat dari para sahabat yang


menyaksiak turunya wahyu dan juga dari tabiin yang mengetahui dari para
sahabat.a

Al-Manhaj al-Qiyasi al-ijtihadi. Berdasarkan karakteristik surat atau ayat


ayat Makkiyah dan Madaniyah.
Metode pertama untuk mengetahui Makkiyah dan Madaniyah adalah
melalui riwayat yang shahih daari apara sahabat yang menyaksikan turunya
wahyu dan juga dari para tabiin yang mengetahui dari para sahabat. AlManhaj as-simai an-naqli secara harfiah berarti metode pendengaran dan
periwayatan. Dengan cara ini cukup untuk menelusuri riwayat dari para
sahabat yang menyaksikan turunya wahyu.
Jika tidak ditemukan satu pun riwayat yang dapat diterima tentang kapan
atau dimana surat dan ayat ayat itu diturunkan, maka tempuhlah dengan
cara al-manhaj al-qiyasi al-ijtihadi. Cara metode ini adalah dengan
memperlajari karakteristik surat surat dan ayat ayat Makkiyah dan

Madaniyah yang sudah diketahui melalui riwayat riwayat yang dapat


diterima.
3

KRITERIA SURAT SURAT MAKKIYAH


Para ulama merumuskan kriterianya sebagai berikut:

Setiap surat yang didalamnya ada ayat sajdah

Setiap surat yang didalamnya ada lafazh kalla (33x dalam 15 surat)

Setiap surat yang didalamnya ada ayat Ya Ayyuhannas, dan tidak ada Ya
Ayyuhalladzina amanu (kecuali surat Al Hajj)

Setiap surat yang didalamnya ada kisah Nabi Adam dan Iblis (kecuali Surat Al
Baqarah)

Setiap surat yang didalamnya ada kisah Nabi dan Ummat umat sebelumnya
(kecuali surat Al Baqarah)

Setiap surat yang dibuka dengan huruf hijaiyyah seperti alif lam-mim;alif
lam-ra dan semacamnya.

Surat surat yang ayatnya pendek pendek, bersajak, ijaz al ibarah dan padat
isinya.

Surat surat yang berisi ajaran tentang aqidah (tauhid, menyembah Allah SWT
semata, risalah Nabi Muhammad SAW, hari Akhir, mujadalah kaum musyrikin
dengan dalil dalil akal dan ayat ayat kauniyah.

Surat surat y;ang berisi peletakan dasar dasaa tasyri dan keutamaan akhlaq
mulia, celaan terhadap kejahatan kaum musyirikin seperti penumpahan
darah, memakan harta anak yatim secara aniayi, membunuh anak anak
perempuan.

KRITERIA SURAT SURAT MADANIYYAH


Setelah mempelajari surat dan ayat ayat Madaniyah, para ulama
merumuskan kriterianya sebagai berikut:

Setiap surat yang didalamnya ada ayat Ya Ayyuhalladzina amanu.

Setiap surat yang didalamnya ada faridhah (kewajiban) dan sanksi pidana.

Setiap surat yang didalamnya disebut tentang kaum munafikin (kecuali surat
An-ankabut); mengungkap tentang prilaku mereka, membuka rahasia rahasia
mereka, dan menjelaskan bahaya kaum munafikin terhadap umat islam.

Setiap surat yang didalamnya ada mujadalah ahl al kita (yahudi dan nasrani),
seruan terhadap mereka untuk masuk islam, mengungkap pemalsuan alkitab.

Setiap surat yang didalamnya ada ajaran tentang ibadah, muamalah,


pidana, aturan, warisan, keutamaan, jihad, hubungan antar negara dalam
damai dan perang, kaedah kaedah hukum dan persoalan tasyri

Setiap surat yang ayatnya panjang panjang, dan ergaya prosa liris.

HAL HAL KHUSUS MENGENAI MAKKIYAH DAN MADANIYAH


Ada beberapa hal yang mirip dalam Al Quran dalam turunya surat dan ayat
ayat Al Quran diantaranya:

Ayat Makkiyah dalam surat Madaniyyah


Dan ingatlah ketika orang orang kafir (quraisy) memikirkan daya
upaya terhadapmu untuk menangkap dan mmejarankanmu atau
membunuhmu atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan
Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik sebaik pembalas
tipu daya. (QS. Al-Anfal: 30)
Surat Al anfal turun setelah hijrah, oleh sebab itu surat ini masuk kategori
Madaniyah. Tetapi banyak ulama mengecualikan ayat 30 ini, karena ayat
tersebut turun di Makkah. Ayat 30 ini berbicara tentang peristiwa yang terjadi
di Makkah sebelum nabi hijrah, yaitu tentang pertemuan para pemuka
quraisy di Dar an Nadwah makkah merencanakan untuk menangkap dan
memenjarakan nabi, membunuh atau mengusir beliau. Tetapi semua ini
digagalkan oleh Allah SWT.

Ayat Madaniyag dalam surata Makkiyah

Menurut keterangan Ibn Abbas surat Al-Anam turun sekaligus di Makkah


kecuali 3 ayat yaitu 151-153 diturunkan di Madinah, isi ketiga ayat ini pun
menunjukan sifat madaniyahnya, karena berbicara antara lain tentang
hukum.

Ayat yang diturunkan di Makkah sedang hukumnya Madaniyah

QS Al-Hujurat ayat 13 turun du makkah pada Fathu Makkah. Dilihat dari


aspek waktu, ayat ini masuk Madaniyah karena diturunkan setelah hijrah,
tetapi dari aspek khitbah, ayat ini bersifat umum. Para ulama ltidak
menyebut ayat ini Makkiyah dan tidak pula Madaniyah, tetapi disebut
sebagai apa yang diturunkan di Makkah, sedangkan hukumnya
Madaniyah.
4

Ayat yang diturunkan di Madinah sedang hukumnya Makiyah


Awal surat At-Taubah atau Baraah ini turun di Madinah, tetapi khitbah
ditujukan kepada kauam musyrikin Makkah. Para ulama menyebutnya
sebagai apa yang diturunkan di Madinah sedang hukumnya Makkiyah.

Ayat Madaniyah yang mirip dengan ayat Makkiyah


QS. Al-Anfal ayat 32 ini adalah contoh ayat Madaniyah yang gaya bahasa
atau uslubnya mirip dengan karakteristik ayat Makkiyah, karena
tantangan minta segera diturunkan azab itu adalah kahas ayat Makkiyah.

Ayat Makkiyah yang mirip dengan ayat Maddaniyah


QS. An-Najm ayat 32 yang diturunkan di Makkah ini terdapat ungkapan
tentang dosa dosa besar dan perbuatan keji yang diancam hukuman
tertentu di dunia, pada hal hudud hanya ada pada periode Madinah. Oleh
sebab itu ayat semacam ini disebut apanyan yang turun di Makkah tetapi
mirip ayat Madaniyah..

Ayat yang dibawa dari Makkah ke Madinah


Surat Al-Ala ini adalah salah satu contoh surat yang diturunkan di
Makkah, tetapi sebelum Nabi Hijrah sudah dibawa dan dibacakan kepada
penduduk Madinah oleh beberpa sahabat. Surat seperti ini disebut apa
yang ditrurunkan di Makkah lalu dibawa ke Madinah

Ayaat yang dibawa dari Madinah ke Makkah


Contohnya adalah surat At-Taubah. Setelah awal surat At-Taubah turun,
Rasulullah SAW menuugaskan Ali untuk membawa ayat itu ke Makkah dan
menyampaikan kepada aum musyirikin. Abu Bakar mengumumkan bahwa
stelah tahun ini tidak seorang un kaum musyrikin diizinkan melaksanakan
ibadah haji.

URGENSI KAJIAN MAKKIYAH DAN MADANIYAH


Dibawah ini uraian tentang urgensi kajian Makkiyah dan Madaniyah:

Dengan mengetahui tempat dan periode turunya ayat ayat Al Quran seorang
meusafir dapat menafsirkan ayat ayat tersebut.

Dengan menelusuri tempat dan fase trurunya ayat ayat Al Quran memlaui
kajian makiyah dan madaniyah kita dapat pelajaran bagaiamana strategis
dakwah yang tepat sehingga lebih efektif

Dengan mempelajari ayat ayat yang turun kepada Nabi Muhammahad SAW
mulai darai ayat pertama pada peroide Makkah sampai ayat terkahir peroide
Madaniyah

Kajian terhadao Makkah dan Madaniyah menunjukan betapa tingginya


perhatian kaum muslimin sejak generasi awal terhadap sejarah turunya Al
Quran, sehingga mengikuti dan mencatat temppat, waktu dan Fase turunya
Al Quran.