Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kacang hijau (Vigna radiata ) berasal dari keluarga leguminoceae (kacang-kacangan)
dan merupakan salah satu bahan makanan yang begitu menyehatkan. Selain untuk bahan
makanan ternyata kacang hijau sangan bermanfaat pada kesehatan, karena kacang hijau
mengandung protein, fosfor serta kalsium. Sementara itu kandungan lemaknya merupakan
asam lemak tak jenuh sehingga aman dikonsumsi oleh orang-orang dengan masalah
obesitas.
Menurut Rukmana (Dalam Sri Haryanti, 2009:10) saat ini pengembangan kacang hijau
menempati urutan ketiga setelah kedelai dan kacang tanah. Permintaan kacang hijau dari
tahun ketahun semakin meningkat melebihi jumlah produksi nasional. Untuk memenuhi
kebutuhan tersebut pemerintah mengimpor kacang hijau hingga sebesar 20 ribu ton per tahun,
untuk itu produksi kacang hijau harus ditingkatkan. Usaha peningkatan produksi ini hanya
dapat tercapai apabila pertumbuhan tanaman dapat ditingkatkan menjadi lebih baik. Salah
satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah memperlakukan benih kacang hijau dengan
kolkisin. Menurut Burns (Dalam Sri Haryanti, 2009:10) kolkisin (C22H25O6N) merupakan
alkaloid yang mempengaruhi penyusunan mikrotubula, sehingga salah satu efeknya adalah
menyebabkan penggandaan jumlah kromosom tanaman (terbentuk tanaman poliploid).
Tanaman poliploid memiliki pola pertumbuhan, ciri morfologi, anatomi, genetik, fisiologi,
dan produktivitas yang berbeda dibandingkan dengan tanaman diploidinya. Umumnya
kenampakan tanaman dan produktivitasnya lebih baik, sehingga secara ekonomis lebih
menguntungkan.
1.2 Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dalam 4 perlakuan berbagai cara
atau teknologi untuk meningkatkan produksi kacang hijau, yaitu single row non innokulan,
single row dengan innokulan, double row non innokulan, dan double row dengan innokulan.

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Komoditas Kacang Hijau
2.1.1 Klasifikasi Tanaman Kacang Hijau
Divisio

: Spermatophyta

Sub division

: Angiospermae

Kelas

: Dycotiledoneae

Famili

: Leguminoceae

Genus

: Vigna

Sub genus

: Ceratotropis

Species

: Vigna radiata

2.2 Teknis Budidaya


2.2.1 Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah merupakan factor paling utama untuk keberhasilan produksi kacang
hijau. Pengolahan tanah yang baik dan benar sangat di perlukan untuk mendapatkan hasil
panen yang tinggi. Pengolahan tanah yang baik akan memberikan kesempatan yang baik dan
perkecambahan akan mempengaruhi ketetapan masak. Pengolahan tanah pada tanaman
kacang hijau sangat tergantung pada jenis tanah antara lain :
a. Tanah bekas padi sawah
Tidak perlu pengolahan, tetapi jerami padi perlu dibersihkan dan jika kondisi
tanahnya becek sebaiknya dibuatkan saluran drainase
b. Tanah ringan
Tanah jenis ini tidak perlu dilakukan pengolahan tanah yang di bersihkan dari sisa
sisa tanaman dan gulma
c. Tanah tegalan yang berat
Tanah jenis ini sebaiknya dilakukan pembajakan sedalam 15 20 cm, kemudian tanah
dihaluskan dan diratakan.
d. Tanah tegulan bekas tanaman jagung, kedelai atau padi gogo
Tanah jenis ini memerlukan pengolahan tanah minimal (minimal tillage)
2.2.2 Persiapan Benih
Di Indonesia petani kacang hijau sering menggukana varietas lacing hijau local,
karena kurangnya informasi yang diperoleh. Disamping itu, petani juga menanam secara

monokultur atau pengolahan tanah yang seadanya. Varietas kacang hijau local mempunyai
beberapa kelemahan, antara lain yakni :
a.
b.
c.
d.
e.

Sifat polong nya mudah pecah jika sudah masak


Umur panen tanaman lebih lama
Berat 1000 biji lebih rendah di bandingkan varietas lain
Tidak tahan terhadap serangan hama bubuk
Polongnya lebih kecil dari varietas lain

Ada pun varietas unggul dari tanaman kacang hijau, yakni varietas no. 129 merak, betet,
wallet, gelatik dan parkit. Varietas varietas tersebut memiliki beberapa keunggulan yaitu :
a.
b.
c.
d.
e.

Jumlah polong per pohon lebih banyak


Umur pemanenan lebih pendek
Berat 1000 biji lebih tinggi (63 gram)
Produksi per hektarnya lebih baik
Tahan terhadap hama dan penyakit

Pada saat pemilihan benih yang akan ditanam dengan cara melakukan perendaman benih,
benih yang terapung dibuang dan benih yang tenggelam dipakai saat penanaman.
2.2.3 Penanaman
Waktu penanaman yang baik untuk kacang hijau adalah pada musim kemarau, dapat
pula ditanam pada musim penghujan, tetapi resiko terhadap serangan penyakit dan waktu
panen merupakan masalah besar yang harus di hadapi. Penanaman bibit kacang hijau dapat
dilakukan dengan system tugal sebanyak 2-3 biji/ lubang dengan kedalaman 3 -5 cm,
kemudian ditutup dengan abu dapur/jerami atau tanah halus atau bisa dengan pupuk kandang.
Kebutuhan benih berkisar 15-20 kg/ha. Jarak tanam bervariasi, yaitu 40 x 10 cm pada musim
hujan dan pada musim kemarau 40 x 15 cm.
2.2.4 Pemeliharaan
a. Pemupukan
Pemupukan pada lahan yang kurang subur, tanaman di pupuk 45 kg urea + 45 -90 kg
SP36 + 50 kg KCL per Ha. Bahan organic berupa pupuk kandang sebanyak 15 20
ton/ha dan abu dapur sangat baik untuk pupuk dan diberikan sebagai penutup lubang
tanam.
b. Penyiangan
Penyiangan biasanya dilakukan saat tanaman berumur dua minggu dengan
menggunakan tangan atau alat yang ada. Biasanya penyiangan dilakukan sore hari.
Penyiangan dilakukan dengan cara mencabut gulma yang tumbuh pada sekitar
tanaman
c. Pengairan
kacang hijau termasuk tanaman yang toleran terhadap kekurangan air.yang terpenting
yaitu tanah cukup terjaga kelembaban nya. Tapi bila tanah pertanaman kacang hijau
kekeringan sebaiknya segera diairi terutama pada periode kritis yakni, saat tanam,
berbunga, dan saat pengisian polong.
d. Pengendalian hama dan penyakit

Hama utama kacang hijau adalah lalat kacang agromyza phaseoli, ulat jangkal Plusia
chalcites, kepik hijau Nezara viridula, kepik coklat riptortus linearis, penggerek
polong Maruca testutalis dan Etiella zinckenella. Pengendalian hama dapat dilakukan
dengan penggunaan insektisida seperti cofindox, regent, curacron.
Penyakit utama pada tanaman kacang hijau adalah bercak daun busuk batang, embun
tepung, penyakit puru. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara penyemprotan
fungisida seperti, benlate, dithane M-45, baycor.
e. Panen dan Pasca Panen
Umur panen dari tanaman kacang hijau bervariasi tergantung pada varietas yang
ditanam. Panen dilakukan bila polong berwarna hitam atau coklat serta telah kering
dan mudah pecah. Panen dapat dilakukan satu, dua, atau tiga kali tergantung varietas
yang ditanam. Hasil panen langsung dijemur diatas lantai beralaskan terpal atau
karung dengan ketebalan 2-3 cm, pembalikan dilakukan setiap 3 jam. Polong yang
sudah kering dipukul pukul sampai kulit polong pecah.