Anda di halaman 1dari 11

I.

Peta Konsep

Pengertian Gaya
Penyebabnya
Macam-macam
gaya
sifatnya

Menggambar gaya

Resultan gaya

Hukum I Newton
F=0

Gaya
Hukum Newton

Hukum II Newton
F = m. a

Hukum III Newton


Faksi
= -Freaksi
aksi
reaksi

Gaya gesek statis


Gaya gesek

Gaya gesek kinetis


Berat Benda

Penerapan
gaya

II.

Materi
A. Pengertian Gaya
III. Jika sebuah meja akan
dipindahkan, ada 2 cara mudah yang
dapat dilakukan untuk memindahkan
meja, yaitu dengan menarik atau
mendorong meja. Kegiatan menarik dan
mendorong meja merupakan kegiatan
memberikan gaya.
IV. Contoh lain, seorang sopir
menginjak pedal rem ketika melihat
kendaraan macet di depannya sehingga
mobil berhenti. Gaya yang dilakukan rem
mobil mengubah gerak mobil dari
kecepatan tinggi, makin lama makin
lambat dan akhirnya berhenti.
V. Balok yang diletakkan di atas
busa menyebabkan busa berubah bentuk,
dawai gitar melengkung ketika ditarik.
Gaya berat balok mengubah bentuk busa,
gaya tarik pada dawai mengubah bentuk
dawai dari lurus menjadi lengkung.
VI. Dari beberapa fenomena di atas
dapat disimpulkan bahwa gaya dapat
menyebabkan terjadinya perubahan pada
benda sesuai dengan gaya yang diberikan.
Perubahan- perubahan yang dapat terjadi
adalah sebagai berikut :
a) Benda bergerak menjadi diam;
b) Benda diam menjadi bergerak;
c) Benda Berubah bentuk dan ukuran;
d) Arah gerak benda berubah.
(Prasodjo,2006:4)
B. Macam-macam gaya
VII. Gaya yang menyebabkan
terjadinya perubahan pada benda dapat
dikelompokkan berdasarkan penyebabnya
dan berdasarkan pada sifatnya. Macammacam gaya berdasarkan penyebabnya
adalah :
a. Gaya listrik, yaitu gaya yang timbul karena
adanya muatan listrik
b. Gaya magnet , yaitu gaya yang berasal dari kutubkutub magnet, berupa tarikan atau dorongan
c. Gaya pegas, yaitu gaya yang ditimbulkan oleh
pegas
VIII.
Macam-macam gaya berdasarkan
sifatnya dibagi menjadi dua yaitu gaya sentuh dan
gaya tak sentuh. Gaya sentuh adalah gaya yang
bekerja pada benda dan terjadi sentuhan dengan
benda. Sedangkan gaya tak sentuh adalah gaya
yang bekerja pada benda tapi tidak terjadi
sentuhan dengan benda. (Prasodjo, 2006:2) Untuk
lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:

IX.

X.

Gambar 1. Gaya Sentuh

XI. Gambar 2. Gaya tak sentuh


XII.
C. Menggambar Gaya
XIII. Satuan Internasional satuan gaya
adalah newton (N). Selain Newton satuan
gaya adalah dyne (1 N=10-5 dyne).
Didalam laboratorium fisika, gaya-gaya
diukur dengan neraca pegas. Bila gaya
menarik kait, pegas bertambah panjang
sampai terjadi keseimbangan,
penambahan panjang pegas merupakan
ukuran gaya tersebut, neraca pegas
mempunyai skala dengan satuan Newton.
Posisi penunjuk, merupakan besar nilai
gaya yang menarik kait.
(Kuswanto,2007:164)
XIV. Selain memperhatikan besar nilai,
gaya juga memperhatikan arah gaya.
Maka dari itu gaya dikelompokkan dalam
besaran vektor. Oleh karena itu gaya
dapat digambarkan dengan diagram
vector berupa anak panah. seperti gambar
disamping ( p
q) Pada
gambar disamping titik p disebut dengan
titik tangkap gaya, dan arah anak panah
dari p ke q menyatakan arah gaya,
sedangkan besarnya gaya dinyatakan
dengan panjang anak panah pq. Untuk
melukiskan jumlah dan selisih gaya yang
tidak segaris, dapat dilakukan dengan
metode poligon

1. Melukis penjumlahan gaya


XV.
Untuk melukis jumlah dua gaya
dengan metode polygon, cara yang harus
ditempuh adalah sebagai berikut :
a. Lukis salah satu gaya
b. Lukis gaya kedua yang titik tangkapnya
berimpit dengan ujung vector pertama
c. Jumlah kedua gaya adalah anak panah yang
menghubungkan titik tangkap gaya pertama
ke ujung gaya kedua seperti pada gambar
dibawah ini :
XVI.

2. Melukis Selisih gaya


XVII. Langkah-langkah yang harus
ditempuh untuk melukis selisih gaya,
pada dasarnya sama dengan melukis
penjumlahan gaya. Hanya saja, gaya
kedua harus digambarkan dengan arah
yang berlawanan dari gaya asalnya seperti
gambar dibawah ini :
XVIII.

XIX.
D. Resultan Gaya
XX. Tiga orang anak sedang
mendorong mobil dengan arah yang sama,
artinya terdapat gaya searah yang bekerja
pada mobil dalam satu garis kerja.
Misalnya anak pertama mendorong
dengan gaya 40 N, anak kedua
mendorong dengan gaya 65 N dan anak
ketiga mendorongdengan gaya 80N.
Karena gaya yang bekerja searah maka
ketiga gaya ersebut dijumlahkan sehingga
resultan gaya yang bekerja pada mobil
adalah 40+65+80= 185 N.
XXI. Dari contoh di atas dapat
disimpulkan bahwa beberapa gaya yang
bekerja pada suatu benda dalam satu garis
kerja dapat diganti oleh sebuah gaya yang
dinamakan resultan gaya. secara
matematis resultan gaya dirumuskan
sebagai berikut:
XXII.

R F1 F2 F3 ....

XXIII. Untuk menentukan resultan gaya


dari gaya-gaya yang berlawanan arah dan
bekerja dalam satu garis kerja, gaya yang

lebih kecil bernilai negatif, sedangkan


gaya yang lebih besar bernilai positif.
Dengan demikian, resultan gayanya
searah dengan arah gaya yang lebih besar.
Tentukan resultan gaya pada gambar berikut:
XXIV.
XXV.
XXVI.
F1 = 8N
F2
= 34 N
XXVII.
XXVIII.
F3 = 24 N
XXIX.
XXX.
XXXI.
XXXII.
XXXIII.
XXXIV.
Penyelesaian :
XXXV.
Resultan gayanya adalah:
XXXVI.

R F2 ( F1 F3 )

R 34 (8 24)

R 34 32 2 N
XXXVII.
Jadi, resultan gaya yang bekerja pada
benda sebesar 2N ke kanan.
XXXVIII.
E. Hukum Newton
XXXIX. Jika kamu akan memindahkan
sebuah meja, maka yang kamu lakukan
adalah menarik atau mendorong meja
tersebut, saat kamu berhenti menarik atau
mendorong meja maka meja pun berhenti
atau tidak bergerak. Hukum Newton
merumuskan tentang gerak benda menjadi
tiga, yaitu:
1. Hukum I Newton
XL. Hukum I Newton berbunyi, Jika
resultan gaya yang bekerja pada benda
sama dengan nol, maka benda yang
mula-mula diam akan tetap diam dan
benda yang mula-mula bergerak lurus
beraturan akan tetap bergerak lurus
beraturan. Sifat benda mempertahankan
keadaan awal atau kedudukannya disebut
inersia atau kelembamam. Oleh karena itu
hukum I Newton seringkali disebut
hukum kelembamam.
XLI. Misalnya untuk mendorong
sebuah benda melintasi meja dengan
kelajuan tetap, dbutuhkan gaya dorong
hanya untuk mengimbangi gaya gesek
yang terjadi. Jika benda tersebut bergerak
dengan kecepatan konstan, maka gaya
dorong akan sama dengan gaya gesek.
Akan tetapi kedua gaya itu memiliki arah
yang berbeda, sehingga gaya total pada
benda (jumlah vektor dari kedua gaya
tersebut) adalah nol. Makin halus

permukaan benda dan meja, maka makin


kecil gaya gesekan yang terjadi sehingga
makin kecil pula gaya dorong yang harus
dikerjakan agar benda dapat bergerak
tetap. (Lubis, 2008:40)
XLII. Secara matematis hukum I
Newton dirumuskan:

F 0,
XLIII. Jika
maka a 0 atau
v = konstan
2. Hukum II Newton
XLIV. Menurut Lubis (2008:40), suautu
gaya total yang diberikan pada sebuah
benda akan menyebabkan kecepatannya
bertambah, atau jika gaya total itu
arahnya berlawanan arah dengan arah
gerak benda, maka gaya tersebut akan
memperkecil kecepatan benda. Karena
perubahan kecepatan adalah percepatan.
Percepatan dipengaruhi oelh massa benda.
Misalnya Indah sedang berbelanja
menggunakan troli, kemudian dia
mendorongnya. Ketika troli belanja
kosong maka terasa ringan sehingga
Indah dapat mendorong dengan cepat,
namun ketika troli belanja mulai terisi
oleh barang belanja sedikit demi sedikit
troli akan terasa berat ketika didorong.
Agar troli dapat didorong secepat semula
maka Indah harus menambah gaya untuk
mendorong troli. Dari contoh tersebut,
dapat disimpulkan bahwa semakin besar
massa gaya maka semakin kecil
percepatannya. Apabila gaya yang
diberikan semakin besar maka semakin
besar pula percepatannya.
XLV. Berdasarkan fenomena tersebut
maka hukum II Newton dirumuskan
sebagai berikut, Percepatan yang
ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada
benda berbanding lurus dengan resultan
gayanya dan berbanding terbalik dengan
massa benda. Secara sistematis
dirumusakan:
XLVI.

F ma

F
m

atau

XLVII.
Dengan :
a = percepatan
2
benda (m/s )
XLVIII.
F = resultan gaya ( N )
XLIX. m = massa benda (kg)
L.
3. Hukum III Newton
LI. Perhatikan contoh berikut, kamu
dan temanmu sedang berdiri saling
berhadapan, tempelkan telapak tanganmu

ke telapak tangan temanmu kemudian


doronglah temanmu. Apa yang akan
terjadi? Kamu dan temanmu akan samasama terdorong kebelakang. Hal ini
disebabkan karena kamu memberi gaya
dorong pada temanmu, maka temanmu
juga akan memberikan gaya dorong
kepadamu. Berdasarkan fenomena di atas
maka Newton merumuskan hukum
Newtton ketiga yang berbunyi: Jika
benda pertama mengerjakan gaya
terhadap benda kedua, maka benda kedua
pun akan mengerjakan gaya terhadap
benda pertama yang besarnya sama
tetapi arahya berlawanan.
LII. Jadi, apabila suatu benda
mengerjakan gaya (melakukan aksi)
terhadap benda lain, maka benda lain juga
akan mengerjakan gaya (memberikan
reaksi) terhadap benda tersebut. Hukum
ini juga dikenal sebagai hukum aksireaksi.
LIII. Secara sistematis, hukum III
Newton dirumuskan:
LIV. F1 F2
LV. dengan :

F1 = gaya aksi
F2 = gaya reaksi

LVI.
LVII.
tanda (-)
menunjukkan kedua gaya berlawanan
arah.
LVIII.
LIX.
LX.
LXI.
F. Gaya Gesek
1. Pengertian Gaya Gesek
LXII. Menurut Kanginan (2004) gaya
gesekan termasuk gaya sentuh, yang
muncul jika permukaan dua benda
bersentuhan langsung secara fisik. Arah
gaya gesekan searah dengan permukaan
bidang sentuh dan berlawanan dengan
kecenderungan arah gerak.
LXIII. Misalnya sebuah benda yang
diluncurkan di atas suatu permukaan rata
horizontal, maka lajunya akan berkurang
dan akhirnya berhenti. Jelas bahwa suatu
gaya dalam arah horizontal bekerja pada
benda tersebut, dimana arah gaya tersebut
berlawanan dengan gerak benda. Gaya ini
bisa disebut sebagai gaya gesek (f) yang
bekerja pada benda tersebut dan
disebabkan oleh permukaan itu sendiri.
(Lubis, 2008:38)

LXIV. Contoh gaya gesekan yang terjadi


dalam kehidupan sehari-hari antara lain,
gesekan antara alas balok dengan
permukaan lantai, gesekan antara alas
sepatu dengan permukaan lantai, gesekan
antara ban mobil dengan permukaan
jalan,gesekan udara pada seorang
penerjun, dan gaya gesekan kelereng yang
dijatuhkan pada cairan oli.
LXV. Gaya gesek selalu bekerja pada
permukaan benda padat yang saling
bersentuhan, sekalipun benda tersebut
sangat licin. Permukaan benda yang
sangat licin pun sebenarnya sangat kasar
dalam skala mikroskopis. Ketika sebuah
benda bergerak , tonjolan-tonjolan
mikroskopis ini mengganggu gerak
tersebut. Arah gaya gesek selalu
berlawanan arah dengan arah gerak benda
yang ebrgerak. Jadi jika sebuah balok
bergerak dari kiri ke kanan di atas sebuah
lantai, maka sebuah gaya gesek dengan
arah ke kiri akan bekerja pada balok
tersebut.
2. Jenis-jenis Gaya Gesek
LXVI. Terdapat dua jenis gaya gesek
yakni gaya gesek statis ( f s ) dan gaya
gesek kinetis ( f k ). Contoh ketika
sebuah balok kayu di atas meja ditarik,
maka akan timbul gesekan antara balok
dan permukaan meja. Gaya gesekan yang
dikerjakan permukaan meja pada balok
sewaktubalok tidak nergerak disebut gaya
gesekan statis. Jika beransur-ansur balok
ditarik, pada saat balok tepat akan
bergerak, timbullah gaya gesekan statis
maksimum. Pada saat balok bergerak
maka gaya gesekan akan berkurang. Gaya
gesekan yang dikerjakan permukaan meja
pada balok saat balok bergerak disebut
gaya gesekan kinetis. Berikut adalah
uraian mengenai gaya gesek statis dan
gaya gesek kinetis.
a) Gaya gesek statis ( f s )
LXVII. Gaya gesek statis adalah gaya
gesek yang bekerja pada permukaan
benda yang saling bersentuhan ketika
benda belum bergerak. Lubis (2008)
mengemukakan bahwa gaya gesek statik
adalah gaya gesek yang bekerja antara
dua permukaan yang berada dalam
keadaan diam relatif satu dengan yang
lainnya. Gaya gesek statik maksimum
adalah gaya terkecil yang menyebabkan
benda bergerak. Untuk permukaan yang
kering dan tidak diberi pelumas, diperoleh
bahwa gaya gesek statik maksimum

diantara dua permukaan tidak bergantung


pada luas permukaan kontak yang saling
bergesekan, tetapi sebanding dengan
besarnya gaya normal diantara kedua
benda yang saling bergesekan.
LXVIII. Persamaan gaya gesek statis
dirumuskan sebagai berikut:
LXIX.

f s= s x N at au s =

fs
N

LXX. Dengan :
LXXI. f s = gaya gesek statis (N)
s = koefisien gesek statis
LXXII.
N = gaya normal (N)
LXXIII.
LXXIV.
LXXV.
LXXVI.
LXXVII.
LXXVIII.
LXXIX.
LXXX.
b) Gaya gesek kinetis ( f k )
LXXXI. Gaya gesek kinetis adalah gaya
gesek yang bekerja pada permukaan
benda yang saling bersentuhan ketika
benda sedang bergerak. Menurut Lubis
(2008), gaya yang bekerja diantara dua
permukaan yang saling bergerak relatif
disebut gaya gesek kinetik ( f k ). Untuk
permukaan yang kering dan idak diberi
pelumas, diperoleh bahwa gaya gesek
kinetik tidak bergantung pada luas
permukaan kontak atau pada kecepatan
relatif antara kedua permukaan yang
saling bersinggunagn, tetapi sebanding
dengan besarnya gaya normaldiantara
kedua benda yang saling bergesekan.
LXXXII. Persamaan gaya gesek kinetis
LXXXIII.

f k =k x N atau k =

fk
N

LXXXIV. Dengan :
LXXXV. f k = gaya gesek kinetis (N)
k = koefisien gesek kinetis
LXXXVI.
N = gaya normal (N)
LXXXVII.
LXXXVIII.
LXXXIX.
XC.
XCI.
XCII.
XCIII.
XCIV.
XCV.
XCVI.
3. Gaya Gesekan yang Merugikan dan
Menguntungkan

XCVII. Menurut Prasodjo (2007:15),


gaya gesekan dapat merugikan manusia
namun juga dapat menguntungkan
manusia. Berikut adalah beberapa contoh
gaya gesekan yang merugikan manusia:
a) Gaya gesekan antara mesin mobil dan
kopling menimbulkan panas yang berlebihan
sehingga mesin mobil cepat rusak karena aus.
b) Gaya gesekan antara udara dengan mobil
dapat menghambat gerak mobil
c) Gaya gesekan antara ban kendaraan dan jalan
mengakibatkan ban menjadi tipis.
XCVIII. Selain contoh di atas juga ada
contoh gaya gesekan yang
menguntungkan manusia yaitu:
a) Gaya gesekan antara kaki dan permukaan
jalan mengakibatkan kita dapat berjalan. Jika
jalanan licin tanpa gesekan, kita akan
tergelincir;
b) Gaya gesekan pada rem akan memperlambat
kendaraan;
c) Gaya geseka anatar ban yang dibuat bergerigi
dengan permukaan jalan sehingga kendaraan
tidak selip.
G. Gaya Berat
XCIX. Dalam kehidupan sehari-hari
istilah berat dan massa sering keliru.
Misalnya ketika seseorang bertanya
ukuran badan maka secara otomatis orang
tersebut akan bertanya, berapa kilogram
berat badanmu?. Dalam konsep fisika,
kalimat pertanyaan tersebut kurang tepat
karena yang dimaksud sebenarnya bukan
berat tapi massa.
C. Berat dan massa tentu berbeda,
menurut Kanginan (2004), massa adalah
ukuran banyaknya materi yang dikandung
oleh suatu benda dengan satuan dalam SI
adalah (kg), atau ukuran kelembaman
(kemampuan mempertahankan keadaan
gerak) suatu benda. Makin banyak materi
yang dikandung suatu benda makin besar
massanya. Banyak materi dalam gula 2 kg
gula sama dengan 2 kali banyak materi
dalam 1 kg gula. Saat sebongkah batu
bermassa 1 kg dibawa oleh astronaut dari
bumi ke bulan, banyaknya materi zat yang
terkandung dalam batu tidak akan
berubah. Maka dapat disimpulkan bahwa
massa benda adalah tetap dimana saja
benda itu berada.
CI. Menurut Prasodjo (2004) berat
termasuk salah satu bentuk gaya yaitu
gaya berat, yaitu gaya tarik bumi yang
bekerja pada suatu benda, satuannya
adalah Newton. Sedangkan menurut
Kanginan (1997) berat adalah ukuran

yang bergantung pada kuat medan


gravitasi di lokasi yang benda berada. Di
lokasi yang berbeda, kuat medan gravitasi
adalah berbeda, sehingga berat benda juga
berbeda. Sebagai contoh berat batu sangat
berbeda di Bumi, Bulan atau di luar
angkasa. Dipermukaan Bulan berat benda
akan menjadi seperenam kali dari berat
benda di Bumi karena medan gaya
garavitasi bulan hanyna seperenam kuat
medan gravitasi bumi.jika batu yang
semula di Bumi memiliki berat 1 kg,
kemudian dibawa keluar angkasa yang
memiliki kuat medan gravitsai hampir nol
sehingga berat batu juga akan hampir nol,
maka dapat dikatakan batu kehilangan
beratnya.
CII. Massa dan berat bukanlah besaran
yang sama, tetapi keduanya sebanding.
Untuk mengetahui perbandingan antara
massa dan berat maka perhatikan contoh
berikut:
CIII. Seorang anak memiliki 3 buah
benda masing-masing bermassa 1 kg, 2 kg
dan 3 kg. Ketiga benda kemudian diukur
beratnya menggunakan neraca pegas, lalu
hasilnya dimasukkan ke dalam tabel
berikut:
CIV. Tabel 3.5.1 Perbandingan Berat
dan Massa Benda
CV. M
CVII.
Bera
assa(
m)
CVI.

t (w)
CVIII.

New

w
m(

CIX.

N/kg)

ton

g
CX.

CXI. 9

CXII. 9

1
CXIII.

,8
CXIV. 1

,8
CXV. 9

2
CXVI.

9,6
CXVII. 2

,8
CXVIII. 9

3
4,2
,8
CXIX. Apabila data pada tabel di atas
dibuat grafik, maka akan diperoleh grafik
seperti berikut:
CXX. Grafik 3.5.1 grafik hubungan
antara berat benda terhadap massa benda
pada suatu tempat

CXXI.
35
30
25
20
BERAT BENDA 15
10
5
0

1.
Perbandingan
Berat dan
Massa Benda

2.

MASSA BENDA

CXXII. Dari grafik di atas dapat diketahui


bahwa perbandingan antara berat dengan
massa di suatu tempat selalu tetap, yaitu
9,8 N/kg. Secara matematis, harga
perbandingan massa dengan berat dapat
dituliskan:

w
m

w m.g
CXXIII.
atau
CXXIV. Dengan :
g = percepatan
gravitasi bumi (N/kg atau m/s2)
CXXV.
m = massa benda
(kg)
CXXVI.
w = berat benda
(N)
CXXVII. Gaya berat dapat bekerja pada
benda yang bergerak dan benda yang
diam. Sebuah balok yang dilepas di udara
akan jatuh karena dipengaruhi gaya berat,
akan tetapi balok yang ada di atas meja
tetap diam padahal kedua balok itu samasama dipengaruhi gaya berat?
CXXVIII. Jika hanya gaya berat yang
bekerja pada balok kedua tentu balok
tersebut juga akan jatuh, tentu ada gaya
lain yang bekerja pada balok kedua yang
arahnya berlawanan dengan gaya berat.
Inilah yang disebut dengan gaya normal
(disimbolkan N).
CXXIX. Perhatikan gambar-gambar
berikut:
CXXX.
N
N
CXXXI.

1)

2)

CXXXII.
CXXXIII.
CXXXIV.
W
w
CXXXV. Gambar 3.5.1
3.5.2

H.

3)
Gambar

4)

CXXXVI. Terdapat dua gaya yang bekerja


pada balok yang diam pada suatu
permukaan, yaitu:
Gaya berat atau berat benda (w) yang mengarah
ke bawah atau ke pusat bumi.
Gaya normal (N), yaitu gaya yang dkerjakan
permukaan terhadap benda yang arahnya tegak
lurus dengan permukaan.
CXXXVII. Menurut Kanginan (1997), gaya
normal adalah gaya kontak yang bekerja
dengan arah tegak lurus bidang sentuh
jika dua benda bersentuhan.jika bidang
sentuh mendtaar maka arah gaya normal
adalah vertikal ke atas (gambar 3.5.1).
jika bidang sentuh miring maka arah gaya
normal juga miring ke atas atau tegak
lurus bidang sentuh (gambar 3.5.2). jika
bidang sentuh vertikal maka arah gaya
normal adalah mendatar atau horizontal
(gambar 3.5.3)
CXXXVIII. Menurut Prasodjo (2006:16) , jika
benda dalam keadaan seimbang maka
besar gaya normal sama dengan besar
gaya berat. Semakin besar gaya berat
pada benda dan permukaan, semakin
besar pula gaya normal yang dikerjakan
permukaan terhadap benda.
CXXXIX. Lubis (2008:37) mengemukakan
bahwa besar kecilnya gaya normal
tergantung pada besar kecilnya gaya
tekanan terhadap permukaan kontak
(bidang singgung). Jadi jika ada ada
sebuah balok di atas meja, kemudian
diberi gaya tekan yang besar maka gaya
normal yang ditimbulkan akan smakin
besar. Sedangkan jika diberi gaya tekan
yang sedikit, maka gaya normal yang
ditimbulkan juga akan kecil.
CXL.
Penerapan Gaya dalam Teknologi/ lingkungan
CXLI. Perlu diketahui, penerapan gaya
dalam teknologi/kehidupan sehari-hari
antara lain:
Gaya gesek antara alas kaki dengan lantai pada
saat berjalan. Jika permukaan lantai atau telapak
kaki licin, maka dapat dipastikan orang yang
berjalan tersebut akan jatuh tergelincir.
Gaya gesekan pada penggunaan rem sepeda atau
mobil, yang berfungsi untuk menghentikan laju
kendaraan tersebut.
Gaya gesekan udara saat parasut dikembangkan
oleh penerjun payung dapat memperlambat gerak
penerjung untuk sampa ke permukaan bumi.
Penerapan gaya aksi-reaksi pada hukum III
Newton adalah roket dan pesawat JET. Roket
memberikan gaya aksi yang sangat besar pada gas
dengan mendorong gas keluar dan gas tersebut

CXLIII.

1)
2)
3)
4)
5)
6)
a.
1.
2.

b.
1.

memberikan gaya reaksi yang sama besar dengan


mendorong roket ke atas. Gaya dorong yanag
diberikan gas kepada roket sama besar dengan
gaya yang diberikan roket pada gas, hanya
arahnya berlawanan.roket mendorong gas ke
bawah, gas mendorong roket ke atas.
CXLII.
STRATEGI PEMBELAJARAN
CXLIV. Strategi pembelajaran merupakan
hal yang sangat penting dalam proses
belajar mengajar.Hal ini dikarenakan
strategi pembelajaran berfungsi untuk
mempermudah terjadinya proses
pembelajaran dan ketercapaian tujuan
pembelajaran. Proses pembelajaran dapat
dipadankan dengan suatu proses ilmiah,
oleh karena itu pada pembelajaran kali
ini menggunakan esensi pendekatan
ilmiah dalam pembelajaran. Hal ini
dikarenakan pendekatan ilmiah diyakini
sebagai titian emas perkembangan dan
pengembangan sikap, keterampilan, dan
pengetahuan peserta didik. Adapun
metode yang sesuai dengan karakteristik
materi dalam pembelajaran kali ini adalah
picture n picture, demonstrasi, percobaan
dan diskusi. Penggunaan beberapa metode
pembelajaran kali ini digunakan agar
tujuan pembelajaran tercapai dengan baik.
Adapun tujuan pembelajaran pada materi
kali ini adalah sebagai berikut :
Siswa dapat menjelaskan pengertian gaya serta
macam-macam gaya setelah melihat video
demonstrasi
Siswa dapat melukiskan penjumlahan dan selisih
gaya setelah melihat video demonstrasi.
Siwa dapat menjelaskan dan membedakan hokum
I,II, dan III newton setelah melakukan praktikum
Siswa dapat memahami gaya gesek statis dan
kinetis setelah melakukan diskusi kelompok.
Siswa dapat memahami istilah massa dan berat
benda setelah melakukan praktikum
Siswa dapat mengetahui penerapan gaya dalam
teknologi dan kehidupan sehari-hari setelah
melakukan diskusi kelompok.
Pendekatan / model pembelajaran
Pendekatan
: saintific
Model
: Problem Base Learning
3. Metode :
Demonstrasi, talking
stick, praktikum, diskusi
Media,alat dan sumber pembelajaran
Media
: Lingkungan sekitar
2. Alat
: Video, gambar , balok,
malam, tali , plastisin , neraca dan
meja

3. Bahan
: teman sekelas dan
lingkungan sekitar
4. Sumber belajar
:
1. Buku IPA SMP kelas VIII
2. lembar kerja siswa
3. internet,dan sebagainya
c. kegiatan pembelajaran
1. Pendahuluan
Guru membuka pembelajaran dengan
mengucapkan salam, berdoa, memeriksa
kehadiran siswa, kemudian mengatur tempat
duduk secara berkelompo.
Sebagai apersepsi, siswa diberi kesempatan untuk
mengingat kembali konsep materi terdahulu yaitu
konsep kinematika.
Sebagai penggalian konsepsi awal dan motivasi,
siswa diberi kesempatan untuk mengkaji
demonstrasi tentang gaya serta permasalahan
dalam dinamika.
2. Kegiatan Inti
a. Stimulation (tahap Mengamati)
CXLV.
Memdemonstrasikan atau
memperlihatkan berbagai fenomena yang
berkaitan dengan macam-macam gaya, resultan
gaya, serta aplikasi hokum I, II, III newton.
b. Problem statement (tahap Menanya)
CXLVI.
Guru memberikan masalah yang
berkaitan dengan fenomena dinamika seperti
hokum 123 newton, serta merangsang siswa untuk
mengajukan sebuah pertanyaan.
c. Data collection (tahap Mencoba)
CXLVII.
Melakukan prcobaan untuk
mendapatan data mengenai persamaan matematis
dari hukuum 123 newton, serta perbedaan berat
dan massa
d. Data processing
CXLVIII.
Mengolah data hasil pengamatan
hokum 123 newton serta gaya berat dan massa.
e. Verifikasi (tahap mengasosiasi)
CXLIX.
Mendiskusikan hasil pengamatan
dengan memperhatikan pertanyaan-pertanyaan
pda lembar kegiatan dan membandingkan
pengolahan data pada sumber pembelajaran.
f. Generalisasi (tahap menkomunikasikan)
CL.
Menyampaikan hasil pengamatan,
berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis
secara lisan di depan kelas serta dibimbing oleh
guru apabila kesimpulan kurang tepat.
3. Penutup
Siswa diberi kesempatan untuk membuat
rangkuman dan melakukan refleksi terhadap
engalaman belajar yang telah dilakukan.
Konfirmasi guru agar seluruh hasil belajar tentang
dinamika dapat tercapai sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan.

Guru menginforasikan materi pembelajaran untuk


pertemuan yang akan dating kemudian menutup
pembelajaran dengan salam.
d. Alasan
1. Penggunaan pendekatan ilimiah dikarenakan
untuk mengembangkan dimensi kognitif, afektif
serta psikomotor peserta didik secara seimbang.
2. Penggunaan model PBL ini dikarenakan bertujuan
untuk mengembangkan keterampilan berpikir
siswa serta memungkinkan peserta didik untuk
membangun konsep atas dasar pemikiran sendiri
berdasarkan fenomena yang mereka ketahui serta
menstimulus siswa untuk aktif dalam proses
pembelajaran.
3. Penggunaan metode demonstrasi pada tahapan
mengamati bertujuan untuk mengembangkan
sikap kesungguhan, ketelitian dalam mencari
informasi serta peserta didik dapat mengingat
kembali materi tersebut sebesar 30%
4. Penggunaan metode talking stick pada tahapan
menanya bertujuan untuk mengembangkan
kreativitas, rasa ingin tahu serta membentuk sikap
kritis peserta didik secara merata.
5. Pengunaan metode praktikum pada tahapan
mencoba bertujuan untuk mengembangkan sikap
teliti, jujur, serta mampu menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara
yang dipelajari serta dengan praktikum siswa
dapat mengingat kembali materi sebanyak 90%
6. Penggunaan metode diskusi pada tahapan
meengasosiasi bertujuan untuk mengembangkan
kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam
menyimpulkan.
7. Penggunaaan metode talking stick pada tahapan
mengkomunikasikan bertujuan untuk
mengembangkan kemampuan mengungkapkan
pendapat dengan singkat dan jelas serta
mengembangkan kemampuan berbahasa yang
baik dan benar.
CLI.
CLII.
CLIII.
EVALUASI
CLIV.
CLV.
C1
CLVI. Indikator Pembelajaran : Siswa dapat
menjelaskan pengertian gaya serta
perubahan benda akibat dikenai gaya
setelah melihat video demonstrasi.
CLVII.
Indikator soal :Menjelaskan
pengertian gaya
1. Gaya adalah sesuatu yang dapat
mengakibatkan terjadinya perubahan...
a. Wujud dan bentuk
b. Gerak dan bentuk
c. Massa dan gerak
d. Massa dan berat
CLVIII.

CLIX.
CLX.

C2
Indikator pembelajaran : Siswa dapat
memahami macam-macam gaya
berdasarkan penyebab maupun sifatny
setelah melihat video demonstrasi.
CLXI.
Indikator soal : Membedakan gaya sentuh
dan gaya tak sentuh dari beberapa
penerapan gaya
2. Peristiwa berikut ini yang berhubungan
dengan gaya tak sentuh adalah:
(1) Buah kelapa jatuh dari pohonnya
(2) Mendorong meja
(3) Magnet menarik paku
(4) Kuda menarik gerobak
CLXII.
Pernyataan yang benar adalah...
a. (1) dan (2)
b. (1) dan (3)
c. (2) dan (3)
d. (3) dan (4)
CLXIII.
CLXIV.
CLXV. C3
CLXVI. Indikator Pembelajaran : Siswa dapat
menerapkan konsep gaya dalam kehidupan
sehari-hari setaah melihat video demonstrasi
CLXVII. Indicator soal : Menghitung besar resultan
gaya jika besar dan arah gaya diketahui.
3. Hitunglah resultan gaya di bawah ini
adalah...

CLXVIII.
a. 15 N
c. 80 N
b. 25 N
d. 40 N
CLXIX.
CLXX. C4
CLXXI. Indikator pembelajaran : Siswa dapat
menganalisis factor-faktor yang
mempengaruhi berat suatu benda setelah
melakukan praktikum.
CLXXII. Indicator soal : mem.bandingkan berat
benda pada dua tempat yang berbeda jika
percepatan gravitasi diketahui
4. Seorang astronout memiliki berat 900 N
ketika ditimbang di bumi. Jika percepatan
gravitasi bulan

1
6

kali percepatan

gravitasi bumi, berat astronout ketika di


bulan sebesar...
a. 900 N
b. 400 N
c. 150 N
d. 75 N
CLXXIII.
CLXXIV. C5

CLXXV. Indikator Pembelajaran : siswa dapat


(3) Memperkecil luas penampang pada
mengevaluasi hokum I,II, dan III newton
ban mobil
dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari
(4) Mengurangi jumlah gerigi yang
setelah melakukan diskusi kelompok.
terdapat pada permukaan ban mobil
CLXXVI. Indikator soal : memilih penerapan
CLXXXII.
Cara yang dapat dilakukan untuk
hokum I newton dalam kehidupan seharimemperbesar gaya gesek pada ban mobil
hari.
ditunjukkan oleh nomer...
5. Peristiwa yang berhubungan dengan
a. (1), (2), dan (3)
Hukum I Newton berikut ini adalah...
b. (1) dan (2)
a. Penerjun payung bergerak ke bawah
c. (3) dan (4)
b. Berat astronout di bulan lebih kecil
d. (2)
daripada beratnya di bumi
CLXXXIII.
c. Ketika mobil di gas badan kita
CLXXXIV.
terdorong ke belakang
CLXXXV.
d. Sebuah mobil direm sehingga
CLXXXVI.
menjadi berhenti.
CLXXXVII.
CLXXVII.
CLXXXVIII.
CLXXVIII. C6
CLXXXIX. DAFTAR PUSTAKA
CLXXIX. Indikator pembelajaran : siswa dapat
CXC.
membuat penerapan gaya gesek yang
CXCI. Kanginan, Marthen. 1997. Fisika
menguntungkan setelah melakukan siskusi
SMU Kelas 1. Jakarta: Erlangga.
kelompok.
CXCII. Kanginan, Marthen. 2004. Fisika
CLXXX. Indikator soal : Menanggulangi
untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
permasalahan tergelincirnya ban sepeda di
CXCIII. Kuswanto. 2007. IPA Terpadu
daerah pegunungan
untuk SMP dan MTs Kelas VIII.
CLXXXI. Besarnya gaya gesek pada ban mobil
Surakarta:
Sahabat.
dapat diubah nilainya dengan cara berikut ini:
CXCIV. Lubis, Riani. 2008. Diktat Kuliah
(1) Memperbesar luas penampang pada
Fisika Dasar I. Unikom.
ban mobil
CXCV. Prasodjo, Budi, dkk. 2006. Teori
(2) Memperbanyak gerigi yang terdapat
dan Aplikasi Fisika SMP Kelas VIII.
pada permukaan ban mobil
Bogor: Yudhistira.

CXCVI.