Anda di halaman 1dari 2

Kepala desa : Bapak Heri Mulyono

Usia 43 tahun
Telah menjabat hampir 3th per desember 2016
Desa gumelar 75% sebagai petani, pedagang, dan pegawai.
Terdapat 7 kelompok tani yang terberntuk di desa gumelar. Ketujuh
kelompok tani in tergabung menjadi Gabungan Kelompok (GAPOKTAN).
Gapoktan inilah yang mengatur segala urusan kemompok tani dalam
tingkat desa baik itu masalah pertanian maupun masalah kotribusi semua
klompok tani terhadap desa. Masing-masing kelompok tani tersebar
kebeberapa dusun, dalam satu dusun bisa terdapat 1-2 kelompok tani
tergantung luas lahan yang terdapat di dusun tersebut. Sebagai kelompok
ada yang masih terbelakang dalam menyikapi setiap program dari
pemerintah. Kondisi ini timbul dari ketua kelompok tani masing-masing.
Menurut bapak heri kelompok tani akan berhasil dalam setiap panennya
apabila ketua aktif untuk bersosialisai kepada para anggota. Sosialisai ini
diharap kanakan memudahkan anggota kelompok tani menerima
informasi dan mempererat hubungan kelompok tani. Masaalah yang
sering dieluhkan para petani adalah irigasi dan juga kelangkaan pupuk.
Kelangkaan pupuk ini di akibatkan program pemerintah yang akan
merubah pertanian yang tadinya menggunakan pupuk kimia dialihkan ke
pupuk organik.
Tahun ini para petani di desa Gumelar tidak bisa panene secara
maksimal bahakan cenderung rugi besar. Menurut bapak heri kondisi ini
terjadi karena faktor musim yang tidak sesuai dengan periodenya.
Semestinya bulan-bulan seperti sekarang ini musim kemarau tapu justru
sering hujan lebat. Hasilnya komoditas banyak yang rusak. Para petani
juga takut untuk menanam tembakau. Hasilnya tahun ini desa Gumelar
tidak panen tembakau. Menurut bapak heri tahun ini adalah tahun yang
paling parah dari tahun-tahun sebelumnya, banyak petani yang menangis
karena akan gagal panen dalam sekala besar-besaran.
Pegawai Negri Sipil (PNS) juga ada yang berkerja sebagai petani.
Kebanyakan meraka bertani dengan tujuan untuk memenuhi kebutuan
ekonomi yang dirasa belum terckupi. Kebanyakan para pegawai tidak
secara langsung mengelola lahan pertanian, melainkan menggunakan
jasa buruh. Cara ini dirasa efektif dalam membagi waktu untuk bekerja di
kantor dengan bertani. Menurut bapak heri tidak ada perbedaan yang
mencolok antara petani dengan pegawai yang juga bertani. Sistem sewa
lahan pertanian juga berlaku di desa Gumelar. Kebanyakan para penyewa
lahan adalah para orang berduit yang tidak ingin repot dengan urusan hak
milik tanah namun ingin mendapat keuntungan dari bertani. Sampai saat
ini belum ada masalah yang timbul antara pemiliki lahan, penyewa lahan
dan buruh tani. Perbedaan status sosioal yang terbentuk dari aspek
penghasilan dan juga pekerjaan sosial tidak memberikan perubahan yang

berarti dalam kehidupan sosial masyarakat desa Gumelar. Menurut bapak


heri dulunya pebedaa status sosial menimbulkan kesenjangan sosial yang
sangat terlihat. Untuk saat ini perbedaan ekonomi tidak mengakibatkan
kesenjangan sosial. Dari aspek keagamaan kesenjangan sosial terlihat
antara tokoh agama dan masyarakat desan. Kondisi ini timbul karena rasa
hormat kepada sumber pengetahuaan agama.
Kebudayaan yang terdapat di desa Gumelar kebananyak dari
pertanian dan keagamaan. Kebudyaan dari pertanian mulai dari periode
persiapan panene sampai panen selesai. Persiapan panen biasa disebut
dengan istilah Petik, sedang periode setelah panen disebut dengan istilah
tutup tandur. Kebudayaan keagamaan berlangsung dengan aman dan
tentram antara beda agama. Utamanya agama islam seperti mauludan,
kupatan dan arak-arakan telur. Pada setiap dusun terdapa suku dengan
asal yang berbeda. Rejosari terdapat masyarakat dari banggelan, dusun
jogaran dari bojonegoro, krajan kidul dari madura dan krajan lor dari
daerah di jawa barat. Keberadaan suku pendatang ternyata tidak
berakulturasi dengan baiik terhadap. Kondidsi ini mengakibatkan
kebudayaan dan bahasa suku pendatang lambat laun memudar dan
hilang.Toleransi yang tinggi antara masyarakat desa gumelar membuat
perbedaan keyakinan tidak menimbulakan permasalahn yang dapat
memecah bela kerukunan masyarakat desa.
Selama 3 tahun masa jabatan bapak heri, beliau tidak menemukan
masalah yang berarti dalam memimpin masyarakat desa gumelar.
Meskipun terdapat perbedaan suku.Masyarakat desa gumelar mudah
untuk diarahkan dalam setiap kegiatan, rukun dalam beragama dan
toleransi yang tinggi dalam kehidupan sosial. Kerukunan masyarakat desa
Gumelar ini masuk nominasi kedua dari satu propinsi sebagai desa paling
tepat waktu membayar pajak. Masyarakat pertaniannya juga sudah
mudah untuk diajak lebih maju.