Anda di halaman 1dari 14

RUMAH SAMPAH TAMIAJENG

A. Latar Belakang
Dusun Tamiajeng merupakan salah satu dusun di kecamatan pacet yang
memiliki pemandangan indah di sekitar lingkungan dusun tersebut. Dusun
Tamiajeng memiliki batas wilayah yang berada di daerah sebelah utara desa
Duyung, sebelah Selatan desa Trawas, sebelah Barat desa Selotopak, dan sebelah
timur desa tamiajeng yakni terdapat desa Kesiman. Lebih tepatnya desa
Tamiajeng berada pada kaki gunung yang berada di daerah sekitar Trawas.
Sehingga memiliki potensi wisata yang mendukung.
Dusun Tamiajeng memiliki potensi yang dapat dikembangkan yakni sektor
pertanian, peternakan, kesehatan dan pendidikan. Dari semua aspek tersebut yang
paling dominan adalah aspek pertanian. Dusun Tamiajeng memiliki tanah
pertanian yang cukup luas yaitu 73 Ha, dengan lahan seluas itu, mayoritas
masyarakat bekerja pada sektor pertanian, baik sebagai buruh tani, petani
penggarap hingga petani pemilik. Petani-petani yang berada di dusun Tamiajeng
menanami tanah tersebut dengan padi dan palawija. Hasil dari pertanian tersebut
dijual dan dikonsumsi sendiri, sehingga perekonomian masyarakat sangat
terbantu.
Namun dari hasil survey dan wawancara langsung di Dusun Tamiajeng
menunjukkan adanya masalah pengelolaan sampah yang menganggu kenyamanan
masyarakat. Sampah masih terlihat menumpuk di daerah aliran sunggai, dan
sampah yang terdapat disungai merupakan sampah kiriman dari dusun-dusun
diatasnya yakni dusun ketapanrame dan dusun Trawas, dan juga dihasilkan oleh
sebagian masyarakat yang membuang sampah di aliran sungai dusun Tamiajeng.
Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran terhadap dampak yang ditimbulkan
oleh sampah baik dari segi kesehatan maupun kebersihan lingkungan dusun. Hal
itu membuat berkurangnya keindahan yang dimiliki dusun Tamiajeng, sehingga
hal tersebut mempengaruhi kenyaman turis yang datang menikmati keindahan
dusun tamiajeng.

Melihat potensi dari Dusun Tamiajeng sebagai destinasi pariwisata, hal ini
jelas butuh perhatian lebih. Penyuluhan dan kerja bakti tentang pengelolaan
sampah sudah dilakukan. Program yang dicanangkan kepala desa, yang
dipromotori oleh karangtaruna yang bertugas mengambil sampah dari rumahrumah masyarakat dan sampah tersebut dibuang di Tempat Pembuangan akhir
sementara, sehingga TPA tersebut semakin lama tidak dapat menampung volume
sampah yang semakin banyak. Dengan jumlah penduduk 3258 jiwa dapat
diperkirakan sampah yang dihasilkan semakin meningkat. Oleh sebab itu, dapat
disimpulkan bahwa masalah terbesar yang harus dihadapi dan diselesaikan di
dusun Tamiajeng adalah mengenai banyaknya sampah.
B. Driving Force / Data
Dusun Tamiajeng memilki luas wilayah 178,705 Ha dengan jumlah
penduduk sebanyak 3258 orang yang terdiri dari 9 RW dan 23 RT. Yang mana
sebagian besar dari penduduk Dusun Tamiajeng bermata pencaharian sebagai
petani dengan hasil palawija dan padi. Selain itu, penduduk di daerah tersebut
juga bermata pencaharian sebagai wiraswasta dan PNS. Kegiatan yang terdapat
pada Dusun Tamiajeng diisi dengan keaktifan dari karang taruna, kelompok tani,
dan kelompok pengembangan peternakan sapi.
Sampah - sampah yang terdapat di Dusun Tamiajeng merupakan salah satu
masalah yang sedang berlangsung di dusun tersebut. Pemuda pemuda dari
karang taruna pada awalnya membantu dalam pembuangan sampah di dusun
tersebut agar tercipta lingkungan yang bersih. Tetapi, seiring berjalannya waktu
terjadi masalah penumpukan pada suatu lahan, yang mana hal tersebut
mengganggu lingkungan. Perangkat desa pernah mengadakan penyuluhan di
Dusun Tamiajeng dalam hal pemilahan sampah. Namun, kesadaran dari penduduk
yang masih kurang dalam pemilahan sampah menyebabkan dari pihak karang
taruna tidak mau mengangkut sampah di pembuangan karena sampah sampah
tersebut tidak dipisahkan antara sampah organik dan anorganik agar pengolahan
sampah lebih mudah. Selain itu, sering kali penduduk juga membuang sampah di
sungai. Hal tersebut dapat menyebabkan tercemarnya air sungai.

Setiap seminggu sekali terdapat petugas pengambil sampah sampah


rumah tangga dari RW 04 untuk mengatasi dari karang taruna yang tidak
mengambil sampah sampah lagi. Tetapi, pada akhirnya sampah sampah
tersebut di buang pada tempat yang mengakibatkan penimbunan sampah yang
juga mengganggu bagi lingkungan sekitarnya. Tidak ada pemanfaatan dalam
pengelolahan sampah.
C. Wacana
1.

Wacana Inti
Peningkatan

perekonomian

warga

dusun

tamiajeng

dengan

mendirikan Rumah Sampah Dusun Tamiajeng


Pihak dusun berkeinginan untuk memilah dan memanfaatkan sampah
menjadi sesuatu yang lebih berguna seperti produksi pupuk atau produk
daur ulang dari sampah untuk meningkatkan perekonomian dalam
masyarakat
2.

Wacana Pendukung
a. Kondisi geologis dusun tamiajeng.

Karena letak daerah dusun

tamiajeng yang lebih rendah dari daerah-daerah sekitarnya, dusun


tamiajeng selalu mendapat sampah sungai kiriman dari daerah yang
lain, pihak desa memikirkan solusi untuk mengurangi kuantitas
sampah yang tertimbun di desa tersebut
b. Walaupun telah ada yang berinisiatif untuk mengangkut sampah ke
pinggiran desa, hal tersebut belum memecahkan
c. Belum ada pengelolaan sampah yang jelas dari pihak dusun sendiri
d. Sudah banyak pelatihan yang menjadi program yang dicanangkan oleh
perangkat dusun.
e. Dusun tamiajeng sudah memiliki perkumpulan/ organisasi desa yang
memiliki keterampilan mengelola sampah menjadi kerajinan.
f. Terdapat beberapa kasus diare yang disebabkan oleh masalah
kebersihan lingkungan.
3.

Wacana Lawan
a. Kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk membuang sampah
pada tempatnya, memilah atau bahkan memanfaatkannya. Meskipun
perangkat dusun telah menegaskan dan selalu mengingatkan tentang
masalah sampah, sebagian masyarakat masih kurang mematuhinya.

b. Masalah

utama

yang

dihadapi

oleh

perangkat

dusun untuk

merealisasikan program pengelolaan sampah adalah mengenai


anggaran.
D. JARGON
Sampah Hilang, Uang Datang
E. KELOMPOK SASARAN
1. Karang Taruna
Dusun Tamiajeng memiliki himpunan pemuda-pemudi yang disebut
Karang Taruna Dusun Tamiajeng. Karang Taruna dibentuk sebgaai upaya
kaderisasi

pemuda-pemudi

dalam

pengembangan

berbagai

sector

kehidupan masyarakat Dusun Tamiajeng. Salah satunya pada sector


kebersihan lingkungan. Pasalnya Kebersihan lingkungan merupakan salah
satu unsur kesejahteraan sosial. Kesehatan masyarakat dapat menunjang
seluruh aktivitas masyarakat. Namun kebersihan di dusun Tamiajeng
masih dikeluhkan oleh masyarakat, keluhan ini disampaikan oleh Kepala
Dusun. Berbagai usaha telah dilakukan diantaranya adalah mengadakan
kerja bakti satu minggu sekalrsebut i dan mengangkut sampah setiap satu
minggu sekali dengan bantuan beberapa pekerja. Namun upaya-upaya
tersebut belum optimal. Masih ada kendala yang ditemukan, diantaranya
adalah tempat akhir pembuangan sampah mnasih berada di wilayah Dusun
Tamiajeng. Meskipun sampah sudah ada di luar pemukiman desa
Tamiajeng yakni berada di lahan kosong Dusun Tamiajeng, namun tidak
selamanya

lahan

kosong

tersebut

dimanfaatkan

sebagai

tempat

pembuangan akhir. Terlebih tidak semua sampah dapat terurai dengan


tanah atau hancur dengan sendirinya. Karang Taruna sebagai organisasi
pemuda belum memiliki rencana atau Program Kerja untuk mengatasi hal
tersebut. _______________________
2. Ibu-Ibu PKK
Salah satu sumber daya masnusia terbesar yang dilmiliki desa Tamiajeng
adalah kelompok ibu-ibu rumah tangga. Dimana mereka dibentuk oleh
perangkat desa sebagai pihak yang dapat membantu dan mensuksesakn
program

desa,

diantaranya

di

lingkup

kesehatan,

ekonomi

dan

kesejahteraan masyarakat lainnya. Di desa Tamiajeng terdapat 30 orang


yang menjadi anggota PKK, yang hampir disetiap kegiatan desa mereka
dilibatkan secara langsung dengan masyarakat. Dengan dijdikannya
kelompok Ibu PKK sebagai kelompok sasaran, maka diharapkan Ibu-ibu
tersebut selanjutnya dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan.
3. Kelompok Keagamaan
Di desa Tamiajeng terdapat banyak kelompok keagamaan, mulai dari ibuibu, bapak-bapak, dan juga remaja. Dengan perbedaan usia diaharapakan
yang tua dapat memberikan contoh yang baik terkait lingkup kesehatan
kepada kelompok anak-anak atau remaja, sehingga kelompok keagamaan
ini sebagai sasaran yang efektif karena melibnatkan berbagai generasi dan
mancakup seluruh masyarakat.
4. Kelompok Posyandu
Kelompok Posyandun yang berada di dususn Tamiajeng di adakan setiap 2
minggu 2 kali yakni padfa minggu pertama dan minggu kedua dalam
kegiatan posyandu.

F. Tokoh Rujukan
Tokoh Rujukan dalam wacana ini adalah sebagai berikut :
1. Kepala Dinas Kebersihan Kabupaten Mojokerto.
Alasan memilih kepala dinas kebersihan sebagai tokoh rujukan adalah
dapat diketahui bahwa Rumah Sampah Tamiajeng merupakan sebuah hal
baru yang berada di lingkungan dusun Tamiajeng. Sehingga dengan
dukungan kepala dinas kebersihan yang memiliki kekuasaan dan jabatan
diharapkan masyarakat akan lebih yakin dan mau berpartisipasi aktif
dalam pelaksanaan kegiatan di Rumah Sampah Tamiajeng. Selain itu,
dukungan dari Kepala Dinas Kebersihan Kabupaten Mojokerto juga
berkaitan dengan kebutuhan anggaran dana Rumah Sampah yang tidak
sedikit.
2. Kepala Dusun Tamiajeng
Alasan memilih kepala dusun Tamiajeng sebagai tokoh rujukan karena
kepala dusun mengetahui kondisi nyata dusun Tamiajeng terutama dalam

permasalahan sampah. Selain itu, kepala dusun juga berperan sebagai


controlling dalam pelaksanaan Rumah Sampah Tamiajeng.
G. Sosialisasi
1.

Media Sosialisasi
Media sosialisasi Rumah Sampah Tamiajeng dapat dilakukan melalui
beberapa cara yaitu berupa media cetak seperti poster, brosur. Dan dapat
didukung dengan sosialisasi langsung dalam forum masyarakat dusun
seperti arisan, pkk, posyandu dan kegiatan rutin keagamaan.

2.

Jadwal Sosialisasi
a. Jadwal sosialisasi untuk Karangtaruna
No
1.

Kegiatan
Persiapan
Koordinasi

dengan

Waktu
Minggu I
ketua Minggu 1

Keterangan

masyarakat dan organisasi yang


ada

(Karang

taruna,

PKK,

Lembaga pendidikan)
FGD memperkenalkan Rumah Minggu 1

2.

sampah dan Pendaftaran Member


Rumah sampah
Pengelolaan Rumah sampah dan Minggu 2

3.
4

pelartihan pengelolaan sampah


Evaluasi dari kjegiatan rumah

sampah

b. Waktu realisasi kegiatan

KEGIATAN
Persiapan
Koordinasi dengan
ketua
dan

masyarakat
organisasi

yang ada (Karang


taruna,

PKK,

BULAN
1
2

Lembaga
pendidikan)
FGD
memperkenalkan
Rumah
dan

sampah
Pendaftaran

Member

Rumah

sampah
Pengelolaan
Rumah
dan

sampah
pelartihan

pengelolaan
sampah
Evaluasi

dari

kjegiatan

rumah

sampah
c. Jadwal sosialisasi untuk ibu-ibu PKK
a. No
1.

Kegiatan
Persiapan
Koordinasi

dengan

masyarakat

dan

Waktu
Minggu I
ketua Minggu 1

organisasi

yang ada (Karang taruna,


PKK, Lembaga pendidikan)
FGD
memperkenalkan Minggu 1

2.

Rumah

sampah

dan

Pendaftaran Member Rumah


sampah
Pengelolaan Rumah sampah Minggu 2

3.

dan pelartihan pengelolaan


4.

sampah
Evaluasi

dari

rumah sampah
d. Waktu realisasi kegiatan

kjegiatan

Keterangan

BULAN
KEGIATAN
1
2
Persiapan
Koordinasi dengan
ketua

masyarakat

dan

organisasi

yang ada (Karang


taruna,

PKK,

Lembaga
pendidikan)
FGD
memperkenalkan
Rumah
dan

sampah
Pendaftaran

Member

Rumah

sampah
Pengelolaan
Rumah

sampah

dan

pelartihan

pengelolaan
sampah
Evaluasi

dari

kjegiatan

rumah

sampah

e. Jadwal sosialisasi untuk kelompok keagamaan


No
1.

Kegiatan
Persiapan
Koordinasi

dengan

Waktu
Minggu I
ketua Minggu 1

masyarakat dan organisasi yang


ada
2.

(Karang

taruna,

PKK,

Lembaga pendidikan)
FGD memperkenalkan Rumah Minggu 1
sampah dan Pendaftaran Member

Keterangan

Rumah sampah
Pengelolaan Rumah sampah dan Minggu 2

3.
4

pelartihan pengelolaan sampah


Evaluasi dari kjegiatan rumah

sampah

f. Waktu realisasi kegiatan

KEGIATAN
Persiapan
Koordinasi dengan
ketua

BULAN
1
2

masyarakat

dan

organisasi

yang ada (Karang


taruna,

PKK,

Lembaga
pendidikan)
FGD
memperkenalkan
Rumah
dan

sampah
Pendaftaran

Member

Rumah

sampah
Pengelolaan
Rumah
dan

sampah
pelartihan

pengelolaan
sampah
Evaluasi

dari

kjegiatan

rumah

sampah

g. Jadwal sosialisasi untuk kelompok posyandu

No
1.

Kegiatan
Persiapan
Koordinasi

dengan

Waktu
Minggu I
ketua Minggu 1

Keterangan

masyarakat dan organisasi yang


ada

(Karang

taruna,

PKK,

Lembaga pendidikan)
FGD memperkenalkan Rumah Minggu 1

2.

sampah dan Pendaftaran Member


Rumah sampah
Pengelolaan Rumah sampah dan Minggu 2

3.
4

pelartihan pengelolaan sampah


Evaluasi dari kjegiatan rumah

sampah

h. Waktu realisasi kegiatan


BULAN
1
2
Persiapan
Koordinasi dengan
ketua

masyarakat

dan

organisasi

yang ada (Karang


taruna,

PKK,

Lembaga
pendidikan)
FGD
memperkenalkan
Rumah
dan

sampah
Pendaftaran

Member

Rumah

sampah
Pengelolaan
Rumah
dan

sampah
pelartihan

pengelolaan

sampah
Evaluasi

dari

kjegiatan

rumah

sampah

H. MAINTAIN AND EVALUATION


a.

MAINTAIN
Ada dua tahap dalam maintanain wacana, yaitu :
Tahap Persiapan
Dalam tahap persiapan ini terbagi dalam berbagai rangkaian kegiatan yaitu
:
1. Perencanaan Progam
Deskripsi :Merencanakan program kerja yang telah disepakati.
2. Administrasi dan Kepanitiaan
Deskripsi : penyelesaian proposal dan kelengkapan administrasi lainnya.
Untuk kepanitiaan dilakukan pembagian job desk untuk sesuai bidang
fungsinya.
3. Perizinan
Deskripsi :Koordinasi

dengan

perangkat

desa

serta

selanjutnya

pelaksanaan perizinan secara berjenjang kepada Pemerintah Provinsi Biro


Kemasyarakatan, Pemkot Mojokerto, Badan Kesejahteraan Pembangunan
Politik dan Lingkungan
Masyarakat, Dinas terkait dan Kepala Desa setempat
4. Launching Progam
Deskripsi : Launcing progam dilaksanakan Universitas Airlangga dengan
dihadiri

oleh perwakilan Universitas, serta masyarakat dusun Tamiajeng. .

Tahap Pelaksanaan Progam


Pelaksanaan progam Comdev terbagi dalam berbagai jenis kegiatan yaitu :
1. Pelatihan dan Pendampingan
Deskripsi :Pelatihan berupa reparasi barang bekas yang masih bisa
dipakai, pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari bahan baku sampah.
Pelatihan mengolah sampah menjadi pupuk kompos.
2. Social Activity
Deskripsi : kegiatan ini difokuskan pada pelaksanaan kegiatan-kegiatan
sosial yang bersifat rutinitas.
3. Event
Deskripsi :merupakan kegiatan yang berkala yang diaksanakan secara
terorganisir baik oleh panitia dari mahasiswa atau masyarakat setempat.
4. Networking and Marketing

Deskripsi : Pencarian jaringan dan pembuatan rancangan marketing untuk


melaksanakan progam daur ulang sampah. Untuk mendukung realisasi
daur ulang, Menerjunkan beberapa sukarelawan yang secara aktif turun ke
rumah warga untuk memonitor pembuangan sampah. Kegiatan ini
digunakan sebagai cara berdialog dengan warga tentang cara penanganan
sampah.
b.

EVALUATION
Tolak Ukur Keberhasilan (tiap tahapan program)
Tahap 2
Tahap

(Persiapan)

(Koordinasi

Tahap 3

tokoh

(Forum

masyarakat

Discussion

dan

daftar member)

Group
dan

Tahap

(Pelaksanaan
program)

organisasi)
75
Karang taruna

Kepala

Dusun,Tokoh

masyarakat dan pemimpin


Ibu PKK

organisasi atau perkumpulan


desa antusias dan ikut serta

Kelompok
Keagamaan

dalam

mengatur

timeline

sosialisasi yang disesuaikan

memberi

anggota
respon

positif
75

memberi

respon positif
75

memberi

respon positif

dengan kegiatan rutin di desa


Kelompok
Posyandu

tersebut

75

memberi

respon positif

75% anggota ikut


melaksanakan
program
75% anggota ikut
melaksanakan
program
75% anggota ikut
melaksanakan
program
75% anggota ikut
melaksanakan
program

Pada rencana evaluasi yang kami lakukan ada tiga tolak ukur keberhasilan
yang diharapkan

dapat tercapai di akhir setiap tahapan program yang kami

lakukan. Tahapan program kami tidak didasarkan pada kurun waktu tertentu. Di
setiap akhir dari masing-masing 4 tahapan program, terdapat evaluasi mengenai
berhasil tidaknya wacana diterima oleh masyarakat sasaran. Indikator pertama,
pada tahap 1 dan 2 dikatakan berhasil jika kepala dusun, tokoh masyarakat, dan
pemimpin organisasi atau perkumpulan desa antusias dan ikut serta dalam

mengatur timeline sosialisasi yang disesuaikan dengan kegiatan rutin di desa


tersebut. Indikator kedua dikatakan berhasil apabila 75 persen dari setiap elemen
sasaran memberikan respon positif pada tahap 3 yaitu diskusi dengan organisasi/
perkumpulan desa sebagai sasaran program. Yang terakhir, pada indikator ketiga,
tahap ke 4 yaitu pelaksanaan program dikatakan berhasil apabila 75 persen
anggota ikut melaksanakan program. Kepala Desa dan organisasi terkait juga turut
serta dalam pengembangan implementasi wacana.