Anda di halaman 1dari 6

JUDUL 1: Melestarikan Budaya dan Nilai Luhur Bangsa berbasis ICT (Information Communication

Tecnology )
Berwacana tentang teknologi tampaknya menjadi sesuatu yang bersifat wajib bagi setiap
individu terutama mahasiswa sebagai agent of change di tengah masyarakat. Teknologi merupakan salah
satu pemacu utama kemajuan suatu bangsa. Suatu bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai
budaya leluhurnya.Sedangkan bangsa yang berdaulat adalah suatu bangsa yang dinamis dengan kemajuan
teknologi yang dapat memediasi masyarakatnyan secara adil dan bijaksana serta demokratis.
Salah satu teknologi yang cukup menggemparkan dunia pada abad 21 ini adalah Teknologi Informasi &
Komunikasi yang biasa di singkat TIK atau ICT (Information Communication Technology ). Berbagai
terobosan dari kemajuan produk TIK diantaranya relay satelite, penerbangan (flight), GPS (Global Positioning
System ),perangkat software baik itu komputer, netbook/laptop, Ipad, Handphone dan yang paling kita kenal
yakni Internet. Produk TIK satu ini mungkin tidak asing lagi bagi kita semua. Begitu kuatnya pengaruh media
digital ini sehingga kita seakan menggenggam dunia hanya dengan browsing internet. Tidak heran jika
ada orang yang mengatakan genggamlah dunia dengan internet. Tampaknya ungkapan itu benar adanya.
Segala bentuk informasi tersedia di layanan internet. Sekali klik langsung dapat beribu informasi.
Pertanyaan: Bisakah internet dijadikan sebagai salah satu media untuk melestarikan budaya dan nilai luhur
bangsa Indonesia ?

Menurut penulis internet memiliki potensi menjadi salah satu media dalam upaya melestarikan budaya dan
nilai luhur bangsa Indonesia. Dengan berbagai alasan yang coba deskripsikan seperti berikut ini :

a. Kita sudah malas membaca buku , Budaya instant membudaya.

Sadar atau tidak tampaknya media cetak sudah melewati masa keemasannya jika dibandingkan media
elektronik sekarang ini. Sejak kehadiran internet dalam dunia teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan
masyarakat Indonesia yang secara umum, konsumtif dan berbudaya instant. Seseorang dikatakan konsumtif
jika lebih memilih e-book (buku digital) dari pada buku cetak setebal 500 halaman dengan judul, penerbit
serta penulis yang sama. Sedangkan berbudaya instant jika segala sesuatu harus dikerjakan secara cepat
dan praktis . Penulis berpandangan bahwa dengan memberi informasi budaya dan nilai luhur bangsa
sebanyak-banyaknya di dunia maya akan dapat menumbuhkan cinta budaya dan menjunjung tinggi nilai
luhur bangsa Indonesia.

b. Budaya bangsa Indonesia adalah budaya Ketimuran !

Melihat fenomena sekarang ini dengan adanya istialh Korean Holic, Life style kebarat-baratan dan
sebagainya. Tampaknya mengkhawatirkan akan tergesernya budaya ketimuran kita Indonesia. Hal ini tidak
perlu kita khawatirkan jika kita punya basis aset informasi yang banyak dan accessable oleh masyarakat.
Media internet tentunya harus diberdayakan semaksimal mungkin. Salah satunya facebook dan twitter
sebagai jejaring sosial dengan jaringan internet dan user unlimited dapat dijadikan ajang untuk promosi
budaya masing-masing seperti membuat grup cinta Wayang golek dan Keroncong, Ketoprak, hingga berbagi
resep makanan tradisional masing-masing sampai berbagi folklore (cerita rakyat) yang tentunya secara tidak
langsung akan memperkaya khasanah dan pelestarian budaya asli Indonesia. Tentu hal ini mudah untuk
dilakukan jika melihat jumlah pengguna facebook dan twitter yang semakin menjamur, hanya saja perlu
diepelopori terlebih dahulu oleh stakeholder yang terkait.
Demikan esai saya semoga bermanfaat.
Akhir kata Cintailah negerimu, lestarikan budaya kita Indonesia agar menjadi bangsa yang tetap berdaulat
dan berbudi pekerti luhur serta bermartabat._Penulis_2011
JUDUL 2: Membentuk Jaringan Sesama Pecinta Budaya dan Nilai Luhur Bangsa dengan Konsep BCL

Mungkin terlintas pertanyaan besar dari pembaca tentang singkatan di akhir dari judul esai ini. Ini merupakan suatu
metode inovatif penulis untuk mencari jalan. Jalan dimana budaya dan nilai luhur menjadi benar-benar mempunyai
nilai (valuable). Melestarikan kearifan budaya memang tidak harus jadi pelaku budaya tetapi sosialisasi mengenai
keberadaan elemen tersebut , dirasa penting dilakukan karena merupakan wujud pelestarian budaya dan nilai luhur
bangsa yang mulai memudar dan terlupakan. Di zaman yang serba modern dan mengglobal ini nampaknya, sudah
jarang yang tidak mengerti tentang eksistensi dunia internet. Sebagai produk teknologi informasi yang berkembang
pesat ,internet sangat memegang peranan penting dalam penyebaran informasi baik visual, audio, maupun audiovisual. Oleh karena itu penulis memberi konsep BCL yang disingkat Blogging, Chatting, dan Links. Menurut penulis
ketiga hal ini sangat penting untuk keberlanjutan penyebaran informasi, yang terkait efektifitas pelestarian budaya
dan nilai luhur bangsa.
Blogging atau menulis di internet merupakan jalan termudah dan termurah untuk diakses. Sejalan dengan banyaknya
penyedia akun blog misalnya WordPress.com, Blogger.com, Communitas Blogger dan masih banyak lagi lainnya
tentunya sangat memudahkan para blogger. Semua provider ini meyediakan layanan pembuatan akun secara gratis.
Saya fikir ini merupakan suatu kondisi yang potensial jika ingin diarahkan sebagai media penyebaran informasi.

Misalnya informasi tentang kebudayaan dan bahkan informasi nilai luhur bangsa yang sudah mulai terlupakan oleh
generasi sekarang. Setidaknya melalui website blog , kita dapat menulis apa pun informasi yang terkait hal tersebut.
Begitupun dengan Chatting yakni sebuah anekdok yang penulis ambil dari istilah beriteraksi setelah masuk akun
kita di dunia maya. Akun yang dimaksud adalah jejaring sosial misalnya akun Facebook, akun Twitter, akun Koprol,
Akun Yahoo,Akun Gmail dan akun-akun lainnya. Melalui jejaring tersebut kita bisa berinteraksi secara lebih eksklusif
baik dengan teman, keluraga, maupun dengan orang belum kita kenal sama sekali. Berbeda dengan blogging,
chatting lebih bersifat temporer dan faktual sedangkan blogging bersifat non-temporer karena info tulisan tersimpan
dalam waktu yang lama dan bersiafat arsip. Walaupun begitu jejaring tersebut mempunyai peranan yang cukup
efektif dalam penyebaran info terbaru walaupun sifatnya berupa info sementara. Hal ini dianggap efektif karena
murah dan cepat serta unlimited ( tak terbatas).
Terakhir yakni Links, setelah kita memiliki website blog, memiliki beberapa akun jejaring sosial saatnya membentuk
link (koneksi) atau jaringan sehingga tulisan maupun info yang kita posting dapat dibaca oleh semua orang. Secara
teknis pun sangat mudah dilakukan karena setiap blog memiliki fasilitas yang dapat me-link-kan ke jejaring sosial
yang diinginkan baik dari website resmi maupun yang tidak resmi . Dengan demikian konsep BCL (Blogging,
Chatting, Link) jika dilakukan secara komprehensif dan proporsional maka akan membentuk jaringan/koneksi yang
luas dan accessable (mudah diakses). Semoga kita sebagai makhluk yang berbudaya dan modern , tidak seketika
melupakan budaya bahkan nilai luhur bangsa kita, Indonesia. Menjadi seorang pahlawan tidak harus mengangkat
bambu runcing ataupun senjata api untuk menghalau penjajah seperti pendahulu kita, tetapi pahlawan adalah yang
menghargai budaya dan nilai luhur para pendahulunya.
JANGAN BIARKAN KITA TERJAJAH LAGI, BUDAYA DAN NILAI LUHUR ADALAH ASET BANGSA TAK
TERNILAI, KITA WAJIB MELINDUNGINYA

Mahalnya biaya pendidikan masih hangat menjadi topic perbincangan


di berbagai kalangan. Namun tindak lanjut dari pemerintah masih
dirasa minim. Walaupun berita-berita menaruh tajuk utama mengenai
pendidikan dan perbaikan pendidikan yang dicanangkan oleh para
menteri pendidikan, namun tetap kentara bahwa tindakan yang

dilakukan sejauh ini masih omdo alias omong doang. No action talk
only.
Betapa agen-agen pemerintah saat ini memang kerap kali hanya
banyak bicara namun kurang langkah dalam mengantisipasi
permasalahan yang ada. Sebenarnya mudah untuk memperbaiki
mutu pendidikan yang ada. Namun segala sesuatunya itu terbentur
dengan alokasi dana yang tidak transparent dan terkesan dibuat-buat.
Berapa besar persentase alokasi dana di APBN untuk sector
pendidikan? Di beritakan pada RAPBN terakhir bahwa sector
pendidikan mendapatkan alokasi dana hampir 20%. Kemanakah
semua dana tersebut? Alokasi dana yang transparan dapat menjadi
langkah pertama dari agen-agen pemerintahan kita. Seperti subsidi
silang dan program BOS yang dicanangkan baru-baru ini. Pun
program tersebut masih dicuil sedikit demi sedikit untuk
menggembungkan kantong pribadi. Hal ini yang begitu buruknya
merusak moral bangsa dan membunuh karakter bangsa kita yang
jujur dan adil. Andaikata korupsi bisa sepenuhnya dihilangkan dari
tubuh pemerintahan dan aliran dana dapat di prsentasikan secara
transparan dari wakil rakyat kepada rakyatnya, maka pendidikan kita
yang mundur ini, dapat kembali maju seperti jaman yang silam.
Apakah pemerintahan masa kini telah melupakan masa-masa jaya
dimana pelajar-pelajar dari mancanegara dan internasional datang
dan berguru di Indonesia tercinta? Kala itu, pendidikan Indonesia
tergolong dalam tingkatan superior dan menjadi panutan banyak

bangsa-bangsa terutama Negara ASEAN. Kini semua hanya sejarah


dan pendidikan kita hampir terpuruk di belakang.
Sejarah mencatat bahwa Indonesia banyak kedatangan tamu-tamu
asing untuk belajar dan mengemban ilmu. Kiranya hal itu bisa menjadi
pemicu bagi pemerintahan kita, agar mereka tidak lupa bahwa misi
utama mereka adalah membangun bangsa ini bukan perlahan-lahan
menyedot semua sumber daya hingga habis dan tidak menyisakan
apapun bagi generasi mendatang.
Perbaikan alokasi dana dan pelaporan secara transparan bisa
menjadi salah satu langkah yang ditempuh pemerintah untuk
memperbaiki pendidikan sehingga bukan hanya kalangan atas yang
dapat menempuh pendidikan yang layak. Tetapi bahkan rakyat miskin
juga dapat mengecap pendidikan dan bisa sejajar dan dibandingkan
dengan para ekspatriat yang mulai memenuhi Negara ini. Tentunya
kita lebih ingin menyejahterakan masyarakat sendiri daripada
masyarakat asing bukan?
Melalui perbaikan pendidikan, maka masyarakat miskin juga dapat
memperbaiki taraf hidup karena menciptakan peluang bekerja.
Semuanya itu mengarah kepada satu tujuan yang mulia yaitu
membangun bangsa ini.
Wahh,,, gag ada susahnya deh ikutan beasiswa data print.
menjadi sahabat yang berprestasi gag ada matinya, why ? produk dari data print selalu membantu
didalam pembuatan Tugas2 kuliahku, hmm... nampak ya harus aku ceritakan bagaimana caranya
mendapatkan beasiswa ini, cukup buat essay aja pada kesempatan ini yang mau aku bagikan ya teman2.
untuk pendaftarannya, bisa lihat di post sebelumnya dengan label beasiswa :D
caranya yaitu :
1. Buat Opini dari pikiran sendiri, mahasiswa yang baik gak mau melakukan plagiat kan.
2. Gunakan EYD yang benerr

3. Banyak kata adalah 100 - 500 Kata aja,


4. kalo mau mengutif, harus ada informasi yahh :D
5. Bagi pemilik blog, tuliskan informasi mengenai beasiswa DataPrint di blog kamu, sertakan juga
link/tautan ke website beasiswa DataPrint (www.beasiswadataprint.com) dan website DataPrint
(www.dataprint.co.id) . Kemudian cantumkan link yang berisi informasi ini ke dalam kolom URL BLOG di
formulir pendaftaran. Pencantuman informasi dalam blog kamu akan menambah poin dalam penilaian
sebesar 1-3 poin.
Contoh penulisan link: www.blogsaya.com/beasiswadataprint.html
Jadi, bukan hanya penulisan nama blog seperti www.blogsaya.com