Anda di halaman 1dari 4

BAB I

LAPORAN PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Trauma medula spinalis adalah trauma yang disebabkan oleh kerusakan
kolumna vertebra melalui berbagai mekanisme sehingga timbul kerusakan medula
spinalis atau kauda

ekuina yang terdapat di sepanjang kanal vertebra. Lesi

medula spinalis juga terjadi

karena kejadian non traumatik meliputi tumor,

infeksi, dan gangguan medula spinalis (Kneale & Davis, 2011).


Dari data statistik inggris sekitar 650-750 individu/ tahun di inggris
mengalami kerusakan traumatik. Gambaran yang lebih akurat dapat diperoleh dari
Australia yang menyimpan seluruh data trauma medula spinalis nasional pada
individu dewasa. Jumlah tahun 1998-1999 menunjukan insiden trauma medula
spinalis sebesar14,5/ 1jta populasi (O Connor, 2002 dalam Kneale & Davis,
2011).
Data epidemiologik dari berbagai negara

menyebutkan bahwa angka

kejadian ( insidensi) trauma ini sekitar 11,5-53,4 per 100.000 penduduk tiap
tahunnya. Trauma spinal meliputi 75% dari seluruh trauma.Setengah dari kasus
ini adalah akibat kecelakaan kendaraan bermotor; jatuh (20%), luka tembak
(25%), olahraga dan kecelakaan industri. Dari data yang terdapat pada RS
Fatmawati didapatkan dalam periode januari-juni 2003 terakhir terdapat 165
kasus

trauma

spinal.

https://www.scribd.com/doc/256522722/Referat-

Trauma-Medula-Spinalis (diunduh tanggal 22 september 2016 ).


Kurang lebih 5% dari trauma spinal akan timbul gejala neurologis lain atau
memburuknya keadaan setelah penderita datang ke IGD. Hal ini disebabkan
karena iskemia atau edema progresif pada sum-sum tulang belakang atau akibat
kegagalan mempertahankan immobilisasi yang adekuat.Pergerakan penderita de

dengan kolumna yang tidak stabil akan memberikan resiko kerusakan lebih lanjut
sum-sum tulang belakang.
Dokter dan tim medis yang menolong penderita trauma tulang belakang
harus selalu berhati-hati bahwa manipulasi yang berlebihan serta immobilisasi
yang tidak adekuat akan menambah kerusakan nerologik

dan memperburuk

prognosis penderita. Trauma kolumna vertebralis , dengan atau tanpa defisit


neurologis, harus selalu dicari dan disingkirkan pada penderita yang mengalami
cedera multipel. Setiap cedera diatas tulang klavikula harus dicurigai adanya
trauma pada tulang leher sampai terbukti tidak adanya

keterlibatan medula

spinalis setelah trauma.


Oleh karena trauma ini bersifat sangat fatal dan dapat menyebabkan
penurunan kualitas hidup yang menetap, maka para dokter dan perawat
membutuhkan

cara diagnosis yang tepat

dan tatalaksana yang baik dalam

menghadapi penderita dengan trauma medula spinalis.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Membantu mahasiswa memahami konsep dasar manajemen keperawatan
berkaitan dengan adanya gangguan yang di akibatkan oleh trauma medula
spinalis serta mengetahui konsep penyakit dan asuhan keperawatannya.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui pengertian, anatomi fisiologi, etiologi, patofisiologi dan
manifestasi klinis trauma medula spinalis.
b. Memahami mekanisme dan komplikasi terjadinya trauma medula spinalis.
c. Mengetahui pemeriksaan diagnostik yang akan dilakukan pada kasus trauma
medula spinalis.
d. Memahami penatalaksanaan dan pengobatan pada trauma medula spinalis.
e. Mengetahui pelaksanaan asuhan keperawatan yang dilakukan pada kasus
trauma medula spinalis.

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan Rahmat serta Hidayah-Nya, sehingga kelompok dapat menyelesaikan
tugas mata kuliah Keperawatan Gawat Darurat mengenai
Neurologi dengan judul Trauma Medula Spinalis .

kegawatan Sistem

Makalah ini tersusun berkat dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak, akhirnya
makalah ini dapat diselesaikan pada waktunya.
Dengan segala kerendahan hati,kelompok mengucapkan terimakasih kepada :
1. Ibu Emiliana Tarigan, Mkes selaku ketua pimpinan STIK Sint Carolus.
2. Ibu Ns Maria Astrid,Mkep,Sp KMB selaku koordinator mata kuliah keperawatan
gawat darurat dan pembimbing materi kegawatan sistem neurologi.
3. Seluruh rekan rekan program S1 B Semester 3 angkatan 2015 yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kelompok berharap semoga makalah ini dapat berguna bagi kita semua,
khususnya mahasiswa keperawatan dalam menangani kasus kegawatan neurologi.
Kelompok menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu demi
kesempurnaan makalah ini,maka kelompok mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari semua pihak.
Jakarta, September 2016
Kelompok IX