Anda di halaman 1dari 6

Telp. 021-4403026 Fax.

021-4403551

Suppositoria
2. suppositoria dikeluarkan dari kemasan, suppositoria dibasahi dengan air.

3. Penderita berbaring dengan posisi miring dan suppositoria dimasukkan ke dalam rektum.

4. Masukan supositoria dengan cara bagian ujung supositoria didorong dengan ujung jari
sampai melewati otot sfingter rektal; kira-kira - 1 inchi pada bayi dan 1 inchi pada
dewasa.

5. Cucilah tangan anda dengan sabun untuk membersihkan obat yang


mungkin menempel.

RUMAH SAKIT PELABUHAN JAKARTA


Jl. Kramat Jaya TG. Priok
Jakarta 14260
Telp. 021-4403026 Fax. 021-4403551

PERINGATAN DAN SARAN

Brosur Kesehatan
Suppositoria adalah salah satu sediaan padat yang mana dimaksudkan untuk penggunaan melalui rektal (anus),
vagina atau uretra, yang akan meleleh, melunak atau mencair pada suhu tubuh.

Berdasarkan tempat pemberiaanya suppositoria dibagi atas 3 jenis yakni suppositiria rektal, vaginal (ovula) dan
uretra

Penggunaan Ovula
1. Cucilah tangan anda dengan air dan sabun. Jika ovula melunak, taruhlah di dalam air dingin atau
masukkan ke dalam lemari pendingin selama 30 menit supaya mengeras kembali sebelum dibuka
bungkusnya.
2. Buka bungkus ovula
3. Jika menggunakan ovula aplikator, letakkan ovula pada lubang yang terdapat pada aplikator.
Pastikan bahwa sisi ovula yang ditaruh pada aplikator adalah sisi tumpul dari ovula.

4. Duduklah dengan satu tangan menopang berat tubuh anda dan tangan lainnya memegang aplikator
yang sudah dipasangi ovula. Kedua kaki ditekuk dengan posisi terbuka untuk mempermudah
penggunaan ovula.
5. Masukkan ujung lancip ovula dengan bantuan aplikator ke lubang vagina. Setelah aplikator berada
di dalam vagina, tekan tombol pada aplikator untuk melepaskan ovula.

6. Jika tidak menggunakan aplikator, masukkan ujung lancip vagina kurang lebih sedalam telunjuk
anda
7. Rapatkan kedua kaki anda untuk beberapa detik. Tetaplah duduk sekitar 5 menit untuk mencegah
ovula keluar kembali.

8. Bersihkan aplikator dengan air hangat dan sabun, keringkan dan jagalah agar tetap bersih. Cucilah
tangan anda dengan sabun untuk membersihkan obat yang mungkin menempel.

Penggunaan Suppositoria Rektal


1. Cucilah tangan anda dengan air dan sabun. Jika ovula melunak, taruhlah di dalam air dingin atau
masukkan ke dalam lemari pendingin selama 30 menit supaya mengeras kembali sebelum dibuka
bungkusnya.

Suppositoria:
Jenis serta cara penggunaannya
Telp. 021-4403026 Fax. 021-4403551
IGD : 021-4412451/021-4403026 (Ext 241)

Contoh sediaan suppositoria

Suppositoria
Brosur Kesehatan

Jangan ditelan
simpan dilemari pendingin

KELEBIHAN SUPPOSITORIA
Mengurangi efek mual muntah untuk obat yang dapat menyebabkan mual dan muntah
Menghindari iritasi lambung
Meningkatkan kadar oabt dalam darah
Memudahkan penggunaaan obat bagi pasien yang tidak dapat menelan

Berguna bagi anak-anak ,orang lanjut usia,dan pasien tidak sadarkan diri

Berguna pada pasien anak,


geriatri & pasien sadar

Berguna pada pasien anak,


geriatri & pasien sadar
Obat menyebabkan mual &
muntah, administrasi oral dapat
menyebabkan emesis, sehingga
dalam kasus tersebut dengan
rectal delivery dapat digunakan.
Iritasi pada lambung & usus kecil
terkait dengan obat tertentu
dapat dihindari.
Hepatic first-pass elimination
obat clearance yang tinggi

dapat dihindari, sehingga


pencegahan narkoba dari
degradasi asam & enzimatik
dicapai.
Ketika asupan oral terbatas,
seperti sebelum studi x-ray atau
pada pasien yang memiliki
penyakit saluran pencernaan
bagian atas atau ketika pasien
tidak mampu menelan.
Obat menyebabkan mual &
muntah, administrasi oral dapat
menyebabkan emesis, sehingga
dalam kasus tersebut dengan
rectal delivery dapat digunakan.
Iritasi pada lambung & usus kecil
terkait dengan obat tertentu
dapat dihindari.
Hepatic first-pass elimination

obat clearance yang tinggi


dapat dihindari, sehingga
pencegahan narkoba dari
degradasi asam & enzimatik
dicapai.

Ketika asupan oral terbatas,


seperti sebelum studi x-ray atau
pada pasien yang memiliki
penyakit saluran pencernaan
bagian atas atau ketika pasien
tidak mampu menelan.