Anda di halaman 1dari 3

Penutup tubuh

Ikan memiliki sistem peredaran darah sederhana, yang terdiri dari jantung dengan
dua bilik, pembuluh darah, dan darah. Tidak seperti manusia, ikan memiliki pola
sirkulasi tunggal.
Ikan adalah vertebrata air yang termasuk hewan berdarah dingin yang dapat
ditemukan baik pada air garam dan air tawar. Seperti manusia, mereka memiliki
sistem peredaran darah tertutup, di mana darah selalu terkandung dalam rangkaian
pembuluh darah. Dengan kata lain, darah tidak pernah meninggalkan pembuluh
darah dan tidak mengisi rongga tubuh. Sistem peredaran darah tertutup dapat
memiliki pola sirkulasi tunggal atau ganda.
Ikan memiliki pola sirkulasi tunggal, dimana darah melewati jantung hanya sekali
selama setiap rangkaian lengkap. Darah yang kekurangan oksigen dari jaringan
tubuh datang ke jantung, dimana ia dipompa ke insang. Pertukaran gas terjadi
dalam insang, dan darah beroksigen dari insang yang beredar ke seluruh tubuh.

Penutup tubuh
Ada beberapa macam sisik ikan yang dikenal, yakni:
1. Sisik kosmoid (cosmoid) Sisik kosmoid yang sesungguhnya hanya dijumpai pada
ikan-ikan bangsa Crossopterygi yang telah punah. Sisik ini berlapis-lapis, di mana
lapisan terdalam terbangun dari tulang yang memipih. Di atasnya berada selapis
tulang yang berpembuluh darah, dan di atasnya lagi, selapis bahan serupa email gigi
yang disebut kosmin (cosmine). Kemudian di bagian terluar terdapat lapisan keratin.
Ikan coelacanth memiliki semacam sisik kosmoid yang telah berkembang, yang
kehilangan lapisan kosmin dan lebih tipis dari sisik kosmoid sejati.
2. Sisik ganoid Sisik-sisik ganoid ditemukan pada ikan-ikan suku Lepisosteidae dan
Polypteridae. Sisik-sisik ini serupa dengan sisik kosmoid, dengan sebuah lapisan
ganoin terletak di antara lapisan kosmin dan enamel. Sisik-sisik ini berbentuk belah
ketupat, mengkilap dan keras.
3. Sisik plakoid Sisik-sisik plakoid dimiliki oleh ikan hiu dan ikan-ikan bertulang
rawan lainnya. Sisik-sisik ini memiliki struktur serupa gigi.
4. Sisik leptoid Sisik-sisik leptoid didapati pada ikan-ikan bertulang keras, dan
memiliki dua bentuk. Yakni sisik sikloid (cycloid) dan ktenoid (ctenoid).
Sisik-sisik sikloid memiliki tepi luar yang halus, dan paling umum ditemukan pada
ikan-ikan yang lebih primitif yang memiliki sirip-sirip yang lembut. Misalnya adalah
ikan-ikan salem dan karper.
Sisik-sisik ktenoid bergerigi di tepi luarnya, dan biasanya ditemukan pada ikan-ikan
yang lebih modern yang memiliki sirip-sirip berduri.
Sejalan dengan pertumbuhannya, sisik-sisik sikloid dan ktenoid terus bertambah
lingkaran tahunnya. Sisik-sisik ini tersusun di tubuh ikan seperti genting, dengan
arah menutup ke belakang. Dengan demikian memungkinkan aliran air yang lebih
lancar di sekeliling tubuh dan mengurangi gesekan.