Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

AKUNTANSI ASET TETAP

SATRIA FADLI
A31115746

PROGRAM S1 STAR BPKP


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2016

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas berkat dan karunia-Nya
sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Makalah yang berjudul Akuntansi Aset Tetap
merupakan salah satu tugas yang harus dipenuhi dalam perkuliahan Seminar Akuntansi
Sektor Publik. Salam dan salawat kami haturkan kepada junjungan Rasulullah Muhammad
SAW serta keluarga dan sahabat yang telah membimbing umat manusia dari zaman
kegelapan menuju zaman yang penuh cahaya. Semoga suri tauladan beliau senantiasa
mewarnai kehidupan kita.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Apabila
terdapat kesalahan-kesalahan dalam makalah ini, sepenuhnya menjadi tanggungjawab
kami. Kritik dan saran yang membangunakan lebih menyempurnakan makalah ini baik di
masa kini maupun di masa yang akan datang. Semoga semua bantuan dari berbagai pihak
yang telah diberikan kepada kami akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Makassar,

September 2016

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................................ ii
BAB I...................................................................................................................................... 3
PENDAHULUAN.................................................................................................................... 3
A.

LATAR BELAKANG..............................................................................................3

B.

RUMUSAN MASALAH.........................................................................................4

C.

TUJUAN............................................................................................................... 4

BAB II..................................................................................................................................... 5
PEMBAHASAN...................................................................................................................... 5
A. DEFINISI......................................................................................................................... 5
B. KLASIFIKASI................................................................................................................... 5
C. PENGAKUAN ASET TETAP............................................................................................6
D. PENGUKURAN ASET TETAP.........................................................................................7
E. PENILAIAN AWAL ASET TETAP.....................................................................................8
F.

KOMPONEN BIAYA........................................................................................................ 9

G. PERTUKARAN ASET (EXCHANGES OF ASSETS)......................................................10


H. ASET DONASI...............................................................................................................11
I.

PENGELUARAN SETELAH PEROLEHAN (SUBSEQUENT EXPENDITURES)...........11

J.

PENGHENTIAN DAN PELEPASAN (RETIREMENT AND DISPOSAL).........................12

K. PENYUSUTAN.............................................................................................................. 12
L.

PENGUNGKAPAN........................................................................................................ 13

BAB III.................................................................................................................................. 15
PENUTUP............................................................................................................................ 15
SIMPULAN.................................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................. 16

A. BAB I
B. PENDAHULUAN
C.
D.

A. LATAR BELAKANG
E.

Mengacu pada prinsip good governance bahwa pemerintah, baik itu

pemerintah pusat maupun daerah harus menyajikan laporan keuangan yang transparan
dan akuntable. Tujuannya agar semua yang dilaporkan bisa dipertanggungjawabkan
kepada masyarakat, termasuk aset tetap berupa Barang Milik Negara (BMN) maupun
Barang Milik Daerah (BMD). Pengelolaan aset Negara maupun Daerah tidak semudah
dibayangkan. Dalam prakteknya, banyak faktor yang menjadi kendala, antara lain
tenaga SDM untuk menyajikan laporan keuangan belum cukup banyak, kebijakan untuk
pengelolaan aset yang belum mengakomodir semua hal yang diperlukan, penguasaan
dan pemeliharaan aset agar tidak hilang, rusak, dicuri, serta manajemen penatausahaan
dan pengelolaan aset yang belum sempurna. Meskipun belum sempurna seperti yang
diharapkan tetapi penatausahaan dan pengelolaan aset harus dimulai karena aset yang
dimiliki oleh suatu instansi pemerintahan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam
pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan.
F.
Aset tetap sering merupakan suatu bagian utama aset pemerintah, dan
karenanya signifikan dalam penyajian neraca. Termasuk dalam aset tetap pemerintah
adalah:
a. Aset tetap yang dimiliki oleh entitas pelaporan namun dimanfaatkan oleh
entitas lainnya, misalnya instansi pemerintah lainnya, universitas, dan
kontraktor;
b. Hak atas tanah.
G.

Tidak termasuk dalam definisi aset tetap adalah aset yang dikuasai untuk

dikonsumsi dalam operasi pemerintah, seperti bahan (materials) dan perlengkapan


(supplies).
H.
Pemberian otonomi kepada Daerah sebagaimana yang diatur dalam Undangundang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah telah memberi kewenangan
kepada pemerintah daerah dalam hal pengaturan urusan rumah tangga daerah,
penetapan kebijakan, serta pembiayaan dan pertanggungjawaban keuangan secara
mandiri. Salah satu bentuk pertanggungjawaban keuangan daerah yaitu pelaksanaan
penatausahaan barang milik daerah. Untuk dapat menjalankan proses penatausahaan
barang milik daerah dengan baik, maka Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan
Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Barang
3

Milik Daerah sejak perencanaan, pengadaan, pemeliharaan, pemanfaatan, penggunaan,


hingga penghapusannya.
I.
Berdasarkan uraian tersebut dan mengingat pentingnya pertanggungjawaban
penatausahaan asset tetap maka penulis menyusun makalah tentang akuntansi asset
tetap pada pemerintah.
J.

B. RUMUSAN MASALAH
K.

Berdasarkan latar belakang di atas, ada beberapa masalah yang ingin

diidentifikasi, antara lain:


1) Bagaimana pengakuan asset tetap?
2) Bagaimana penentuan nilai tercatat asset tetap?
3) Bagaimana perlakuan akuntansi atas penilaian kembali dan penurunan nilai
tercatat (carrying value) asset tetap
L.

C. TUJUAN
M.

Penyusunan makalah ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi

untuk aset tetap meliputi pengakuan, penentuan nilai tercatat, serta penentuan dan
perlakuan akuntansi atas penilaian kembali dan penurunan nilai tercatat (carrying
value) aset tetap. Selain itu, tujuan utama dalam penyusunan makalah ini dalam
rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah Seminar Akuntansi Sektor Publik.
N.
O.

P. BAB II
Q.PEMBAHASAN
R.
S.

A. DEFINISI
T.

Aset Tetap merupakan aset yang sangat penting bagi pemerintah daerah.

Proporsi asset tetap di neraca Pemerintah Daerah umumnya paling besar dibandingkan
jenis aset lainnya. Secara definisi, PSAP No. 7 menyatakan aset tetap adalah aset
berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk
digunakan, atau dimaksudkan untuk digunakan, dalam kegiatan pemerintah atau
dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
U.
Dari definisi tersebut, terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar
suatu aset dapat diakui sebagai aset tetap, yaitu (1) berwujud, (2) mempunyai masa
manfaat lebih dari 12 bulan, (3) biaya perolehan dapat diukur secara andal, (4) tidak
dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas, serta (5) diperoleh atau
dibangun dengan maksud untuk digunakan.
V.

B. KLASIFIKASI
W.

Aset tetap diklasifikasikan berdasarkan kesamaan dalam sifat atau fungsinya

dalam aktivitas operasi entitas. Klasifikasi aset tetap menurut PSAP No. 7 adalah
sebagai berikut:
1. Tanah
X.

Tanah yang dikelompokkan sebagai aset tetap ialah tanah yang

diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah dan
dalam kondisi siap dipakai.
2. Peralatan dan Mesin
Y.

Peralatan dan mesin mencakup mesin-mesin dan kendaraan

bermotor, alat elektonik, inventaris kantor, dan peralatan lainnya yang nilainya
signifikan dan masa manfaatnya lebih dari 12 (dua belas) bulan dan dalam kondisi
siap pakai.
3. Gedung dan Bangunan
Z.

Gedung dan bangunan mencakup seluruh gedung dan bangunan

yang diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional


pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai.

4. Jalan, Irigasi, dan Jaringan


AA.

Jalan, irigasi, dan jaringan mencakup jalan, irigasi, dan jaringan yang

dibangun oleh pemerintah serta dimiliki dan/ata u dikuasai oleh pemerintah dan
dalam kondisi siap dipakai.
5. Aset Tetap Lainnya
AB.

Aset

tetap

lainnya

mencakup

aset

tetap

yang

tidak

dapat

dikelompokkan ke dalam kelompok aset tetap di atas, yang diperoleh dan


dimanfaatkan untuk kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai.
6. Konstruksi dalam Pengerjaan
AC.

Konstruksi dalam pengerjaan mencakup aset tetap yang sedang

dalam proses pembangunan namun pada tanggal laporan keuangan belum selesai
seluruhnya.
AD.

Dalam Bagan Akun Standar, kode rekening untuk jenis aset tetap sama

dengan pengklasifikasian di PSAP No. 7 di atas. Namun demikian, obyek dan rincian
obyeknya didetailkan dengan sangat rinci.
AE.

C. PENGAKUAN ASET TETAP


AF.

Aset tetap diakui pada saat manfaat ekonomi masa depan dapat diperoleh

dan nilainya dapat diukur dengan handal. Untuk dapatdiakui sebagai aset tetap harus
dipenuhi kriteria sebagai berikut :
a)
b)
c)
d)
e)

Berwujud;
Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan;
Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal;
Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas; dan
Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan.
AG.

Dalam menentukan apakah suatu aset tetap mempunyai manfaat lebih dari

12 (dua belas) bulan, suatu entitas harus menilai manfaat ekonomimasa depan yang
dapat diberikan oleh aset tetap tersebut, baik langsungmaupun tidak langsung, bagi
kegiatan operasional pemerintah. Manfaat tersebutdapat berupa aliran pendapatan atau
penghematan belanja bagi pemerintah.
AH.
Manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke suatu entitas dapat
dipastikanbila

entitas

tersebut

akan

menerima

manfaat

dan

menerima

risiko

terkait.Kepastian ini biasanya hanya tersedia jika manfaat dan risiko telah diterimaentitas
tersebut. Sebelum hal ini terjadi, perolehan aset tidak dapat diakui.
AI.
Tujuan utama dari perolehan aset tetap adalah untuk digunakan oleh
pemerintah dalam mendukung kegiatan operasionalnya dan bukan dimaksudkan untuk

dijual. Pengakuan aset tetap akan andal bila aset tetap telah diterima ataudiserahkan
hak kepemilikannya dan atau pada saat penguasaannya berpindah.Saat pengakuan
aset akan dapat diandalkan apabila terdapat buktibahwa telah terjadi perpindahan hak
kepemilikan dan/atau penguasaan secarahukum, misalnya sertifikat tanah dan bukti
kepemilikan kendaraan bermotor.
AJ.
Apabila perolehan aset tetap belum didukung dengan bukti secara hukum
dikarenakan masih adanya suatu proses administrasi yang diharuskan, sepertipembelian
tanah yang masih harus diselesaikan proses jual beli (akta) dansertifikat kepemilikannya
di instansi berwenang, maka aset tetap tersebut harusdiakui pada saat terdapat bukti
bahwa penguasaan atas aset tetap tersebut telahberpindah, misalnya telah terjadi
pembayaran dan penguasaan atas sertifikattanah atas nama pemilik sebelumnya.
AK.
Ilustrasi:
AL.
Pada tanggal 2 April 2013 Dinas Pendidikan menerima Berita Acara Serah
Terima Barang atas pembelian 10 unit printer seharga Rp 700 ribu/unit. Berdasarkan
hal tersebut dicatat pengakuan aset tetap dengan jurnal:
AM.

AN.

D. PENGUKURAN ASET TETAP


AO.

Aset tetap dinilai dengan biaya perolehan. Biaya perolehan merupakan

jumlah kas atau setara kas yang telah dan yang masih wajib dibayarkan atau nilai wajar
imbalan lain yang telah dan yang masih wajib diberikan untuk memperoleh suatu aset
pada saat perolehan atau konstruksi sampai dengan aset tersebut dalam kondisi dan
tempat yang siap untuk dipergunakan.
AP.
Biaya perolehan suatu aset

tetap

terdiri

dari

harga

belinya

atau

konstruksinya, termasuk bea impor dan setiap biaya yang dapat diatribusikan secara
langsung dalam membawa aset tersebut ke kondisi yang membuat aset tersebut dapat
bekerja untuk penggunaan yang dimaksudkan. Apabila terdapat potongan harga (diskon)
dan rabat, maka harus dikurangkan dari harga pembelian.
AQ.
Untuk aset tetap yang dibangun dengan cara swakelola, biaya perolehannya
meliputi biaya langsung untuk tenaga kerja, bahan baku, dan biaya tidak langsung
termasuk biaya perencanaan dan pengawasan, perlengkapan, tenaga listrik, sewa
peralatan, dan semua biaya lainnya yang terjadi berkenaan dengan pembangunan aset
tetap tersebut.
7

AR.

Apabila

tidak

memungkinkan

menggunakan

biaya

perolehan,

maka

digunakan nilai wajar pada saat perolehan. Nilai wajar adalah nilai tukar aset atau
penyelesaian kewajiban antar pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan
transaksi wajar.
AS.
Ilustrasi:
AT.

Pada tanggal 8 Juli 2013, dilakukan pembelian 10 unit Air Conditioner (AC)

secara tunai seharga Rp3.000.000/unit. Biaya pengiriman dan pemasangan


kesepuluh unit AC tersebut adalah Rp.500.000. Untuk pengadaan AC tersebut,
terdapat honorarium panitia pengadaan sebesar Rp.300.000 dan honorarium
pemeriksa barang sebesar Rp200.000.
AU.

Dari transaksi tersebut dapat diketahui bahwa biaya perolehan kesepuluh unit

AC tersebut adalah sebesar Rp.31.000.000, yang terdiri atas harga pembelian


Rp.30.000.000 dan biaya-biaya lainnya sampai AC tersebut siap untuk dipergunakan
sebesar Rp.1.000.000. Dengan demikian jurnal yang dibuat untuk mencatat adalah
sebagai berikut:
AV.

AW.

E. PENILAIAN AWAL ASET TETAP


AX.

Barang berwujud yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai suatu aset

dan dikelompokkan sebagai aset tetap, pada awalnyaharus diukur berdasarkan biaya
perolehan.Bila aset tetap diperoleh dengan tanpa nilai, biaya aset tersebut adalah
sebesar nilai wajar pada saat aset tersebut diperoleh.Suatu aset tetap mungkin diterima
pemerintah sebagai hadiah ataudonasi. Sebagai contoh, tanah mungkin dihadiahkan ke
pemerintah

daerah

oleh

pengembang

(developer)

dengan

tanpa

nilai

yang

memungkinkan pemerintah daerah untuk membangun tempat parkir, jalan, ataupun


untuk tempat pejalankaki. Suatu aset juga mungkin diperoleh tanpa nilai melalui
pengimplementasianwewenang yang dimiliki pemerintah.
AY.
Sebagai contoh, dikarenakan wewenangdan peraturan yang ada, pemerintah
daerah melakukan penyitaan atas sebidangtanah dan bangunan yang kemudian akan
8

digunakan sebagai tempat operasipemerintahan. Untuk kedua hal di atas aset tetap
yang diperoleh harus dinilaiberdasarkan nilai wajar pada saat aset tetap tersebut
diperoleh.
AZ.
Untuk tujuan pernyataan ini, penggunaan nilai wajar pada saat perolehan
untuk kondisi pada paragraf 24 bukan merupakan suatu prosespenilaian kembali
(revaluasi) dan tetap konsisten dengan biaya perolehan sepertipada paragraf 23.
Penilaian kembali yang dimaksud pada paragraf 59 danparagraf yang berhubungan
lainnya hanya diterapkan pada penilaian untukperiode pelaporan selanjutnya, bukan
pada saat perolehan awal.
BA.
Untuk keperluan penyusunan neraca awal suatu entitas, biaya perolehan aset
tetap yang digunakan adalah nilai wajar pada saat neracaawal tersebut disusun. Untuk
periode selanjutnya setelah tanggal neracaawal, atas perolehan aset tetap baru, suatu
entitas menggunakan biayaperolehan atau harga wajar bila biaya perolehan tidak ada.
BB.

F. KOMPONEN BIAYA
BC.

Biaya

perolehan

suatu

aset

tetap

terdiri

dari

harga

belinya

atau

konstruksinya, termasuk bea impor dan setiap biaya yang dapatdiatribusikan secara
langsung dalam membawa aset tersebut ke kondisiyang membuat aset tersebut dapat
bekerja untuk penggunaan yang dimaksudkan.
BD.
Contoh biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah: (a) biaya
persiapan tempat;(b) biaya pengiriman awal (initialdelivery) dan biaya simpan dan
bongkar muat (handlingcost); (c) biaya pemasangan (installationcost); (d) biaya
profesional seperti arsitek dan insinyur; dan (e) biaya konstruksi.
BE.
Tanah diakui pertama kali sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan
mencakup harga pembelian atau biaya pembebasan tanah, biaya yangdikeluarkan
dalam rangka memperoleh hak, biaya pematangan, pengukuran,penimbunan, dan biaya
lainnya yang dikeluarkan maupun yang masih harusdikeluarkan sampai tanah tersebut
siap pakai. Nilai tanah juga meliputi nilaibangunan tua yang terletak pada tanah yang
dibeli tersebut jika bangunan tua tersebut dimaksudkan untuk dimusnahkan.
BF.
Biaya perolehan peralatan dan mesin menggambarkan jumlah pengeluaran
yang telah dan yang masih harus dilakukan untuk memperolehperalatan dan mesin
tersebut sampai siap pakai. Biaya ini antara lain meliputiharga pembelian, biaya
pengangkutan, biaya instalasi, serta biaya langsunglainnya untuk memperoleh dan
mempersiapkan sampai peralatan dan mesin tersebut siap digunakan.
BG.
Biaya perolehan gedung dan bangunan menggambarkan seluruh biaya yang
dikeluarkan dan yang masih harus dikeluarkan untuk memperolehgedung dan bangunan
sampai siap pakai. Biaya ini antara lain meliputi hargapembelian atau biaya konstruksi,
termasuk biaya pengurusan IMB, notaris, danpajak.
9

BH.

Biaya perolehan jalan, irigasi, dan jaringan menggambarkan seluruh biaya

yang dikeluarkan dan yang masih harus dikeluarkan untukmemperoleh jalan, irigasi, dan
jaringan sampai siap pakai. Biaya ini meliputi biayaperolehan atau biaya konstruksi dan
biaya-biaya lain yang dikeluarkan sampaijalan, irigasi dan jaringan tersebut siap pakai.
BI.
Biaya perolehan aset tetap lainnya menggambarkan seluruh biaya yang
dikeluarkan dan yang masih harus dikeluarkan untuk memperoleh asettersebut sampai
siap

pakai.Biaya

suatukomponen

administrasi
biaya

aset

dan
tetap

biaya

umum

sepanjang

lainnya

biaya

bukan

tersebut

merupakan
tidak

dapat

diatribusikansecara langsung pada biaya perolehan aset atau membawa aset ke


kondisikerjanya. Demikian pula biaya permulaan (start-upcost) dan pra-produksi
serupatidak merupakan bagian biaya suatu aset kecuali biaya tersebut perlu
untukmembawa aset ke kondisi kerjanya.
BJ.
Biaya perolehan suatu aset yang dibangun dengan cara swakelola ditentukan
menggunakan prinsip yang sama seperti aset yang dibeli.Setiap potongan dagang dan
rabat dikurangkan dari hargapembelian.
BK.

G. PERTUKARAN ASET (EXCHANGES OF ASSETS)


BL.

Suatu aset tetap dapat diperoleh melalui pertukaran ataupertukaran sebagian

aset tetap yang tidak serupa atau aset lainnya. Biayadari pos semacam itu diukur
berdasarkan nilai wajar aset yang diperolehyaitu nilai ekuivalen atas nilai tercatat aset
yang dilepas setelah disesuaikandengan jumlah setiap kas atau setara kas dan
kewajiban lain yang ditransfer/diserahkan.
BM. Suatu aset tetap dapat diperoleh melalui pertukaran atas suatu aset yang
serupa yang memiliki manfaat yang serupa dan memiliki nilaiwajar yang serupa. Suatu
aset tetap juga dapat dilepas dalam pertukarandengan kepemilikan aset yang serupa.
Dalam keadaan tersebut tidak adakeuntungan dan kerugian yang diakui dalam transaksi
ini. Biaya aset yang baru diperoleh dicatat sebesar nilai tercatat (carryingamount) atas
aset yang dilepas.
BN.
Nilai wajar atas aset yang diterima tersebut dapat memberikan bukti adanya
suatu pengurangan (impairment) nilai atas aset yang dilepas. Dalamkondisi seperti ini,
aset yang dilepas harus diturun-nilai-bukukan (writtendown)dan nilai setelah diturunnilai-bukukan (writtendown) tersebut merupakan nilaiaset yang diterima. Contoh dari
pertukaran atas aset yang serupa termasukpertukaran bangunan, mesin, peralatan
khusus, dan kapal terbang. Apabila terdapat aset lainnya dalam pertukaran, misalnya
kas atau kewajiban lainnya, maka hal ini mengindikasikan bahwa pos yang
dipertukarkan tidak mempunyai nilai yang sama.

10

BO.

H. ASET DONASI
BP.

Aset tetap yang diperoleh dari sumbangan (donasi) harus dicatat sebesar

nilai wajar pada saat perolehan.Sumbangan aset tetap didefinisikan sebagai transfer
tanpapersyaratan suatu aset tetap ke satu entitas, misalnya perusahaan nonpemerintah
memberikan bangunan yang dimilikinya untuk digunakan olehsatu unit pemerintah tanpa
persyaratan apapun.
BQ.
Penyerahan aset tetap tersebut akan sangat andal bila didukung dengan
bukti perpindahan kepemilikannyasecara hukum, seperti adanya akta hibah. Tidak
termasuk perolehan aset donasi, apabila penyerahan asettetap tersebut dihubungkan
dengan kewajiban entitas lain kepada pemerintah.
BR.
Sebagai contoh, satu perusahaan swasta membangun aset tetap untuk
pemerintah dengan persyaratan kewajibannya kepada pemerintah telah dianggap
selesai. Perolehan aset tetap tersebut harus diperlakukan seperti perolehan asettetap
dengan pertukaran.Apabila perolehan aset

tetap memenuhi kriteria perolehan

asetdonasi, maka perolehan tersebut diakui sebagai pendapatan operasional.


BS.

I. PENGELUARAN

SETELAH

PEROLEHAN

(SUBSEQUENT

EXPENDITURES)
BT.

Pengeluaran setelah perolehan awal suatu aset tetap yangmemperpanjang

masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberimanfaat ekonomi di masa yang
akan datang dalam bentuk kapasitas, mutuproduksi, atau peningkatan standar kinerja,
harus ditambahkan pada nilaitercatat aset yang bersangkutan.
BU.
Kapitalisasi biaya dimaksud harus ditetapkan dalam kebijakan akuntansi
suatu

entitas

berupa

kriteria

dan/atau

suatu

batasan

jumlah

biaya

(capitalizationthresholds) tertentu untuk dapat digunakan dalam penentuan apakah


suatu pengeluaran harus dikapitalisasi atau tidak.
BV.
Dikarenakan organisasi pemerintah sangatlah beragam dalam jumlah dan
penggunan

aset

tetap,

maka

suatu

batasan

jumlah

biaya

kapitalisasi(capitalizationthresholds) tidak dapat diseragamkan untuk seluruh entitas


yangada.

Masing-masing

entitas

harus

menetapkan

denganmempertimbangkan

kondisi

keuangan

terbentukmaka

jumlah

biaya

batasan

dan

batasan

jumlah

operasionalnya.

kapitalisasi

tersebut

Bila

telah

(capitalizationthresholds)

harusditerapkan secara konsisten dan diungkapkan dalam Catatan atas Laporan


Keuangan.

11

BW.

J. PENGHENTIAN

DAN

PELEPASAN

(RETIREMENT

AND

DISPOSAL)
BX.
BY.

Suatu aset tetap dieliminasi dari neraca ketika dilepaskan ataubila aset

secara permanen dihentikan penggunaannya dan tidak adamanfaat ekonomi masa yang
akan datang.Aset tetap yang secara permanen dihentikan atau dilepas harus dieliminasi
dari Neraca dan diungkapkan dalam Catatan atas LaporanKeuangan.Aset tetap yang
dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah tidak memenuhi definisi aset tetap dan
harus dipindahkan ke pos asetlainnya sesuai dengan nilai tercatatnya.
BZ.

K. PENYUSUTAN
CA.

Penyusutan adalah alokasi yang sistematis atas nilai suatu aset tetap yang

dapat disusutkan (depreciableassets) selama masa manfaat aset yang bersangkutan.


Nilai penyusutan untuk masing-masing periode diakui sebagaipengurang nilai tercatat
aset tetap dalam neraca dan beban penyusutandalam laporan operasional.
CB.
Penyesuaian nilai aset tetap dilakukan dengan berbagai metode yang
sistematis sesuai dengan masa manfaat. Metode penyusutan yangdigunakan harus
dapat menggambarkan manfaat ekonomi atau kemungkinanjasa (servicepotential) yang
akan mengalir ke pemerintah.
CC.
Masa manfaat aset tetap yang dapat disusutkan harus ditinjausecara periodik
dan jika terdapat perbedaan besar dari estimasi sebelumnya,penyusutan periode
sekarang dan yang akan datang harus dilakukan penyesuaian.
CD.
Metode penyusutan yang dapat dipergunakan antara lain:

CH.

CE.

(a) Metode garis lurus (straightlinemethod); atau

CF.

(b) Metode saldo menurun ganda (doubledecliningbalancemethod)

CG.

(c) Metode unit produksi (unit ofproductionmethod)

Selain tanah dan konstruksi dalam pengerjaan, seluruh asettetap disusutkan

sesuai dengan sifat dan karakteristik aset tersebut.


CI.

L. PENGUNGKAPAN
CJ.

Laporan keuangan harus mengungkapkan untuk masing-masing jenis aset

tetap sebagai berikut:


CK.

(a)

Dasar

penilaian

yang

digunakan

untuk

menentukan

tercatat(carryingamount);
CL.(b) Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan:
12

nilai

CQ.

CM.

(1) Penambahan;

CN.

(2) Pelepasan;

CO.

(3) Akumulasi penyusutan dan perubahan nilai, jika ada;

CP.

(4) Mutasi aset tetap lainnya.

(c) Informasi penyusutan, meliputi:


CR.

(1) Nilai penyusutan;

CS.

(2) Metode penyusutan yang digunakan;

CT.

(3) Masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan;

CU.

(4) Nilai tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir

periode;
CV.

Laporan keuangan juga harus mengungkapkan:

CW.

(a) Eksistensi dan batasan hak milik atas aset tetap;

CX.

(b) Kebijakan akuntansi untuk kapitalisasi yang berkaitan dengan aset tetap;

CY.(c) Jumlah pengeluaran pada pos aset tetap dalam konstruksi; dan
CZ.(d) Jumlah komitmen untuk akuisisi aset tetap.
DA.

Jika aset tetap dicatat pada jumlah yang dinilai kembali, maka hal-hal berikut

harus diungkapkan:
DB.

(a) Dasar peraturan untuk menilai kembali aset tetap;

DC.

(b) Tanggal efektif penilaian kembali;

DD.

(c) Jika ada, nama penilai independen;

DE.

(d) Hakikat setiap petunjuk yang digunakan untuk menentukan biaya

pengganti;
DF.(e) Nilai tercatat setiap jenis aset tetap.
DG.

Aset bersejarah diungkapkan secara rinci, antara lain nama, jenis, kondisi

dan lokasi aset dimaksud.


DH.
DI.

13

DJ.
DK.

BAB III
PENUTUP

DL.

DM.

SIMPULAN

DN.
DO.

Aset tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih

dari (dua belas) bulan untuk digunakan, atau dimaksudkan untuk digunakan,dalam
kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
DP.

Aset tetap diklasifikasikan berdasarkan kesamaan dalam sifat atau

fungsinya dalam aktivitas operasi entitas. Klasifikasi aset tetap adalahsebagai


berikut:
DQ.

(a) Tanah;

DR.

(b) Peralatan dan Mesin;

DS.

(c) Gedung dan Bangunan;

DT.(d) Jalan, Irigasi, dan Jaringan;


DU.

(e) Aset Tetap Lainnya; dan

DV.(f) Konstruksi dalam Pengerjaan.


DW.

Aset tetap diakui pada saat manfaat ekonomi masa depan dapat

diperoleh dan nilainya dapat diukur dengan handal. Untuk dapatdiakui sebagai aset
tetap harus dipenuhi kriteria sebagai berikut :
DX.

(a) Berwujud;

DY.(b) Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan;


DZ.(c) Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal;
EA.(d) Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas; dan

EB.

(e) Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan.

14

EC.
ED.
EE.Peraturan Pemerintah Nomor

DAFTAR PUSTAKA
71 Tahun

2010 tentang

Standar Akuntansi

Pemerintahan
EF.

Direktorat Jenderal Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri. 2014. Modul

Akuntansi Nasional. Jakarta, 8 Januari 2014


EG.
Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual Pernyataan No. 07. 2010.
Akuntansi Aset Tetap.
EH.
EI.
EJ.

15