Anda di halaman 1dari 8

Abstrak

Proses perkembangan obat di dunia medis memicu peningkatkan efisiensi dan


efektifitas terapi beberapa penyakit. Namun disisi lain, perkembangan ini
menghasilkan penyakit lain yang dapat menginduksi reaksi hipersensitivitas dan
dapat menimbulkan kematian. Reaksi Hipersensitivitas Obat (RHO) ini tergolong
kedalam reaksi hipersensitivitas tipe IV karna kebanyakan yang me-mediasi
terjadinya reaksi ini adalah karna adanya Sel T. Patogenesis dari reaksi ini bersifat
variatif dan sampai saat ini belum ada teori yang dapat menjelaskan mekanisme RHO
ini secara jelas. Namun dalam tulisan ini aka nada beberapa hipotesis yang beberapa
darinya dapat menjelaskan beberapa pathogenesis secara jelas meskipun disisi lain
masih ada pertanyaan pertanyaan yang belum bisa terjawab. Reaksi ini juga bersifat
sulit didiagnosa karna dengan pemeriksaan berupa tinjauan rekam medis, skin test,
dan potential provocation test juga belum cukup untuk dapat menegakan diagnosa
secara pasti karna masih seringnya terjadi RHO meskipun pada saat tes penunjang
diagnosa hasilnya negatif.
Latar Belakang
Reaksi Hipersensitivitas Obat

Sampai saat ini belum ada prosedur

(RHO) adalah suatu efek samping

yang dapat menegakan diagnosa RHO

yang biasa timbul dari mengkonsumsi

ini secara valid.1

suatu obat yang tergolong kedalam


adverse drug yang sebenarnya aman
dan efektif namun akan berdampak
buruk pada beberapa orang. Dampak
yang di timbulkan akan berbeda beda
dan tergantung dari adverse drug apa
yang dikonsumsi dan pada beberapa
kondisi dapat menyebabkan kematian.

Secara klinis, RHO terbagi


menjadi 2 jenis, yaitu RHO dengan
tipe cepat yang biasanya akan bereaksi
kurang 1 jam setelah konsumsi dan
RHO dengan tipe lambat yang akan
bereaksi lebih dari 1 jam bahkan
hingga berhari hari setelah konsumsi.
Selain

itu,

efek

samping

yang

ditimbulkan juga akan berbeda. Pada

Patogenesis dari RHO tipe lambat ini

RHO yang tipe cepat, efek samping

biasa diteliti dari interaksi antara obat

yang

sedikit

dan system imun. Namun sampai saat

sedangkan pada RHO tipe lambat efek

ini tidak ada yang sampai merujuk

samping yang ditimbulkan memiliki

pada sebuah teori, beberapa peniliti

spektum

pun

ditimbulkan

yang

lebih

lebih

luas.

Pada

hanya

sampai

pada

sebuah

beberapa RHO yang memiliki efek

hipotesis saja. Ada beberapa hipotesis

samping Severed Cutaneous Adverse

mengenai

Reactions (SCARs) berpotensi untuk

lambat

menyebabkan kematian. Karna pada

hipotesis patogenesisnya disebabkan

beberapa kasus kerusakan pada organ

karna (pro)hapten, konsep interaksi

dalam akan disertai dengan adanya

farmakologi (i-f), model altered self-

symptom pada kulit.1

repertoire dan danger model. Adapun

Berdasarkan Gell dan Coombs,


RHO

ini

dapat

diklasifikasikan

pathogenesis

ini.

Ada

RHO

yang

tipe

memiliki

untuk penjelasanya akan dijelaskan


berikut.1

kedalam reaksi hipersensitifitas tipe

Pertama, obat yang masuk

IV. Hal ini didasari atas adanya

kedalam tubuh dapat menjadi suatu

mediasi sel T pada beberapa reaksinya

molekul yang disebut hapten (atau

terutama pada reaksi yang lambat.

prohapten apabila metabolic reaktifnya

Kemudian Pichler et al. membagi

berupa hapten). Ketika molekul hapten

reaksi

ini berikatan dengan protein atau

keterkaitan

molekul besar lain akan membentuk

beberapa reaksi jenis obat dengan sel

suatu kompleks dalam tubuh dan pada

T dan prenestasi klinik (Tabel 1).

akhirnya

Dalam jurnal ini, penulis lebih focus

antigen. Hal inilah yang dijadikan

pada RHO tipe lambat.1

dasar oleh beberapa peniliti mengenai

hipersensitifitas

subdivisi

Patogenesis

berdasarkan

menjadi

akan

dikenali

sebagai

terjadinya alergi yang terjadi karna


RHO dan inilah yang disebut dengan

hipotesis (pro)hapten. Hipotesis ini

Adapun target yang sering terpengaruh

juga dikuatkan dengan adanya istilah

adalah pada MHC dan atau reseptor di

-lactam.

sel T. Dengan menempelnya molekul

jalur hipersensitivitas

Antibiotik antibiotik hasil konjugasi


dari

-lactam

seperti

turunan

obat ini makan akan terjadi suatu


kompleks

antara

MHC dan

atau

reseptor di sel T dengan molekul ini

dan

yang pada akhirnya mengakibatkan

meropenem akan berikatan dengan

terbentuknya suatu kompleks baru

spesifik asam amino lysine di dalam

yang

serum sehingga membentuk suatu

respon imun.1,2

benzylpenicillin,

piperacillin

kompleks dan menjadi suatu epitope


yang nantinya akan dikenali oleh
tubuh sebagai antigen. Ketika tubuh
mengenalinya

sebagai

antigen,

hasilnya adalah respon imun untuk


mengeliminasi kompleks tersebut.

Kedua, selain dari hipotesis


(pro)hapten,
menyatakan
terkait

ada
bahwa

dengan

juga

yang

patogenesisnya

konsep

interaksi

akan

menginduksi

aktifnya

Selain dari konsep i-f tadi, ada


juga

yang

mekanisme

yang
altered

disebut

dengan

self-repertoire.

Dalam mekanisme ini, obat akan


mempengaruhi human leukosit antigen
(HLA) dalam tubuh terutama di HLAB*15:02 dengan cara menempel pada
HLA ini yang akan berakibat pada
pengekspresian

kompleks

MHC-

peptida yang tidak dikenali tubuh

farmakologi (i-f). Dalam konsep i-f ini

sehingga

, beberapa obat memiliki kemampuan

pengaktifan sel T CD8+ dan berlanjut

dalam

proses

pada proses respon imun. Salah contoh

presentasi antigen di dalam tubuh

jenis obat dengan mekanisme ini

dengan cara berikatan dengan reseptor

adalah obat Abacavir, yaitu obat anti-

reseptor yang berperan dalam sistem

viral yang biasa digunakan pada terapi

imun secara kovalen sehingga obat ini

penyakit HIV. 1,3

mempengaruhi

akan lebih fleksibel untuk berikatan.

akan

menginduksi

Terakir adalah hipotesis dengan


mekanisme danger

Beberapa

decade

terakhir,

telah

model. Ketika

ditemukan banyak keterkaitan antar

tubuh kita terpapar suatu zat asing baik

HLA molekul dan perkembangan dari

yang bersifat eksogen maupun zat

beberapa RHO dari yang dampaknya

asing yang bersifat endogen tidak

paling kuat hingga ke yang lemah

selalu akan mengaktifkan sistem imun.

(Tabel 2). Yang paling banyak adalah

Sistem imun pada tubuh hanya akan

yang berkaitan dengan HLA kelas 1

aktif apabila tubuh memanggap ada

dan beberapa pada kelas 2 dengan

potensi bahaya. Hal ini didasari karna

variasi dari derajat asosiasi. Selain itu

sistem imun kita bersifat lebih konsen

ras juga berpengaruh dalam RHO ini.

terhadap potensi bahaya daripada suatu

Meskipun tidak semua kasus RHO ini

zat asing. Kecuali suatu zat asing

tidak selalu berkaitan dengan HLA,

tersebut terdapat dalam tubuh dalam

namun sebagian besar penyebabnya

kadar atau jumlah yang banyak hingga

adalah berkaitan dengan HLA.1

mencapai suatu batas sehingga tubuh


menganggapnya sebagai suatu bahaya.
Namun para peneliti mengganggap
lemah

hipotesis

ini

karna

Hubungan antara host, obat dan


patogen.
Beberapa

masih

banyaknya pertanyaan yang belum

menginduksi

terjawab

mengenai

Contohnya

hipotesis

ini.

terlibat

pada

obat

DRESS

adalah

dalam

sulphonamide,

menginduksi

lactam

yang

yang

terutama

yang

penyebab

seperti

paracetamol yang sebenarnya dapat


hepatotoksisitas

RHO

obat

penyakit
antibotik

anticonvulsants,

antibiotic,

allopurinol,

sebenarnya berpotensi bahaya tapi

NSAIDs, dan nevirapine juga terlibat

ketika masuk kedalam tubuh tetap

dalam reaktivasi virus herpes (HHVs

tidak terjadi reaksi imun.1

seperti EBV,CMV, HHV-6 dan HHV-

Farmakodinamik

7). Selain dari mereaktivasi, obat ini


juga

dapat

specific

meningkatkan
immunoglobulin

virusyang

biasanya berperan dalam eliminasi

berguna untuk mengenali sindrom

virus.

ini

DRESS terutama penyakit FED karna

terkadang bersifat asimptom tapi bila

biasanya, orang yang terkena FED

lama kelamaan bisa menyebabkan

akan terjadi ditempat yang sama

infeksi virus di organ yang spesifik.1

dengan

Meskipun

reaktivasi

Mekanisme

terjadinya

tempat

terjadinya

infeksi

herpes sebelumnya.1

reaktivasi virus pada penderita DRESS

FoxP3+ Sel T regulator (Tregs)

ini ditaksir lantaran adanya induksi

merupakan pengatur sel T yang secara

pada replikasi virus sehingga memicu

normal berfungsi dalam meregulasi

peningkatan

produksi sel T reaktif dalam tubuh.

dan

molekul

berdampak

co-stimulator

pada

penurunan

Dalam kondisi tubuh yang terkena

threshold yang di butuhkan Sel T

DRESS atau penyakit auto imun, sel

untuk aktif sehingga Sel T menjadi

ini merupakan suatu indikator yang

lebih reaktif. Adanya reaksi Sel T yang

cukup

berlebih pada akhirnya menyebabkan

adanya RHO tipe lambat. Pada saat

terjadinya imunosupresi yang nantinya

kondisi akut, Tregs akan meningkat

memfasilitasi virus seperti HHV untuk

secara drastis, namun ketika kondisi

bereaktifasi.1

mulai kronis Tregs akan turun bahkan

Sel T kulit dan Sel T regulator


dalam RHO tipe lambat
Setelah

terjadinya

jelas

sebagai

marker

dari

sampai terjadi defisiensi dan hal ini


juga terjadi pada penyakit autoimun.
Namun dalam kondisi yang normal,

paparan

akan kita temukan pula peningkatan

infeksi virus, beberapa sel T memori

Tregs sebagai tanda dari adanya tahap

akan kita temukan di jaringan perifer

penyembuhan jaringan. Migrasi dari

seperti di kulit. Adanya sel T di perifer

Tregs

ini berguna untuk mencegah bagian

menghambat CD8+ Tc dan mencegah

kulit yang terpapar untuk adanya

penyebaran penyakit. Namun pada

paparan selanjutnya dan hal ini sangat

intinya

ke

lokasi

inflamasi

akan

dalam kompleks host, obat,

dan penyakit ini masihlah banyak

karna

pertanyaan yang belum bisa terjawab

hipotesis.1

Diagnosa RHO tipe lambat

kasus

Diagnosa RHO tipe lambat

semuanya

yang

masih

tidak

berupa

dimungkinkan

adanya provocation test.1

terutama di lapangan sampai saat ini

Ketidak akuratan serangkaian

masihlah menjadi suatu hal yang sulit.

tes tersebut didasari atas berbedanya

Satu pemeriksaan saja tidak akan

sensitivitas

cukup

kondisi in vivo dalam tubuh dan

untuk

diagnosa

menegakan

RHO

tipe

suatu

lambat

dan

dan

spesifisitas

kondisi in vitro. Bahkan

antara
selisih

pemeriksaanya pun biasanya dilakukan

perbedaan

dalam beberapa tahap. Karna untuk

spesifisitasnya bisa sampai lebih dari

melihat adanya potensi RHO tipe

30% sehingga sering tidak akurat.

lambat saja harus mempertimbangkan

Namun beberapa ahli menemukan

beberapa

beberapa

asesmen

mulai

dari

sensitivitas

cara

dan

untuk

menaikan

tersebut.

Misalnya

hubungan antara pemasukan obat dan

kesenjangan

waktu pemakaian, tipe obat, dan

menambahkan anti-CTLA4 dan anti-

dampak dari efek samping pemberian

PDL1,

obat. Biasanya serangkaian tes yang

membandingkan LPA dengan sitokin

dilakukan berupa meniliti jejak rekam

dan IFN , membandingan LPA

medis

pasien,

skin

test,

dan

provocation test. Namun rangkaian ini


terkadang

juga

menimbulkan

kecacatan dalam penegakan diagnosa


sehingga tidak pasti. Pengembangan
dari alat biologis untuk membantu
dalam menegakan diagnosa dari RHO
tipe

lambat

ini

dinilai

sangat

dibutuhkan terutama bagi beberapa

menghilangkan

Tregs,

dengan tes basophil activation test,


namun tetap saja tidak dapat mencapai
angka 100% atau kesetaraan dengan
kondisi in vivo sehingga tetap ada
ketidak pastian dalam diagnosa.1
Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa RHO tipe

akan lebih mudah dalam meniliti dan

lambat ini mekanisme patogenesisnya

menentukan terapi yang tepat dan agar

bisa bervariasi namun yang paling

pasien RHO tipe lambat lebih mudah

mendekati adalah yang menjelaskan

ditangani di lapangan.

bahwa adanya keterkaitan antara HLA


dengan obat obat yang tergolong

Daftar Pustaka

adverse drug. Keterkaitan antara host,

1. Schrijvers et al. Pathogenesis and

obat, dan penyakit masihlah butuh

diagnosis of delayed-type drug

penyelidikan lebih lanjut karna selain

hypersensitivity reactions, from

dari keterkaitan host dan obat, terdapat

bedside to bench and back. Clin

juga faktor lain seperti lingkungan dan

Transl Allergy. 2015;5:31 DOI

penyakit infeksius yang masih harus

10.11.1186/s13601-015-0073-8.
2. Ostrov et al. Drug hypersensitivity

diteliti lebih lanjut. Namun meskipun


demikian,

bidang

farmakodinamik

telah cukup baik dalam berkontribusi


dan memperjelas beberapa informasi
lain seperti adanya keterkaitan khusus
antara jenis jenis HLA dan faktor ras

caused by alteration of the MHCpresented self peptide repertoire.


Proc Natl Acad Sci U S A. 2012;
109(25):9959-64.

DOI:

10.1073/pnas.1207934109.
3. Pichler, J. The p-i Concept:

dengan berbagai jenis adverse drug.

Pharmacological

Dan untuk kejelasan yang lebih lanjut

Drugs With Immune Receptors.

mengenai

World Allergy Organ J. 2008;

tentunya

RHO

tipe

lambat

memerlukan

ini

sebuah

1(6):96-102

Interaction

of

DOI:

peningkatan dalam masalah diagnosa

10.1097/WOX.0b013e318177828

agar RHO tipe lambat ini lebih mudah

2.

dikenali

pathogenesisnya

sehingga