Anda di halaman 1dari 16

FILUM MOLLUSCA 1

(Laporan Praktikum Avertebrata Air)

Oleh :
Ris Restu Pertiwi
1514111008
Kelompok 3
Asisten Dosen :
Wulandari
1314111055

PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN


JURUSAN PERIKANAN DAN KELAUTAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016

MOLLUSCA 1

Pertanyaan :
1. Kelas Polyplacophora Chiton sp.
Bagaimana chiton merespon cahaya dan atau sentuhan ?
Bagaimana chiton bergerak ?
Bagaimana chiton melindungi diri dari predator dan lingkungan yang keras ?
2. Kelas Scaphopoda
Bagaimana scaphopoda berorientasi terhadap sedimen ? Tunjukkan bagian
anterior dan posteriornya dengan gambar ilustrasi (berdasarkan buku teks)
lalu beri keterangan !
3. Kelas Bivalvia Pinctada sp., Mytilus sp., Amusium sp., Pecten sp.
Tuliskan berbagai variasi cangkang bivalvia pada berbagai family yang
ditemui saat praktikum, seperti ukuran, simetri, bentuk dan lain-lain !
Berdasarkan variasi otot, mantel, siphon dan kaki pada berbagai spesies,
jelaskan hubungan bagian-bagian tubuh tersebut terhadap cara gerak atau
habitatnya ?
4. Kelas Gastropoda Haliotis sp., Pomacea sp., Conus sp., Strombus sp.
Amati satu spesies Gastropoda lalu gambar dan buat catatan tentang
morfologi, alat sensor, organ respirasi, pergerakan, kebiasaan makan dan
mekanisme pertahanan dirinya !
5. Kelas Cephalopoda Nautilus sp., Sepia sp., Loligo sp., Octopus sp.
Buatlah tabel yang membandingkan subkelas Nautiloidea, ordo Sepioidea,
ordo Teuthoidea dan ordo Octopoda mengenai :
a. Bentuk tubuh
b. Cangkang
c. Mekanisme pertahanan diri
d. Reproduksi
e. Cara makan
f. Pergerakan
6. Apa yang anda ketahui tentang kelinci laut, sebutkan nama ilmiahnya,
termasuk dalam kelas apakah hewan tersebut ?

Jawaban :
1. Klasifikasi :
Kingdom

: Animalia

Filum
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Mollusca
: Amphineura
: Polyplacophora
: Chitondae
: Chiton
: Chiton sp

Chiton sp termasuk dalam kelas polyplacophora dan sejauh ini telah


ditemukan sekitar 500 spesies Chitons. Karena kebiasaannya yang senang
melekat pada batu karang dan cangkang hewan lainnya, struktur tubuhnya
disesuaikan dengan lingkungannya. Ketika disentuh, maka akan melekat erat
pada batu karang. Pergerakan dari hewan ini adalah dengan merayap
perlahan-lahan pada dasar laut di batu-batuan yang lunak. Sendi-sendi yang
dimilikinya dapat dibengkokkan, sehingga ketika ada serangan dari musuh,
maka seketika tubuhnya dapat dibulatkan seperti bola (Dharma, 1988).
Chiton sp hidup di perairan laut, di daerah pantai sampai kedalaman
sedang, dan memakan rumput laut dan mikro organisme dari batu karang.
Chiton sp memiliki bentuk tubuh elips, dengan bagian dorsal dilindungi 8
lembar kapur yang pipih dan tersusun seperti genting, setiap lembar cangkang
ditutup oleh jaringan mantel dan luas sempitnya penutupan tersebut berbeda
antara satu spesies dengan spesies lainnya serta dikelilingi oleh girdle
(gelang) yang tebal. Cangkang Chiton sp hanya terdiri dari dua lapisan yaitu
lapisan terluar disebut tegmentum yang tersusun atas konsiolin dan CaCO.
Sedangkan lapisan dalamnya disebut antikulamentum yang bersifat kalkareus.
Kaki chiton sp terletak di permukaan ventral tubuh dan berfungsi untuk
melekat juga untuk bergerak. Gerak merayap pada spesies ini sangat lambat
karena disebabkan oleh gerakan bergelombang otot kaki seperti gerakan yang
dimiliki oleh Bekicot. Bagian yang digunakan unutk melekat pada substrat
adalah kaki dan gelang. Pada dasarnya kaki digunakan untuk melekat namun
apabila ia diganggu, maka gelang yang berperan juga untuk melekat. Pada
kakinya dilengkapi dengan otot-otot, diantara kaki dan mantel di permukaan
ventral ada alur yang dangkal di sebut alur pallial dan pada alur itu terdapat 680 pasang insang yang panjang. Beberapa chiton punya titik yang kecil/mata
di dalam epidermis pada lembaran. Di dalam mulutnya terdapat alat untuk

memarut yang disebut radula atau deretan gigi yang banyak (Suwignyo,dkk ,
2005).
2.

Scaphopoda

berorientasi

terhadap

sedimen

dengan

cara

membenamkan tubuhnya ke dalam sedimen hingga yang tersisa hanya ujung


posteriornya saja. Scaphopoda memiliki dua buah lubang, lubang yang besar
sebagai tempat mulut dan kaki, dan lubang yang kecil di bagian anterior
sebagai tenpat anus. Lubang kecil inilah yang tidak ikut ditimbun ke dalam
substrat karena berfungsi sebagai arus air dan saluran pernapasan (Baiq,
2012).
3. Kebanyakan bivalvia hidup di laut (daerah litoral, pasang surut sampai
kedalaman 5.000 m), beberapa di air tawar. Umumnya di dasar perairan
berlumpur atau berpasir, beberapa di substrat yang lebih keras (lempeng
kayu/batu). Kaki pipih lateral, mengarah ke anterior sebagai adaptasi untuk
meliang.
Gerak kaki menjulur diatur oleh kombinasi tekanan darah & otot protaktor
anterior.
Gerak menarik kaki ke dalam cangkang oleh sepasang otot retraktor
anterior & posterior untuk merayap dalam substrat lumpur dan pasir.
Kerang menempel dengan adanya byssus atau dengan salah satu keping
cangkangnya tumbuh menyatu dengan substrat seperti Crassostrea. Benang
byssus terdiri dari zat tanduk yang kuat dihasilkan oleh kelenjar dalam kaki.
Kerang berpindah tempat dengan menarik byssus dari tempatnya menempel
dengan otot retraktor byssus.
Kaki mengecil atau hilang serta mengecilnya ujung anterior cangkang
menghilangnya otot aduktor anterior pada jenis kerang penempel

Jenis hidup bebas di atas permukaan dasar perairan seperti scallop (famili
Pectinidae) & famili Limidae.
Cara bergerak :
menyemprotkan air dari rongga mantel dengan cepat serta mengepakkan
kedua keping cangkang (famili Pectinidae)
melompat-lompat (Cardium)
Sifon air masuk (umumnya melalui inhalant/incurrent sifon di posterior yang
tersembul di atas permukaan substrat) dan sifon air keluar adalah penyatuan
tepi mantel untuk efisiensi aliran air. Beberapa kerang dengan byssus
sempurna dan hidup menempel, penyatuan tepi mantelnya sangat
minim/bebas bahkan kadang tanpa sifon. Air masuk melalui hampir seluruh
tepi mantel & keluar di bagian dorsal, baik anterior maupun posterior misal
Ostrea (Yusuf, 2003).

4.

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Class : Gastropoda
Order : Neogastropoda
Family : Conoidae
Genus : Conus, Linnaeus
Species : Conus sp
Bentuk cangkang siput umumnya seperti kerucut dari tabung yang
melingkar seperti

konde.

Puncak

kerucut

merupakan

bagian

yang

tertua,

disebut

terbesar

disebut

apex. Sumbu

kerucut

body

dan gelung kecil-kecil di atasnya disebut

whorl

disebut

columella.

Gelung

spire (ulir). Cangkang Conus sp terdiri atas 4 apisan. Bentuk khas kaki Conus
sp ialah telapak kaki yang datar seperti halnya mollusca.
Alat sensor sistem saraf asimetri akibat torsi terdiri atas sepasang ganglion
otak di bagian posterior esofagus yang berhubungan dengan saraf mata,
tentakel & statocyst. Sepasang ganglion mulut berhubungan dengan rongga
mulut. Dari ganglion otak terdapat sepasang benang saraf ventral yang
berhubungan dengan ganglion kaki dan sepasang lagi ke ganglion sisi
yang berhubungan dengan mantel & otot columella. Benang saraf dari
ganglion

sisi

memilin

dan

berhubungan

dengan ganglion visceral

dalam massa visceral. Gastropoda darat terdiri dari sepasang tentakel panjang
dan sepasang tentakel pendek. Pada ujung tentakel panjang terdapat mata
yang berfungsi untuk mengetahui gelap dan terang. Sedangkanpada tentakel
pendek berfungsi sebagai alat peraba dan pembau. Alat sensor meliputi mata,
tentakel, osphradia dan statocyst.
Organ respiratori umumnya bernapas dengan insang. Bentuk insang
primitive kebanyakan dimiliki oleh
bipectinate

dan

jumlahnya

subkelas

pulmonata

bernapas

dengan

Prosobranchia

sepasang. Sejumlah

bernapas
insang,

subkelas

dengan
sedangkan

siput

air

paru-paru. Gastropoda
Gastropoda

yaitu
tawar
akuatik

darat bernapas

menggunakan rongga mantel. Pergerakan Bentuk kaki khas telapak kaki datar
merayap di substrat keras maupun lumpur dan pasir lembut. Pada telapak kaki
Conus sp. dilengkapi cilia dan berbagai sel kelenjar. Kelenjar pada kaki
menghasilkan lender yang berguna untuk merayap pada substrat.
Kebiasaan makan Conus sp. Banyak dijumpai di daerah Indo-Pasifik,
memakan cacing polychaeta dan ikan kecil dengan menusukkan gigi
radulanya

yang

mengandung

racun (bisa). Tusukan gigi radula C.

marmoreus dan C. geographus sangat berbisa dan dapat menyebabkan


kematian pada manusia dalam waktu 4 jam.
Mekanisme pertahanan diri Conus sp memepertahankan diri dengan
berlindung di dalam cangkangnya. Bila ada musuh atau predator, Conus sp
akan masuk ke dalam cangkangnya. Bila keadaan mengancam, maka mereka

akan mengeluarkan racun yang terdapat di tubuhnya. Racun ini tercampur di


dalam lender (Oemarjati, 1991).
5.
Karakteristik

Subkelas

Ordo

Ordo

Ordo

Bentuk

Nautiloidea
Mirip dalam

Sepiodea
Sotong

Teuthoidea
Cumi-cumi

Octopoda
Gurita

Tubuh

bentuk umum

merupakan

merupakan

memiliki

untuk

moluska

binatang

8 lengan

cephalopoda

yang

lunak

(bukan

dengan

tentakel)

tubuh

dengan

menonjol dan cephalopoda

berbentuk

alat

tentakel.

(kaki hewan

silindris.

penghisap

Nautilus

terletak

Sirip-

berupa

biasanya

kepala) yang

siripnya

bulatan-

berbentuk

bulatan

trianguler

cekung

atau

pada

lain,

dengan termasuk

kepala

kelas

di

memiliki lebih terdiri


banyak

dari

cangkang

tentakel

dari internal yang

radar

cumi lainnya, terletak

yang

lengan

sampai

didalam

menjadi satu

yang

sembilan

mantel,

pada

digunaka

puluh.

berwarna

ujungnya.

Pada

bergerak

kepalanya di

di

dan

sekitar

laut

serta

luabang

menangka

mulut

p mangsa.

Tentakel

ini putih,

diatur menjadi berbentuk


dua lingkaran, oval
tidak

seperti tebal,

tentakel cumi terbuat


lain,

dari

dasar
dan

mereka kapur. Tubuh

terdapat

tidak memiliki relatif pendek

tentakel

gurita

pengisap.

yang

merupaka

menyerupai

10

untuk

Lengan

Radula

lebar kantung.

dilengkapi

n struktur

dan

khas Mantelnya

dengan alat

hidrostat

memiliki

berwarna

penghisap

muskuler

sembilan gigi.

merah jambu

(sucker).

yang

kehitaman

Tubuh terdiri

hampir

dari

seluruhny

dan

di

isi

selubungi

rongga tubuh

selaput

tipis

(visceral

dari

dan

pada

mass)

Cumi-cumi

mantel.

dan

terdiri

lapisan
otot tanpa

merupakan

tulang

binatang

atau

lunak dengan

tulang

tubuh

rangka

berbentuk

luar.

silindris.

Tidak

Sirip-siripnya

seperti

berbentuk

hewan

trianguler

Cephalop

atau

oda

radar

yang menjadi

lainnya,

satu

sebagian

pada

ujungnya.

besar

Pada

gurita

kepalanya di

dari

sekitar

subordo

luabang

Incirrata

mulut

mempuny

terdapat

10

ai

tubuh

tentakel yang

yang

dilengkapi

terdiri

dengan

dari

alat

otot

penghisap

dan tanpa

(sucker).

tulang

Tubuh terdiri

rangka

dari

dalam.

isi

rongga tubuh
(visceral
mass)

dan

mantel.kedua
sisinya
terdapat sirip
lateral

yang

memanjang
dari

ujung

dorsal sampai
Cangkang

ventral.
Binatang dapat Cangkang
menarik

Cangkang

tubuh internal yang dalam

Gurita
: tidak

sepenuhnya ke terletak

sebagai

memiliki

dalam

didalam

pelindung

cangkang

cangkangnya,

mantel,

organ

dapat menutup berwarna


dan

tubuh sebagai

bagian dalam. pelindung

membuka putih,

di

bagian

dengan tudung berbentuk

luar seperti

berbulu

halnya

terbentuk

oval dan tebal,


dari serta

dua tentakel.

terbuat

Nautilus

dari kapur.

dan

tidak

memiliki
cangkang
dalam atau
tulang
seperti
sotong dan
Mekanisme

Dengan

Pertahanan

kamuflase.

cara Mempunyai

Mempunyai

cumi-cumi.
Gurita

kantung tinta kantung tinta biasanya

Diri

Bagian

bawah yang

dapat yang

hampir

disemburkan

disemburkan

tiga

sepenuhnya

kelaur

kelaur

mekanisme

membentuk

pertahanan

putih, membuat membentuk


hewan

Reproduksi

dapat memiliki

dapat awan

tinta awan

tinta diri:

dibedakan dari yang

yang

kantong

perairan

cerah menghalangi

menghalangi

tinta,

dekat

pemangsanya

pemangsanya

kamuflase.

permukaan.
Nautiluses

Menggunakan Cumi-cumi

berkembangbi lengan
ak

yang (Loligo

dengan disebut

meletakkan
telur.

hectocotylus

Betina untuk

melampirkan

mentransfer

Gurita

sp.) jantan

mempunyai

bereprodu

sistem

ksi dengan

reproduksi

meletakka

yang terpisah n kantong

telur

yang paket sperma (dioecious),

spermatof

dibuahi

pada disebut

ora

batuan

dimana

di spermatophore gonadnya

perairan

ke

betina. terletak

dangkal,

Betina

dimana

telur memproduksi

ke

dalam
pada rongga

bagian

mantel

posterior

gurita

membutuhkan sekitar

200 tubuhnya.

betina

waktu delapan telur

dan

Reproduksi

mengguna

diawali

kan lengan

dasar

dengan

istimewa

dalam

jantan

yang

merayu

disebut

betina

hectocotyl

menggunaka

us.

sampai
belas

dua menempelkan
bulan pada

untuk

laut

berkembang

kelompok

sampai
milimeter,

30 yang

bergabung

kemudian telur dengan


menetas.

besar
telur

betina lainnya.

n warna kulit Reproduks


mereka dan i
jika diterima merupaka
oleh betina, n

salah

kemudian

satu sebab

menggunaka

kematian,

lengan gurita

yang disebut jantan


hectocotylus

hanya bisa

untuk

hidup

mentransfer

beberapa

paket sperma bulan


disebut

setelah

spermatopho

kawin dan

re, ke betina. gurita


Betina

betina

memproduks

mati mati

i sekitar 200 tidak lama


telur

dan setelah

menempelka

bertelur.

n pada dasar Kematian


laut

dalam disebabka

kelompok
yang

n kelalaian

besar gurita

bergabung

untuk

dengan telur makan


betina

selama

lainnya.

sekitar
satu bulan
sewaktu
menjaga
telur-telur
yang
belum

Cara Makan

menetas.
ini
Dengan

Nautiluses

Sotong hidup Hewan

adalah

didasar laut, aktif berburu

menggun

predator yang

yang

mangsa yang

akan

memakan

memakan

berupa ikan-

paruh,

terutama ikan

hewan

ikan

yang

kecil, udang ,

Avertebrata

dan crustacea

merupaka

dan

yang berada pada malam

n bagian

diatas

terkeras

krustasea

lain,

yang

kecil

hari.

ditangkap oleh

permukaan

dari tubuh

tentakel.

dasar

gurita

Nautilus

seperti ikan-

yang

menghabiskan

ikan

digunaka

kan

krustacea,

n sebagai

udang

rahang

banyak

waktu

dalam

berenang,

laut,
kecil,
dan

kepiting.

untuk

nautilus hanya

membunu

perlu

makan

h mangsa

cukup

sekali

dan

sebulan.

menggigit
nya
menjadi
bagianbagian

Pergerakan

Berenang

Pada

dengan

terdapat

menggunakan

mulut

dua
tentakel

terdapat
yang

pasang dikelilingi
oleh

terpisah

dari pasang

yang

lain, tangan

nautilus

kepala Pada

empat

mulut

cara
yang

dan

oleh

berenang.

empat

tangan
tentakel

atau

Gurita
dan

sepasang
(8

merangka

dikelilingi
pasang

sepasang

menarik air ke tentakel

kecil.
kepala Dengan

cukup
merangka

(8

dalam

dan tangan dan 2

tangan dan 2

ditambah

keluar

dari tentakel

tentakel

sedikit

ruang

panjang).

cangkang

Di

dengan

kepala

kepala

bergerak

hyponome,

terdapat

terdapat

secara

yang

sifon

menggunakan

corong

corong

dan hanya

jet. Sementara

berotot yang

berotot yang

berenang

air di dalam

berfungsi

berfungsi

jika ingin

ruangan,

sebagai

sebagai

bergerak

siphuncle

kemudi. Jika

kemudi. Jika

cepat-

mengeluarkan

ia

ia

ingin

cepat.

garam

bergerak ke

bergerak ke

Gurita

belakang,

belakang,

bisa

sifon

sifon

bergerak

berdifusi

dan
ke

dalam darah.

panjang).

posterior Di

atau

ingin

akan

berenang

posterior

sifon

atau

akan

jika ingin

perlahan

menyemburk

menyemburk

cepat

an

an

sekali

air

arah

ke

depan,

air

ke

arah depan,

sewaktu

sehingga

sehingga

sedang

tubuhnya

tubuhnya

lapar atau

bertolak

ke

bertolak

ke

sewaktu

belakang.

belakang.

dalam

Sedangkan

Sedangkan

bahaya.

gerakan

gerakan

maju

ke

maju

ke

depan

depan

menggunaka

menggunaka

n sirip dan

n sirip dan

tentakelnya.

tentakelnya.
(Adtiya, 2010).

6.

Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Mollusca
Kelas : Gastropoda
Ordo : Opisthobranchia
Upordo : Nudibranchia
Hewan
karena

ini

memiliki

insang

yang

dapat

dilihat

dengan

mata

tidak tersembunyi di dalam tubuh. Dalam bahasa Indonesia, hewan

ini dikenal dengan nama kelinci laut atau "sea rabbit". Hewan ini memiliki
badan yang lunak. Bentuk dewasanya tidak memiliki cangkang atau
operculum.

Nudibranchia

memiliki

kepala

bertentakel,

yang sangat

sensitif terhadap sentuhan, rasa, dan bau. Seperti siput darat, ia memilik
rhinophora berbentuk

seperti

pentungan

dan

berperan

untuk

mendeteksi bau.
Bentuk tubuh bervariasi. Ukuran berkisar antara 40 hingga 600 mm.
Semua anggotanya hermafrodit, tetapi jarang melakukan pembuahan sendiri.
Nudibranchia adalah

hewan karnivora.

Beberapa

memangsa spons,

yang lain Hydroida, atau Bryozoa, dan beberapa kanibal, memakan siput air
lainnya, dan pada situasi tertentu, bahkan anggota spesies mereka sendiri.
Mereka terdapat di seluruh dunia pada semua kedalaman, tetapi
mereka mencapai ukuran terbesar dan bervariasi pada perairan hangat dan
dangkal. Di antara Nudibranchia dapat ditemukan organisme berwarnawarni. Karena merupakan siput air dan evolusi, Nudibranchia telah
kehilangan
melakukan

cangkangmereka.
kamuflase,

melalui

Untuk

melindungi

diri,

mereka

warna yang membuat mereka tidak

kelihatan atau menakuti predator karena mereka rasanya tidak enak atau
beracun (Uli, 2011).

DAFTAR PUSTAKA
Aditya, K. 2010. Hewan Invertebrata. Bina Rupa. Yogyakarta.
Baiq, Hana Susanti. 2012. Zoologi Avertebrata. FITK UIN Syarif Hidayatullah.
Jakarta.
Dharma, B. 1998. Indonesian Shells. Sarana Graha. Jakarta.
Oemarjati, Boen S. 1990. Taksonomi Hewan Avertebrata. UGM Press.
Yogyakarta.
Suwignyo, Sugiarto. 2005. Avetebrata Air Jilid II. Penebar Swadaya. Jakarta.
Uli, S. 2011. Biologi untuk Universitas. Angkasa. Bandung.
Yusuf. dkk. 2005.Zoologi Avertebrata. Universitas Negeri Malang Press. Malang.

LAMPIRAN