Anda di halaman 1dari 3

ALKITAB DAN ILMU PENGETAHUAN

Ir. Stanley I. Sethiadi

"Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu,
berkuasalah atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung diudara dan atas segala
binatang yang merayap dibumi". (Kejadian 1:28b).
DAN ALLAH BERFIRMAN : "INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN KAMU
SERTA SEGALA MAKHLUK YANG HIDUP, YANG BERSAMA-SAMA DENGAN KAMU, TURUN-TEMURUN,
UNTUK SELAMA-LAMANYA : BUSURKU KUTARUH DIAWAN, SUPAYA ITU MENJADI PERJANJIAN
ANTARA AKU DAN BUMI." (Kejadian 9: 12-13).

ALKITAB DAN PELANGI.


PENGANTAR.
Dari waktu kewaktu, kita dapat melihat Pelangi dilangit. Pada umumnya Pelangi inilah yang ditafsirkan
sebagai busur yang dimaksud dalam Kejadian 9:12-13 tersebut diatas. Dari kisah Kejadian 6 s/d 9 kita dapat
tarik kesimpulan bahwa sebelum banjir Nuh tidak ada pelangi. Pelangi baru ada setelah banjir Nuh selesai.
Adakah jejak-jejak dari arkeologi yang mendukung kesimpulan diatas ? Mari kita pelajari hal ini lebih dalam.

PELANGI DITINJAU DARI SUDUT FISIKA.


Apakah pelangi itu ? Ditinjau dari sudut ilmu alam (fisika), pelangi adalah gejala alam yang termasuk cabang
fisika yang disebut optika. Bila sinar matahari mengenai butir-butir air diudara, maka pada kondisi tertentu
terjadilah pantulan, refraksi dan dispersi yang dapat dilihat orang sebagai Pelangi. Kadang-kadang ada dua
pelangi, busur luar dan busur dalam. Busur dalam lebih terang. Pada bagian luar merah dan bagian dalam
ungu. Pada busur luar urutan warna dibalik. Kalau kita asumsikan bahwa hukum alam tetap sama sebelum
dan sesudah banjir Nuh, maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa ada "sesuatu" yang berubah sewaktu
terjadi banjir Nuh. Matahari dan hukum optika tidak berubah. Jadi apa yang mungkin dapat berubah ? Tidak
lain, butir-butir air itu. Sebelum banjir Nuh, tidak ada butir-butir air. Tanpa butir-butir air diudara, pelangi tidak
akan terjadi. Tetapi mengapa dahulu tidak ada butir-butir air itu, dan kemudian ada ?

STRUKTUR BUMI SEBELUM BANJIR NUH.


Seorang akhli hidrologi, Dr Henry M. Morris telah membuat suatu teori mengenai struktur bumi sebelum banjir
Nuh. Morris mengatakan bahwa sebelum banjir Nuh, ada lapisan uap air yang mulai dari apa yang kini
disebut lapisan ionosfeer, sampai jauh keatas. Lapisan uap air ini merupakan saringan yang sangat effektip
terhadap sinar matahari terutama sinar ultra-violet. Lapisan uap air itu seperti selimut yang menutupi seluruh
bumi. Terjadilah effek rumah kaca (greenhouse effect). Akibat effek rumah kaca ini, iklim diseluruh dunia
hampir rata, sejuk menyegarkan. Air dilapisan udara ini berupa uap yang tidak kelihatan, dan bukan berupa
butir-butir air. Karena tidak ada butir-butir air di-atmosfer, maka tidak ada pelangi. Awan juga belum ada
waktu itu. Permukaan bumi juga lebih rata daripada sekarang. Laut hanya sedikit. Waktu itu darat jauh lebih
banyak daripada laut. Tidak ada hujan, maka tidak ada banjir. Tidak ada bagian bumi yang kekeringan. Tidak
ada bagian bumi yang terlalu dingin dan tidak ada yang terlalu panas. Diseluruh bumi ada Flora dan Fauna
yang subur.
"Pada waktu itu orang-orang raksasa ada dibumi .........." (Kejadian 6:4a). Waktu itu, menurut Morris, juga ada
dinosaurus diberbagai tempat dibumi. Banyak binatang seperti gajah waktu itu juga mempunyai ukuran yang
lebih besar daripada sekarang.

BANJIR NUH.
Pada saat yang tepat, seperti yang ditetapkan Allah, terjadilah letupan gunung berapi. Abunya menyebar jauh
keatas, sampai kelapisan uap air ini. Abu itu menjadi inti dan uap air sekitarnya menggumpal menjadi butir air
yang kecil. Butir-butir ini menjadi makin lama makin besar. Kemudian jatuh kebumi. Terjadi effek berantai,
maka runtuhlah seluruh lapisan uap air itu. Terjadi lagi letupan gunung berapi diberbagai tempat didunia. Air
yang tadinya ada dibawah tanah menyembur keluar. Terjadilah banjir Nuh seperti dimaksud kitab Kejadian 6
s/d 9. Seluruh permukaan bumi ditutupi air. Semua manusia dan binatang yang tidak dapat hidup diair
musnah. Kemudian terjadi lagi letupan gunung-gunung berapi. Terjadi perbedaan yang lebih besar pada
permukaan bumi. Ada gunung yang sangat tinggi dan ada jurang yang sangat rendah, termasuk jurangjurang dilaut. Permukaan airpun menurun. Banjirpun mereda.

STRUKTUR BUMI SETELAH BANJIR NUH.


Sebagian air kembali kebawah tanah menjadi air tanah. Sebagian lagi jadi uap air diatmosfir bumi. Kejadian 9
: 14 menyaksikan : "Apabila kemudian Kudatangkan awan diatas bumi dan busur itu tampak di awan,
maka ................. ". Sebelum banjir Nuh tidak ada awan. Setelah banjir Nuh ada awan, artinya ada butir-butir

air diudara, jadi ada pelangi. Lautan menjadi jauh lebih luas. Kini 2/3 permukaan bumi terdiri dari permukaan
air. Terjadilah permukaan bumi, lautan dan iklim seperti yang kita kenal sekarang. Permukaan bumi ini
berlainan daripada permukaan bumi sebelum banjir Nuh. Ada hujan, petir, badai. Ada musim kering yang
kadang-kadang terlalu panjang. Kadang-kadang ada hujan yang sangat besar, sehingga timbul banjir-banjir
lokal. Tetapi banjir global tidak pernah lagi terjadi, sesuai dengan janji Allah.

JEJAK- JEJAK.
Kalau teori Morris benar, apakah ada bekas-bekas yang menunjukkan hal ini ? Kalau betul cuaca diseluruh
dunia hampir sama dimana-mana, tentu tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang yang hidup zaman dahulu
juga hampir sama dimana-mana. Dapatkah hal ini dibuktikan dari penggalian- penggalian fosil-fosil dan
bekas-bekas lain ? Mari kita lihat referensi 4 halaman 27 : " .... Hooke percaya bahwa fosil-fosil membuktikan
bahwa Inggris pernah punya iklim tropis ...... ". Majalah Amerika Serikat yang sangat fanatik mendukung teori
evolusi "Discover" pada penerbitan bulan Pebruari 1983 menulis dihalaman 6, bahwa ada tanda-tanda bahwa
gurun pasir Sahara pernah mempunyai sungai-sungai dan hutan-hutan. Dari sumber lain dikatakan bahwa
kutub Utara pernah mempunyai iklim yang tidak begitu dingin. Sumber-sumber tersebut diatas berasal dari
sumber-sumber sekuler, bahkan sebagian dari mereka yang dengan fanatik membela teori evolusi.
Penggalian-penggalian diberbagai tempat dibumi ini memang seperti mendukung pernyataan bahwa iklim
zaman dahulu lebih merata diseluruh permukaan bumi ini.
Para kreasionis dan para evolusionis memang masih berbeda pendapat masalah waktu terjadinya iklim
demikian. Para kreasionis berpendapat bahwa iklim yang merata itu terjadi setelah penciptaan, tetapi
sebelum banjir Nuh. Jadi kurang dari 10.000 tahun tetapi lebih dari 4.600 tahun yang lalu.
Para evolusionis tidak percaya bahwa Allah yang menciptakan alam semesta ini dan bahwa ada banjir global.
Mereka akui bahwa fosil-fosil membuktikan bahwa Inggris pernah punya iklim tropis, tetapi mereka katakan
bahwa hal itu terjadi setelah bum besar (the big bang) kurang dari 4.5 milyar, tetapi sudah jutaan atau ratusan
juta tahun yang lampau.

DISKUSI.
Bagi beberapa orang studi-studi seperti diatas sangat menarik. Pertanyaan yang timbul dari diskusi diatas a.l.
adalah sebagai berikut. Kalau di-Inggris ada bekas-bekas flora dan fauna tropis, bagaimana halnya diPerancis, Jerman, Cina dll ? Kalau digurun pasir Sahara ada bekas- bekas sungai-sungai dan hutan-hutan,
bagaimana digurun pasir Gobi ?
Tetapi kita harus senantiasa ingat bahwa teori Morris hanyalah spekulasi- spekulasi metafisis. Kalau
namanya teori, maka itu tidak pernah dapat dibuktikan benar. Maksimaal dapat dikatakan ia belum terbukti
salah. Ini berlaku untuk semua teori buatan manusia, termasuk teori-teori para evolusionis, tetapi juga
termasuk teori-teori para kreasionis.
Yang pertama kali mengatakan bahwa sebuah teori tidak pernah dapat dikatakan benar adalah David Hume
(1711-1776). Pada abad ke-20 ini hal ini ditegaskan dengan lebih jelas lagi oleh seorang filsuf yang sangat
terkenal, Karl Popper (1902-1994). Popper adalah orang Yahudi yang lahir dan besar di-Wina, Austria, yang
berbahasa Jerman. Sewaktu Popper menyatakan pendapatnya pada tahun 1936 didepan "Aristotelian
Society" di-Oxford dalam bahasa Inggris yang patah-patah, orang tertawa terbahak- bahak dan bertepuk
tangan mengira bahwa Popper sedang bersenda gurau, atau sedang mengucapkan suatu paradox. Tetapi
Popper ternyata sangat serius. Kini praktis semua ilmuwan setuju bahwa berapa banyak pun pengamatan
dan/atau percobaan yang mendukung sebuah teori ia tidak pernah dapat dikatakan benar, karena ia selalu
dapat dibantah oleh pengamatan dan/atau percobaan yang lebih kemudian lagi.
Saya sebut teori para kreasionis seperti tersebut diatas sebagai tandingan teori para evolusionis. Tetapi
sebaiknya orang-orang Kristen jangan terlalu menggantungkan imannya pada spekulasi-spekulasi demikian,
baik spekulasi-spekulasi yang menguntungkan, maupun yang merugikan exegese yang sehat (sound
exegeses) dari Alkitab. Percayalah bahwa apa yang dikatakan Allah melalui Alkitab adalah benar. Kalau ada
teori yang mendukung, baiklah. Tetapi kalau ada teori yang membantah, kita tetap lebih percaya Firman
Allah. Dihari kemudian teori yang membantah itu selalu mungkin akan terbukti salah.
SEBUAH KONFLIK ANTARA ALKITAB DENGAN SEBUAH TEORI BUATAN MANUSIA, BUKANLAH
SEBUAH MALAPETAKA, TETAPI SEBUAH KESEMPATAN. SEBUAH KONFLIK DEMIKIAN MENUNJUK
KAN BAHWA DIBELAKANG KONFLIK ITU ADA, ATAU AKAN ADA TEORI YANG LEBIH DALAM DAN LEBIH
LUAS YANG AKAN MENGHA PUSKAN KONFLIK TERSEBUT. INILAH KESEMPATAN UNTUK MENCARI
TEORI YANG LEBIH TINGGI ITU.
LITERATUR.
1. "ALKITAB". Terbitan Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta 1992.
2. "The Genesis Flood" oleh John C. Whitcomb dan Henry M. Morris, Presbyterian and Reformed Publishing

Co, New Jersey, U.S.A..


3. "The Genesis Record" oleh Henry M. Morris, Baker Book House, Michigan, U.S.A.
4. "Evolution of the Earth" oleh Robert H. Dott dan Roger L. Batten, McGraw-Hill, U.S.A.
5. "Discover" U.S.A. February 1983.
6. "Optics" oleh Francis Weston Sears, Addison-Wesley, U.S.A.

PELANGI.